
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr. H. Abdul Wahab, M.A., didampingi Kepala LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., Kepala Divisi Penelitian LPPM UMMAT, Dr. Ilham, M.Pd., Kepala Divisi Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UMMAT, Muslimin, M.Pd., serta tujuh mahasiswa peserta berfoto bersama usai kegiatan pelepasan KKN MAs 2026. Para mahasiswa akan mengikuti pengabdian selama 45 hari di Kabupaten Malang dan bergabung dalam kelompok lintas perguruan tinggi.
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi melepas tujuh mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah atau KKN MAs 2026, pada Rabu, 22 Juli 2026 di Ruang Temu Rektor UMMAT. Program pengabdian tersebut diselenggarakan dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tuan rumah.
Pelepasan mahasiswa dihadiri oleh Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., Kepala LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., Kepala Divisi Penelitian LPPM UMMAT, Dr. Ilham, M.Pd., serta Kepala Divisi Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UMMAT, Muslimin, M.Pd.
Tujuh mahasiswa yang menjadi delegasi UMMAT terdiri atas empat mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) dan tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL).
Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan adalah Desthy Kusmawati, Istikamal, Baiq Lutfia Safhira, dan Arina Salsabila yang berasal dari Program Studi S1 Farmasi. Sementara itu, delegasi dari FISIPOL terdiri atas Zaid Saepullah, Rosa Sapitri, dan Rizqa Hikmatul Kawsar dari Program Studi Administrasi Bisnis.
Sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian, seluruh mahasiswa telah mengikuti rangkaian pembekalan secara daring yang diselenggarakan oleh panitia pusat KKN MAs 2026. Pembekalan tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi, merancang program, dan menjalankan pengabdian secara kolaboratif.
Para mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju Malang pada Senin, 27 Juli 2026. Mereka akan mengikuti kegiatan KKN MAs selama 45 hari, sama seperti durasi pelaksanaan KKN Reguler UMMAT.
Kepala LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan pada sejumlah lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang. Setiap mahasiswa UMMAT akan bergabung dalam kelompok yang berbeda bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya.
“KKN MAs menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas. Mereka akan ditempatkan di kelompok yang berbeda dan tersebar di sejumlah lokasi pengabdian di Kabupaten Malang,” jelasnya.

Pengarahan dari Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A.
Sri Rejeki menambahkan, sasaran program KKN MAs tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga masyarakat sekolah. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyusun kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, lembaga pendidikan, dan potensi yang terdapat di setiap lokasi pengabdian.
“Program yang dijalankan tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga masyarakat sekolah. Mahasiswa perlu mempersiapkan program yang kreatif, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan tempat mereka mengabdi,” tambahnya.
Dalam arahannya, Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga membawa nama UMMAT di tengah masyarakat dan lingkungan perguruan tinggi lainnya.
“Pertama, jaga nama baik almamater dan kampus. Perhatikan kultur masyarakat setempat serta tetap menjaga adab, sikap, dan akhlak. Walaupun berada di lingkungan sesama Muhammadiyah, tentu terdapat sejumlah perbedaan kultur yang harus dipahami dan dihormati,” pesannya.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menunggu program yang diberikan oleh kelompok maupun panitia. Mahasiswa UMMAT diharapkan mulai menyiapkan gagasan dan program unggulan yang dapat ditawarkan ketika berada di lokasi KKN.
“Program kerja harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar kita memiliki gagasan sendiri yang dapat ditawarkan. Tunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kontribusi terbaik sebagai mahasiswa UMMAT,” tegasnya.
Selain menjaga adab dan menunjukkan kontribusi terbaik, Rektor turut mengingatkan para mahasiswa untuk selalu menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan pengabdian.
“Semoga anak-anakku dapat menjaga kesehatan, menjalankan seluruh program dengan baik, serta kembali ke UMMAT dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran yang bermanfaat,” tutupnya.
Keikutsertaan mahasiswa dalam KKN MAs 2026 merupakan bagian dari komitmen UMMAT dalam memperluas jejaring pengabdian masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, adaptasi sosial, dan kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat. (HUMAS UMMAT)