Mahasiswa Internasional UMMAT kunjungan ke Institusi Pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima
Bima — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan penguatan wawasan global generasi muda. Pada Senin, 12 Januari 2026, UMMAT melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) memimpin rangkaian kunjungan mahasiswa internasional ke sejumlah institusi pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya UMMAT yang menyasar SMA Negeri 1 Kota Bima, SMA KAE Woha, ASI Bima, serta Kampus STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima. Rangkaian kunjungan tersebut menjadi ruang strategis bagi terbangunnya interaksi lintas budaya antara mahasiswa internasional, mahasiswa lokal, dan pelajar sekolah menengah.
Melalui dialog, diskusi ringan, dan perjumpaan langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara, para peserta diajak untuk memperluas cara pandang, membangun global mindset, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk bermimpi serta berkiprah di tingkat global. Kegiatan ini juga memperkenalkan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional.
Kolaborasi antara UMMAT dan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menjadi wujud konkret peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan. Mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal tidak hanya berbagi pengalaman akademik dan kebudayaan, tetapi juga membangun jejaring peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan saling menghargai.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi strategis UMMAT dalam memperluas jejaring global dan kontribusi sosial melalui pendidikan. “Kegiatan ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan yang kami bangun secara berkelanjutan. UMMAT berupaya menjembatani peradaban, memperkuat persahabatan global, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa kepada generasi muda, khususnya di daerah,” ujar Asbah.
Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional di Bima diharapkan mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa setempat untuk berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional, sekaligus menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas global.
Rangkaian kunjungan ini dijadwalkan akan ditutup dengan silaturahmi di kediaman Wali Kota Bima, sebagai simbol penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. (HUMAS UMMAT)
Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan layanan Mobile Clinic berbasis Home Care pascabencana banjir di Dusun Jawa, Desa/Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Bencana, yang bertujuan memulihkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.
Pelayanan kesehatan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan fokus menjangkau kelompok rentan yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti lansia, pasien dengan penyakit kronis, anak-anak, serta warga yang masih mengalami dampak fisik pascabencana.
Pendekatan home care dipilih sebagai strategi pelayanan adaptif pascabencana, di mana kondisi lingkungan dan akses fasilitas kesehatan belum sepenuhnya pulih. Melalui kunjungan rumah, Tim Medis UMMAT dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien secara lebih komprehensif dan personal.
Sebanyak 43 pasien berhasil dilayani dalam kegiatan ini, dengan sebaran usia meliputi kelompok usia produktif 19–59 tahun sebanyak 22 orang, lansia di atas 59 tahun sebanyak 13 orang, anak usia 5–18 tahun sebanyak 5 orang, serta balita di bawah 5 tahun sebanyak 3 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa dampak kesehatan pascabencana banjir dirasakan oleh seluruh kelompok usia masyarakat.
Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keluhan terbanyak berupa cephalgia, myalgia, dan vertigo sebanyak 16 kasus, disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 15 kasus. Selain itu, Tim Medis UMMAT juga menangani penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan riwayat stroke sebanyak 9 kasus, dispepsia sebanyak 5 kasus, penyakit kulit sebanyak 3 kasus, serta diare akut sebanyak 2 kasus. Sementara itu, masing-masing ditemukan 1 kasus diabetes, cedera trauma, dan cedera non-trauma.
Kondisi lingkungan pascabencana banjir, seperti kelembapan tinggi, keterbatasan sanitasi, dan aktivitas pembersihan rumah, menjadi faktor risiko utama munculnya gangguan pernapasan dan keluhan muskuloskeletal yang banyak ditemukan pada warga Rantau Pauh.
Melalui layanan Mobile Clinic Home Care, Universitas Muhammadiyah Mataram menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan medis jangka pendek, tetapi juga pada upaya pencegahan perburukan penyakit serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Laporan Hasil Kunjungan Mobile Clinic (Home Care) Tim Medis UMMAT di wilayah Rantau Pauh, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan aksi kemanusiaan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan pencapaian strategi dalam penguatan kualitas akademik dengan resmi menambah satu orang Guru Besar , yakni Prof. Dr. Hijril Ismail, M.Pd., Bi. pada bidang Reading in English Language Teaching (ELT). Pengangkatan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 44690/KTP.KP/2025.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru Besar dilakukan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST, MT, bertempat di Ruang Temu Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, pada Senin (29/12/2025).
Kegiatan penyerahan SK ini dihadiri oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, didampingi Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, MP. Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen UMMAT dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen dan memperkuat reputasi institusi di tingkat regional maupun nasional.
Rektor UMMAT menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian akademik yang diraih oleh Prof. Hijril Ismail. Menurutnya, bertambahnya guru besar merupakan indikator penting kemajuan perguruan tinggi dalam menjalankan caturdarma, khususnya pada pengembangan keilmuan dan riset.
“Kami merasa bangga atas pencapaian ini. Semoga kehadiran guru besar baru dapat memperkuat kontribusi akademik, meningkatkan kualitas riset dan pembelajaran, serta semakin mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Mataram,” ujar Drs. Abdul Wahab, MA.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa peran guru besar sangat strategis dalam mendorong produktivitas penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, serta pengembangan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., mengapresiasi konsistensi UMMAT dalam mendorong dosen mencapai jabatan fungsional tertinggi. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan kontribusi keilmuan.
Penambahan guru besar ini semakin memperkokoh posisi Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi. UMMAT terus berkomitmen mendukung peningkatan jabatan fungsional dosen sebagai bagian dari strategi penguatan mutu pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat. (HUMAS UMMAT)
Denpasar, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Pada ajang LLDIKTI AWARD 2025 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VIII, UMMAT sukses meraih empat kategori penghargaan sekaligus, sebuah capaian yang menegaskan kemajuan signifikan kampus ini dalam mutu akademik, tata kelola, dan kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Penganugerahan yang berlangsung pada 11 Desember 2025 di Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Marwadewa, Denpasar itu dihadiri pimpinan perguruan tinggi dari wilayah Bali dan NTB.
LLDIKTI AWARD merupakan ajang bergengsi yang memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi atas upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan, penguatan akreditasi, riset, serta pelaksanaan program strategis kementerian. Tahun ini, UMMAT tampil menonjol melalui empat penghargaan utama. Salah satunya adalah Kategori Terbaik 1 Persentase Program Studi dengan Akreditasi Unggul Terbanyak di NTB, yang menunjukkan keberhasilan UMMAT dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta penguatan fasilitas pembelajaran.
UMMAT juga meraih Kategori Terbaik 3 Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan (Multi Tahun). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan UMMAT mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat, termasuk penguatan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat desa, dan pendampingan kewirausahaan. Selain itu, UMMAT memperoleh Kategori Terbaik 2 Perguruan Tinggi dengan Pemenang Terbanyak dalam PKM 8 Bidang Tahun 2025, yang mencerminkan tumbuhnya budaya inovasi dan kreativitas mahasiswa melalui pembinaan intensif serta dukungan sivitas akademika.
Penghargaan keempat adalah Kategori Terbaik 3 dalam Fasilitasi Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Kegiatan Kementerian dan LLDIKTI VIII di Wilayah NTB, menegaskan bahwa UMMAT bukan hanya berkembang secara internal, tetapi juga berperan aktif memberikan dukungan kelembagaan melalui penyediaan fasilitas dan berbagai sarana bagi kegiatan kementerian maupun LLDIKTI.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut serta memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika. “Alhamdulillah, empat penghargaan ini adalah bukti kesungguhan UMMAT dalam melakukan transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Prestasi ini tidak hadir secara instan, tetapi melalui kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh elemen kampus. Kami sangat berterima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh pemangku kebijakan yang terus berkontribusi memajukan UMMAT,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi kuat bagi UMMAT untuk terus meningkatkan mutu melalui inovasi, riset, dan penguatan akreditasi, serta memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat. “Ke depan, UMMAT akan terus memperkokoh tata kelola akademik, memperbanyak program unggulan, dan memperluas kerja sama dengan pemerintah, industri, serta lembaga nasional dan internasional. Kami ingin memastikan bahwa UMMAT menjadi kampus yang adaptif, responsif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (PM) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) melalui Badan Standarisasi, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) bekerja sama dengan Al Wasath Institute, pada Sabtu (1/11/2025) di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kampus UMMAT.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh ratusan guru SMA/SMK sederajat dari seluruh Pulau Lombok. Mereka hadir dengan semangat tinggi untuk memperdalam pemahaman tentang konsep Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan baru dalam menciptakan proses belajar yang lebih reflektif, humanis, dan berkesadaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, didampingi Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., serta didampingi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTB dan Kementerian Agama Kota Mataram.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, M.A. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemendikdasmen yang telah memilih UMMAT sebagai mitra penyelenggara kegiatan penting ini. “Kami menyambut dengan hangat kehadiran para guru hebat dari seluruh Pulau Lombok di kampus UMMAT. Sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas guru sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dengan pendekatan yang bermakna dan berkesadaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMMAT terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. “Sebagai kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, UMMAT akan terus menjadi ruang penguatan profesionalisme guru dan pengembangan pendidikan yang berkarakter,” tambahnya.
Dokumentasi Sambutan Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA.
Adapun narasumber utama dalam kegiatan ini antara lain Toni Toharudin (Kepala BSKAP Kemendikdasmen), Intan Dwi Hastuti (Dosen PGSD UMMAT), dan Faozan Amar (Direktur Eksekutif Al Wasath Institute).
Dalam paparannya, Toni Toharudin menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan respon Kemendikdasmen terhadap tantangan pendidikan masa kini, seperti cepatnya perubahan zaman, tantangan digitalisasi, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. “Pembelajaran Mendalam bukan pengganti kurikulum, tetapi pendekatan yang memperkuat pelaksanaan kurikulum agar lebih bermakna, menggembirakan, dan berkesadaran. Guru diharapkan mampu membangun suasana belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kolaborasi, serta nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Intan Dwi Hastuti, sebagai akademisi UMMAT, menekankan pentingnya memuliakan manusia dalam setiap proses belajar. “Prinsip utama Pembelajaran Mendalam adalah menghormati potensi peserta didik. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penuntun yang membantu siswa menemukan jati dirinya,” ungkapnya.
Sedangkan Faozan Amar menyoroti tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam, terutama dari aspek internal seperti kurangnya refleksi diri dan inovasi dalam mengajar. “Guru perlu terus beradaptasi dan berinovasi agar pembelajaran tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi menjadi proses hidup yang menggugah kesadaran peserta didik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua strategi besar untuk mendukung transformasi guru, yaitu peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan karier, serta peningkatan kesejahteraan melalui program seperti tunjangan profesi, bantuan subsidi upah (BSU), dan insentif bagi guru non-ASN.
“Jika kedua strategi ini berjalan optimal, Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara luas dan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pendidikan nasional,” tutupnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menjadi wadah bagi para guru untuk berdiskusi, berlatih refleksi, dan memperkuat jejaring profesional. Di akhir kegiatan, peserta diajak menyusun rancangan penerapan Pembelajaran Mendalam sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. (HUMAS UMMAT)
Dokumentasi Prosesi Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025
Mataram, Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di Lapangan Utama UMMAT pada Senin (28/10/2025). Dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, kolaborasi, dan pengabdian generasi muda demi kemajuan bangsa Indonesia.
Upacara ini diikuti oleh seluruh civitas akademika UMMAT, Kepala dan jajaran LLDikti Wilayah VIII, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas dan organisasi kemahasiswaan. Bendera Merah Putih berkibar megah diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh seluruh peserta, menciptakan suasana nasionalisme yang membara di pagi hari tersebut.
Dalam amanatnya, Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., M.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UMMAT atas fasilitasi dan dukungannya sebagai tuan rumah pelaksanaan upacara Sumpah Pemuda yang tahun ini dipusatkan di NTB. “Kami sampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram atas fasilitasinya. Upacara Sumpah Pemuda 2025 ini khusus dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat dan terpusat di UMMAT sebagai bentuk kolaborasi antara LLDikti Wilayah VIII dan perguruan tinggi di daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, I Nyoman Bagus menegaskan bahwa LLDikti Wilayah VIII berkomitmen memperkuat sinergi antarperguruan tinggi di Bali dan NTB tanpa adanya perbedaan atau perlakuan khusus. “Bali dan NTB itu sama, tidak ada anak emas dan tidak ada anak perak. Semua mendapat perhatian yang sama. Kami juga terus mendorong para dosen, baik ASN maupun non-ASN penerima sertifikasi dosen, untuk segera memproses kenaikan jabatan dan pangkat agar kinerja akademik semakin optimal,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, LLDikti Wilayah VIII akan terus menjadwalkan kegiatan apel bersama di berbagai kampus di NTB untuk mempererat silaturahmi antarpendidik dan tenaga kependidikan. “Tujuannya agar kita bisa saling bertatap muka, tidak hanya saling mengenal nama lewat pesan singkat. Dengan semangat Melati Putus Melayani Sepenuh Hati, Kuat dan Tulus kami akan terus hadir dan mendampingi perguruan tinggi di wilayah kerja kami,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dibacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang menggelorakan semangat perjuangan dan nasionalisme di kalangan generasi muda oleh Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII.
Dengan semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” UMMAT bersama LLDikti Wilayah VIII berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 menjadi momentum mempertebal rasa nasionalisme, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan semangat gotong royong untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan dan berdaya saing global. (HUMAS UMMAT)