UMMAT dan DAAD German Hadirkan NMT-DIES 2025: Sinergi Global untuk Pendidikan Tinggi Bali-Nusra

UMMAT dan DAAD German Hadirkan NMT-DIES 2025: Sinergi Global untuk Pendidikan Tinggi Bali-Nusra

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) akan menjadi tuan rumah Workshop NMT-DIES Training 2025 yang mengusung tema “Internationalization Policies & Strategies to Support Impactful Campus Educational Policy in Indonesia”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat internasionalisasi di perguruan tinggi, khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Internasionalisasi pendidikan tinggi menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan daya saing global, membuka peluang kolaborasi internasional, serta mendorong pertukaran pengetahuan lintas negara.

Workshop ini terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pertama yang akan diselenggarakan pada tanggal 27–29 Oktober 2025, dan tahap kedua pada tanggal 6–8 April 2026. Kegiatan ini didukung penuh oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst), German Academic Exchange Service, sebuah lembaga terkemuka asal Jerman yang berfokus pada pertukaran akademik internasional di bidang pendidikan tinggi dan riset.

Sebagai fasilitator dalam workshop ini, akan hadir para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain: Dr. Nguyen Ngoc Thuy (Nong Lam University, Vietnam), Ida Puspita, S.S., M.A., Res. (Universitas Ahmad Dahlan), Dr. Muzaillin Affan (Universitas Syiah Kuala), Dr. Condro Wibowo (Universitas Jenderal Soedirman), Mateus Yumarnanta, Ph.D. (Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya), dan Asbah, M.Hum. (Universitas Muhammadiyah Mataram).

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara UMMAT dengan Universitas Potsdam (Jerman), Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperluas jaringan internasional dan memperkuat kebijakan pendidikan tinggi yang berdampak di tingkat global.

Kepala Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional UMMAT, Asbah, M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan Workshop NMT-DIES Training 2025 ini menjadi langkah strategis UMMAT dalam membangun jaringan internasional yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Internasionalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan menjadi bagi perguruan tinggi yang ingin bersaing di kancah global. Melalui workshop ini, kami ingin mengajak PTN dan PTS di Bali, NTB, dan NTT untuk bersama-sama menyusun strategi dan kebijakan yang berdampak nyata bagi pengembangan kampus. UMMAT siap menjadi fasilitator dan kolaborator aktif dalam inisiatif ini,” jelas Asbah.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran DAAD serta keterlibatan kampus-kampus ternama di dalam dan luar negeri menjadi bukti nyata bahwa potensi perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia semakin diakui dan diperhitungkan.

“Ini adalah momentum emas. Tidak hanya untuk membangun kapasitas institusi, tetapi juga untuk membuka peluang mobilitas akademik, penelitian bersama, dan pengembangan SDM dosen dan mahasiswa secara internasional,” tambahnya.

UMMAT mengundang seluruh perguruan tinggi di wilayah Bali, NTB, dan NTT untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sosialisasi awal dapat diikuti dengan melakukan pendaftaran melalui tautan berikut:

🔗 Sosialisasi: https://s.id/Sosialisasi_NMT-DIES_Training_2025
(Batas akhir pendaftaran: 4 Agustus 2025)

🔗 Seleksi peserta workshop: https://s.id/daftarworkshop_NMT_UMMAT

Melalui pelaksanaan NMT-DIES Training 2025, UMMAT menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing global, dan berorientasi pada kolaborasi lintas negara. (HUMAS UMMAT)

UMMAT dan ATR/BPN Gagas Forum Strategi Nasional Pengendalian Ruang untuk Pembangunan Berkelanjutan

UMMAT dan ATR/BPN Gagas Forum Strategi Nasional Pengendalian Ruang untuk Pembangunan Berkelanjutan

Mataram, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmen akademiknya dalam mendukung pembangunan nasional dengan menjadi tuan rumah Forum Diskusi Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengawasan Penataan Ruang, Selasa (22/7/2025). Forum yang mengusung tema “Urgensi Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Era Kemudahan Berusaha” ini terselenggara berkat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Kegiatan digelar secara hybrid dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari kawasan Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Forum ini menghadirkan Aria Indra Purnama, ST, MUM., Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Ditjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pengendalian pemanfaatan ruang di tengah laju pembangunan dan investasi yang masif, serta pembersihan perangkat regulasi tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021.

Menambah perspektif daerah, forum ini juga menghadirkan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB yang menjelaskan praktik implementasi pengendalian ruang di tingkat lokal. Keduanya mendapat tanggapan akademik dari Ketua Program Studi PWK UMMAT, Febrita Susanti, ST, M.Eng., yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengawasan serta partisipasi dalam penataan ruang yang adil dan berkelanjutan.

Diskusi berlangsung terbuka dan partisipatif. Mahasiswa PWK UMMAT menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang diapresiasi langsung oleh narasumber utama. Aria Indra Purnama bahkan memuji kualitas intelektual mahasiswa UMMAT dan menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan akademik PWK UMMAT, termasuk melalui kuliah tamu, pendampingan akademik, hingga peluang magang di kementerian.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh pejabat Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB, Kepala Subdirektorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah IV, jajaran analis dan penata ruang muda, serta Ketua Ikatan Ahli Perencana (IAP) NTB. Para dosen dan mahasiswa PWK UMMAT mengikuti forum ini secara aktif di Aula UMMAT.

Sementara itu, peserta Daring berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, di antaranya Universitas Karyadarma Kupang, Universitas Terbuka Kupang, Universitas Pattimura Ambon, ITB STIKOM Ambon, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Universitas Muhammadiyah Sorong, IST Indonesia Manokwari, Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, serta Universitas Cenderawasih Jayapura. Antusiasme dan partisipasi aktif para peserta membuktikan menguatnya kolaborasi akademik lintas wilayah.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, dalam Perayaannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UMMAT sebagai tuan rumah forum nasional ini. Ia menilai bahwa kehadiran para pejabat ilmuwan dan akademisi dari berbagai wilayah merupakan bukti bahwa UMMAT telah menjadi pusat kajian strategi dalam bidang perencanaan wilayah dan kota di kawasan timur Indonesia. Ia berharap forum ini awal menjadi sinergi berkelanjutan yang melahirkan implementasi nyata dalam pengelolaan ruang yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Febrita Susanti menambahkan bahwa forum ini menjadi momentum reflektif bagi akademisi dalam mendukung kebijakan pengendalian ruang di daerah. Menurutnya, materi diskusi sangat relevan dengan kurikulum PWK UMMAT, khususnya pada mata kuliah pengendalian dan pengawasan ruang. Ia juga menekankan pentingnya forum semacam ini dalam memperluas jaringan kerja sama antara kampus dan pemangku kepentingan.

Dalam sesi penutup, Aria Indra Purnama kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan dunia pendidikan tinggi. Ia mengapresiasi pelaksanaan forum yang dinamis dan berkelas, serta menyatakan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan UMMAT. “Kami siap membuka ruang magang bagi mahasiswa UMMAT, dan saya bersedia memberikan kuliah tamu secara sukarela untuk memperkuat pemahaman mereka tentang tata ruang,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian kolaborasi strategis antara Kementerian ATR/BPN dan UMMAT, guna mendukung pembangunan wilayah yang tertib ruang dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. (HUMAS UMMAT)

Pimpinan UMMAT Jalin Kemitraan Strategis dengan Disnakertrans NTB: Dorong Akses Kerja Lebih Luas untuk Alumni

Pimpinan UMMAT Jalin Kemitraan Strategis dengan Disnakertrans NTB: Dorong Akses Kerja Lebih Luas untuk Alumni

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era modern. Sebagai perguruan tinggi yang konsisten dalam menyiapkan lulusan siap kerja dan berdaya saing global, UMMAT menjalin kemitraan strategis dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Disnakertrans NTB).

Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan silaturrahmi Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., ke kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi NTB pada Selasa, 8 Juli 2025. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Erwin berdialog langsung dengan Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., guna merintis kerja sama jangka panjang dalam bidang peningkatan akses kerja dan pemberdayaan alumni.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat dan penuh semangat sinergi, kedua pihak membahas sejumlah inisiatif konkret yang akan segera dijalankan, di antaranya pelaksanaan Job Fair, Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, serta program pelatihan keterampilan kerja dan soft skills yang ditujukan bagi alumni dan masyarakat umum.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Sudah saatnya lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah daerah bergandeng tangan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang lebih responsif terhadap tantangan zaman. Dinas Ketenagakerjaan siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan-kegiatan produktif ini, Insya Allah mulai bulan Agustus nanti”, tutur Baiq Nelly Yuniarti.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki akses informasi kerja yang cukup serta kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyatakan bahwa UMMAT sangat terbuka menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ketenagakerjaan yang berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang terbuka yang mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja.

“Kampus bukan hanya tempat mencetak sarjana, tetapi juga ruang kolaboratif untuk melahirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, termasuk pengangguran. Kami siap memfasilitasi Job Fair, pelatihan keterampilan, dan berbagai program ketenagakerjaan lainnya. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami kepada mahasiswa, alumni, dan masyarakat,” ungkap Dr. Erwin.

Ia menambahkan bahwa melalui program-program tersebut, alumni UMMAT tidak hanya mendapatkan peluang kerja, tetapi juga bekal kemampuan untuk beradaptasi di dunia kerja yang terus berubah. Kolaborasi dengan Disnakertrans NTB menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program yang relevan, kontekstual, dan berdampak.

Kemitraan ini menjadi angin segar di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, terutama di wilayah NTB. Berdasarkan data BPS dan Dinas Tenaga Kerja, masih banyak lulusan perguruan tinggi yang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan karena ketidaksesuaian kompetensi dan kurangnya informasi mengenai peluang kerja.

UMMAT menyadari pentingnya hadir sebagai fasilitator yang menjembatani mahasiswa dan alumni menuju dunia kerja. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi salah satu upaya nyata universitas dalam memperkuat career center, mengoptimalkan tracer study, dan meningkatkan keterlibatan stakeholder dalam ekosistem pendidikan tinggi. (HUMAS UMMAT)

Peringati Milad ke-45, UMMAT Tekankan Kontribusi Nyata Bagi NTB dalam Bidang Pendidikan dan Sosial

Peringati Milad ke-45, UMMAT Tekankan Kontribusi Nyata Bagi NTB dalam Bidang Pendidikan dan Sosial

Mataram, 25 Juni 2025 Dalam rangka memperingati Milad ke-45, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar seminar reflektif bertajuk “Kiprah UMMAT Mencerahkan dan Memajukan NTB”. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi sivitas akademika untuk menggali kembali sejarah perjuangan UMMAT serta memperkuat kolaborasi menuju masa depan NTB yang lebih berkemajuan.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang berbeda yang memperkaya sudut pandang. Hadir sebagai pembicara pertama, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., tokoh Muhammadiyah NTB, yang menyampaikan pemaparan tentang “Tapak Tilas UMMAT dalam Mencerahkan dan Memajukan NTB”.  Beliau  mengajak peserta menelusuri kembali jejak panjang UMMAT sejak berdiri pada 25 Juni 1980 hingga 1989. Pada fase awal, UMMAT fokus pada pembentukan identitas kelembagaan serta penguatan basis pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam. Dengan hanya tiga fakultas dan enam program studi, UMMAT mulai menapaki jalan panjangnya dalam memberikan akses pendidikan bagi generasi muda NTB.

Seiring perjalanan waktu, UMMAT memasuki fase pertumbuhan pada kurun 1990 hingga 2010 dengan memperluas cakupan akademik serta memperkuat kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan. Memasuki era modernisasi sejak 2010 hingga kini, UMMAT terus bertransformasi melalui digitalisasi sistem pembelajaran, penguatan kerja sama internasional, serta pengabdian masyarakat berbasis riset yang berdampak. Lebih dari sekadar mencetak lulusan, UMMAT menanamkan nilai-nilai keislaman yang mencerahkan, membentuk generasi mahasiswa yang tumbuh menjadi pendidik, akademisi, tokoh masyarakat, dan profesional yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam sesi berikutnya, Drs. H. Muhammad Ardi Samsuri, Komisioner Baznas NTB, membawakan materi “Sinergi Baznas dan UMMAT dalam Mencerahkan dan Memajukan NTB”. Beliau memaparkan lima program unggulan Baznas NTB, yakni Baznas NTB Peduli, Baznas NTB Cerdas, Baznas NTB Makmur, Baznas NTB Sehat, dan Baznas NTB Taqwa. Kelima program tersebut dirancang untuk membentuk masyarakat yang kuat secara spiritual, cerdas secara intelektual, mandiri secara ekonomi, dan sehat secara jasmani.

Menurut Ardi, sinergi antara Baznas dan UMMAT merupakan bentuk nyata kolaborasi kelembagaan dalam membangun NTB. Perguruan tinggi, dalam pandangannya, bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang memiliki daya jangkau luas melalui kegiatan KKN tematik, riset lokal yang berdampak, dan berbagai program pengabdian.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, MA., Akademisi UIN Mataram, menutup sesi seminar dengan perspektif akademik tentang peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban. Mengutip pandangan Robert W. Hefner, ia menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam paling terorganisir, tidak hanya membangun masjid, tetapi juga sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi, panti asuhan, hingga pusat-pusat ekonomi. Mitsuona Nakamura bahkan mencatat bahwa Muhammadiyah telah menyentuh hati dunia dengan amal usahanya yang nyata, penuh keikhlasan dan kemaslahatan.

Seminar ini dipandu dengan cermat oleh Syamsul Hidayat Daud, ST., MT., Ph.D., dosen Fakultas Teknik UMMAT, yang berhasil menjaga alur diskusi tetap hidup, hangat, dan penuh inspirasi.

Dalam sambutannya, Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa momentum Milad ke-45 ini menjadi refleksi dan harapan besar bagi kampus untuk terus bertumbuh. Beliau menyampaikan optimisme bahwa tahun depan UMMAT akan memperoleh tambahan program studi unggul dan guru besar baru. Lebih lanjut, UMMAT tengah bersiap menyambut 14 mahasiswa asing dari empat negara, di antaranya empat mahasiswa non-Muslim (Nasrani), sebagai bentuk komitmen UMMAT terhadap keberagaman dan inklusivitas. “Semoga ke depan UMMAT makin berkembang dan maju, baik dalam skala nasional maupun internasional”, ujarnya.

Ketua Panitia Milad, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., turut menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh narasumber yang telah hadir dan berkontribusi dalam seminar reflektif Milad ke-45 UMMAT. Ia menyatakan bahwa kehadiran para tokoh inspiratif seperti Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., Drs. H. Muhammad Ardi Samsuri, dan Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.Ag., telah memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi civitas akademika UMMAT dan seluruh peserta yang hadir.

Menurutnya, materi yang disampaikan bukan sekadar paparan akademik, tetapi juga suntikan semangat perjuangan, inspirasi, dan refleksi mendalam atas perjalanan panjang UMMAT selama 45 tahun dalam mencerahkan dan memajukan NTB. “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan para narasumber berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pemikiran strategis. Kehadiran mereka memberi energi baru bagi UMMAT untuk terus berbenah dan berkembang menjadi kampus yang semakin unggul dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr. Zaenuddin juga menambahkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad UMMAT ke-45 yang dikemas tidak hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai ruang refleksi dan kolaborasi. Ia berharap diskusi yang lahir dari kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dalam menyusun langkah-langkah strategis UMMAT ke depan, baik dalam konteks peningkatan mutu akademik, penguatan nilai-nilai keislaman, maupun kontribusi sosial terhadap pembangunan NTB secara keseluruhan. (HUMAS UMMAT)

Tingkatkan Mutu Kurikulum Berbasis OBE, Ketua Prodi Manajemen Ritel UMMAT Ikuti Workshop OBE AFEB PTMA

Tingkatkan Mutu Kurikulum Berbasis OBE, Ketua Prodi Manajemen Ritel UMMAT Ikuti Workshop OBE AFEB PTMA

Yogyakarta, Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Salah satu langkah nyatanya adalah melalui partisipasi aktif para ketua program studi dalam penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kali ini, Ketua Program Studi Manajemen Ritel UMMAT, Nurul Hidayati Indra Ningsih, SE., MM., hadir pada Workshop Kurikulum OBE yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (AFEB PTMA) pada 17–18 Juni 2025 di Amphitarium, Lantai 9, Gedung Utama Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Workshop yang diikuti puluhan peserta dari berbagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTMA se-Indonesia ini menjadi forum strategis untuk merumuskan kurikulum yang lebih adaptif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta dunia kerja. Narasumber dalam kegiatan ini  Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D., Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, SE., M.Si., dan Sartini Wardiwiyono, S.E., M.S.Acc., Ph.D., Ak., CA.

Dalam sesi materi pertama, Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D, selaku narasumber ahli, memaparkan filosofi dasar pengembangan kurikulum berbasis OBE. Beliau menegaskan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan misi, visi, dan core values institusi, sehingga setiap lulusan memiliki karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

Dalam diskusi, peserta juga belajar mengenai penerapan standar internasional seperti AACSB, yang memberikan perhatian besar pada pengembangan soft skills, etika profesional, kemampuan berpikir kritis, serta literasi teknologi dan kemampuan adaptasi di tingkat global.

Pada hari kedua, workshop menghadirkan Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, SE., M.Si. yang memberikan pemahaman mendalam mengenai strategi perancangan CPL. Dilanjutkan dengan Sartini Wardiwiyono, S.E., M.S.Acc., Ph.D., Ak., CA yang menjelaskan pentingnya kurikulum OBE. Prof. Naelati menjelaskan bagaimana cara menyusun profil lulusan dan CPL utama secara efektif, maksimal enam CPL yang harus benar-benar mewakili kompetensi esensial yang dibutuhkan oleh stakeholder.

Beliau juga menegaskan pentingnya pemetaan kurikulum agar materi, metode pembelajaran, dan asesmen saling terhubung dan terarah untuk mendukung tercapainya CPL. Selain itu, Prof. Naelati mengajak peserta merancang instrumen serta rubrik penilaian yang objektif, sistematis, dan mudah diimplementasikan.

Sartini Wardiwiyono, S.E., M.S.Acc., Ph.D., Ak., CA., menjelaskan dengan tegas bahwa penerapan Outcome-Based Education (OBE) memainkan peran krusial sebagai jembatan yang menghubungkan pendidikan tinggi di Indonesia dengan standar internasional. Fokus utama OBE adalah memastikan kompetensi lulusan yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan pasar kerja global. Dengan demikian, OBE tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga sebagai solusi untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

Selaras dengan hal itu, Dr. Sartini juga memperkuat paparan bahwa OBE adalah jembatan penting bagi pendidikan tinggi Indonesia menuju standar internasional, dengan fokus pada kompetensi lulusan yang relevan di pasar kerja global.

Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja AFEB PTMA dalam mewujudkan pendidikan ekonomi dan bisnis yang unggul, terukur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan kurikulum berbasis OBE yang diimplementasikan secara konsisten, diharapkan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademis, memiliki integritas moral, dan mampu bersaing di kancah nasional maupun global.

Bagi UMMAT sendiri, partisipasi aktif Ketua Prodi Manajemen Ritel dalam workshop ini diharapkan membawa dampak positif pada pembaruan kurikulum, penguatan kualitas dosen, serta penjaminan mutu proses pembelajaran. Dengan demikian, visi UMMAT untuk menjadi kampus unggul dan Islami semakin nyata tercapai.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami semakin mantap mengembangkan kurikulum yang tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga membekali mahasiswa dengan nilai-nilai Islami, soft skills, serta kesiapan menghadapi tantangan era globalisasi dan digitalisasi”, pungkas Nurul Hidayati Indra Ningsih, SE., MM., penuh optimisme. (HUMAS UMMAT)

Sinergi Seni dan Nilai Pancasila, UKM Musik UMMAT Raih Juara Nasional Musikalisasi Puisi

Sinergi Seni dan Nilai Pancasila, UKM Musik UMMAT Raih Juara Nasional Musikalisasi Puisi

Mataram – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menorehkan tinta emas dengan meraih Juara Harapan II dalam ajang bergengsi Lomba Musikalisasi Puisi Mahasiswa dan Pelajar Tingkat Nasional 2025, yang digelar oleh Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah di seluruh Indonesia.

Dalam lomba ini, UKM Musik UMMAT menampilkan puisi legendaris karya Taufik Ismail berjudul “Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini”, yang diaransemen ulang dalam bentuk musik rock yang energik dan penuh semangat. Aransemen tersebut menjadi simbol semangat pemuda dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Penampilan UKM Musik tidak hanya menyuguhkan komposisi musik yang apik, tetapi juga melibatkan unsur teatrikal dengan menggandeng satu anggota Teater Sasentra UMMAT sebagai pembaca puisi yang tampil langsung di atas panggung pada malam final, 3 Juni 2025.

Kolaborasi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang memukau, menggabungkan kekuatan kata dan harmoni musik dalam satu panggung ekspresi yang penuh makna. Perpaduan antara sastra dan musik dalam penampilan tersebut memberikan kesan mendalam bagi dewan juri maupun penonton yang hadir di auditorium UNTIDAR.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan dosen pendamping, Linda Ayu Darmurtika, S.S., M.Si., yang turut mendampingi proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa dan menekankan pentingnya seni sebagai media yang sarat nilai edukatif. “Musik bukan sekadar alunan melodi yang singgah sesaat di pendengaran, melainkan sarana menyampaikan nilai dan pesan dengan cara yang elegan. Musikalisasi puisi adalah ruang ekspresi yang kaya akan nilai literasi, budaya, bahkan moralitas”, jelasnya.

Linda juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang latihan, diskusi intens, dan eksplorasi kreatif yang dilakukan mahasiswa dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Wakil Rektor III UMMAT bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian luar biasa yang diraih UKM Musik dalam ajang nasional tersebut. “Saya merasa sangat bangga dan terharu atas capaian yang diraih oleh UKM Musik UMMAT dalam ajang Lomba Musikalisasi Puisi Nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat berkesenian mahasiswa kita terus tumbuh dan berkembang secara positif”, tuturnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin menambahkan bahwa kegiatan seni seperti musikalisasi puisi bukan hanya wadah ekspresi estetika, melainkan juga merupakan media penting dalam penguatan karakter, kerja tim, dan kecintaan terhadap budaya literasi.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim UKM Musik yang telah bekerja keras, berlatih dengan penuh dedikasi, dan mampu mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Harapan saya, capaian ini tidak berhenti di sini. Semoga UKM Musik terus konsisten berproses, menciptakan karya-karya yang bermakna, dan menjadi inspirasi bagi UKM lain di lingkungan UMMAT,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak universitas senantiasa mendukung seluruh aktivitas positif mahasiswa baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari komitmen membina generasi unggul yang berakhlak dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua UKM Musik UMMAT, Lalu Razanov atau akrab disapa Gibol, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya atas raihan timnya. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas raihan ini. Semua ini adalah hasil kerja keras tim, dukungan dari universitas, serta doa dari seluruh civitas akademika UMMAT”, ujarnya penuh semangat.

Gibol juga menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari perjuangan UKM Musik UMMAT dalam menapaki kancah seni nasional dan bahkan internasional. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan kami. Kami akan terus belajar dan mengembangkan diri, serta berkomitmen mengharumkan nama UMMAT di tingkat nasional bahkan internasional”, pungkasnya.

Melalui prestasi ini, UKM Musik UMMAT berharap dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam bidang seni dan budaya. UMMAT pun berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu lahirnya karya-karya mahasiswa yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

Semangat berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama kampus menjadi komitmen yang terus digaungkan oleh seluruh anggota UKM Musik, sebagai wujud nyata peran aktif mahasiswa dalam mewujudkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan cinta tanah air. (HUMAS UMMAT)