Dokumentasi Acara Pembukaan Baitul Arqam Dosen 2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT pada 23 April 2026
MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Baitul Arqam Dosen UMMAT Tahun 2026 di The Jayakarta Resort & Spa Lombok, pada 23–25 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Internalisasi Karakter AIK: Transformasi Profesionalisme Dosen menuju Ekosistem Kampus Islami dan Unggul.”
Kegiatan Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, UMMAT mendorong para dosen untuk semakin menguatkan integritas, profesionalisme, spiritualitas, serta komitmen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi berbasis nilai Islam berkemajuan.
Baitul Arqam Dosen merupakan agenda pembinaan ideologi dan penguatan karakter bagi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai forum penguatan wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga sebagai ruang transformasi untuk membentuk dosen yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, memiliki kesadaran persyarikatan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan kampus.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani atau MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irfan Islami, MM; Ketua Badan Pembina Harian UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si. ; para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, Direktur, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Dekan di lingkungan UMMAT, Magister Diklat, instruktur, panitia, serta seluruh peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026.
Dalam prosesi pembukaan, peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 secara resmi diserahkan oleh Rektor UMMAT kepada Master of Training, Dr. Iman Sumarlan, S.H.I., M.H. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembinaan, penguatan ideologi, dan pendalaman nilai-nilai AIK bagi para dosen UMMAT.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Baitul Arqam Dosen merupakan agenda penting dalam memperkokoh identitas UMMAT sebagai kampus Muhammadiyah. Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga harus mampu menghadirkan nilai keislaman, akhlak, dan semangat kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pelayanan kepada mahasiswa.
“Dosen Muhammadiyah harus mampu menjadi teladan, baik dalam keilmuan, sikap, maupun pengabdian. Nilai-nilai AIK harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas akademik dan kehidupan kampus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan karakter, penguatan komitmen ideologis, serta penyegaran nilai-nilai persyarikatan bagi dosen.
Peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias di The Jayakarta Resort & Spa Lombok. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), profesionalisme, serta komitmen dosen dalam membangun ekosistem kampus Islami dan unggul.
Menurutnya, dosen memiliki posisi strategis dalam membentuk kultur akademik dan karakter mahasiswa. Karena itu, penguatan AIK perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai Islam, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian menjadi bagian dari budaya kerja dosen di lingkungan UMMAT.
Ketua Badan Pembina Harian UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., dalam amanatnya juga menekankan pentingnya menjaga ruh dakwah dan tajdid Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa kampus Muhammadiyah harus hadir sebagai pusat pencerahan, pusat pengembangan ilmu, serta pusat pembinaan generasi unggul yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.
Menurutnya, dosen UMMAT memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah institusi sekaligus mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irfan Islami, M.M., turut memberikan penguatan kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa dosen Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, intelektual, sekaligus kader persyarikatan. Oleh karena itu, Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkokoh ideologi, memperkuat integritas, dan meneguhkan komitmen dosen terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan.
Ia juga menekankan bahwa profesionalisme dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus berjalan seiring dengan kekuatan spiritual, akhlak, dan kesadaran ideologis. Dengan demikian, dosen tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menanamkan nilai, membangun karakter, dan menggerakkan perubahan positif di lingkungan kampus.
Setelah berlangsung selama tiga hari, Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 resmi ditutup pada Sabtu, 25 April 2026. Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan kembali peserta dari Master of Training kepada pihak universitas sebagai simbol selesainya rangkaian pembinaan dan penguatan nilai AIK.
Pada agenda penutupan, UMMAT memberikan apresiasi kepada peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kedisiplinan, partisipasi aktif, dan komitmen selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai AIK dalam kehidupan akademik, sosial, dan kelembagaan di lingkungan kampus.
Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa internalisasi AIK tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi harus menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya kampus. Ia berharap para dosen mampu mengimplementasikan nilai-nilai Baitul Arqam dalam bentuk integritas, kedisiplinan, pelayanan, keteladanan, dan tanggung jawab profesional. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr. Abdul Wahab, M.A., menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada warga dalam kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).
MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan pelatihan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako kepada masyarakat serta memberikan penghargaan kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa yang berlangsung di Masjid Al Khoory UMMAT pada 12 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H yang diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan Ramadhan tidak hanya sebagai momentum penguatan spiritual, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan kampus dengan masyarakat serta mendorong tumbuhnya budaya prestasi di kalangan mahasiswa.
Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, Muhamad Sahril, M.Pd., selaku Ketua Panitia RDK 1447 H, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan dirancang sebagai wadah untuk memperkuat semangat dakwah kampus yang berfokus pada pelatihan, pelayanan, dan kebermanfaatan sosial.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sembako merupakan bentuk nyata kepedulian UMMAT terhadap masyarakat di sekitar kampus dan wilayah binaan. Menurutnya, Ramadhan harus dimaknai sebagai bulan yang menghadirkan keberkahan, solidaritas, dan penguatan hubungan antarsesama.
Sebanyak 300 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang berada di empat wilayah, yaitu Bebidas, Jempong, Baturinggit, dan Bajur . Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat jalinan ukhuwah antara UMMAT dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Habiburrahman, M.Pd., Kepala Baitul Mall UMMAT, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengoptimalkan fungsi sosial kampus melalui program yang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi yang dibangun di lingkungan UMMAT perlu terus dirawat sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
Selain kegiatan sosial, UMMAT juga memberikan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan kampus terhadap partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan, sekaligus penghormatan atas kreativitas, semangat kompetisi yang sehat, dan kontribusi mahasiswa dalam memeriahkan syiar Ramadhan di lingkungan kampus.
Berturut-turut dari kiri, Kepala Divisi Pengkajian LP3IK UMMAT Sahman Z., S.H., M.H., Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT Muhamad Sahril, M.Pd., dan Rektor UMMAT Dr. Abdul Wahab, M.A., (ditengah) menyerahkan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa dalam rangkaian Kaji-Mu Ramadhan di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kedalaman spiritual, dan karakter kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan yang disertai dengan penyaluran bantuan sosial dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi merupakan cerminan dari peran strategi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMMAT untuk terus menghadirkan kampus yang mencerahkan, berkemajuan, dan memberi dampak nyata bagi umat. Oleh karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, kepedulian, serta semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.
Melalui kegiatan ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bernilai edukatif dan spiritual, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semangat berbagi, berprestasi, dan bertumbuh bersama di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat semakin memperkuat peran UMMAT sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, dan berdaya saing. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti Auditorium H. Anwar Ikraman Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) pada Jumat, 24 Oktober 2025. Ribuan mahasiswa baru memenuhi ruangan untuk mengikuti Grand Opening Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA) Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK). Dengan mengusung tema “Pembentukan Karakter Spiritual Gen Z: Purifikasi Aqidah dan Ibadah Menuju Ekosistem Kampus Islami,” kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus, sekaligus membentuk mahasiswa berkarakter unggul, berakhlak mulia, dan berintegritas.
Dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastyo, M.H., hadir sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Najih menekankan pentingnya spiritualitas dalam menghadapi tantangan era digital yang serba cepat dan penuh distraksi. “Generasi Z adalah generasi yang kritis, kreatif, dan dinamis. Namun semua potensi itu akan sia-sia jika tidak dibangun di atas pondasi aqidah yang kuat dan ibadah yang lurus. Melalui Baitul Arqam, mahasiswa diarahkan untuk menjadi agen perubahan yang menebarkan nilai-nilai Islam di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan BAMA ini diikuti oleh 2.044 mahasiswa baru dan akan berlangsung secara bertahap setiap akhir pekan Sabtu-Ahad (25-26 Oktober) hingga 30 November 2025. Menurut Ketua Panitia BAMA, Ilham, M.Pd., BI., Baitul Arqam merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa UMMAT, sekaligus bagian dari proses pembinaan ideologis dan spiritual yang juga diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan.
“Baitul Arqam bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi proses pembentukan karakter Islami yang mendalam. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti dengan penuh kesungguhan, karena kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat untuk mengikuti KKN, yudisium, dan wisuda,” jelas Ilham.
Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak sekadar mengejar nilai akademik, melainkan merupakan bentuk ibadah kepada Allah Swt. “Menuntut ilmu adalah amal ibadah. Melalui Baitul Arqam, kita belajar menjadikan ilmu bukan hanya alat mencapai kesuksesan dunia, tetapi juga jalan menuju keberkahan hidup dan pengabdian kepada Allah,” ungkapnya dengan penuh makna.
Dokumentasi Pemaparan materi oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastyo, M.H.
Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa BAMA menjadi ruang pembinaan integral bagi mahasiswa agar unggul secara intelektual dan spiritual. “Alhamdulillah, Grand Opening Baitul Arqam Mahasiswa kembali dapat terlaksana. Melalui kegiatan ini, kita ingin mencetak mahasiswa yang berilmu, beradab, dan berkarakter Islami. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi sivitas akademika UMMAT,” tutur Rektor.
Momentum BAMA 2025/2026 semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Ayahanda Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., yang memberikan amanat tentang pentingnya membangun karakter spiritual Gen Z melalui purifikasi aqidah dan ibadah. “Baitul Arqam harus mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki ciri khas Islami yang kuat. Outcome-nya harus spesifik, terukur, dan berdampak nyata terhadap kehidupan kampus. Untuk itu, seluruh civitas akademika UMMAT perlu menginternalisasi tujuh budaya kampus Islami,” tegasnya.
Adapun tujuh budaya kampus Islami UMMAT yang menjadi pedoman pembentukan karakter mahasiswa meliputi:
Service Excellent melalui empat S (senyum, salam, sapa, sabar);
Membudayakan shalat berjamaah di Masjid Al-Khoory;
Membaca Al-Qur’an sebelum beraktivitas;
Aktif mengikuti kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan;
Membiasakan berbusana Islami dan tidak merokok di area kampus;
Menjaga akhlak karimah dalam pergaulan; dan
Mengembangkan budaya akademik yang kolaboratif, meritokratis, jujur, tertib, dan amanah.
Ketua LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menuturkan bahwa Baitul Arqam Mahasiswa merupakan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan di Universitas Muhammadiyah Mataram. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan kampus.
“Melalui BAMA, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjadi mahasiswa Muhammadiyah berarti siap meneladani nilai-nilai Islam dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku. Ini adalah fondasi penting untuk membangun ekosistem kampus yang Islami dan berkemajuan,” jelasnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum dan Buku Ajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada Jumat–Sabtu, 26–27 September 2025 di Garden Hotel, Mataram. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai Islam berkemajuan di dunia pendidikan tinggi serta memperkokoh identitas perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai pusat lahirnya generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menjelaskan bahwa workshop ini diinisiasi karena adanya kebutuhan mendesak untuk menyempurnakan kurikulum AIK yang telah diluncurkan oleh Muhammadiyah. Kurikulum tersebut harus diterjemahkan dalam konteks pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa UMMAT.
“Kegiatan ini lahir dari kerisauan terhadap implementasi Kurikulum AIK. Kami ingin memastikan AIK di UMMAT tidak hanya berhenti pada dokumen formal, tetapi benar-benar hidup dalam praktik pembelajaran. Perkembangan buku ajar AIK ini merupakan tajdid atau pembaruan agar mahasiswa UMMAT menjadi insan berilmu, beriman, dan berkemajuan,” jelasnya.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menekankan pentingnya AIK sebagai ruh dalam sistem pendidikan Muhammadiyah. Ia menambahkan bahwa pembaruan kurikulum dan buku ajar AIK diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya mahasiswa yang unggul tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam akhlak dan kontribusi sosial.
“Semoga dari kegiatan ini kita bisa mengikuti perkembangan AIK yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. AIK adalah jati diri perguruan tinggi Muhammadiyah, dan kita punya tanggung jawab untuk menjaganya agar tetap relevan dan kontekstual,” ungkapnya.
Hadir secara khusus memberikan arahan, Prof. Dr. Tabroni, M.Si. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, yang menyampaikan pesan penuh makna. Ia menggarisbawahi bahwa kualitas pengelolaan AIK berbanding lurus dengan kualitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
“Saya punya hipotesis, kalau AIK-nya baik maka PTM juga baik. Sebaliknya, kalau AIK bermasalah maka PTM pun akan bermasalah. Tingkatan tertinggi dalam pengelolaan AIK adalah ketika kampus sudah mencapai loving AIK bahkan mainstreaming AIK. Harapan saya, UMMAT bisa mencapai level itu,” tegasnya.
Prof. Tabroni juga menekankan bahwa mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidaklah mudah. Diperlukan fondasi yang kuat dalam tiga spirit Islam: Pertama, Spirit Tauhid, yang murni dan menjadi landasan dakwah. Kedua, Spirit Ilmu Pengetahuan, agar perguruan tinggi melahirkan lulusan berwawasan luas dan tidak sekadar mengantongi ijazah. Ketiga, Spirit Al-Islam, yang menjadi energi penggerak bagi semua sivitas akademika dalam membumikan nilai Islam berkemajuan.
Sebagai penutup, seluruh peserta sepakat bahwa AIK bukan sekadar mata kuliah wajib, melainkan identitas, ruh, dan napas perjuangan perguruan tinggi Muhammadiyah. Dengan semangat tajdid, UMMAT berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga membawa misi pencerahan peradaban melalui Islam berkemajuan. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Pengkajian, Pengembangan, Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) bersama Biro Administrasi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan (BAUK) sukses menyelenggarakan Baitul Arqam (BA) Pegawai dan Service Excellent (SE). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Bersama Menuju UMMAT yang Islami, Unggul, dan Berkemajuan” dan berlangsung pada 22–24 Agustus 2025 di Lombok Garden Hotel, Mataram.
Ketua Panitia, Ilham, M.Pd., BI., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai UMMAT untuk menyegarkan kembali nilai keislaman dan kemuhammadiyahan sekaligus meningkatkan profesionalitas kerja.
“Peserta terbagi dalam dua forum sesuai sistem perkaderan Muhammadiyah. Baitul Arqam menekankan aspek ideologi, akidah, ibadah, dan akhlak, sedangkan Service Excellent berfokus pada penguatan profesionalitas kerja dan pelayanan prima. Harapan kami, peserta bisa fokus mengikuti seluruh rangkaian acara agar manfaatnya benar-benar dirasakan untuk peningkatan kualitas individu maupun kelembagaan,” ujarnya.
Kepala LP3IK UMMAT, Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa kedua forum ini merupakan bagian integral dari penguatan tujuh ekosistem kampus Islami yang dirancang UMMAT. “QS. Al-Qasas ayat 26 menegaskan bahwa sebaik-baik pegawai adalah al-qowiyul amin, kuat dan dapat dipercaya. Dengan semangat itu, Baitul Arqam dan Service Excellent menjadi sarana memperbaiki kualitas diri sekaligus menumbuhkan amanah dalam tugas. Ideologi dan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan agar UMMAT tampil sebagai kampus Islami, unggul, dan berkemajuan,” jelasnya.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun SDM UMMAT yang profesional, ideologis, dan berorientasi pada pelayanan terbaik. “Setelah kegiatan ini, hasilnya harus nyata, baik dalam peningkatan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Baitul Arqam menanamkan ideologi kemuhammadiyahan, sementara Service Excellent memperkuat profesionalitas kerja. Keduanya adalah kombinasi yang tidak dapat dipisahkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya membangun budaya kerja Islami, jujur, dan bertanggung jawab, mengingat tidak semua pegawai berlatar belakang Muhammadiyah. Karena itu, penguatan ideologi kemuhammadiyahan dan peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi komitmen bersama.
Senada dengan itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., menekankan bahwa keberhasilan pengembangan budaya akademik harus ditopang oleh karakter kolaboratif, profesional, jujur, dan amanah.
“Service Excellent adalah sarana penting untuk membangun etos kerja yang melayani dengan tulus dan penuh integritas, sementara Baitul Arqam memperkuat spiritualitas, akidah, dan akhlak pegawai. Perpaduan keduanya menjadi kunci agar UMMAT mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta Baitul Arqam mendapatkan materi seputar sejarah dan ideologi Muhammadiyah, penguatan akidah, praktik ibadah sesuai tuntunan, serta pembinaan akhlak Islami. Sementara itu, forum Service Excellent difokuskan pada pelatihan etika pelayanan, komunikasi efektif, manajemen kerja, hingga simulasi pelayanan prima sesuai kebutuhan mahasiswa, dosen, dan stakeholder kampus.
Master of Training (MOT), Supratman, M.Pd.I., melaporkan bahwa peserta yang hadir terdiri atas 39 orang untuk forum SE (30 laki-laki dan 9 perempuan) serta 36 orang untuk forum BA. Ia menambahkan bahwa tindak lanjut kegiatan ini antara lain mengikuti pengajian Muhammadiyah minimal sekali sebulan, aktif dalam organisasi persyarikatan, membuat Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), serta memperkaya literasi dengan buku-buku referensi Muhammadiyah.
Peserta terbaik SE diraih oleh Saniah (FKIP), Haryati (MBS UMMAT), dan Sanusin (Security). Sementara Indra Wijaya (Staff BPH) terpilih sebagai peserta teraktif. Untuk forum BA, peserta terbaik diberikan kepada Sigit Pranoto (Humas dan Protokoler), Vita Lestari (UPT P2W), dan Ahmad Masahur (Fakultas Pertanian), sedangkan Munandar (UPT PPTIK) terpilih sebagai peserta teraktif.
Ibu Nuraini, salah satu peserta SE, menyampaikan kesan positifnya. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan luar biasa ini. Ilmu dan semangat yang kami dapatkan menjadi bekal untuk memberikan pelayanan terbaik di UMMAT,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Toni Sabara, peserta BA. “Pelajaran yang kami dapatkan bukan hanya pengetahuan baru, tetapi juga motivasi spiritual. Bahkan, kami diajarkan untuk menebus kesalahan dengan infak, sebuah nilai ibadah yang sangat bermakna,” tuturnya.
Menutup kegiatan, Rektor UMMAT kembali menegaskan harapan besar agar hasil BA dan SE benar-benar terealisasi dalam tupoksi masing-masing pegawai. “Tujuan Baitul Arqam adalah memperkuat pemahaman Islam dan Muhammadiyah bagi staf, sementara Service Excellent harus membawa nilai tambah dalam pelayanan prima. Tahun 2026 kita menghadapi akreditasi universitas, maka seluruh komponen kampus harus berbenah,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) kembali menyelenggarakan kegiatan Kaji-MU Fakultas sebagai bagian dari program unggulan kelembagaan dalam meneguhkan ideologi Muhammadiyah di lingkungan akademik. Kegiatan ini telah dimulai sejak 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 19 September 2025, dengan menyasar dosen dan tenaga kependidikan di tingkat fakultas, unit, dan lembaga.
Kaji-MU tahun ini mengambil fokus pada penguatan nilai-nilai ideologis dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan kampus melalui materi utama seperti Ekosistem Kampus Islami, Risalah Islam Berkemajuan, dan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Pada bagian Ekosistem Kampus Islami, peserta diajak untuk membudayakan layanan prima melalui prinsip 4S (senyum, salam, sapa, sabar), memperkuat budaya salat berjamaah di Masjid Al-Khoory, dan menghidupkan semangat membaca Al-Qur’an sebelum beraktivitas. Selain itu, ditekankan pula pentingnya menjaga penampilan dengan berbusana Islami, menjauhi rokok di lingkungan kampus, membangun interaksi sosial dengan akhlak karimah, serta menumbuhkan atmosfer akademik yang kolaboratif, jujur, tertib, meritokratis, dan amanah.
Materi Risalah Islam Berkemajuan mengajak sivitas akademika untuk memahami Islam sebagai agama yang berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta menghidupkan semangat ijtihad dan tajdid. Islam yang berkemajuan juga harus memegang prinsip wasathiyah, membawa rahmat bagi semesta alam, berkhidmat untuk kemaslahatan umat manusia, serta berperan dalam membangun peradaban.
Dalam rangka penguatan fikih amaliah Muhammadiyah, disampaikan pula materi Himpunan Putusan Tarjih yang difokuskan pada teori dan praktik pengurusan jenazah. Materi ini dipandu oleh para narasumber berkompeten yang berasal dari kalangan akademisi, ulama, dan praktisi Muhammadiyah, di antaranya Dr. TGH. Falahudin, M.Ag., Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., Drs. H. Syamsudin Anwar, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., Dr. TGH. Sukarta, M.Pd.I., Dr. Mukhlishin, M.S.I., Dr. Mappanyompa, M.Pd.I., Dr. Immawanto, M.Sy., Muhiburrahman, M.Pd., Saprun, M.Pd.I., Abdul Hafiz, M.Pd.I., Dewi Urifah, M.Pd.I., Sahman Z., M.H., Najamudin, M.Pd.I., dan Suwandi, M.Pd.
Ketua panitia, Sahman Z., M.H., menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dan antusiasme dari seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa Kaji-MU merupakan ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus mempererat silaturahmi antarunit di lingkungan kampus. Harapannya, program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis.
Kepala LP3IK UMMAT, Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., menambahkan bahwa pelaksanaan Kaji-MU secara rutin satu pekan sekali selama masa libur semester genap menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai dasar Muhammadiyah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wasilah dalam menanamkan sikap bermuhammadiyah yang berkemajuan, tidak hanya dalam lingkungan kampus, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat yang lebih luas.
Dengan mengedepankan semangat Islam berkemajuan dan nilai-nilai keislaman yang inklusif, UMMAT terus berkomitmen membangun ekosistem kampus Islami yang mampu mencetak generasi intelektual yang berkarakter, berintegritas, dan berdedikasi untuk kemaslahatan umat. (HUMAS UMMAT)