DORONG INOVASI DESA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI, UMMAT GELAR PEMBEKALAN KKN REGULER 2024 ANGKATAN KE-XXXVIII

DORONG INOVASI DESA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI, UMMAT GELAR PEMBEKALAN KKN REGULER 2024 ANGKATAN KE-XXXVIII

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2024 Angkatan ke-XXXVIII yang bertajuk “Membangun Inovasi Desa Menuju Masyarakat Mandiri”. Acara ini berlangsung selama dua hari, terhitung dari Rabu s/d kamis dihadiri oleh 956 peserta KKN yang akan disebar ke pulau Sumbawa dan Lombok dalam 64 kelompok (17/07/2024).

Ketua panitia, Dr. Ibrahim Ali, M.Sc, menyampaikan bahwa tujuan utama dari pembekalan ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam program KKN dengan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat desa. “Pembekalan ini melibatkan narasumber yang kompeten di bidangnya, termasuk akademisi dan praktisi, guna memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa. Kami berharap melalui pembekalan ini, mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa inovasi dan mandiri,” ujarnya.

para peserta menerima berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan, seperti strategi pengembangan desa, pengelolaan potensi lokal, dan penerapan teknologi strategi pengembangan desa, inovasi menuju desa unggul,  penerapan teknologi tepat guna dan teknik fasilitasi dalam pemberdayaan masyarakat desa. Tidak lupa pula peserta dikuatkan dengan materi strategi pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah. Selama pembekalan mereka juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber, sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan praktis.

Wakil Rektor IV, Dr. Zaenuddin, M.Pd.I., yang merupakan salah satu narasumber dalam pembekalan ini, memberikan materi mengenai strategi pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah. “Pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah adalah bagian penting dari penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput. Kami ingin mahasiswa memahami pentingnya organisasi ini dalam mendukung kegiatan sosial dan pendidikan di masyarakat”, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan cabang dan ranting harus dimulai dengan memahami kebutuhan lokal dan membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat setempat. “Kami mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan cabang dan ranting Muhammadiyah selama KKN, karena ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar bagaimana mengelola organisasi dan memimpin kegiatan sosial,” tambahnya.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam kegiatan cabang dan ranting. “Inovasi tidak hanya dalam bentuk teknologi, tetapi juga dalam pendekatan dan strategi untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa harus kreatif dan berpikir out of the box untuk membawa perubahan positif,” tegasnya.

Nurhayati, S.TP., MP, narasumber lain yang ahli dalam penerapan teknologi tepat guna pada masyarakat, memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan teknologi di desa. Ia menjelaskan bahwa meskipun teknologi sederhana dapat sangat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa, penerapannya sering kali menghadapi beberapa kendala. “Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam menggunakan teknologi tersebut. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan yang intensif sangat diperlukan,” jelasnya.

Ia  juga menyoroti pentingnya memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. “Teknologi yang diterapkan haruslah mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat setempat. Selain itu, harus ada penghentian dalam penggunaannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya. Ia memberikan contoh beton penerapan teknologi yang tepat guna seperti pengolahan limbah organik menjadi kompos, penggunaan energi terbarukan seperti panel surya, dan pengelolaan air bersih melalui teknologi penyaringan sederhana.

Salah satu peserta, Mustofa Al Hadid, mahasiswa Fakultas Agama Islam, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti KKN tahun ini. “Saya sangat bersemangat untuk bisa terjun langsung ke masyarakat dan menerapkan ilmu yang telah saya dapatkan di kampus. Dengan pembekalan ini, saya merasa lebih siap berkontribusi dalam mengembangkan desa menjadi lebih inovatif dan mandiri,” katanya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan harapannya agar seluruh peserta KKN dapat menjunjung tinggi nilai-nilai akademis dan sosial yang telah diajarkan di kampus. “Selamat menjalankan KKN bagi semua mahasiswa UMMAT. Jadilah agen perubahan yang membawa inovasi dan kemajuan bagi desa-desa yang kalian tempati. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk masa depan kalian”, harapnya.

Dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa UMMAT dapat menjalankan program KKN dengan baik, membawa perubahan positif, dan berkontribusi dalam pembangunan desa menuju masyarakat yang lebih inovatif dan mandiri (HUMAS UMMAT).

LP3IK UMMAT GELAR BEDAH BUKU TERAMPIL ASAH 2 WAJH HAFSH’AN ‘ASHIM THARIQ SYATIBIYAH DAN TASMI’ BERSANAD MATAN AS-SAMANHUDIYAH BERSAMA SYEKH MUHAMMAD IHSAN UFIQ, LC., MA

LP3IK UMMAT GELAR BEDAH BUKU TERAMPIL ASAH 2 WAJH HAFSH’AN ‘ASHIM THARIQ SYATIBIYAH DAN TASMI’ BERSANAD MATAN AS-SAMANHUDIYAH BERSAMA SYEKH MUHAMMAD IHSAN UFIQ, LC., MA

Mataram, Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam & Kemuhamadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga menyelenggarakan acara Bedah Buku “Terampil Asah 2 Wajh Hafsh’an ‘Ashim Thariq Syatibiyah” dan Tasmi’ bersanad Matan As-Samanhudiyah, bersama Syekh Muhammad Ihsan Ufiq, LC., MA. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat di Auditorium H.Anwar Ikraman, dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pondok pesantren se-Kota Mataram dan se-Lombok Barat (13/07/2024).

Ketua panitia, Muhammad Sahril, M. Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini mengundang 22 pondok pesantren, masing-masing mengirimkan lima perwakilan yang terdiri dari pengajar Alquran dan santri tahfiz. “Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkaya wawasan dan keterampilan dalam membaca, mengajarkan dan menghafal Alquran dengan riwayat yang mutawatir dan bersanad”, ungkapnya.

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, TG. Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyatakan, Acara ini merupakan bagian dari komitmen UMMAT untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan meningkatkan kualitas pengajaran Alquran di Indonesia. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh ilmu dan inspirasi yang bermanfaat untuk diaplikasikan di lingkungan masing-masing”.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. “Saya sangat antusias menyambut kegiatan bedah buku yang langsung mendatangkan penulisnya yang luar biasa. Ini adalah sesuatu yang tidak biasa, dan semoga ini menjadi tradisi.

“Kedepan, orang-orang di universitaslah yang paling berperan untuk mengadakan perubahan-perubahan karena kampus adalah bagian dari agen perubahan, agen pengembangan, dan agen intelektual. Universitas itu memang tempatnya orang berpikir, tempatnya orang menuangkan kritik atas apa yang dipikirkan, dan seterusnya”, ujarnya.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata UMMAT dalam mendukung pengembangan kapasitas pengajar Alquran dan santri tahfiz. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat yang besar bagi kita semua”,  tambahnya.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala LP3IK UMMAT, Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., dengan penuh antusiasme dan profesionalisme. Sebagai moderator, Ia berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan menarik, sehingga para peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Kepala LP3IK UMMAT juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi jembatan ilmiah antar kampus dan pondok pesantren.

Syekh Muhammad Ihsan Ufiq, LC., MA., dalam sesi bedah buku dan tasmi’ bersanad,  memberikan pemaparan mendalam mengenai ilmu qiraat, yang merupakan ilmu yang mempelajari berbagai cara membaca Alquran. Ia memaparkan pentingnya memahami variasi qiraat untuk memperkaya bacaan dan meningkatkan kefasihan dalam membaca Alquran.

Ia menjelaskan bahwa dalam ilmu qiraat atau ilmu tajwid, sering kali satu kata dalam Alquran dapat dibaca dengan lebih dari satu cara atau “wajah”. “Yang ingin saya sorotkan dari buku ini adalah tentang ilmu qiraat. Dalam ilmu qiraat atau ilmu tajwid, ada kalanya satu kata bisa dibaca lebih dari dua wajah. Pemahaman terhadap variasi ini sangat penting untuk memperkaya bacaan kita dan untuk memahami makna di balik bacaan-bacaan tersebut,” jelas Syekh Muhammad Ihsan.

Ia juga menekankan bahwa mempelajari ilmu qiraat tidak hanya memperkaya bacaan Alquran tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana setiap variasi bacaan memiliki konteks dan signifikansi tersendiri. Dalam sesi ini, Syekh Muhammad Ihsan juga memberikan contoh-contoh praktis dari berbagai qiraat dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam bacaan sehari-hari.

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif, di mana para peserta dapat langsung bertanya dan berdiskusi dengan Syekh Muhammad Ihsan Ufiq mengenai berbagai aspek terkait hafalan dan pengajaran Alquran. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan positif yang diberikan.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kualitas pengajaran Alquran di pondok pesantren. UMMAT akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa yang mendukung pengembangan keilmuan dan keagamaan (HUMAS UMMAT).

RAIH JUARA 1 PEKSIMIDA, MAHASISWA UMMAT WAKILI NTB DALAM  LOMBA MENYANYI DANGDUT PUTRI  DAN PENULISAN LAKON DI PEKSIMINAS 2024

RAIH JUARA 1 PEKSIMIDA, MAHASISWA UMMAT WAKILI NTB DALAM  LOMBA MENYANYI DANGDUT PUTRI  DAN PENULISAN LAKON DI PEKSIMINAS 2024

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2024. Dua mahasiswa UMMAT, Nurul Aulia dan Arif Rahman, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Menyanyi Dangdut Putri dan kategori Penulisan Lakon, serta akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) 2024.

Nurul Aulia, mahasiswa semester IV Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), lahir di Mpolo pada 25 Juli 2003, berasal dari Dusun Mpolo, Desa Mubuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Menyanyi Dangdut Putri. Sejak kecil, menyanyi sudah menjadi bagian dari hidup Ia karena ayahnya juga seorang pemusik. “Menyanyi merupakan hobi saya sejak kecil karena Bapak juga seorang pemusik. Saya merasa sangat bangga sekaligus bahagia terpilih mewakili NTB dalam ajang ini,” ujarnya dengan penuh semangat.

Selama mengikuti PEKSIMIDA, Nurul menghadapi berbagai tantangan, termasuk saingan dari berbagai kampus lain dan rasa takut gagal. Namun, semua tantangan tersebut mampu diatasinya dengan latihan vokal setiap hari dan meningkatkan rasa percaya diri. “Tantangan terbesar saya adalah menghadapi pesaing-pesaing dari berbagai universitas yang memiliki kemampuan luar biasa. Rasa takut gagal selalu menghantui, tetapi saya memutuskan untuk tidak menyerah. Setiap hari saya melatih vokal saya, baik bersama pembina maupun sendiri, dan berusaha meningkatkan rasa percaya diri. Saya percaya bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan kampus dalam mencapai prestasinya. “Dukungan kampus sangat berarti dalam proses ini. WR III selalu memberikan motivasi dan saran yang berharga. Kampus juga menyediakan fasilitas untuk latihan sehingga saya bisa memaksimalkan potensi saya. Harapan saya di PEKSIMINAS nanti adalah mendapatkan lebih banyak pengalaman, teman baru dari berbagai kampus, dan membawa nama baik UMMAT,” ungkapnya penuh optimis.

Sementara itu, Arif Rahman, mahasiswa semester VI Sistem Teknologi Informasi Fakultas Teknik (FATEK), kelahiran Apitaik, 26 April 2003, berasal dari Apitaik-Pringgabaya, Lombok Timur, meraih Juara 1 dalam Lomba Penulisan Lakon. Sejak SMP hingga SMA, ia telah menulis puisi dan cerita fiksi, namun mendalami penulisan lakon dimulai ketika ia masuk UMMAT dan bergabung dengan UKM Teater Sasentra.

Ia juga aktif menulis di luar kegiatan akademis, telah menciptakan sejumlah naskah lakon yang dipentaskan di berbagai kesempatan di UMMAT. “Bergabung dengan UKM Teater Sasentra membuka mata saya lebih luas terhadap dunia teater dan seni pertunjukan. Saya belajar bagaimana menyusun dialog yang kuat, menggambarkan karakter yang kompleks, dan menyampaikan pesan-pesan yang mendalam melalui seni lakon,” jelasnya.

Pengalaman PEKSIMIDA tahun ini sangat luar biasa dan menantang, terutama karena ia pernah gagal pada PEKSIMIDA tahun sebelumnya. Inspirasi untuk menciptakan cerita yang menarik dalam waktu singkat menjadi tantangan terbesarnya. Dukungan dari kampus, meskipun tidak sepenuhnya, sangat membantu Ia melewati semua itu. “Harapan saya adalah tidak hanya menjadi juara di PEKSIMINAS, tetapi juga menginspirasi banyak orang dengan karya-karya seni saya, serta mengharumkan nama NTB dan UMMAT,” harapnya dengan semangat yang membara.

Untuk persiapan di PEKSIMINAS, Ia sering membaca karya-karya dari Anton Chekhov, N Riantiarno, Putu Wijaya, Arifin Noer, dan tokoh lainnya sebagai referensi dalam pembuatan naskah lakon. “Bacaan ini membantu saya memperluas wawasan tentang struktur cerita, karakter, dan nilai-nilai yang ingin saya sampaikan melalui seni lakon,” tambahnya.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan kebanggaan dan harapan besar untuk kedua mahasiswa tersebut. “In sha Allah, UMMAT senantiasa mendukung talenta mahasiswa untuk tampil dalam ajang kompetisi. Hal ini sejalan dengan semangat Milad UMMAT ke-44 ‘Sinergi Menuju Unggul dan Berdaya Saing’. Kami berharap kedua mahasiswa yang mewakili NTB dalam ajang PEKSIMINAS 2024 dapat meraih prestasi di tingkat nasional dan kelak menjadi kebanggaan bagi NTB dan UMMAT,” harapnya.

Ia juga berharap mahasiswa dan calon mahasiswa UMMAT mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi secara bertahap pada ajang talenta yang diselenggarakan di tingkat PT, daerah, dan nasional. “Pada PEKSIMINAS berikutnya, UMMAT akan lebih memaksimalkan persiapan sehingga dapat lebih banyak lagi memenangkan tangkai lomba pada ajang PEKSIMIDA untuk mewakili NTB pada ajang PEKSIMINAS,” tambahnya.

Dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Nurul Aulia dan Arif Rahman siap membawa nama baik NTB dan UMMAT di kancah nasional dalam PEKSIMINAS 2024. Semoga prestasi gemilang ini terus berlanjut dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi (HUMAS UMMAT).

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UMMAT JALIN  MOU DENGAN INDUSTRI FARMASI MALAYSIA

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UMMAT JALIN  MOU DENGAN INDUSTRI FARMASI MALAYSIA

Mataram, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) khususnya Program Studi Farmasi , menjalin kerja sama strategis dengan Alpro Pharmacy dan IKOP Pharma Malaysia. Kerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Muhammadiyah Aisyiyah (APTFMA) yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Juni 2024.

Acara penandatanganan MoU berlangsung di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Alpro Pharmacy Group, perusahaan jaringan apotek terbesar di Malaysia, dikenal dengan pelayanan resep yang profesional untuk meningkatkan keamanan pengobatan. Sementara itu, IKOP Pharma adalah industri farmasi yang berada di bawah International Islamic University of Malaysia (IIUM), yang telah tersertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP) dan bersertifikat halal.

Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mempererat kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian antara perguruan tinggi yang tergabung dalam APTFMA dengan Alpro Pharmacy Group dan IKOP Pharma.

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT, apt. Nurul Qiyaam, M.Farm.Klin, Ketua APTFMA Dr. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi UMS, serta pimpinan Alpro Pharmacy Group, yaitu Ms. Chong Pay Yi, Head of People Management Alpro Group, dan Mr. Lee Yin Chen, Chief Executive Officer Alpro Indonesia. Selain itu, hadir pula Tn. Hj. Yasser Arafat Bin Ishak, CEO of IKOP Pharma.

Dekan FIK UMMAT, Apt. Nurul Qiyaam, M.Farm.Klin.,  menyampaikan, “Dalam perkembangan perguruan tinggi farmasi di Indonesia, kolaborasi dengan mitra dalam dan luar negeri sangat diperlukan, terutama untuk praktik kerja. Kesempatan kerja sama dengan Alpro dan IKOP ini menjadi peluang yang baik untuk memberikan pengalaman praktik kerja dalam suasana internasional bagi mahasiswa kami. Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di UMMAT, serta membuka jalan bagi mahasiswa kami untuk mendapatkan pengalaman berharga di bidang farmasi internasional”, ujarnya.

Pertemuan APTFMA ini tidak hanya menjadi ajang penandatanganan MoU, tetapi juga merupakan forum diskusi dan pertukaran ide antara perguruan tinggi farmasi Muhammadiyah Aisyiyah dengan para mitra industri. Berbagai topik terkait pengembangan kurikulum, penelitian, dan inovasi di bidang farmasi dibahas dalam pertemuan ini, yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi di Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini, Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT semakin berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik dan mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT dan raih masa depan gemilang di bidang kesehatan

Mari Bergabung Bersama Kami di Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT!

Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT Tahun Ajaran 2024/2025 membuka pendaftaran untuk program-program studi yang menarik dan berkualitas. Bergabunglah dengan kami untuk mengejar karier di dunia kesehatan dengan pilihan program sebagai berikut:

D3 Farmasi – Program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa dalam bidang farmasi dengan fokus pada praktik dan pengetahuan yang mendalam. S1 Farmasi – Menyediakan landasan akademik yang kokoh dalam farmasi modern dan klinis, mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional farmasi yang kompeten. S1 Kebidanan – Program studi ini menawarkan pendidikan komprehensif dalam bidang kebidanan, melatih mahasiswa untuk menjadi bidan yang terampil dan berempati. Pendidikan Profesi Bidan  – Sebagai program lanjutan, Pendidikan Profesi Bidan bertujuan untuk mendalami praktik kebidanan yang tinggi dan mempersiapkan mahasiswa untuk melayani masyarakat dengan profesionalisme tinggi.

Bergabunglah dengan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT dan wujudkan impian Anda dalam menyumbangkan yang terbaik bagi dunia kesehatan. Informasi lebih lanjut dan prosedur pendaftaran dapat diperoleh di situs web kami atau hubungi kami langsung di fik.ummat.ac.id. (HUMAS UMMAT).

SEMARAKKAN BUDAYA LOKAL NTB, UMMAT SEBAGAI TUAN RUMAH SIAP MERIAHKAN PEKSIMIDA 2024

SEMARAKKAN BUDAYA LOKAL NTB, UMMAT SEBAGAI TUAN RUMAH SIAP MERIAHKAN PEKSIMIDA 2024

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bangga menjadi tuan rumah acara Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. Acara yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juli 2024 ini melibatkan enam perguruan tinggi dari seluruh NTB, yakni Universitas Mataram (Unram), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mataram, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yarsi Mataram. Auditorium H.Anwar Ikraman (Jum’at, 05/07/2024).

Ketua Panitia, Drs. Amil, M.Pd., menjelaskan bahwa UMMAT ditunjuk sebagai tuan rumah Peksimida tahun ini. Penunjukan ini didasarkan pada kesepakatan bersama antara Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) NTB dan seluruh rektor perguruan tinggi partisipan.

“Peksimida tahun ini menyelenggarakan 13 tangkai seni dengan partisipasi 65 peserta dari 6 perguruan tinggi yang berpartisipasi. Universitas Mataram (Unram) mengirimkan 21 peserta yang akan mengikuti 13 tangkai lomba. UMMAT mengirimkan 10 peserta yang akan berkompetisi dalam 8 tangkai lomba. Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) mengirimkan 9 peserta untuk 9 tangkai lomba. Stikes Mataram mengirimkan 12 peserta untuk berkompetisi dalam 6 tangkai lomba. Stikes Yarsi Mataram mengirimkan 7 peserta untuk 6 tangkai lomba. Sedangkan STKIP Taman Siswa Bima mengirimkan 6 peserta yang akan mengikuti 1 tangkai lomba,” ujarnya.

Namun, Drs. Amil juga mengkritik kurangnya dukungan dari pemerintah provinsi dalam pelaksanaan Peksimida tahun ini. Ia menyayangkan bahwa tidak ada bantuan finansial dari pemerintah provinsi (pemprov) untuk acara sebesar ini. Menurutnya, kegiatan mahasiswa berskala daerah seperti Peksimida seharusnya mendapatkan dukungan penuh dari pemprov karena acara ini tidak hanya memperkaya pengalaman dan keterampilan mahasiswa, tetapi juga mempromosikan seni dan budaya daerah. Dukungan dari pemprov sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan acara ini. Tanpa bantuan tersebut, panitia harus bekerja lebih keras untuk mengumpulkan dana dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan acara ini.

Ketua BPSMI NTB, Dr. Sujito, S.T., M.T., menyoroti peran penting Peksimida sebagai platform untuk menemukan mahasiswa yang memiliki bakat seni. Menurutnya, menemukan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik tinggi, seperti IP 4, relatif lebih mudah. Namun, menemukan mahasiswa yang memiliki talenta khusus dalam bidang seni merupakan tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Ia menekankan bahwa Peksimida sangat penting karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di bidang seni, yang mungkin tidak selalu terlihat dalam prestasi akademik saja. Ajang ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menonjolkan dan mengapresiasi kemampuan kreatif mahasiswa, sehingga dapat mendorong perkembangan seni dan budaya di kalangan generasi muda.

“Untuk mencari mahasiswa ber-IP 4 itu gampang, tapi mencari mahasiswa yang bertalenta itu susah. Peksimida sangat penting untuk mengembangkan bakat dan minat seni mahasiswa,” jelasnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyambut dengan hangat para pimpinan universitas yang hadir dalam pembukaan Peksimida tahun ini. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, namun kami juga menyadari bahwa mungkin ada hal-hal yang belum sempurna jadi kami mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk memastikan kelancaran acara. “Kerjasama dan dukungan dari semua pihak sangat kami hargai dan penting untuk keberhasilan acara ini,” tambahnya. “Kami berharap bahwa setiap peserta dan tamu dapat menikmati dan mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan ini”, tutupnya.

Dengan sambutan yang hangat dan penuh harapan ini, Rektor UMMAT menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik dan lancar, serta siap menerima masukan untuk perbaikan di masa mendatang. Pembukaan Peksimida 2024 berlangsung meriah dengan penampilan seni dari berbagai perguruan tinggi yang berpartisipasi. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka dalam bidang seni (HUMAS UMMAT).

TINGKATKAN KAPASITAS SDM DAN TATA KELOLA MUTU INTERNAL, LPMI UMMAT GELAR IN HOUSE TRAINING (IHT)

TINGKATKAN KAPASITAS SDM DAN TATA KELOLA MUTU INTERNAL, LPMI UMMAT GELAR IN HOUSE TRAINING (IHT)

Mataram, Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola mutu internal melalui kegiatan In House Training (IHT). Acara ini akan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 4 hingga 5 Juli 2024, dengan mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia UMMAT dalam Pengembangan Tata Kelola Mutu Internal”, Aula Pertemuan UMMAT, (04/07/2024).

Ketua LPMI UMMAT, Dr. Junaidin, M. Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif bagi seluruh staf, dosen serta pimpinan di lingkungan UMMAT. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kemampuan dan pemahaman staf, dosen, serta pimpinan mengenai tata kelola mutu internal dapat semakin meningkat. Sehingga, UMMAT dapat terus berinovasi dan mempertahankan standar mutu yang tinggi dalam setiap aspek akademik dan non-akademik,” ujarnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung visi dan misi universitas. “In House Training ini merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memperkuat tata kelola mutu internal kita. Saya berharap, seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di UMMAT,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan akreditasi program studi dan kampus secara keseluruhan. “Akreditasi merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kualitas suatu institusi pendidikan. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola mutu internal, kita dapat memastikan bahwa setiap program studi di UMMAT memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan akreditasi. Ini bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan yang kita berikan kepada mahasiswa,” jelasnya.

Kegiatan IHT ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yang akan membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait pengembangan tata kelola mutu internal. Para peserta akan mendapatkan berbagai materi yang relevan, termasuk strategi dan best practices dalam pengelolaan mutu di institusi pendidikan tinggi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan terlibat dalam berbagai sesi interaktif, diskusi kelompok, serta studi kasus yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan praktis mengenai implementasi tata kelola mutu internal. Diharapkan, setelah mengikuti IHT ini, para peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja di lingkungan UMMAT.

Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antarunit kerja di UMMAT, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih efektif dan efisien. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini, UMMAT bertekad untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Dengan berakhirnya IHT ini, diharapkan UMMAT semakin siap menghadapi tantangan dan dinamika dalam dunia pendidikan yang terus berkembang. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan diri menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan dan kemajuan bersama (HUMAS UMMAT).

TRANSFORMASI DIGITAL SUMBER DAYA MARITIM DI DESA SEGARA KATON,  PPK ORMAWA HIMASTI DAN HMSIPIL ADAKAN SOSIALISASI PROGRAM INOVATIF

TRANSFORMASI DIGITAL SUMBER DAYA MARITIM DI DESA SEGARA KATON,  PPK ORMAWA HIMASTI DAN HMSIPIL ADAKAN SOSIALISASI PROGRAM INOVATIF

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (HIMASTI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMSIPIL), mengadakan kegiatan sosialisasi program kerja di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Jumat, 14 Juni 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Katon, Ketua Program Studi STI, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta kelompok sasaran mencakup : nelayan, pemuda, dan kelompok perempuan. Ketua PPK Ormawa, Husnin Mubaraqah memimpin presentasi pemaparan program kerja (Proker). yang mencakup empat inisiatif utama, yakni:

1. Pembentukan kelompok sadar wisata dalam pemberdayaan kelompok pemuda.

2. Pengelolaan produk dari bahan dasar ikan tongkol oleh kelompok perempuan.

3. Pengembangan budidaya terumbu karang.

4. Pemasaran digital hasil olahan melalui website, Instagram, Facebook, dan TikTok.

Husnin Mubaraqah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya desa maritim berbasis digital. “Dalam kehidupan masyarakat nelayan, perlu adanya pemberdayaan untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil penangkapan ikan. Dengan perkembangan teknologi digital, masyarakat nelayan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk mengelola hasil tangkapan mereka. Salah satu langkahnya adalah dengan membuat produk berbahan dasar ikan dan memasarkan secara digital. Selain itu, pemanfaatan potensi maritim seperti wisata bahari dan pengelolaan kelompok ibu-ibu menjadi faktor pendukung agar masyarakat dapat mandiri,” ujarnya.

Ia juga berharap program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Segara Katon, khususnya keluarga nelayan, melalui pengolahan hasil penangkapan ikan yang siap dipasarkan secara luas.

Dosen Pembimbing Lapangan, Muhamad Imam Dinata, S.T., M.Kom., memberikan dukungannya terhadap program ini. “Semoga dengan program-program PPK Ormawa ini, pengetahuan masyarakat dalam mengelola hasil tangkapan dapat meningkat, serta pendapatan kelompok nelayan dapat bertambah,” katanya.

Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Nani Sulistaningsih, S.Kom., M.Eng., yang mewakili pihak universitas, menyampaikan apresiasinya. “Dengan adanya kegiatan PPK Ormawa dari HIMASTI yang berkolaborasi dengan HMSIPIL, diharapkan mampu membangun taraf SDM masyarakat di Desa Segara Katon. Kami juga pernah melakukan kegiatan serupa di Desa Sama Guna,” ujarnya.

Sekretaris Desa Segara Katon, Ihsan Albayani, menyampaikan bahwa Desa Segara Katon  memiliki luas wilayah 704,40 hektar, terdiri dari 8 dusun, dengan jumlah penduduk 6.667 jiwa. Dan ia sangat menyambut baik program ini. “Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini sering dilaksanakan di Desa Segara Katon. Kami selalu terbuka dan menerima segala bentuk kegiatan pengabdian seperti KKN, penelitian, dan lain-lain,” ungkapnya (HUMAS UMMAT).

RAYAKAN MILAD KE-44, UMMAT GELAR JALAN SEHAT DAN BERBAGAI PERLOMBAAN MERIAH

RAYAKAN MILAD KE-44, UMMAT GELAR JALAN SEHAT DAN BERBAGAI PERLOMBAAN MERIAH

Mataram, dalam rangka memperingati Milad ke-44, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar acara Jalan Sehat yang melibatkan seluruh sivitas akademika UMMAT. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan pada Kamis, 27 Juni 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, dengan simbolis pelepasan burung merpati sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Jalan sehat ini diikuti dengan antusias oleh berbagai elemen universitas. Mulai dari tim Rektorat, tim Fakultas Teknik, tim Fakultas Pertanian, tim Fakultas Ilmu Kesehatan, tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, tim Fakultas Agama Islam, tim Fakultas Hukum, tim Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, hingga tim pascasarjana. Semua peserta menunjukkan semangat tinggi dan kekompakan yang luar biasa sepanjang rute yang telah ditentukan.

Kemeriahan acara tidak berhenti pada jalan sehat saja. Berbagai perlombaan menarik turut memeriahkan suasana, seperti lomba memasak yang diikuti oleh para dosen dan staf, serta lomba tarik tambang yang melibatkan para dosen, staf, dan mahasiswa dari berbagai fakultas. Para dosen dan staf menunjukkan kebolehan mereka dalam mengolah berbagai hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga inovatif. Lomba memasak ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan antar sesama tenaga pendidik dan karyawan universitas.

Lomba tarik tambang menjadi salah satu highlight acara dengan partisipasi dari berbagai fakultas. Sorak-sorai penonton menambah semangat para peserta yang berjuang keras untuk memenangkan lomba. Persaingan yang ketat dan penuh semangat ini menciptakan suasana kebersamaan yang kental, menunjukkan bahwa di balik persaingan, ada semangat solidaritas yang tinggi di antara seluruh elemen kampus.

Selain itu, terdapat ratusan hadiah menarik dalam doorprize yang telah disiapkan untuk para peserta yang beruntung. Hadiah-hadiah ini terdiri dari berbagai barang elektronik, peralatan rumah tangga, hingga voucher belanja. Namun, hadiah utama berupa sepeda listrik menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Setiap peserta yang hadir memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah ini, yang semakin menambah antusiasme dan keceriaan acara.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMMAT untuk terus membangun kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antar sivitas akademika. “Semoga dengan semangat kebersamaan ini, UMMAT semakin maju dan berprestasi di masa mendtang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh mitra kampus, panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam acara ini. “Kehadiran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen mitra universitas sangat penting dalam memperkuat ikatan kekeluargaan di UMMAT. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” tambahnya.

Acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah doorprize. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan tampak jelas di wajah setiap peserta. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan UMMAT dapat terus menjadi wadah yang mendukung tumbuh kembangnya semangat kebersamaan dan prestasi di lingkungan akademik.

Selamat Milad ke-44 UMMAT! Semoga semakin jaya dan terus berkarya untuk bangsa dan negara (HUMAS UMMAT).

KSR PMI UMMAT GELAR LOMBA KEPALANGMERAHAN (GELORA) KE-V PMR WIRA DAN MADYA SE-NTB

KSR PMI UMMAT GELAR LOMBA KEPALANGMERAHAN (GELORA) KE-V PMR WIRA DAN MADYA SE-NTB

Mataram, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Lomba Kepalangmerahan (GELORA) ke-V untuk PMR Wira (SMA/SMK/MA) dan Madya (SMP/MTs) se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara yang dimulai pada  26 Juni 2024 dan akan berakhir pada 30 Juni 2024 ini mengusung tema “Aksi Bersama Raih Prestasi dengan Sportivitas Kepalangmerahan”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Rektor UMMAT, Wakil Rektor, Ketua PMI NTB, Ketua PMI Kota Mataram, Palrosta Mataram, Pembina PMI Unit UMMAT Yudi Lestanata, Dewan Juri, Kanda Yunda Alumni KSR PMI Unit UMMAT, dan perwakilan lembaga kemahasiswaan se-UMMAT. Tak ketinggalan, ribuan peserta dari 37 sekolah yang terdiri dari 54 tim juga turut ambil bagian dalam acara ini.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyambut hangat para peserta dan tamu undangan. Ia mengungkapkan harapannya agar acara ini berjalan sukses dan membawa manfaat besar bagi semua pihak. “Mudah-mudahan acara ini sukses dan kita bisa menolong sesama manusia,” harapnya.

Ketua Panitia, Tantoni Yahya, menyampaikan bahwa tema yang diusung kali ini bertujuan untuk mendorong sportivitas dan semangat kebersamaan dalam meraih prestasi di bidang kepalangmerahan. “Kami berharap melalui acara ini, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menjalin persahabatan dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam prinsip-prinsip kepalangmerahan,” ujarnya.

Ketua KSR PMI Unit UMMAT, Muhammad Aldi Rifaldi Putra, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para peserta. “Kami sangat bangga melihat teman-teman sekalian berpartisipasi dengan semangat tinggi. Semoga apa yang menjadi harapan kalian terhadap lomba ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Mari tunjukkan bakat kepalangmerahan teman-teman, bersainglah dengan sehat dan tetap jaga sportivitas,” katanya.

Pembina KSR PMI Unit UMMAT, Yudi Lestanata, S.IP., M.IP., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta. “Terus jaga api semangat, ingat ini adalah ajang sportivitas dan kebersamaan, yang sangat penting dalam kegiatan kepalangmerahan,” imbuhnya.

Ketua PMI Kota Mataram, Imam Purwanto, S.Pd., merasa gembira melihat semangat yang ditunjukkan oleh para peserta. “Kami gembira melihat semangat adik-adik sekalian. Kegiatan ini adalah ajang untuk mengasah kreativitas dan keterampilan, serta insyaAllah adik-adik PMR Wira dan Madya akan menjadi penerus kami nantinya,” ujarnya.

Ketua PMI NTB, Abdul Majid, S.IP., juga menyampaikan dukungannya terhadap acara ini. “GELORA ini bukan hanya sekedar lomba, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi dan keterampilan para peserta dalam bidang kepalangmerahan,” katanya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan potensi dan prestasi para peserta dalam bidang kepalangmerahan, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di kalangan generasi muda. Dengan terselenggaranya GELORA ke-V ini, diharapkan semangat kepalangmerahan dan solidaritas antar peserta dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat (HUMAS UMMAT).

SEMARAK MILAD ke-44, UMMAT GELAR RANGKAIAN KEGIATAN LOMBA

SEMARAK MILAD ke-44, UMMAT GELAR RANGKAIAN KEGIATAN LOMBA

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga menggelar pembukaan Semarak Milad ke-44 yang diwarnai dengan serangkaian kegiatan meriah dan penuh makna. Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika dan bank mitra UMMAT pada Jumat, 21 Juni 2024.

Ketua Panitia, Dr. Erwin, M.Pd., mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan telah dipersiapkan untuk memeriahkan peringatan ini. “Kegiatan milad ini meliputi seminar nasional, bakti sosial, bazar UMKM, pemberdayaan UMKM, pemberdayaan wirausaha mahasiswa, resepsi milad, dan pemberian penghargaan,” jelasnya.

Selain itu, serangkaian lomba juga turut memeriahkan peringatan ini, seperti turnamen voli putri, turnamen futsal yang akan berlangsung dari tanggal 20-24 Juni 2024 di lapangan UMMAT, turnamen tenis meja dari tanggal 20-21 Juni 2024 di Auditorium, lomba video kreatif dari tanggal 21-24 Juni 2024, lomba menyanyi pada tanggal 24-25 Juni 2024 di Auditorium, dan lomba memasak pada tanggal 27 Juni 2024 di Lapangan UMMAT.

“Selain lomba-lomba tersebut, kita juga akan semarakkan milad dengan kegiatan jalan sehat pada tanggal 27 Juni 2024 yang akan dimeriahkan doorprize dengan ratusan hadiah menarik,” tambah Dr. Erwin dengan antusias. “Prosesi milad ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 2 Juli mendatang,” lanjutnya.

Mengusung tema “Sinergi Menuju Unggul dan Berdaya Saing”, peringatan milad ke-44 ini selaras dengan visi dan misi UMMAT. “Di usia ke-44 ini, kami berharap UMMAT semakin jaya, membanggakan, dan tentu meraih banyak prestasi lagi,” harapnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan harapannya agar acara milad ke-44 ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika dalam menyongsong masa depan UMMAT yang lebih gemilang. “Mudah-mudahan acara milad ke-44 ini dapat menjadi sarana kita untuk mempersiapkan masa depan UMMAT yang lebih baik. Semoga dengan bertambahnya usia, UMMAT semakin mampu mencetak generasi yang unggul dan berprestasi serta berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Peringatan Milad ke-44 UMMAT diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan pencapaian yang telah diraih, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara seluruh sivitas akademika dan masyarakat sekitar. “Semoga momentum ini dapat menginspirasi seluruh mahasiswa dan sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi kemajuan universitas serta masyarakat luas dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” tutupnya.

Seluruh rangkaian acara Semarak Milad ke-44 UMMAT akan berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan demi kenyamanan dan keamanan bersama. Semoga peringatan ini berjalan lancar dan sukses, membawa UMMAT ke puncak kejayaan yang lebih tinggi lagi (HUMAS UMMAT).

VERIFIKASI PELAKSANAAN REKOMENDASI USULAN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER UMMAT OLEH LLDIKTI WILAYAH VIII

VERIFIKASI PELAKSANAAN REKOMENDASI USULAN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER UMMAT OLEH LLDIKTI WILAYAH VIII

Mataram,  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII melaksanakan kegiatan verifikasi pelaksanaan rekomendasi terhadap usulan pembukaan program studi kedokteran dan pendidikan profesi dokter di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait Kamis, 20 Juni 2024.

Hadir dalam acara ini, Rektor UMMAT, Wakil Rektor, Badan Pembina Harian (BPH), Tim Verifikator LLdikti, Tim Task Force pendirian Fakultas Kedokteran, calon Dosen, serta Tim Siaga. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen kuat UMMAT untuk menyelenggarakan program studi yang berkualitas dan sesuai dengan standar nasional.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab,MA., menyambut hangat dan menyampaikan rasa terima kasih kepada LLDikti Wilayah VIII atas dukungan dan bimbingan yang diberikan. Ia juga menekankan pentingnya pembukaan program studi kedokteran dan pendidikan profesi dokter sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua LLDikti Wilayah VIII yang diwakilkan I Wayan Sudarman yang juga Ketua Tim Verifikasi memberikan penjelasan mengenai tahapan verifikasi yang akan dilakukan. Proses verifikasi ini meliputi penilaian terhadap kesiapan sarana dan prasarana, kurikulum, serta kualifikasi dosen yang akan mengajar. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa UMMAT memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KemendikbudRistek).

Ketua Tim Task Force pendirian Fakultas Kedokteran UMMAT, Apt. Nurul Qiyam, M.Farm., Clien. mempresentasikan Profil Fakultas Kedokteran meliputi Visi dan Misi, Tujuan pembentukan Prodi, profil  lulusan program studi, distibusi kurikulum sarjana dan profesi pendidikan dokter,  Sarana dan prasarana, Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), dan berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh Universitas.

Ia juga menyampaikan Faktor-faktor yang melatar belakangi pendirian program studi ini mencakup : Faktor Demografi, Faktor Pendidikan, Faktor Kesehatan, Isu Pengembangan Wilayah, Fasilitas Kesehatan pedesaan. Dari faktor – faktor ini kami memantapkan niat untuk mendirikan fakultas kedokteran dengan harapan dapat menjawab kebutuhan masyarakat tentang pemerataan tenaga kesehatan.

“Bapak, Ibu, kami di NTB berdasarkan sumber BPS 2023 ada sekitar 5,3 juta lebih penduduk, dan skala rentan usianya 0 sampai 14 tahun, dengan populasi sebanyak itu  dan rentan usia masih muda tentu memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai, apalagi saat ini baru 2 kampus yang menghasilkan lulusan dokter di NTB, sedangkan jumlah dokter merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kulitas pelayanan Kesehatan”, jelasmya.

Dengan demikian kami mencoba angkat salah satu keunggulan dari prodi kami ialah tentang tumbuh kembang anak. Jadi pada Promotif, Prefentif di bidang tumbuh kembang akibat penutrisi di daerah pesisir.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, calon dosen dan Tim Siaga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan tim dari LLDikti Wilayah VIII. Mereka berdiskusi mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas pendidikan yang akan diberikan. Tim Siaga juga menyampaikan berbagai inisiatif yang telah disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan akademik.

Acara verifikasi ini diakhiri dengan kunjungan lapangan ke Fakultas Kedokteran UMMAT. Tim dari LLDikti Wilayah VIII memberikan masukan dan rekomendasi yang konstruktif untuk perbaikan lebih lanjut.

Dengan adanya verifikasi ini, UMMAT berharap dapat segera mendapatkan izin resmi untuk membuka program studi kedokteran dan pendidikan profesi dokter. Langkah ini merupakan bagian dari upaya UMMAT untuk terus berkontribusi dalam mencetak tenaga medis yang profesional dan berkualitas, serta mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia (HUMAS UMMAT).

SOSIALISASI KETENTUAN KENAIKAN JABATAN AKADEMIK DOSEN PADA MASA PERALIHAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

SOSIALISASI KETENTUAN KENAIKAN JABATAN AKADEMIK DOSEN PADA MASA PERALIHAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar acara sosialisasi terkait ketentuan kenaikan jabatan akademik dosen pada masa peralihan universitas. Acara ini dipandu oleh Prof. Dr. Mohamad Djaeni, S.T., M.Eng., seorang pakar yang memiliki pengalaman dan keahlian luas di bidang akademik (13/06/2024) di Aula pertemuan.

Acara sosialisasi ini diadakan dengan tujuan memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh dosen di UMMAT mengenai perubahan dan ketentuan terbaru yang berlaku dalam proses kenaikan jabatan akademik.

Rektor UMMAT, yang diwakilkan oleh Wakil Rektor I, Dr. Harry Irawan Johari,S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa Masa peralihan ini merupakan periode yang sangat penting dalam perjalanan akademik kita di UMMAT. Perubahan dan pembaruan ketentuan mengenai kenaikan jabatan akademik ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan integritas akademik kita. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai ketentuan-ketentuan baru ini sangatlah penting.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini, kita semua dapat memperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai apa yang perlu kita lakukan dan persiapkan dalam proses kenaikan jabatan akademik. Ini bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja akademik kita secara keseluruhan”, harapnya.

Prof. Dr. Mohamad Djaeni menjelaskan berbagai aspek penting yang perlu dipahami oleh dosen, termasuk kriteria penilaian kinerja, persyaratan administrasi, serta tahapan proses pengajuan kenaikan jabatan.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai ketentuan baru ini. “Masa peralihan ini merupakan momen yang krusial bagi kita semua. Dengan memahami ketentuan baru, kita dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan memastikan bahwa setiap proses kenaikan jabatan akademik berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Acara ini juga memberikan kesempatan bagi para dosen untuk bertanya langsung kepada Prof. Dr. Mohamad Djaeni mengenai berbagai hal terkait ketentuan kenaikan jabatan akademik. Interaksi dan diskusi aktif antara narasumber dan peserta menciptakan suasana yang dinamis dan informatif, membantu menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang mungkin dimiliki oleh dosen.

Dengan diadakannya sosialisasi ini, UMMAT berharap seluruh dosen dapat memahami dan mengimplementasikan ketentuan baru dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam dunia akademik. Langkah ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi perkembangan universitas serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik dan kompetitif (HUMAS UMMAT).

KUATKAN PONDASI KEISLAMAN DAN KEMUHAMMADIYAHAN, UMMAT LETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MUSALA DUSUN TERBIS, DESA ANDALAN, KECAMATAN BAYAN KLU MELALUI BANTUAN KEMANUSIAAN DARI AMCF

KUATKAN PONDASI KEISLAMAN DAN KEMUHAMMADIYAHAN, UMMAT LETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MUSALA DUSUN TERBIS, DESA ANDALAN, KECAMATAN BAYAN KLU MELALUI BANTUAN KEMANUSIAAN DARI AMCF

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan musala Dusun Terbis, Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Kamis, 8 Juni 2024. Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan UMMAT, PDM Lombok Utara, KUA Kecamatan Bayan, Kades Andalan, Penghulu Dusun Terbis, Babinkamtibmas, Para Kepala Dusun, Tokoh Agama, dan masyarakat setempat.

Dusun Terbis terpilih sebagai lokasi pembangunan musala baru, yang akan didirikan di atas lahan seluas 2 are dengan ukuran bangunan 8×8 meter2. Dana untuk pembangunan ini berasal dari bantuan program kemanusiaan bagi korban bencana alam, khususnya gempa bumi tahun 2018, yang disalurkan oleh Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan dipusatkan di desa binaan UMMAT.

Dusun Terbis, Desa Andalan merupakan salah satu desa binaan UMMAT yang menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Beragam program pengabdian sudah dilaksanakan oleh UMMAT di Dusun Terbis Desa Andalan, diantaranya pelaksanaan kegiatan KKN, PKL, program Kosa Bangsa, dan saat ini penguatan nilai Al Islam dengan memberikan fasilitas sarana ibadah.

Kades Andalan, Megawadi, S.TP., menyambut hangat kedatangan pimpinan UMMAT sebagai mitra kerjasama yang selama ini telah banyak mendampingi Desa Andalan dengan beragam program unggulan seperti kegiatan Kosa Bangsa dan pembuatan biogas. “Pada kesempatan ini, hal yang tidak terbayangkan adalah adanya pembangunan sarana ibadah berupa musala di Dusun Terbis, Desa Andalan. Program penguatan nilai keislaman di tengah gempuran nilai budaya yang begitu kental di Desa Andalan ini memiliki nilai tersendiri untuk meningkatkan nilai religius masyarakat. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada UMMAT yang telah memfasilitasi sarana ibadah yang didanai oleh AMCF,” ujarnya.

Rektor UMMAT yang diwakilkan oleh Dekan Faperta, Budi Wiryono, SP., M.Si., menjelaskan bahwa program pengabdian ini bukanlah pertama kali dilaksanakan di Desa Andalan. “Sebelumnya, sudah banyak program pendampingan yang kami laksanakan, mulai dari pengiriman mahasiswa KKN hingga program Kosa Bangsa dengan pembuatan biogas. Sebagai bentuk implementasi pembinaan dalam bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan, UMMAT kembali hadir mendampingi desa binaan dengan memberikan fasilitas sarana ibadah yang anggarannya bersumber dari dana AMCF untuk program kemanusiaan korban bencana alam,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PDM KLU, H. Syafrudin, S.Pd., menegaskan pentingnya kehadiran Muhammadiyah melalui amal usahanya untuk memperkuat nilai Al Islam bagi warga masyarakat. “Dengan adanya fasilitas ibadah ini, memudahkan dalam proses pembinaan, pengamalan, dan pengkajian Al Islam Kemuhammadiyahan di tengah budaya masyarakat Desa Andalan yang sangat kental dengan budaya lokal,” tambahnya.

Peletakan batu pertama pembangunan musala Dusun Terbis, Desa Andalan, Kecamatan Bayan, KLU adalah salah satu bagian dari kegiatan UMMAT melalui bantuan dari AMCF. Semoga bantuan ini dapat menguatkan pondasi keislaman dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh warga Dusun Terbis.

UMMAT adalah institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas serta berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai program binaan, UMMAT terus mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah (HUMAS UMMAT).

UMMAT RAYAKAN IDUL ADHA 1445 H, GELAR SHALAT BERSAMA DAN BERBAGI 1.000 PAKET DAGING KURBAN

UMMAT RAYAKAN IDUL ADHA 1445 H, GELAR SHALAT BERSAMA DAN BERBAGI 1.000 PAKET DAGING KURBAN

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 H dengan menggelar shalat bersama di halaman kampus. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika UMMAT, termasuk Rektor, Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Dosen, Staff, Mahasiswa, serta masyarakat sekitar kampus. Selain itu, untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kepedulian sosial dan kebersamaan, UMMAT melaksanakan ibadah kurban Senin, 17 Juni 2024 M bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1445 H.

Ketua Panitia, Ilham, M. Pd., menyampaikan perayaan Hari Raya Idul Adha ini merupakan momentum mengenang kisah perjalanan spiritual keluarga Nabi Ibrahim AS. Pelaksanaan kurban, sebagai bentuk kesyukuran tertinggi bagi setiap hamba dihadapan Allah. Bagaimana demikian, ibadah berkurban selalu disandingkan dengan ibadah shalat dalam Al-Qur’an. Sehingga berkurban disyariatkan sunnah muakad bagi setiap muslim.

Shalat Idul Adha dipimpin oleh Muhammad Sahril, M.Pd., yang merupakan Sekretaris Majelis Tabligh PWM NTB, sebagai imam. Sedangkan khotbah Idul Adha disampaikan oleh Ust. Sukarta, M.Pd.I., Wakil Ketua PWM NTB, yang menyampaikan pesan-pesan penting mengenai makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, Ust. Sukarta menekankan pentingnya semangat berkurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial. “Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana kita meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan iman Nabi Ismail AS. Melalui kurban, kita diajarkan untuk berbagi dengan sesama dan mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Setelah shalat Idul Adha dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, UMMAT mendapatkan 9 ekor sapi dan 3 ekor kambing dari berbagai donatur, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membantu masyarakat sekitar.

Adapun Daftar Donatur dan Hewan Kurban yakni, 3 ekor sapi dan 2 kambing dari bank Mitra ( 1 ekor sapi dari Bank NTB Syariah, 1 ekor sapi dari bank Dinar Asri, 1 ekor sapi dari bank Panin Dubai Syariah, 1 ekor kambing dari CIMB Niaga, 1 ekor kambing dari BSI), 2 ekor sapi dari sohibul qurban, 1 ekor sapi dari keluarga Pak Roni, 1 ekor kambing dari keluarga Pak Supriyanto, 1 ekor sapi dari Baitul Maal UMMAT dan 2 ekor sapi dari UMMAT sendiri.

Sebanyak 1.000 paket daging kurban didistribusikan kepada masyarakat di sekitar kampus yang meliputi Pagesangan, Bebidas, Jempong, dan Pesongoran. Selain itu, seluruh lembaga kemahasiswaan di UMMAT, serta para pegawai dan karyawan termasuk petugas kebersihan, keamanan, dan penjaga malam, juga akan menerima paket daging kurban.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kegiatan kurban ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan kebersamaan kita dalam membantu sesama, serta mempererat hubungan antara UMMAT dan masyarakat sekitar. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMMAT berharap dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong dan rasa empati di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Hari Raya Idul Adha ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi dan mempererat tali silaturahmi (HUMAS UMMAT).

SEMINAR NASIONAL KE-3 LPPM UMMAT, REVOLUSI PEMBANGUNAN DESA UNTUK INDONESIA BERKEMAJUAN

SEMINAR NASIONAL KE-3 LPPM UMMAT, REVOLUSI PEMBANGUNAN DESA UNTUK INDONESIA BERKEMAJUAN

Mataram, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menggelar Seminar Nasional ke-3 dengan tajuk “Membangun Desa untuk Indonesia Berkemajuan”. Acara yang berlangsung Via Zoom  ini dihadiri oleh 139 peserta dari 33 universitas di seluruh Indonesia, seperti Universitas Samudra, STIE Cendekia Bojonegoro, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Riau. (Rabu,12/06/2024).

Ketua Panitia, Muslimin, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk mengkaji dan mendiskusikan berbagai aspek pembangunan desa di Indonesia. “Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi dan praktisi yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan desa di Indonesia,” ujarnya.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Ibrahim, M.Sc., menyambut hangat para peserta yang hadir dan menekankan pentingnya data dan penelitian dalam mendorong pembangunan desa. “Berdasarkan data IDN, terlihat bahwa ketimpangan pembangunan antara desa dan kota di Indonesia masih sangat tinggi. Oleh karena itu, kita perlu fokus pada pengembangan desa untuk mencapai Indonesia yang berkemajuan”, ungkapnya.

“Harapannya Seminar Nasional ke-3 ini dapat menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pembangunan desa, juga dapat melahirkan ide-ide dan strategi inovatif yang dapat diterapkan dalam pembangunan desa di seluruh Indonesia”, ujarnya.

Rektor UMMAT, yang diwakili oleh Wakil Rektor 1, Dr. Harry Irawan Johari, S.Hut., M.Si., menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh desa, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. “Desa memiliki potensi yang sangat besar, namun minimnya sumber daya manusia (SDM) dan kurangnya infrastruktur yang memadai menyebabkan lambatnya pembangunan desa. Kita semestinya harus lebih proaktif berpikir bagaimana pembangunan itu dimulai dari desa dengan melakukan pemetaan potensi yang ada di desa sebagai langkah awal untuk pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyoroti masalah anggaran desa yang belum efektif dalam pengeluarannya. “Salah satu kendala utama dalam pembangunan desa adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam mengelola anggaran desa. Akibatnya, banyak anggaran yang tidak teralokasikan dengan baik, sehingga pembangunan menjadi terhambat,” tambahnya.

Seminar ini juga menghadirkan tiga pemateri luar biasa yang memberikan wawasan dan pengalaman berharga mengenai pembangunan desa. Pemateri pertama, Drs. Samsul Widodo, M.A., (Staff ahli Kementerian Desa, Pembangunan Daerah, Tertinggal dan Transmigrasi RI), berbicara mengenai strategi pemberdayaan masyarakat desa. Pemateri kedua, Lalu Winengan, S.P., M.M., (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat), membahas tentang peran infrastruktur dalam pembangunan desa. Sementara pemateri ketiga, Yulhaidir, S.AP., (Ketua Forum Kepala Desa Se-Kabupaten Sumbawa Barat), memberikan perspektif mengenai kebijakan dan program pemerintah dalam mendukung pembangunan desa.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan berbagai ide dan gagasan yang muncul dapat diaplikasikan untuk mempercepat pembangunan desa di Indonesia. Seminar Nasional ke-3 ini menegaskan komitmen UMMAT dalam berkontribusi pada kemajuan desa-desa di Indonesia (HUMAS UMMAT).

MAJELIS TABLIGH PWM NTB SEGERA HADIRKAN PELATIHAN INSTRUKTUR MUBALIGH MUHAMMADIYAH TINGKAT WILAYAH (PIMMWIL)

MAJELIS TABLIGH PWM NTB SEGERA HADIRKAN PELATIHAN INSTRUKTUR MUBALIGH MUHAMMADIYAH TINGKAT WILAYAH (PIMMWIL)

Mataram, Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWM NTB) akan menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Mubaligh Muhammadiyah Tingkat Wilayah di Senggigi pada tanggal 28 s/d 30 Juni 2024 mendatang.

Ketua Panitia, Muhammad Sahril menyampaikan bahwa Kegiatan Pelatihan Instruktur Mubaligh Muhammadiyah (PIMMWIL) tingkat Wilayah NTB ini merupakan salah satu program kerja prioritas Majelis Tabligh PWM NTB periode 2022-2027. Pelatihan ini akan dihadiri oleh masing –masing dua orang peserta perwakilan dari Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah seluruh NTB, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan berbagai materi yang akan membantu mereka menjadi mubaligh yang lebih efektif dan inspiratif. Harapannya adalah melalui PIMMWIL ini akan terbentuk Korps Muballigh muhammadiyah tingkat wilayah untuk menjawab kebutuhan para mubaligh untuk menyampaikan pesan dakwah secara professional dan berkualitas di setiap mejelis ilmu di persyarikatan muhammadiyah khususnya serta masyarakat secara luas.

Ketua Majelis Tabligh PWM NTB, Muhiburrahman, Lc., M.Pd.,  Menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu agenda besar PWM NTB melalui Majelis Tabligh adalah melaksanakan kegiatan pelatihan bagi para mubaligh yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat. Untuk itu, Adapun harapan atau output yang akan dihasilkan setelah pelatihan ini adalah munculnya para mubaligh handal yang siap terjun ke lapangan mengemban amanah persyarikatan sebagai sang pencerah di daerah dan wilayah masing-masing.

“Ia juga sampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan guna memberikan wawasan teoretik dan praktek kepada para kader pengelola, penggerak, dan pelaku tabligh di tingkat Wilayah dan Daerah sehingga memiliki kompetensi profesional dalam menyelenggarakan dan menangani pelatihan-pelatihan muballigh di Wilayah dan Daerah masing-masing atau lintas Wilayah dan lintas Daerah. Dengan pelatihan ini diharapkan terbentuk Korps Instruktur Muballigh Muhammadiyah Tingkat Wilayah Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah yang memadai”, terangnya.

Acara pelatihan ini akan mencakup berbagai sesi ceramah, diskusi, dan workshop interaktif yang dipandu oleh para Instruktur handal dan Narasumber berpengalaman. Peserta akan mempelajari teknik-teknik dakwah, strategi komunikasi yang efektif, serta pengembangan diri sebagai mubaligh yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Adapun kerangka umum materi pelatihan ini meliputi 4 (empat) kelompok, yakni: kelompok dasar, kelompok khusus dakwah, kelompok khusus keinstrukturan, dan kelompok penunjang”, jelasnya.

“Kelompok Dasar meliputi Tafsir Ayat-ayat Dakwah, Syarah Hadis-Hadis Dakwah, Fiqih Ibadah dalam Pelatihan (Jama’-Qashar, Shalat Lail), selanjutnya Kelompok Khusus Dakwah meliputi Fiqih Dakwah, Strategi Dakwah Muhammadiyah, Sistem Pendidikan dan Pelatihan Muballigh Muhammadiyah . Kemudian, Kelompok Khusus Keinstrukturan meliputi, Belajar Efektif bagi Orang Dewasa, Metode dan Manajemen Pelatihan , Manajemen Kelas, Monitoring dan Evaluasi Pelatihan, Pengembangan Kepribadian Instruktur Muballigh, Kode Etik dan Standardisasi Muballigh. Dan terakhir, Kelompok Penunjang meliputi Metode Diskusi dan Pemecahan Masalah, Komunikasi Efektif, Pengembangan Aktivitas Tindak Lanjut  dan Outbond Ringan”, imbuhnya.

“Kami mengajak seluruh mubaligh Muhammadiyah di wilayah Nusa Tenggara Barat untuk berpartisipasi dalam pelatihan ini. Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas dakwah demi kebaikan umat dan kemajuan bangsa”, tutupnya (HUMAS UMMAT)

VISITASI LAPANGAN PENDIRIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM OLEH DIREKTUR JENDERAL TENAGA KESEHATAN DIREKTUR PENYEDIAAN NAKES KEMENKES RI

VISITASI LAPANGAN PENDIRIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM OLEH DIREKTUR JENDERAL TENAGA KESEHATAN DIREKTUR PENYEDIAAN NAKES KEMENKES RI

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Visitasi Fakultas Kedokteran, Kamis, 6 Juni 2024. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari persiapan pendirian Fakultas Kedokteran di UMMAT, Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh penting dari dunia pendidikan dan kesehatan.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., Ia menyambut hangat dan ucapkan terima kasih atas kedatangan Tim Kemenkes di Lombok, Nusa Tenggara Barat khususnya di Fakultas Kedokteran.

“Mudah-mudahan Tim Kemenkes disambut dengan angin segar pulau Lombok sehingga bisa menjalankan tugas mulia Visitasi Fakultas Kedokteran di UMMAT”, sambutnya.

“Pengusulan Fakultas Kedokteran ini didasari oleh beberapa hal, seperti Jumlah penduduk NTB berdasarkan sumber BPS 2023 sekitar 5 juta 500 ribu lebih penduduk, tentu memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai, saat ini baru 2 kampus yang menghasilkan lulusan dokter di NTB, sedangkan jumlah dokter merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kulitas pelayanan Kesehatan”, jelasmya.

“Kemudian komitmen Amal Usaha Muhammadiyah melalui Perguruan Tinggi Muhammadiyah khususnya  UMMAT untuk turut serta berpartisipasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia di bidang pendidikan termasuk mencetak dokter  yang siap berperan serta dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di NTB khususnya dan di Indonesia pada umumnya”, tambahnya.

“Dan Besar harapan kami semoga dengan kegiatan visitasi kemenkes ini, UMMAT bisa mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes untuk bisa kami lanjutkan ke tahapan selanjutnya”, harapnya.

PJ. Gubernur NTB, yang diwakilkan Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr.dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., Mars., menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pendirian Fakultas Kedokteran di UMMAT.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diwakili oleh Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan, Dra. Oos Fatimah Rosyadi, M.Kes., Ia memberikan sambutan dan arahan terkait standar dan regulasi yang harus dipenuhi dalam pendirian Fakultas Kedokteran. Ia juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya UMMAT dalam mendirikan fakultas ini.

menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten di Indonesia.

Ketua Tim Task Force Fakultas Kedokteran sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT  Apt. Nurul Qiyaam, M.Farm. Klin., presentasikan Profil dan Pengembangan UMMAT, dan Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran meliputi Kurikulum yang akan digunakan, kesiapan Sumber Daya Manusia serta Unit Pengelolah Program Studi (UPPS).

“Dalam waktu yang tidak lama kami telah menyiapkan ruang kuliah,sumber daya manusia, Laboratorium dan ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) untuk mendukung Fakultas Kedokteran ini”, terangnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan seluruh peserta visitasi. Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan mengenai persiapan pendirian Fakultas Kedokteran di UMMAT.

Para peserta visitasi melakukan peninjauan lapangan untuk melihat langsung fasilitas yang akan digunakan oleh Fakultas Kedokteran. Fasilitas yang ditinjau meliputi laboratorium, ruang kelas, dan Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas dalam mendukung proses pembelajaran kedokteran yang berkualitas.

Kegiatan visitasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kesiapan UMMAT dalam mendirikan Fakultas Kedokteran serta mendapatkan masukan berharga untuk penyempurnaan lebih lanjut (HUMAS UMMAT).

REVOLUSI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PJBL DALAM KURIKULUM MERDEKA, FKIP UMMAT GELAR KULIAH PAKAR

REVOLUSI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PJBL DALAM KURIKULUM MERDEKA, FKIP UMMAT GELAR KULIAH PAKAR

Mataram, Program Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan acara Kuliah Pakar bertajuk “Pengajaran Bahasa Indonesia Berbasis Project-Based Learning (PJBL) di Era Kurikulum Merdeka.” Acara yang diadakan di Aula FKIP dan melalui platform Zoom Meet ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, Dr. Masrin, M.Pd., dan Dr. Erwin, M.Pd., dengan moderator Supratman, M.Pd., yang semuanya adalah alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UMMAT.

Dekan FKIP UMMAT, Dr.Muhammad Nizaar,M.Pd.,Si., membuka kegiatan dengan resmi, tidak lupa ia sampaikan pentingnya pengembangan metode pengajaran inovatif seperti PJBL dalam konteks Kurikulum Merdeka. Ia menggarisbawahi bahwa pendekatan PJBL dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan praktis, serta mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia nyata dengan keterampilan yang relevan dan aplikatif.

Narasumber 1, Dr. Masrin membuka sesi dengan membahas permasalahan pendidikan di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan laporan tahun 2022, Indonesia berada di peringkat ke-73 dari 78 negara dalam hal kualitas pendidikan. “Minat baca di Indonesia sangat memprihatinkan, dengan hanya 0,01% dari populasi yang benar-benar memiliki minat baca tinggi, jauh di bawah Malaysia dan Brunei Darussalam,” ujar Dr. Masrin.

Dr. Masrin menegaskan pentingnya guru memiliki potensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. “Guru harus mampu mengajar tidak hanya konsep tetapi juga penerapan praktisnya,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran serta perlunya guru untuk mengembangkan metode pengajaran yang tidak hanya bergantung pada buku pedoman pemerintah, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Pembelajaran yang berbasis guru harus diubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa,” katanya.

Narasumber 2, Dr. Erwin kemudian menjelaskan definisi dan prinsip-prinsip PJBL. Ia menekankan bahwa PJBL mengedepankan keaktifan peserta didik dan pembelajaran kolaboratif. “Gaya belajar setiap siswa berbeda-beda, ada siswa yang suka auditori, visual, ada juga yang lebih memilih kinestetik” jelasnya.

Ia juga menyatakan bahwa kelas yang terlalu besar menjadi tantangan dalam mendiagnosis kemampuan awal siswa dengan baik. Namun, ia menegaskan bahwa hasil pembelajaran PJBL harus dapat ditampilkan dan dipresentasikan oleh siswa. “Tujuan PJBL adalah memotivasi siswa untuk terlibat aktif, mengembangkan keterampilan praktis, dan mendorong pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.

Ia juga menguraikan langkah-langkah implementasi PJBL dalam pengajaran Bahasa Indonesia, tersebut ( Menentukan proyek, Perencanaan proyek, Pelaksanaan proyek dan Presentasi).

Ia juga sebutkan bahwa ada empat keterampilan abad 21 (berpikir kritis, berkolaborasi, kreatif, dan komunikatif), dan keempatnya harus terintegrasi dalam pendidikan. “Peran guru dalam PJBL adalah sebagai fasilitator, mentor, dan evaluator, sementara siswa harus menjadi pemikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif,” jelasnya.

Moderator kegiatan, Supratman, M.Pd., dengan cermat memandu diskusi dan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh peserta baik yang hadir di aula maupun yang bergabung melalui Zoom Meet.

Acara Kuliah Pakar ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan yang tertarik dengan inovasi dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Selain memberikan wawasan baru, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan diskusi konstruktif antara alumni dan civitas akademika FKIP UMMAT.

Dengan suksesnya acara ini, FKIP UMMAT berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam pengajaran Bahasa Indonesia di era Kurikulum Merdeka (HUMAS UMMAT).

GALI MASA DEPAN DATA SCIENCE DAN BIG DATA DI ERA DIGITAL, STI UMMAT GELAR KULIAH PAKAR

GALI MASA DEPAN DATA SCIENCE DAN BIG DATA DI ERA DIGITAL, STI UMMAT GELAR KULIAH PAKAR

Mataram, Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Prodi STI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) hadirkan acara kuliah pakar yang bertajuk, “Masa Depan Data Science dan Big Data: Peluang dan Tantangan Pemanfaatannya di Era Digital.” Acara berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman Kamis 30 Mei 2024.

Ketua Program Studi (Kaprodi) STI, Nani Sulistianingsih S.Kom., M.Engg, menyambut hangat kegiatan ini . Ia juga berharap Kuliah pakar ini menjadi upaya untuk terus memberikan edukasi yang berkualitas kepada mahasiswa, serta menghadirkan wawasan terbaru dalam dunia informasi teknologi.

“Dalam era digital ini, data adalah aset berharga. Kemampuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan data secara efektif akan menjadi kunci kesuksesan di berbagai bidang,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan keterampilan analitis dan teknis yang relevan agar dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Dekan Teknik, Dr. H. Aji Syailendra U., M.Sc., menyampaikan urgensi pemahaman mendalam tentang Data Science dan Big Data dalam era digital yang terus berkembang pesat. Data science dan big data adalah bidang yang sedang berkembang pesat dan memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai sektor.

Kemampuan untuk mengolah dan menganalisis data secara efektif dapat memberikan wawasan yang berharga dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu, memahami dan menguasai bidang ini akan memberikan keunggulan kompetitif bagi kita semua, khususnya bagi para mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja.

“Saya berharap, melalui kuliah tamu ini, para mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru, mengembangkan keterampilan analitis, serta memahami bagaimana teknologi ini dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, harapnya.

Narasumber utama dalam acara ini Lalu Erfani Maula Yunus, S. Kom, seorang ahli dalam bidang Machine Learning Engineering. Dengan keahliannya yang mendalam dan pengalaman yang luas, Ia, memaparkan tren terkini, peluang yang tersedia, dan tantangan yang dihadapi dalam pemanfaatan Data Science dan Big Data di era digital.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat perubahan besar dalam cara data digunakan oleh berbagai organisasi, jadi sangat penting kita mempelajarinya sekarang ini”, jelasnya.

Data science ini bidang yang menggunakan metode, proses, algoritma, dan sistem ilmiah untuk mengekstraksi pengetahuan dan wawasan dari data dalam berbagai bentuk, baik terstruktur maupun tidak terstruktur. Sementara itu, big data merujuk pada volume besar data yang tidak dapat diolah dengan cara konvensional karena ukurannya yang sangat besar.

Ke depan, kita dapat melihat beberapa tren utama yang akan mempengaruhi perkembangan data science dan big data, termasuk: Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Mesin: Integrasi lebih lanjut dengan AI dan machine learning untuk analisis data yang lebih canggih., Data Real-time: Peningkatan penggunaan data real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan responsif. Internet of Things (IoT): Peningkatan jumlah perangkat yang terhubung akan menghasilkan lebih banyak data yang dapat dianalisis.

Diskusi yang terjadi antara narasumber dan peserta sangat produktif, memungkinkan pertukaran gagasan dan pemikiran yang mendalam tentang bagaimana Data Science dan Big Data dapat mengubah berbagai industri, seperti perdagangan, kesehatan, dan keuangan. Para peserta juga aktif berbagi pengalaman serta wawasan mereka terhadap topik yang dibahas.

Kuliah pakar ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi platform untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa, akademisi, dan profesional di bidang teknologi informasi, untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan teknologi (HUMAS UMMAT).

TINGKATKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DOSEN UMMAT RESMI TERIMA HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN INTERNAL

TINGKATKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DOSEN UMMAT RESMI TERIMA HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN INTERNAL

Mataram,  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Mataram (LPPM UMMAT) dengan resmi mengumumkan penandatanganan hibah penelitian dan pengabdian internal bagi dosen dalam upaya untuk mendorong peningkatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Senin, 27 Mei 2024 di lantai 3 gedung rektorat UMMAT.

Penandatanganan hibah ini dihadiri oleh Rektor UMMAT, Wakil Rektor, Ketua LPPM, Dekan dan dosen. Hibah tersebut ditandatangani oleh Rektor UMMAT, Drs.Abdul Wahab,MA., yang mewakili komitmen UMMAT dalam mendukung penelitian yang berkualitas dan relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Ibrahim Ali, M.Sc., laporkan bahwa Dosen UMMAT yang telah mengajukan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berpotensi akan mendapatkan dukungan finansial serta bimbingan untuk menjalankan proyek-proyek mereka.

Sebelum terpilih, proposal yang diajukan para dosen harus melewati serangkaian seleksi terlebih dahulu. Seleksi proposal dilakukan dua tahap, pertama seleksi administrasi meliputi seleksi tanggungan luaran tahun-tahun sebelumnya dan struktur penulisan sesuai panduan. Selanjutnya kedua, seleksi subtansi seleksi ini dilakukan oleh 2 orang reviewer yang kompeten.

“Dari 95 proposal yang diterima ada 80 yang lulus seleksi dari segi administratif maupun substansi isi pengabdian yang akan dilakukan. Harapan dari pengabdian ini agar dapat dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta sehingga meningkatkan kum bagi Bapak Ibu dosen untuk bisa mempercepat lektor kepala bahkan guru besar,” ujarnya.

Rektor UMMAT, juga tegaskan bahwa penelitian ini salah satu upaya ilmuwan dalam mengembangkan profesionalismenya. Tugas utama seorang dosen adalah untuk mengembangkan dan mentransfer ilmu teknologi.
“Saya berharap hibah pengabdian ini dapat meningkatkan kualitas pengabdian yang akan dilakukan di skim hibah kemenristekdikti. InsyaAllah untuk tahun berikutnya biaya pengabdian dinaikkan. Saya yakin bahwa dosen-dosen disini dapat menghasilkan hal-hal hebat dari penelitiannya,” ujarnya.

Hibah penelitian dan pengabdian internal ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi lintas disiplin dan kerjasama antara dosen dengan pihak eksternal seperti lembaga pemerintah, industri, dan organisasi non-pemeriksaan.

Dengan penandatanganan hibah ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan penelitian dan pengabdian dosen-dosen serta memastikan bahwa hasil-hasilnya dapat memberi manfaat (HUMAS UMMAT).

Bangkitkan Semangat Kepemudaan, Korkom UMMAT Gelar Bedah Buku Pemuda Negarawan

Bangkitkan Semangat Kepemudaan, Korkom UMMAT Gelar Bedah Buku Pemuda Negarawan

Mataram, Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KOORKOM IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menggelar acara bedah buku “Pemuda Negarawan dari Pemuda untuk Indonesia”. Acara ini dibuka secara resmi oleh Pembina Organisasi Otonom (ORTOM) UMMAT, Sahril, M.Pd., di Auditorium H. Anwar Ikraman, Jumat, 24 Mei 2024.

Pembina ORTOM, Sahril, M. Pd., menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. “Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk membawa Indonesia menuju kemajuan. Buku ini adalah salah satu wujud kontribusi nyata dari para pemuda untuk bangsa,” ujarnya.

“Dari acara ini tentunya kami berharap keberadaan Koorkom UMMAT menjadi wadah untuk mahasiswa/pemuda bisa mengembangkan skillnya dan terus eksis didalam menyebarkan hal-hal positif yang bermanfaat bagi UMMAT dan bangsa”, harapnya.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni penulis 99 buku termasuk buku “Pemuda Negarawan dari Pemuda untuk Indonesia” Syamsudin Kadir., dan Dosen UMMAT yang juga aktivis muda Muhammadiyah, Syamsul Hidayat, Ph. D.

Syamsudin Kadir ungkapkan latar belakang penulisan buku Pemuda Negarawan. “Buku ini lahir dari kegelisahan kami melihat kondisi bangsa yang memerlukan lebih banyak kontribusi dari para pemuda. Melalui buku ini, kami ingin memotivasi pemuda untuk lebih berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” jelasnya.

“Namun, kita lihat sekarang ini pemuda-pemuda kita ini kehilangan jati dirinya, keberaniannya mengkritik pemerintah sudah mulai pudar, padahal sekarang yah zamannya sudah canggih, seharusnya pemuda ini bisa memanfaatkan teknologi”, kritiknya.

“Saya yakin yang ada disini punya sosial media, ayok manfaatkan sosial media kita dengan sebaik-baiknya, tebarkan hal-hal positif”, imbuhnya.

Sementara itu, Syamsul Hidayat memberikan perspektif akademis dan pengalaman lapangan mengenai pentingnya pendidikan dalam mencetak pemuda-pemuda negarawan. “Pendidikan karakter yang kuat adalah fondasi utama untuk melahirkan pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi,” katanya.

“Pemuda sebagai agen perubahan harus benar-benar bisa mengambil peran didalam gejolak problem yang terjadi sekarang ini, misalnya sekarang UKT di perguruan tinggi negeri naik, harga jagung anjlok, pemuda disini harus bersuara dan memikir solusinya”, terangnya.

Acara ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa, para pemuda yang antusias dan bersemangat untuk memperdalam pemahaman tentang peran strategis generasi muda dalam memajukan Indonesia. Selain itu, juga terdapat sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai topik yang dibahas dalam buku tersebut.

Ketua Koordinator Komisariat IMM UMMAT, Irwansyah, sampaikan harapannya agar acara ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para mahasiswa. “Kami berharap melalui bedah buku ini, semangat kepemudaan dan jiwa negarawan dapat terus tumbuh dan berkembang di kalangan mahasiswa UMMAT,” ungkapnya.

Acara ini tidak hanya merupakan platform untuk memperkenalkan buku yang inspiratif, tetapi juga sebagai ajang diskusi dan refleksi bersama tentang peran pemuda dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah dan berkelanjutan.

Para peserta yang hadir diharapkan dapat mengambil inspirasi dan motivasi dari acara ini untuk terus berkontribusi dalam berbagai bidang demi kemajuan bangsa, sesuai dengan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam buku “Pemuda Negarawan dari Pemuda untuk Indonesia”, (HUMAS UMMAT).

Mahasiswa FKIP UMMAT Buktikan Daya Saing Nasional Lewat ONMIPA 2026 dan Artikel Ilmiah Kemenpora

Mahasiswa FKIP UMMAT Buktikan Daya Saing Nasional Lewat ONMIPA 2026 dan Artikel Ilmiah Kemenpora

Tiga mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram yang berhasil menorehkan prestasi nasional, yakni Safaruddin, Alfian Rahman Hadi, dan Hanik. Capaian ini menjadi bukti komitmen FKIP UMMAT dalam mendorong budaya akademik, riset, dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.

MATARAM — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian mahasiswa di tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa FKIP UMMAT dalam bidang olimpiade matematika serta penulisan artikel jurnal ilmiah kepemudaan.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Safaruddin, berhasil lolos ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Tahun 2026. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Alfian Rahman Hadi, serta mahasiswa Program Studi PPKn FKIP UMMAT, Hanik, juga meraih prestasi sebagai Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik Tahun 2025 pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus menunjukkan kemampuan terbaiknya di level nasional.

“Alhamdulillah, atas nama pimpinan UMMAT, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kelolosan mahasiswa pada ajang ONMIPA Tahun 2026 serta raihan penghargaan sebagai Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik merupakan bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing, unggul, dan menghadirkan karya yang berdampak,” ungkapnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/ptp-ntb-2026-jadi-magnet-kreativitas-anak-muda-wr-iii-ummat-apresiasi-taman-budaya-dan-tantang-dikpora-ntb/

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan program studi, tetapi juga menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika UMMAT untuk terus membangun budaya akademik yang kreatif, inovatif, dan kompetitif.

“Saya percaya bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban,” tambahnya.

Dr. Erwin juga berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar berani bermimpi, aktif berkarya, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi, penelitian, publikasi ilmiah, maupun kegiatan akademik dan nonakademik di tingkat nasional hingga internasional.

Sementara itu, Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa FKIP UMMAT menembus level nasional merupakan capaian penting yang harus disyukuri sekaligus dipersiapkan dengan serius.

“Untuk ONMIPA, tentu ini sudah masuk pada level nasional. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi mahasiswa, dan tantangannya pasti lebih besar. Semoga mahasiswa kita dapat mempersiapkan diri dengan baik. Kami juga sudah menekankan kepada program studi dan pembimbing ONMIPA agar melakukan persiapan sebaik mungkin,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap mahasiswa FKIP UMMAT yang berhasil meraih predikat sebagai penulis artikel jurnal ilmiah kepemudaan terbaik. Menurutnya, capaian tersebut tidak mudah diraih karena tidak banyak mahasiswa yang mampu menembus publikasi ilmiah, terlebih meraih predikat terbaik pada kegiatan tingkat kementerian.

“Mahasiswa yang lolos sebagai penulis artikel terbaik ini juga merupakan capaian luar biasa. Tidak banyak mahasiswa yang bisa diterima, publish, dan menjadi best article di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pastinya capaian ini sangat memotivasi mahasiswa lainnya. Mereka juga merupakan mahasiswa kelas riset, dan teman-temannya sangat bangga dengan capaian tersebut,” ujarnya.

Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Abdillah, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

“Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram patut berbangga atas prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa di tingkat nasional. Safaruddin berhasil lolos ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Matematika Tahun 2026 setelah bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/dua-mahasiswa-ummat-lolos-ke-tingkat-nasional-onmipa-2026-wakil-rektor-iii-bukti-mahasiswa-ummat-mampu-bersaing/

Ia menyebut, capaian Safaruddin menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMMAT memiliki kompetensi akademik, daya saing, dan kualitas intelektual yang mampu berkompetisi di tingkat nasional. Final olimpiade tersebut rencananya akan dilaksanakan di Universitas Airlangga Surabaya pada 8–12 Juni 2026.

“Besar harapan kita semua semoga Safaruddin dapat memberikan hasil terbaik, mengharumkan nama program studi, fakultas, dan Universitas Muhammadiyah Mataram dengan meraih prestasi sebagai juara nasional,” harap Abdillah.

Selain itu, Abdillah juga mengapresiasi capaian Alfian Rahman Hadi yang berhasil memperoleh predikat Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik Tahun 2025. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi ilmiah, kreativitas berpikir, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan isu-isu kepemudaan di Indonesia.

Capaian mahasiswa FKIP UMMAT ini menjadi bukti bahwa pembinaan akademik, budaya riset, dan pengembangan potensi mahasiswa terus tumbuh di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram. Kampus berkomitmen memberikan dukungan, pendampingan, dan ruang pengembangan agar semakin banyak mahasiswa mampu berprestasi serta membawa nama baik universitas, daerah, dan Indonesia.

“Selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa berprestasi. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan menjadi bagian dari generasi UMMAT Berdampak,” tutup Dr. Erwin. (HUMAS UMMAT)

PTP NTB 2026 Jadi Magnet Kreativitas Anak Muda, WR III UMMAT Apresiasi Taman Budaya dan Tantang Dikpora NTB

PTP NTB 2026 Jadi Magnet Kreativitas Anak Muda, WR III UMMAT Apresiasi Taman Budaya dan Tantang Dikpora NTB

Para pemenang Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-NTB Tahun 2026 berfoto bersama panitia, dewan juri, dan perwakilan UMMAT pada malam penganugerahan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas UKM Teater Sasentra UMMAT ini menjadi ruang apresiasi kreativitas, seni, dan karakter pelajar NTB.

MATARAM — Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 resmi mencapai puncak apresiasi melalui malam penganugerahan yang berlangsung meriah di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tersebut menjadi ruang penting bagi pelajar NTB untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, serta kepekaan sosial melalui seni pertunjukan.

Sejak dibuka pada 18 Mei 2026, PTP V menghadirkan puluhan kelompok teater pelajar dari berbagai daerah di NTB. Para peserta tampil dalam kategori monolog dan pertunjukan teater dengan membawakan karya-karya terbaik yang edukatif, kritis, dan inspiratif. Antusiasme peserta dan penonton yang terus meningkat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat kuat di hati generasi muda.

Malam penganugerahan berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan apresiasi. Berbagai penghargaan diberikan kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras, keberanian, kedisiplinan, serta dedikasi pelajar dalam menghidupkan panggung teater di NTB.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, guru pembina, dewan juri, media partner, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PTP V Tahun 2026. Menurutnya, Pekan Teater Pelajar bukan hanya sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga ruang pendidikan karakter dan pembelajaran sosial bagi generasi muda.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/dua-mahasiswa-ummat-lolos-ke-tingkat-nasional-onmipa-2026-wakil-rektor-iii-bukti-mahasiswa-ummat-mampu-bersaing/

“Pekan Teater Pelajar ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana generasi muda NTB belajar berpikir kritis, bekerja sama, berani menyampaikan gagasan, serta membangun kepekaan sosial melalui seni pertunjukan,” ujarnya.

Dr. Erwin menegaskan bahwa teater memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar. Melalui proses latihan, pementasan, dan kerja kolektif, pelajar belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, empati, komunikasi, serta keberanian tampil di ruang publik. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan berdaya saing.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Taman Budaya NTB yang telah memberikan dukungan besar terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Taman Budaya NTB dinilai konsisten menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas seni pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni di daerah.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Taman Budaya NTB yang telah menjadi mitra strategis dalam menghadirkan ruang ekspresi dan apresiasi seni bagi generasi muda. Dukungan ini sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem seni dan budaya di NTB,” tambahnya.

Lebih lanjut, WR III UMMAT juga memberikan tantangan sekaligus harapan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat agar pada penyelenggaraan PTP berikutnya dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan seni pelajar di daerah.

“Kami berharap dan menantang Dikpora NTB agar pada PTP berikutnya dapat hadir lebih kuat memberikan support, baik dalam bentuk pembinaan, kolaborasi program, maupun dukungan terhadap pengembangan kreativitas pelajar. Sebab kegiatan seperti ini adalah investasi penting dalam membangun generasi muda NTB yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter,” tegasnya.

Menurut Dr. Erwin, kegiatan seperti Pekan Teater Pelajar perlu mendapatkan perhatian serius karena mampu menghubungkan dunia pendidikan, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. PTP tidak hanya melahirkan pertunjukan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarsekolah, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan pelaku industri kreatif.

Ia menegaskan bahwa UMMAT akan terus mendukung hadirnya ruang-ruang kreativitas bagi mahasiswa dan pelajar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat, karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan ekosistem seni dan budaya yang lebih kuat di NTB. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan dunia industri kreatif harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki ruang tumbuh yang sehat, produktif, dan berdampak,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan PTP V Tahun 2026, UKM Teater Sasentra UMMAT kembali menegaskan perannya sebagai ruang kaderisasi seni, kreativitas, dan pendidikan karakter bagi generasi muda NTB. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat, memperkuat ekosistem seni pertunjukan, serta menghidupkan budaya apresiasi di kalangan pelajar. (HUMAS UMMAT)

Momentum Menyucikan Jiwa dan Menghidupkan Kepedulian di Bulan Dzulhijjah

Momentum Menyucikan Jiwa dan Menghidupkan Kepedulian di Bulan Dzulhijjah

Ditulis Oleh : Dr. Mukhlisin, M.S.I (Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI) UMMAT

MATARAM — Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperkuat spiritualitas, memperbanyak amal saleh, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Bulan yang di dalamnya terdapat ibadah haji, puasa Arafah, dan ibadah kurban ini memiliki kedudukan mulia karena mengajarkan nilai ketundukan kepada Allah SWT, pengendalian diri, pengorbanan, dan solidaritas antarsesama.

Gema takbir yang berkumandang pada bulan Dzulhijjah tidak hanya menjadi penanda datangnya hari raya, tetapi juga menjadi panggilan batin bagi umat Islam untuk kembali merenungi hubungan dirinya dengan Allah SWT dan sesama manusia. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, bulan ini hadir sebagai ruang spiritual untuk menenangkan jiwa dari hiruk-pikuk dunia, sekaligus mengingatkan manusia bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi, melainkan perjalanan menuju keridaan Ilahi.

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dalam hadis sahih riwayat Imam al-Bukhari disebutkan, “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Hadis tersebut menunjukkan bahwa Dzulhijjah merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan amal kebajikan.

Salah satu amalan utama pada bulan Dzulhijjah adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar, yakni menjadi sebab dihapuskannya dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Keutamaan ini menunjukkan betapa luas rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri.

Puasa Arafah bukan hanya ibadah yang bersifat personal, tetapi juga memiliki makna moral dan sosial yang mendalam. Melalui lapar dan dahaga, manusia dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan kesabaran, serta memahami penderitaan orang-orang yang hidup dalam kekurangan. Puasa yang dijalani dengan penuh kesadaran seharusnya melahirkan pribadi yang lebih jujur, rendah hati, dan peduli terhadap sesama.

Pada hari Arafah, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah dengan pakaian ihram yang sederhana. Mereka berdiri memohon ampunan Allah SWT tanpa membawa simbol jabatan, kekayaan, maupun status sosial. Pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah dalam keadaan yang sama, dan tidak ada yang dapat dibanggakan selain amal saleh serta ketulusan hati.

Bagi umat Islam yang tidak berada di Tanah Suci, puasa Arafah menjadi sarana untuk ikut merasakan getaran spiritual tersebut. Saat jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, umat Islam di berbagai penjuru dunia menghidupkan hari itu dengan puasa, doa, zikir, sedekah, dan amal kebaikan lainnya. Momentum ini memperlihatkan adanya keterhubungan batin yang kuat di antara kaum muslimin dalam mengharap rahmat dan ampunan Allah SWT.

Selain puasa Arafah, Dzulhijjah juga identik dengan ibadah kurban yang mengandung pesan pengorbanan dan kepedulian sosial. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan bahwa kecintaan kepada Allah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, pengorbanan tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat berupa pengorbanan ego, waktu, kenyamanan, dan kepentingan diri demi menjaga nilai kebaikan.

Ibadah kurban juga mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak semestinya dinikmati sendiri. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi simbol bahwa Islam menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari keberagamaan. Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mendorong manusia untuk membangun hubungan yang baik, adil, dan penuh kasih dengan sesama.

Di tengah meningkatnya budaya individualisme, nilai-nilai Dzulhijjah menjadi sangat relevan untuk dihidupkan kembali. Manusia perlu belajar berbagi, membantu, dan merasakan kehidupan orang lain. Keberkahan hidup tidak selalu diukur dari banyaknya harta, tetapi dari ketenangan hati, keikhlasan memberi, dan kemampuan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Momentum Dzulhijjah juga penting bagi generasi muda. Masa muda merupakan waktu terbaik untuk membangun kebiasaan ibadah, disiplin diri, serta kepedulian sosial. Puasa Arafah dan semangat kurban dapat menjadi pintu awal pembentukan karakter yang lebih matang secara spiritual dan moral. Generasi muda yang dekat dengan nilai agama akan lebih kuat menghadapi tekanan zaman serta lebih siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, Dzulhijjah bukan hanya peristiwa tahunan dalam kalender Islam, tetapi juga sekolah kehidupan yang mengajarkan ketulusan, pengorbanan, pengendalian diri, dan kepedulian sosial. Bulan ini mengajak umat Islam untuk membersihkan hati dari kesombongan, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menghidupkan kasih sayang kepada sesama.

Apabila puasa, doa, zikir, sedekah, dan kurban mampu mengubah cara pandang seseorang menjadi lebih lembut, lebih dermawan, dan lebih bersyukur, maka itulah tanda bahwa ibadah telah benar-benar menyentuh jiwa. Dzulhijjah adalah momentum untuk kembali, memperbaiki diri, dan meneguhkan komitmen menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Allah SWT dan sesama manusia. (HUMAS UMMAT)

Dua Mahasiswa UMMAT Lolos ke Tingkat Nasional ONMIPA 2026, Wakil Rektor III: Bukti Mahasiswa UMMAT Mampu Bersaing

Dua Mahasiswa UMMAT Lolos ke Tingkat Nasional ONMIPA 2026, Wakil Rektor III: Bukti Mahasiswa UMMAT Mampu Bersaing

Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Safaruddin dan D. Sulaiman, berhasil lolos ke Tingkat Nasional Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti semangat akademik dan prestasi mahasiswa UMMAT di tingkat nasional.

MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua mahasiswa UMMAT dinyatakan lolos ke tingkat nasional pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada 8–12 Juni 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya.

Dua mahasiswa yang berhasil lolos tersebut adalah Safaruddin dari Program Studi Matematika pada bidang Matematika, dan D. Sulaiman dari Program Studi S1 Tambang pada bidang Kimia. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMMAT memiliki kemampuan akademik yang unggul dan mampu bersaing dalam kompetisi bergengsi di tingkat nasional.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa UMMAT tersebut.

“Alhamdulillah, atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa UMMAT yang terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kelolosan mahasiswa pada ajang ONMIPA Tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing, unggul, dan terus menghadirkan capaian terbaik,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi mahasiswa dan program studi, tetapi juga menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika UMMAT dalam membangun budaya akademik yang kreatif, inovatif, dan kompetitif.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus. Saya percaya mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, serta kemajuan peradaban,” lanjut Dr. Erwin.

Ia juga berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar terus berani bermimpi, aktif berkarya, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi, penelitian, publikasi ilmiah, dan berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik di tingkat nasional maupun internasional.

UMMAT, lanjutnya, akan terus berkomitmen memberikan dukungan, pembinaan, dan ruang pengembangan potensi mahasiswa agar semakin banyak prestasi yang lahir dan mampu mengharumkan nama kampus, daerah, serta Indonesia.

“Selamat dan sukses kepada mahasiswa berprestasi. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan menjadi bagian dari generasi UMMAT Berdampak,” tutupnya.

Kelolosan dua mahasiswa UMMAT pada ONMIPA Nasional 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kompetisi akademik, meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa, serta mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berdampak bagi masa depan bangsa. (HUMAS UMMAT)

Pertama di NTB: FAPERTA UMMAT Bersama BSN Gelar Kuliah Pakar “SNI Goes To Campus” untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan Pertanian

Pertama di NTB: FAPERTA UMMAT Bersama BSN Gelar Kuliah Pakar “SNI Goes To Campus” untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan Pertanian

Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram bersama perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), narasumber, dan peserta berfoto bersama usai kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT, Kamis (21/5/2026).

MATARAM — Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi mahasiswa, dan daya saing lulusan melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Kegiatan yang mengusung tema “Penerapan Standardisasi Nasional pada Bidang Pertanian Guna Mendukung Mutu Lulusan Perguruan Tinggi” ini dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT.

Kegiatan ini menjadi momentum penting karena disebut sebagai pelaksanaan SNI Goes To Campus pertama pada tingkat universitas di NTB dalam bidang pertanian. Program tersebut bertujuan memperkenalkan budaya mutu, penerapan standar, dan pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan berperan di dunia industri, usaha, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.

Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa lingkup Fakultas Pertanian, serta peserta dari berbagai kalangan. Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada sesi diskusi terkait penerapan SNI di sektor pertanian, industri pangan, dan pengembangan produk lokal.

Dalam sambutannya, Nur Hidayati, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, menyampaikan bahwa penerapan standar merupakan aspek penting dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Menurutnya, standardisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga mencakup keamanan pangan, efisiensi proses produksi, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang standardisasi kepada mahasiswa sejak dini. Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran mutu dalam setiap proses produksi, inovasi, dan pengembangan usaha di bidang pertanian.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/sekretaris-pp-muhammadiyah-sekaligus-mendikdasmen-ri-resmikan-gedung-rs-ummat-pku-muhammadiyah-lombok-timur/

Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BSN atas kolaborasi melalui program SNI Goes To Campus. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin menekankan aspek kualitas, keamanan, dan standardisasi produk.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya penerapan standar nasional dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian serta menjadi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia industri,” ujarnya.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Bagus Muhammad Irvan, Fasilitator Penerapan SNI BSN, dengan tema “From Farm to Table: Peran SNI dalam Menjamin Mutu Produk Hasil Pertanian.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan SNI pada seluruh rantai produksi pertanian, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai kepada konsumen.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/perkuat-ruang-kreativitas-generasi-muda-ntb-sasentra-ummat-gelar-pekan-teater-pelajar-v-2026/

Ia menekankan bahwa penerapan standar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta, terutama saat membahas tantangan penerapan standar di sektor pertanian dan peluang kerja di bidang standardisasi serta penjaminan mutu.

Selain materi akademik dan teknis, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi usaha yang telah berhasil menerapkan standar mutu. Fina Novianti, Owner CV. Ading Walet Al-Buntaran, membawakan materi bertajuk “Success Story CV Ading Walet Al-Buntaran Menerapkan SNI 8998:2021 Sarang Burung Walet Bersih (Edible Bird Nest).”

Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman proses pengembangan usaha sarang burung walet hingga berhasil menerapkan SNI 8998:2021. Ia menjelaskan bahwa penerapan standar mutu berdampak positif terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta perluasan peluang pemasaran. Kisah sukses tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa penerapan SNI tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga penting bagi usaha kecil dan menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk.

Melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus ini, FAPERTA UMMAT berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dapat terus diperkuat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya budaya mutu dan standardisasi sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian yang maju, modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)

Belajar Kemanusiaan di Tengah Tumpukan Sampah, D3 Farmasi UMMAT Berbagi Sembako di TPA Kebun Kongok

Belajar Kemanusiaan di Tengah Tumpukan Sampah, D3 Farmasi UMMAT Berbagi Sembako di TPA Kebun Kongok

Mahasiswa D3 Farmasi UMMAT dan Warga berfoto bersama usai pembagian sembako di TPA Kebun Kongo

LOMBOK BARAT — Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan bakti sosial di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan paket sembako kepada 25 warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan bekerja di area TPA.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya menekankan pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami realitas sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila dalam kehidupan nyata.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai moral, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman.

“Di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan terdapat banyak nilai seperti moral, Pancasila, dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya disuguhkan teori di dalam kelas, tetapi mereka bisa melihat langsung realitas kehidupan dan fenomena sosial di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan warga yang mencari nafkah di tengah tumpukan sampah memberikan pelajaran penting tentang perjuangan hidup, rasa syukur, dan cara memandang kehidupan dari sudut yang lebih luas.

“Mereka bisa melihat bagaimana sebagian masyarakat mencari rezeki di tengah tumpukan sampah. Sampah yang bagi sebagian orang dianggap jijik dan bau, ternyata menjadi sumber penghidupan bagi orang lain. Itu yang ingin saya tunjukkan kepada mahasiswa, agar mereka melihat sisi lain dari kehidupan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung seperti ini penting untuk membangun kepekaan sosial mahasiswa sejak dini. Mahasiswa, lanjutnya, tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial.

“Ini adalah pembelajaran langsung agar mahasiswa memiliki sensitivitas sosial. Ke depan ketika mereka menjadi pemimpin, mereka sudah memiliki bekal sosial dan rasa empati terhadap masyarakat,” tambahnya.

Selain membagikan sembako, para mahasiswa juga berdialog langsung dengan warga sekitar TPA. Mereka mengamati aktivitas warga dalam memilah sampah bernilai ekonomis untuk dijual kembali demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari proses tersebut, mahasiswa belajar bahwa kerja keras, ketabahan, dan harapan dapat tumbuh bahkan di tengah kondisi kehidupan yang tidak mudah.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga TPA Kebun Kongok menyambut baik kehadiran mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang datang membawa semangat kepedulian sosial.

Khairil, salah satu perwakilan warga TPA Kebun Kongok, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang sudah mau berbagi dengan kami. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Widhita Afni Anggraeni, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi dan urunan dari seluruh mahasiswa di kelas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi berbagi, tetapi juga pengalaman yang membuka mata mahasiswa tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan teman-teman kelas. Kami bersama-sama mengumpulkan bantuan untuk warga di TPA. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberi banyak pelajaran bagi kami,” katanya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa D3 Farmasi UMMAT tidak hanya belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sosial. Di tengah tumpukan sampah, mahasiswa menemukan pelajaran berharga tentang kemanusiaan, rasa syukur, perjuangan hidup, dan pentingnya hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga insan yang peka, peduli, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)

Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

UMMAT menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun sebagai bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, dan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5.

SEMBALUN — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sembalun. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 pada 15–16 Mei 2026 di Sembalun.

Pembagian sembako tersebut menjadi wujud nyata kepedulian UMMAT dalam memperluas kebermanfaatan kampus bagi masyarakat. Momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia institusi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat pengabdian, kepedulian sosial, dan dakwah berkemajuan yang menyentuh langsung kehidupan umat.

Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu ruh gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya berhenti pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi harus hadir dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, melalui Kemah Dakwah ini para kader ORTOM tidak hanya mendapatkan penguatan paham keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga diajak untuk turun langsung membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kuatnya hubungan manusia dengan Allah SWT harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama. Dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah dan keimanan harus melahirkan keberpihakan kepada masyarakat, terutama melalui gerakan sosial yang mencerahkan dan menggembirakan.

“Dakwah bukan hanya ceramah, tetapi juga kepedulian. Ketika kita hadir membawa manfaat, membantu sesama, dan memperkuat silaturahmi, di situlah nilai dakwah benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menjelaskan bahwa pembagian sembako tersebut melibatkan peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5. Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi kader muda Muhammadiyah untuk memahami bahwa dakwah harus diwujudkan melalui tindakan sosial yang sederhana, tetapi bermakna.

“Kami ingin peserta Kemah Dakwah tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga belajar langsung bagaimana dakwah diwujudkan dalam aksi sosial. Pembagian sembako ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan mempererat hubungan UMMAT dengan warga Muhammadiyah di Sembalun,” ungkapnya.

Sahril menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam membangun kedekatan dengan persyarikatan di berbagai wilayah. Kehadiran UMMAT di Sembalun diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan gerakan dakwah.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor IV, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Ia berharap rangkaian Milad UMMAT ke-46 dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, UMMAT sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran kampus tidak hanya diukur dari aktivitas akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan sosial umat.

Melalui pembagian 70 paket sembako ini, UMMAT menegaskan bahwa semangat Milad ke-46 harus diwujudkan dalam gerakan berbagi. Peringatan 46 tahun perjalanan UMMAT sejak 25 Juni 1980 hingga 25 Juni 2026 menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya tumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan persyarikatan yang terus berupaya menghadirkan manfaat bagi umat dan masyarakat.

UMMAT berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik melalui program kampus, LP3IK, ORTOM, maupun kerja sama dengan persyarikatan. Dengan demikian, dakwah berkemajuan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi benar-benar hadir sebagai gerakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. (HUMAS UMMAT)

FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Berdaya Saing

FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Berdaya Saing

Penandatangan MoU Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., bersama Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I.

MATARAM – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram (FAI UMMAT) resmi menjalin kerja sama dengan Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., bersama Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I. Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif, di antaranya pelaksanaan joint research, penguatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perluasan program pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi FAI UMMAT menuju program studi yang unggul dan berdaya saing.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam akselerasi menuju program studi unggul, sekaligus menjadi ruang penyamaan visi dan misi antarperguruan tinggi Islam dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi Islam sangat dibutuhkan untuk memperkuat mutu akademik, memperluas jejaring kelembagaan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi Islam tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, riset, dan program pengabdian yang berdampak luas.

Kerja sama antara FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten ini direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan. Dalam rentang waktu tersebut, kedua institusi diharapkan dapat merealisasikan berbagai program akademik yang produktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan Islam kontemporer.

Dengan terjalinnya MoU ini, FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten diharapkan mampu memperkuat sinergi kelembagaan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Suasana pembukaan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 yang digelar oleh UKM Teater Sasentra UMMAT di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-NTB dalam mengembangkan bakat seni teater, karakter, dan budaya kolaborasi.

MATARAM — UKM Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang ekspresi dan kreativitas pelajar melalui penyelenggaraan Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini menjadi wadah pertemuan antara dunia pendidikan, seni budaya, pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta para pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat se-NTB. Melalui Pekan Teater Pelajar, para pelajar diberi ruang untuk menampilkan karya, mengasah keberanian, membangun kerja sama, serta mengekspresikan gagasan melalui seni pertunjukan.

Pembukaan PTP V Tahun 2026 turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT Dr. Erwin, M.Pd., Kepala Museum NTB Dr. Nur Alam, M.H. yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, perwakilan Kepala Taman Budaya NTB, Biro Kemahasiswaan UMMAT, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, ketua Ormawa, guru pembina, serta para pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, teater bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang mampu melatih keberanian, kepekaan sosial, empati, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.

“Teater mengajarkan banyak hal tentang kehidupan; tentang keberanian berbicara, kemampuan membaca realitas sosial, membangun empati, hingga belajar menghargai proses dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Dr. Erwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Dikpora NTB, dan Taman Budaya NTB yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan seni budaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kreativitas generasi muda di daerah.

Sambutan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.

Secara khusus, Dr. Erwin memberikan penghargaan kepada UKM Teater Sasentra UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi pelajar di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pelajar.

“Teater Sasentra telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya menyelenggarakan lomba, tetapi sedang membangun ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang ekspresi bagi generasi muda NTB,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan talenta muda membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri semakin diperkuat. Pengembangan talenta muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/mahasiswa-ummat-berprestasi-pratiwi-wulandari-raih-first-runner-up-putri-pendidikan-ntb-2026-2/

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Dr. Nur Alam, M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, menyampaikan bahwa kegiatan seni pelajar seperti Pekan Teater Pelajar memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan di daerah. Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan, media literasi budaya, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara UMMAT, komunitas seni, dan pemerintah daerah yang terus menghadirkan ruang kreatif bagi pelajar NTB. Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan ide, membaca realitas sosial, serta mengenal nilai-nilai budaya melalui karya seni.

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan teater, mengikuti apresiasi seni, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Sasentra UMMAT berharap Pekan Teater Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, penguatan kreativitas, serta pembentukan generasi muda NTB yang berani, kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap seni budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 mengikuti rangkaian kegiatan di Sembalun, 15–16 Mei 2026. Kegiatan yang digelar LP3IK UMMAT ini dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun

SEMBALUN— Udara sejuk Sembalun menjadi saksi semangat kader muda Muhammadiyah dalam mengikuti Kemah Dakwah Organisasi Otonom (ORTOM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-5. Kegiatan yang digelar pada 15–16 Mei 2026 ini menjadi ruang pembinaan kader yang tidak hanya menekankan penguatan ideologi, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan dakwah yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Transformasi Paham Teologis Menuju Gerakan Dakwah Berkemajuan yang Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan UMMAT, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menyampaikan bahwa Kemah Dakwah ORTOM tahun ini memiliki warna yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan kelima ini dirancang sebagai wadah pembinaan bagi kader baru ORTOM agar memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, serta kepedulian sosial yang kuat.

“Kemah Dakwah yang kelima ini berbeda dari sebelumnya. Peserta yang hadir merupakan kader baru dari HW, Tapak Suci, dan IMM. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak untuk memahami bahwa dakwah harus bergerak, menyentuh masyarakat, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa paham ketuhanan dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada ruang ibadah semata. Menurutnya, kekuatan hubungan manusia dengan Allah SWT harus tampak dalam kebaikan hubungan manusia dengan sesama.

Baca Juga https://ummat.ac.id/teguhkan-ideologi-kader-sebagai-penggerak-dakwah-kampus-lp3ik-ummat-gelar-baitul-arqam-ormawa/

Ia menjelaskan bahwa hablum minallah yang kokoh akan melahirkan hablum minannas yang kuat. Iman tidak cukup hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi harus tercermin dalam kepedulian, empati, dan aksi sosial yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Kalau kita senang mendapatkan sesuatu yang baik, maka kita juga harus memiliki semangat untuk memberikan kebaikan yang sama kepada orang lain,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga mengaitkan pesan tersebut dengan spirit Teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah sejak awal tidak hanya berbicara tentang penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga tentang pembelaan terhadap kaum lemah, kepedulian kepada masyarakat, serta keberanian menghadirkan solusi sosial.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, Kemah Dakwah ini menjadi ruang latihan bagi kader ORTOM untuk memahami bahwa dakwah harus turun ke masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari dakwah yang berdampak, kegiatan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46.

Baca Juga https://ummat.ac.id/sekretaris-pp-muhammadiyah-sekaligus-mendikdasmen-ri-resmikan-gedung-rs-ummat-pku-muhammadiyah-lombok-timur/

Rektor UMMAT, yang diwakili Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Kemah Dakwah ORTOM menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kader muda Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Menurutnya, ORTOM memiliki posisi strategis sebagai penggerak dakwah kampus. Melalui kegiatan seperti ini, kader mahasiswa diharapkan mampu memperkuat komitmen keislaman, memperluas wawasan kemuhammadiyahan, serta membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Kader ORTOM harus mampu menjadi teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain pembinaan ideologi dan aksi sosial, Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 juga menghadirkan lomba video kreatif sebagai ruang ekspresi dakwah digital mahasiswa. Melalui lomba ini, peserta didorong untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif, relevan, dan dekat dengan generasi muda.

Adapun pemenang lomba video kreatif yaitu Video Terbaik 1 diraih IMM Komisariat Ibnu Khaldun FISIPOL, Video Terbaik 2 diraih IMM Komisariat FKIP, dan Video Terbaik 3 diraih IMM Komisariat PUTM.

Melalui Kemah Dakwah ORTOM ke-5 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam membina kader yang berideologi kuat, berkarakter Islami, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah alam Sembalun, para kader tidak hanya belajar tentang dakwah, tetapi juga merasakan langsung makna dakwah sebagai gerakan yang menggembirakan, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)