PENGUMUMAN SELEKSI PENERIMAAN CALON DOSEN TETAP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN 2025


Melihat lebih detailnya bisa diliat dibawah ini.
Untuk pengiriman berkas pendaftaran bisa konfirmasi
Email : [email protected]
Whatshapp : +62 878-6403-8430


Melihat lebih detailnya bisa diliat dibawah ini.
Untuk pengiriman berkas pendaftaran bisa konfirmasi
Email : [email protected]
Whatshapp : +62 878-6403-8430

Mataram, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi membuka Festival Teater Mahasiswa NTB 2025 pada Rabu, 27 Agustus 2025. Bertempat di Taman Budaya NTB , acara ini menjadi momentum awal sekaligus pemantik semangat sebelum festival utama diadakan pada bulan Oktober mendatang. Kehadiran festival ini tidak hanya menandai dimulainya rangkaian perhelatan seni pertunjukan mahasiswa, tetapi juga mewakili komitmen UMMAT dalam menghadirkan ruang apresiasi, ekspresi, dan kreativitas bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat.
Ketua Panitia, Muhammad Firdaus, menegaskan bahwa festival ini bukan semata-mata ruang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bersama. “Festival ini lahir dari semangat apresiasi, bukan hanya kompetisi. Kami ingin mahasiswa bisa saling belajar, berbagi gagasan, dan menguatkan ikatan persaudaraan melalui seni pertunjukan,” tegasnya.
Festival Teater Mahasiswa NTB tahun ini diikuti oleh sembilan perguruan tinggi, yakni: Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Universitas Mataram (Unram), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Universitas Nusa Tenggara Barat (UNW), Universitas Bumi Gora, Universitas Bagu, Universitas Hamzanwadi serta beberapa perguruan tinggi lainnya yang turut mengirimkan delegasi.
“Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mempertontonkan karya, tetapi juga sebagai simbol semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas kampus di NTB”, ujar ketua panitia.
Meski festival ini disambut dengan antusiasme tinggi, panitia tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Dukungan pemerintah daerah, terutama dari segi pendanaan dan fasilitas, dinilai masih minim. Namun, bagi panitia, hal itu tidak menyurutkan semangat.

“Setiap tantangan yang berat pasti melahirkan perjalanan yang hebat. Justru dari keterbatasan inilah muncul daya juang dan kreativitas mahasiswa untuk tetap berkarya,” jelas Firdaus.
Ia juga berharap agar UMMAT ke depan dapat menghadirkan gedung teater arena serbaguna yang bisa menjadi pusat aktivitas kreatif mahasiswa. “Seni harus mendapat ruang yang layak. Dengan adanya gedung teater, mahasiswa akan lebih leluasa berkarya, berlatih, dan menggelar pementasan,” tambahnya.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMMAT, Drs. Amil, MM, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa. “Kegiatan ini mampu menggali potensi seni dan bakat mahasiswa. Festival Teater Mahasiswa NTB menjadi wadah inspiratif untuk mengekspresikan seni sekaligus meningkatkan semangat berkarya generasi muda NTB,” ungkapnya.
Festival Teater Mahasiswa NTB 2025 tidak hanya menjadi ajang tontonan, melainkan juga laboratorium kreatif bagi mahasiswa. Melalui teater, mereka belajar mengelola tim, mengasah keterampilan komunikasi, membangun solidaritas, hingga menumbuhkan kepekaan sosial.
Panitia berharap Festival Teater Mahasiswa NTB bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain sebagai ruang apresiasi, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya karya-karya besar dari mahasiswa NTB, sekaligus memperkuat posisi teater sebagai bagian penting dari perkembangan budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

Mataram, Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan perannya dalam mendukung program kesehatan masyarakat dengan turut memeriahkan Gebyar Nakes Vol. 2 Kota Mataram. Kegiatan yang berlangsung di Taman Sangkareang pada Sabtu (23/8) ini digelar sejak pagi hingga siang hari dan dihadiri ribuan masyarakat Kota Mataram dari berbagai kalangan.
Sejak pukul 06.30 WITA, suasana Taman Sangkareang sudah dipadati pengunjung. Stand booth FK dan FIK UMMAT menjadi salah satu titik yang paling ramai diserbu masyarakat. Melalui kegiatan ini, UMMAT tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga membawa pesan edukasi penting tentang gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan kearifan lokal melalui konsep budaya Sasambo akronim dari Sasak, Samawa, dan Mbojo.
FK dan FIK UMMAT menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pengecekan kadar kolesterol, gula darah, hingga asam urat, yang disambut dengan antusias tinggi. Tak hanya berhenti di situ, para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga medis dan mahasiswa kesehatan UMMAT mengenai hasil pemeriksaan mereka.
Tidak hanya fokus pada aspek medis, FK dan FIK UMMAT juga menampilkan kreativitas dengan mengusung tema Sasambo. Dekorasi stand dipenuhi nuansa adat Sasak, Samawa, dan Mbojo, yang menghadirkan kekayaan budaya lokal dalam balutan modern. Pengunjung pun merasa lebih dekat, karena nuansa budaya yang ditampilkan memberikan suasana berbeda dibanding stand lainnya.

Kehadiran konsep budaya ini juga menjadi bentuk nyata dari komitmen UMMAT untuk tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus menjadikan kegiatan kesehatan sebagai ruang edukasi yang inklusif, ramah, dan membumi.
Partisipasi dalam Gebyar Nakes Vol. 2 menjadi wujud kolaborasi antara tenaga dosen, mahasiswa, dan alumni FK serta FIK UMMAT. Para mahasiswa terlihat aktif melayani masyarakat, mulai dari melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan edukasi, hingga membantu pengunjung memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Meskipun tidak berhasil meraih predikat juara dalam lomba stand, kehadiran FK dan FIK UMMAT tetap menjadi sorotan positif dan diapresiasi banyak pihak. Kontribusi ini menjadi bukti nyata keterlibatan UMMAT dalam mendukung visi Kota Mataram sebagai kota sehat.
Pj. Dekan Fakultas Kedokteran UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’ruf, Sp.Rad., Subsp.RI (K), SH., MH., M.Kes., menyampaikan bahwa partisipasi FK dan FIK UMMAT merupakan bentuk tanggung jawab moral universitas untuk hadir di tengah masyarakat.
“Partisipasi FK & FIK ini merupakan wujud nyata dari komitmen UMMAT dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Kami berharap melalui kegiatan Gebyar Nakes ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran civitas akademika, serta semakin mengenal peran FK dan FIK UMMAT sebagai mitra strategis dalam bidang kesehatan. Ke depan, kami ingin kontribusi ini terus berlanjut dan lebih banyak menghadirkan program inovatif yang bermanfaat, sehingga keberadaan UMMAT benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.” ujarnya. (HUMAS UMMAT)

Mataram, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan semangat dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Desa Wisata. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 15–16 Agustus 2025, bertempat di Desa Dasan Griya, Dusun Murpeji, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, antara lain dosen FH UMMAT, Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa, staf desa, pendamping desa, Kepala Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta para pemerhati pariwisata. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu Desa Dasan Griya dalam menyusun peraturan desa yang mengatur pengembangan desa wisata secara tertib, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Dasan Griya, Fahrur Aziz, S.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran civitas akademika FH UMMAT. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Fakultas Hukum UMMAT karena telah meluangkan waktu dan tenaga membantu kami dalam penyusunan peraturan desa. Dengan adanya perdes khusus terkait desa wisata, kami berharap Desa Dasan Griya dapat berkembang lebih baik dan berpotensi menjadi desa binaan bagi Fakultas Hukum UMMAT,” ujarnya.
Dekan FH UMMAT, Assoc. Prof. Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari caturdarma perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Fakultas Hukum UMMAT berkomitmen hadir bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi desa. Penyusunan peraturan desa di bidang wisata sangat penting agar pengelolaan potensi lokal berjalan teratur, berkeadilan, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi warga. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kami untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, sehingga Desa Dasan Griya mampu berkembang menjadi desa wisata yang profesional dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum dan teknis penyusunan peraturan desa melalui paparan narasumber dari FH UMMAT: Dr. Baiq Rara Charina, S.H., M.H., Ahli Perundang-undangan Kanwilkum HAM NTB dan Dosen FH UMMAT, menyampaikan materi tentang mengenal produk hukum desa. Adi Supriyadi, S.H., M.H., Dosen FH UMMAT, membahas teknik penyusunan produk hukum desa, khususnya perdes tentang desa wisata. Dan Nasri, Dosen FH UMMAT, memaparkan muatan perdes tentang desa wisata, mulai dari aspek tata kelola, pengembangan potensi lokal, perlindungan sumber daya alam, hingga strategi pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan ini juga diwarnai sesi diskusi interaktif, di mana peserta aktif memberikan masukan, menyampaikan kendala, dan merumuskan rancangan pasal-pasal perdes yang relevan dengan kondisi Desa Dasan Griya. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan peraturan desa yang aplikatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal, khususnya dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, pokdarwis, dan masyarakat dalam memahami peraturan hukum yang mengatur pengelolaan desa wisata. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai hukum desa, diharapkan pengelolaan potensi wisata di Desa Dasan Griya dapat berjalan tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.
Dr. Hilman menambahkan, “Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar pengabdian, tetapi juga bagian dari pembinaan desa berkelanjutan. Kami berharap Desa Dasan Griya dapat menjadi desa wisata model di Lombok Barat, bahkan menjadi desa binaan Fakultas Hukum UMMAT sehingga kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depan.” tambahnya. (HUMAS UMMAT)

Mataram , Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing global dengan menyelenggarakan Kuliah Pakar Fakultas bertajuk “Penandatanganan MoU & Sosialisasi Program Magang & Kerja di Jepang” bekerja sama dengan DAIICHI Group Jepang, pada Senin (18/8/2025) di Aula Lantai 3 UMMAT.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa aktif dan calon wisudawan dari Program Studi Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), Sistem dan Teknologi Informasi (STI), serta S1 dan D3 Teknik Pertambangan.
Dekan FATEK UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailenda Ubaidillah, ST., M.Sc., menekankan pentingnya persiapan matang bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, setiap langkah menuju kesuksesan membutuhkan visi yang jelas dan pemahaman tentang tahapan-tahapan yang harus dilewati.
“Kami merasa terhormat karena perusahaan seperti DAIICHI Group bersedia bekerja sama dengan kami, berbagi wawasan, dan membuka peluang bagi mahasiswa serta calon alumni UMMAT. Kerja sama ini akan memperkuat daya saing lulusan kami, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa implementasi kerja sama akan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan bahasa, pelatihan soft skills, hingga proses rekrutmen resmi oleh perusahaan. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan UMMAT benar-benar siap tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari kemampuan bahasa, keterampilan kerja, dan etos profesional sehingga mereka mampu bersaing dan beradaptasi di dunia kerja internasional,” tegasnya.
Le Thi Thanh, pimpinan DAIICHI Group Jepang, menjelaskan terkait peluang kerja dan magang di Jepang, termasuk bidang-bidang yang saat ini membutuhkan tenaga profesional.
“Hal pertama yang perlu dipersiapkan ketika ingin bekerja di luar negeri adalah bahasa. Dengan bekal bahasa yang baik, banyak pintu peluang akan terbuka di masa depan. Saat ini perusahaan kami membutuhkan banyak tenaga kerja di berbagai bidang, antara lain konstruksi, manufaktur, teknologi informasi, dan mineralogi,” jelas Le Thi Thanh.
Ia juga menekankan bahwa Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja di banyak sektor, sehingga peluang bagi tenaga profesional muda Indonesia, termasuk lulusan UMMAT, terbuka sangat luas. Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap budaya dan lingkungan kerja internasional.
Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa, terutama para calon wisudawan yang tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Banyak mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar persyaratan, mekanisme, serta peluang pengembangan karir di Jepang. Beberapa mahasiswa menyatakan bahwa kesempatan ini memberi motivasi untuk lebih serius mempersiapkan diri, terutama dalam menguasai bahasa dan meningkatkan keterampilan profesional.
Puncak kegiatan diwarnai dengan penandatanganan MoU antara Fakultas Teknik UMMAT dan DAIICHI Group, yang menandai dimulainya hubungan kerja sama strategis. Kerja sama ini akan memberikan akses langsung bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang dan peluang kerja di Jepang, sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman internasional yang akan memperkuat kompetensi mereka.

Dekan FATEK menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu teknis, tetapi juga pengembangan soft skills dan profesionalisme, sehingga lulusan UMMAT siap menghadapi persaingan global.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa UMMAT mampu meraih pengalaman internasional yang berharga, meningkatkan kemampuan adaptasi, dan menjadi lulusan yang kompeten, beretika, serta siap bersaing di dunia kerja global,” tutupnya. (HUMAS UMMAT)

Sumbawa, Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying) terus digencarkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Mengusung semangat edukasi dan pembentukan karakter sejak dini, mereka mengadakan program sosialisasi bertajuk “Stop Bullying” di dua sekolah, yaitu SDN 01 Labuan Aji pada Kamis (7/8) dan MI Muhammadiyah Terujung pada Jumat (8/8).
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang arti bullying, berbagai bentuknya baik verbal, fisik, sosial, maupun cyberbullying serta dampak serius yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, emosi, hingga prestasi belajar korban. Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa KKN mengemas kegiatan ini secara interaktif melalui sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan simulasi kasus. Metode ini terbukti membuat siswa lebih antusias, aktif bertanya, dan mudah mengingat pesan yang disampaikan.
Ketua KKN Kelompok 05, Rahmad Taofiq, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja utama kelompoknya selama KKN. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat. Harapan kami, adik-adik di sini bisa menjadi agen perubahan yang berani menolak segala bentuk perundungan dan membangun budaya saling menghormati. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran diri dan sikap saling menghargai,” ujarnya.
Sosialisasi ini diawali dengan pemaparan materi singkat tentang definisi dan jenis bullying, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi yang menggambarkan situasi perundungan di sekolah. Siswa diminta mengidentifikasi bentuk-bentuk penindasan yang mereka lihat dalam video, lalu mendiskusikan cara yang tepat untuk mencegah atau menghentikan.
Suasana menjadi semakin hidup ketika mahasiswa KKN mengajak siswa bermain game edukatif bertema “Teman Baik vs Teman Jahat” yang bertujuan mengajarkan perbedaan perilaku positif dan negatif di lingkungan sekolah. Sesi simulasi kasus juga memancing rasa empati siswa, karena mereka diajak memerankan korban, pelaku, dan saksi bullying, lalu berdiskusi mengenai perasaan dan solusi dari sudut pandang masing-masing.
Kepala SDN 01 Labuan Aji, Ahmad Yani, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada siswa KKN Kelompok 05 atas inisiatif ini. “Kami sangat berterima kasih kepada KKN Kelompok 05. Edukasi ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa empati, menghargai perbedaan, dan semangat kebersamaan sejak dini. Pesan anti-bullying yang disampaikan hari ini diharapkan dapat diingat dan dipraktikkan oleh seluruh siswa, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah Terujung, M. Jufri, S.Pd.I, menilai kegiatan ini sejalan dengan visi sekolahnya untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama. “Program seperti ini sangat membantu kami menciptakan suasana belajar yang positif. Anak-anak perlu diajarkan untuk menghargai orang lain, menghindari perilaku yang menyakiti, dan berani melaporkan jika melihat kasus bullying. Terima kasih atas perhatian dan dedikasi siswa KKN 05 kepada anak-anak kami,” ujarnya.
Respons siswa terhadap kegiatan ini juga sangat positif. Banyak di antara mereka yang mengaku baru mengetahui bahwa mengolok-olok nama orang, mengucilkan teman, atau mengirim pesan yang menyakitkan di media sosial termasuk dalam perilaku bullying. Siswa juga merasa termotivasi untuk lebih peduli terhadap teman dan tidak takut melapor jika melihat kejadian serupa.
Sosialisasi ini tidak hanya menargetkan siswa, tetapi juga mengajak guru untuk lebih aktif mengawasi interaksi anak-anak di kelas maupun di luar jam pelajaran. Mahasiswa KKN memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah untuk membuat “Pojok Curhat” atau “Kotak Pengaduan” sebagai sarana siswa melaporkan kasus perundungan secara aman.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan SDN 01 Labuan Aji dan MI Muhammadiyah Terujung dapat menjadi sekolah bebas perundungan sekaligus contoh bagi sekolah-sekolah lain di Sumbawa. Mahasiswa KKN Kelompok 05 berharap, kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa depan sebagai bagian dari upaya kolektif membentuk generasi muda yang berempati, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. (HUMAS UMMAT)