Para pemenang Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-NTB Tahun 2026 berfoto bersama panitia, dewan juri, dan perwakilan UMMAT pada malam penganugerahan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas UKM Teater Sasentra UMMAT ini menjadi ruang apresiasi kreativitas, seni, dan karakter pelajar NTB.
MATARAM — Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 resmi mencapai puncak apresiasi melalui malam penganugerahan yang berlangsung meriah di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tersebut menjadi ruang penting bagi pelajar NTB untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, serta kepekaan sosial melalui seni pertunjukan.
Sejak dibuka pada 18 Mei 2026, PTP V menghadirkan puluhan kelompok teater pelajar dari berbagai daerah di NTB. Para peserta tampil dalam kategori monolog dan pertunjukan teater dengan membawakan karya-karya terbaik yang edukatif, kritis, dan inspiratif. Antusiasme peserta dan penonton yang terus meningkat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat kuat di hati generasi muda.
Malam penganugerahan berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan apresiasi. Berbagai penghargaan diberikan kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras, keberanian, kedisiplinan, serta dedikasi pelajar dalam menghidupkan panggung teater di NTB.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, guru pembina, dewan juri, media partner, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PTP V Tahun 2026. Menurutnya, Pekan Teater Pelajar bukan hanya sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga ruang pendidikan karakter dan pembelajaran sosial bagi generasi muda.
“Pekan Teater Pelajar ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana generasi muda NTB belajar berpikir kritis, bekerja sama, berani menyampaikan gagasan, serta membangun kepekaan sosial melalui seni pertunjukan,” ujarnya.
Dr. Erwin menegaskan bahwa teater memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar. Melalui proses latihan, pementasan, dan kerja kolektif, pelajar belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, empati, komunikasi, serta keberanian tampil di ruang publik. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan berdaya saing.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Taman Budaya NTB yang telah memberikan dukungan besar terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Taman Budaya NTB dinilai konsisten menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas seni pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni di daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Taman Budaya NTB yang telah menjadi mitra strategis dalam menghadirkan ruang ekspresi dan apresiasi seni bagi generasi muda. Dukungan ini sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem seni dan budaya di NTB,” tambahnya.
Lebih lanjut, WR III UMMAT juga memberikan tantangan sekaligus harapan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat agar pada penyelenggaraan PTP berikutnya dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan seni pelajar di daerah.
“Kami berharap dan menantang Dikpora NTB agar pada PTP berikutnya dapat hadir lebih kuat memberikan support, baik dalam bentuk pembinaan, kolaborasi program, maupun dukungan terhadap pengembangan kreativitas pelajar. Sebab kegiatan seperti ini adalah investasi penting dalam membangun generasi muda NTB yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter,” tegasnya.
Menurut Dr. Erwin, kegiatan seperti Pekan Teater Pelajar perlu mendapatkan perhatian serius karena mampu menghubungkan dunia pendidikan, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. PTP tidak hanya melahirkan pertunjukan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarsekolah, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan pelaku industri kreatif.
Ia menegaskan bahwa UMMAT akan terus mendukung hadirnya ruang-ruang kreativitas bagi mahasiswa dan pelajar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat, karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan ekosistem seni dan budaya yang lebih kuat di NTB. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan dunia industri kreatif harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki ruang tumbuh yang sehat, produktif, dan berdampak,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan PTP V Tahun 2026, UKM Teater Sasentra UMMAT kembali menegaskan perannya sebagai ruang kaderisasi seni, kreativitas, dan pendidikan karakter bagi generasi muda NTB. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat, memperkuat ekosistem seni pertunjukan, serta menghidupkan budaya apresiasi di kalangan pelajar. (HUMAS UMMAT)
Mahasiswa D3 Farmasi UMMAT dan Warga berfoto bersama usai pembagian sembako di TPA Kebun Kongo
LOMBOK BARAT — Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan bakti sosial di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan paket sembako kepada 25 warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan bekerja di area TPA.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya menekankan pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami realitas sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila dalam kehidupan nyata.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai moral, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman.
“Di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan terdapat banyak nilai seperti moral, Pancasila, dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya disuguhkan teori di dalam kelas, tetapi mereka bisa melihat langsung realitas kehidupan dan fenomena sosial di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan warga yang mencari nafkah di tengah tumpukan sampah memberikan pelajaran penting tentang perjuangan hidup, rasa syukur, dan cara memandang kehidupan dari sudut yang lebih luas.
“Mereka bisa melihat bagaimana sebagian masyarakat mencari rezeki di tengah tumpukan sampah. Sampah yang bagi sebagian orang dianggap jijik dan bau, ternyata menjadi sumber penghidupan bagi orang lain. Itu yang ingin saya tunjukkan kepada mahasiswa, agar mereka melihat sisi lain dari kehidupan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung seperti ini penting untuk membangun kepekaan sosial mahasiswa sejak dini. Mahasiswa, lanjutnya, tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Ini adalah pembelajaran langsung agar mahasiswa memiliki sensitivitas sosial. Ke depan ketika mereka menjadi pemimpin, mereka sudah memiliki bekal sosial dan rasa empati terhadap masyarakat,” tambahnya.
Selain membagikan sembako, para mahasiswa juga berdialog langsung dengan warga sekitar TPA. Mereka mengamati aktivitas warga dalam memilah sampah bernilai ekonomis untuk dijual kembali demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari proses tersebut, mahasiswa belajar bahwa kerja keras, ketabahan, dan harapan dapat tumbuh bahkan di tengah kondisi kehidupan yang tidak mudah.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga TPA Kebun Kongok menyambut baik kehadiran mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang datang membawa semangat kepedulian sosial.
Khairil, salah satu perwakilan warga TPA Kebun Kongok, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang sudah mau berbagi dengan kami. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Widhita Afni Anggraeni, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi dan urunan dari seluruh mahasiswa di kelas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi berbagi, tetapi juga pengalaman yang membuka mata mahasiswa tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan teman-teman kelas. Kami bersama-sama mengumpulkan bantuan untuk warga di TPA. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberi banyak pelajaran bagi kami,” katanya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa D3 Farmasi UMMAT tidak hanya belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sosial. Di tengah tumpukan sampah, mahasiswa menemukan pelajaran berharga tentang kemanusiaan, rasa syukur, perjuangan hidup, dan pentingnya hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga insan yang peka, peduli, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Suasana pembukaan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 yang digelar oleh UKM Teater Sasentra UMMAT di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-NTB dalam mengembangkan bakat seni teater, karakter, dan budaya kolaborasi.
MATARAM — UKM Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang ekspresi dan kreativitas pelajar melalui penyelenggaraan Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini menjadi wadah pertemuan antara dunia pendidikan, seni budaya, pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta para pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat se-NTB. Melalui Pekan Teater Pelajar, para pelajar diberi ruang untuk menampilkan karya, mengasah keberanian, membangun kerja sama, serta mengekspresikan gagasan melalui seni pertunjukan.
Pembukaan PTP V Tahun 2026 turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT Dr. Erwin, M.Pd., Kepala Museum NTB Dr. Nur Alam, M.H. yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, perwakilan Kepala Taman Budaya NTB, Biro Kemahasiswaan UMMAT, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, ketua Ormawa, guru pembina, serta para pendamping peserta.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, teater bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang mampu melatih keberanian, kepekaan sosial, empati, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
“Teater mengajarkan banyak hal tentang kehidupan; tentang keberanian berbicara, kemampuan membaca realitas sosial, membangun empati, hingga belajar menghargai proses dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Dr. Erwin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Dikpora NTB, dan Taman Budaya NTB yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan seni budaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kreativitas generasi muda di daerah.
Sambutan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.
Secara khusus, Dr. Erwin memberikan penghargaan kepada UKM Teater Sasentra UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi pelajar di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pelajar.
“Teater Sasentra telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya menyelenggarakan lomba, tetapi sedang membangun ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang ekspresi bagi generasi muda NTB,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Erwin mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan talenta muda membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri semakin diperkuat. Pengembangan talenta muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Museum NTB, Dr. Nur Alam, M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, menyampaikan bahwa kegiatan seni pelajar seperti Pekan Teater Pelajar memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.
“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan di daerah. Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan, media literasi budaya, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara UMMAT, komunitas seni, dan pemerintah daerah yang terus menghadirkan ruang kreatif bagi pelajar NTB. Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan ide, membaca realitas sosial, serta mengenal nilai-nilai budaya melalui karya seni.
Selama enam hari pelaksanaan, para peserta Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan teater, mengikuti apresiasi seni, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Sasentra UMMAT berharap Pekan Teater Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, penguatan kreativitas, serta pembentukan generasi muda NTB yang berani, kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap seni budaya daerah. (HUMAS UMMAT)
Peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 mengikuti rangkaian kegiatan di Sembalun, 15–16 Mei 2026. Kegiatan yang digelar LP3IK UMMAT ini dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun
SEMBALUN— Udara sejuk Sembalun menjadi saksi semangat kader muda Muhammadiyah dalam mengikuti Kemah Dakwah Organisasi Otonom (ORTOM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-5. Kegiatan yang digelar pada 15–16 Mei 2026 ini menjadi ruang pembinaan kader yang tidak hanya menekankan penguatan ideologi, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan dakwah yang hadir langsung di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Transformasi Paham Teologis Menuju Gerakan Dakwah Berkemajuan yang Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan UMMAT, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menyampaikan bahwa Kemah Dakwah ORTOM tahun ini memiliki warna yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan kelima ini dirancang sebagai wadah pembinaan bagi kader baru ORTOM agar memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, serta kepedulian sosial yang kuat.
“Kemah Dakwah yang kelima ini berbeda dari sebelumnya. Peserta yang hadir merupakan kader baru dari HW, Tapak Suci, dan IMM. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak untuk memahami bahwa dakwah harus bergerak, menyentuh masyarakat, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa paham ketuhanan dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada ruang ibadah semata. Menurutnya, kekuatan hubungan manusia dengan Allah SWT harus tampak dalam kebaikan hubungan manusia dengan sesama.
Ia menjelaskan bahwa hablum minallah yang kokoh akan melahirkan hablum minannas yang kuat. Iman tidak cukup hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi harus tercermin dalam kepedulian, empati, dan aksi sosial yang membawa manfaat bagi orang lain.
“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Kalau kita senang mendapatkan sesuatu yang baik, maka kita juga harus memiliki semangat untuk memberikan kebaikan yang sama kepada orang lain,” jelasnya.
Dr. Anugrah juga mengaitkan pesan tersebut dengan spirit Teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah sejak awal tidak hanya berbicara tentang penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga tentang pembelaan terhadap kaum lemah, kepedulian kepada masyarakat, serta keberanian menghadirkan solusi sosial.
“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, Kemah Dakwah ini menjadi ruang latihan bagi kader ORTOM untuk memahami bahwa dakwah harus turun ke masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk nyata dari dakwah yang berdampak, kegiatan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46.
Rektor UMMAT, yang diwakili Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Kemah Dakwah ORTOM menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kader muda Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
Menurutnya, ORTOM memiliki posisi strategis sebagai penggerak dakwah kampus. Melalui kegiatan seperti ini, kader mahasiswa diharapkan mampu memperkuat komitmen keislaman, memperluas wawasan kemuhammadiyahan, serta membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
“Kader ORTOM harus mampu menjadi teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Selain pembinaan ideologi dan aksi sosial, Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 juga menghadirkan lomba video kreatif sebagai ruang ekspresi dakwah digital mahasiswa. Melalui lomba ini, peserta didorong untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif, relevan, dan dekat dengan generasi muda.
Adapun pemenang lomba video kreatif yaitu Video Terbaik 1 diraih IMM Komisariat Ibnu Khaldun FISIPOL, Video Terbaik 2 diraih IMM Komisariat FKIP, dan Video Terbaik 3 diraih IMM Komisariat PUTM.
Melalui Kemah Dakwah ORTOM ke-5 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam membina kader yang berideologi kuat, berkarakter Islami, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah alam Sembalun, para kader tidak hanya belajar tentang dakwah, tetapi juga merasakan langsung makna dakwah sebagai gerakan yang menggembirakan, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Suasana pembukaan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Gedung BGTK NTB, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus BEM, DPM Fakultas, dan UKM sebagai upaya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembentukan kader Ormawa sebagai penggerak dakwah kampus UMMAT.
MATARAM – Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.
Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT, meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah, serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.
“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.
“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.
Dr. Anugrah juga menekankan bahwa para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena dianggap belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka diberikan ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.
“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.
“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.
Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa UMMAT telah dibekali dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ditingkatkan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.
“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.
Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.
“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.
Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.
“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (HUMAS UMMAT)
Suasana pembukaan FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, 9 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia sebagai ajang adu gagasan, inovasi, dan penguatan budaya ilmiah mahasiswa.
MATARAM– Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menghadirkan ruang akademik berskala nasional melalui penyelenggaraan FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6. Kegiatan ini berlangsung pada 9–11 Mei 2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT dan diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia.
Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat budaya ilmiah, serta membangun jejaring akademik lintas kampus. Melalui kegiatan ini, FAPERTA UMMAT mendorong lahirnya ide-ide kreatif dan inovatif yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian, lingkungan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram bekerja sama dengan Sentosa Foundation serta Riset Inovasi, Sains dan Karya Ilmiah (RISKI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem akademik yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, M.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6 yang dinilai mampu menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, terutama dalam bidang penelitian, inovasi, dan penulisan ilmiah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir ide-ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa Indonesia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di bidang pertanian, lingkungan, dan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P., menyampaikan bahwa FAPERTA FAIR dan Lombok Essay Competition bukan sekadar kompetisi, melainkan forum akademik yang mempertemukan gagasan, kreativitas, dan semangat inovasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar FAPERTA UMMAT dalam membangun budaya akademik yang unggul, kolaboratif, dan kompetitif. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga dilatih untuk mampu menyampaikan pemikiran secara ilmiah, terstruktur, dan solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“FAPERTA FAIR dan Lombok Essay Competition menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat literasi ilmiah, serta membangun jejaring akademik lintas kampus. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang mampu melahirkan generasi muda inovatif,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian agenda, mulai dari presentasi karya esai, seminar ilmiah, diskusi akademik, hingga penganugerahan peserta terbaik. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide dan karya terbaiknya di hadapan dewan juri, sehingga kegiatan ini menjadi ruang adu gagasan yang sehat, produktif, dan inspiratif.
Antusiasme peserta dari berbagai kampus di Indonesia semakin memperkuat posisi FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6 sebagai salah satu ajang ilmiah mahasiswa berskala nasional yang bergengsi. Tidak hanya menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan jejaring antar mahasiswa.
Melalui suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram berharap FAPERTA FAIR dan Lombok Essay Competition dapat terus menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa Indonesia dalam melahirkan gagasan inovatif, memperkuat budaya riset, serta meningkatkan semangat literasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
FAPERTA UMMAT juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang mampu mendukung pengembangan kreativitas, penelitian, dan inovasi mahasiswa sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berdampak bagi bangsa. (HUMAS UMMAT)