Dinamika Kebijakan Hukum Pidana: Hukum Adat sebagai Living Law dalam KUHP Nasional, FH UMMAT Gelar Kuliah Umum

Dinamika Kebijakan Hukum Pidana: Hukum Adat sebagai Living Law dalam KUHP Nasional, FH UMMAT Gelar Kuliah Umum

Kegiatan Pembukaan

Mataram, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang berorientasi pada penguatan wawasan hukum mahasiswa dengan menggelar kuliah umum bertajuk “Dinamika Kebijakan Hukum Pidana: Hukum Adat sebagai Living Law dalam KUHP Nasional” . Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025, bertempat di Gedung Lantai 1 FH UMMAT, dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan.

Acara ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Yusuf Saefudin, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Beliau dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang hukum pidana dan hukum adat yang telah banyak memberikan kontribusi pemikiran dalam pembaruan hukum di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa terhadap perkembangan kebijakan hukum pidana di Indonesia, terutama terkait pengakuan dan peran hukum adat sebagai living law dalam sistem hukum nasional. Selain itu, kuliah umum ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dan budaya hukum masyarakat dalam perumusan dan penerapan hukum pidana yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Dekan FH UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M., menegaskan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan bentuk upaya nyata Fakultas Hukum dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika hukum nasional yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, keberhasilan pendidikan hukum tidak hanya diukur dari penguasaan teori, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa memahami realitas sosial tempat hukum itu bekerja.

“Pengakuan hukum adat sebagai living law dalam KUHP nasional mencerminkan semangat pembaruan hukum yang berkeadilan dan kontekstual dengan karakter bangsa Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami hukum dari teks semata, tetapi juga dari nilai-nilai sosial yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” tutur Dr. Hilman.

Suasana kuliah umum berlangsung penuh semangat. Mahasiswa tampak antusias menyimak dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis terkait peran hukum adat dalam penyelesaian perkara pidana, serta tantangan penerapan prinsip living law di tengah sistem hukum modern yang sering kali bersifat sentralistik. Narasumber pun menjawab dengan penjelasan yang komprehensif, memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami hubungan antara hukum formal dan nilai-nilai adat yang hidup di masyarakat.

Penyampaian Materi dari Narasumber Dr. Yusuf Saefudin, S.H., M.H.

Salah satu peserta kuliah umum, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan barunya dalam memahami konsep hukum yang berpihak pada keadilan sosial. “Saya jadi lebih paham bahwa hukum adat itu bukan hal kuno, tapi justru bagian penting dari keadilan yang hidup di tengah masyarakat kita. Materinya sangat relevan dengan kondisi hukum saat ini,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat akademik, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara civitas akademika FH UMMAT dengan jejaring akademik antarperguruan tinggi Muhammadiyah. Dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kegiatan ini menjadi ajang pertukaran gagasan dan kolaborasi keilmuan di bidang hukum yang berorientasi pada pengembangan nilai-nilai keindonesiaan dalam hukum pidana. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Resmi Lepas Tiga Duta Qur’ani untuk Berlaga di MTQMN 2025

UMMAT Resmi Lepas Tiga Duta Qur’ani untuk Berlaga di MTQMN 2025

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi Qur’ani berprestasi. Pada Rabu (2/10), kampus secara resmi melepas tiga mahasiswa terbaik untuk berkompetisi di ajang turnamen Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) yang akan berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 5–10 Oktober 2025 mendatang.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Tamu Rektor UMMAT. Para peserta, pimpinan universitas, serta perwakilan fakultas hadir memberi doa dan restu bagi keberangkatan utusan. Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi.

Ketiga delegasi UMMAT yang dilepas adalah: Ainun Iman – Mahasiswi Prodi S1 ​​Teknik Sipil, cabang Tilawah Putri. Muh. Minwar Hadi – Mahasiswa Prodi Hukum, cabang Hifzil Qur’an 10 Juz Putra. Raudatam Mirriadil Jinan – Mahasiswi FAI, cabang Hifzil Qur’an 20 Juz Putri. Mereka merupakan hasil seleksi internal yang ketat, kemudian berhasil lolos tahap Pra-Nasional yang digelar secara online selama dua minggu terakhir. Dalam proses tersebut, mereka bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperebutkan posisi 32 besar. Berkat kerja keras dan konsistensi, ketiganya berhasil menembus peringkat 32 besar nasional dan berhak mengikuti kompetisi secara luring di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.

Kadiv. LP3IK, Sahman Z, SH., MH., sekaligus sebagai pendamping menegaskan bahwa mahasiswa ketiga telah melewati proses persiapan yang matang. “Mereka sudah mengikuti seleksi dare selama dua pekan penuh dengan berbagai ujian. Kami optimis, semangat dan ikhtiar yang sudah ditunjukkan akan menjadi bekal penting untuk bersaing di tingkat nasional. Harapan kami, keberangkatan ini bisa membawa kontribusi nyata untuk UMMAT,” ujarnya.

Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., memberikan pesan mendalam kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap tawadhu meski telah menorehkan prestasi. “Kesempatan ini adalah momentum untuk mengukir prestasi. Namun, jangan pernah merasa sombong, karena semua ini adalah takdir Allah SWT. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha memantaskan diri dan mensyukuri amanah ini. Keterlibatan mahasiswa UMMAT di MTQMN adalah bukti keseriusan kampus dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi muda. Semoga langkah ini membawa manfaat, tidak hanya bagi UMMAT, tetapi juga bagi umat,” tuturnya.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., dalam pesannya menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan delegasi. “Hari ini kita patut bersyukur, karena UMMAT bisa sejajar dengan universitas-universitas lain di tingkat nasional. Bahkan, kita siap bersaing di kancah internasional. Juara memang penting, tetapi yang utama adalah menjaga niat. Berlombalah dengan jujur, karena ini kitab suci, maka sucikan diri kalian ketika berlaga,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Teknik turut menyampaikan kebanggaannya atas keberangkatan Ainun Iman yang membawa nama Fatek. Ia menilai, keberangkatan ini menjadi wujud nyata kontribusi fakultas dalam mendukung prestasi mahasiswa.

Tidak ketinggalan, Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam (FAI), Mardiyah Hayati, M.Pd.I., dengan penuh haru menuturkan rasa syukur karena salah satu mahasiswa FAI, Raudatam Mirriadil Jinan kembali dipercaya membawa nama baik universitas. “Prestasi dalam bidang Al-Qur’an adalah prestasi yang memuliakan kita semua. Amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya. Kami di sini mendoakan, semoga langkah adek-adek mahasiswa selalu diberkahi dan diridai Allah SWT,” ungkapnya.

Pelepasan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga simbol kebersamaan seluruh civitas akademika UMMAT dalam mendukung mahasiswa berprestasi. Dukungan doa, pesan moral, dan motivasi yang diberikan meneguhkan tekad ketiga peserta untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama almamater.

Dengan penuh semangat, ketiga mahasiswa tersebut berangkat sebagai duta UMMAT untuk membawa syiar Al-Qur’an di kancah nasional. Mereka diharapkan tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menjadi teladan bagi mahasiswa lain dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. (HUMAS UMMAT)

Cegah Banjir dengan Cara Hijau, Dosen Teknik Sipil UMMAT Ajak Warga Sambik Bangkol Terapkan Sistem Eko-Hidrolik dan “Resik-Resik Kali”

Cegah Banjir dengan Cara Hijau, Dosen Teknik Sipil UMMAT Ajak Warga Sambik Bangkol Terapkan Sistem Eko-Hidrolik dan “Resik-Resik Kali”

Mataram, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali meneguhkan komitmennya dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Kali ini, kegiatan pengabdian diwujudkan melalui program bertajuk “Peningkatan Kesadaran Warga Sekitar Sungai Luk, Desa Sambik Bangkol terhadap Mitigasi Banjir Lokal melalui Sosialisasi Penerapan Sistem Eko-Hidrolik dan Resik-Resik Kali” yang dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2025, di Dusun Luk, Desa Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini melibatkan puluhan warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Luk, sebuah wilayah yang kerap menghadapi permasalahan banjir lokal akibat curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang rawan penyumbatan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya mitigasi bencana berbasis ekologi, sekaligus mempraktikkan langkah-langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Khalis Ilmi, ST., M.Eng., dosen muda Teknik Sipil UMMAT yang lahir di Mataram pada 31 Agustus 1994, menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti pada ranah teoritis, tetapi harus menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Penerapan sistem eko-hidrolik seperti penanaman pohon pisang di bantaran sungai merupakan langkah sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang bisa dilakukan masyarakat. Selain mampu menahan erosi dan mengurangi aliran permukaan, pohon pisang juga memberikan manfaat ekonomi karena buahnya bisa dipanen,” ungkap Khalis.

Dalam sesi sosialisasi, ia memaparkan konsep dasar sistem eko-hidrolik, potensi dampaknya dalam mengurangi risiko banjir, hingga pentingnya kolaborasi warga untuk menjaga ekosistem sungai. Diskusi berlangsung santai namun penuh antusias. Warga menceritakan pengalaman mereka menghadapi banjir, kerugian yang dialami, serta harapan adanya solusi yang dapat dilakukan secara kolektif. Tim pengabdian pun merespons dengan memberikan contoh penerapan di daerah lain, serta menekankan pentingnya kegiatan resik-resik kali atau gotong royong membersihkan sungai agar aliran air tetap lancar.

Sebagai wujud nyata, kegiatan ditutup dengan aksi penanaman bibit pohon pisang di sepanjang bantaran Sungai Luk. Penanaman ini dilakukan bersama antara tim dosen, mahasiswa, dan warga setempat. Aksi simbolis tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk mendorong warga melanjutkan program serupa secara mandiri.

Menurut Khalis Ilmi, penerapan sistem eko-hidrolik sangat relevan bagi desa-desa dengan keterbatasan sumber daya. “Selain bermanfaat secara teknis untuk menjaga erosi tebing sungai, mengendalikan sedimen, dan mengurangi risiko meluapnya air, tanaman pisang juga punya nilai ekonomi. Hal ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan sambil meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. H. Aji Syailendra Ubaidillah, ST.,M.Sc., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami mendukung penuh para dosen yang terjun langsung melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ini sejalan dengan visi UMMAT untuk mencetak lulusan dan tenaga pendidik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kami berharap program seperti ini terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi Teknik Sipil UMMAT berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Lebih dari sekadar mencegah banjir, menjaga sungai berarti menjaga keberlangsungan generasi mendatang. Dengan kebersamaan, solusi sederhana pun dapat menjadi gerakan besar untuk menyelamatkan lingkungan. (HUMAS UMMAT)

Expo KKN UMMAT 2025: Mahasiswa Wujudkan Teknologi Tepat Guna, Desa Tangguh Bencana, dan Kesehatan Masyarakat

Expo KKN UMMAT 2025: Mahasiswa Wujudkan Teknologi Tepat Guna, Desa Tangguh Bencana, dan Kesehatan Masyarakat

Mataram, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menyelenggarakan Expo Karya KKN UMMAT 2025 dengan mengusung tema “Kampus Sinergi Impact – Building Village Independence” pada Selasa, 30 September 2025.

Kegiatan yang digelar di Auditorium H. Anwar Ikraman kampus UMMAT ini menjadi ajang penting untuk memamerkan berbagai karya dan program mahasiswa selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa di Nusa Tenggara Barat.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M. Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa expo ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang refleksi dan apresiasi terhadap inovasi mahasiswa.

“Kegiatan Expo ini adalah wadah untuk memperlihatkan karya mahasiswa KKN yang lahir dari pengabdian nyata di tengah masyarakat. Harapannya, melalui kegiatan ini kita bisa melihat dan menilai seberapa jauh mahasiswa mampu berkontribusi selama berada di lokasi pengabdian,” ujarnya.

Dalam Expo Karya KKN tahun ini, mahasiswa menampilkan karya dalam tiga kategori utama, yaitu: 1. Teknologi Tepat Guna (TTG), berupa inovasi sederhana yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat desa. 2. Kesehatan Masyarakat (Kesmas) menampilkan program kesehatan. 3. Desa Tangguh Bencana (Destana), memperlihatkan upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesiapsiagaan desa menghadapi potensi bencana.

Rektor UMMAT,Drs. Abdul Wahab, MA., dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama 45 hari pengabdian di desa.

 “KKN adalah momentum bagi mahasiswa untuk membumikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah. Melalui expo ini kita bisa melihat langsung hasil kerja keras, kreativitas, dan pengabdian mereka dalam membantu desa menjadi lebih mandiri,” tutur Rektor.

Salah satu peserta KKN, M. Ari Azhari dari kelompok 28 Desa Sangiang dan merupakan kelompok Terbaik 1 kategori TTG, mengungkapkan pengalamannya selama mengabdi di desa.  “Melalui KKN kami belajar langsung dari masyarakat. Tidak hanya memberi solusi, tetapi juga beradaptasi dengan kearifan lokal. Bagi saya pribadi, pengalaman ini membentuk kedewasaan dan kepedulian sosial yang mungkin tidak akan saya dapatkan di kelas,” ujarnya.

Kemudian Ia juga sampaikan bahwa  telah mengembangkan inovasi sederhana yakni membuat paving blok dari sampah plastik dan sosialisasi pemanfaatan arang aktif untuk mencegah pencemaran laut dari limbah cair rumah tangga.

“Kami ingin karya ini benar-benar bermanfaat, bukan hanya sebagai proyek KKN, tapi bisa dipakai berkelanjutan oleh masyarakat desa dan alhamdulillah kami menyaksikan kebahagiaan di mata masyarakat dan rasa antusias dari program yang kami bawa dan mereka mengapresiasi kerja kami bahwa kami adalah mahasiswa KKN yang pernah datang ke desa sangiang.” tuturnya. (HUMAS UMMAT)

Teknik Sipil UMMAT Wujudkan Pengabdian Masyarakat melalui Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir di Bertais

Teknik Sipil UMMAT Wujudkan Pengabdian Masyarakat melalui Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir di Bertais

Mataram, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir di Kantor Lurah Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram pada 18 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Kelurahan Bertais dengan melibatkan seluruh dosen Prodi Teknik Sipil UMMAT.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya mitigasi bencana banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat banjir dapat diminimalisir.

Lurah Bertais menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan penyuluhan mitigasi banjir ini. Harapan kami, kolaborasi semacam ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya terkait mitigasi kebencanaan, tetapi juga perencanaan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan di wilayah kami,”ujarnya.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil UMMAT, Ir. Adryan Fitrayudha, S.T., M.T., IPM., menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.

Ir. Adryan Fitrayudha juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga langkah awal dari kerja sama yang berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat Kota Mataram, khususnya di Kelurahan Bertais, dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana banjir yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai awal kolaborasi berkelanjutan antara Prodi Teknik Sipil UMMAT dengan masyarakat dalam berbagai program pengabdian,” ungkapnya.

Sesi penyampaian materi menghadirkan dua narasumber utama. Pertama, Bapak Adiman Fariyadin, S.T., M.T., dosen Teknik Sipil UMMAT, yang memaparkan materi tentang Mitigasi Bencana dengan menekankan pentingnya perencanaan tata ruang dan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko banjir. Narasumber kedua adalah Bapak Musyawir, S.Pd., perwakilan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yang menyampaikan materi mengenai Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi bencana banjir melalui langkah-langkah praktis dan berbasis komunitas.

“Secara umum, kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kesinambungan program penyuluhan dan memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat terus diaplikasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari”, tutup Kaprodi Teknik Sipil UMMAT. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Implementasi Konsep Dasar Matematika, FKIP UMMAT Selenggarakan PkM Kolaboratif Bersama UGM dan Unram

Perkuat Implementasi Konsep Dasar Matematika, FKIP UMMAT Selenggarakan PkM Kolaboratif Bersama UGM dan Unram

Mataram, Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Peran Konsep Dasar Matematika di Beberapa Aplikasi.” Acara ini terlaksana atas kerjasama dengan Departemen Matematika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Program Studi Matematika FMIPA Universitas Mataram (Unram).

Kegiatan yang digelar di Aula Utama FKIP UMMAT pada Sabtu (20/9/2025) ini diikuti oleh para guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika SMA Kota Mataram. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarperguruan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kompetensi guru dalam memahami serta mengajarkan konsep dasar matematika secara lebih aplikatif.

Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si. menegaskan pentingnya kemitraan antarperguruan tinggi untuk kemajuan pendidikan di NTB. “FKIP khususnya Program Studi Pendidikan Matematika berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama dengan kampus-kampus ternama seperti UGM dan Unram. Kegiatan pelatihan dan seminar seperti ini menjadi langkah strategis untuk memajukan pendidikan, sekaligus memberikan ruang bagi guru-guru di Kota Mataram dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka,” ungkapnya.

Sebagai bentuk implementasi dari kerjasama tersebut, kegiatan PkM menghadirkan enam narasumber utama yang memiliki kompetensi di bidangnya, yaitu: Dr. Indarsih, M.Si. (UGM), Prof. Dr. Fajar Adi K., M.Si. (UGM), Prof. Dr. rer. nat. Indah Emilia W., M.Si. (UGM), Dr. Dwi Ertianingsih, M.Si. (UGM), Dr. I Gede Aditya Wisnu W. (Unram), dan Dr. Yunita Septiana Anwar, M.Sc. (UMMAT).

Para pemateri menyajikan topik yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif, mulai dari penerapan konsep dasar matematika dalam riset sains, teknologi, hingga kehidupan sehari-hari. Sesi presentasi berlangsung interaktif, diwarnai dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi langsung dengan para narasumber.

Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Abdillah, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan berlanjut dalam berbagai bentuk kerjasama yang lebih luas. “Kami berharap melalui kegiatan ini terjalin kolaborasi yang lebih kuat antar institusi pendidikan matematika di Indonesia. Seminar ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan peserta tentang implementasi matematika dalam berbagai bidang serta memperkuat peran matematika sebagai ilmu dasar yang aplikatif dalam mendukung kemajuan masyarakat dan dunia pendidikan,” ujarnya. (HUMAS UMMAT)