Hadirkan Ajang Apresiasi dan Ekspresi Seni Mahasiswa, UKM Sasentra UMMAT Resmi Membuka Festival Teater Mahasiswa NTB 2025

Hadirkan Ajang Apresiasi dan Ekspresi Seni Mahasiswa, UKM Sasentra UMMAT Resmi Membuka Festival Teater Mahasiswa NTB 2025

Mataram, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi membuka Festival Teater Mahasiswa NTB 2025 pada Rabu, 27 Agustus 2025. Bertempat di Taman Budaya NTB , acara ini menjadi momentum awal sekaligus pemantik semangat sebelum festival utama diadakan pada bulan Oktober mendatang. Kehadiran festival ini tidak hanya menandai dimulainya rangkaian perhelatan seni pertunjukan mahasiswa, tetapi juga mewakili komitmen UMMAT dalam menghadirkan ruang apresiasi, ekspresi, dan kreativitas bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat.

Ketua Panitia, Muhammad Firdaus, menegaskan bahwa festival ini bukan semata-mata ruang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bersama. “Festival ini lahir dari semangat apresiasi, bukan hanya kompetisi. Kami ingin mahasiswa bisa saling belajar, berbagi gagasan, dan menguatkan ikatan persaudaraan melalui seni pertunjukan,” tegasnya.

Festival Teater Mahasiswa NTB tahun ini diikuti oleh sembilan perguruan tinggi, yakni: Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Universitas Mataram (Unram), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Universitas Nusa Tenggara Barat (UNW), Universitas Bumi Gora, Universitas Bagu, Universitas Hamzanwadi serta beberapa perguruan tinggi lainnya yang turut mengirimkan delegasi.

“Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mempertontonkan karya, tetapi juga sebagai simbol semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas kampus di NTB”, ujar ketua panitia.

Meski festival ini disambut dengan antusiasme tinggi, panitia tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Dukungan pemerintah daerah, terutama dari segi pendanaan dan fasilitas, dinilai masih minim. Namun, bagi panitia, hal itu tidak menyurutkan semangat.

“Setiap tantangan yang berat pasti melahirkan perjalanan yang hebat. Justru dari keterbatasan inilah muncul daya juang dan kreativitas mahasiswa untuk tetap berkarya,” jelas Firdaus.

Ia juga berharap agar UMMAT ke depan dapat menghadirkan gedung teater arena serbaguna yang bisa menjadi pusat aktivitas kreatif mahasiswa. “Seni harus mendapat ruang yang layak. Dengan adanya gedung teater, mahasiswa akan lebih leluasa berkarya, berlatih, dan menggelar pementasan,” tambahnya.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMMAT, Drs. Amil, MM, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa. “Kegiatan ini mampu menggali potensi seni dan bakat mahasiswa. Festival Teater Mahasiswa NTB menjadi wadah inspiratif untuk mengekspresikan seni sekaligus meningkatkan semangat berkarya generasi muda NTB,” ungkapnya.

Festival Teater Mahasiswa NTB 2025 tidak hanya menjadi ajang tontonan, melainkan juga laboratorium kreatif bagi mahasiswa. Melalui teater, mereka belajar mengelola tim, mengasah keterampilan komunikasi, membangun solidaritas, hingga menumbuhkan kepekaan sosial.

Panitia berharap Festival Teater Mahasiswa NTB bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain sebagai ruang apresiasi, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya karya-karya besar dari mahasiswa NTB, sekaligus memperkuat posisi teater sebagai bagian penting dari perkembangan budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Torehkan Kebanggaan Nasional, Mahasiswi Teknik Pertambangan Persembahkan Tari “The Spirit of Sasambo” dalam Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-80

UMMAT Torehkan Kebanggaan Nasional, Mahasiswi Teknik Pertambangan Persembahkan Tari “The Spirit of Sasambo” dalam Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-80

Jakarta, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, menjadi momen bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satu yang turut merasakan kebanggaan luar biasa adalah Annisa, mahasiswi Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), yang dipercaya menjadi bagian dari penampilan seni budaya pada prosesi penurunan bendera.

Annisa, kelahiran Dompu, 4 Juni 2003, tampil bersama 209 penari lainnya membawakan tarian kolosal bertajuk The Spirit of Sasambo. Tarian ini menampilkan keindahan dan harmoni budaya dari tiga etnis besar di Nusa Tenggara Barat, yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo. Kehadiran penampilan ini di panggung nasional menjadi wujud nyata kekayaan budaya NTB yang mendapat kesempatan istimewa untuk ditampilkan dalam acara kenegaraan tertinggi.

Bagi Annisa, kesempatan ini bukan hanya sekadar pengalaman menari, melainkan juga sebuah kehormatan dan kebanggaan besar. “Kesan dari saya pastinya bangga sama diri sendiri bisa tampil dan sekaligus mewakili provinsi NTB untuk tampil pada saat penurunan bendera HUT RI yang ke-80 di Istana Negara,” ungkapnya dengan penuh rasa haru.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., turut menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi mahasiswi UMMAT tersebut. “Partisipasi Annisa di Istana Negara adalah sebuah kebanggaan besar, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Universitas Muhammadiyah Mataram dan masyarakat NTB. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMMAT mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pelestarian seni dan budaya bangsa,” tuturnya.

Penampilan Annisa dan tim penari dari NTB mendapat apresiasi luas dari hadirin yang memadati Istana Negara. Kehadiran tarian “The Spirit of Sasambo” tidak hanya memperkaya nuansa upacara, tetapi juga mempertegas bahwa keberagaman budaya Indonesia adalah kekuatan bangsa yang harus terus dilestarikan.

Melalui pengalaman istimewa ini, Annisa berharap bisa terus berkontribusi, baik di bidang akademik maupun dalam pelestarian seni budaya daerah. Ia juga ingin menginspirasi generasi muda NTB untuk berani bermimpi besar dan berkiprah di panggung nasional.

Partisipasi mahasiswi UMMAT dalam acara kenegaraan ini sekaligus menjadi catatan penting bahwa Universitas Muhammadiyah Mataram tidak hanya mencetak generasi unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melahirkan duta-duta budaya yang mampu membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional. (HUMAS UMMAT)

Ratusan Pencaker Serbu Job Fair UMMAT–Disnakertrans NTB, Ribuan Peluang Kerja Diperebutkan

Ratusan Pencaker Serbu Job Fair UMMAT–Disnakertrans NTB, Ribuan Peluang Kerja Diperebutkan

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menggelar Job Fair dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan FKIP UMMAT pada Sabtu (09/08/2025) ini disambut dengan antusias oleh para pencari kerja (pencaker) dari berbagai wilayah di NTB.

Sejak siang hari, ratusan pencaker telah memadati area Lapangan FKIP UMMAT untuk mencari informasi sekaligus melamar langsung pada perusahaan yang membuka lowongan. Antusiasme ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap peluang kerja, baik di sektor nasional maupun internasional, yang ditawarkan melalui job fair ini.

Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menyampaikan bahwa job fair tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kali ini, Disnakertrans NTB mengambil langkah strategis dengan menggandeng lembaga pendidikan. Sebuah terobosan yang membedakan job fair kali ini dari sebelumnya,” ujarnya.

Nelly menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga forum diskusi untuk mempersiapkan tenaga kerja NTB agar lebih kompetitif di pasar global. Menurutnya, banyak tenaga kerja NTB, termasuk lulusan Balai Latihan Kerja (BLK), telah memiliki keahlian teknis mumpuni seperti kemampuan mengelas, namun masih terkendala minimnya penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

“Peluang kerja tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Tenaga kerja lokal kita punya keterampilan hebat, hanya saja kita harus melengkapi mereka dengan kemampuan bahasa internasional agar bisa bersaing,” tegasnya.

Tahun ini, 41 perusahaan di NTB berpartisipasi dalam job fair dengan menawarkan lebih dari 2.000 lowongan kerja dari berbagai sektor formal maupun informal, termasuk peluang kerja di luar negeri. Kesempatan ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK hingga sarjana.

Sebelum datang, Nelly mengingatkan para pencari kerja untuk mempersiapkan dokumen lamaran seperti CV, fotokopi ijazah terakhir, transkrip nilai, KTP, serta sertifikat kompetensi (jika ada). “Cukup bawa salinan dokumen. Dokumen asli sebaiknya disimpan dengan aman,” pesannya.

Rektor UMMAT yang diwakilkan oleh Wakil Rektor IV, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas sinergi ini. “In syaa Allah, kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam menjembatani dunia kerja dengan para alumni dan lulusan baru, sekaligus mendukung misi pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran di NTB,” tuturnya.

Zaenuddin menambahkan bahwa UMMAT memandang job fair ini bukan hanya sebagai agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menciptakan lulusan yang siap kerja. “Kami ingin memastikan mahasiswa UMMAT tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, etika kerja, dan kesiapan mental yang sesuai dengan tuntutan industri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kerja sama antara kampus, pemerintah, dan dunia industri adalah kunci. Dengan kolaborasi seperti ini, kita bisa memastikan informasi pasar kerja sampai kepada mahasiswa bahkan sebelum mereka lulus. Ini akan mempersingkat masa tunggu kerja lulusan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga berpesan kepada para pencari kerja agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Bawa semangat, percaya diri, dan kesiapan diri. Karena peluang kerja tidak datang dua kali. Jadikan job fair ini sebagai titik awal perjalanan karier yang sukses, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional,” tutupnya. (Humas UMMAT)

UMMAT Gelar Bimtek Penyusunan Proposal KBGI dan KJI 2025, Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Tingkat Nasional

UMMAT Gelar Bimtek Penyusunan Proposal KBGI dan KJI 2025, Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Tingkat Nasional

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), di bawah koordinasi Bagian Pembinaan Kreativitas, Penalaran, dan Prestasi Mahasiswa (PKP2M), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Kompetisi Bangun Gedung Indonesia (KBGI) dan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak 6 hingga 7 Agustus 2025, bertempat di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat UMMAT.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen pembimbing, UMMAT menghadirkan dua narasumber ahli dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yakni Dr. Ir. Seplika Yadi, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Moh. Abduh, S.T., M.T., IPU, ACPE., ASEAN Eng. Keduanya merupakan akademisi yang telah teruji dan berpengalaman luas dalam berbagai kompetisi rancang bangun skala nasional, termasuk KBGI dan KJI yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan universitas dalam mendorong peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa, khususnya di bidang teknik sipil.

“Ini merupakan langkah yang sangat strategis. Namun demikian, penyusunan proposal harus benar-benar diperhatikan karena kita akan bersaing secara nasional dengan berbagai perguruan tinggi ternama. Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan karya proposal yang berkualitas dan berpotensi menang,” ujar Rektor.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran narasumber dari UMM dan menegaskan pentingnya sinergi antara universitas dengan para ahli dalam membimbing mahasiswa.

“Selamat datang kami ucapkan kepada Dr. Muhammad Abduh dan Ir. Seplika Yadi. Kehadiran beliau menjadi energi baru bagi kami di UMMAT untuk terus berkembang. Kami berharap ke depan bisa melakukan pendampingan secara mandiri, namun untuk saat ini kami masih sangat memerlukan bimbingan dari para pakar untuk menyusun proposal dengan baik dan benar,” ujar Dr. Erwin.

“Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber dapat ditransfer secara maksimal kepada mahasiswa UMMAT agar siap berkompetisi,” tambahnya.

Dalam bimtek ini, terdapat empat kelompok utama yang aktif mengikuti proses penyusunan proposal KBGI dan KJI, serta beberapa kelompok cadangan yang dipersiapkan untuk mendukung dan memperkuat tim utama. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan materi teknis, diskusi kelompok, serta praktik langsung penyusunan proposal sesuai panduan resmi dari Kemenristek Dikti.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak mahasiswa yang kompeten dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari misi UMMAT untuk mengintegrasikan pembinaan prestasi akademik dengan penguatan karakter unggul mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Dengan terselenggaranya Bimtek ini, UMMAT meneguhkan komitmennya untuk terus bergerak maju dan mengikuti jejak kampus-kampus PTMA senior lainnya yang telah lebih dulu menorehkan prestasi di ajang nasional. (HUMAS UMMAT)

Bertarung di Antara 33 Negara, Mahasiswa UMMAT Raih Juara II Tapak Suci World Championship 2025: Harumkan Nama NTB dan Indonesia di Ajang Internasional

Bertarung di Antara 33 Negara, Mahasiswa UMMAT Raih Juara II Tapak Suci World Championship 2025: Harumkan Nama NTB dan Indonesia di Ajang Internasional

Mataram, Prestasi membanggakan kembali dicetak oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) di kancah internasional. Nurhamdi Said, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT kelahiran Gerung, Lombok Barat, 14 April 2002, berhasil meraih Juara II Kelas D Dewasa dalam ajang bergengsi Tapak Suci World Championship 2 Tahun 2025, yang berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 3 Agustus 2025 di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Kejuaraan ini menjadi ajang prestisius bagi para pendekar Tapak Suci dari seluruh dunia, diikuti oleh peserta dari 33 negara, baik dari Asia, Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah. Dalam atmosfer kompetisi yang sangat kompetitif, Nurhamdi tampil gemilang dengan menunjukkan teknik dan semangat juang luar biasa, hingga akhirnya berhasil meraih posisi kedua dalam kelasnya.

Keikutsertaan Nurhamdi dalam ajang ini bukan semata-mata untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari misi yang lebih besar: mempromosikan Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai seni bela diri warisan bangsa yang sarat dengan nilai spiritual, budaya, dan keilmuan.

“Tujuan utama dari kejuaraan ini adalah untuk memperkenalkan Tapak Suci sebagai seni bela diri khas Indonesia yang memiliki filosofi dan teknik tinggi. Saya merasa terhormat bisa membawa nama UMMAT, NTB, dan Indonesia di pentas dunia,” ujar Nurhamdi usai pengalungan medali perak.

Sebagai kader aktif Tapak Suci UMMAT, Nurhamdi telah melalui berbagai jenjang latihan dan kompetisi sejak tahun pertama kuliah. Ia dikenal sebagai sosok yang gigih, rendah hati, dan berdedikasi tinggi dalam setiap kegiatan organisasi maupun kejuaraan bela diri.

Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LLM., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang luar biasa ini. Menurutnya, keberhasilan Nurhamdi menjadi inspirasi besar bagi seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum.

“Saya merasa sangat bangga dan terharu atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT dalam ajang Tapak Suci World Championship. Ini bukan hanya kemenangan secara individu, tapi juga membawa nama baik institusi, khususnya Fakultas Hukum. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki semangat juang dan kedisiplinan tinggi dalam bidang bela diri dan olahraga,” ujar Dr. Hilman.

Ia juga menambahkan bahwa pihak fakultas berkomitmen untuk terus mendukung potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Saya berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa FH UMMAT untuk terus berprestasi di berbagai bidang. Fakultas akan terus mendukung dan memfasilitasi setiap potensi yang dimiliki mahasiswa. Teruslah menjadi inspirasi dan panutan bagi generasi muda, dan jadikan kemenangan ini sebagai awal dari prestasi-prestasi yang lebih besar di masa mendatang,” tambahnya.

Kejuaraan Dunia Tapak Suci ini juga menjadi momentum penting dalam diplomasi budaya Indonesia. Di tengah persaingan global yang ketat, eksistensi seni bela diri Tapak Suci yang lahir dari Muhammadiyah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai luhur Islam berkemajuan, kedamaian, dan kekuatan spiritual bangsa Indonesia kepada dunia.

Capaian Nurhamdi menjadi salah satu simbol keberhasilan pembinaan karakter dan potensi mahasiswa di UMMAT. Melalui kolaborasi antara kegiatan akademik, organisasi otonom kampus, dan dukungan penuh dari fakultas dan universitas, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kapasitas diri secara holistik. (HUMAS UMMAT)

Debat Menginspirasi, Kampus Berdampak: UMMAT Sukses Gelar Final Lomba Debat Nasional

Debat Menginspirasi, Kampus Berdampak: UMMAT Sukses Gelar Final Lomba Debat Nasional

Mataram, 31 Juli 2025 – Panggung adu gagasan tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia tersaji dengan penuh semangat dan intelektualitas tinggi dalam Final Lomba Debat Nasional Mahasiswa 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Final ini menjadi penutup dari rangkaian kompetisi debat yang digagas oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMMAT, sebagai upaya konkret dalam membentuk karakter mahasiswa yang berpikir kritis, komunikatif, dan solutif dalam menghadapi persoalan bangsa.

Bertempat di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMAT, babak final dilaksanakan secara luring dengan menghadirkan empat tim terbaik dari total 26 tim yang sebelumnya berkompetisi di babak penyisihan secara daring. Keempat tim finalis berasal dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) selaku tuan rumah, dan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).

Babak demi babak dilalui dengan ketat. Atmosfer kompetitif sangat terasa, namun tetap dalam nuansa kekeluargaan dan sportivitas yang dijunjung tinggi. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi debat nasional, dengan mempertimbangkan kekuatan argumen, ketepatan data, kemampuan merespons, gaya penyampaian, serta etika dalam berdebat.

Setelah melalui sesi argumentasi yang menantang, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dinyatakan sebagai Juara Pertama dengan skor tertinggi 85,54. Universitas Muhammadiyah Surakarta meraih Juara Kedua dengan skor 84,72, sedangkan Universitas Muhammadiyah Mataram menempati posisi Juara Ketiga dengan skor 83,30. Juara Harapan Satu diraih oleh Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dengan skor 83,18. Meskipun selisih nilai antara peserta sangat tipis, kualitas debat yang ditampilkan keempat tim menuai pujian dari para juri.

Ketua Panitia Pelaksana, Zaenafi Ariani, SE., ME., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, baik yang mengikuti secara daring maupun yang hadir langsung di babak final. “Sebanyak 26 tim mendaftar dan mengikuti seleksi awal. Dari sana kami memilih empat tim terbaik untuk bertanding langsung di UMMAT. Ini adalah ajang luar biasa untuk mengasah nalar kritis, sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai daerah. Terima kasih atas semangat, kerja keras, dan dedikasi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus pemanasan bagi mahasiswa UMMAT yang akan berlaga dalam ajang debat tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Agustus mendatang.

“Sebenarnya, lomba ini adalah latihan strategis untuk mahasiswa kami. Tapi lebih dari itu, kita ingin kegiatan ini menjadi ruang saling belajar, bukan hanya untuk mendapatkan juara. Ini adalah wadah silaturahmi antar mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia dalam membangun jejaring, bertukar ide, dan menginspirasi satu sama lain,” jelasnya.
“Kami percaya, mahasiswa yang terbiasa berdialog dan berdebat secara sehat akan tumbuh menjadi pemimpin yang tangguh dan bijak. Oleh karena itu, UMMAT akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang menghidupkan iklim akademik seperti ini,” tambahnya.

Acara final ditutup dengan penyerahan trofi, piagam penghargaan, dan bingkisan kepada para pemenang. Selain itu, seluruh finalis mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi intelektual mereka dalam lomba ini. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan ketika para finalis berdiri di atas panggung bersama, menunjukkan bahwa meskipun kompetisi telah usai, semangat kolaborasi tetap menyala. (HUMAS UMMAT)