Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama perangkat desa dan perwakilan organisasi kemahasiswaan berfoto bersama usai acara pembukaan kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara, Senin (2/2/2026).
Lombok Utara — Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial melalui pelaksanaan program ORMAWA FKIP Berdampak, sebuah kegiatan pengabdian berbasis voluenteer yang berlangsung selama lima hari, pada 1–5 Februari 2026, di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa FKIP dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menguatkan nilai kepedulian sosial, kolaborasi lintas organisasi, dan semangat pengabdian sebagai implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Program ORMAWA FKIP Berdampak melibatkan 40 mahasiswa yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKIP, yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), BEM, DPM, serta IMM.
Ketua BEM FKIP, Sastrawan Barqah Yulyanto, menyampaikan bahwa ORMAWA FKIP Berdampak tidak dirancang sekadar sebagai agenda sosial, melainkan sebagai ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa didorong untuk memahami realitas sosial sekaligus mengimplementasikan ilmu kependidikan yang diperoleh selama perkuliahan.
“ORMAWA FKIP Berdampak merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam upaya edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlibat dalam berbagai program yang menyentuh beragam aspek kehidupan masyarakat. Pada bidang edukasi dan sosial, mahasiswa melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya pendidikan dan kesiapan dalam merencanakan masa depan. Selain itu, mahasiswa juga menggelar simulasi mengajar sebagai kontribusi nyata dalam penguatan proses pembelajaran serta peningkatan motivasi belajar anak-anak.
Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Kepala Sekolah SMPN 2 Gangga berfoto bersama usai acara pembukaan kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak, Selasa (3/2/2026).
Di sektor keagamaan dan literasi, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta literasi alam yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pengenalan lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Program ORMAWA FKIP Berdampak juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek kesehatan. Di samping itu, mahasiswa bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan potensi lokal, mahasiswa turut melakukan promosi wisata untuk memperkenalkan potensi desa agar lebih dikenal secara luas.
Sastrawan menambahkan bahwa kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa FKIP itu sendiri. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan soft skill, serta bekal penting dalam menghadapi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dunia kerja di masa mendatang.
“Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa pengabdian. Inilah nilai-nilai yang ingin kami tanamkan melalui ORMAWA FKIP Berdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan marwah organisasi mahasiswa agar tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga substantif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, ORMAWA FKIP diharapkan terus menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya untuk terus hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran mahasiswa FKIP UMMAT di Desa Rempek mendapat apresiasi positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Rempek, Rudi Hartono , menyampaikan rasa bangga dan dihargai atas keterlibatan aktif mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat segan dan bangga kepada mahasiswa yang turun langsung ke tengah masyarakat. Mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi benar-benar mengabdi. Inilah sejatinya peran mahasiswa, bukan hanya hadir karena tuntutan akademik seperti KKN,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).
Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.
Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karir dosen.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.
Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara
Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.
Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).
Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.
Ketua LPPM UMMAT, Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karier dosen.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.
Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara
Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.
Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)
Dokumentasi. Wakil Dekan III Fatek, Agus Kurniawan, M.Eng selaku pemateri bersama Dosen pengelola jurnal fakultas
Mataram — Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Jurnal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan jurnal ilmiah di tingkat fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Ruang Studio Komputasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
Workshop ini diikuti oleh dosen Fatek yang ditugaskan sebagai pengelola jurnal fakultas. Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis Fakultas Teknik dalam memperkuat tata kelola jurnal ilmiah yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan standar nasional akreditasi jurnal.
Dekan Fatek UMMAT, Dr.Ir. H. Aji Syailendra Ubaidillah, ST., M.Sc, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola jurnal melalui penguatan pemahaman terhadap standar tata kelola jurnal ilmiah sesuai ketentuan akreditasi dan indeksasi SINTA. “Workshop ini diarahkan untuk mempersiapkan Fakultas Teknik dalam mewujudkan jurnal ilmiah yang kredibel, berkualitas, dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan jurnal yang baik, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya penelitian dan publikasi ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.
Wakil Dekan III Fakultas Teknik, Agus Kurniawan, yang bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus pemateri kegiatan, menyampaikan materi awal berupa pengenalan Open Journal Systems (OJS) sebagai platform manajemen jurnal ilmiah yang banyak digunakan dalam pengelolaan publikasi akademik.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis dan simulasi pengelolaan artikel berbasis OJS, yang meliputi tahapan penerimaan naskah, penugasan reviewer, pengelolaan komentar dan revisi artikel, hingga proses publikasi. Pada sesi akhir, peserta dibekali materi mengenai manajemen editor dan reviewer, termasuk simulasi penugasan editor, section editor, reviewer, serta pengelolaan umpan balik (feedback) hasil proses penelaahan naskah.
Perwakilan dosen pengelola jurnal Fatek, Muhammad Imam Dinata, menyampaikan bahwa workshop ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif bagi pengelola jurnal. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis penggunaan OJS, tetapi juga memperdalam aspek tata kelola jurnal ilmiah sesuai dengan standar akreditasi SINTA. Melalui workshop ini, diharapkan kualitas manajemen jurnal serta produktivitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa dapat terus meningkat.
Menutup kegiatan, Dekan Fatek UMMAT menegaskan pentingnya implementasi berkelanjutan dari hasil workshop oleh para pengelola jurnal. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pemahaman teknis semata, tetapi juga mampu menumbuhkan komitmen dan konsistensi dalam menerapkan tata kelola jurnal ilmiah yang profesional. Dengan demikian, kualitas dan reputasi publikasi ilmiah Fakultas Teknik UMMAT diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Civitas akademika FK UMMAT berfoto bersama pada Lokakarya Evaluasi dan Penyempurnaan Kurikulum Semester Genap T.A. 2025/2026 di Lombok Garden Hotel, Mataram, sebagai wujud komitmen penguatan mutu pendidikan kedokteran yang berkelanjutan.
Mataram — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun pendidikan kedokteran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada standar nasional melalui penyelenggaraan Lokakarya Peninjauan dan Penyempurnaan Dokumen Kurikulum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan akademik strategis ini dilaksanakan selama dua hari, 16–17 Januari 2026, bertempat di Lombok Garden Hotel, Mataram.
Dalam kegiatan ini, FK UMMAT menghadirkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai fakultas pembina yang selama ini berperan aktif dalam pendampingan akademik dan penguatan tata kelola pendidikan kedokteran. Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., hadir secara daring untuk memberikan arahan strategis dan penguatan visi pengembangan kurikulum. Turut hadir Kepala Divisi Kurikulum UMMAT, Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D., serta seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika Fakultas Kedokteran UMMAT.
Ketua Panitia Lokakarya, dr. Ilman Rahaswin Bolkiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dirancang sebagai instrumen penting dalam siklus penjaminan mutu akademik fakultas. “Lokakarya ini merupakan kegiatan yang dirasa wajib dilaksanakan setiap semester. Melalui forum ini, kami melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pembelajaran yang telah diterapkan pada semester sebelumnya, sekaligus merumuskan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan kedokteran,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj. Dekan FK UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’ruf, Sp.Rad., Subsp.RI (K), S.H., M.H., M.Kes., menegaskan bahwa lokakarya ini tidak hanya berfokus pada evaluasi administratif, tetapi juga pada penguatan substansi pembelajaran dan keselarasan visi antar dosen pengampu. “Lokakarya ini memiliki tiga fokus utama. Pertama, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembelajaran Semester 1. Kedua, penyusunan dan pematangan rencana blok untuk semester selanjutnya agar lebih terstruktur dan terintegrasi. Ketiga, pelaksanaan coaching sebagai sarana penyamaan persepsi dan penguatan kompetensi bagi seluruh dosen pengampu Clinical Skills Lab (CSL),” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyamaan persepsi dosen, khususnya dalam pengelolaan CSL, merupakan aspek krusial dalam menjamin kualitas keterampilan klinik mahasiswa sejak tahap awal pendidikan kedokteran. Setelah menyampaikan sambutan, Pj. Dekan FK UMMAT secara resmi membuka rangkaian kegiatan lokakarya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan FK UMMAT. Ia menilai bahwa keberanian melakukan evaluasi kurikulum secara dini merupakan modal penting bagi pertumbuhan fakultas kedokteran yang berkelanjutan.
“Semoga FK UMMAT dapat menjadi fakultas kedokteran yang agresif dan progresif sehingga terus berkembang menjadi institusi yang unggul dan berkemajuan. Lokakarya ini juga menunjukkan penerapan siklus Plan, Do, Check, and Act (PDCA) sebagai bagian dari penjaminan mutual berkelanjutan,” tuturnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Divisi Kurikulum UMMAT, Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. Menurutnya, langkah FK UMMAT mencerminkan kesadaran institusional yang kuat akan pentingnya budaya evaluasi dan refleksi dalam dunia pendidikan tinggi. “Saya mengapresiasi FK UMMAT yang meskipun baru berjalan satu semester, sudah melaksanakan evaluasi kurikulum secara sistematis. Evaluasi ini sangat penting dalam mendukung proses transfer pengetahuan serta peningkatan mutu pembelajaran,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)
Mahasiswa Internasional UMMAT kunjungan ke Institusi Pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima
Bima — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan penguatan wawasan global generasi muda. Pada Senin, 12 Januari 2026, UMMAT melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) memimpin rangkaian kunjungan mahasiswa internasional ke sejumlah institusi pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya UMMAT yang menyasar SMA Negeri 1 Kota Bima, SMA KAE Woha, ASI Bima, serta Kampus STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima. Rangkaian kunjungan tersebut menjadi ruang strategis bagi terbangunnya interaksi lintas budaya antara mahasiswa internasional, mahasiswa lokal, dan pelajar sekolah menengah.
Melalui dialog, diskusi ringan, dan perjumpaan langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara, para peserta diajak untuk memperluas cara pandang, membangun global mindset, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk bermimpi serta berkiprah di tingkat global. Kegiatan ini juga memperkenalkan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional.
Kolaborasi antara UMMAT dan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menjadi wujud konkret peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan. Mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal tidak hanya berbagi pengalaman akademik dan kebudayaan, tetapi juga membangun jejaring peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan saling menghargai.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi strategis UMMAT dalam memperluas jejaring global dan kontribusi sosial melalui pendidikan. “Kegiatan ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan yang kami bangun secara berkelanjutan. UMMAT berupaya menjembatani peradaban, memperkuat persahabatan global, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa kepada generasi muda, khususnya di daerah,” ujar Asbah.
Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional di Bima diharapkan mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa setempat untuk berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional, sekaligus menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas global.
Rangkaian kunjungan ini dijadwalkan akan ditutup dengan silaturahmi di kediaman Wali Kota Bima, sebagai simbol penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. (HUMAS UMMAT)