Semarak Hari Guru Nasional 2025, FKIP UMMAT Teguhkan Peran Guru dalam Membangun Generasi Emas Indonesia

Semarak Hari Guru Nasional 2025, FKIP UMMAT Teguhkan Peran Guru dalam Membangun Generasi Emas Indonesia

Dokumentasi Acara Penutupan

Mataram, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kuliah umum bertajuk “Guru Inspiratif, Membangun Generasi Emas Indonesia”, pada Senin (10/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UMMAT, serta para dosen dan tenaga kependidikan.

Ketua panitia pelaksana, Isnaini, M.H., M.Pd., yang juga Ketua Program Studi PPKn FKIP UMMAT, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini menjadi pembuka dari rangkaian acara peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan oleh FKIP UMMAT.

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang refleksi bagi calon pendidik, tetapi juga sebagai wadah promosi FKIP UMMAT untuk memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Mataram lebih luas kepada masyarakat. Setelah kuliah umum, akan dilanjutkan dengan berbagai lomba bagi pelajar SMA/SMK se-Pulau Lombok,” ujarnya.

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, M.P., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat para guru dan mahasiswa pendidikan yang terus berkomitmen mencerdaskan generasi muda Indonesia.

“Guru adalah sosok kunci dalam membangun generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, kesejahteraan dan penghargaan terhadap guru harus menjadi perhatian bersama. Semoga seluruh guru di Indonesia mendapatkan apresiasi yang layak dari pemerintah maupun masyarakat,” tuturnya.

Dokumentasi Sambutan Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, M.P.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif yang membagikan pengalaman dan wawasan mereka terkait dunia pendidikan. Narasumber pertama, Dian Yanuartri, M.Pd., Guru SDN 13 Ampenan, membawakan topik “Memahami Peran Guru Kreatif Sesuai Zaman, Menumbuhkan Partisipasi Modern, dan Menciptakan Kelas yang Aktif dan Menyenangkan.” Ia menekankan pentingnya kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Selanjutnya, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB, menyampaikan materi “Kebijakan dan Arah Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan.” Dalam paparannya, ia menyoroti arah kebijakan pendidikan nasional serta pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan untuk menjawab tantangan global.

Sesi terakhir diisi oleh Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.S.I., Dekan FKIP UMMAT, yang membawakan materi “Semangat Keguruan dari KH. Ahmad Dahlan.” Ia mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjuangan dan dedikasi pendiri Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai dasar pengabdian guru di tengah masyarakat. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Jadi Tuan Rumah NMT-DIES Training 2025: Perkuat Kolaborasi dan Strategi Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Indonesia

UMMAT Jadi Tuan Rumah NMT-DIES Training 2025: Perkuat Kolaborasi dan Strategi Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Indonesia

Dokumentasi Kegiatan Pembukaan NMT-DIES 2025

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) sukses menggelar Dies National Multiplication Trainings (NMT-DIES) 2025 1st Workshop, sebuah program pelatihan nasional yang berfokus pada penguatan strategi internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2025, di Hotel Jayakarta Lombok, dengan mengusung tema “Internationalization Policies and Strategies to Support Impactful Campus Educational Policy in Indonesia”.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah NTB dan luar NTB, termasuk perwakilan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Workshop ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik dan membangun jejaring internasional antarperguruan tinggi menuju tata kelola kampus yang lebih profesional, adaptif, dan berdampak global.

Ketua Panitia sekaligus Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menjelaskan bahwa workshop ini merupakan seri pertama dari rangkaian kegiatan NMT-DIES yang akan dilanjutkan pada April 2026 mendatang. “Melalui kegiatan ini, kami ingin terus memperkuat semangat internasionalisasi kampus. Harapannya, para peserta mampu melahirkan proyek-proyek internasionalisasi yang nyata di kampus masing-masing. Tahun lalu kegiatan ini digelar di Aceh, dan tahun ini UMMAT dipercaya menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Workshop ini menghadirkan sejumlah fasilitator serta narasumber nasional dan internasional, di antaranya Dr. Muzailin Affan, M.Sc. (Universitas Syiah Kuala Aceh), Ida Puspita, M.A. (Universitas Ahmad Dahlan), Mateus Yumartanto, Ph.D. (Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya), Asbah, M.Hum. (Universitas Muhammadiyah Mataram), serta narasumber internasional Dr. Nguyen Ngoc Thuy dari Nong Lam University Vietnam.

Dokumentasi Pemaparan Materi dari Fasilitator/Narasumber

Kepala NMT Indonesia, Dr. Muzailin Affan, M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi momentum membangun sinergi dan jejaring kolaboratif antarperguruan tinggi di Indonesia. “Kita ingin membangun network yang kuat antaruniversitas. Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, agar internasionalisasi di Indonesia dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan LLDikti Wilayah VIII, I Made Adi Kartayasa, menyampaikan apresiasi tinggi atas peran UMMAT dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional ini. “Internasionalisasi bukan hanya agenda kampus, tetapi merupakan agenda nasional yang diarahkan melalui kebijakan Kemendikbudristek. Upaya ini harus akuntabel, terukur, dan menghasilkan real outcome bagi peningkatan daya saing global perguruan tinggi Indonesia,” tegasnya.

Gubernur NTB yang diwakilkan oleh Inspektorat Provinsi NTB, Budi Herman, S.H., M.H., juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Internasionalisasi tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga dengan pendidikan sebagai media transfer ilmu pengetahuan. UMMAT telah mengambil langkah konkret dengan menerima 14 mahasiswa asing dari berbagai negara, menunjukkan bahwa NTB juga mampu menjadi pusat pertukaran keilmuan global,” ujarnya.

Rektor UMMAT yang diwakilkan oleh Wakil Rektor IV, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan NMT-DIES sejalan dengan visi UMMAT untuk menjadi universitas islami, mandiri, unggul, dan berdaya saing di kawasan ASEAN. “Muhammadiyah memiliki misi menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dalam konteks itu, internasionalisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat peran universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkarakter dan berpengaruh di tingkat global,” jelasnya.

Adapun tujuan utama kegiatan NMT-DIES 2025 ini meliputi peningkatan kapasitas dan kompetensi pimpinan serta staf perguruan tinggi dalam bidang manajemen dan internasionalisasi pendidikan tinggi; transfer pengetahuan dari alumni pelatihan internasional seperti DAAD DIES Training; penerapan best practices dalam tata kelola universitas; serta penguatan jejaring kolaboratif antara perguruan tinggi Indonesia dan mitra internasional.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Mataram dengan mitra nasional dan internasional, yakni Universitas Potsdam (Jerman), Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan Universitas Syiah Kuala.

Dengan terselenggaranya NMT-DIES 2025 1st Workshop, UMMAT kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus pelopor internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia bagian timur, serta terus berkontribusi dalam mencetak perguruan tinggi Indonesia yang berdaya saing global, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Lepas Lima Mahasiswa sebagai Relawan “Clean Water for Sambori” yang Diselenggarakan oleh AiKite dan LAZISMU

UMMAT Lepas Lima Mahasiswa sebagai Relawan “Clean Water for Sambori” yang Diselenggarakan oleh AiKite dan LAZISMU

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali meneguhkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan sosial kemasyarakatan melalui pelepasan mahasiswa peserta program relawan bertajuk Clean Water For Sambori. Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Ruang Temu Rektor UMMAT , dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor III, serta para mahasiswa peserta.

Program Clean Water For Sambori merupakan hasil kolaborasi strategis antara AiKite dan LAZISMU , yang mengusung semangat pengabdian, inovasi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa terdorong untuk terlibat langsung dalam upaya peningkatan akses air bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan adat Sambori, Kabupaten Bima. Fokus kegiatan utama ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6 dan 13, yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Semua serta Penanganan Perubahan Iklim .

Program ini juga menjadi bentuk nyata evolusi dari visi UMMAT sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan , dengan menumbuhkan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan dan lingkungan, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan alam.

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai 10 hingga 18 Oktober 2025 di Desa Sambori, Kabupaten Bima, lima mahasiswa terpilih dari UMMAT resmi dilepas oleh pimpinan universitas. Mereka adalah Irma Neni Wahidah (Program Studi PGMI), Nina Muji Apriani (Teknik Sipil), Putri Hafidzah (PBSI), Rio Eza Nur Muhammad (Ilmu Pemerintahan), dan Ade Indra Zulfa (Farmasi). Kelimanya berhasil lolos seleksi nasional dan akan bergabung bersama para relawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di kawasan adat Sambori, yang dikenal luas dengan sebutan Negeri di Atas Awan .

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., berpesan pentingnya menjaga etika dan nilai-nilai moral selama menjalankan tugas kemanusiaan di masyarakat. Beliau menekankan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi mahasiswa.

“Jagalah etika, sopan santun, dan tetaplah ramah terhadap masyarakat. Hargai nilai-nilai adat istiadat yang berlaku di Sambori, karena keberhasilan seorang relawan bukan hanya dilihat dari seberapa besar kontribusi fisik yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menghormati dan memahami budaya masyarakat tempat ia mengabdi. Semoga pengalaman ini menjadi ladang ilmu dan pengayaan diri yang akan berguna bagi masa depan,” ujar Rektor.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyampaikan pesan penuh makna kepada para mahasiswa yang akan berangkat. Beliau menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, empati, dan ketulusan hati dalam menjalankan program pengabdian.

“Prinsipnya, jaga diri dan berbaurlah dengan masyarakat setempat sesuai budaya mereka. Jangan membawa budaya kita, tetapi belajarlah bagaimana mereka hidup, bekerja, dan menjaga alam. Kegiatan ini adalah kesempatan untuk belajar menjadi bagian dari solusi. Kami berharap kalian dapat kembali dengan selamat, membawa cerita, inspirasi, dan semangat baru yang bisa menular kepada mahasiswa lain,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Irma Neni Wahidah dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan ini. “Saya merasa sangat bersyukur bisa terpilih mewakili UMMAT. Ini adalah kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat adat Sambori tentang bagaimana mereka menjaga alam dan mengelola air. Semoga kami dapat memberikan kontribusi kecil yang bermanfaat sekaligus membawa nilai-nilai Islami dan kemanusiaan yang diajarkan di kampus,” tuturnya penuh semangat. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Ukir Prestasi Qur’ani: Minwar Hadi Raih Juara Harapan I Hifzil Quran 10 Juz Putra di MTQMN 2025

UMMAT Ukir Prestasi Qur’ani: Minwar Hadi Raih Juara Harapan I Hifzil Quran 10 Juz Putra di MTQMN 2025

Mataram, Semangat Qur’ani kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) di tingkat nasional. Mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Minwar Hadi, berhasil meraih Juara Harapan I pada cabang Hifzil Quran 10 Juz Putra dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 5–10 Oktober 2025.

Minwar Hadi mengaku bahwa perjuangannya tidak mudah. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa hukum, ia tetap berusaha menjaga hafalan Al-Qur’annya dengan disiplin dan istiqamah. “Saya bersyukur bisa membawa nama baik UMMAT di ajang nasional ini. Persaingan sangat ketat, tetapi saya berusaha untuk fokus dan menjadikan setiap hafalan sebagai bentuk ibadah, bukan hanya kompetisi. Semoga ini menjadi motivasi bagi saya dan teman-teman untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Minwar dengan penuh haru.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian gemilang tersebut. Ia menilai bahwa keberhasilan Minwar Hadi merupakan bukti nyata dari pembinaan karakter Islami dan semangat dakwah di lingkungan kampus UMMAT.

“Kami sangat bangga atas capaian Ananda Minwar Hadi yang telah membawa nama baik UMMAT di tingkat nasional. Prestasi ini bukan hanya menunjukkan kemampuan intelektual, tetapi juga spiritualitas yang kuat. Semoga Ananda dapat terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar tidak tersesat dan senantiasa memperoleh syafaat di dunia dan akhirat,” ujar Dr. Zaenuddin.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam & Kemuhamadiyahan (LP3IK) UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., turut memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi mahasiswa dalam mempertahankan hafalan di tengah kesibukan akademik. Ia menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata dari integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Al-Qur’an yang terus dikembangkan di lingkungan UMMAT.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang telah berjuang, bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMMAT mampu melahirkan generasi Qurani yang berintegritas. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi inspirasi bagi tumbuhnya lebih banyak mahasiswa yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an di lingkungan kampus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Anugrah menambahkan bahwa LP3IK memiliki harapan besar agar budaya Qur’ani terus tumbuh di kalangan mahasiswa UMMAT melalui berbagai kegiatan seperti tahsin, tahfidz, dan musabaqah Al-Qur’an di tingkat fakultas maupun universitas.

“Kami ingin nilai-nilai Qurani yang diperjuangkan dalam bentuk pembacaan, pelafalan, dan pentadaburan Al-Qur’an bisa menjiwai kehidupan kampus. Mahasiswa seperti Minwar Hadi adalah contoh nyata mahasiswa Qur’ani yang menjadi kebanggaan kami. Ke depan, kami berharap akan semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an,” tambahnya.

Prestasi yang diraih Minwar Hadi menjadi bukti nyata bahwa UMMAT terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berkarakter Islami. Semangat yang ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun bidang keagamaan.

UMMAT sebagai kampus Islami bertekad untuk terus membangun ekosistem pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional. Melalui pembinaan yang dilakukan oleh LP3IK dan berbagai lembaga kemahasiswaan, universitas ini berkomitmen mencetak mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan religiusitas yang tinggi. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Resmi Lepas Tiga Duta Qur’ani untuk Berlaga di MTQMN 2025

UMMAT Resmi Lepas Tiga Duta Qur’ani untuk Berlaga di MTQMN 2025

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi Qur’ani berprestasi. Pada Rabu (2/10), kampus secara resmi melepas tiga mahasiswa terbaik untuk berkompetisi di ajang turnamen Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) yang akan berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 5–10 Oktober 2025 mendatang.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Tamu Rektor UMMAT. Para peserta, pimpinan universitas, serta perwakilan fakultas hadir memberi doa dan restu bagi keberangkatan utusan. Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi.

Ketiga delegasi UMMAT yang dilepas adalah: Ainun Iman – Mahasiswi Prodi S1 ​​Teknik Sipil, cabang Tilawah Putri. Muh. Minwar Hadi – Mahasiswa Prodi Hukum, cabang Hifzil Qur’an 10 Juz Putra. Raudatam Mirriadil Jinan – Mahasiswi FAI, cabang Hifzil Qur’an 20 Juz Putri. Mereka merupakan hasil seleksi internal yang ketat, kemudian berhasil lolos tahap Pra-Nasional yang digelar secara online selama dua minggu terakhir. Dalam proses tersebut, mereka bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperebutkan posisi 32 besar. Berkat kerja keras dan konsistensi, ketiganya berhasil menembus peringkat 32 besar nasional dan berhak mengikuti kompetisi secara luring di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.

Kadiv. LP3IK, Sahman Z, SH., MH., sekaligus sebagai pendamping menegaskan bahwa mahasiswa ketiga telah melewati proses persiapan yang matang. “Mereka sudah mengikuti seleksi dare selama dua pekan penuh dengan berbagai ujian. Kami optimis, semangat dan ikhtiar yang sudah ditunjukkan akan menjadi bekal penting untuk bersaing di tingkat nasional. Harapan kami, keberangkatan ini bisa membawa kontribusi nyata untuk UMMAT,” ujarnya.

Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., memberikan pesan mendalam kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap tawadhu meski telah menorehkan prestasi. “Kesempatan ini adalah momentum untuk mengukir prestasi. Namun, jangan pernah merasa sombong, karena semua ini adalah takdir Allah SWT. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha memantaskan diri dan mensyukuri amanah ini. Keterlibatan mahasiswa UMMAT di MTQMN adalah bukti keseriusan kampus dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi muda. Semoga langkah ini membawa manfaat, tidak hanya bagi UMMAT, tetapi juga bagi umat,” tuturnya.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., dalam pesannya menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan delegasi. “Hari ini kita patut bersyukur, karena UMMAT bisa sejajar dengan universitas-universitas lain di tingkat nasional. Bahkan, kita siap bersaing di kancah internasional. Juara memang penting, tetapi yang utama adalah menjaga niat. Berlombalah dengan jujur, karena ini kitab suci, maka sucikan diri kalian ketika berlaga,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Teknik turut menyampaikan kebanggaannya atas keberangkatan Ainun Iman yang membawa nama Fatek. Ia menilai, keberangkatan ini menjadi wujud nyata kontribusi fakultas dalam mendukung prestasi mahasiswa.

Tidak ketinggalan, Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam (FAI), Mardiyah Hayati, M.Pd.I., dengan penuh haru menuturkan rasa syukur karena salah satu mahasiswa FAI, Raudatam Mirriadil Jinan kembali dipercaya membawa nama baik universitas. “Prestasi dalam bidang Al-Qur’an adalah prestasi yang memuliakan kita semua. Amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya. Kami di sini mendoakan, semoga langkah adek-adek mahasiswa selalu diberkahi dan diridai Allah SWT,” ungkapnya.

Pelepasan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga simbol kebersamaan seluruh civitas akademika UMMAT dalam mendukung mahasiswa berprestasi. Dukungan doa, pesan moral, dan motivasi yang diberikan meneguhkan tekad ketiga peserta untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama almamater.

Dengan penuh semangat, ketiga mahasiswa tersebut berangkat sebagai duta UMMAT untuk membawa syiar Al-Qur’an di kancah nasional. Mereka diharapkan tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menjadi teladan bagi mahasiswa lain dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. (HUMAS UMMAT)

Expo KKN UMMAT 2025: Mahasiswa Wujudkan Teknologi Tepat Guna, Desa Tangguh Bencana, dan Kesehatan Masyarakat

Expo KKN UMMAT 2025: Mahasiswa Wujudkan Teknologi Tepat Guna, Desa Tangguh Bencana, dan Kesehatan Masyarakat

Mataram, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menyelenggarakan Expo Karya KKN UMMAT 2025 dengan mengusung tema “Kampus Sinergi Impact – Building Village Independence” pada Selasa, 30 September 2025.

Kegiatan yang digelar di Auditorium H. Anwar Ikraman kampus UMMAT ini menjadi ajang penting untuk memamerkan berbagai karya dan program mahasiswa selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa di Nusa Tenggara Barat.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M. Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa expo ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang refleksi dan apresiasi terhadap inovasi mahasiswa.

“Kegiatan Expo ini adalah wadah untuk memperlihatkan karya mahasiswa KKN yang lahir dari pengabdian nyata di tengah masyarakat. Harapannya, melalui kegiatan ini kita bisa melihat dan menilai seberapa jauh mahasiswa mampu berkontribusi selama berada di lokasi pengabdian,” ujarnya.

Dalam Expo Karya KKN tahun ini, mahasiswa menampilkan karya dalam tiga kategori utama, yaitu: 1. Teknologi Tepat Guna (TTG), berupa inovasi sederhana yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat desa. 2. Kesehatan Masyarakat (Kesmas) menampilkan program kesehatan. 3. Desa Tangguh Bencana (Destana), memperlihatkan upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesiapsiagaan desa menghadapi potensi bencana.

Rektor UMMAT,Drs. Abdul Wahab, MA., dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama 45 hari pengabdian di desa.

 “KKN adalah momentum bagi mahasiswa untuk membumikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah. Melalui expo ini kita bisa melihat langsung hasil kerja keras, kreativitas, dan pengabdian mereka dalam membantu desa menjadi lebih mandiri,” tutur Rektor.

Salah satu peserta KKN, M. Ari Azhari dari kelompok 28 Desa Sangiang dan merupakan kelompok Terbaik 1 kategori TTG, mengungkapkan pengalamannya selama mengabdi di desa.  “Melalui KKN kami belajar langsung dari masyarakat. Tidak hanya memberi solusi, tetapi juga beradaptasi dengan kearifan lokal. Bagi saya pribadi, pengalaman ini membentuk kedewasaan dan kepedulian sosial yang mungkin tidak akan saya dapatkan di kelas,” ujarnya.

Kemudian Ia juga sampaikan bahwa  telah mengembangkan inovasi sederhana yakni membuat paving blok dari sampah plastik dan sosialisasi pemanfaatan arang aktif untuk mencegah pencemaran laut dari limbah cair rumah tangga.

“Kami ingin karya ini benar-benar bermanfaat, bukan hanya sebagai proyek KKN, tapi bisa dipakai berkelanjutan oleh masyarakat desa dan alhamdulillah kami menyaksikan kebahagiaan di mata masyarakat dan rasa antusias dari program yang kami bawa dan mereka mengapresiasi kerja kami bahwa kami adalah mahasiswa KKN yang pernah datang ke desa sangiang.” tuturnya. (HUMAS UMMAT)

https://guyhoquet-immobilier-serezindurhone.com/
https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://xanaxmeds.com/about-us/
https://scholarshipfarm.com/medical-schools-of-ukraine/
https://marxtrains.com/home/
https://www.diniyyah.ac.id/
https://hubzoomer.com/
https://www.salamah.nsw.edu.au/contact/
slot 4d
totoslot
toto4d
toto4d
Angkatoto
slot qris
https://www.teambuilding-srbija.com/upit/