Mataram, Koordinator Komisariat (KOORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meneguhkan identitas kampus Islami melalui pelaksanaan seminar keagamaan bertajuk “Manifestasi Islam Rahmatan Lil Alamin”. Seminar ini berlangsung pada Senin, 28 April 2025, dan sukses menghadirkan dua narasumber pakar di bidang keislaman dan kemuhammadiyahan, yaitu Prof. Dr. Abdul Malik, M.Ag., M.Pd. (Kaprodi S3 Studi Islam UIN Mataram) dan Dr. Syafril, M.Pd. (Ketua Forum Keluarga Alumni IMM – FOKAL IMM).
Acara yang digelar di Aula UMMAT ini bertujuan menginternalisasi nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, serta menginspirasi mahasiswa agar menjadikan nilai tersebut sebagai pijakan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Ketua KOORKOM IMM UMMAT, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan proses islamisasi kampus secara holistik dan berkelanjutan. “IMM adalah barisan terdepan dalam mentransformasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kampus. Seminar ini menjadi bukti nyata dari komitmen kami meneruskan perjuangan Wakil Rektor IV UMMAT dalam menghidupkan atmosfer kampus yang Islami, humanis, dan berkemajuan,” tegas Zainul.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum ilmiah, tetapi juga sebagai sumber energi spiritual bagi para mahasiswa dan ketua lembaga mahasiswa agar menjadi teladan dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman. “Harapan kami, kegiatan ini menjadi titik awal munculnya spirit baru di kalangan mahasiswa. Meski tidak semua dapat hadir, semoga mereka yang mengikuti dapat menjadi agen penyebar semangat Islam rahmatan lil alamin. Kita semua ingin UMMAT maju, dan berkemajuan itu dimulai dari hal sederhana: memperbaiki akhlak dan menumbuhkan semangat keilmuan,” tambahnya.
Dalam pemaparan materinya, Prof. Dr. Abdul Malik menekankan bahwa Islam rahmatan lil alamin bukan hanya slogan, tetapi merupakan manifestasi dari ajaran Islam yang mengedepankan cinta, kasih sayang, keadilan, dan penghargaan terhadap sesama makhluk. Ia mengajak para mahasiswa untuk memahami Islam secara mendalam dan tidak terjebak dalam simbol-simbol belaka. “Islam adalah agama yang membawa pesan-pesan kedamaian, keadilan, dan keseimbangan. Mahasiswa sebagai generasi intelektual harus menjadi penggerak Islam yang tidak hanya taat dalam ritual, tetapi juga aktif dalam sosial, moderat dalam pandangan, dan cerdas dalam menyampaikan dakwah,” jelas Prof. Malik.
Sementara itu, Dr. Syafril, sebagai Ketua FOKAL IMM, mengajak para kader IMM untuk menjadikan keislaman dan keilmuan sebagai dua sayap perjuangan. Ia menekankan pentingnya kader IMM untuk tampil sebagai pemimpin yang unggul dalam moral, berwawasan luas, serta memiliki sensitivitas terhadap persoalan umat dan bangsa.
“IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa. IMM adalah kawah candradimuka kader umat. Dari IMM lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa Islam rahmatan lil alamin dalam praktik kehidupan nyata, bukan hanya dalam ceramah,” tandasnya.
Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KOORKOM IMM dalam menyelenggarakan seminar ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah maju dalam memperkuat identitas keislaman kampus dan membentuk karakter mahasiswa yang religius dan progresif. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mahasiswa harus sering-sering bermuzakarah, berdiskusi, dan memperkaya pengetahuan mereka tentang Islam dan keilmuan lainnya. Dunia semakin global dan kompleks, maka mahasiswa perlu memperkuat fondasi nilai dan pengetahuan,” ungkap Dr. Zaenuddin.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk, baik seminar, diskusi rutin, pelatihan, maupun gerakan sosial keumatan yang melibatkan lebih banyak mahasiswa. “Semoga dari kegiatan ini, mahasiswa semakin memahami Islam yang humanis, dinamis, dan membahagiakan, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang membawa keberkahan bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.
Dengan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin, KOORKOM IMM UMMAT membuktikan bahwa mereka tidak hanya berbicara soal perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri (HUMAS UMMAT).
Mataram, 28 April 2025 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), dengan bangga gelar kuliah pakar bertajuk Urban Design for Waterfront City, yang mengangkat studi kasus Kota Tua Ampenan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan wawasan mendalam tentang perancangan kota berbasis kawasan pesisir, yang mengedepankan aspek keberlanjutan, pelestarian sejarah, serta pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan. Kuliah pakar ini menghadirkan narasumber terkemuka, di antaranya Rene Huls dari PUM International Netherlands, Djamila Marni Sandid dari University of Houte Ecole Francisco Ferrer, Belgia, serta H.M. Ramadhani, M.Si, Kepala Bappeda Kota Mataram.
Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi pemerintah dan organisasi terkait, termasuk Bappeda NTB, Dinas Pariwisata NTB, dan Brida NTB, yang turut serta memberikan kontribusi dalam mendiskusikan konsep pengembangan kota tua Ampenan. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang tinggi, Ampenan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya memelihara identitasnya sebagai kota tua, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Ketua Panitia Kegiatan, Ardi Yuniarman,S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya perencanaan urban yang terintegrasi dan berbasis sejarah, terutama di kawasan Ampenan yang kaya akan nilai-nilai budaya. “Urbanisasi menjadi tolak ukur bagi perkembangan sebuah kota. Kota Ampenan sebagai bagian dari sejarah kota Mataram memiliki peran penting dalam mencerminkan perjalanan waktu. Sebagai warisan budaya, Ampenan harus dijaga dengan baik, dan kita semua berperan aktif dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan mengedepankan pariwisata. Mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan kota tua Ampenan agar tetap menjadi warisan berharga yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya dengan semangat.
Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. H. Aji Syailendra Ubaidillah,S.T.,M.Sc., juga menambahkan pandangannya mengenai karakteristik Kota Tua Ampenan yang memiliki keragaman etnis yang unik. “Kota tua Ampenan bukan hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, tetapi juga memiliki keragaman etnis yang meliputi Cina, Arab, dan lainnya. Keberagaman ini merupakan kekayaan budaya yang harus kita jaga dan kembangkan. Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengingat para narasumber yang hadir berasal dari kalangan profesional dengan pengalaman yang luas di Eropa, dan mereka memiliki wawasan yang sangat penting untuk perkembangan urbanisasi di kawasan Ampenan,” ungkap H. Aji Salaendra.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., memberikan sambutan hangat dan apresiasi terhadap kegiatan ini. Beliau berharap melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, akan tercipta suatu perencanaan urban yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. “Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan urbanisasi di kawasan Ampenan. Kami berharap agar Bappeda Kota Mataram dan UMMAT dapat terus melanjutkan kerjasama ini dalam rangka mewujudkan perencanaan kota yang tidak hanya berfokus pada modernisasi, tetapi juga menjaga kelestarian sejarah dan budaya. Urban Design for Waterfront City di Ampenan ini dapat menjadi model pengembangan kota berkelanjutan yang bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan,” jelas Rektor.
H.M. Ramadhani, M.Si, Kepala Bappeda Kota Mataram, juga mengungkapkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pengembangan kawasan Ampenan. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap ide-ide yang berkembang dari kuliah pakar ini dapat diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan Kota Ampenan ke depan. Peran aktif masyarakat dan akademisi sangat diperlukan untuk menjaga dan memajukan kawasan ini sebagai bagian dari identitas dan potensi pariwisata Mataram,” ujarnya.
Kuliah pakar ini menjadi bagian dari upaya UMMAT dalam mendukung pengembangan kawasan Ampenan sebagai kawasan wisata yang menarik, berkelanjutan, dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dengan kerjasama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan Ampenan dapat berkembang menjadi kota yang tidak hanya ramah wisatawan, tetapi juga mempertahankan identitas budaya dan sejarah yang dimilikinya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi proyek pengembangan lebih lanjut dan memberikan inspirasi bagi para profesional di bidang perencanaan kota untuk terus menciptakan solusi desain yang inovatif dan berbasis pada kebutuhan serta karakteristik lokal (HUMAS UMMAT).
Mataram, 23 April 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk insan-insan akademis yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman melalui penyelenggaraan Opening Ceremony Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa, yang digelar oleh Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) UMMAT.
Program BTQ ini merupakan program tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 2 sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan pembentukan karakter islami sejak dini di lingkungan perguruan tinggi. Tahun ini, jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan, yakni sebanyak 1.835 mahasiswa yang terbagi ke dalam 53 kelompok. Setiap kelompok akan didampingi oleh satu tutor dan satu asisten tutor yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
Ketua Panitia, Sahman, Z, M.H., menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an semata, melainkan juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan mahasiswa.
“Program ini diawali dengan placement test untuk mengidentifikasi kemampuan awal mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Mereka yang telah memenuhi standar kelulusan seperti kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, dan penguasaan dasar-dasar hukum bacaan, cukup mengikuti pembinaan hingga pertemuan kedua dan akan langsung diberikan sertifikat. Sementara mahasiswa yang belum memenuhi standar tersebut, akan mengikuti pembinaan hingga 12 pertemuan,” jelas Sahman.
Lebih lanjut, Sahman menekankan bahwa program BTQ ini merupakan bagian dari upaya UMMAT untuk membangun generasi muda yang tidak hanya melek sains dan teknologi, tetapi juga memiliki dasar spiritual yang kokoh. Menurutnya, mahasiswa UMMAT sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki kompetensi holistik yang mencakup aspek intelektual, emosional, dan spiritual.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Muhammad Anugerah Arifin, M.Pd.I., menjelaskan bahwa program BTQ sejatinya telah dirancang sejak akhir Februari lalu. Namun karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan libur panjang Idulfitri, pelaksanaannya dijadwalkan ulang setelah libur.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program tetap optimal meskipun waktunya bergeser. Tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas pembinaan, para mentor yang telah kami siapkan diharapkan dapat mendampingi mahasiswa secara maksimal. Para mahasiswa akan mendapatkan materi pembelajaran Al-Qur’an secara teoritis dan praktis dengan panduan buku yang telah disusun oleh LP3IK,” terang Anugerah.
Dalam paparannya, Anugerah juga mengutip sabda Rasulullah SAW: “Khairukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu” yang artinya sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Ia menekankan bahwa nilai ini bersifat universal bagi semua disiplin ilmu.
“Mau dari Teknik, FIK, FISIPOL, FAPERTA, FKIP, FAI, atau Hukum, semua mahasiswa UMMAT harus menyadari bahwa menjadi insan Qur’ani adalah identitas utama yang harus dibangun sejak dini. Program BTQ bukan sekadar formalitas akademik, tapi bagian dari dharma keempat Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tambahnya.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, M.P., menegaskan bahwa program BTQ ini adalah salah satu program strategis universitas untuk memastikan seluruh lulusannya memiliki kemampuan dasar dalam membaca Al-Qur’an.
“Sebagai pimpinan universitas, kami ingin memastikan bahwa ketika mahasiswa lulus dari UMMAT, mereka tidak hanya menguasai ilmu akademik, tetapi juga telah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Hal ini sangat membantu dalam pemahaman mata kuliah AIK dan menumbuhkan kesadaran spiritual dalam kehidupan kampus,” ujar Asmawati.
Lebih jauh, Asmawati menyampaikan bahwa kehadiran program BTQ ini sejalan dengan semangat UMMAT sebagai institusi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang holistik.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, yang menyoroti pentingnya keterkaitan antara kemampuan membaca Al-Qur’an dengan kecerdasan holistik manusia. “Catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah mencakup pengembangan intelektual, spiritual, sosial, dan profesional. Kemampuan membaca Al-Qur’an memiliki korelasi kuat dengan kecerdasan spiritual, yang secara ilmiah telah terbukti berdampak pada kesehatan emosional dan fisik. Ketenangan batin yang diperoleh dari membaca Al-Qur’an berkontribusi besar pada stabilitas psikologis. Bahkan, para penghafal Al-Qur’an cenderung lebih sehat secara menyeluruh,” ungkapnya.
Program BTQ UMMAT ini mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Mereka mengaku senang karena program ini dapat meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang sebelumnya masih terbatas. Selain itu, kegiatan ini dinilai sangat membantu mereka memahami nilai-nilai Islam dalam kehidupan kampus dan di masa depan sebagai generasi penerus umat.
Dengan terlaksananya Opening Ceremony ini, UMMAT menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan umat (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatat tonggak sejarah baru dalam kiprahnya sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan di wilayah timur Indonesia. Pada Jumat, 19 April 2025, UMMAT secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pendirian Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Denpasar.
SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I. Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng., kepada Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam sebuah acara penuh khidmat yang berlangsung di Gedung Fakultas Kedokteran UMMAT dan disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, serta tim pembentukan Fakultas Kedokteran UMMAT.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keluarnya SK ini, yang telah dinantikan dengan penuh harapan oleh seluruh sivitas akademika. “Alhamdulillah, hari ini merupakan hari bersejarah bagi kita semua. SK pendirian Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter dari LLDikti Wilayah VIII akhirnya resmi diserahkan. Dengan keluarnya SK ini, maka kita sudah dapat membuka Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Fakultas Kedokteran. Terima kasih kami sampaikan kepada LLDikti Wilayah VIII, PWM NTB, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras dan mendukung terwujudnya program ini. Prosesnya relatif cepat, hanya memakan waktu sekitar lima bulan sejak pengajuan, dan ini merupakan buah dari kerja kolaboratif yang luar biasa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor UMMAT juga menekankan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran merupakan langkah strategis universitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan kedokteran yang unggul dan terjangkau, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I. Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng., memberikan apresiasi atas komitmen dan kesiapan UMMAT dalam memenuhi seluruh persyaratan pendirian program studi baru ini. “Kami dari LLDikti Wilayah VIII mengucapkan selamat dan sukses atas terbitnya SK pendirian Fakultas Kedokteran di UMMAT. Ini merupakan wujud kepercayaan negara kepada institusi pendidikan tinggi yang memiliki visi kuat dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Fakultas Kedokteran ini tidak hanya menjadi kebanggaan UMMAT, tetapi juga menjadi harapan bagi masyarakat luas dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pendidikan dokter yang profesional dan berintegritas,” tuturnya.
Ketua PWM NTB, Dr. H. Falahuddin, M.Ag., turut menyampaikan rasa syukur dan harapan besar terhadap keberadaan Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW sebagai pengingat spiritual bagi seluruh yang hadir. “Nabi Muhammad SAW ketika mendengar berita gembira beliau mengucapkan Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat – Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna. Fakultas Kedokteran ini merupakan amal usaha baru Muhammadiyah yang di dalamnya tidak hanya terdapat aspek ideologis dan dakwah, tetapi juga aspek perniagaan. Kita harus menjaga agar ruh dakwah tetap hidup dalam pelaksanaan program ini. FK bukan hanya tempat mendidik dokter, tetapi juga ruang dakwah dan pengabdian umat,” tegasnya.
Dalam momentum yang penuh makna ini, seluruh sivitas akademika UMMAT menyambut dengan antusias dan siap menjalankan amanah besar dalam membangun Fakultas Kedokteran yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, UMMAT berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Dengan diterbitkannya SK ini, UMMAT secara resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter mulai tahun akademik 2025/2026. Kehadiran Fakultas Kedokteran UMMAT diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan dokter di NTB dan mampu melahirkan tenaga medis yang unggul, humanis, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat (HUMAS UMMAT).
Mataram – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah nasional. Kali ini, tiga mahasiswa terbaik UMMAT berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Nasional Qur’ani Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Bandung pada tanggal 12 Maret 2025.
Festival yang mempertemukan ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia ini menjadi ajang bergengsi dalam bidang syiar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
UMMAT mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan berhasil membawa pulang tiga gelar juara harapan. Sabrina Al Malika, Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAT meraih Juara Harapan II MTQ Putri. Arjuna, Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) UMMAT meraih Juara Harapan I MTQ Putra dan Wahyu Fahmi Arsyad, Mahasiswa S1 PBA FAI UMMAT, meraih Juara Harapan II MTQ Putra.
Kehadiran ketiga mahasiswa tersebut di panggung nasional tidak hanya membawa nama baik pribadi, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan UMMAT dalam membina generasi Qur’ani yang tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah. Proses persiapan panjang dilakukan, mulai dari seleksi internal kampus, pembinaan oleh dosen pendamping, hingga pelatihan intensif tilawah selama berminggu-minggu.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an ditanamkan dalam diri mahasiswa. Mereka telah menunjukkan bahwa UMMAT bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” ungkap Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I, Wakil Rektor IV UMMAT bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Beliau juga menambahkan bahwa kompetisi semacam ini merupakan wujud nyata kontribusi kampus Muhammadiyah dalam memperkuat syiar Islam melalui generasi muda. “Ini adalah bagian dari jihad intelektual dan spiritual yang harus terus kita rawat,” tegasnya.
Wakil Rektor IV juga menambahkan bahwa keikutsertaan mahasiswa tidak hanya bertujuan untuk memenangkan kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada syiar Islam melalui tilawah Al-Qur’an. “Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mencintai dan mempelajari Al-Qur’an. Kampus Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Wahyu Fahmi Arsyad, mengaku bersyukur dapat mewakili UMMAT di ajang nasional dan membawa pulang juara. “Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari lomba ini. Proses latihan yang panjang, bimbingan dari dosen, serta doa dari keluarga dan civitas akademika UMMAT menjadi kunci keberhasilan saya. InsyaAllah, ini baru awal,” ucapnya dengan penuh semangat (HUMAS UMMAT).
Mataram – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan kiprahnya di pentas dunia melalui prestasi gemilang salah satu mahasiswanya. Minwar Hadi, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, berhasil menyabet Terbaik 4 (Harapan 1) dalam ajang Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional kategori tahfizh Quran 10 juz yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Riau.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa. Diselenggarakan secara daring dan luring sejak 17 hingga 22 Maret 2025, MHQ Internasional ini diikuti oleh 63 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, dan Filipina. Persaingan berlangsung sangat ketat dan selektif, hanya enam peserta yang berhasil menembus babak final, salah satunya adalah Minwar Hadi dari UMMAT, mewakili Nusa Tenggara Barat.
Enam finalis tersebut terdiri atas satu peserta dari Malaysia, dua peserta dari Riau, dua dari Jawa Tengah, dan satu dari NTB. Prestasi Minwar Hadi menjadi kebanggaan tersendiri, tak hanya bagi UMMAT tetapi juga bagi masyarakat NTB secara umum. Di tengah persaingan internasional, ia berhasil membuktikan kemampuan dan kualitas hafalan yang luar biasa, serta memperlihatkan bahwa mahasiswa dari kawasan timur Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Wakil Rektor IV UMMAT Bidang AIK dan Kemahasiswaan, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. “Keikutsertaan dan kemenangan Minwar Hadi di ajang MHQ Internasional menjadi bukti bahwa kader-kader Islami dari kampus ini mampu tampil di panggung internasional. Semoga musabaqah ini melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki spiritualitas tinggi dan semangat dakwah yang kuat. Ini juga membawa keberkahan untuk UMMAT” tuturnya.
Dalam kompetisi tersebut, UMMAT mengirimkan empat mahasiswa terbaiknya, yang mengikuti dua kategori: Hifzil Quran 10 Juz dan 20 Juz. Menurut Kepala LP3IK UMMAT, Muhammad Anugerah Arifin, M.Pd.I., proses seleksi dilakukan secara ketat melalui Zoom Meeting sejak 17 Maret 2025. “Dari empat mahasiswa yang kami kirimkan, satu berhasil menembus final. Ini merupakan capaian penting dan menambah semangat kami untuk terus melakukan pembinaan tahfizh di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga menjadi sarana silaturahmi internasional dan penguatan karakter mahasiswa dalam bingkai nilai-nilai Islam.
Prestasi ini, menurut Anugerah Arifin, merupakan bagian dari penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), yang menempatkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai salah satu pilar utama, selain pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami terus berkomitmen menyiapkan mahasiswa untuk tampil dalam berbagai ajang AIK, baik nasional maupun internasional. Tak hanya MHQ, tetapi juga tilawah, tartil, syarhil Quran, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah (MKKI), dan lainnya,” jelasnya.
Kedepannya, LP3IK UMMAT akan mengintensifkan program pembinaan secara rutin, membentuk komunitas tahfizh kampus, serta mendorong lahirnya generasi muda yang mencintai Al-Qur’an.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., turut memberikan apresiasi secara langsung atas capaian luar biasa Minwar Hadi. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual dan religius.
“Minwar Hadi adalah contoh konkret bahwa mahasiswa UMMAT bisa bersaing di tingkat global. Kampus akan terus mendukung tumbuhnya prestasi mahasiswa melalui berbagai fasilitas, pembinaan, dan dorongan berkelanjutan,” tegas Rektor.
Prestasi Minwar Hadi di MHQ Internasional diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya di lingkungan UMMAT untuk terus mengasah kemampuan, memperdalam pemahaman keislaman, dan berani tampil di panggung yang lebih luas.
Keterlibatan mahasiswa UMMAT dalam berbagai ajang internasional mencerminkan wajah baru perguruan tinggi Islam yang mampu memadukan kecakapan intelektual dengan ketangguhan spiritual, sejalan dengan visi UMMAT untuk mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing global (HUMAS UMMAT).