Prosesi pemotongan pita sebagai tanda peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT oleh Wakil Rektor III UMMAT bersama Baznas NTB di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).
MATARAM — Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Baznas NTB resmi meluncurkan Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT . Kegiatan ini berlangsung di Lapangan FISIPOL UMMAT, pada Senin, 27 April 2026.
Program ini menjadi langkah strategis UMMAT dalam memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Melalui Z Coffee dan kelompok bisnis mahasiswa, UMMAT berupaya menghadirkan ruang praktik bisnis yang nyata, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kampus dalam memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki mental dan orientasi sebagai entrepreneur muda. Menurutnya, penanaman jiwa kewirausahaan bukan hal yang mudah, tetapi menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Agenda ini bertujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk memiliki mental sebagai pebisnis. Penanaman jiwa entrepreneur memang tidak mudah, tetapi sangat penting untuk terus dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini para lulusan perguruan tinggi senantiasa dihadapkan pada tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Karena itu, perguruan tinggi perlu menghadirkan program yang mampu mendorong mahasiswa untuk menciptakan peluang, bukan hanya menunggu kesempatan kerja.
“Hari ini kita mengalami problem serius. Para alumni dan lulusan selalu dihadapkan dengan tantangan dunia kerja. Ide inilah yang menjadi stimulus agar mahasiswa mulai membangun keberanian, kreativitas, dan kemandirian dalam berwirausaha,” tambahnya.
Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal, bersama jajaran pimpinan UMMAT meninjau gerai Z Coffee usai peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).
Wakil Rektor III UMMAT juga menegaskan bahwa pengembangan bisnis mahasiswa di lingkungan UMMAT telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Beberapa kelompok bisnis mahasiswa bahkan telah berhasil memperoleh penghargaan dari kementerian, sehingga menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Di antara bisnis mahasiswa ini, ada juga yang telah mendapat penghargaan dari kementerian. Ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa UMMAT sangat besar dan perlu terus difasilitasi melalui program inkubasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, hadirnya Z Coffee merupakan program yang strategis dan potensial. Ia berharap Baznas NTB dapat terus menjadi mitra UMMAT dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis kampus.
“Z Coffee ini cukup bombastis dan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kami berharap Baznas NTB dapat menjadi mitra dalam mendukung entrepreneur di lingkungan UMMAT. Ke depan, program ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan program pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas untuk meluluskan mahasiswa secara akademik, tetapi juga menyiapkan mereka agar memiliki wawasan kewirausahaan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Sesungguhnya tugas kita bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga memberikan wawasan terkait kewirausahaan dan dunia kerja. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa UMMAT memiliki jiwa entrepreneur,” ungkapnya.
Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal Murad, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran Z Coffee atau Zakat Coffee merupakan bagian dari upaya Baznas NTB untuk mendorong literasi dan syiar pengelolaan dana infak, zakat, dan sedekah secara lebih sistematis dan produktif.
Menurutnya, salah satu program penting Baznas NTB adalah pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi mahasiswa di lingkungan kampus. Z Coffee menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana dana sosial keagamaan dapat dikelola untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.
“Melalui peluncuran Z Coffee ini, kami ingin mendorong sekaligus mensyiarkan pengelolaan dana infak dan zakat secara sistematis. Salah satu program Baznas NTB adalah pemberdayaan, dan Z Coffee ini menjadi bagian dari pemberdayaan mustahik di lingkungan kampus,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa penerima manfaat program ini dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik. Dengan demikian, ke depan mereka tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan bahkan mampu menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.
“Mahasiswa yang menerima program ini diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan. Ke depan, mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi menjadi pemberi. Kita juga berharap melalui Z Coffee, literasi zakat semakin dekat dan masuk kepada generasi Z,” tuturnya.
Peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, serta berdaya saing. (HUMAS UMMAT)
Foto bersama peserta, narasumber, fasilitator, dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II bertema Internasionalisasi Kebijakan dan Strategi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) resmi membuka Workshop Dies National Multiplication Trainings (NMT-DIES) Tahap Kedua pada 6 April 2026 di Hotel Lombok Garden, Mataram. Kegiatan ini berlangsung hingga 8 April 2026 dengan mengusung tema “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia” atau “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Kampus Berdampak di Indonesia.” Rangkaian ini merupakan kelanjutan dari workshop tahap pertama yang telah digelar pada 27–29 Oktober 2025.
Workshop nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam membangun kebijakan dan strategi internasionalisasi yang terukur, inklusif, dan berdampak. Pada tahap pertama, program ini diikuti 22 peserta dari berbagai perguruan tinggi di NTB dan luar NTB, dan dirancang berlanjut ke tahap kedua pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan jejaring serta kolaborasi antarkampus.
Pelaksanaan kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Office of International Affairs UMMAT, DAAD (German Academic Exchange Service), University of Potsdam, Jerman, serta mitra perguruan tinggi dalam negeri, yaitu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dalam publikasi Universitas Jenderal Soedirman, konsorsium Indonesia untuk program ini memang melibatkan lima kampus tersebut, termasuk UMMAT, di bawah skema DIES yang didukung DAAD.
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta yang telah mengirimkan delegasi terbaiknya dan berpartisipasi aktif dalam workshop ini. Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi, keterbukaan, dan pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang lebih berdampak dan berdaya saing global.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan Perayaan pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).
Menurut Rektor, internasionalisasi di UMMAT bukan lagi sekadar gagasan, melainkan telah menjadi langkah nyata yang terus berkembang. Hal itu tercermin dari capaian UMMAT pada Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menerima 14 mahasiswa internasional dari empat negara, yaitu Sudan, Yaman, Ghana, dan Nigeria. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bukti bahwa UMMAT semakin dipercaya sebagai kampus Islami yang inklusif, terbuka, dan siap bersaing di tingkat global.
Rektor UMMAT juga menilai bahwa kehadiran mahasiswa internasional memberi energi baru bagi penguatan atmosfer akademik yang multikultural sekaligus memperluas jejaring internasional kampus. Ia berharap forum seperti NMT-DIES mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam bentuk kerja sama akademik, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan promosi kampus di tingkat internasional. Pernyataan Rektor tentang penerimaan mahasiswa internasional tersebut juga telah ditegaskan dalam publikasi resmi UMMAT saat penyambutan mahasiswa asing tahun akademik 2025/2026.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa UMMAT berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak. Menurutnya, workshop ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat jejaring, mendorong peningkatan mutu akademik, riset, dan mobilitas internasional, serta memperluas kontribusi nyata UMMAT bagi pembangunan daerah dan nasional. Jabatan dan pernyataan tersebut sejalan dengan publikasi resmi KUIK UMMAT mengenai penguatan posisi strategis UMMAT dalam kerja sama global.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menekankan bahwa internasionalisasi kampus harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam reputasi, tetapi juga kuat dalam kualitas layanan akademik, jejaring global, dan dampak sosial. Karena itu, menurutnya, kegiatan seperti NMT-DIES sangat penting untuk mempertemukan para pengelola kerja sama dan kantor urusan internasional dari berbagai kampus agar dapat saling belajar, berbagi praktik baik, dan menyusun langkah kolaboratif yang berkelanjutan.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa hasil yang mulai dirasakan dari workshop ini antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai strategi internasionalisasi kampus, terbukanya ruang berbagi praktik baik antar-institusi, munculnya peluang kolaborasi baru baik nasional maupun internasional, serta meningkatnya peluang inbound international academic mobility ke kampus-kampus di Nusa Tenggara Barat. Arah ini konsisten dengan tujuan NMT yang disebutkan oleh penyelenggara dan mitra, yaitu membangun praktik internasionalisasi yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.
Workshop tahap kedua ini juga menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman dari tingkat nasional dan internasional, serta diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, khususnya para pengelola dan PIC International Office. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi penting bagi kampus-kampus di Indonesia, terutama di NTB, untuk semakin siap memperluas jejaring global, meningkatkan promosi internasional, dan memperkuat penerimaan mahasiswa asing. Informasi resmi sebelumnya juga menunjukkan bahwa tema, format, dan jejaring workshop ini memang diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia secara kolaboratif.
Dengan dibukanya Workshop NMT-DIES Tahap Kedua ini, UMMAT kembali menegaskan sebagai kampus yang aktif membangun kerja sama internasional dan mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing global. Diharapkan, hasil dari lokakarya ini dapat ditindaklanjuti menjadi program-program konkret yang berdampak luas dan berkelanjutan. Internasionalisasi, pada akhirnya, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menghadirkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia yang lebih maju, terbuka, dan kompetitif. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu kehormatan Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin berfoto bersama usai kegiatan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kamis (2/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, dekan, direktur, dosen, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperluas jejaring internasional, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri farmasi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin. Ia juga memaparkan sejarah singkat UMMAT serta arah pengembangan universitas yang berorientasi pada kolaborasi global.
“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin di kampus UMMAT. Kehadiran beliau merupakan kehormatan besar bagi kami, sekaligus menjadi energi baru untuk memperkuat jejaring internasional UMMAT, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan farmasi,” ujar Dr. Abdul Wahab.
Ia menegaskan bahwa UMMAT terus membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama strategis lintas negara yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi.
“UMMAT tidak hanya ingin tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga berperan aktif dalam percakapan dan kolaborasi global. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan, memperluas kemitraan, dan menghadirkan peluang nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Datuk Zuraida sebagai momentum penting dalam membuka jalan kerja sama strategis antara UMMAT, jejaring Muhammadiyah, dan mitra industri internasional.
Sesi pemaparan materi oleh Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dalam kegiatan International Guest Lecture UMMAT
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan kehormatan besar karena Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin hadir di tengah-tengah kita. Beliau bukan hanya tokoh penting di Malaysia, tetapi juga figur yang memiliki jejaring luas dan pengalaman besar dalam pemerintahan, parlemen, serta pembangunan masyarakat. Ini adalah peluang strategis yang harus kita sambut dengan kesungguhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi yang sangat potensial, khususnya dalam menjajaki kerja sama dengan para pengusaha dan pelaku industri di India dalam bidang farmasi.
“Kami melihat ada peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret, termasuk dalam pengembangan industri obat-obatan di Indonesia. Kehadiran beliau dapat menjadi jembatan penting dalam mempertemukan UMMAT dengan jejaring industri dan investor yang relevan. Insyaallah, komunikasi ini akan terus kami tindak lanjuti secara intensif agar cita-cita besar tersebut dapat diwujudkan bersama,” tegasnya.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional merupakan kebutuhan strategis di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun inovasi dan daya saing tanpa dukungan kemitraan yang kuat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Melalui kemitraan semacam ini, kita dapat mendorong inovasi, memperkuat kapasitas riset, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap tantangan global,” jelas Asbah.
Ia menambahkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi institusi maupun masyarakat.
“Kerja sama ini pada akhirnya tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui KUIK UMMAT,” lanjutnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa India merupakan salah satu negara yang memiliki posisi sangat kuat dalam industri sintesis farmasi dunia, sehingga sangat relevan dijadikan mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi keilmuan maupun industri.
“India dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri sintesis farmasi. Karena itu, tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dan visioner, sebab membuka cakrawala baru bagi dunia akademik untuk terkoneksi dengan ekosistem industri farmasi global,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi langsung dari Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin, memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Malaysia. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia periode 2021–2022, serta sebelumnya juga mengemban amanah sebagai Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai mantan anggota Dewan Rakyat untuk daerah Ampang. Dalam kiprah politiknya, beliau pernah tergabung dalam beberapa partai besar di Malaysia, di antaranya Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), dan Partai Bangsa Malaysia.
Dengan pengalaman, kapasitas, dan jejaring internasional yang dimiliki, kehadiran Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dinilai menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UMMAT untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat langkah universitas menuju kolaborasi global yang lebih konkret.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi internasional dan menghadirkan ruang akademik yang produktif, inspiratif, serta berdampak bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, dan industri di masa depan. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Seminar Internasional bertema “Internationalizing the Mindsets of Students and Staff of UMMAT to Build a More Globally Impactful Campus” pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar strategis UMMAT dalam memperkuat arah pengembangan kampus berbasis global engagement sekaligus meneguhkan peran sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan di kancah internasional.
Seminar internasional ini dirancang berlangsung selama dua hari. Hari pertama, 27 November 2025, difokuskan bagi dosen dan staf di lingkungan UMMAT. Adapun hari kedua, 28 November 2025, dikhususkan bagi unsur lembaga kemahasiswaan, yang meliputi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di seluruh fakultas.
Melalui pola pelaksanaan dua hari ini, KUIK ingin memastikan bahwa proses internasionalisasi di UMMAT menyentuh seluruh lapisan sivitas akademika, mulai dari jajaran dosen dan tenaga kependidikan hingga mahasiswa sebagai generasi penerus dan duta kampus di masa depan.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas terselenggaranya seminar internasional ini. Beliau secara khusus menyampaikan selamat datang kepada Mr. Andrew Ezekiel, dosen nasional dari Universiti Singapore sekaligus perwakilan Knosmosis LLP Singapore, yang diundang sebagai narasumber utama.
Rektor menegaskan bahwa kehadiran narasumber internasional bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata UMMAT untuk membuka ruang kolaborasi global. “Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang kepada Mr. Andrew Ezekiel. Beliau merupakan ahli dalam pengembangan global mindset, inovasi pembelajaran, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi. Melalui seminar ini, kami berharap dosen, staf, dan mahasiswa UMMAT semakin terdorong untuk berpikir global, bekerja profesional, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa internasionalisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kerja sama luar negeri, tetapi juga dari cara pandang dan budaya kerja di lingkungan kampus. “Internasionalisasi itu bermula dari mindset. Ketika cara pandang kita sudah terbuka, budaya kerja kita berubah, dan kita mulai membiasakan standar global dalam aktivitas akademik, maka secara perlahan UMMAT akan mencatatkan jejaknya di dunia internasional. Di sinilah pentingnya seminar seperti ini, yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menginspirasi perubahan,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan, Mr. Andrew Ezekiel menjelaskan secara komprehensif mengenai pentingnya global mindset di lingkungan perguruan tinggi. Ia mengawali dengan menggambarkan dinamika dunia pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan saling terhubung lintas negara.
Menurutnya, perguruan tinggi seperti UMMAT memiliki peluang besar untuk berkontribusi di tingkat global jika berani mengubah cara pandang dan membuka diri terhadap kolaborasi internasional. “Untuk membangun kampus yang berdampak secara global, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset. Dosen dan staf perlu melihat diri mereka sebagai bagian dari komunitas akademik dunia, bukan hanya sebagai pengajar atau pengelola di satu wilayah tertentu. Dari pemanfaatan platform digital, kolaborasi riset lintas negara, hingga keberanian tampil dalam forum internasional, semua itu berawal dari mindset yang terbuka,” jelas Mr. Andrew.
Ia juga menegaskan bahwa internasionalisasi bukan berarti meninggalkan jati diri lokal maupun nilai-nilai keislaman yang dianut UMMAT, melainkan bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut di panggung global. “UMMAT memiliki kekhasan sebagai kampus Islam berkemajuan. Itu adalah kekuatan, bukan batasan. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan kekhasan itu sebagai nilai tambah di tingkat internasional, misalnya dalam kajian keislaman kontemporer, pendidikan, sosial, maupun kemanusiaan,” sambungnya.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa internasionalisasi adalah jalan utama menuju transformative university sebuah kampus yang tidak hanya mengikuti perubahan dunia, tetapi turut membentuknya. Perubahan mindset menjadi fondasi utama: membuka pikiran, melampaui batas, dan menjadikan setiap sivitas akademika agen transformasi global.
Dengan mindset yang terbuka terhadap kolaborasi internasional, UMMAT diharapkan tidak sekadar tumbuh, tetapi melompat menuju masa depan yang lebih berpengaruh dan bermartabat di panggung dunia. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (PM) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) melalui Badan Standarisasi, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) bekerja sama dengan Al Wasath Institute, pada Sabtu (1/11/2025) di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kampus UMMAT.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh ratusan guru SMA/SMK sederajat dari seluruh Pulau Lombok. Mereka hadir dengan semangat tinggi untuk memperdalam pemahaman tentang konsep Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan baru dalam menciptakan proses belajar yang lebih reflektif, humanis, dan berkesadaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, didampingi Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., serta didampingi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTB dan Kementerian Agama Kota Mataram.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, M.A. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemendikdasmen yang telah memilih UMMAT sebagai mitra penyelenggara kegiatan penting ini. “Kami menyambut dengan hangat kehadiran para guru hebat dari seluruh Pulau Lombok di kampus UMMAT. Sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas guru sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dengan pendekatan yang bermakna dan berkesadaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMMAT terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. “Sebagai kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, UMMAT akan terus menjadi ruang penguatan profesionalisme guru dan pengembangan pendidikan yang berkarakter,” tambahnya.
Dokumentasi Sambutan Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA.
Adapun narasumber utama dalam kegiatan ini antara lain Toni Toharudin (Kepala BSKAP Kemendikdasmen), Intan Dwi Hastuti (Dosen PGSD UMMAT), dan Faozan Amar (Direktur Eksekutif Al Wasath Institute).
Dalam paparannya, Toni Toharudin menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan respon Kemendikdasmen terhadap tantangan pendidikan masa kini, seperti cepatnya perubahan zaman, tantangan digitalisasi, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. “Pembelajaran Mendalam bukan pengganti kurikulum, tetapi pendekatan yang memperkuat pelaksanaan kurikulum agar lebih bermakna, menggembirakan, dan berkesadaran. Guru diharapkan mampu membangun suasana belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kolaborasi, serta nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Intan Dwi Hastuti, sebagai akademisi UMMAT, menekankan pentingnya memuliakan manusia dalam setiap proses belajar. “Prinsip utama Pembelajaran Mendalam adalah menghormati potensi peserta didik. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penuntun yang membantu siswa menemukan jati dirinya,” ungkapnya.
Sedangkan Faozan Amar menyoroti tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam, terutama dari aspek internal seperti kurangnya refleksi diri dan inovasi dalam mengajar. “Guru perlu terus beradaptasi dan berinovasi agar pembelajaran tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi menjadi proses hidup yang menggugah kesadaran peserta didik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua strategi besar untuk mendukung transformasi guru, yaitu peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan karier, serta peningkatan kesejahteraan melalui program seperti tunjangan profesi, bantuan subsidi upah (BSU), dan insentif bagi guru non-ASN.
“Jika kedua strategi ini berjalan optimal, Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara luas dan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pendidikan nasional,” tutupnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menjadi wadah bagi para guru untuk berdiskusi, berlatih refleksi, dan memperkuat jejaring profesional. Di akhir kegiatan, peserta diajak menyusun rancangan penerapan Pembelajaran Mendalam sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. (HUMAS UMMAT)
Dokumentasi Acara Pembukaan Kuliah Pakar Internasional
Mataram, Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional bertema “Sustainability Management and Future Growth”, pada Rabu, 29 Oktober 2025, bertempat di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Abdul Razak Abdul Hadi, Guru Besar dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai narasumber utama.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan akademik berskala internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa UMMAT terus memperkuat kolaborasi global untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan reputasi kampus di kancah internasional. “UMMAT kini sudah mulai diminati oleh mahasiswa asing. Ini menandakan bahwa kualitas pendidikan kita semakin diakui dan dipercaya,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menegaskan bahwa UMMAT berkomitmen memperluas kerja sama internasional, terutama di kawasan ASEAN. “UMMAT saat ini telah menjalin kerja sama dengan tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang semuanya memiliki jaringan Persyarikatan Muhammadiyah. Pada tahun 2028, kami menargetkan perluasan kolaborasi dengan delapan negara lain agar program internasionalisasi berjalan lebih komprehensif,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UMMAT, Dr. Lukman, M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat kerja sama internasional, khususnya dalam bidang riset, publikasi ilmiah, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan kuliah pakar internasional ini merupakan wujud nyata perkembangan Pascasarjana UMMAT dalam menguatkan kualitas sumber daya manusia. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat diperluas untuk memperkuat keterampilan SDM dan penguasaan teknologi, guna mewujudkan visi UMMAT sebagai universitas berdaya saing ASEAN,” tegas Dr. Lukman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketiga Program Studi Magister Pascasarjana UMMAT saat ini tengah berproses menuju akreditasi Unggul. “Kita saat ini berada pada status akreditasi ‘Baik Sekali’ dan terus berupaya menuju ‘Unggul’. Dalam tema kuliah pakar ini terdapat sepuluh poin penting yang menjadi arah strategis kita, di antaranya inovasi akademik, kolaborasi riset, dan peningkatan kualitas SDM. Menuju unggul bukan sekadar teks visi, tetapi gerakan nyata seluruh civitas akademika,” jelasnya.
Dr. Lukman juga menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia dan pembaruan sistem menjadi kunci utama dalam mencapai visi tersebut. “SDM tidak hanya dilihat dari jabatan fungsional, tetapi dari sejauh mana kreativitas dan produktivitasnya. Alhamdulillah, sarana dan prasarana kita sudah mendukung aktivitas akademik, sistem informasi juga sudah di-upgrade, dan kita terus beradaptasi dengan berbagai perubahan kebijakan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Lukman menyampaikan apresiasi kepada Prof. Razak yang selama dua tahun terakhir telah menjadi mitra penting dalam proses internasionalisasi Pascasarjana UMMAT. “Selama dua tahun terakhir, Prof. Razak selalu memberikan dukungan dan pendampingan kepada kami. Beliau menjadi penghubung penting dalam membuka jejaring internasional UMMAT,” ujarnya penuh apresiasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. Abdul Razak Abdul Hadi yang membahas konsep Sustainable Management atau Manajemen Berkelanjutan, sebagai pendekatan strategis dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Dokumentasi Pemaparan Materi dari Prof. Dr. Abdul Razak
Kuliah pakar ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Pascasarjana serta perwakilan dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT. Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UMMAT tidak hanya memperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat posisi UMMAT sebagai kampus yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada internasionalisasi pendidikan tinggi. (HUMAS UMMAT)