Perkuat Fondasi Pendidikan Kedokteran, FK UMMAT Gelar Lokakarya Evaluasi dan Penyempurnaan Kurikulum Semester Genap T.A. 2025/2026

Perkuat Fondasi Pendidikan Kedokteran, FK UMMAT Gelar Lokakarya Evaluasi dan Penyempurnaan Kurikulum Semester Genap T.A. 2025/2026

Civitas akademika FK UMMAT berfoto bersama pada Lokakarya Evaluasi dan Penyempurnaan Kurikulum Semester Genap T.A. 2025/2026 di Lombok Garden Hotel, Mataram, sebagai wujud komitmen penguatan mutu pendidikan kedokteran yang berkelanjutan.

Mataram Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun pendidikan kedokteran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada standar nasional melalui penyelenggaraan Lokakarya Peninjauan dan Penyempurnaan Dokumen Kurikulum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan akademik strategis ini dilaksanakan selama dua hari, 16–17 Januari 2026, bertempat di Lombok Garden Hotel, Mataram.

Dalam kegiatan ini, FK UMMAT menghadirkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai fakultas pembina yang selama ini berperan aktif dalam pendampingan akademik dan penguatan tata kelola pendidikan kedokteran. Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., hadir secara daring untuk memberikan arahan strategis dan penguatan visi pengembangan kurikulum. Turut hadir Kepala Divisi Kurikulum UMMAT, Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D., serta seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika Fakultas Kedokteran UMMAT.

Ketua Panitia Lokakarya, dr. Ilman Rahaswin Bolkiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dirancang sebagai instrumen penting dalam siklus penjaminan mutu akademik fakultas. “Lokakarya ini merupakan kegiatan yang dirasa wajib dilaksanakan setiap semester. Melalui forum ini, kami melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pembelajaran yang telah diterapkan pada semester sebelumnya, sekaligus merumuskan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan kedokteran,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj. Dekan FK UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’ruf, Sp.Rad., Subsp.RI (K), S.H., M.H., M.Kes., menegaskan bahwa lokakarya ini tidak hanya berfokus pada evaluasi administratif, tetapi juga pada penguatan substansi pembelajaran dan keselarasan visi antar dosen pengampu. “Lokakarya ini memiliki tiga fokus utama. Pertama, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembelajaran Semester 1. Kedua, penyusunan dan pematangan rencana blok untuk semester selanjutnya agar lebih terstruktur dan terintegrasi. Ketiga, pelaksanaan coaching sebagai sarana penyamaan persepsi dan penguatan kompetensi bagi seluruh dosen pengampu Clinical Skills Lab (CSL),” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyamaan persepsi dosen, khususnya dalam pengelolaan CSL, merupakan aspek krusial dalam menjamin kualitas keterampilan klinik mahasiswa sejak tahap awal pendidikan kedokteran. Setelah menyampaikan sambutan, Pj. Dekan FK UMMAT secara resmi membuka rangkaian kegiatan lokakarya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan FK UMMAT. Ia menilai bahwa keberanian melakukan evaluasi kurikulum secara dini merupakan modal penting bagi pertumbuhan fakultas kedokteran yang berkelanjutan.

“Semoga FK UMMAT dapat menjadi fakultas kedokteran yang agresif dan progresif sehingga terus berkembang menjadi institusi yang unggul dan berkemajuan. Lokakarya ini juga menunjukkan penerapan siklus Plan, Do, Check, and Act (PDCA) sebagai bagian dari penjaminan mutual berkelanjutan,” tuturnya.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Divisi Kurikulum UMMAT, Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. Menurutnya, langkah FK UMMAT mencerminkan kesadaran institusional yang kuat akan pentingnya budaya evaluasi dan refleksi dalam dunia pendidikan tinggi. “Saya mengapresiasi FK UMMAT yang meskipun baru berjalan satu semester, sudah melaksanakan evaluasi kurikulum secara sistematis. Evaluasi ini sangat penting dalam mendukung proses transfer pengetahuan serta peningkatan mutu pembelajaran,”  ungkapnya. (HUMAS UMMAT)

Home Care Pascabencana Banjir Aceh Tamiang, Tim Medis UMMAT Layani Warga Rantau Pauh

Home Care Pascabencana Banjir Aceh Tamiang, Tim Medis UMMAT Layani Warga Rantau Pauh

Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan layanan Mobile Clinic berbasis Home Care pascabencana banjir di Dusun Jawa, Desa/Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Bencana, yang bertujuan memulihkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.

Pelayanan kesehatan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan fokus menjangkau kelompok rentan yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti lansia, pasien dengan penyakit kronis, anak-anak, serta warga yang masih mengalami dampak fisik pascabencana.

Pendekatan home care dipilih sebagai strategi pelayanan adaptif pascabencana, di mana kondisi lingkungan dan akses fasilitas kesehatan belum sepenuhnya pulih. Melalui kunjungan rumah, Tim Medis UMMAT dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien secara lebih komprehensif dan personal.

Sebanyak 43 pasien berhasil dilayani dalam kegiatan ini, dengan sebaran usia meliputi kelompok usia produktif 19–59 tahun sebanyak 22 orang, lansia di atas 59 tahun sebanyak 13 orang, anak usia 5–18 tahun sebanyak 5 orang, serta balita di bawah 5 tahun sebanyak 3 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa dampak kesehatan pascabencana banjir dirasakan oleh seluruh kelompok usia masyarakat.

Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keluhan terbanyak berupa cephalgia, myalgia, dan vertigo sebanyak 16 kasus, disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 15 kasus. Selain itu, Tim Medis UMMAT juga menangani penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan riwayat stroke sebanyak 9 kasus, dispepsia sebanyak 5 kasus, penyakit kulit sebanyak 3 kasus, serta diare akut sebanyak 2 kasus. Sementara itu, masing-masing ditemukan 1 kasus diabetes, cedera trauma, dan cedera non-trauma.

Kondisi lingkungan pascabencana banjir, seperti kelembapan tinggi, keterbatasan sanitasi, dan aktivitas pembersihan rumah, menjadi faktor risiko utama munculnya gangguan pernapasan dan keluhan muskuloskeletal yang banyak ditemukan pada warga Rantau Pauh.

Melalui layanan Mobile Clinic Home Care, Universitas Muhammadiyah Mataram menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan medis jangka pendek, tetapi juga pada upaya pencegahan perburukan penyakit serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Laporan Hasil Kunjungan Mobile Clinic (Home Care) Tim Medis UMMAT di wilayah Rantau Pauh, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan aksi kemanusiaan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)

Trauma Healing Lewat Permainan Edukatif: Tim Medis UMMAT Hadirkan Edukasi PHBS dan Kesehatan Reproduksi bagi Ibu dan Anak Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Trauma Healing Lewat Permainan Edukatif: Tim Medis UMMAT Hadirkan Edukasi PHBS dan Kesehatan Reproduksi bagi Ibu dan Anak Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan Trauma Healing melalui Permainan Edukatif yang terintegrasi dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan reproduksi ibu dan anak bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama 14 hari, mulai 18 hingga 31 Desember 2025, dengan sasaran utama kelompok rentan, khususnya anak-anak, balita, dan ibu.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di tiga titik lokasi, yakni pada hari pertama di Desa Benua, Kecamatan Rantau, dengan total 76 peserta yang terdiri atas 46 balita dan anak-anak serta 30 ibu-ibu. Hari kedua dilaksanakan di Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, dengan jumlah 60 peserta, terdiri dari 30 balita dan anak-anak serta 30 ibu-ibu. Selanjutnya, pada hari ketiga kegiatan dipusatkan di Posko Banjir RS Pertamina, Kecamatan Rantau, dengan total 80 peserta, yang terdiri atas 40 balita dan anak-anak serta 40 ibu-ibu.

Dalam pelaksanaannya, Tim Medis UMMAT tidak hanya memberikan edukasi kesehatan dasar, tetapi juga menaruh perhatian serius pada pemulihan psikososial anak pascabencana. Anak-anak dan balita diajak mengikuti berbagai permainan edukatif interaktif yang dirancang secara khusus untuk menciptakan suasana yang aman, menyenangkan, dan penuh kehangatan. Pendekatan ini bertujuan membantu anak mengurangi rasa takut, kecemasan, serta tekanan emosional akibat pengalaman traumatis selama bencana banjir.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap proses trauma healing, anak-anak dan balita diberikan paket susu serta permainan edukatif, yang tidak hanya berfungsi sebagai bantuan logistik, tetapi juga sebagai media stimulasi tumbuh kembang dan pemulihan emosional. Sementara itu, para ibu menerima paket MP-ASI serta hygiene kit yang berisi kebutuhan dasar, seperti tisu basah, hand sanitizer, pembalut, dan perlengkapan kebersihan lainnya, guna mendukung kesehatan keluarga selama masa tanggap darurat.

Salah satu narasumber kegiatan, Ni Wayan Ari Adiputri, M.Kes., menegaskan bahwa edukasi gizi tetap menjadi aspek fundamental meskipun masyarakat berada dalam kondisi pascabencana. “Pelaksanaan sosialisasi MP-ASI pada ibu bayi dan balita diharapkan dapat membantu para ibu tetap menjaga asupan makanan anak-anak mereka dengan memperhatikan porsi serta kualitas gizi yang baik, meskipun masih berada dalam situasi darurat pascabencana,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Mardiyah WD, M.Kes., menyampaikan bahwa trauma healing berbasis permainan edukatif merupakan pendekatan strategis dalam pemulihan kondisi psikologis anak dan balita terdampak banjir. “Anak-anak dan balita merupakan kelompok paling rentan mengalami trauma pascabencana. Melalui permainan edukatif, mereka diajak kembali merasakan suasana aman, bahagia, dan nyaman. Aktivitas bermain ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana penting untuk menurunkan kecemasan, memulihkan emosi, serta mendukung tumbuh kembang anak di tengah kondisi darurat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa respon positif anak-anak, seperti tertawa, berinteraksi aktif, dan berani mengekspresikan diri selama kegiatan berlangsung, menjadi indikator awal keberhasilan proses pemulihan psikososial. “Ketika anak sudah mampu bermain dan berinteraksi secara aktif, itu menandakan proses trauma healing mulai berjalan. Oleh karena itu, pendekatan ini sangat penting untuk terus diintegrasikan dalam setiap respon kebencanaan, khususnya bagi kelompok anak dan balita,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Tim Medis UMMAT berharap dapat berkontribusi tidak hanya dalam pemulihan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional masyarakat terdampak banjir, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Mataram dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat yang holistik, humanis, dan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.

Sebagai penutup, UMMAT menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan program ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan aksi kemanusiaan serta penguatan peran strategis perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Kiprah di Bidang Kesehatan, FIK UMMAT Jalani Evaluasi Lapangan Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA)

Perkuat Kiprah di Bidang Kesehatan, FIK UMMAT Jalani Evaluasi Lapangan Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA)

Dokumentasi TIM Internal Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT

Mataram, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mencatat langkah penting dalam pengembangan pendidikan kesehatan dengan menyelenggarakan Evaluasi Lapangan pembukaan program studi baru, yakni Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMMAT.

Evaluasi lapangan ini menjadi bagian krusial dalam proses pendirian program studi baru yang diajukan oleh UMMAT kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah memastikan kesiapan akademik, sumber daya manusia, infrastruktur, serta tata kelola lembaga sebelum memperoleh izin operasional resmi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A.; Dekan FIK UMMAT, Apt. Nurul Qiyaam, M.Farm.Klin., MARS.; para Wakil Rektor dan Sekretaris Rektor; Calon Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi; serta Calon Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (CI).

Sementara dari pihak kementerian dan lembaga terkait, hadir Tim Evaluasi Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti, yang terdiri dari Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, serta perwakilan akademisi dari Universitas Andalas dan Universitas Padjadjaran selaku asesor ahli bidang kefarmasian, bersama perwakilan dari Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti Kemendikbudristek RI.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, mengapresiasi langkah progresif Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus berkomitmen memperluas bidang keilmuan di sektor kesehatan. Menurutnya, kebutuhan tenaga apoteker di Indonesia, khususnya di wilayah timur, masih sangat tinggi dan membutuhkan institusi pendidikan yang mampu melahirkan lulusan berkompeten serta memiliki etika profesi yang kuat.

Dokumentasi Proses Evaluasi Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Berlangsung

“Kami memberikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Mataram atas inisiatif dan kesungguhannya dalam mengajukan pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Semoga melalui evaluasi ini, kita dapat memastikan kesiapan sarana prasarana, kurikulum, serta sumber daya dosen yang berkualitas. UMMAT memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pendidikan profesi kefarmasian unggulan di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker merupakan bagian dari visi besar UMMAT dalam memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat.

“Pembukaan program studi ini bukan sekadar penambahan unit akademik baru, tetapi merupakan bagian dari komitmen UMMAT dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang holistik dan berbasis nilai-nilai keislaman. Kami ingin melahirkan tenaga kefarmasian yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas moral, empati sosial, dan semangat rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.

Rektor juga menambahkan bahwa UMMAT saat ini terus memperkuat kerja sama dengan berbagai rumah sakit, apotek, dan lembaga farmasi di tingkat regional maupun nasional sebagai bagian dari upaya mendukung implementasi kurikulum profesi apoteker di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FIK UMMAT, Apt. Nurul Qiyaam, M.Farm.Klin., MARS., menyampaikan bahwa Fakultas Ilmu Kesehatan telah menyiapkan berbagai aspek penting untuk mendukung pembukaan program studi profesi apoteker, mulai dari fasilitas laboratorium farmasi, sistem pembelajaran berbasis digital, hingga tenaga pendidik dengan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional sesuai standar nasional.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika agar proses yang tengah kami jalankan dapat berjalan lancar hingga terbitnya izin operasional pembukaan PSPPA. Kami berkomitmen menghadirkan program pendidikan profesi apoteker yang unggul, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi peningkatan mutu layanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan evaluasi lapangan ini juga diisi dengan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, seperti OSCE Center, CBT Center, laboratorium farmasi, ruang kelas, perpustakaan, sistem informasi akademik, serta sarana penunjang kegiatan mahasiswa. Tim evaluator memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen dan kesiapan akademik program studi sebelum memperoleh izin operasional. (HUMAS UMMAT)

Kemendikdasmen dan UMMAT Kolaborasi Perkuat Kompetensi Guru Lombok Melalui Sosialisasi Pembelajaran Mendalam

Kemendikdasmen dan UMMAT Kolaborasi Perkuat Kompetensi Guru Lombok Melalui Sosialisasi Pembelajaran Mendalam

Dokumentasi Acara Pembukaan

Mataram, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (PM) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) melalui Badan Standarisasi, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) bekerja sama dengan Al Wasath Institute, pada Sabtu (1/11/2025) di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kampus UMMAT.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh ratusan guru SMA/SMK sederajat dari seluruh Pulau Lombok. Mereka hadir dengan semangat tinggi untuk memperdalam pemahaman tentang konsep Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan baru dalam menciptakan proses belajar yang lebih reflektif, humanis, dan berkesadaran.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, didampingi Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., serta didampingi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTB dan Kementerian Agama Kota Mataram.

Dalam sambutannya, Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, M.A. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemendikdasmen yang telah memilih UMMAT sebagai mitra penyelenggara kegiatan penting ini. “Kami menyambut dengan hangat kehadiran para guru hebat dari seluruh Pulau Lombok di kampus UMMAT. Sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas guru sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dengan pendekatan yang bermakna dan berkesadaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMMAT terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. “Sebagai kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, UMMAT akan terus menjadi ruang penguatan profesionalisme guru dan pengembangan pendidikan yang berkarakter,” tambahnya.

Dokumentasi Sambutan Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA.

Adapun narasumber utama dalam kegiatan ini antara lain Toni Toharudin (Kepala BSKAP Kemendikdasmen), Intan Dwi Hastuti (Dosen PGSD UMMAT), dan Faozan Amar (Direktur Eksekutif Al Wasath Institute).

Dalam paparannya, Toni Toharudin menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan respon Kemendikdasmen terhadap tantangan pendidikan masa kini, seperti cepatnya perubahan zaman, tantangan digitalisasi, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. “Pembelajaran Mendalam bukan pengganti kurikulum, tetapi pendekatan yang memperkuat pelaksanaan kurikulum agar lebih bermakna, menggembirakan, dan berkesadaran. Guru diharapkan mampu membangun suasana belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kolaborasi, serta nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, Intan Dwi Hastuti, sebagai akademisi UMMAT, menekankan pentingnya memuliakan manusia dalam setiap proses belajar. “Prinsip utama Pembelajaran Mendalam adalah menghormati potensi peserta didik. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penuntun yang membantu siswa menemukan jati dirinya,” ungkapnya.

Sedangkan Faozan Amar menyoroti tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam, terutama dari aspek internal seperti kurangnya refleksi diri dan inovasi dalam mengajar. “Guru perlu terus beradaptasi dan berinovasi agar pembelajaran tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi menjadi proses hidup yang menggugah kesadaran peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua strategi besar untuk mendukung transformasi guru, yaitu peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan karier, serta peningkatan kesejahteraan melalui program seperti tunjangan profesi, bantuan subsidi upah (BSU), dan insentif bagi guru non-ASN.

“Jika kedua strategi ini berjalan optimal, Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara luas dan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pendidikan nasional,” tutupnya.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menjadi wadah bagi para guru untuk berdiskusi, berlatih refleksi, dan memperkuat jejaring profesional. Di akhir kegiatan, peserta diajak menyusun rancangan penerapan Pembelajaran Mendalam sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. (HUMAS UMMAT)

LP3IK UMMAT Teguhkan Karakter Spiritual Gen Z melalui Baitul Arqam Mahasiswa 2025/2026

LP3IK UMMAT Teguhkan Karakter Spiritual Gen Z melalui Baitul Arqam Mahasiswa 2025/2026

Dokumentasi Acara Grand Opening BAMA 2025

Mataram, Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti Auditorium H. Anwar Ikraman Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) pada Jumat, 24 Oktober 2025. Ribuan mahasiswa baru memenuhi ruangan untuk mengikuti Grand Opening Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA) Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK). Dengan mengusung tema “Pembentukan Karakter Spiritual Gen Z: Purifikasi Aqidah dan Ibadah Menuju Ekosistem Kampus Islami,” kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus, sekaligus membentuk mahasiswa berkarakter unggul, berakhlak mulia, dan berintegritas.

Dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastyo, M.H., hadir sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Najih menekankan pentingnya spiritualitas dalam menghadapi tantangan era digital yang serba cepat dan penuh distraksi. “Generasi Z adalah generasi yang kritis, kreatif, dan dinamis. Namun semua potensi itu akan sia-sia jika tidak dibangun di atas pondasi aqidah yang kuat dan ibadah yang lurus. Melalui Baitul Arqam, mahasiswa diarahkan untuk menjadi agen perubahan yang menebarkan nilai-nilai Islam di masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan BAMA ini diikuti oleh 2.044 mahasiswa baru dan akan berlangsung secara bertahap setiap akhir pekan Sabtu-Ahad (25-26 Oktober) hingga 30 November 2025. Menurut Ketua Panitia BAMA, Ilham, M.Pd., BI., Baitul Arqam merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa UMMAT, sekaligus bagian dari proses pembinaan ideologis dan spiritual yang juga diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan.

“Baitul Arqam bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi proses pembentukan karakter Islami yang mendalam. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti dengan penuh kesungguhan, karena kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat untuk mengikuti KKN, yudisium, dan wisuda,” jelas Ilham.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak sekadar mengejar nilai akademik, melainkan merupakan bentuk ibadah kepada Allah Swt. “Menuntut ilmu adalah amal ibadah. Melalui Baitul Arqam, kita belajar menjadikan ilmu bukan hanya alat mencapai kesuksesan dunia, tetapi juga jalan menuju keberkahan hidup dan pengabdian kepada Allah,” ungkapnya dengan penuh makna.

Dokumentasi Pemaparan materi oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastyo, M.H.

Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa BAMA menjadi ruang pembinaan integral bagi mahasiswa agar unggul secara intelektual dan spiritual. “Alhamdulillah, Grand Opening Baitul Arqam Mahasiswa kembali dapat terlaksana. Melalui kegiatan ini, kita ingin mencetak mahasiswa yang berilmu, beradab, dan berkarakter Islami. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi sivitas akademika UMMAT,” tutur Rektor.

Momentum BAMA 2025/2026 semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Ayahanda Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., yang memberikan amanat tentang pentingnya membangun karakter spiritual Gen Z melalui purifikasi aqidah dan ibadah. “Baitul Arqam harus mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki ciri khas Islami yang kuat. Outcome-nya harus spesifik, terukur, dan berdampak nyata terhadap kehidupan kampus. Untuk itu, seluruh civitas akademika UMMAT perlu menginternalisasi tujuh budaya kampus Islami,” tegasnya.

Adapun tujuh budaya kampus Islami UMMAT yang menjadi pedoman pembentukan karakter mahasiswa meliputi:

  1. Service Excellent melalui empat S (senyum, salam, sapa, sabar);
  2. Membudayakan shalat berjamaah di Masjid Al-Khoory;
  3. Membaca Al-Qur’an sebelum beraktivitas;
  4. Aktif mengikuti kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan;
  5. Membiasakan berbusana Islami dan tidak merokok di area kampus;
  6. Menjaga akhlak karimah dalam pergaulan; dan
  7. Mengembangkan budaya akademik yang kolaboratif, meritokratis, jujur, tertib, dan amanah.

Ketua LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menuturkan bahwa Baitul Arqam Mahasiswa merupakan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan di Universitas Muhammadiyah Mataram. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan kampus.

“Melalui BAMA, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjadi mahasiswa Muhammadiyah berarti siap meneladani nilai-nilai Islam dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku. Ini adalah fondasi penting untuk membangun ekosistem kampus yang Islami dan berkemajuan,” jelasnya. (HUMAS UMMAT)

https://guyhoquet-immobilier-serezindurhone.com/
https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://xanaxmeds.com/about-us/
slot 4d
toto 4d
toto4d
toto4d
Angkatoto
https://www.diniyyah.ac.id/
https://www.teambuilding-srbija.com/upit/