Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Pengkajian Pengamalan Pengembangan Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) kembali melaksanakan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2024/2025. Dengan tajuk Internalisasi Spirit Ibadah dan Ideologi Muhammadiyah Menuju Ekosistem Kampus Islami, BAMA kali ini ditujukan untuk memperkuat karakter mahasiswa UMMAT dalam mewujudkan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari (01/11).
Ketua Panitia Pelaksana BAMA, Ilham, M.Pd.Bi., mengungkapkan bahwa tahun ini BAMA diikuti oleh 1.796 mahasiswa yang tersebar di seluruh fakultas UMMAT. “Kegiatan BAMA ini akan berlangsung setiap hari Sabtu dan Ahad selama dua bulan ke depan dalam delapan gelombang, dimulai pada 2 November hingga 22 Desember 2024,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan BAMA kali ini dirancang lebih intensif dengan sistem per fakultas, dimulai dari Fakultas Teknik yang jumlah pesertanya paling banyak, dan diikuti oleh fakultas-fakultas lainnya.
Ketua LP3IK, M. Anugerah Arifin, M.Pd.I., menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai proses pembinaan mahasiswa baru. “BAMA ini adalah program wajib yang bertujuan untuk menginternalisasi nilai ibadah dan memperkenalkan ideologi Muhammadiyah. Ini adalah syarat yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum mengikuti PKL, KKN, yudisium, hingga wisuda,” ungkapnya. M. Ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi landasan yang kuat bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus yang Islami serta memiliki pandangan hidup Muhammadiyah.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., mengingatkan bahwa ada tiga aspek utama yang diharapkan dari kegiatan ini: Iman, Islam, dan Ihsan. “Melalui BAMA, mahasiswa diharapkan bisa memperkuat iman mereka, memahami Islam secara komprehensif, dan mengaplikasikan prinsip Ihsan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Menurutnya, kombinasi dari ketiga nilai tersebut akan membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan memiliki integritas.
Di sisi lain, Ketua BPH UMMAT, Drs. H. Ghulam Abbas, M.Si., menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) memiliki peran yang unik dan penting dalam memajukan umat dan bangsa. “PTMA melalui AIK-nya bertugas membentuk generasi yang berwawasan luas dan bijak dalam berpikir. Kampus ini bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi tempat bagi para ulul albab untuk berkumpul dan mengembangkan pemikiran mereka,” jelasnya. Ia berharap mahasiswa yang mengikuti BAMA mampu menjadi generasi pemikir yang kritis dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Puncak dari kegiatan pembukaan BAMA ini adalah kuliah umum yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Dr. Imam Mahdi, MA. Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya membangun spirit ibadah dan ideologi Muhammadiyah di tengah tantangan dunia digital saat ini. “Tantangan terbesar yang dihadapi mahasiswa sekarang ini adalah kecanduan terhadap dunia digital, di mana segala aktivitas sehari-hari hampir selalu melibatkan handphone,” paparnya. Dr. Imam Mahdi juga mengingatkan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak serta tetap memegang teguh nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah sebagai pedoman hidup.
Dengan terselenggaranya kegiatan BAMA ini, diharapkan mahasiswa UMMAT dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan kampus dan keseharian mereka. Program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan moral yang kuat, sehingga siap menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat dan bangsabangsa (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Kuliah Umum antara Fakultas Hukum, Fakultas Teknik UMMAT bersama Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pimpinan UMMAT, pihak KPPU, serta dosen dan mahasiswa. Kerjasama ini menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan (31/10/2024).
Dr. Zaenuddin, M.Pd.I., Wakil Rektor IV UMMAT yang mewakili Rektor UMMAT, mengucapkan rasa syukur atas kehadiran KPPU di kampus UMMAT. Ia menyoroti perjalanan UMMAT yang kini telah berusia 44 tahun, dengan jumlah mahasiswa mencapai 10.700, tersebar di tujuh fakultas dan termasuk program PPG. “Visi UMMAT untuk menjadi universitas yang Islami, unggul, dan berdaya saing di kawasan ASEAN adalah tantangan besar. Namun, melalui kolaborasi seperti ini, tantangan tersebut dapat lebih mudah dicapai,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Alhamdulillah hari ini KPPU hadir untuk menjalin MoU dengan Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik UMMAT, yang semoga menjadi langkah baik bagi kita semua.” tambahnya.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama KPPU, Daswin Nur, SE., ME., memberikan apresiasi terhadap UMMAT yang menyambut baik inisiatif kerjasama ini. Ia menekankan pentingnya menciptakan budaya usaha yang sehat dan logis, selaras dengan upaya pemerintah untuk mendukung iklim kompetisi yang adil. “Harapan kami, kolaborasi ini akan melahirkan banyak hal positif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam upaya edukasi publik mengenai regulasi dan penegakan persaingan usaha di Indonesia,” tutur Daswin. Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam mewujudkan persaingan usaha yang sehat melalui praktik dan kajian akademik.
Acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum bertajuk “Tugas dan Fungsi KPPU untuk Ekonomi Berkemajuan” yang disampaikan oleh Dr. Rhido Jusmadi, SH., MH., Komisioner Anggota KPPU. Dr. Rhido menjelaskan berbagai aspek dari tugas KPPU dalam mengawasi persaingan usaha di Indonesia, mulai dari regulasi, penegakan hukum, hingga penanganan berbagai kasus monopoli dan praktik kartel yang merugikan konsumen. “KPPU berperan penting dalam memastikan iklim usaha tetap kompetitif. Dengan kompetisi yang sehat, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Mahasiswa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi selama kuliah umum, mengajukan pertanyaan terkait berbagai isu seperti perlindungan konsumen, regulasi persaingan usaha, dan tantangan dalam mengawasi perusahaan besar yang mendominasi pasar. Diskusi yang berlangsung aktif tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap isu persaingan usaha yang diatur oleh KPPU.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi civitas akademika UMMAT tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa terkait isu-isu hukum dan persaingan usaha. Dr. Zaenuddin menyatakan bahwa UMMAT terbuka terhadap peluang kerjasama lebih lanjut dengan KPPU di bidang riset dan pelatihan yang akan melibatkan mahasiswa dan dosen untuk mendalami studi kasus dan analisis peraturan persaingan usaha di Indonesia (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni gelar Pelatihan & Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025 sebagai upaya mengoptimalkan partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional. Kegiatan ini mengundang para dosen perwakilan fakultas di UMMAT untuk memperkuat bimbingan dan kualitas proposal yang diajukan, serta menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Nur Rifai Akhsan, M.Ed., dari PUSPRESNA Pimpres dan Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., seorang akademisi berpengalaman dalam pengembangan PKM (29/10/2024).
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas penelitian kampus. “Tantangan kita saat ini adalah mampu bersaing dalam program PKM dengan banyak perguruan tinggi lainnya. UMMAT harus mampu meningkatkan kualitas riset yang bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi perkembangan kampus secara keseluruhan,” ujarnya.
Wakil Rektor III, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyoroti capaian PKM UMMAT selama dua tahun terakhir yang berhasil mengajukan 85 proposal, di mana 67 di antaranya berhasil lolos seleksi, dan 11 mendapatkan pendanaan. “Kita sudah mencapai hasil yang positif, namun target kita adalah bisa tembus PIMNAS. Tahun ini kami optimistis untuk meningkatkan jumlah proposal yang lolos dari semua fakultas, dan kami berharap para dosen serius mengikuti pelatihan ini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa capaian UMMAT dalam bidang PKM selama ini cenderung berpusat di dua fakultas, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Tahun ini, UMMAT berkomitmen untuk memperluas fokus dan melibatkan seluruh fakultas agar lebih banyak mahasiswa dari berbagai bidang bisa ikut serta dalam PKM dan menambah peluang untuk berprestasi di tingkat nasional.
Narasumber utama, Nur Rifai Akhsan, M.Ed., yang mengulas strategi agar proposal PKM dapat lolos seleksi tahun 2025. Dalam sosialisasi berjudul “Menembus Seleksi Proposal PKM 2025,” ia menjelaskan manfaat PKM dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, antara lain mendukung mahasiswa memperoleh pengalaman di luar kampus dan mempersiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. “PKM dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran dosen pembimbing dalam mendukung proses kreatif mahasiswa dan memastikan setiap proposal memenuhi kriteria seleksi yang ketat. “Dosen pembimbing memiliki tanggung jawab besar dalam memotivasi dan membantu mahasiswa mencapai standar yang diharapkan, sehingga dapat bersaing secara maksimal di tingkat nasional,” tambahnya.
Narasumber kedua, Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., memberikan wawasan praktis mengenai penyusunan proposal yang berdaya saing tinggi dan inovatif. Menurutnya, kolaborasi antar mahasiswa dan penerapan ide-ide kreatif sangat diperlukan untuk menghasilkan proposal yang mampu memecahkan permasalahan masyarakat dengan solusi yang aplikatif dan inovatif. “Kami berharap, mahasiswa UMMAT dapat menghasilkan proposal yang tidak hanya lolos seleksi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat kapasitas UMMAT sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu langkah konkrit UMMAT dalam mengembangkan keterampilan penelitian dan pengabdian masyarakat mahasiswa. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa UMMAT lebih siap menghadapi persaingan dalam kompetisi PKM dan mampu mengharumkan nama kampus hingga ke tingkat nasional.
Melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT serta dukungan dari seluruh fakultas, UMMAT terus berupaya untuk mencapai peningkatan jumlah proposal yang lolos di tahun mendatang (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar pelantikan wakil dekan Fakultas Teknik dan sejumlah pejabat struktural di lingkungan universitas di Auditorium H. Anwar Ikraman. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan staf dengan semangat meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanan akademik di UMMAT. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., yang juga menyampaikan harapannya bagi kemajuan universitas melalui sinergi para pejabat baru (25/10/2024).
Dalam pelantikan ini, Drs. Abdul Wahab, MA., mengangkat pejabat-pejabat berikut:
1. Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik : Dr. Heni Puji Astuti, ST., MT.
2. Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik : Fariz Pribadi Iksan, ST., MT.
3. Wakil Dekan 3 Fakultas Teknik : Agus Kurniawan, S.IP., M.Eng.
4. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) : Dr. Sri Rejeki, M.Pd.
5. Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) : Dr. Junaidin, M.Pd.
6. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) : Dr. Irma Rahmawati Susanti, ST., MT.
7. Kepala UPT PPWA : Titik Wahyuningsih, ST., MT.
8. Kabag Hukum dan Kepegawaian : Adi Supriadi, SH., MH.
9. Kabag Rumah Tangga : Marzoan, S.Sos., M.Pd.
10. Kabag Perlengkapan : Salahuddin, S.PT.
11. Kabag Administrasi Umum: Mariyati.
12. Sekretaris UPT PPWA : Anhar, S.Pd., MA.
Rektor, Drs. Abdul Wahab, MA., menegaskan bahwa peran yang diemban oleh pejabat baru sangat strategis dalam membawa perubahan positif di kampus. “Selamat kepada para pejabat yang telah dilantik. Di antara berbagai lembaga baru yang dibentuk, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menjadi perhatian utama karena lembaga ini berfungsi untuk membantu mahasiswa memperoleh sertifikasi yang relevan guna mendukung kesiapan mereka di dunia kerja,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan LSP sebagai wadah untuk menyiapkan lulusan UMMAT agar dapat bersaing di dunia profesional.
Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., turut memberikan wejangan inspiratif kepada para pejabat yang dilantik. Ia mengingatkan bahwa dinamika perubahan di dunia pendidikan tinggi harus diantisipasi dengan kesiapan dan respons cepat dari seluruh elemen universitas. “Kita menyaksikan transformasi seperti Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang diprakarsai oleh Nadiem Makarim. Meski kebijakan ini bisa saja berubah seiring pergantian pemimpin, semangat untuk adaptif harus tetap dipertahankan,” tuturnya. Gulam Abbas juga menegaskan agar pejabat yang dilantik segera mempelajari setiap kebijakan baru agar UMMAT tetap relevan dan kompetitif.
Lebih lanjut, Gulam Abbas menyinggung pentingnya mempertahankan jati diri UMMAT sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang memiliki misi tersendiri melalui Catur Dharma yang mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). “Tugas kita di PTMA adalah untuk memajukan umat dan bangsa dengan karakter khas, yaitu melalui nilai-nilai AIK. Dengan AIK, kita tidak hanya menjadi kampus akademik, tapi juga tempat pembinaan akhlak yang membedakan kita dari universitas lainnya,” tambahnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi UMMAT dalam mewujudkan tata kelola universitas yang semakin modern dan responsif. Dengan sinergi yang kuat antarpejabat baru, UMMAT optimis dapat mencapai visi dan misi untuk menjadi universitas terkemuka yang berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa (HUMAS UMMAT).
Denpasar, Berlian Wahyu Rizaldi, mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), berhasil membawa nama almamater ke panggung seleksi mahasiswa berprestasi wilayah LLDIKTI VIII yang diadakan di Denpasar, Bali. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari terhitung dari tanggal 06 hingga 08 mei 2024 dengan mengumpulkan 27 peserta dari berbagai universitas di Bali dan Nusa Tenggara untuk berkompetisi menampilkan potensi akademik dan kreatif mereka (08/05/2024).
Berlian menjadi salah satu dari 27 peserta yang berkompetisi dalam ajang Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDIKTI VIII Tahun 2024 setelah menjuarai Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) di tingkat UMMAT. Ia mengungkapkan perjalanannya penuh tantangan, mulai dari seleksi PILMAPRES tingkat universitas hingga mempersiapkan diri untuk seleksi di tingkat regional. “Tentunya saya melewati banyak tantangan, mulai dari seleksi PILMAPRES di tingkat Universitas, di mana saya menjadi juara 1, lalu berlanjut ke ajang PILMAPRES PTMA, dan akhirnya lolos untuk berkompetisi di tingkat LLDIKTI Wilayah Bali-Nusra,” ujarnya.
Proses seleksi tidaklah mudah. Berlian harus mempersiapkan berkas-berkas administrasi mahasiswa berprestasi dengan standar nasional, termasuk sertifikat prestasi, gagasan kreatif yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG’s), serta video presentasi dalam bahasa Inggris. “Saya harus benar-benar mempersiapkan diri secara matang, mulai dari penyusunan gagasan kreatif, hingga mempersiapkan video presentasi dalam bahasa Inggris, yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam seleksi ini,” jelasnya.
Dalam ajang ini, Berlian berhadapan dengan perwakilan dari beberapa universitas besar seperti Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional, Institut Seni Indonesia Denpasar, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, serta Universitas Mataram. “Berkompetisi dengan perwakilan dari universitas ternama merupakan tantangan tersendiri. Namun, ini juga memberikan motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menghadirkan yang terbaik,” tambahnya.
Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDIKTI VIII Tahun 2024 bertujuan untuk menjaring mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki inovasi kreatif yang relevan dengan isu-isu global, seperti SDG’s. Para peserta dituntut untuk menyusun gagasan kreatif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam seleksi ini, mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, serta kontribusi mereka melalui ide-ide kreatif yang inovatif.
Berlian yang memiliki minat kuat dalam isu-isu global, terutama yang berkaitan dengan SDG’s, menampilkan gagasan yang ia yakini mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Melalui presentasinya, ia menyoroti pentingnya partisipasi generasi muda dalam menghadapi perubahan global, dan bagaimana inovasi yang relevan dengan SDG’s dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan.
“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui ajang ini, saya tidak hanya berkesempatan untuk berkompetisi dengan mahasiswa terbaik dari universitas lain, tetapi juga belajar banyak tentang bagaimana mengembangkan gagasan kreatif yang dapat berkontribusi pada masyarakat,” ungkap Berlian.
Berlian tidak hanya merasa bangga bisa mewakili UMMAT di tingkat regional, tetapi juga memiliki harapan besar untuk generasi mahasiswa berikutnya. Ia berharap mahasiswa UMMAT dapat terus mengukir prestasi di ajang-ajang bergengsi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Saya berharap, ke depan mahasiswa UMMAT bisa membawa nama besar kampus di ajang seleksi mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Untuk mencapai hal tersebut tentunya membutuhkan persiapan yang matang,” tuturnya.
Berlian juga menekankan pentingnya dukungan dari pihak kampus dalam memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang ingin berprestasi. “Saya berharap UMMAT selalu memberikan pendampingan sedini mungkin kepada mahasiswa berprestasi, dari tingkat regional hingga nasional. Selain itu, penting juga bagi kampus untuk terus memberikan wadah dan dukungan bagi mahasiswa agar dapat berkolaborasi dan mengukir prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” jelasnya.
Berlian Wahyu Rizaldi tidak hanya menjadi representasi dari UMMAT, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, bekerja keras, dan meraih prestasi di berbagai bidang. Perjalanannya menunjukkan bahwa dengan persiapan yang matang, ketekunan, dan dukungan yang kuat, mahasiswa UMMAT mampu bersaing dan berprestasi di kancah regional maupun nasional.
Keikutsertaan Berlian dalam Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDIKTI VIII Tahun 2024 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Berlian berharap perjalanannya dapat memberikan semangat dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan.
Dengan penuh harapan dan semangat, Berlian Wahyu Rizaldi kini melangkah lebih jauh, membawa nama UMMAT dan membuktikan bahwa prestasi tidak hanya diraih dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan keberanian untuk berinovasi dan berkontribusi bagi dunia yang lebih baik (HUMAS UMMAT).
Mataram, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kini semakin berinovasi dengan menerima Software Virtual Reality (VR) Tambang, hasil kerja sama dengan PT Anugrah Interaktif Mandiri. Perangkat lunak yang diterima pada 17 Juli 2024 ini diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam metode pembelajaran di bidang pertambangan, memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan interaktif bagi mahasiswa (17/10/2024).
Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Aji Syailendra Ubaidillah, M.Sc., menjelaskan bahwa teknologi VR memungkinkan mahasiswa untuk melakukan simulasi berbagai aktivitas tambang tanpa harus hadir langsung di lapangan. Melalui perangkat ini, batasan geografis dan fisik bukan lagi hambatan untuk memahami berbagai proses dalam dunia pertambangan.
“Virtual reality membuka pintu menuju berbagai pengalaman tak terbatas. Mahasiswa dapat menjelajahi tambang terbuka maupun tertutup, menggunakan alat, dan mempelajari budaya kerja tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Dengan teknologi ini, kita memasuki era baru di mana pembelajaran menjadi lebih mendalam, aman, dan interaktif,” ujar Dr. Aji Syailendra.
Software VR ini dilengkapi dengan berbagai fitur simulasi, di antaranya: Open Pit Simulator, Simulasi untuk tambang terbuka, memungkinkan mahasiswa memahami operasi dan pengelolaan tambang dengan skala besar. Water Treatment Simulator, Simulasi pengelolaan air tambang, yang krusial dalam mempertahankan kualitas lingkungan di sekitar tambang. Drilling Rig Simulator, Simulasi penggunaan peralatan pengeboran, memberi pemahaman langsung tentang operasi pengeboran di tambang. Safety Inspection Simulator, Memungkinkan mahasiswa melakukan inspeksi keselamatan secara virtual, membantu memahami protokol keamanan di tambang. Underground Mine Overview Simulator, Memberikan gambaran tentang tambang bawah tanah, dari operasional hingga manajemen risiko. Dengan berbagai fitur tersebut, software ini menjadi alat penting dalam menunjang perkuliahan.
Kepala Program Studi Teknik Pertambangan, Bedy Fara Aga Matrani, MT., mengungkapkan bahwa VR ini sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan praktik lapangan dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai teknik tambang.
“Perangkat lunak ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa dalam mempelajari berbagai aspek tambang, baik di tambang terbuka maupun bawah tanah. Dengan simulasi virtual, mereka dapat merasakan langsung pengalaman kerja di tambang, yang tentunya akan mempersiapkan mereka lebih baik untuk dunia kerja sesungguhnya,” jelasnya.
Penggunaan teknologi VR bukan hanya soal peningkatan efektivitas pembelajaran, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman. Mahasiswa tidak lagi harus terpapar risiko di lapangan saat mempelajari operasi tambang, karena mereka bisa berlatih dan memahami semua proses melalui simulasi. Teknologi ini juga memungkinkan pengajaran yang lebih inklusif, di mana setiap mahasiswa bisa mengakses simulasi tanpa terbatas oleh lokasi atau sumber daya.
Menurut Dr. Aji Syailendra, VR membuka jendela bagi mahasiswa untuk menjelajahi dunia tanpa meninggalkan ruang kelas. Dalam hitungan menit, mereka bisa mengunjungi tambang-tambang besar di dunia, atau bahkan melibatkan diri dalam simulasi operasi tambang bawah tanah yang kompleks.
“Dengan VR, kita membawa mahasiswa lebih dekat ke dunia tambang dengan cara yang lebih menarik dan realistis. Ini tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri tambang modern,” tambahnya.
Kolaborasi dengan PT Anugrah Interaktif Mandiri ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Teknik UMMAT dalam menghadirkan inovasi terbaru di bidang pendidikan teknik. Dengan integrasi teknologi VR, Fakultas Teknik UMMAT berharap dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan industri tambang global.
Dengan adanya software Virtual Reality ini, Fakultas Teknik UMMAT menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan teknik yang siap menghadapi tantangan di era digital. Teknologi ini bukan hanya mendukung pembelajaran saat ini, tetapi juga membuka jalan untuk masa depan pendidikan yang lebih inklusif, interaktif, dan inovatif (HUMAS UMMAT).