Dokumentasi Acara Pembukaan Baitul Arqam Dosen 2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT pada 23 April 2026

MATARAM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Baitul Arqam Dosen UMMAT Tahun 2026 di The Jayakarta Resort & Spa Lombok, pada 23–25 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Internalisasi Karakter AIK: Transformasi Profesionalisme Dosen menuju Ekosistem Kampus Islami dan Unggul.”

Kegiatan Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, UMMAT mendorong para dosen untuk semakin menguatkan integritas, profesionalisme, spiritualitas, serta komitmen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi berbasis nilai Islam berkemajuan.

Baitul Arqam Dosen merupakan agenda pembinaan ideologi dan penguatan karakter bagi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai forum penguatan wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga sebagai ruang transformasi untuk membentuk dosen yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, memiliki kesadaran persyarikatan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan kampus.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani atau MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irfan Islami, MM; Ketua Badan Pembina Harian UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si. ; para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, Direktur, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Dekan di lingkungan UMMAT, Magister Diklat, instruktur, panitia, serta seluruh peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026.

Dalam prosesi pembukaan, peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 secara resmi diserahkan oleh Rektor UMMAT kepada Master of Training, Dr. Iman Sumarlan, S.H.I., M.H. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembinaan, penguatan ideologi, dan pendalaman nilai-nilai AIK bagi para dosen UMMAT.

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Baitul Arqam Dosen merupakan agenda penting dalam memperkokoh identitas UMMAT sebagai kampus Muhammadiyah. Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga harus mampu menghadirkan nilai keislaman, akhlak, dan semangat kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pelayanan kepada mahasiswa.

“Dosen Muhammadiyah harus mampu menjadi teladan, baik dalam keilmuan, sikap, maupun pengabdian. Nilai-nilai AIK harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas akademik dan kehidupan kampus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan karakter, penguatan komitmen ideologis, serta penyegaran nilai-nilai persyarikatan bagi dosen.

Peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias di The Jayakarta Resort & Spa Lombok. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), profesionalisme, serta komitmen dosen dalam membangun ekosistem kampus Islami dan unggul.

Menurutnya, dosen memiliki posisi strategis dalam membentuk kultur akademik dan karakter mahasiswa. Karena itu, penguatan AIK perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai Islam, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian menjadi bagian dari budaya kerja dosen di lingkungan UMMAT.

Ketua Badan Pembina Harian UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., dalam amanatnya juga menekankan pentingnya menjaga ruh dakwah dan tajdid Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa kampus Muhammadiyah harus hadir sebagai pusat pencerahan, pusat pengembangan ilmu, serta pusat pembinaan generasi unggul yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

Menurutnya, dosen UMMAT memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah institusi sekaligus mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irfan Islami, M.M., turut memberikan penguatan kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa dosen Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, intelektual, sekaligus kader persyarikatan. Oleh karena itu, Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkokoh ideologi, memperkuat integritas, dan meneguhkan komitmen dosen terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan.

Ia juga menekankan bahwa profesionalisme dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus berjalan seiring dengan kekuatan spiritual, akhlak, dan kesadaran ideologis. Dengan demikian, dosen tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menanamkan nilai, membangun karakter, dan menggerakkan perubahan positif di lingkungan kampus.

Setelah berlangsung selama tiga hari, Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 resmi ditutup pada Sabtu, 25 April 2026. Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan kembali peserta dari Master of Training kepada pihak universitas sebagai simbol selesainya rangkaian pembinaan dan penguatan nilai AIK.

Pada agenda penutupan, UMMAT memberikan apresiasi kepada peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kedisiplinan, partisipasi aktif, dan komitmen selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai AIK dalam kehidupan akademik, sosial, dan kelembagaan di lingkungan kampus.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa internalisasi AIK tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi harus menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya kampus. Ia berharap para dosen mampu mengimplementasikan nilai-nilai Baitul Arqam dalam bentuk integritas, kedisiplinan, pelayanan, keteladanan, dan tanggung jawab profesional. (HUMAS UMMAT)