Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

UMMAT menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun sebagai bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, dan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5.

SEMBALUN — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sembalun. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 pada 15–16 Mei 2026 di Sembalun.

Pembagian sembako tersebut menjadi wujud nyata kepedulian UMMAT dalam memperluas kebermanfaatan kampus bagi masyarakat. Momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia institusi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat pengabdian, kepedulian sosial, dan dakwah berkemajuan yang menyentuh langsung kehidupan umat.

Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu ruh gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya berhenti pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi harus hadir dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, melalui Kemah Dakwah ini para kader ORTOM tidak hanya mendapatkan penguatan paham keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga diajak untuk turun langsung membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kuatnya hubungan manusia dengan Allah SWT harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama. Dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah dan keimanan harus melahirkan keberpihakan kepada masyarakat, terutama melalui gerakan sosial yang mencerahkan dan menggembirakan.

“Dakwah bukan hanya ceramah, tetapi juga kepedulian. Ketika kita hadir membawa manfaat, membantu sesama, dan memperkuat silaturahmi, di situlah nilai dakwah benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menjelaskan bahwa pembagian sembako tersebut melibatkan peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5. Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi kader muda Muhammadiyah untuk memahami bahwa dakwah harus diwujudkan melalui tindakan sosial yang sederhana, tetapi bermakna.

“Kami ingin peserta Kemah Dakwah tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga belajar langsung bagaimana dakwah diwujudkan dalam aksi sosial. Pembagian sembako ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan mempererat hubungan UMMAT dengan warga Muhammadiyah di Sembalun,” ungkapnya.

Sahril menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam membangun kedekatan dengan persyarikatan di berbagai wilayah. Kehadiran UMMAT di Sembalun diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan gerakan dakwah.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor IV, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Ia berharap rangkaian Milad UMMAT ke-46 dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, UMMAT sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran kampus tidak hanya diukur dari aktivitas akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan sosial umat.

Melalui pembagian 70 paket sembako ini, UMMAT menegaskan bahwa semangat Milad ke-46 harus diwujudkan dalam gerakan berbagi. Peringatan 46 tahun perjalanan UMMAT sejak 25 Juni 1980 hingga 25 Juni 2026 menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya tumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan persyarikatan yang terus berupaya menghadirkan manfaat bagi umat dan masyarakat.

UMMAT berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik melalui program kampus, LP3IK, ORTOM, maupun kerja sama dengan persyarikatan. Dengan demikian, dakwah berkemajuan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi benar-benar hadir sebagai gerakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Suasana pembukaan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 yang digelar oleh UKM Teater Sasentra UMMAT di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-NTB dalam mengembangkan bakat seni teater, karakter, dan budaya kolaborasi.

MATARAM — UKM Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang ekspresi dan kreativitas pelajar melalui penyelenggaraan Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini menjadi wadah pertemuan antara dunia pendidikan, seni budaya, pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta para pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat se-NTB. Melalui Pekan Teater Pelajar, para pelajar diberi ruang untuk menampilkan karya, mengasah keberanian, membangun kerja sama, serta mengekspresikan gagasan melalui seni pertunjukan.

Pembukaan PTP V Tahun 2026 turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT Dr. Erwin, M.Pd., Kepala Museum NTB Dr. Nur Alam, M.H. yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, perwakilan Kepala Taman Budaya NTB, Biro Kemahasiswaan UMMAT, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, ketua Ormawa, guru pembina, serta para pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, teater bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang mampu melatih keberanian, kepekaan sosial, empati, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.

“Teater mengajarkan banyak hal tentang kehidupan; tentang keberanian berbicara, kemampuan membaca realitas sosial, membangun empati, hingga belajar menghargai proses dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Dr. Erwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Dikpora NTB, dan Taman Budaya NTB yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan seni budaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kreativitas generasi muda di daerah.

Sambutan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.

Secara khusus, Dr. Erwin memberikan penghargaan kepada UKM Teater Sasentra UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi pelajar di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pelajar.

“Teater Sasentra telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya menyelenggarakan lomba, tetapi sedang membangun ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang ekspresi bagi generasi muda NTB,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan talenta muda membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri semakin diperkuat. Pengembangan talenta muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/mahasiswa-ummat-berprestasi-pratiwi-wulandari-raih-first-runner-up-putri-pendidikan-ntb-2026-2/

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Dr. Nur Alam, M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, menyampaikan bahwa kegiatan seni pelajar seperti Pekan Teater Pelajar memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan di daerah. Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan, media literasi budaya, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara UMMAT, komunitas seni, dan pemerintah daerah yang terus menghadirkan ruang kreatif bagi pelajar NTB. Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan ide, membaca realitas sosial, serta mengenal nilai-nilai budaya melalui karya seni.

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan teater, mengikuti apresiasi seni, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Sasentra UMMAT berharap Pekan Teater Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, penguatan kreativitas, serta pembentukan generasi muda NTB yang berani, kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap seni budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Dakwah dan Pengembangan Persyarikatan: UMMAT Lepas 41 Mahasiswa KKN PPS Angkatan II Tahun 2026

Perkuat Dakwah dan Pengembangan Persyarikatan: UMMAT Lepas 41 Mahasiswa KKN PPS Angkatan II Tahun 2026

Foto bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, panitia, dosen pendamping, dan mahasiswa peserta KKN Pengembangan Persyarikatan (KKN PPS) Angkatan II Tahun 2026 usai kegiatan pelepasan di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT, Kamis (16/4/2026).

MATARAM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi melepas 41 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pengembangan Persyarikatan (KKN PPS) Angkatan II Tahun 2026 pada Kamis, 16 April 2026, di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT. Kegiatan ini mengangkat tema “Kampus UMMAT Berdampak, Memperkuat Inovasi Dakwah Menuju Persyarikatan yang Maju dan Mencerahkan.”

Pelepasan KKN PPS ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperkuat pelaksanaan caturdarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pengembangan nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut hadir sebagai pelaksana kegiatan lapangan, tetapi juga sebagai kader persyarikatan yang mampu membawa misi dakwah, pemberdayaan, dan pencerahan di tengah masyarakat.

Program KKN PPS Angkatan II Tahun 2026 akan berlangsung selama 45 hari dengan lokasi penempatan yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu Kelompok 1 di Mataram 1, Jl. Anyelir, Kelompok 2 di Lombok Barat, Kelompok 3 di Mataram 2, dan Kelompok 4 di Lombok Tengah. Sebaran lokasi ini diharapkan menjadi ruang pengabdian yang strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan sosial, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., juga selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa KKN PPS merupakan program yang dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung gerakan persyarikatan melalui pendekatan pengabdian yang solutif, edukatif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami dinamika sosial masyarakat secara langsung.

Sambutan Waki Rektor IV, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., sekaligus melepas mahasiswa peserta KKN PPS

Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Prof. Dr. H. Mukhlis, M.Si., menegaskan bahwa KKN PPS memiliki posisi penting dalam proses pembinaan kader Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik institusi, menampilkan akhlak yang baik, serta menjadi representasi UMMAT yang mampu membangun komunikasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., yang mewakili Rektor UMMAT. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa KKN PPS merupakan bentuk nyata dari komitmen UMMAT dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kapasitas kepemimpinan, dan semangat dakwah yang kuat. Menurutnya, tema yang diusung pada KKN kali ini mencerminkan visi UMMAT sebagai kampus yang berdampak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat, masyarakat, dan persyarikatan.

Melalui KKN PPS, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan melaksanakan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Inovasi dakwah yang dikembangkan tidak hanya dimaknai dalam bentuk ceramah atau kegiatan keagamaan semata, tetapi juga melalui pemberdayaan sosial, edukasi masyarakat, penguatan nilai keumatan, dan berbagai kegiatan yang mampu memberi dampak positif secara langsung.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis UMMAT dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan gerakan pengabdian yang berorientasi pada kemajuan masyarakat. Dengan semangat pengabdian, kolaborasi, dan dakwah mencerahkan, para mahasiswa peserta KKN PPS Angkatan II Tahun 2026 diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di wilayah penempatan masing-masing. (HUMAS UMMAT)

PWM NTB Gelar Halal Bihalal 2026 di UMMAT, Prof. Din Syamsuddin Tekankan Harmoni Ukhuwah dan Integritas

PWM NTB Gelar Halal Bihalal 2026 di UMMAT, Prof. Din Syamsuddin Tekankan Harmoni Ukhuwah dan Integritas

MATARAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWM NTB) menggelar kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 18.00 WITA, dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sebagai tuan rumah. Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Ukhuwah dalam Membangun Integritas” sebagai momentum mempererat silaturahim, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun integritas di lingkungan persyarikatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2005–2015, Ketua PWM NTB beserta jajaran, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah NTB beserta jajaran, Rektor UMMAT beserta jajaran, Ketua BPH UMMAT beserta jajaran, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-NTB, Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kota Mataram, para sesepuh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah NTB, panitia, serta seluruh hadirin.

Penyelenggaraan halal bihalal ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persaudaraan, memperluas silaturahmi, dan membangun kekuatan moral dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa ukhuwah yang kokoh harus berjalan beriringan dengan integritas dalam pikiran, sikap, dan tindakan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMMAT sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum halal bihalal bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kebersamaan antarelemen persyarikatan.

“Merupakan kehormatan bagi Universitas Muhammadiyah Mataram menjadi tuan rumah Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat. Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan langkah, dan meneguhkan integritas dalam seluruh gerak pengabdian Muhammadiyah,” ujar Dr. Abdul Wahab.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. TGH. Falahuddin, M.Ag., menegaskan pentingnya menjaga harmoni dalam gerakan dakwah dan organisasi. Ia menyebut bahwa tema yang diangkat tahun ini mencerminkan kebutuhan persyarikatan untuk terus bertumbuh dengan fondasi persaudaraan yang kuat dan akhlak organisasi yang bersih.

Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menyampaikan Hikmah Halal Bihalal

“PWM NTB memandang Halal Bihalal ini sebagai momentum strategis untuk merawat ukhuwah, memperkuat soliditas organisasi, dan membangun integritas bersama. Dengan persaudaraan yang harmonis, Muhammadiyah akan semakin kokoh dalam menjalankan dakwah dan pelayanan kepada umat,” ungkapnya.

Puncak kegiatan diisi dengan Tausiah Hikmah Halal Bihalal yang disampaikan oleh Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjadikan Syawal sebagai saat yang tepat untuk memperbarui hati, memperkuat kebersamaan, dan mengokohkan tanggung jawab moral dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kepersyarikatan.

“Halal bihalal bukan hanya tradisi saling memaafkan, tetapi juga sarana memperbarui komitmen kebangsaan, keumatan, dan kepersyarikatan. Ukhuwah yang kuat harus melahirkan integritas yang nyata dalam sikap, kepemimpinan, dan pengabdian,” tutur Prof. Din Syamsuddin.

Selain rangkaian sambutan dan tausiah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., dan Anggota BPH UMMAT, Bapak Suriah, S.Sos., sebagai jamaah haji tahun ini.  Momen tersebut menjadi bentuk doa dan dukungan bersama agar para jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menunaikan ibadah haji.

Panitia menilai terselenggaranya kegiatan ini merupakan wujud sinergi yang baik antara PWM NTB dan UMMAT dalam memperkuat peran Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat. Semangat yang terbangun melalui halal bihalal diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan terus hidup dalam kerja nyata dan kolaborasi berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Gelar Kaji-Mu Ramadhan, Salurkan 300 Paket Sembako dan Berikan Apresiasi kepada Juara Festival Mahasiswa

UMMAT Gelar Kaji-Mu Ramadhan, Salurkan 300 Paket Sembako dan Berikan Apresiasi kepada Juara Festival Mahasiswa

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr. Abdul Wahab, M.A., menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada warga dalam kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).

MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan pelatihan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako kepada masyarakat serta memberikan penghargaan kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa yang berlangsung di Masjid Al Khoory UMMAT pada 12 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H yang diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan Ramadhan tidak hanya sebagai momentum penguatan spiritual, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan kampus dengan masyarakat serta mendorong tumbuhnya budaya prestasi di kalangan mahasiswa.

Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, Muhamad Sahril, M.Pd., selaku Ketua Panitia RDK 1447 H, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan dirancang sebagai wadah untuk memperkuat semangat dakwah kampus yang berfokus pada pelatihan, pelayanan, dan kebermanfaatan sosial.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sembako merupakan bentuk nyata kepedulian UMMAT terhadap masyarakat di sekitar kampus dan wilayah binaan. Menurutnya, Ramadhan harus dimaknai sebagai bulan yang menghadirkan keberkahan, solidaritas, dan penguatan hubungan antarsesama.

Sebanyak 300 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang berada di empat wilayah, yaitu Bebidas, Jempong, Baturinggit, dan Bajur . Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat jalinan ukhuwah antara UMMAT dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Habiburrahman, M.Pd., Kepala Baitul Mall UMMAT, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengoptimalkan fungsi sosial kampus melalui program yang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi yang dibangun di lingkungan UMMAT perlu terus dirawat sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

Selain kegiatan sosial, UMMAT juga memberikan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan kampus terhadap partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan, sekaligus penghormatan atas kreativitas, semangat kompetisi yang sehat, dan kontribusi mahasiswa dalam memeriahkan syiar Ramadhan di lingkungan kampus.

Berturut-turut dari kiri, Kepala Divisi Pengkajian LP3IK UMMAT Sahman Z., S.H., M.H., Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT Muhamad Sahril, M.Pd., dan Rektor UMMAT Dr. Abdul Wahab, M.A., (ditengah) menyerahkan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa dalam rangkaian Kaji-Mu Ramadhan di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).

Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kedalaman spiritual, dan karakter kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan yang disertai dengan penyaluran bantuan sosial dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi merupakan cerminan dari peran strategi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMMAT untuk terus menghadirkan kampus yang mencerahkan, berkemajuan, dan memberi dampak nyata bagi umat. Oleh karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, kepedulian, serta semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.

Melalui kegiatan ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bernilai edukatif dan spiritual, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semangat berbagi, berprestasi, dan bertumbuh bersama di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat semakin memperkuat peran UMMAT sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, dan berdaya saing. (HUMAS UMMAT)

Dari Keluarga Petani di Narmada, Reza Yudi Candra Raih Predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda UMMAT ke-62

Dari Keluarga Petani di Narmada, Reza Yudi Candra Raih Predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda UMMAT ke-62

Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62
Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman (28/02/2026). Ia didampingi oleh Kedua Orang tua tercinta, Rektor UMMAT, Wakil Rektor III UMMAT, Ketua PWM NTB
, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDikti Wilayah VIII.

Mataram – Perjalanan penuh ketekunan dan doa mengantarkan Reza Yudi Candra, wisudawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), meraih predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda Periode Februari 2026. Dengan IPK 3,76 dan masa studi 3,5 tahun melalui jalur kelas riset tanpa skripsi, Reza membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Lahir di Narmada, 6 Januari 2003, Reza merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan Ratimah dan Semah yang berprofesi sebagai petani di Lombok Barat. Di tengah kesederhanaan keluarga, ia tumbuh dengan nilai kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Ia menjadi satu-satunya anak dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana, sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna perjuangan.

“Menjadi inspiratif bukan berarti menjadi sempurna,” ungkap Reza. “Bagi saya, inspiratif adalah tentang bertahan, terus bertumbuh, dan tidak berhenti berusaha meski keadaan tidak selalu mudah.”

Baca juga https://ummat.ac.id/ummat-kukuhkan-431-lulusan-pada-wisuda-ke-62-teguhkan-komitmen-menuju-kampus-unggul-berdaya-saing-global/

Selama perkuliahan, Reza tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Korwil Jawa Timur–Bali–NTB, memperluas jejaring profesional sekaligus memperkaya wawasan keilmuan. Ia juga terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Sesait bersama dosen sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat.

Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62
Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman, didampingi kedua orang tuanya tercinta.

Sejak semester lima hingga lulus, Reza menjadi penerima Beasiswa BAZNAS yang turut memperkuat kapasitas dan semangatnya dalam menempuh pendidikan. Dukungan tersebut ia maknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberi manfaat yang lebih luas.

Di luar kampus, Reza dipercaya terlibat dalam berbagai proyek konsultan di bidang tata ruang, mulai dari survei dan digitasi pemetaan, feasibility study pengadaan tanah, hingga penyusunan dokumen perencanaan teknis. Pengalaman tersebut membentuk kesiapan profesionalnya bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Konsistensi dan integritasnya pun membuka peluang kerja sebagai Konsultan Individu di PUPR Kota pada bidang Sumber Daya Air pada tahun kelulusannya.

Bagi Reza, setiap pencapaian bukanlah garis akhir, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen memperkuat pengalaman profesional di bidang perencanaan berbasis lingkungan, dengan keyakinan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kemiskinan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ia bermaksud melanjutkan studi magister di bidang Urban Design guna memperdalam kompetensi dalam merancang kawasan dan ruang publik yang berkelanjutan, responsif terhadap konteks lokal, serta mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis dalam pembangunan kota.

Dengan penuh rasa syukur, Reza menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua tercinta, keluarga, para dosen, serta seluruh civitas akademika Fakultas Teknik dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kisah Reza Yudi Candra menjadi bukti bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Dengan doa, kerja keras, dan komitmen untuk terus bertumbuh, setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk melampaui batas dan memberi makna bagi lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)