Tiga mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram yang berhasil menorehkan prestasi nasional, yakni Safaruddin, Alfian Rahman Hadi, dan Hanik. Capaian ini menjadi bukti komitmen FKIP UMMAT dalam mendorong budaya akademik, riset, dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
MATARAM — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian mahasiswa di tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa FKIP UMMAT dalam bidang olimpiade matematika serta penulisan artikel jurnal ilmiah kepemudaan.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Safaruddin, berhasil lolos ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Tahun 2026. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Alfian Rahman Hadi, serta mahasiswa Program Studi PPKn FKIP UMMAT, Hanik, juga meraih prestasi sebagai Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik Tahun 2025 pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus menunjukkan kemampuan terbaiknya di level nasional.
“Alhamdulillah, atas nama pimpinan UMMAT, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kelolosan mahasiswa pada ajang ONMIPA Tahun 2026 serta raihan penghargaan sebagai Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik merupakan bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing, unggul, dan menghadirkan karya yang berdampak,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan program studi, tetapi juga menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika UMMAT untuk terus membangun budaya akademik yang kreatif, inovatif, dan kompetitif.
“Saya percaya bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban,” tambahnya.
Dr. Erwin juga berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar berani bermimpi, aktif berkarya, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi, penelitian, publikasi ilmiah, maupun kegiatan akademik dan nonakademik di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa FKIP UMMAT menembus level nasional merupakan capaian penting yang harus disyukuri sekaligus dipersiapkan dengan serius.
“Untuk ONMIPA, tentu ini sudah masuk pada level nasional. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi mahasiswa, dan tantangannya pasti lebih besar. Semoga mahasiswa kita dapat mempersiapkan diri dengan baik. Kami juga sudah menekankan kepada program studi dan pembimbing ONMIPA agar melakukan persiapan sebaik mungkin,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap mahasiswa FKIP UMMAT yang berhasil meraih predikat sebagai penulis artikel jurnal ilmiah kepemudaan terbaik. Menurutnya, capaian tersebut tidak mudah diraih karena tidak banyak mahasiswa yang mampu menembus publikasi ilmiah, terlebih meraih predikat terbaik pada kegiatan tingkat kementerian.
“Mahasiswa yang lolos sebagai penulis artikel terbaik ini juga merupakan capaian luar biasa. Tidak banyak mahasiswa yang bisa diterima, publish, dan menjadi best article di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pastinya capaian ini sangat memotivasi mahasiswa lainnya. Mereka juga merupakan mahasiswa kelas riset, dan teman-temannya sangat bangga dengan capaian tersebut,” ujarnya.
Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Abdillah, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
“Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram patut berbangga atas prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa di tingkat nasional. Safaruddin berhasil lolos ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Matematika Tahun 2026 setelah bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia menyebut, capaian Safaruddin menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMMAT memiliki kompetensi akademik, daya saing, dan kualitas intelektual yang mampu berkompetisi di tingkat nasional. Final olimpiade tersebut rencananya akan dilaksanakan di Universitas Airlangga Surabaya pada 8–12 Juni 2026.
“Besar harapan kita semua semoga Safaruddin dapat memberikan hasil terbaik, mengharumkan nama program studi, fakultas, dan Universitas Muhammadiyah Mataram dengan meraih prestasi sebagai juara nasional,” harap Abdillah.
Selain itu, Abdillah juga mengapresiasi capaian Alfian Rahman Hadi yang berhasil memperoleh predikat Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik Tahun 2025. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi ilmiah, kreativitas berpikir, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan isu-isu kepemudaan di Indonesia.
Capaian mahasiswa FKIP UMMAT ini menjadi bukti bahwa pembinaan akademik, budaya riset, dan pengembangan potensi mahasiswa terus tumbuh di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram. Kampus berkomitmen memberikan dukungan, pendampingan, dan ruang pengembangan agar semakin banyak mahasiswa mampu berprestasi serta membawa nama baik universitas, daerah, dan Indonesia.
“Selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa berprestasi. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan menjadi bagian dari generasi UMMAT Berdampak,” tutup Dr. Erwin. (HUMAS UMMAT)
Para pemenang Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-NTB Tahun 2026 berfoto bersama panitia, dewan juri, dan perwakilan UMMAT pada malam penganugerahan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas UKM Teater Sasentra UMMAT ini menjadi ruang apresiasi kreativitas, seni, dan karakter pelajar NTB.
MATARAM — Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 resmi mencapai puncak apresiasi melalui malam penganugerahan yang berlangsung meriah di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tersebut menjadi ruang penting bagi pelajar NTB untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, serta kepekaan sosial melalui seni pertunjukan.
Sejak dibuka pada 18 Mei 2026, PTP V menghadirkan puluhan kelompok teater pelajar dari berbagai daerah di NTB. Para peserta tampil dalam kategori monolog dan pertunjukan teater dengan membawakan karya-karya terbaik yang edukatif, kritis, dan inspiratif. Antusiasme peserta dan penonton yang terus meningkat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat kuat di hati generasi muda.
Malam penganugerahan berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan apresiasi. Berbagai penghargaan diberikan kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras, keberanian, kedisiplinan, serta dedikasi pelajar dalam menghidupkan panggung teater di NTB.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, guru pembina, dewan juri, media partner, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PTP V Tahun 2026. Menurutnya, Pekan Teater Pelajar bukan hanya sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga ruang pendidikan karakter dan pembelajaran sosial bagi generasi muda.
“Pekan Teater Pelajar ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana generasi muda NTB belajar berpikir kritis, bekerja sama, berani menyampaikan gagasan, serta membangun kepekaan sosial melalui seni pertunjukan,” ujarnya.
Dr. Erwin menegaskan bahwa teater memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar. Melalui proses latihan, pementasan, dan kerja kolektif, pelajar belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, empati, komunikasi, serta keberanian tampil di ruang publik. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan berdaya saing.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Taman Budaya NTB yang telah memberikan dukungan besar terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Taman Budaya NTB dinilai konsisten menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas seni pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni di daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Taman Budaya NTB yang telah menjadi mitra strategis dalam menghadirkan ruang ekspresi dan apresiasi seni bagi generasi muda. Dukungan ini sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem seni dan budaya di NTB,” tambahnya.
Lebih lanjut, WR III UMMAT juga memberikan tantangan sekaligus harapan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat agar pada penyelenggaraan PTP berikutnya dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan seni pelajar di daerah.
“Kami berharap dan menantang Dikpora NTB agar pada PTP berikutnya dapat hadir lebih kuat memberikan support, baik dalam bentuk pembinaan, kolaborasi program, maupun dukungan terhadap pengembangan kreativitas pelajar. Sebab kegiatan seperti ini adalah investasi penting dalam membangun generasi muda NTB yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter,” tegasnya.
Menurut Dr. Erwin, kegiatan seperti Pekan Teater Pelajar perlu mendapatkan perhatian serius karena mampu menghubungkan dunia pendidikan, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. PTP tidak hanya melahirkan pertunjukan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarsekolah, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan pelaku industri kreatif.
Ia menegaskan bahwa UMMAT akan terus mendukung hadirnya ruang-ruang kreativitas bagi mahasiswa dan pelajar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat, karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan ekosistem seni dan budaya yang lebih kuat di NTB. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan dunia industri kreatif harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki ruang tumbuh yang sehat, produktif, dan berdampak,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan PTP V Tahun 2026, UKM Teater Sasentra UMMAT kembali menegaskan perannya sebagai ruang kaderisasi seni, kreativitas, dan pendidikan karakter bagi generasi muda NTB. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat, memperkuat ekosistem seni pertunjukan, serta menghidupkan budaya apresiasi di kalangan pelajar. (HUMAS UMMAT)
Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram bersama perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), narasumber, dan peserta berfoto bersama usai kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT, Kamis (21/5/2026).
MATARAM — Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi mahasiswa, dan daya saing lulusan melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kegiatan yang mengusung tema “Penerapan Standardisasi Nasional pada Bidang Pertanian Guna Mendukung Mutu Lulusan Perguruan Tinggi” ini dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena disebut sebagai pelaksanaan SNI Goes To Campus pertama pada tingkat universitas di NTB dalam bidang pertanian. Program tersebut bertujuan memperkenalkan budaya mutu, penerapan standar, dan pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan berperan di dunia industri, usaha, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.
Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa lingkup Fakultas Pertanian, serta peserta dari berbagai kalangan. Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada sesi diskusi terkait penerapan SNI di sektor pertanian, industri pangan, dan pengembangan produk lokal.
Dalam sambutannya, Nur Hidayati, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, menyampaikan bahwa penerapan standar merupakan aspek penting dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Menurutnya, standardisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga mencakup keamanan pangan, efisiensi proses produksi, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang standardisasi kepada mahasiswa sejak dini. Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran mutu dalam setiap proses produksi, inovasi, dan pengembangan usaha di bidang pertanian.
Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BSN atas kolaborasi melalui program SNI Goes To Campus. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin menekankan aspek kualitas, keamanan, dan standardisasi produk.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya penerapan standar nasional dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian serta menjadi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia industri,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Bagus Muhammad Irvan, Fasilitator Penerapan SNI BSN, dengan tema “From Farm to Table: Peran SNI dalam Menjamin Mutu Produk Hasil Pertanian.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan SNI pada seluruh rantai produksi pertanian, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai kepada konsumen.
Ia menekankan bahwa penerapan standar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta, terutama saat membahas tantangan penerapan standar di sektor pertanian dan peluang kerja di bidang standardisasi serta penjaminan mutu.
Selain materi akademik dan teknis, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi usaha yang telah berhasil menerapkan standar mutu. Fina Novianti, Owner CV. Ading Walet Al-Buntaran, membawakan materi bertajuk “Success Story CV Ading Walet Al-Buntaran Menerapkan SNI 8998:2021 Sarang Burung Walet Bersih (Edible Bird Nest).”
Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman proses pengembangan usaha sarang burung walet hingga berhasil menerapkan SNI 8998:2021. Ia menjelaskan bahwa penerapan standar mutu berdampak positif terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta perluasan peluang pemasaran. Kisah sukses tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa penerapan SNI tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga penting bagi usaha kecil dan menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk.
Melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus ini, FAPERTA UMMAT berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dapat terus diperkuat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya budaya mutu dan standardisasi sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian yang maju, modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Mahasiswa D3 Farmasi UMMAT dan Warga berfoto bersama usai pembagian sembako di TPA Kebun Kongo
LOMBOK BARAT — Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan bakti sosial di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan paket sembako kepada 25 warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan bekerja di area TPA.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya menekankan pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami realitas sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila dalam kehidupan nyata.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai moral, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman.
“Di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan terdapat banyak nilai seperti moral, Pancasila, dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya disuguhkan teori di dalam kelas, tetapi mereka bisa melihat langsung realitas kehidupan dan fenomena sosial di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan warga yang mencari nafkah di tengah tumpukan sampah memberikan pelajaran penting tentang perjuangan hidup, rasa syukur, dan cara memandang kehidupan dari sudut yang lebih luas.
“Mereka bisa melihat bagaimana sebagian masyarakat mencari rezeki di tengah tumpukan sampah. Sampah yang bagi sebagian orang dianggap jijik dan bau, ternyata menjadi sumber penghidupan bagi orang lain. Itu yang ingin saya tunjukkan kepada mahasiswa, agar mereka melihat sisi lain dari kehidupan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung seperti ini penting untuk membangun kepekaan sosial mahasiswa sejak dini. Mahasiswa, lanjutnya, tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Ini adalah pembelajaran langsung agar mahasiswa memiliki sensitivitas sosial. Ke depan ketika mereka menjadi pemimpin, mereka sudah memiliki bekal sosial dan rasa empati terhadap masyarakat,” tambahnya.
Selain membagikan sembako, para mahasiswa juga berdialog langsung dengan warga sekitar TPA. Mereka mengamati aktivitas warga dalam memilah sampah bernilai ekonomis untuk dijual kembali demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari proses tersebut, mahasiswa belajar bahwa kerja keras, ketabahan, dan harapan dapat tumbuh bahkan di tengah kondisi kehidupan yang tidak mudah.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga TPA Kebun Kongok menyambut baik kehadiran mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang datang membawa semangat kepedulian sosial.
Khairil, salah satu perwakilan warga TPA Kebun Kongok, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang sudah mau berbagi dengan kami. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Widhita Afni Anggraeni, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi dan urunan dari seluruh mahasiswa di kelas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi berbagi, tetapi juga pengalaman yang membuka mata mahasiswa tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan teman-teman kelas. Kami bersama-sama mengumpulkan bantuan untuk warga di TPA. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberi banyak pelajaran bagi kami,” katanya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa D3 Farmasi UMMAT tidak hanya belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sosial. Di tengah tumpukan sampah, mahasiswa menemukan pelajaran berharga tentang kemanusiaan, rasa syukur, perjuangan hidup, dan pentingnya hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga insan yang peka, peduli, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Sikur, Ahad, 17 Mei 2026. Peresmian ini turut disaksikan Gubernur NTB, Ketua PWM NTB, Rektor UMMAT, serta tokoh Muhammadiyah Lotim.
Lombok Timur — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat resmi menghadirkan Gedung Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur sebagai ikhtiar besar memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Peresmian berlangsung pada Ahad, 17 Mei 2026, di Sikur, Lombok Timur.
Gedung rumah sakit tersebut diresmikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga merupakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Sc., Bupati Lombok Timur, Ketua PWM NTB Dr. H. Falahudin, M.Ag., jajaran PWM NTB, Rektor UMMAT, tokoh Muhammadiyah, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah se-NTB.
Kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi harapan baru bagi masyarakat Lombok Timur dan kawasan sekitarnya. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat, berkualitas, ramah, dan mudah diakses.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, peresmian gedung rumah sakit ini menjadi simbol penguatan peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan. Melalui RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur, UMMAT dan Muhammadiyah NTB menegaskan komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan kesehatan.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit harus berjalan seiring dengan penguatan budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks, terutama pada generasi muda yang mulai menghadapi berbagai persoalan akibat pola hidup kurang sehat.
Ia menyoroti meningkatnya risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, gangguan penglihatan, hingga berbagai gangguan kesehatan lain yang dipengaruhi oleh minimnya aktivitas fisik dan penggunaan gawai secara berlebihan.
“Membangun masyarakat yang berbudaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar membangun rumah sakit. Karena itu, edukasi hidup sehat harus terus diperkuat,” ujarnya.
Prof. Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kata dia, terus mendorong berbagai program pembiasaan di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui gerakan Senam Anak Indonesia Hebat.
Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. menyampaikan sambutan dalam Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Sikur, Ahad, 17 Mei 2026.
Selain itu, Prof. Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah NTB dan UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan amal usaha untuk kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kualitas rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh sikap tenaga kesehatan dalam melayani pasien.
“Kunci layanan kesehatan adalah keramahan dan ketulusan dalam melayani masyarakat. Layani masyarakat dengan senyuman dan empati,” pesannya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal., menyampaikan optimisme besar terhadap kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal sosial yang kuat berupa kepercayaan masyarakat, tradisi pengabdian, serta tata kelola organisasi yang konsisten.
Gubernur menilai rumah sakit Muhammadiyah selama ini memiliki karakter pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur diyakini akan memperkuat ekosistem layanan kesehatan di NTB, khususnya di Lombok Timur.
“Di mana pun rumah sakit Muhammadiyah hadir, selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kepercayaan itu harus terus dijaga dengan pelayanan yang baik, profesional, dan penuh empati,” tegasnya.
Ketua PWM NTB, Dr. H. Falahudin, M.Ag., menyampaikan bahwa peresmian RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah dalam bidang kesehatan. Menurutnya, rumah sakit ini lahir dari semangat kolektif persyarikatan untuk menghadirkan layanan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Rumah sakit ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk melayani umat dan bangsa. Kehadirannya bukan hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi media dakwah kemanusiaan yang menghadirkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan profesionalitas,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah NTB akan terus mendorong penguatan amal usaha di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dr. H. Falahudin berharap RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur dapat dikelola dengan amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat luas.
“Kami berharap rumah sakit ini menjadi amal usaha yang maju, dipercaya masyarakat, dan memberikan pelayanan terbaik. Semangatnya harus tetap sama, yaitu menolong, mencerahkan, dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kehadiran perwakilan Bupati Lombok Timur dalam peresmian ini menjadi penanda penting bahwa pembangunan layanan kesehatan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi sosial keagamaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Foto bersama Sekretaris PP Muhammadiyah, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, PWM NTB, UMMAT, dan tamu undangan usai Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur.
Pemerintah daerah diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan UMMAT dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, terutama bagi masyarakat di wilayah Lombok Timur dan daerah penyangga sekitarnya.
Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah NTB dalam memperluas amal usaha di bidang kesehatan. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan modern yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur diharapkan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi pusat edukasi kesehatan, pembiasaan hidup sehat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Lombok Timur, NTB, dan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Suasana pembukaan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Gedung BGTK NTB, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus BEM, DPM Fakultas, dan UKM sebagai upaya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembentukan kader Ormawa sebagai penggerak dakwah kampus UMMAT.
MATARAM – Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.
Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT, meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah, serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.
“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.
“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.
Dr. Anugrah juga menekankan bahwa para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena dianggap belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka diberikan ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.
“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.
“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.
Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa UMMAT telah dibekali dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ditingkatkan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.
“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.
Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.
“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.
Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.
“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (HUMAS UMMAT)