Dorong Publikasi Ilmiah Berkualitas, LPPM UMMAT Gelar Workshop Penulisan Artikel Standar Scopus dan Sinta

Dorong Publikasi Ilmiah Berkualitas, LPPM UMMAT Gelar Workshop Penulisan Artikel Standar Scopus dan Sinta

Mataram, Dalam upaya memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Standar Scopus dan Sinta pada Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Fave Hotel Mataram.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT dan dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas penulisan artikel ilmiah berorientasi Scopus serta kelas penulisan artikel ilmiah berstandar Sinta 2. Workshop ini merupakan bagian dari program strategis LPPM untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian program peningkatan mutu penelitian dan publikasi yang telah dilakukan sebelumnya.

“LPPM telah melakukan berbagai langkah, mulai dari Scopus Camp, pendampingan penulisan artikel mahasiswa, pelatihan menulis buku, hingga workshop peningkatan skor Sinta. Semua ini demi mendorong lahirnya karya-karya ilmiah berkualitas dari dosen UMMAT,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi jurnal bagi dosen sebelum melakukan submit artikel. “Seringkali kegagalan publikasi terjadi karena ketidaksesuaian antara naskah dan jurnal tujuan. Maka dari itu, penting untuk terlebih dahulu memahami karakter jurnal yang dituju,” ujarnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., secara resmi membuka workshop dan memberikan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa produktivitas karya ilmiah adalah bagian dari tanggung jawab dan integritas seorang dosen.

“Karya ilmiah kita sebagai dosen adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Jika dosen tidak menulis artikel ilmiah, maka perlu kita pertanyakan apa yang sebenarnya sedang ia kerjakan. Banyak penelitian dan pengabdian yang dilakukan, namun tidak pernah dipublikasikan. Di situlah stagnasi terjadi,” tegas Rektor.

Ia menambahkan bahwa pihak universitas bersama LPPM akan mengambil langkah tegas terhadap penelitian yang tidak berujung pada publikasi. “Kami telah meminta LPPM untuk tidak lagi mendanai penelitian yang tidak menghasilkan publikasi ilmiah. Harus ada keberlanjutan. Kalau tidak mampu Scopus, minimal Sinta 2. Kalau tidak bisa juga, Sinta 3. Harus ada output nyata,” ujarnya.

Tak hanya itu, Rektor juga menyoroti pentingnya publikasi ilmiah dalam proses kenaikan jabatan fungsional dosen.

“Jumlah lektor kepala di UMMAT masih sangat sedikit. Guru besar kita baru dua orang. Tahun ini kami harapkan bertambah dua lagi, dan tahun 2026 minimal tiga guru besar baru. Target ini hanya bisa dicapai jika para dosen serius menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Publikasi, Konferensi, Pengelolaan Jurnal, dan HKI LPPM UMMAT, Dr. Syaharuddin, M.Pd., Si., menjelaskan bahwa workshop dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan kualifikasi dan latar belakang peserta.

“Kelas Scopus diikuti oleh 25 dosen dengan latar belakang S3, S2, serta penerima hibah fundamental dari Kemendikbudristek. Kelas ini difasilitasi oleh Prof. Dr. Saiful Prayogi, M.Pd., Guru Besar Universitas Pendidikan Mandalika sekaligus Reviewer Jurnal Terindeks Scopus. Sementara kelas Sinta juga diikuti oleh 25 dosen berlatar belakang S2, penerima hibah internal kompetitif dan hibah AIK, yang difasilitasi oleh Dr. Shahibul Ahyan, M.Pd., Dosen Universitas Hamzanwadi sekaligus Chief Editor Jurnal Nasional Sinta 2,” paparnya.

Selama workshop, peserta mendapatkan materi teknis terkait teknik penulisan ilmiah yang baik, strategi memilih jurnal yang tepat, serta simulasi proses submit artikel ke jurnal bereputasi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan membedah naskah artikel masing-masing untuk diperbaiki berdasarkan standar yang ditentukan.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya besar UMMAT dalam mendukung program percepatan dosen menuju jabatan fungsional tinggi serta membangun reputasi institusi yang unggul. Melalui program-program LPPM, UMMAT berharap dapat mencetak lebih banyak peneliti produktif yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah sosial melalui hasil-hasil penelitian yang aplikatif dan terpublikasi secara luas. (HUMAS UMMAT)

Menuju Akreditasi Unggul, UMMAT Perkuat Sistem Mutu Internal Sesuai Permendikbudristek 53/2023

Menuju Akreditasi Unggul, UMMAT Perkuat Sistem Mutu Internal Sesuai Permendikbudristek 53/2023

Mataram, Dalam upaya memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan menyelaraskannya dengan regulasi terbaru, Lembaga Pengembangan Mutu Internal (LPMI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Workshop Pengembangan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berdasarkan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 pada Senin, 21 Juli 2025, bertempat di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMAT.

Workshop ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan UMMAT, mulai dari unsur rektorat, direktorat, kepala lembaga dan biro, hingga ke tingkat fakultas yang melibatkan para dekan, wakil dekan, dan gugus pengendali mutu (GPM) di setiap fakultas. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam akselerasi peningkatan mutu akademik dan non-akademik di lingkungan UMMAT, seiring dengan rencana besar menuju akreditasi institusi pada tahun 2026.

Ketua LPMI UMMAT, Dr. Ima Rahmawati Sushanti, S.T., M.MT., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk mengembangkan dokumen SPMI yang sebelumnya telah disusun pada tahun 2021. Penyesuaian ini menjadi sangat krusial mengingat adanya perubahan substansi dalam Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang menjadi acuan terbaru dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kita untuk terus mengembangkan sistem mutu yang relevan dan sesuai regulasi. Dokumen SPMI yang sebelumnya kita miliki perlu diperbarui, disesuaikan dengan kebijakan terkini, terutama dalam rangka menghadapi akreditasi institusi perguruan tinggi yang akan kita hadapi di tahun 2026,” ujar Dr. Ima.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyusunan dokumen mutu yang akurat, adaptif, dan implementatif sangat diperlukan agar seluruh kegiatan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga catur dharma perguruan tinggi dapat berjalan searah dengan visi dan misi universitas.

Sebagai narasumber utama, LPMI UMMAT menghadirkan Dr. Sinta Ardiantina, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya (UB). Pemilihan UB sebagai mitra benchmarking didasarkan pada prestasi UB yang telah meraih akreditasi unggul secara nasional.

“Kami melihat UB sebagai contoh sukses dalam pengembangan sistem mutu dan penyusunan dokumen SPMI. Tidak hanya dari sisi kelengkapan dokumen, tetapi juga dari penerapan budaya mutu yang kuat. Ini yang ingin kita pelajari dan adaptasikan di UMMAT,” tambah Dr. Ima.

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai strategi penyusunan dokumen mutu yang sesuai regulasi, pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), hingga penguatan peran unit-unit mutu di tingkat fakultas dan prodi.

Peserta workshop terdiri dari para pemangku kebijakan di lingkungan UMMAT yang memiliki peran strategis dalam implementasi mutu. Seluruh peserta terlibat aktif dalam diskusi, memberikan masukan, dan membentuk komitmen bersama untuk mendukung percepatan pengembangan dokumen SPMI secara menyeluruh.

“Kami ingin seluruh elemen pimpinan, dari rektorat hingga fakultas, bersinergi dan berkontribusi dalam penyusunan dokumen ini. Harapannya, sistem mutu yang dibangun benar-benar membumi dan berkelanjutan, tidak hanya sebatas dokumen administratif,” ungkap Dr. Ima.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini sebagai bentuk kesiapan UMMAT dalam meningkatkan kualitas kelembagaan dan menjawab tantangan era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

“Mutu itu bukan hanya dokumen, tapi harus menjadi budaya. Budaya mutu inilah yang akan memperkuat daya saing UMMAT di tingkat nasional dan regional. Kita punya target besar yaitu meraih akreditasi unggul di tahun 2026, dan ini butuh kerja sama dari semua lini,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa capaian akreditasi unggul akan membawa dampak positif dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan SDM, kualitas lulusan, penguatan publikasi ilmiah, hingga pengembangan sarana dan prasarana, serta implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam catur dharma perguruan tinggi.

“Kami berharap ke depan, UMMAT bisa menjadi perguruan tinggi swasta terbaik tidak hanya di NTB, tetapi juga menjadi barometer mutu di wilayah Indonesia Timur, bahkan nasional. Dengan sinergi, komitmen, dan semangat membangun mutu, saya yakin itu bisa kita capai,” ujar Rektor penuh optimisme. (HUMAS UMMAT)

Langkah Nyata Wujudkan Pendidikan Berkualitas di NTB, FKIP UMMAT Lepas 351 Mahasiswa PLP II & KKN-Dik

Langkah Nyata Wujudkan Pendidikan Berkualitas di NTB, FKIP UMMAT Lepas 351 Mahasiswa PLP II & KKN-Dik

Mataram,  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon pendidik unggul dan berjiwa pengabdi. Hal ini ditandai dengan pelepasan resmi 351 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Bertempat di Lapangan FKIP UMMAT, acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, M.A., Dekan FKIP Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., MCE., para Wakil Dekan FKIP, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh peserta program PLP II.

Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.,Si., menjelaskan bahwa program PLP II terintegrasi KKN-Dik merupakan bentuk pembelajaran yang menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori pendidikan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam konteks nyata di tengah masyarakat sekolah. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat sekolah dan berkontribusi aktif dalam pengembangan lingkungan pendidikan,” ujar Nizaar.

Sebanyak 351 mahasiswa FKIP UMMAT akan disebar ke 50 sekolah mitra dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK yang tersebar di dua wilayah strategis, yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Para mahasiswa akan menjalani masa praktik selama dua bulan, dimulai pada 21 Juli hingga 13 September 2025.

Program PLP II terintegrasi KKN-Dik ini merupakan program unggulan FKIP UMMAT yang memadukan pendekatan akademik dengan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Mahasiswa akan menjalankan sejumlah aktivitas, antara lain praktik pembelajaran di kelas bersama guru pamong, penyusunan dan pengembangan perangkat ajar, penyelenggaraan kegiatan literasi dan numerasi di sekolah, serta pelaksanaan program edukatif berbasis potensi dan kebutuhan lokal.

“Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menjadi guru yang cakap dalam mengajar, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” tambah Dr. Nizaar.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam amanatnya menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas. Ia berharap para mahasiswa dapat menjadi teladan yang baik, serta membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam praktik pendidikan di sekolah.

“Kalian adalah representasi UMMAT di tengah masyarakat. Jadilah duta perubahan, teladan akhlak, dan penyebar semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan lupa untuk belajar dari guru pamong, bersinergi dengan kepala sekolah, dan mendengarkan kebutuhan siswa,” tegas Rektor.

Beliau juga menyampaikan bahwa pengalaman ini merupakan salah satu fase penting dalam pembentukan karakter pendidik. “Di lapangan, kalian akan belajar banyak hal yang tidak kalian temukan di ruang kuliah. Hadapilah setiap tantangan dengan keikhlasan dan semangat untuk tumbuh,” tambahnya.

Dengan pelepasan ini, FKIP UMMAT mempertegas komitmennya untuk terus membina dan mendampingi calon guru yang tak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga siap menjadi pemimpin perubahan di tengah masyarakat. Sinergi antara kampus, sekolah, dan masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi pendidikan di Nusa Tenggara Barat. (HUMAS UMMAT)

UKM Musik UMMAT Tampilkan Harmoni Mahasiswa dalam Parade Musik Kampus 2025

UKM Musik UMMAT Tampilkan Harmoni Mahasiswa dalam Parade Musik Kampus 2025

Mataram, Semangat seni dan kreativitas kembali menggema di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) lewat gelaran Parade Musik Kampus 2025, yang sukses diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik UMMAT pada Sabtu (20/7) sore hingga malam. Bertempat di lapangan utama kampus, acara ini mengusung tema “Kampus dalam Irama Kreatif”, yang menghadirkan nuansa meriah dan penuh energi.

Sejak pukul 16.00 WITA, lapangan utama mulai dipadati ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan penampilan memukau dari berbagai musisi kampus. Sejumlah band dan solois tampil silih berganti di atas panggung, membawakan ragam genre musik mulai dari pop, rock, jazz, hingga musik tradisional yang dikemas modern.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif UKM Musik UMMAT dalam menciptakan ruang ekspresi bagi mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif UKM Musik yang terus aktif menghadirkan ruang ekspresi bagi mahasiswa. Ke depan, saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi karya, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi ajang kompetisi yang menantang dan memotivasi,” tutur Dr. Erwin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan panitia dan peserta untuk menjaga kondusivitas lingkungan kampus.

“Saya minta kegiatan ini tetap berjalan tertib dan aman. Jangan sampai ada tragedi yang mencoreng semangat positif dari acara ini. Karena itu, kita sepakati batas waktu kegiatan maksimal sampai pukul 22.00 WITA,” tegasnya.

Selain sebagai wadah ekspresi musikal, Parade Musik Kampus juga menjadi ruang pertemuan antarorganisasi musik dari berbagai fakultas di UMMAT. Semangat kolaboratif dan saling mendukung tercermin dari penampilan lintas genre dan lintas komunitas yang saling melengkapi.

Kemeriahan semakin terasa saat langit Mataram mulai gelap dan panggung dihiasi dengan tata cahaya yang dramatis, menciptakan atmosfer konser mini yang megah. Para penonton tampak larut dalam suasana, ikut bernyanyi dan berjoget mengikuti alunan musik yang dibawakan.

Ketua UKM Musik UMMAT, dalam keterangannya, berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan kampus yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencetak talenta-talenta baru di bidang musik.

“Kami ingin Parade Musik Kampus menjadi ajang yang mewadahi potensi mahasiswa, sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa seni dan akademik bisa berjalan berdampingan dengan harmonis,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan ekspresi positif, Parade Musik Kampus 2025 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusi dalam membangun budaya kampus yang inklusif dan inspiratif. (HUMAS UMMAT)

Revolusi Aspirasi Mahasiswa: DPM UMMAT Resmikan Platform Digital dan Gelar Dialog Legislasi

Revolusi Aspirasi Mahasiswa: DPM UMMAT Resmikan Platform Digital dan Gelar Dialog Legislasi

Mataram, 10 Juli 2025 – Dalam semangat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pendorong demokrasi kampus, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meresmikan platform “Digital Aspirasi Mahasiswa” dan menggelar forum Dialog Legislasi yang melibatkan berbagai elemen penting dalam lingkungan akademik. Bertempat di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT, acara ini mengangkat tema “Suara Mahasiswa: Langkah Nyata, Aspirasi Didengar, Perubahan Terwujud” dan dihadiri lebih dari 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Lembaga Kemahasiswaan se-UMMAT serta ketua dan anggota DPM dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram.

Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mekanisme penyampaian aspirasi mahasiswa di UMMAT. Selama ini, ruang penyampaian ide, kritik, dan gagasan mahasiswa dianggap terbatas. Melalui platform Digital Aspirasi Mahasiswa, DPM mencoba mematahkan sekat-sekat formalitas dan hambatan birokrasi yang kerap membatasi komunikasi dua arah antara mahasiswa dan lembaga perwakilan.

Ketua Komisi Humas DPM UMMAT, Irma Neni Wahidah, mengungkapkan bahwa keresahan mahasiswa yang selama ini tak tersampaikan dengan baik telah menjadi motivasi utama peluncuran inovasi ini. Ia memperkenalkan QR Code khusus yang terhubung langsung ke sistem digital aspirasi, memungkinkan setiap mahasiswa menyampaikan masukan secara anonim atau terbuka, kapan pun dan di mana pun.

“Kami tidak ingin lagi mendengar mahasiswa berkata, ‘suara saya tidak didengar’ atau ‘untuk apa menyampaikan aspirasi kalau tidak ditindaklanjuti’. Melalui platform ini, kami pastikan setiap suara akan tercatat dan dibahas dalam rapat-rapat DPM sebagai dasar penyusunan kebijakan”, tegasnya.

Platform ini dirancang agar bersifat transparan, adaptif, dan inklusif, sehingga dapat menjangkau seluruh mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi dan fakultas. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, mahasiswa juga dapat memantau tindak lanjut dan status aspirasi yang mereka kirimkan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Legislasi, sebuah forum diskusi terbuka yang menghadirkan dua narasumber kompeten: Bapak Marga Harun, S.H., M.H., Anggota DPRD Provinsi NTB, dan Bapak Erik, S.IP., M.IP., akademisi UMMAT. Keduanya membahas secara mendalam tentang pentingnya literasi legislasi di kalangan mahasiswa, mekanisme penyusunan kebijakan publik, hingga peran strategis mahasiswa sebagai kelompok kritis dalam sistem demokrasi.

Dalam pemaparannya, Marga Harun mengapresiasi inisiatif DPM UMMAT dan menyatakan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan hanya penonton dalam dinamika kebangsaan.

“Saya melihat semangat besar dari adik-adik mahasiswa hari ini. Platform digital seperti ini harus menjadi media penggerak, bukan sekadar pelengkap. DPM punya peran vital dalam menyerap, menyusun, dan menyuarakan kebijakan berbasis kebutuhan riil mahasiswa”, ungkapnya.

Senada, Erik, S.IP., M.IP. menyoroti perlunya kolaborasi antara lembaga legislatif kampus dan akademisi dalam membentuk kultur berpikir kritis. Ia mendorong mahasiswa agar tidak takut bersuara, sekaligus tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat.

Momentum penting lainnya adalah saat Wakil Rektor III UMMAT, Dr.Erwin, M.Pd.,  secara resmi meluncurkan platform Digital Aspirasi Mahasiswa. Dalam sambutannya, WR III memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja DPM UMMAT yang dinilai lebih aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

“DPM saat ini telah menunjukkan langkah nyata dalam menjembatani suara mahasiswa. Kami mendukung penuh, bahkan menantang DPM untuk mengembangkan platform ini lebih lanjut hingga bisa menjadi role model di tingkat nasional”, ujar WR III dengan semangat.

Ia juga mengajak seluruh organisasi kemahasiswaan untuk bersinergi dengan DPM dalam menampung dan menyikapi berbagai persoalan kampus secara konstruktif.

Ketua DPM UMMAT, Muhamad Aminuddin, menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh mahasiswa UMMAT untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi melalui kanal resmi yang telah disediakan. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif mahasiswa hadir bukan sebagai simbol, melainkan sebagai representasi nyata dari suara mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar dan penuh semangat kolaboratif. Dengan peluncuran Digital Aspirasi Mahasiswa, DPM UMMat tidak hanya memperkenalkan inovasi, tapi juga menegaskan komitmennya sebagai lembaga yang terbuka, solutif, dan berorientasi pada kemajuan kampus.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi budaya komunikasi antara mahasiswa dan lembaga kampus. Sehingga, segala bentuk kritik, gagasan, dan aspirasi dapat diterima sebagai energi positif untuk membangun Universitas Muhammadiyah Mataram yang lebih progresif dan adaptif di era digital. (HUMAS UMMAT)

Mahasiswi UMMAT Raih Medali Perunggu di Kejurda Panjat Tebing 2025

Mahasiswi UMMAT Raih Medali Perunggu di Kejurda Panjat Tebing 2025

Mataram, 29 Juni 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan prestasi di kancah olahraga daerah. Mahasiswi Fakultas Hukum, Mayzatul Husni, sukses meraih medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing 2025 kategori Tim Lead Putri, yang dipertandingkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 24–28 Juni 2025, bertempat di Gelanggang Pemuda Mataram.

Mayzatul Husni, mahasiswi semester dua asal Kerajak, Kelurahan Sasake, kelahiran Malaysia pada 10 Mei 2005, menunjukkan tekad luar biasa dalam menghadapi kompetisi ini. Meski sempat mengalami luka di tangan akibat intensitas latihan yang berat, semangat juangnya tak surut. Dengan dedikasi penuh selama satu tahun terakhir dalam mempersiapkan diri, Mayzatul akhirnya mampu berdiri di podium dan mengharumkan nama kampus tercinta.

“Saya ikut Kejurda ini karena ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Meskipun sempat terluka, saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Alhamdulillah, bisa membawa pulang medali perunggu”, ungkap Mayzatul dengan penuh syukur.

Ajang Kejurda ini menjadi ruang kompetisi bagi atlet muda se-NTB, termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kategori Tim Lead Putri, Mayzatul dan tim menampilkan kekompakan, kekuatan teknik, serta mental bertanding yang solid. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam ranah non-akademik, khususnya olahraga ekstrem seperti panjat tebing.

“Untuk mahasiswa lainnya, saya berharap berani mencoba hal-hal baru dan tidak berhenti mengejar pengalaman. Untuk UMMAT, semoga tetap menjadi kampus unggul dan terus memberikan dukungan bagi atlet-atlet muda yang ingin berjuang dan mengharumkan nama universitas”, tambahnya.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan harapannya terhadap langkah Mayzatul ke jenjang lebih tinggi. “Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Mayzatul Husni atas raihan medali perunggu di Kejurda Panjat Tebing 2025 kategori Tim Lead Putri. In shaa Allah, Mayzatul akan mewakili UMMAT dalam ajang POMNAS 2025. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dan berani berkompetisi”, ujar Dr. Erwin.

Apresiasi serupa juga datang dari Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, yang menyebutkan bahwa pencapaian ini mencerminkan semangat dan karakter unggul yang menjadi ruh dari pendidikan di UMMAT.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ananda Mayzatul. Ia adalah contoh nyata mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman, berlatih keras, dan membuktikan bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ini adalah semangat yang kami tanamkan kepada seluruh sivitas akademika UMMAT untuk terus mengembangkan potensi secara holistic”, ungkap Drs. Abdul Wahab, MA.

Lebih lanjut, Rektor UMMAT menegaskan bahwa pihak kampus akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang, termasuk olahraga, seni, kepemimpinan, dan kewirausahaan. (HUMAS UMMAT)