Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

UMMAT menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun sebagai bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, dan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5.

SEMBALUN — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sembalun. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 pada 15–16 Mei 2026 di Sembalun.

Pembagian sembako tersebut menjadi wujud nyata kepedulian UMMAT dalam memperluas kebermanfaatan kampus bagi masyarakat. Momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia institusi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat pengabdian, kepedulian sosial, dan dakwah berkemajuan yang menyentuh langsung kehidupan umat.

Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu ruh gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya berhenti pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi harus hadir dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, melalui Kemah Dakwah ini para kader ORTOM tidak hanya mendapatkan penguatan paham keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga diajak untuk turun langsung membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kuatnya hubungan manusia dengan Allah SWT harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama. Dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah dan keimanan harus melahirkan keberpihakan kepada masyarakat, terutama melalui gerakan sosial yang mencerahkan dan menggembirakan.

“Dakwah bukan hanya ceramah, tetapi juga kepedulian. Ketika kita hadir membawa manfaat, membantu sesama, dan memperkuat silaturahmi, di situlah nilai dakwah benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menjelaskan bahwa pembagian sembako tersebut melibatkan peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5. Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi kader muda Muhammadiyah untuk memahami bahwa dakwah harus diwujudkan melalui tindakan sosial yang sederhana, tetapi bermakna.

“Kami ingin peserta Kemah Dakwah tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga belajar langsung bagaimana dakwah diwujudkan dalam aksi sosial. Pembagian sembako ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan mempererat hubungan UMMAT dengan warga Muhammadiyah di Sembalun,” ungkapnya.

Sahril menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam membangun kedekatan dengan persyarikatan di berbagai wilayah. Kehadiran UMMAT di Sembalun diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan gerakan dakwah.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor IV, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Ia berharap rangkaian Milad UMMAT ke-46 dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, UMMAT sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran kampus tidak hanya diukur dari aktivitas akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan sosial umat.

Melalui pembagian 70 paket sembako ini, UMMAT menegaskan bahwa semangat Milad ke-46 harus diwujudkan dalam gerakan berbagi. Peringatan 46 tahun perjalanan UMMAT sejak 25 Juni 1980 hingga 25 Juni 2026 menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya tumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan persyarikatan yang terus berupaya menghadirkan manfaat bagi umat dan masyarakat.

UMMAT berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik melalui program kampus, LP3IK, ORTOM, maupun kerja sama dengan persyarikatan. Dengan demikian, dakwah berkemajuan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi benar-benar hadir sebagai gerakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Suasana pembukaan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 yang digelar oleh UKM Teater Sasentra UMMAT di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-NTB dalam mengembangkan bakat seni teater, karakter, dan budaya kolaborasi.

MATARAM — UKM Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang ekspresi dan kreativitas pelajar melalui penyelenggaraan Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini menjadi wadah pertemuan antara dunia pendidikan, seni budaya, pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta para pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat se-NTB. Melalui Pekan Teater Pelajar, para pelajar diberi ruang untuk menampilkan karya, mengasah keberanian, membangun kerja sama, serta mengekspresikan gagasan melalui seni pertunjukan.

Pembukaan PTP V Tahun 2026 turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT Dr. Erwin, M.Pd., Kepala Museum NTB Dr. Nur Alam, M.H. yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, perwakilan Kepala Taman Budaya NTB, Biro Kemahasiswaan UMMAT, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, ketua Ormawa, guru pembina, serta para pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, teater bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang mampu melatih keberanian, kepekaan sosial, empati, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.

“Teater mengajarkan banyak hal tentang kehidupan; tentang keberanian berbicara, kemampuan membaca realitas sosial, membangun empati, hingga belajar menghargai proses dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Dr. Erwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Dikpora NTB, dan Taman Budaya NTB yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan seni budaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kreativitas generasi muda di daerah.

Sambutan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.

Secara khusus, Dr. Erwin memberikan penghargaan kepada UKM Teater Sasentra UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi pelajar di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pelajar.

“Teater Sasentra telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya menyelenggarakan lomba, tetapi sedang membangun ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang ekspresi bagi generasi muda NTB,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan talenta muda membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri semakin diperkuat. Pengembangan talenta muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/mahasiswa-ummat-berprestasi-pratiwi-wulandari-raih-first-runner-up-putri-pendidikan-ntb-2026-2/

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Dr. Nur Alam, M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, menyampaikan bahwa kegiatan seni pelajar seperti Pekan Teater Pelajar memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan di daerah. Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan, media literasi budaya, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara UMMAT, komunitas seni, dan pemerintah daerah yang terus menghadirkan ruang kreatif bagi pelajar NTB. Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan ide, membaca realitas sosial, serta mengenal nilai-nilai budaya melalui karya seni.

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan teater, mengikuti apresiasi seni, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Sasentra UMMAT berharap Pekan Teater Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, penguatan kreativitas, serta pembentukan generasi muda NTB yang berani, kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap seni budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 mengikuti rangkaian kegiatan di Sembalun, 15–16 Mei 2026. Kegiatan yang digelar LP3IK UMMAT ini dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun

SEMBALUN— Udara sejuk Sembalun menjadi saksi semangat kader muda Muhammadiyah dalam mengikuti Kemah Dakwah Organisasi Otonom (ORTOM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-5. Kegiatan yang digelar pada 15–16 Mei 2026 ini menjadi ruang pembinaan kader yang tidak hanya menekankan penguatan ideologi, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan dakwah yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Transformasi Paham Teologis Menuju Gerakan Dakwah Berkemajuan yang Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan UMMAT, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menyampaikan bahwa Kemah Dakwah ORTOM tahun ini memiliki warna yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan kelima ini dirancang sebagai wadah pembinaan bagi kader baru ORTOM agar memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, serta kepedulian sosial yang kuat.

“Kemah Dakwah yang kelima ini berbeda dari sebelumnya. Peserta yang hadir merupakan kader baru dari HW, Tapak Suci, dan IMM. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak untuk memahami bahwa dakwah harus bergerak, menyentuh masyarakat, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa paham ketuhanan dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada ruang ibadah semata. Menurutnya, kekuatan hubungan manusia dengan Allah SWT harus tampak dalam kebaikan hubungan manusia dengan sesama.

Baca Juga https://ummat.ac.id/teguhkan-ideologi-kader-sebagai-penggerak-dakwah-kampus-lp3ik-ummat-gelar-baitul-arqam-ormawa/

Ia menjelaskan bahwa hablum minallah yang kokoh akan melahirkan hablum minannas yang kuat. Iman tidak cukup hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi harus tercermin dalam kepedulian, empati, dan aksi sosial yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Kalau kita senang mendapatkan sesuatu yang baik, maka kita juga harus memiliki semangat untuk memberikan kebaikan yang sama kepada orang lain,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga mengaitkan pesan tersebut dengan spirit Teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah sejak awal tidak hanya berbicara tentang penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga tentang pembelaan terhadap kaum lemah, kepedulian kepada masyarakat, serta keberanian menghadirkan solusi sosial.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, Kemah Dakwah ini menjadi ruang latihan bagi kader ORTOM untuk memahami bahwa dakwah harus turun ke masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari dakwah yang berdampak, kegiatan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46.

Baca Juga https://ummat.ac.id/sekretaris-pp-muhammadiyah-sekaligus-mendikdasmen-ri-resmikan-gedung-rs-ummat-pku-muhammadiyah-lombok-timur/

Rektor UMMAT, yang diwakili Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Kemah Dakwah ORTOM menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kader muda Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Menurutnya, ORTOM memiliki posisi strategis sebagai penggerak dakwah kampus. Melalui kegiatan seperti ini, kader mahasiswa diharapkan mampu memperkuat komitmen keislaman, memperluas wawasan kemuhammadiyahan, serta membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Kader ORTOM harus mampu menjadi teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain pembinaan ideologi dan aksi sosial, Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 juga menghadirkan lomba video kreatif sebagai ruang ekspresi dakwah digital mahasiswa. Melalui lomba ini, peserta didorong untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif, relevan, dan dekat dengan generasi muda.

Adapun pemenang lomba video kreatif yaitu Video Terbaik 1 diraih IMM Komisariat Ibnu Khaldun FISIPOL, Video Terbaik 2 diraih IMM Komisariat FKIP, dan Video Terbaik 3 diraih IMM Komisariat PUTM.

Melalui Kemah Dakwah ORTOM ke-5 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam membina kader yang berideologi kuat, berkarakter Islami, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah alam Sembalun, para kader tidak hanya belajar tentang dakwah, tetapi juga merasakan langsung makna dakwah sebagai gerakan yang menggembirakan, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)

Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus, LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa

Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus, LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa

Suasana pembukaan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Gedung BGTK NTB, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus BEM, DPM Fakultas, dan UKM sebagai upaya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembentukan kader Ormawa sebagai penggerak dakwah kampus UMMAT.

MATARAM Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.

Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT, meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah, serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.

“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.

“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga menekankan bahwa para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena dianggap belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka diberikan ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.

“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.

“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.

Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa UMMAT telah dibekali dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ditingkatkan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.

“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.

Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.

“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.

Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.

“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (HUMAS UMMAT)

The 1st Muhammadiyah Games 2026: Empat Atlet Tapak Suci UMMAT Siap Berlaga dan Junjung Sportivitas di Tingkat Nasional

The 1st Muhammadiyah Games 2026: Empat Atlet Tapak Suci UMMAT Siap Berlaga dan Junjung Sportivitas di Tingkat Nasional

Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melepas kontingen Tapak Suci yang akan berlaga pada The 1st Muhammadiyah Games 2026. Pelepasan dilaksanakan di Ruang Temu Rektor UMMAT, Selasa, 12 Mei 2026, dan dihadiri Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, official, serta empat atlet Tapak Suci UMMAT dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Para atlet siap bertanding pada cabang olahraga Pencak Silat dengan menjunjung sportivitas dan membawa nama baik UMMAT di tingkat nasional.

MATARAM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) secara resmi melepas delegasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk mengikuti The 1st Muhammadiyah Games 2026, ajang olahraga nasional perdana yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pelepasan tersebut dilaksanakan di Ruang Temu Rektor UMMAT pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT, Wakil Rektor IV UMMAT, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, official, serta para peserta yang akan mewakili UMMAT pada ajang nasional tersebut.

The 1st Muhammadiyah Games 2026 berlangsung pada 12–23 Mei 2026 di tiga kota, yakni Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Ajang ini menjadi wadah pembinaan bakat atlet pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia melalui enam cabang olahraga, yaitu Pencak Silat, Panahan, Atletik, Bulu Tangkis, Tenis Meja, dan Bola Voli Indoor.

Pada ajang nasional tersebut, UMMAT mengirimkan empat mahasiswa atlet Tapak Suci dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) untuk mengikuti cabang olahraga Pencak Silat. Keempat mahasiswa tersebut adalah Jihadil Haq, Fajriansyah, Syahrul, dan Aidir Saputra. Mereka didampingi oleh official, Muhammad Fahmi Robbani, S.Kom., M.Sos.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa UMMAT dalam ajang nasional ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa, khususnya di bidang olahraga.

“Kami berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Kompetisi memang bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi jangan sampai melakukan sesuatu secara berlebihan atau dipaksakan. Semua harus diukur sesuai kemampuan dan kesiapan diri,” ungkapnya.

Dr. Erwin juga berpesan agar para atlet menjaga kondisi fisik sebelum bertanding. Menurutnya, kesiapan mental harus diimbangi dengan kesehatan tubuh, pola makan yang baik, serta istirahat yang cukup.

“Sebelum tampil, pastikan kondisi fisik dalam keadaan fit dan sehat. Jaga pola makan, jaga stamina, dan tetap fokus. Kami menitipkan nama besar Universitas Muhammadiyah Mataram. Semoga kalian dapat memberikan yang terbaik untuk UMMAT,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa UMMAT akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa yang memiliki semangat berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Semoga pengalaman ini dapat ditularkan kepada generasi selanjutnya. Kami selalu mendukung mahasiswa untuk terus berprestasi. Semoga eksistensi Tapak Suci Muhammadiyah semakin maju dan memberi manfaat bagi persyarikatan, kampus, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi olahraga tidak hanya dimaknai sebagai ajang meraih prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah.

“Kegiatan ini dapat menjadi bagian dari ibadah ghairu mahdhah. Karena itu, luruskan niat bahwa kompetisi ini bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk membawa nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat dakwah Muhammadiyah,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada para atlet agar bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri, menjaga akhlak, serta membawa nama baik UMMAT selama berada di arena kompetisi.

Melalui keikutsertaan delegasi Tapak Suci dalam The 1st Muhammadiyah Games 2026, UMMAT berharap para mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat tradisi prestasi mahasiswa di tingkat nasional. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Luncurkan Program Inkubasi Bisnis 2026 Bersama Baznas NTB, Fokus Z Coffee & Bisnis Mahasiswa

UMMAT Luncurkan Program Inkubasi Bisnis 2026 Bersama Baznas NTB, Fokus Z Coffee & Bisnis Mahasiswa

Prosesi pemotongan pita sebagai tanda peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT oleh Wakil Rektor III UMMAT bersama Baznas NTB di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).

MATARAM — Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Baznas NTB resmi meluncurkan Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT . Kegiatan ini berlangsung di Lapangan FISIPOL UMMAT, pada Senin, 27 April 2026.

Program ini menjadi langkah strategis UMMAT dalam memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Melalui Z Coffee dan kelompok bisnis mahasiswa, UMMAT berupaya menghadirkan ruang praktik bisnis yang nyata, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola usaha.

Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kampus dalam memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki mental dan orientasi sebagai entrepreneur muda. Menurutnya, penanaman jiwa kewirausahaan bukan hal yang mudah, tetapi menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Agenda ini bertujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk memiliki mental sebagai pebisnis. Penanaman jiwa entrepreneur memang tidak mudah, tetapi sangat penting untuk terus dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini para lulusan perguruan tinggi senantiasa dihadapkan pada tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Karena itu, perguruan tinggi perlu menghadirkan program yang mampu mendorong mahasiswa untuk menciptakan peluang, bukan hanya menunggu kesempatan kerja.

“Hari ini kita mengalami problem serius. Para alumni dan lulusan selalu dihadapkan dengan tantangan dunia kerja. Ide inilah yang menjadi stimulus agar mahasiswa mulai membangun keberanian, kreativitas, dan kemandirian dalam berwirausaha,” tambahnya.

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal, bersama jajaran pimpinan UMMAT meninjau gerai Z Coffee usai peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).

Wakil Rektor III UMMAT juga menegaskan bahwa pengembangan bisnis mahasiswa di lingkungan UMMAT telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Beberapa kelompok bisnis mahasiswa bahkan telah berhasil memperoleh penghargaan dari kementerian, sehingga menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

“Di antara bisnis mahasiswa ini, ada juga yang telah mendapat penghargaan dari kementerian. Ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa UMMAT sangat besar dan perlu terus difasilitasi melalui program inkubasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, hadirnya Z Coffee merupakan program yang strategis dan potensial. Ia berharap Baznas NTB dapat terus menjadi mitra UMMAT dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis kampus.

“Z Coffee ini cukup bombastis dan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kami berharap Baznas NTB dapat menjadi mitra dalam mendukung entrepreneur di lingkungan UMMAT. Ke depan, program ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan program pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas untuk meluluskan mahasiswa secara akademik, tetapi juga menyiapkan mereka agar memiliki wawasan kewirausahaan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Sesungguhnya tugas kita bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga memberikan wawasan terkait kewirausahaan dan dunia kerja. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa UMMAT memiliki jiwa entrepreneur,” ungkapnya.

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal Murad, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran Z Coffee atau Zakat Coffee merupakan bagian dari upaya Baznas NTB untuk mendorong literasi dan syiar pengelolaan dana infak, zakat, dan sedekah secara lebih sistematis dan produktif.

Menurutnya, salah satu program penting Baznas NTB adalah pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi mahasiswa di lingkungan kampus. Z Coffee menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana dana sosial keagamaan dapat dikelola untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.

“Melalui peluncuran Z Coffee ini, kami ingin mendorong sekaligus mensyiarkan pengelolaan dana infak dan zakat secara sistematis. Salah satu program Baznas NTB adalah pemberdayaan, dan Z Coffee ini menjadi bagian dari pemberdayaan mustahik di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa penerima manfaat program ini dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik. Dengan demikian, ke depan mereka tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan bahkan mampu menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.

“Mahasiswa yang menerima program ini diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan. Ke depan, mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi menjadi pemberi. Kita juga berharap melalui Z Coffee, literasi zakat semakin dekat dan masuk kepada generasi Z,” tuturnya.

Peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, serta berdaya saing. (HUMAS UMMAT)