Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan

Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan

Mahasiswa Internasional UMMAT kunjungan ke Institusi Pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima

Bima — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan penguatan wawasan global generasi muda. Pada Senin, 12 Januari 2026, UMMAT melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) memimpin rangkaian kunjungan mahasiswa internasional ke sejumlah institusi pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya UMMAT yang menyasar SMA Negeri 1 Kota Bima, SMA KAE Woha, ASI Bima, serta Kampus STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima. Rangkaian kunjungan tersebut menjadi ruang strategis bagi terbangunnya interaksi lintas budaya antara mahasiswa internasional, mahasiswa lokal, dan pelajar sekolah menengah.

Melalui dialog, diskusi ringan, dan perjumpaan langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara, para peserta diajak untuk memperluas cara pandang, membangun global mindset, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk bermimpi serta berkiprah di tingkat global. Kegiatan ini juga memperkenalkan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional.

Kolaborasi antara UMMAT dan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menjadi wujud konkret peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan. Mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal tidak hanya berbagi pengalaman akademik dan kebudayaan, tetapi juga membangun jejaring peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan saling menghargai.

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi strategis UMMAT dalam memperluas jejaring global dan kontribusi sosial melalui pendidikan. “Kegiatan ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan yang kami bangun secara berkelanjutan. UMMAT berupaya menjembatani peradaban, memperkuat persahabatan global, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa kepada generasi muda, khususnya di daerah,” ujar Asbah.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional di Bima diharapkan mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa setempat untuk berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional, sekaligus menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas global.

Rangkaian kunjungan ini dijadwalkan akan ditutup dengan silaturahmi di kediaman Wali Kota Bima, sebagai simbol penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. (HUMAS UMMAT)

Aktualisasi Nilai Dasar Kader, KORKOM IMM UMMAT Hadir Mengabdi di Rempek Darussalam

Aktualisasi Nilai Dasar Kader, KORKOM IMM UMMAT Hadir Mengabdi di Rempek Darussalam

Dokumentasi Pembukaan Pengabdian Masyarakat

Lombok Utara — Koordinator Komisariat (KORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Mataram menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Rempek Darussalam, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, dihitung sejak tanggal 12 hingga 16 Januari 2026, sebagai wujud nyata implementasi Trilogi IMM dan Tri Kompetensi Dasar IMM, khususnya pada ranah humanitas (sosial kemasyarakatan).

Pengabdian masyarakat ini menjadi ruang aktualisasi peran mahasiswa IMM sebagai intelektual muda yang berorientasi pada dakwah sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai proses pembelajaran sosial yang menempatkan mahasiswa dan masyarakat dalam hubungan yang setara, dialogis, dan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Mengabdi untuk Desa; Kecil Langkahnya, Besar Manfaatnya” , kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasiswa kader IMM dari 12 komisariat di Kota Mataram yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Ketua Panitia, Imam Al-Hudri, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan sosial masyarakat Desa Rempek Darussalam. Oleh karena itu, program yang dilaksanakan menitikberatkan pada aspek edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan, seperti sosialisasi pencegahan pernikahan dini, edukasi bahaya narkoba, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, serta pelatihan pembuatan sabun cair dan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi warga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KORKOM IMM UMMAT, Zainul Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengejawantahan nilai-nilai dasar IMM, khususnya Trilogi IMM yang meliputi keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan, serta Tri Kompetensi Dasar IMM yang mencakup religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.

“Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari nilai religiusitas dan intelektualitas IMM yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat desa. IMM hadir sebagai gerakan mahasiswa yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial untuk menciptakan masyarakat yang terbebas dari pernikahan dini, narkoba, dan berbagai penyakit sosial lainnya,” ungkapnya.

Koordinator Komisariat IMM UMMAT bersama Anak-anak Desa Rempek Darussalam

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Rempek Darussalam, Muliady, yang menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada IMM dan Universitas Muhammadiyah Mataram atas kepercayaan menjadikan Desa Rempek Darussalam sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

“Kami dari pemerintah desa menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa IMM. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait isu-isu sosial dan kesehatan. Kami berharap pengabdian ini membawa dampak positif dan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Rempek Darussalam,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pengabdian mahasiswa dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.

Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMMAT, Dr. H. Zainudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa program Bina Desa sejalan dengan visi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial di tengah masyarakat.

“Ini merupakan salah satu bentuk nyata kampus berdampak, di mana mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendidikan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa adalah bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang sangat penting,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pengabdian masyarakat melalui sinergi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, dan pemerintah desa. “Kami berharap kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Mataram dan Desa Rempek Darussalam tidak berhenti pada kegiatan Bina Desa ini saja, tetapi dapat terus dikembangkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat ke depan,” tambahnya. (HUMAS UMMAT)

Diamond Mining Camp 2026: HMTA UMMAT Perkuat Karakter, Solidaritas, dan Profesionalisme Mahasiswa Teknik Pertambangan

Diamond Mining Camp 2026: HMTA UMMAT Perkuat Karakter, Solidaritas, dan Profesionalisme Mahasiswa Teknik Pertambangan

Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)

Lombok Timur — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Diamond Mining Camp 2026 sebagai bagian dari program pelatihan dan pengembangan siswa berbasis karakter dan kompetensi profesional. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 9–11 Januari 2026, bertempat di Camping Ground Wisata Tereng Wilis, Kabupaten Lombok Timur, dan diikuti oleh 127 mahasiswa Program Studi S1 ​​Teknik Pertambangan angkatan 2025.

Diamond Mining Camp merupakan program rutin HMTA yang telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak tahun 2019. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana strategis dalam mendukung proses pendidikan tinggi, khususnya dalam membentuk karakter, sikap profesional, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja pertambangan yang memiliki kompleksitas tinggi, baik dari aspek teknis, keselamatan kerja, maupun dinamika sosial di lingkungan industri.

Ketua HMTA Fakultas Teknik UMMAT, Urhulaifi, menjelaskan bahwa Diamond Mining Camp memiliki orientasi edukatif dan kaderisasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme bidang pertambangan. “Diamond Mining Camp merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, serta ketangguhan fisik dan mental. Nilai-nilai tersebut merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan dalam praktik kerja pertambangan, sehingga perlu dipersiapkan sejak mahasiswa berada pada tahap awal pendidikan tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan solidaritas dan kohesi sosial antarmahasiswa, sejalan dengan nilai dasar HMTA yang dirumuskan dalam trilogi royal, loyal, dan totalitas, sebagai landasan etika organisasi dan sikap profesional calon insinyur pertambangan.

Menurutnya, karakteristik dunia pertambangan yang menuntut sistem kerja berkelanjutan, disiplin operasional, serta standar keselamatan yang ketat, meniscayakan adanya pembiasaan terhadap budaya kerja profesional sejak dini. “Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai aspek teoritis, tetapi juga memiliki sikap kesiapan dan mental kerja. Oleh karena itu, Diamond Mining Camp dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,” tambahnya.

Secara akademik, rangkaian kegiatan Diamond Mining Camp difokuskan pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan pembelajaran kontekstual (contextual learning). Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai aktivitas kebersamaan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim, serta kegiatan pengenalan lapangan berupa observasi dan identifikasi awal jenis-jenis batuan yang terdapat di sekitar lokasi kegiatan.

Aktivitas pengenalan batuan tersebut berfungsi sebagai penguatan pemahaman mahasiswa terhadap materi dasar geologi dan pertambangan yang telah diperoleh di ruang kelas, sekaligus sebagai sarana integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL), khususnya pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan umum mahasiswa.

Salah satu peserta kegiatan sekaligus mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Andi Muhammad Alfian Saputra, berharap kegiatan Diamond Mining Camp dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan pengembangan akademik.

“Saya berharap Diamond Mining Camp dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna, memberikan pemahaman awal tentang karakter dunia pertambangan, serta memperkuat solidaritas antarmahasiswa sebagai bekal perkuliahan dan persiapan menghadapi dunia kerja,” ujar Andi Muhammad Alfian Saputra.  (HUMAS UMMAT)

UMMAT gelar Seminar Nasional RUU SISDIKNAS untuk menegaskan otonomi dan kebebasan akademik perguruan tinggi dalam transformasi regulasi pendidikan

UMMAT gelar Seminar Nasional RUU SISDIKNAS untuk menegaskan otonomi dan kebebasan akademik perguruan tinggi dalam transformasi regulasi pendidikan

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan perannya dalam penguatan kebijakan pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU SISDIKNAS) bertema “Transformasi Regulasi dan Tata Kelola Pendidikan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (29/12/2025) di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT dan menjadi forum strategis untuk mengkaji masa depan regulasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Seminar nasional ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara secara resmi. Hadir pula sebagai narasumber Prof. Dr. Supardi, M.Pd., Dr. Beny Bandanajaja, S.T., M.T. dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), serta Dr. Syafril, M.Pd., Sekretaris Rektor I UMMAT. Kegiatan dipandu oleh Isnaini, M.H., M.Pd., Kaprodi PPKn UMMAT dan diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan pendidikan.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menegaskan bahwa pembahasan RUU SISDIKNAS merupakan momentum penting bagi perguruan tinggi untuk terlibat aktif dalam proses perumusan kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, regulasi pendidikan harus menjamin mutu pendidikan tinggi, keadilan akses, serta kemandirian dan otonomi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter bangsa. “Perguruan tinggi harus ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Perwakilan Diktisaintek, Dr. Beny Bandanajaja, S.T., M.T., menyampaikan bahwa transformasi tata kelola pendidikan tinggi menjadi keniscayaan di tengah tantangan global, perkembangan teknologi, dan kebutuhan inovasi. Ia menekankan pentingnya regulasi yang adaptif, kolaboratif, serta mampu mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi.

Sebagai keynote speaker, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., menegaskan bahwa Komisi X DPR RI membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi akademisi dan perguruan tinggi dalam pembahasan RUU SISDIKNAS. Menurutnya, partisipasi sivitas akademika sangat penting agar regulasi pendidikan nasional yang dihasilkan tidak bersifat sentralistik dan tetap menjunjung kebebasan akademik.

Dalam pemaparan materi utama, Prof. Dr. Supardi, M.Pd., mengulas secara komprehensif substansi RUU SISDIKNAS dengan menyoroti posisi strategis perguruan tinggi dalam transformasi regulasi pendidikan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus diperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Dr. Syafril, M.Pd., selaku Sekretaris Rektor I UMMAT, menegaskan bahwa transformasi regulasi pendidikan harus didasarkan pada diskursus akademik yang mendalam. Ia mempertanyakan arah sistem pendidikan nasional ke depan serta urgensi pembaruan kebijakan yang benar-benar berpihak pada penguatan perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi objek regulasi, tetapi harus menjadi subjek aktif dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional. RUU SISDIKNAS harus menjamin ruang inovasi, kreativitas, dan kebebasan berpikir di lingkungan kampus,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)

Home Care Pascabencana Banjir Aceh Tamiang, Tim Medis UMMAT Layani Warga Rantau Pauh

Home Care Pascabencana Banjir Aceh Tamiang, Tim Medis UMMAT Layani Warga Rantau Pauh

Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan layanan Mobile Clinic berbasis Home Care pascabencana banjir di Dusun Jawa, Desa/Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Bencana, yang bertujuan memulihkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.

Pelayanan kesehatan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan fokus menjangkau kelompok rentan yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti lansia, pasien dengan penyakit kronis, anak-anak, serta warga yang masih mengalami dampak fisik pascabencana.

Pendekatan home care dipilih sebagai strategi pelayanan adaptif pascabencana, di mana kondisi lingkungan dan akses fasilitas kesehatan belum sepenuhnya pulih. Melalui kunjungan rumah, Tim Medis UMMAT dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien secara lebih komprehensif dan personal.

Sebanyak 43 pasien berhasil dilayani dalam kegiatan ini, dengan sebaran usia meliputi kelompok usia produktif 19–59 tahun sebanyak 22 orang, lansia di atas 59 tahun sebanyak 13 orang, anak usia 5–18 tahun sebanyak 5 orang, serta balita di bawah 5 tahun sebanyak 3 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa dampak kesehatan pascabencana banjir dirasakan oleh seluruh kelompok usia masyarakat.

Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keluhan terbanyak berupa cephalgia, myalgia, dan vertigo sebanyak 16 kasus, disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 15 kasus. Selain itu, Tim Medis UMMAT juga menangani penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan riwayat stroke sebanyak 9 kasus, dispepsia sebanyak 5 kasus, penyakit kulit sebanyak 3 kasus, serta diare akut sebanyak 2 kasus. Sementara itu, masing-masing ditemukan 1 kasus diabetes, cedera trauma, dan cedera non-trauma.

Kondisi lingkungan pascabencana banjir, seperti kelembapan tinggi, keterbatasan sanitasi, dan aktivitas pembersihan rumah, menjadi faktor risiko utama munculnya gangguan pernapasan dan keluhan muskuloskeletal yang banyak ditemukan pada warga Rantau Pauh.

Melalui layanan Mobile Clinic Home Care, Universitas Muhammadiyah Mataram menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan medis jangka pendek, tetapi juga pada upaya pencegahan perburukan penyakit serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Laporan Hasil Kunjungan Mobile Clinic (Home Care) Tim Medis UMMAT di wilayah Rantau Pauh, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan aksi kemanusiaan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)

Trauma Healing Lewat Permainan Edukatif: Tim Medis UMMAT Hadirkan Edukasi PHBS dan Kesehatan Reproduksi bagi Ibu dan Anak Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Trauma Healing Lewat Permainan Edukatif: Tim Medis UMMAT Hadirkan Edukasi PHBS dan Kesehatan Reproduksi bagi Ibu dan Anak Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan Trauma Healing melalui Permainan Edukatif yang terintegrasi dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan reproduksi ibu dan anak bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama 14 hari, mulai 18 hingga 31 Desember 2025, dengan sasaran utama kelompok rentan, khususnya anak-anak, balita, dan ibu.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di tiga titik lokasi, yakni pada hari pertama di Desa Benua, Kecamatan Rantau, dengan total 76 peserta yang terdiri atas 46 balita dan anak-anak serta 30 ibu-ibu. Hari kedua dilaksanakan di Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, dengan jumlah 60 peserta, terdiri dari 30 balita dan anak-anak serta 30 ibu-ibu. Selanjutnya, pada hari ketiga kegiatan dipusatkan di Posko Banjir RS Pertamina, Kecamatan Rantau, dengan total 80 peserta, yang terdiri atas 40 balita dan anak-anak serta 40 ibu-ibu.

Dalam pelaksanaannya, Tim Medis UMMAT tidak hanya memberikan edukasi kesehatan dasar, tetapi juga menaruh perhatian serius pada pemulihan psikososial anak pascabencana. Anak-anak dan balita diajak mengikuti berbagai permainan edukatif interaktif yang dirancang secara khusus untuk menciptakan suasana yang aman, menyenangkan, dan penuh kehangatan. Pendekatan ini bertujuan membantu anak mengurangi rasa takut, kecemasan, serta tekanan emosional akibat pengalaman traumatis selama bencana banjir.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap proses trauma healing, anak-anak dan balita diberikan paket susu serta permainan edukatif, yang tidak hanya berfungsi sebagai bantuan logistik, tetapi juga sebagai media stimulasi tumbuh kembang dan pemulihan emosional. Sementara itu, para ibu menerima paket MP-ASI serta hygiene kit yang berisi kebutuhan dasar, seperti tisu basah, hand sanitizer, pembalut, dan perlengkapan kebersihan lainnya, guna mendukung kesehatan keluarga selama masa tanggap darurat.

Salah satu narasumber kegiatan, Ni Wayan Ari Adiputri, M.Kes., menegaskan bahwa edukasi gizi tetap menjadi aspek fundamental meskipun masyarakat berada dalam kondisi pascabencana. “Pelaksanaan sosialisasi MP-ASI pada ibu bayi dan balita diharapkan dapat membantu para ibu tetap menjaga asupan makanan anak-anak mereka dengan memperhatikan porsi serta kualitas gizi yang baik, meskipun masih berada dalam situasi darurat pascabencana,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Mardiyah WD, M.Kes., menyampaikan bahwa trauma healing berbasis permainan edukatif merupakan pendekatan strategis dalam pemulihan kondisi psikologis anak dan balita terdampak banjir. “Anak-anak dan balita merupakan kelompok paling rentan mengalami trauma pascabencana. Melalui permainan edukatif, mereka diajak kembali merasakan suasana aman, bahagia, dan nyaman. Aktivitas bermain ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana penting untuk menurunkan kecemasan, memulihkan emosi, serta mendukung tumbuh kembang anak di tengah kondisi darurat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa respon positif anak-anak, seperti tertawa, berinteraksi aktif, dan berani mengekspresikan diri selama kegiatan berlangsung, menjadi indikator awal keberhasilan proses pemulihan psikososial. “Ketika anak sudah mampu bermain dan berinteraksi secara aktif, itu menandakan proses trauma healing mulai berjalan. Oleh karena itu, pendekatan ini sangat penting untuk terus diintegrasikan dalam setiap respon kebencanaan, khususnya bagi kelompok anak dan balita,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Tim Medis UMMAT berharap dapat berkontribusi tidak hanya dalam pemulihan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional masyarakat terdampak banjir, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Mataram dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat yang holistik, humanis, dan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.

Sebagai penutup, UMMAT menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan program ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan aksi kemanusiaan serta penguatan peran strategis perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)

https://guyhoquet-immobilier-serezindurhone.com/
https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://xanaxmeds.com/about-us/
slot 4d
pg toto
toto4d
toto4d
toto4d
Angkatoto
https://www.diniyyah.ac.id/
https://www.teambuilding-srbija.com/upit/