Mataram, Dalam upaya memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan menyelaraskannya dengan regulasi terbaru, Lembaga Pengembangan Mutu Internal (LPMI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Workshop Pengembangan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berdasarkan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 pada Senin, 21 Juli 2025, bertempat di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMAT.
Workshop ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan UMMAT, mulai dari unsur rektorat, direktorat, kepala lembaga dan biro, hingga ke tingkat fakultas yang melibatkan para dekan, wakil dekan, dan gugus pengendali mutu (GPM) di setiap fakultas. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam akselerasi peningkatan mutu akademik dan non-akademik di lingkungan UMMAT, seiring dengan rencana besar menuju akreditasi institusi pada tahun 2026.
Ketua LPMI UMMAT, Dr. Ima Rahmawati Sushanti, S.T., M.MT., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk mengembangkan dokumen SPMI yang sebelumnya telah disusun pada tahun 2021. Penyesuaian ini menjadi sangat krusial mengingat adanya perubahan substansi dalam Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang menjadi acuan terbaru dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kita untuk terus mengembangkan sistem mutu yang relevan dan sesuai regulasi. Dokumen SPMI yang sebelumnya kita miliki perlu diperbarui, disesuaikan dengan kebijakan terkini, terutama dalam rangka menghadapi akreditasi institusi perguruan tinggi yang akan kita hadapi di tahun 2026,” ujar Dr. Ima.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyusunan dokumen mutu yang akurat, adaptif, dan implementatif sangat diperlukan agar seluruh kegiatan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga catur dharma perguruan tinggi dapat berjalan searah dengan visi dan misi universitas.
Sebagai narasumber utama, LPMI UMMAT menghadirkan Dr. Sinta Ardiantina, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya (UB). Pemilihan UB sebagai mitra benchmarking didasarkan pada prestasi UB yang telah meraih akreditasi unggul secara nasional.
“Kami melihat UB sebagai contoh sukses dalam pengembangan sistem mutu dan penyusunan dokumen SPMI. Tidak hanya dari sisi kelengkapan dokumen, tetapi juga dari penerapan budaya mutu yang kuat. Ini yang ingin kita pelajari dan adaptasikan di UMMAT,” tambah Dr. Ima.
Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai strategi penyusunan dokumen mutu yang sesuai regulasi, pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), hingga penguatan peran unit-unit mutu di tingkat fakultas dan prodi.
Peserta workshop terdiri dari para pemangku kebijakan di lingkungan UMMAT yang memiliki peran strategis dalam implementasi mutu. Seluruh peserta terlibat aktif dalam diskusi, memberikan masukan, dan membentuk komitmen bersama untuk mendukung percepatan pengembangan dokumen SPMI secara menyeluruh.
“Kami ingin seluruh elemen pimpinan, dari rektorat hingga fakultas, bersinergi dan berkontribusi dalam penyusunan dokumen ini. Harapannya, sistem mutu yang dibangun benar-benar membumi dan berkelanjutan, tidak hanya sebatas dokumen administratif,” ungkap Dr. Ima.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini sebagai bentuk kesiapan UMMAT dalam meningkatkan kualitas kelembagaan dan menjawab tantangan era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Mutu itu bukan hanya dokumen, tapi harus menjadi budaya. Budaya mutu inilah yang akan memperkuat daya saing UMMAT di tingkat nasional dan regional. Kita punya target besar yaitu meraih akreditasi unggul di tahun 2026, dan ini butuh kerja sama dari semua lini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa capaian akreditasi unggul akan membawa dampak positif dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan SDM, kualitas lulusan, penguatan publikasi ilmiah, hingga pengembangan sarana dan prasarana, serta implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam catur dharma perguruan tinggi.
“Kami berharap ke depan, UMMAT bisa menjadi perguruan tinggi swasta terbaik tidak hanya di NTB, tetapi juga menjadi barometer mutu di wilayah Indonesia Timur, bahkan nasional. Dengan sinergi, komitmen, dan semangat membangun mutu, saya yakin itu bisa kita capai,” ujar Rektor penuh optimisme. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). M. Zikrin Hakim, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI), berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 3 kategori short video dalam ajang Kompetisi Video Kreatif #3 Tingkat Nasional Tahun 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, bekerja sama dengan Give Creative, dan dilaksanakan secara daring sejak tanggal 3 hingga 17 Juli 2025.
Sebanyak 89 peserta dari 14 perguruan tinggi di seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam ajang ini, yang menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan pesan edukatif dan inspiratif melalui media video. Para peserta berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyusun konsep, menyutradarai, hingga menyunting video secara kreatif dan bermakna.
Dalam kompetisi tersebut, Zikrin mengangkat tema yang sarat pesan dakwah sosial, menggambarkan realitas kehidupan masyarakat dengan pendekatan naratif yang menggugah. Melalui visualisasi yang kuat dan pesan yang dalam, karyanya berhasil mencuri perhatian dewan juri dan meraih posisi ketiga terbaik secara nasional.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan dan pencapaian ini. Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah keterbatasan alat untuk produksi video, tapi saya percaya bahwa kreativitas tidak terbatas oleh fasilitas. Dengan semangat dan tekad yang kuat, semua tantangan bisa diatasi,” ungkap Zikrin saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Zikrin juga berharap agar mahasiswa UMMAT lainnya tidak ragu untuk terlibat dalam berbagai ajang kompetisi yang tersedia. “Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa untuk tidak takut mencoba dan ikut serta dalam berbagai lomba, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Kita tidak pernah tahu kemampuan kita jika tidak mencoba. Jangan pernah takut untuk memulai,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar UMMAT terus memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya yang memiliki semangat dan potensi di berbagai bidang. “Semoga kampus kita selalu mendukung, baik dalam bentuk materi, doa, maupun bimbingan. Dukungan itu sangat berarti bagi kami untuk terus berkembang dan berprestasi,” tambahnya.
Prestasi yang diraih Zikrin turut mendapat apresiasi tinggi dari Kaprodi KPI UMMAT, Endang Rahmawati, M.Kom.I. “Sebagai Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, saya merasa bangga dan terharu atas pencapaian saudara M. Zikrin Hakim yang berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Video Kreatif tingkat Nasional di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik program studi kita di kancah nasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Zikrin merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa KPI UMMAT mampu bersaing di level nasional dengan kualitas yang mumpuni.
“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Zikrin untuk terus berkarya dan mengasah kreativitasnya, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya agar senantiasa berani berkarya, berinovasi, dan berkompetisi secara sehat. Teruslah berkarya untuk dakwah yang kreatif dan penuh makna,” tutup Endang.
Keberhasilan ini sejalan dengan visi UMMAT untuk mencetak generasi muda yang unggul, inovatif, dan kompetitif, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam melalui media yang kekinian dan relevan dengan kebutuhan zaman. UMMAT terus berkomitmen untuk mendukung berbagai bentuk pengembangan diri mahasiswa, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon pendidik unggul dan berjiwa pengabdi. Hal ini ditandai dengan pelepasan resmi 351 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Bertempat di Lapangan FKIP UMMAT, acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, M.A., Dekan FKIP Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., MCE., para Wakil Dekan FKIP, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh peserta program PLP II.
Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.,Si., menjelaskan bahwa program PLP II terintegrasi KKN-Dik merupakan bentuk pembelajaran yang menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori pendidikan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam konteks nyata di tengah masyarakat sekolah. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat sekolah dan berkontribusi aktif dalam pengembangan lingkungan pendidikan,” ujar Nizaar.
Sebanyak 351 mahasiswa FKIP UMMAT akan disebar ke 50 sekolah mitra dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK yang tersebar di dua wilayah strategis, yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Para mahasiswa akan menjalani masa praktik selama dua bulan, dimulai pada 21 Juli hingga 13 September 2025.
Program PLP II terintegrasi KKN-Dik ini merupakan program unggulan FKIP UMMAT yang memadukan pendekatan akademik dengan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Mahasiswa akan menjalankan sejumlah aktivitas, antara lain praktik pembelajaran di kelas bersama guru pamong, penyusunan dan pengembangan perangkat ajar, penyelenggaraan kegiatan literasi dan numerasi di sekolah, serta pelaksanaan program edukatif berbasis potensi dan kebutuhan lokal.
“Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menjadi guru yang cakap dalam mengajar, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” tambah Dr. Nizaar.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam amanatnya menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas. Ia berharap para mahasiswa dapat menjadi teladan yang baik, serta membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam praktik pendidikan di sekolah.
“Kalian adalah representasi UMMAT di tengah masyarakat. Jadilah duta perubahan, teladan akhlak, dan penyebar semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan lupa untuk belajar dari guru pamong, bersinergi dengan kepala sekolah, dan mendengarkan kebutuhan siswa,” tegas Rektor.
Beliau juga menyampaikan bahwa pengalaman ini merupakan salah satu fase penting dalam pembentukan karakter pendidik. “Di lapangan, kalian akan belajar banyak hal yang tidak kalian temukan di ruang kuliah. Hadapilah setiap tantangan dengan keikhlasan dan semangat untuk tumbuh,” tambahnya.
Dengan pelepasan ini, FKIP UMMAT mempertegas komitmennya untuk terus membina dan mendampingi calon guru yang tak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga siap menjadi pemimpin perubahan di tengah masyarakat. Sinergi antara kampus, sekolah, dan masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi pendidikan di Nusa Tenggara Barat. (HUMAS UMMAT)
Mataram, 10 Juli 2025 – Dalam semangat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pendorong demokrasi kampus, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meresmikan platform “Digital Aspirasi Mahasiswa” dan menggelar forum Dialog Legislasi yang melibatkan berbagai elemen penting dalam lingkungan akademik. Bertempat di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT, acara ini mengangkat tema “Suara Mahasiswa: Langkah Nyata, Aspirasi Didengar, Perubahan Terwujud” dan dihadiri lebih dari 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Lembaga Kemahasiswaan se-UMMAT serta ketua dan anggota DPM dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram.
Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mekanisme penyampaian aspirasi mahasiswa di UMMAT. Selama ini, ruang penyampaian ide, kritik, dan gagasan mahasiswa dianggap terbatas. Melalui platform Digital Aspirasi Mahasiswa, DPM mencoba mematahkan sekat-sekat formalitas dan hambatan birokrasi yang kerap membatasi komunikasi dua arah antara mahasiswa dan lembaga perwakilan.
Ketua Komisi Humas DPM UMMAT, Irma Neni Wahidah, mengungkapkan bahwa keresahan mahasiswa yang selama ini tak tersampaikan dengan baik telah menjadi motivasi utama peluncuran inovasi ini. Ia memperkenalkan QR Code khusus yang terhubung langsung ke sistem digital aspirasi, memungkinkan setiap mahasiswa menyampaikan masukan secara anonim atau terbuka, kapan pun dan di mana pun.
“Kami tidak ingin lagi mendengar mahasiswa berkata, ‘suara saya tidak didengar’ atau ‘untuk apa menyampaikan aspirasi kalau tidak ditindaklanjuti’. Melalui platform ini, kami pastikan setiap suara akan tercatat dan dibahas dalam rapat-rapat DPM sebagai dasar penyusunan kebijakan”, tegasnya.
Platform ini dirancang agar bersifat transparan, adaptif, dan inklusif, sehingga dapat menjangkau seluruh mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi dan fakultas. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, mahasiswa juga dapat memantau tindak lanjut dan status aspirasi yang mereka kirimkan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Legislasi, sebuah forum diskusi terbuka yang menghadirkan dua narasumber kompeten: Bapak Marga Harun, S.H., M.H., Anggota DPRD Provinsi NTB, dan Bapak Erik, S.IP., M.IP., akademisi UMMAT. Keduanya membahas secara mendalam tentang pentingnya literasi legislasi di kalangan mahasiswa, mekanisme penyusunan kebijakan publik, hingga peran strategis mahasiswa sebagai kelompok kritis dalam sistem demokrasi.
Dalam pemaparannya, Marga Harun mengapresiasi inisiatif DPM UMMAT dan menyatakan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan hanya penonton dalam dinamika kebangsaan.
“Saya melihat semangat besar dari adik-adik mahasiswa hari ini. Platform digital seperti ini harus menjadi media penggerak, bukan sekadar pelengkap. DPM punya peran vital dalam menyerap, menyusun, dan menyuarakan kebijakan berbasis kebutuhan riil mahasiswa”, ungkapnya.
Senada, Erik, S.IP., M.IP. menyoroti perlunya kolaborasi antara lembaga legislatif kampus dan akademisi dalam membentuk kultur berpikir kritis. Ia mendorong mahasiswa agar tidak takut bersuara, sekaligus tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat.
Momentum penting lainnya adalah saat Wakil Rektor III UMMAT, Dr.Erwin, M.Pd., secara resmi meluncurkan platform Digital Aspirasi Mahasiswa. Dalam sambutannya, WR III memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja DPM UMMAT yang dinilai lebih aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
“DPM saat ini telah menunjukkan langkah nyata dalam menjembatani suara mahasiswa. Kami mendukung penuh, bahkan menantang DPM untuk mengembangkan platform ini lebih lanjut hingga bisa menjadi role model di tingkat nasional”, ujar WR III dengan semangat.
Ia juga mengajak seluruh organisasi kemahasiswaan untuk bersinergi dengan DPM dalam menampung dan menyikapi berbagai persoalan kampus secara konstruktif.
Ketua DPM UMMAT, Muhamad Aminuddin, menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh mahasiswa UMMAT untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi melalui kanal resmi yang telah disediakan. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif mahasiswa hadir bukan sebagai simbol, melainkan sebagai representasi nyata dari suara mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar dan penuh semangat kolaboratif. Dengan peluncuran Digital Aspirasi Mahasiswa, DPM UMMat tidak hanya memperkenalkan inovasi, tapi juga menegaskan komitmennya sebagai lembaga yang terbuka, solutif, dan berorientasi pada kemajuan kampus.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi budaya komunikasi antara mahasiswa dan lembaga kampus. Sehingga, segala bentuk kritik, gagasan, dan aspirasi dapat diterima sebagai energi positif untuk membangun Universitas Muhammadiyah Mataram yang lebih progresif dan adaptif di era digital. (HUMAS UMMAT)
Mataram,Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi swasta yang unggul dan berdaya saing tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun 2025 ini, UMMAT berhasil meraih predikat sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terbanyak se-NTB, setelah lima tim PKM dari kampus ini dinyatakan lolos pendanaan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia pada 4 juli 2025.
Pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika UMMAT, tetapi juga menjadi cermin dari budaya akademik yang terus dikembangkan di lingkungan kampus. Melalui bimbingan intensif dari para dosen, mahasiswa UMMAT menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan riset yang aplikatif dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif serta berdampak langsung.
Kelima tim yang berhasil lolos berasal dari berbagai program studi di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAT, terutama Farmasi dan Kebidanan. Dominasi mahasiswa Farmasi menunjukkan bahwa prodi ini telah menjadi salah satu pilar pengembangan riset berbasis kesehatan masyarakat di UMMAT.
Berikut ini daftar lengkap tim dan judul PKM yang lolos pendanaan:
PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora)
Ketua: Ardianti (S1 Farmasi),
Pembimbing: apt. Cyntiya Rahmawati, M.KM.
Judul: Peran Apoteker terhadap Layanan Telefarmasi pada Masyarakat: Kajian Ketepatan, Kepatuhan, Pemahaman, dan Penggunaan Obat untuk Peningkatan Mutu Kesehatan.
PKM-RE (Riset Eksakta)
Ketua: Suratih Syahrir (S1 Farmasi)
Pembimbing: Irmatika Hendriyani, M.Sc.
Judul: Standarisasi Kalsium Karbonat Tulang Sotong Berdasarkan Morfologi Kristal dan Kemurnian FTIR Potensi sebagai Biomaterial Kapsul dari Laut.
PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora)
Ketua: Sabrina Tria (S1 Kebidanan)
Pembimbing: Rizki Amalia, M.Keb.
Judul: Efektivitas Nugget Daun Kelor dan Tempe terhadap Status Gizi Balita Stunting di Wilayah Puskesmas Gangga.
PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora)
Ketua: I Ketut Wisnu Arya (S1 Farmasi)
Pembimbing: apt. Anna Pradiningsih, M.Sc.
Judul: Peran Apoteker terhadap Layanan Telefarmasi pada Masyarakat: Kajian Ketepatan, Kepatuhan, Pemahaman, dan Penggunaan Obat untuk Peningkatan Mutu Kesehatan.
PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat)
Ketua: Zenya Rani Rinjani (S1 Farmasi)
Pembimbing: apt. Safwan, M.Sc., Ph.D.
Judul: Pendampingan Psikis, Ekonomi, dan Hormonal terhadap Kasus Perceraian Wanita Muda untuk Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kepercayaan Diri Pasca Cerai
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., yang membidangi bidang kemahasiswaan. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas capaian luar biasa ini. Keberhasilan 5 tim PKM UMMAT yang berhasil lolos pendanaan menjadi bukti nyata semangat, kerja keras, dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan seluruh civitas akademika”, ungkap Dr Erwin.
“Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional. Kami berharap tradisi berprestasi ini terus berlanjut dan semakin banyak ide kreatif mahasiswa yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mari kita jadikan momentum ini untuk meneguhkan komitmen UMMAT sebagai kampus yang mencetak generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing dan berkontribusi untuk bangsa”, tutupnya.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UMMAT sebagai kampus “Berkarya, Berprestasi, dan Berdampak”. Tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial dan mampu menciptakan solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Selamat kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing atas capaian luar biasa ini. Semoga menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. (HUMAS UMMAT)
Mataram, 29 Juni 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan prestasi di kancah olahraga daerah. Mahasiswi Fakultas Hukum, Mayzatul Husni, sukses meraih medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing 2025 kategori Tim Lead Putri, yang dipertandingkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 24–28 Juni 2025, bertempat di Gelanggang Pemuda Mataram.
Mayzatul Husni, mahasiswi semester dua asal Kerajak, Kelurahan Sasake, kelahiran Malaysia pada 10 Mei 2005, menunjukkan tekad luar biasa dalam menghadapi kompetisi ini. Meski sempat mengalami luka di tangan akibat intensitas latihan yang berat, semangat juangnya tak surut. Dengan dedikasi penuh selama satu tahun terakhir dalam mempersiapkan diri, Mayzatul akhirnya mampu berdiri di podium dan mengharumkan nama kampus tercinta.
“Saya ikut Kejurda ini karena ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Meskipun sempat terluka, saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Alhamdulillah, bisa membawa pulang medali perunggu”, ungkap Mayzatul dengan penuh syukur.
Ajang Kejurda ini menjadi ruang kompetisi bagi atlet muda se-NTB, termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kategori Tim Lead Putri, Mayzatul dan tim menampilkan kekompakan, kekuatan teknik, serta mental bertanding yang solid. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam ranah non-akademik, khususnya olahraga ekstrem seperti panjat tebing.
“Untuk mahasiswa lainnya, saya berharap berani mencoba hal-hal baru dan tidak berhenti mengejar pengalaman. Untuk UMMAT, semoga tetap menjadi kampus unggul dan terus memberikan dukungan bagi atlet-atlet muda yang ingin berjuang dan mengharumkan nama universitas”, tambahnya.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan harapannya terhadap langkah Mayzatul ke jenjang lebih tinggi. “Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Mayzatul Husni atas raihan medali perunggu di Kejurda Panjat Tebing 2025 kategori Tim Lead Putri. In shaa Allah, Mayzatul akan mewakili UMMAT dalam ajang POMNAS 2025. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dan berani berkompetisi”, ujar Dr. Erwin.
Apresiasi serupa juga datang dari Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, yang menyebutkan bahwa pencapaian ini mencerminkan semangat dan karakter unggul yang menjadi ruh dari pendidikan di UMMAT.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ananda Mayzatul. Ia adalah contoh nyata mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman, berlatih keras, dan membuktikan bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ini adalah semangat yang kami tanamkan kepada seluruh sivitas akademika UMMAT untuk terus mengembangkan potensi secara holistic”, ungkap Drs. Abdul Wahab, MA.
Lebih lanjut, Rektor UMMAT menegaskan bahwa pihak kampus akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang, termasuk olahraga, seni, kepemimpinan, dan kewirausahaan. (HUMAS UMMAT)