UMMAT Gelar Kuliah Umum Bersama Neni Herlina Kemendiktisaintek: Dorong Mahasiswa Jadi Inovatif dan Berdampak

UMMAT Gelar Kuliah Umum Bersama Neni Herlina Kemendiktisaintek: Dorong Mahasiswa Jadi Inovatif dan Berdampak

Foto bersama narasumber, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).

MATARAM– Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kuliah umum bersama Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Rabu, 22 April 2026, di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pembentukan karakter generasi muda yang inovatif serta mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.

Kuliah umum ini mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak”, sejalan dengan tantangan zaman yang menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, karya, dan kontribusi nyata di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika global yang terus bergerak cepat.

Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat inovasi, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, mahasiswa hari ini harus mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan masa depan. Karena itu, kampus perlu terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang inspiratif agar mahasiswa terdorong untuk berpikir lebih luas, bertindak lebih nyata, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR. menegaskan bahwa tantangan mahasiswa Indonesia saat ini semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan global yang terus bergerak cepat. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, kematangan akhlak, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa inovatif adalah mahasiswa yang mampu melihat tantangan sebagai peluang, berani melahirkan gagasan baru, serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa berdampak adalah mereka yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi mampu menjadikan ilmu dan kapasitas yang dimiliki sebagai sarana untuk memberi solusi, manfaat, dan perubahan positif bagi masyarakat.

Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kemendiktisaintek, saat menyampaikan materi dalam Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, lulusan yang dibutuhkan Indonesia ke depan adalah generasi unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadikan ilmu sebagai landasan berpikir, akhlak sebagai pijakan bersikap, dan kontribusi sebagai orientasi berkarya. Dalam konteks tersebut, inovasi tidak dapat dipisahkan dari karakter dan nilai, sebab ide-ide besar hanya akan memberi arti ketika dijalankan dengan tanggung jawab moral dan keberpihakan pada kepentingan bersama.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema kuliah umum ini menegaskan pentingnya membangun generasi mahasiswa yang unggul melalui tiga fondasi utama, yakni ilmu, akhlak, dan kontribusi. Ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk kapasitas, daya saing, dan kualitas intelektual mahasiswa. Akhlak menjadi penuntun dalam menjalankan peran sosial secara etis dan bertanggung jawab. Adapun kontribusi merupakan wujud nyata dari kehadiran mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi sebagai ruang pembentukan kapasitas diri, kepemimpinan, kreativitas, dan kepekaan sosial. Mahasiswa, menurutnya, bukan sekadar pembelajar di ruang kelas, tetapi calon pemimpin masa depan yang harus dibiasakan berpikir solutif, bekerja kolaboratif, dan memiliki orientasi untuk memberi manfaat luas.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Drs. Amil, M.M., yang memandu jalannya acara secara komunikatif dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para dosen dan mahasiswa tampak aktif mengikuti pemaparan narasumber serta merespons berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Melalui kuliah umum ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkepribadian Islami, berakhlak mulia, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas bagi umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMMAT dalam memperkuat budaya akademik yang inspiratif, progresif, dan berdampak. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Gelar Dialog Riset dan Inovasi BRIN, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi se-NTB

UMMAT Gelar Dialog Riset dan Inovasi BRIN, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi se-NTB

Keterangan foto: Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram bersama narasumber dari BRIN, pimpinan perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat, serta peserta berfoto bersama usai pelaksanaan Dialog Riset dan Inovasi BRIN di UMMAT, Rabu (15/4/2026), sebagai bentuk penguatan sinergi dan kolaborasi riset antarperguruan tinggi di NTB.

MATARAM Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Dialog Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama pimpinan perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat pada Rabu, 15 April 2026 diAuditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang unggul, kolaboratif, dan berdampak bagi kemajuan daerah maupun nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, yang diwakilkan oleh Made Adi, S.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., para wakil rektor, sekretaris rektor, pimpinan perguruan tinggi se-NTB, dosen, dan peneliti. Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari BRIN, yakni Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Nungki Indrianti, S.E., M.A., serta Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng. yang menyampaikan materi dalam sesi dialog dan penguatan informasi strategis tentang riset serta inovasi.

Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi yang maju dan berdaya saing.

“Universitas Muhammadiyah Mataram memandang riset dan inovasi sebagai fondasi penting dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Melalui forum ini, kami ingin membuka ruang dialog, memperluas jejaring, dan memperkuat sinergi dengan BRIN serta perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat agar lahir lebih banyak riset yang relevan, solutif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi lintas institusi agar mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, kualitas penelitian, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII, yang diwakilkan oleh Made Adi, S.H., menyampaikan apresiasi kepada UMMAT atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Mataram atas inisiasi kegiatan ini. Forum seperti ini sangat penting untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring antarpimpinan perguruan tinggi, dan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang riset dan inovasi,” ungkapnya.

Menurutnya, perguruan tinggi di daerah harus terus didorong agar semakin adaptif, produktif, dan mampu membangun tata kelola akademik yang lebih kuat melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya.

pemaparan materi inti yang dipandu oleh Prof. Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., PhD selaku moderator. Pada sesi utama, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono memaparkan materi terkait arah penguatan riset dan inovasi serta berbagai skema BRIN yang dapat diakses oleh perguruan tinggi. Materi ini memberikan wawasan penting mengenai peluang kerja sama, dukungan kelembagaan, dan arah pengembangan riset nasional yang semakin terbuka bagi kampus-kampus di daerah.

Keterangan foto: pemaparan materi Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN.

Selanjutnya, Nungki Indrianti, S.E., M.A. turut menyampaikan materi yang memperkaya perspektif peserta mengenai penguatan tata kelola, peluang kolaborasi, serta strategi pemanfaatan dukungan riset dan inovasi bagi perguruan tinggi. Kehadiran materi kedua ini memperluas pemahaman peserta tentang pentingnya kesiapan institusi dalam mengakses peluang pengembangan riset secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Pada materi ketiga, Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng., menyampaikan paparan yang semakin memperkuat substansi dialog, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar lebih responsif terhadap dinamika penelitian, inovasi, dan pengembangan kelembagaan. Sesi ini terkait menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan peserta langkah-langkah strategi yang dapat dicapai kampus dalam memperkuat ekosistem akademik dan inovasi.

Dialog berlangsung aktif dan interaktif melalui sesi tanya jawab antara para narasumber dan peserta. Antusiasme pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan tamu undangan menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan tinggi Nusa Tenggara Barat.

Melalui kegiatan ini, UMMAT kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik, memperluas kolaborasi kelembagaan, dan menghadirkan ruang-ruang ilmiah yang produktif. Dialog Riset dan Inovasi BRIN di UMMAT diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkokoh sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi untuk melahirkan riset unggulan, inovasi strategis, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Jadi Tuan Rumah NMT-DIES Workshop Tahap II, Pertegas Langkah Menuju Kampus Global

UMMAT Jadi Tuan Rumah NMT-DIES Workshop Tahap II, Pertegas Langkah Menuju Kampus Global

Foto bersama peserta, narasumber, fasilitator, dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II bertema Internasionalisasi Kebijakan dan Strategi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).

MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) resmi membuka Workshop Dies National Multiplication Trainings (NMT-DIES) Tahap Kedua pada 6 April 2026 di Hotel Lombok Garden, Mataram. Kegiatan ini berlangsung hingga 8 April 2026 dengan mengusung tema “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia” atau “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Kampus Berdampak di Indonesia.” Rangkaian ini merupakan kelanjutan dari workshop tahap pertama yang telah digelar pada 27–29 Oktober 2025.

Workshop nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam membangun kebijakan dan strategi internasionalisasi yang terukur, inklusif, dan berdampak. Pada tahap pertama, program ini diikuti 22 peserta dari berbagai perguruan tinggi di NTB dan luar NTB, dan dirancang berlanjut ke tahap kedua pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan jejaring serta kolaborasi antarkampus.

Pelaksanaan kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Office of International Affairs UMMAT, DAAD (German Academic Exchange Service), University of Potsdam, Jerman, serta mitra perguruan tinggi dalam negeri, yaitu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dalam publikasi Universitas Jenderal Soedirman, konsorsium Indonesia untuk program ini memang melibatkan lima kampus tersebut, termasuk UMMAT, di bawah skema DIES yang didukung DAAD.

Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta yang telah mengirimkan delegasi terbaiknya dan berpartisipasi aktif dalam workshop ini. Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi, keterbukaan, dan pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang lebih berdampak dan berdaya saing global.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan Perayaan pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).

Menurut Rektor, internasionalisasi di UMMAT bukan lagi sekadar gagasan, melainkan telah menjadi langkah nyata yang terus berkembang. Hal itu tercermin dari capaian UMMAT pada Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menerima 14 mahasiswa internasional dari empat negara, yaitu Sudan, Yaman, Ghana, dan Nigeria. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bukti bahwa UMMAT semakin dipercaya sebagai kampus Islami yang inklusif, terbuka, dan siap bersaing di tingkat global.

Rektor UMMAT juga menilai bahwa kehadiran mahasiswa internasional memberi energi baru bagi penguatan atmosfer akademik yang multikultural sekaligus memperluas jejaring internasional kampus. Ia berharap forum seperti NMT-DIES mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam bentuk kerja sama akademik, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan promosi kampus di tingkat internasional. Pernyataan Rektor tentang penerimaan mahasiswa internasional tersebut juga telah ditegaskan dalam publikasi resmi UMMAT saat penyambutan mahasiswa asing tahun akademik 2025/2026.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa UMMAT berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak. Menurutnya, workshop ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat jejaring, mendorong peningkatan mutu akademik, riset, dan mobilitas internasional, serta memperluas kontribusi nyata UMMAT bagi pembangunan daerah dan nasional. Jabatan dan pernyataan tersebut sejalan dengan publikasi resmi KUIK UMMAT mengenai penguatan posisi strategis UMMAT dalam kerja sama global.

Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menekankan bahwa internasionalisasi kampus harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam reputasi, tetapi juga kuat dalam kualitas layanan akademik, jejaring global, dan dampak sosial. Karena itu, menurutnya, kegiatan seperti NMT-DIES sangat penting untuk mempertemukan para pengelola kerja sama dan kantor urusan internasional dari berbagai kampus agar dapat saling belajar, berbagi praktik baik, dan menyusun langkah kolaboratif yang berkelanjutan.

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa hasil yang mulai dirasakan dari workshop ini antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai strategi internasionalisasi kampus, terbukanya ruang berbagi praktik baik antar-institusi, munculnya peluang kolaborasi baru baik nasional maupun internasional, serta meningkatnya peluang inbound international academic mobility ke kampus-kampus di Nusa Tenggara Barat. Arah ini konsisten dengan tujuan NMT yang disebutkan oleh penyelenggara dan mitra, yaitu membangun praktik internasionalisasi yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.

Workshop tahap kedua ini juga menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman dari tingkat nasional dan internasional, serta diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, khususnya para pengelola dan PIC International Office. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi penting bagi kampus-kampus di Indonesia, terutama di NTB, untuk semakin siap memperluas jejaring global, meningkatkan promosi internasional, dan memperkuat penerimaan mahasiswa asing. Informasi resmi sebelumnya juga menunjukkan bahwa tema, format, dan jejaring workshop ini memang diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia secara kolaboratif.

Dengan dibukanya Workshop NMT-DIES Tahap Kedua ini, UMMAT kembali menegaskan sebagai kampus yang aktif membangun kerja sama internasional dan mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing global. Diharapkan, hasil dari lokakarya ini dapat ditindaklanjuti menjadi program-program konkret yang berdampak luas dan berkelanjutan. Internasionalisasi, pada akhirnya, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menghadirkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia yang lebih maju, terbuka, dan kompetitif. (HUMAS UMMAT)

Mahasiswa THP FAPERTA UMMAT Hadirkan “La Pista”, Inovasi Minuman Pistachio Bernutrisi dan Kekinian di Kota Mataram

Mahasiswa THP FAPERTA UMMAT Hadirkan “La Pista”, Inovasi Minuman Pistachio Bernutrisi dan Kekinian di Kota Mataram

MATARAM – Semangat inovasi dan kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali terlihat melalui karya kreatif di bidang pangan. Salah satunya datang dari Mizwar Saniyadi, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian (FAPERTA) UMMAT, yang menghadirkan “La Pista”, minuman berbahan dasar pistachio yang bernutrisi, unik, dan kekinian di Kota Mataram.

Mizwar merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang saat ini menempuh semester 6. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, kreatif, dan memiliki minat besar pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Dari proses belajar di bangku kuliah, Mizwar melihat peluang untuk mengembangkan produk pangan yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki manfaat gizi.

Ide menghadirkan La Pista bermula dari keinginannya untuk menciptakan minuman yang berbeda dari produk yang sudah banyak beredar di Mataram. Di tengah tren minuman kekinian yang terus berkembang, Mizwar melihat bahwa produk berbahan dasar pistachio masih sangat jarang ditemukan. Dari situlah ia mulai melakukan percobaan, riset sederhana, dan pengembangan formula hingga lahirlah produk yang siap dipasarkan.

La Pista tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa nilai lebih dari sisi nutrisi. Pistachio dikenal sebagai bahan pangan yang mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin, dan lemak sehat. Kandungan tersebut menjadikan La Pista sebagai alternatif minuman yang lezat sekaligus lebih bernilai gizi bagi masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang mulai peduli pada pilihan konsumsi yang lebih sehat.

Dalam proses merintis usaha, Mizwar menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan modal, proses trial and error untuk mendapatkan rasa yang tepat, hingga upaya membangun pasar menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Namun, dengan semangat belajar dan tekad yang kuat, ia mampu mengembangkan La Pista secara bertahap.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Mizwar juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi ini membantu La Pista dikenal lebih luas, terutama di kalangan anak muda yang tertarik mencoba minuman baru dengan konsep unik dan modern.

Saat ini, La Pista berlokasi di Jalan Majapahit, kawasan Taman Budaya, Kota Mataram. Lokasi tersebut dinilai strategis karena ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Usaha ini beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WITA, menyesuaikan dengan waktu aktivitas masyarakat yang cenderung meningkat pada jam-jam tersebut.

Selain menjaga kualitas rasa, Mizwar juga memberi perhatian pada pelayanan dan pengalaman pelanggan. Ia ingin setiap konsumen yang datang tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga merasakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif.

Keberhasilan awal Mizwar tidak terlepas dari dukungan lingkungan kampus yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal penting dalam mengembangkan produk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan higienis.

Kisah Mizwar Saniyadi menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang. Melalui keberanian untuk memulai, kreativitas dalam berinovasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha, ia berhasil menghadirkan produk minuman pistachio yang memiliki potensi besar di Kota Mataram.

Ke depan, Mizwar berharap La Pista dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Mataram, tetapi juga di daerah lain. Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, baik melalui pengembangan varian rasa maupun konsep usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar usaha minuman, La Pista menjadi simbol semangat generasi muda yang berani menciptakan peluang dari ilmu dan kreativitas yang dimiliki. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk terus mencoba, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Tandatangani Kontrak Kinerja PT Berdampak 2026, Perkuat Komitmen Transformasi Pendidikan

UMMAT Tandatangani Kontrak Kinerja PT Berdampak 2026, Perkuat Komitmen Transformasi Pendidikan

Jakarta, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional dengan menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, sebagai salah satu perwakilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penandatanganan ini menjadi penegasan komitmen UMMAT dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Kegiatan Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan diikuti oleh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terpilih dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung pada  Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Aula Graha Diktisaintek, Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat.

Penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam rangka penguatan tata kelola pendidikan tinggi, peningkatan akuntabilitas institusi, serta percepatan implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak. Kebijakan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi dari sekadar institusi akademik menjadi agen perubahan yang menghasilkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak menjadi instrumen strategis pemerintah untuk memastikan bahwa pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian internal, tetapi juga pada luaran dan dampak sosial, ekonomi, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui kontrak ini, perguruan tinggi didorong memperkuat relevansi keilmuan, hilirisasi riset, inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta peran aktif dalam transformasi sosial.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja dan tata kelola UMMAT. Dari seluruh PTS di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara), hanya 10 PTS yang diundang mengikuti penandatanganan kontrak kinerja tahun 2026. Delapan PTS berasal dari Provinsi Bali, sementara Provinsi Nusa Tenggara Barat hanya diwakili oleh dua PTS, yakni Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)dan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR).

“Alhamdulillah, UMMAT dipercaya menjadi salah satu perwakilan Perguruan Tinggi Swasta dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026. Ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi amanah untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rektor UMMAT.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kontrak kinerja ini menjadi landasan strategis bagi UMMAT dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi secara terintegrasi. Pada bidang pendidikan dan pengajaran, UMMAT terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi lulusan, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UMMAT berkomitmen memperkuat riset terapan, inovasi, dan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan riil, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Keikutsertaan UMMAT dalam penandatanganan kontrak kinerja ini juga mencerminkan penguatan tata kelola institusi, sistem penjaminan mutu internal, serta capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek yang menempatkan perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, penguatan ekosistem riset dan inovasi, serta akselerasi pembangunan berbasis pengetahuan.

Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, UMMAT memaknai kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak sebagai ruang strategis untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai kebermanfaatan sosial. Seluruh aktivitas Tridarma diarahkan tidak hanya untuk pencapaian kinerja institusional, tetapi juga untuk menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia unggul, riset dan inovasi yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Raih Penghargaan Internasional sebagai Creative University dalam Kolaborasi Global Penerimaan Mahasiswa Internasional

UMMAT Raih Penghargaan Internasional sebagai Creative University dalam Kolaborasi Global Penerimaan Mahasiswa Internasional

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat global dengan meraih penghargaan internasional bertajuk “The Creative University on International Collaborations for International Student Admissions.” Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan UMMAT dalam mengembangkan kerja sama internasional yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan strategi penerimaan mahasiswa internasional.

Penghargaan bergengsi tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), APIEM United Kingdom, serta Mandalika International Festival (MIF) Indonesia. Melalui apresiasi ini, UMMAT dinobatkan sebagai salah satu perguruan tinggi kreatif berkelas global dari kawasan timur Indonesia yang dinilai mampu mengintegrasikan diplomasi pendidikan dengan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

Prosesi penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 13 Desember 2025 bertempat di Green Gate VIP Deluxe Sirkuit MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Sertifikat penghargaan internasional tersebut ditandatangani secara resmi oleh Kemenparekraf RI, President APIEM United Kingdom, Professor David Hind, serta Direktur MIF Indonesia, Sirajudin.

Pengakuan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap peran strategis UMMAT dalam mengembangkan internasionalisasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan penguatan kawasan strategis nasional, khususnya Mandalika sebagai destinasi pariwisata dan kolaborasi global.

Melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif, UMMAT dinilai berhasil memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan berkelanjutan, sekaligus jembatan penghubung antara dunia akademik, industri, dan komunitas global. Kehadiran mahasiswa internasional serta mitra global di lingkungan kampus UMMAT diharapkan mampu memperkaya atmosfer akademik, meningkatkan pertukaran budaya dan keilmuan, serta mendorong daya saing pendidikan tinggi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi untuk terus memperluas jejaring dan kolaborasi internasional secara berkelanjutan. “Penghargaan ini bukan sekadar simbol pengakuan, tetapi juga tanggung jawab besar. Kolaborasi internasional yang kami bangun diarahkan untuk memperkuat peradaban melalui pertukaran ilmu, nilai, dan kemanusiaan. Dari Lombok, UMMAT ingin hadir dan berkontribusi nyata untuk dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa penghargaan dari Kemenparekraf RI, APIEM UK, dan MIF Indonesia semakin memperkuat posisi strategis UMMAT dalam peta kerja sama global.

“Penghargaan ini menegaskan bahwa UMMAT berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak. Ke depan, kami akan terus mengembangkan kerja sama global yang mendukung peningkatan kualitas akademik, riset, mobilitas internasional, serta kontribusi nyata UMMAT bagi pembangunan daerah dan nasional,” jelasnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian internasional tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UMMAT yang secara konsisten membangun budaya kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan global. “Penghargaan internasional ini membuktikan bahwa UMMAT mampu beradaptasi dan berinovasi dalam menjawab tantangan global tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan kemuhammadiyahan. Saya mengapresiasi kerja keras Kantor Urusan Internasional dan seluruh unit yang terlibat dalam mendorong internasionalisasi kampus secara terencana dan berkelanjutan,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan reputasi institusi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. “Internasionalisasi UMMAT kami maknai sebagai sarana peningkatan mutu caturdarma perguruan tinggi, penguatan karakter mahasiswa, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.Dari Lombok, kami ingin menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu berkiprah dan diakui di tingkat dunia,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)