Foto bersama narasumber, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).
MATARAM– Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kuliah umum bersama Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Rabu, 22 April 2026, di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pembentukan karakter generasi muda yang inovatif serta mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.
Kuliah umum ini mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak”, sejalan dengan tantangan zaman yang menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, karya, dan kontribusi nyata di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika global yang terus bergerak cepat.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat inovasi, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, mahasiswa hari ini harus mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan masa depan. Karena itu, kampus perlu terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang inspiratif agar mahasiswa terdorong untuk berpikir lebih luas, bertindak lebih nyata, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR. menegaskan bahwa tantangan mahasiswa Indonesia saat ini semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan global yang terus bergerak cepat. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, kematangan akhlak, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa inovatif adalah mahasiswa yang mampu melihat tantangan sebagai peluang, berani melahirkan gagasan baru, serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa berdampak adalah mereka yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi mampu menjadikan ilmu dan kapasitas yang dimiliki sebagai sarana untuk memberi solusi, manfaat, dan perubahan positif bagi masyarakat.
Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kemendiktisaintek, saat menyampaikan materi dalam Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, lulusan yang dibutuhkan Indonesia ke depan adalah generasi unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadikan ilmu sebagai landasan berpikir, akhlak sebagai pijakan bersikap, dan kontribusi sebagai orientasi berkarya. Dalam konteks tersebut, inovasi tidak dapat dipisahkan dari karakter dan nilai, sebab ide-ide besar hanya akan memberi arti ketika dijalankan dengan tanggung jawab moral dan keberpihakan pada kepentingan bersama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema kuliah umum ini menegaskan pentingnya membangun generasi mahasiswa yang unggul melalui tiga fondasi utama, yakni ilmu, akhlak, dan kontribusi. Ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk kapasitas, daya saing, dan kualitas intelektual mahasiswa. Akhlak menjadi penuntun dalam menjalankan peran sosial secara etis dan bertanggung jawab. Adapun kontribusi merupakan wujud nyata dari kehadiran mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi sebagai ruang pembentukan kapasitas diri, kepemimpinan, kreativitas, dan kepekaan sosial. Mahasiswa, menurutnya, bukan sekadar pembelajar di ruang kelas, tetapi calon pemimpin masa depan yang harus dibiasakan berpikir solutif, bekerja kolaboratif, dan memiliki orientasi untuk memberi manfaat luas.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Drs. Amil, M.M., yang memandu jalannya acara secara komunikatif dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para dosen dan mahasiswa tampak aktif mengikuti pemaparan narasumber serta merespons berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Melalui kuliah umum ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkepribadian Islami, berakhlak mulia, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas bagi umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMMAT dalam memperkuat budaya akademik yang inspiratif, progresif, dan berdampak. (HUMAS UMMAT)
Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, meraih Bronze Medal pada Nusantara Writing Festival 5 dan National Essay Competition 2 di Universitas Negeri Malang, 18–19 April 2026.
Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 18–19 April 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT, khususnya dari Fakultas Hukum, memiliki kualitas akademik, kemampuan literasi, dan daya saing yang kuat dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. Keberhasilan ini juga menegaskan komitmen UMMAT dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa agar mampu tampil unggul, kreatif, dan kompetitif di berbagai forum akademik.
Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II merupakan kegiatan yang berorientasi pada penguatan budaya literasi, kepenulisan ilmiah, serta pengembangan pemikiran kritis mahasiswa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan, analisis, dan solusi inovatif terhadap berbagai isu strategis nasional melalui karya esai yang sistematis, berkualitas, dan bernilai aplikatif.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong kreativitas generasi muda dalam merumuskan solusi yang konstruktif, membangun jejaring akademik antar peserta dari berbagai daerah, serta memperkuat kontribusi nyata pemuda dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia melalui ide-ide yang progresif dan solutif. Tingginya partisipasi peserta yang mencapai lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai PTN dan PTS di seluruh Indonesia menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap dunia literasi dan kepenulisan ilmiah.
Atas capaian tersebut, Wakil Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Anies Prima Dewi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT dalam ajang nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Nusantara Writing Festival dan National Essay Competition merupakan agenda yang sangat positif dan strategis dalam membangun tradisi akademik di kalangan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kompetisi semacam ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur kemampuan kepenulisan, tetapi juga menjadi wahana pembinaan kapasitas intelektual mahasiswa dalam melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, kritis, dan solutif terhadap persoalan hukum serta kebangsaan.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang ini menunjukkan bahwa budaya literasi dan semangat akademik terus tumbuh di lingkungan Fakultas Hukum UMMAT. Kami tentu sangat bangga atas capaian Rizky Arianto yang berhasil meraih Bronze Medal di tengah persaingan yang sangat kompetitif. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu tampil dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Anies Prima Dewi menyampaikan bahwa prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi akademik dan ilmiah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan Rizky Arianto tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra UMMAT sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, berintegritas, dan berdaya saing dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui capaian ini, Fakultas Hukum UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi, membina, dan mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi intelektual serta kemampuan akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (HUMAS UMMAT)
Foto bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, panitia, dosen pendamping, dan mahasiswa peserta KKN Pengembangan Persyarikatan (KKN PPS) Angkatan II Tahun 2026 usai kegiatan pelepasan di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT, Kamis (16/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi melepas 41 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pengembangan Persyarikatan (KKN PPS) Angkatan II Tahun 2026 pada Kamis, 16 April 2026, di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT. Kegiatan ini mengangkat tema “Kampus UMMAT Berdampak, Memperkuat Inovasi Dakwah Menuju Persyarikatan yang Maju dan Mencerahkan.”
Pelepasan KKN PPS ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperkuat pelaksanaan caturdarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pengembangan nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut hadir sebagai pelaksana kegiatan lapangan, tetapi juga sebagai kader persyarikatan yang mampu membawa misi dakwah, pemberdayaan, dan pencerahan di tengah masyarakat.
Program KKN PPS Angkatan II Tahun 2026 akan berlangsung selama 45 hari dengan lokasi penempatan yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu Kelompok 1 di Mataram 1, Jl. Anyelir, Kelompok 2 di Lombok Barat, Kelompok 3 di Mataram 2, dan Kelompok 4 di Lombok Tengah. Sebaran lokasi ini diharapkan menjadi ruang pengabdian yang strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan sosial, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.
Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., juga selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa KKN PPS merupakan program yang dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung gerakan persyarikatan melalui pendekatan pengabdian yang solutif, edukatif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami dinamika sosial masyarakat secara langsung.
Sambutan Waki Rektor IV, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., sekaligus melepas mahasiswa peserta KKN PPS
Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Prof. Dr. H. Mukhlis, M.Si., menegaskan bahwa KKN PPS memiliki posisi penting dalam proses pembinaan kader Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik institusi, menampilkan akhlak yang baik, serta menjadi representasi UMMAT yang mampu membangun komunikasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., yang mewakili Rektor UMMAT. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa KKN PPS merupakan bentuk nyata dari komitmen UMMAT dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kapasitas kepemimpinan, dan semangat dakwah yang kuat. Menurutnya, tema yang diusung pada KKN kali ini mencerminkan visi UMMAT sebagai kampus yang berdampak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat, masyarakat, dan persyarikatan.
Melalui KKN PPS, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan melaksanakan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Inovasi dakwah yang dikembangkan tidak hanya dimaknai dalam bentuk ceramah atau kegiatan keagamaan semata, tetapi juga melalui pemberdayaan sosial, edukasi masyarakat, penguatan nilai keumatan, dan berbagai kegiatan yang mampu memberi dampak positif secara langsung.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis UMMAT dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan gerakan pengabdian yang berorientasi pada kemajuan masyarakat. Dengan semangat pengabdian, kolaborasi, dan dakwah mencerahkan, para mahasiswa peserta KKN PPS Angkatan II Tahun 2026 diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di wilayah penempatan masing-masing. (HUMAS UMMAT)
MATARAM – Semangat inovasi dan kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali terlihat melalui karya kreatif di bidang pangan. Salah satunya datang dari Mizwar Saniyadi, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian (FAPERTA) UMMAT, yang menghadirkan “La Pista”, minuman berbahan dasar pistachio yang bernutrisi, unik, dan kekinian di Kota Mataram.
Mizwar merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang saat ini menempuh semester 6. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, kreatif, dan memiliki minat besar pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Dari proses belajar di bangku kuliah, Mizwar melihat peluang untuk mengembangkan produk pangan yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki manfaat gizi.
Ide menghadirkan La Pista bermula dari keinginannya untuk menciptakan minuman yang berbeda dari produk yang sudah banyak beredar di Mataram. Di tengah tren minuman kekinian yang terus berkembang, Mizwar melihat bahwa produk berbahan dasar pistachio masih sangat jarang ditemukan. Dari situlah ia mulai melakukan percobaan, riset sederhana, dan pengembangan formula hingga lahirlah produk yang siap dipasarkan.
La Pista tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa nilai lebih dari sisi nutrisi. Pistachio dikenal sebagai bahan pangan yang mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin, dan lemak sehat. Kandungan tersebut menjadikan La Pista sebagai alternatif minuman yang lezat sekaligus lebih bernilai gizi bagi masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang mulai peduli pada pilihan konsumsi yang lebih sehat.
Dalam proses merintis usaha, Mizwar menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan modal, proses trial and error untuk mendapatkan rasa yang tepat, hingga upaya membangun pasar menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Namun, dengan semangat belajar dan tekad yang kuat, ia mampu mengembangkan La Pista secara bertahap.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Mizwar juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi ini membantu La Pista dikenal lebih luas, terutama di kalangan anak muda yang tertarik mencoba minuman baru dengan konsep unik dan modern.
Saat ini, La Pista berlokasi di Jalan Majapahit, kawasan Taman Budaya, Kota Mataram. Lokasi tersebut dinilai strategis karena ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Usaha ini beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WITA, menyesuaikan dengan waktu aktivitas masyarakat yang cenderung meningkat pada jam-jam tersebut.
Selain menjaga kualitas rasa, Mizwar juga memberi perhatian pada pelayanan dan pengalaman pelanggan. Ia ingin setiap konsumen yang datang tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga merasakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif.
Keberhasilan awal Mizwar tidak terlepas dari dukungan lingkungan kampus yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal penting dalam mengembangkan produk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan higienis.
Kisah Mizwar Saniyadi menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang. Melalui keberanian untuk memulai, kreativitas dalam berinovasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha, ia berhasil menghadirkan produk minuman pistachio yang memiliki potensi besar di Kota Mataram.
Ke depan, Mizwar berharap La Pista dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Mataram, tetapi juga di daerah lain. Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, baik melalui pengembangan varian rasa maupun konsep usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar usaha minuman, La Pista menjadi simbol semangat generasi muda yang berani menciptakan peluang dari ilmu dan kreativitas yang dimiliki. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk terus mencoba, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu kehormatan Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin berfoto bersama usai kegiatan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kamis (2/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, dekan, direktur, dosen, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperluas jejaring internasional, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri farmasi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin. Ia juga memaparkan sejarah singkat UMMAT serta arah pengembangan universitas yang berorientasi pada kolaborasi global.
“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin di kampus UMMAT. Kehadiran beliau merupakan kehormatan besar bagi kami, sekaligus menjadi energi baru untuk memperkuat jejaring internasional UMMAT, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan farmasi,” ujar Dr. Abdul Wahab.
Ia menegaskan bahwa UMMAT terus membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama strategis lintas negara yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi.
“UMMAT tidak hanya ingin tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga berperan aktif dalam percakapan dan kolaborasi global. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan, memperluas kemitraan, dan menghadirkan peluang nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Datuk Zuraida sebagai momentum penting dalam membuka jalan kerja sama strategis antara UMMAT, jejaring Muhammadiyah, dan mitra industri internasional.
Sesi pemaparan materi oleh Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dalam kegiatan International Guest Lecture UMMAT
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan kehormatan besar karena Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin hadir di tengah-tengah kita. Beliau bukan hanya tokoh penting di Malaysia, tetapi juga figur yang memiliki jejaring luas dan pengalaman besar dalam pemerintahan, parlemen, serta pembangunan masyarakat. Ini adalah peluang strategis yang harus kita sambut dengan kesungguhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi yang sangat potensial, khususnya dalam menjajaki kerja sama dengan para pengusaha dan pelaku industri di India dalam bidang farmasi.
“Kami melihat ada peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret, termasuk dalam pengembangan industri obat-obatan di Indonesia. Kehadiran beliau dapat menjadi jembatan penting dalam mempertemukan UMMAT dengan jejaring industri dan investor yang relevan. Insyaallah, komunikasi ini akan terus kami tindak lanjuti secara intensif agar cita-cita besar tersebut dapat diwujudkan bersama,” tegasnya.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional merupakan kebutuhan strategis di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun inovasi dan daya saing tanpa dukungan kemitraan yang kuat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Melalui kemitraan semacam ini, kita dapat mendorong inovasi, memperkuat kapasitas riset, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap tantangan global,” jelas Asbah.
Ia menambahkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi institusi maupun masyarakat.
“Kerja sama ini pada akhirnya tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui KUIK UMMAT,” lanjutnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa India merupakan salah satu negara yang memiliki posisi sangat kuat dalam industri sintesis farmasi dunia, sehingga sangat relevan dijadikan mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi keilmuan maupun industri.
“India dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri sintesis farmasi. Karena itu, tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dan visioner, sebab membuka cakrawala baru bagi dunia akademik untuk terkoneksi dengan ekosistem industri farmasi global,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi langsung dari Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin, memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Malaysia. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia periode 2021–2022, serta sebelumnya juga mengemban amanah sebagai Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai mantan anggota Dewan Rakyat untuk daerah Ampang. Dalam kiprah politiknya, beliau pernah tergabung dalam beberapa partai besar di Malaysia, di antaranya Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), dan Partai Bangsa Malaysia.
Dengan pengalaman, kapasitas, dan jejaring internasional yang dimiliki, kehadiran Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dinilai menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UMMAT untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat langkah universitas menuju kolaborasi global yang lebih konkret.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi internasional dan menghadirkan ruang akademik yang produktif, inspiratif, serta berdampak bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, dan industri di masa depan. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr. Abdul Wahab, M.A., menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada warga dalam kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).
MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan pelatihan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako kepada masyarakat serta memberikan penghargaan kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa yang berlangsung di Masjid Al Khoory UMMAT pada 12 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H yang diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan Ramadhan tidak hanya sebagai momentum penguatan spiritual, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan kampus dengan masyarakat serta mendorong tumbuhnya budaya prestasi di kalangan mahasiswa.
Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, Muhamad Sahril, M.Pd., selaku Ketua Panitia RDK 1447 H, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan dirancang sebagai wadah untuk memperkuat semangat dakwah kampus yang berfokus pada pelatihan, pelayanan, dan kebermanfaatan sosial.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sembako merupakan bentuk nyata kepedulian UMMAT terhadap masyarakat di sekitar kampus dan wilayah binaan. Menurutnya, Ramadhan harus dimaknai sebagai bulan yang menghadirkan keberkahan, solidaritas, dan penguatan hubungan antarsesama.
Sebanyak 300 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang berada di empat wilayah, yaitu Bebidas, Jempong, Baturinggit, dan Bajur . Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat jalinan ukhuwah antara UMMAT dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Habiburrahman, M.Pd., Kepala Baitul Mall UMMAT, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengoptimalkan fungsi sosial kampus melalui program yang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi yang dibangun di lingkungan UMMAT perlu terus dirawat sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
Selain kegiatan sosial, UMMAT juga memberikan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan kampus terhadap partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan, sekaligus penghormatan atas kreativitas, semangat kompetisi yang sehat, dan kontribusi mahasiswa dalam memeriahkan syiar Ramadhan di lingkungan kampus.
Berturut-turut dari kiri, Kepala Divisi Pengkajian LP3IK UMMAT Sahman Z., S.H., M.H., Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT Muhamad Sahril, M.Pd., dan Rektor UMMAT Dr. Abdul Wahab, M.A., (ditengah) menyerahkan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa dalam rangkaian Kaji-Mu Ramadhan di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kedalaman spiritual, dan karakter kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan yang disertai dengan penyaluran bantuan sosial dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi merupakan cerminan dari peran strategi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMMAT untuk terus menghadirkan kampus yang mencerahkan, berkemajuan, dan memberi dampak nyata bagi umat. Oleh karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, kepedulian, serta semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.
Melalui kegiatan ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bernilai edukatif dan spiritual, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semangat berbagi, berprestasi, dan bertumbuh bersama di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat semakin memperkuat peran UMMAT sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, dan berdaya saing. (HUMAS UMMAT)