UMMAT Salurkan Bantuan Sembako sebagai Wujud Syukur Milad ke-45

UMMAT Salurkan Bantuan Sembako sebagai Wujud Syukur Milad ke-45

Mataram, 27 Juni 2025 – Dalam semangat milad ke-45, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan melalui kegiatan pembagian bantuan sosial kepada sekitar masyarakat kampus. Sebanyak 150 paket sembako disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti pedagang kecil, janda lanjut usia, dan keluarga kurang mampu, dan anak yatim di lingkungan sekitar kampus.

Kegiatan sosial ini berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman dan menjadi bagian dari rangkaian acara Milad ke-45 yang diselenggarakan sepanjang bulan Juni. Suasana penuh kehangatan dan rasa syukur terasa menyelimuti proses pembagian, yang tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat jalinan hubungan antara UMMAT dengan masyarakat lokal.

“Bantuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi merupakan bentuk pengertian dan penghargaan kami kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan UMMAT. Kami tumbuh bersama mereka, dan sudah sepatutnya kami berbagi dalam momen syukur seperti ini,” ujar Habiburrahman, M.Pd (Ketua Baitul Mal UMMAT).

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi program tahunan semata, tetapi merupakan implementasi dari nilai-nilai luhur Muhammadiyah, khususnya prinsip amar ma’ruf nahi mungkar yang mendorong insan kampus untuk senantiasa menebar kebaikan di tengah masyarakat.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., yang turut hadir dan menyaksikan pembagian bantuan, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi sosial ini merupakan wujud nyata kontribusi UMMAT dalam menciptakan kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peka dan responsif terhadap kebutuhan sosial di sekitarnya.

“Milad UMMAT ke-45 menjadi momentum penting bagi kita semua untuk kembali meneguhkan peran universitas dalam kehidupan sosial masyarakat. Pendidikan tidak hanya soal intelektual, tetapi juga bagaimana kita membentuk insan-insan yang peduli dan memberi manfaat bagi sesama,” tegas Rektor.

Kegiatan ini pun menjadi refleksi bahwa keberadaan UMMAT selama 45 tahun terakhir telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Mataram dan NTB pada umumnya. Tidak hanya membentuk insan akademis, UMMAT terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan melalui berbagai program kemasyarakatan.

Dengan tema milad tahun ini “Semangat Baru, Menuju Unggul”, UMMAT terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga konsisten menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberpihakan pada masyarakat kecil. Kegiatan pembagian sembako ini menjadi bukti bahwa nilai Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah terus diaktualisasikan dalam tindakan nyata. (HUMAS UMMAT)

Presiden Gen Z, Rian Fahardhi, Kobarkan Semangat Mahasiswa di Puncak UMMAT EXPO 2025

Presiden Gen Z, Rian Fahardhi, Kobarkan Semangat Mahasiswa di Puncak UMMAT EXPO 2025

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), menunjukkan komitmen dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman, khususnya di era globalisasi dan persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Mahasiswa UMMAT Expo #2, yang menjadi ajang pamer karya, unjuk inovasi, sekaligus ruang belajar berwirausaha bagi mahasiswa lintas fakultas.

Puncak acara expo yang digelar di halaman Kampus UMMAT pada Kamis (19/6/2025) sore kemarin terasa istimewa dengan hadirnya Rian Fahardhi, influencer muda yang kini dikenal luas sebagai “Presiden Gen Z”. Sosok Rian menjadi magnet tersendiri, menarik ratusan mahasiswa UMMAT untuk hadir langsung dalam Interactive Talkshow bertema “Peran Gen Z Menghadapi Tantangan Global”.

Dalam talkshow interaktifnya, Rian Fahardhi membagikan pengalaman pribadi, kisah jatuh bangun membangun komunitas Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air, hingga tips praktis untuk tetap relevan di era digital. Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk berani tampil, menjadi kreator, dan menjadi pembeda.

“Kita ini generasi yang paling banyak jumlahnya. Tapi apa kita punya dampak? Generasi muda harus jadi sumber solusi. Suara kalian punya nilai. Jangan hanya diam, jadilah penggerak perubahan di mana pun kalian berada”, tegas Rian diiringi tepuk tangan meriah para mahasiswa.

Lebih dari sekadar motivasi, Rian juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengasah kreativitas melalui berbagai platform. “Gunakan media sosial bukan hanya untuk konsumsi hiburan. Kalian bisa belajar, berkarya, membangun portofolio, bahkan membangun usaha dari situ. Temukan panggungmu sendiri!”tambahnya memacu semangat peserta.

Keseruan puncak expo pun makin terasa dengan berbagai agenda pendukung, di antaranya pembagian doorprize untuk peserta yang beruntung, serta pengumuman stan terbaik hasil penilaian panitia selama tiga hari.

Adapun hasil pengumuman juara stan terbaik Mahasiswa Ummat Expo #2 adalah sebagai berikut: Juara 1 diraih oleh S1 Prodi Tambang,  dengan inovasi teknologi penambangan ramah lingkungan. Juara 2 diraih oleh Podcash KPI, stan kreatif dari mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan konsep podcast live. Juara 3 diraih oleh Fakultas Pertanian  yang  menampilkan beragam produk pertanian organik hasil riset mahasiswa. Juara Favorit diraih oleh Detoks Drink Fakultas Ilmu Kesehatan, minuman herbal modern hasil kreasi mahasiswa FIK yang laris manis dipesan pengunjung.

Ketua Panitia, Drs. Amil, MM., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya expo kedua ini. “Antusiasme mahasiswa luar biasa, melebihi ekspektasi kami. Expo ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi laboratorium mini bagi mahasiswa untuk belajar berjualan, negosiasi, membangun jejaring bisnis, serta menumbuhkan mental wirausaha sejak di bangku kuliah. Harapan kami, semangat berwirausaha ini terus terjaga meski expo sudah selesai”,  ujarnya.

Amil juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, terutama Bank Indonesia yang berperan sebagai platinum sponsor dengan kontribusi sebesar Rp25 juta. Tidak ketinggalan sponsor lain seperti Bank NTB Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, BTN Syariah, PELINDO, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan QRIS, yang turut membantu suksesnya gelaran Mahasiswa Ummat Expo #2.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, MP., yang hadir mewakili Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., mengungkapkan rasa bangga dan harapannya kepada para mahasiswa.

“Alhamdulillah, Mahasiswa Ummat Expo #2 berjalan lancar dan penuh makna. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki semangat dan potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Apalagi ditambah dengan motivasi langsung dari ‘Presiden Gen Z’ kita hari ini, semoga semakin membakar semangat berprestasi dan berwirausaha”,  ungkapnya.

Di akhir sambutan, Asmawati turut menegaskan kembali kutipan pesan Rian Fahardhi: “Pintar saja tidak cukup. Harus mampu menyampaikan gagasan, bersosialisasi, dan menjalin relasi. Jangan pernah takut mencoba, jangan mudah putus asa, dan terus belajar di mana pun kalian berada”.

Dengan berakhirnya Mahasiswa Ummat Expo #2, Universitas Muhammadiyah Mataram berharap momentum ini menjadi tonggak baru lahirnya entrepreneur muda yang berdaya saing, inovatif, dan siap menaklukkan tantangan global. (HUMAS UMMAT)

Wujudkan Mahasiswa Pancasilais Di Tengah Disrupsi Digital: HMPS PPKn UMMAT Hadirkan Sekolah Pancasila

Wujudkan Mahasiswa Pancasilais Di Tengah Disrupsi Digital: HMPS PPKn UMMAT Hadirkan Sekolah Pancasila

Mataram – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPS PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menyelenggarakan kegiatan “Sekolah Pancasila” selama dua hari, yakni 31 Mei hingga 1 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kwarcab Kota Mataram dan dilanjutkan dengan kegiatan lapangan di Hutan Kota Mataram.

Dengan mengusung tema “Aktualisasi Nilai Pancasila dalam Era Digital: Mahasiswa Berkarya, Bangsa Berjaya”, kegiatan ini menjadi ruang reflektif dan edukatif bagi 40 mahasiswa Program Studi PPKn FKIP UMMAT. Sekolah Pancasila bertujuan menanamkan kembali semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah tantangan era digital, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Ketua HMPS PPKn, Sumiati, menegaskan bahwa Sekolah Pancasila adalah langkah strategis mahasiswa dalam membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi etis dan moral. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pancasila bukan sekadar teks pembukaan UUD, tetapi prinsip hidup yang membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan,” jelasnya.

Beragam materi inspiratif disampaikan selama kegiatan, di antaranya: Sejarah dan Filosofi Pancasila, Politik dan Hak Asasi Manusia (HAM), Pelatihan Administrasi dan Pembuatan Surat-Menyurat, Kerangka Berpikir Ilmiah, Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi, Kesetaraan Gender, sertaIdentitas dan Gerakan Mahasiswa di Era Digital.

Para narasumber berasal dari kalangan akademisi, dosen PPKn, dan aktivis muda yang kompeten dalam isu kebangsaan, sosial politik, dan penguatan karakter. Fokus utama materi adalah bagaimana mahasiswa dapat menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam menjawab tantangan global seperti disrupsi teknologi, polarisasi politik, dan ketimpangan sosial.

Pada hari kedua, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, peserta melanjutkan kegiatan di Hutan Kota Mataram. Suasana alami dimanfaatkan untuk diskusi reflektif, praktik kepemimpinan, dan kerja kelompok. Di akhir sesi, peserta mempresentasikan action plan sebagai bentuk konkret aktualisasi nilai Pancasila, di antaranya program literasi Pancasila, kampanye anti-diskriminasi, pelatihan administrasi desa, hingga advokasi kepemimpinan yang inklusif.

Ketua Program Studi PPKn, Isnaini, S.Pd., M.H., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut Sekolah Pancasila sebagai program unggulan yang harus terus dilestarikan. “Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan kebangsaan, tetapi juga mengasah kecerdasan emosional, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan sosial mahasiswa. Di era AI, mahasiswa harus tetap menjadi manusia yang menjunjung nilai, etika, dan integritas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., Si., mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif dan semangat kolaborasi mahasiswa.

“Sekolah Pancasila ini membuktikan bahwa mahasiswa FKIP UMMAT tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan dan kemanusiaan yang tinggi. Ini adalah bentuk nyata pendidikan karakter yang selama ini kami perjuangkan”, tuturnya.

Melalui kegiatan Sekolah Pancasila ini, mahasiswa PPKn diharapkan tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu menjadikannya pedoman dalam berpikir, berkarya, dan bertindak. Nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan diharapkan terus hidup dan membumi dalam praktik kehidupan mahasiswa.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang mampu menggantikan banyak fungsi intelektual manusia, karakter berbasis nilai Pancasila menjadi pilar utama dalam mempertahankan kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab kolektif sebagai warga negara. (HUMAS UMMAT)

Sinergi Seni dan Nilai Pancasila, UKM Musik UMMAT Raih Juara Nasional Musikalisasi Puisi

Sinergi Seni dan Nilai Pancasila, UKM Musik UMMAT Raih Juara Nasional Musikalisasi Puisi

Mataram – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menorehkan tinta emas dengan meraih Juara Harapan II dalam ajang bergengsi Lomba Musikalisasi Puisi Mahasiswa dan Pelajar Tingkat Nasional 2025, yang digelar oleh Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah di seluruh Indonesia.

Dalam lomba ini, UKM Musik UMMAT menampilkan puisi legendaris karya Taufik Ismail berjudul “Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini”, yang diaransemen ulang dalam bentuk musik rock yang energik dan penuh semangat. Aransemen tersebut menjadi simbol semangat pemuda dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Penampilan UKM Musik tidak hanya menyuguhkan komposisi musik yang apik, tetapi juga melibatkan unsur teatrikal dengan menggandeng satu anggota Teater Sasentra UMMAT sebagai pembaca puisi yang tampil langsung di atas panggung pada malam final, 3 Juni 2025.

Kolaborasi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang memukau, menggabungkan kekuatan kata dan harmoni musik dalam satu panggung ekspresi yang penuh makna. Perpaduan antara sastra dan musik dalam penampilan tersebut memberikan kesan mendalam bagi dewan juri maupun penonton yang hadir di auditorium UNTIDAR.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan dosen pendamping, Linda Ayu Darmurtika, S.S., M.Si., yang turut mendampingi proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa dan menekankan pentingnya seni sebagai media yang sarat nilai edukatif. “Musik bukan sekadar alunan melodi yang singgah sesaat di pendengaran, melainkan sarana menyampaikan nilai dan pesan dengan cara yang elegan. Musikalisasi puisi adalah ruang ekspresi yang kaya akan nilai literasi, budaya, bahkan moralitas”, jelasnya.

Linda juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang latihan, diskusi intens, dan eksplorasi kreatif yang dilakukan mahasiswa dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Wakil Rektor III UMMAT bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian luar biasa yang diraih UKM Musik dalam ajang nasional tersebut. “Saya merasa sangat bangga dan terharu atas capaian yang diraih oleh UKM Musik UMMAT dalam ajang Lomba Musikalisasi Puisi Nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat berkesenian mahasiswa kita terus tumbuh dan berkembang secara positif”, tuturnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin menambahkan bahwa kegiatan seni seperti musikalisasi puisi bukan hanya wadah ekspresi estetika, melainkan juga merupakan media penting dalam penguatan karakter, kerja tim, dan kecintaan terhadap budaya literasi.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim UKM Musik yang telah bekerja keras, berlatih dengan penuh dedikasi, dan mampu mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Harapan saya, capaian ini tidak berhenti di sini. Semoga UKM Musik terus konsisten berproses, menciptakan karya-karya yang bermakna, dan menjadi inspirasi bagi UKM lain di lingkungan UMMAT,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak universitas senantiasa mendukung seluruh aktivitas positif mahasiswa baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari komitmen membina generasi unggul yang berakhlak dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua UKM Musik UMMAT, Lalu Razanov atau akrab disapa Gibol, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya atas raihan timnya. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas raihan ini. Semua ini adalah hasil kerja keras tim, dukungan dari universitas, serta doa dari seluruh civitas akademika UMMAT”, ujarnya penuh semangat.

Gibol juga menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari perjuangan UKM Musik UMMAT dalam menapaki kancah seni nasional dan bahkan internasional. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan kami. Kami akan terus belajar dan mengembangkan diri, serta berkomitmen mengharumkan nama UMMAT di tingkat nasional bahkan internasional”, pungkasnya.

Melalui prestasi ini, UKM Musik UMMAT berharap dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam bidang seni dan budaya. UMMAT pun berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu lahirnya karya-karya mahasiswa yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

Semangat berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama kampus menjadi komitmen yang terus digaungkan oleh seluruh anggota UKM Musik, sebagai wujud nyata peran aktif mahasiswa dalam mewujudkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan cinta tanah air. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Gaet Pemikir Dunia Arab Prof. Mariam Ahmad, Bicara Islam dan Peradaban Masa Depan

UMMAT Gaet Pemikir Dunia Arab Prof. Mariam Ahmad, Bicara Islam dan Peradaban Masa Depan

Mataram, Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Kerjasama, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran institusi pendidikan tinggi sebagai pusat transformasi intelektual dan spiritual umat. Salah satu wujud komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Internasional yang menghadirkan tokoh dunia Islam, Prof. Dr. Mariam Ahmad, dosen senior Universitas Ibn Tofail, Kerajaan Maroko, sekaligus Presiden Asosiasi Suster Maroko-Indonesia dan Kepala Pusat Penelitian dan Kajian Independen.

Bertempat di Aula H. Anwar Ikraman UMMAT pada Rabu siang, 28 Mei 2025, kegiatan ini mengangkat tema sentral “Islam dan  Peradaban Dunia”, sebuah topik yang dinilai sangat penting dan relevan dalam menghadapi dinamika global dan tantangan umat Islam dewasa ini.

Dalam sambutannya yang penuh kehangatan dan makna, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Prof. Mariam di tengah-tengah keluarga besar UMMAT. “Merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami menyambut kehadiran salah satu tokoh pemikir dan ilmuwan terkemuka di dunia Arab dan Islam, Yang Mulia Prof. Dr. Maryam Ahmad, yang sedang melakukan kunjungan ke Indonesia pada hari-hari yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya tema kuliah umum yang diangkat. “Tema ini sangat dibutuhkan oleh umat, karena memadukan antara orisinalitas agama dengan visi masa depan, antara prinsip wahyu dan dinamika realitas. Kehadiran beliau di tengah-tengah kita adalah berkah, sumber ilmu, dan inspirasi.” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. “Kegiatan ini luar biasa. Kita berhasil mendatangkan Profesor dunia dari Maroko yang pemikirannya telah dikenal luas di dunia Islam, terutama terkait dengan peradaban,” tuturnya.

Menurut beliau, kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperluas wawasan sivitas akademika, memperkuat jaringan internasional kampus, sekaligus menjadi refleksi nyata dari nilai-nilai Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah. “Islam yang berperadaban akan muncul jika kita menyeimbangkan antara semangat belajar, pengembangan akhlak, dan keterbukaan terhadap ilmu,” tambahnya.

Dalam pemaparannya yang disampaikan secara langsung dalam bahasa Arab, Prof. Dr. Mariam Ahmad mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali peran Islam dalam membangun peradaban yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga basis peradaban yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, etika, dan kemanusiaan. Masa depan peradaban Islam terletak pada kemampuan umat untuk bersinergi antara teks dan konteks, antara nilai wahyu dan kebutuhan zaman,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban Islam yang inklusif dan berkeadilan. “Perempuan Muslim harus menjadi pilar perubahan, bukan hanya di ruang domestik, tetapi juga di ranah intelektual dan kepemimpinan sosial,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi di lingkungan UMMAT. Mereka terlihat antusias menyimak setiap paparan yang disampaikan oleh Prof. Mariam. Sesi tanya jawab berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan kritis dan reflektif dari mahasiswa mengenai masa depan Islam di tengah tantangan globalisasi, teknologi, dan budaya.

Kehadiran Prof. Dr. Mariam Ahmad juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara UMMAT dan Universitas Ibn Tofail Maroko, khususnya dalam bidang penelitian, pertukaran pelajar, serta pengembangan kajian Islam dan studi peradaban.

Melalui kegiatan ini, UMMAT berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai universitas yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi poros pemikiran Islam berkemajuan di Indonesia Timur.

“Kuliah tamu ini bukan hanya pertemuan akademik, tetapi juga adalah perjumpaan nilai dan visi tentang masa depan Islam. Semoga acara ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar dalam membangun peradaban yang mencerahkan umat dan dunia,” pungkas Drs. Abdul Wahab, MA. (HUMAS UMMAT)

Metamorfosa Panggung: UKM Sasentra UMMAT Sukses Gelar Pekan Teater Pelajar Se-NTB ke-4, Libatkan 23 Sekolah dari Berbagai Daerah

Metamorfosa Panggung: UKM Sasentra UMMAT Sukses Gelar Pekan Teater Pelajar Se-NTB ke-4, Libatkan 23 Sekolah dari Berbagai Daerah

Mataram – Gedung Tertutup Taman Budaya NTB selama sepekan penuh berubah menjadi ruang pertunjukan yang penuh semangat, tawa, air mata, dan refleksi mendalam dalam gelaran Pekan Teater Pelajar (PTP) Se-Nusa Tenggara Barat (NTB) ke-4 Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan penuh dedikasi, mengusung tema besar “Metamorfosa Panggung” sebagai simbol transformasi kreativitas generasi muda NTB melalui seni teater.

Diselenggarakan pada tanggal 19–25 Mei 2025, kegiatan ini tak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi medium edukasi dan ekspresi pelajar dari seluruh penjuru NTB. Sebanyak 25 sekolah awalnya mendaftar, namun karena berbagai kendala teknis, dua sekolah mengundurkan diri. Pada saat pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh 23 sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di NTB seperti Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Dompu.

Ketua Panitia, Zulhan Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tetapi ruang belajar bersama untuk seluruh pelajar NTB. “Pekan teater ini adalah rumah bagi gagasan, kritik sosial, hingga keresahan para pelajar yang dituangkan secara kreatif lewat monolog dan drama. Ini lebih dari sekadar kompetisi; ini adalah panggung metamorfosa untuk mengenali jati diri, berekspresi, dan menyuarakan realita yang mereka alami,” ujar Zulhan.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap antusiasme peserta, semangat kolaborasi, serta kerja keras seluruh panitia dari UKM Sasentra UMMAT yang tanpa lelah menghidupkan kegiatan ini dari perencanaan hingga hari penutupan.

Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta tampil membawakan karya dengan tema-tema yang kuat dan menggugah, mulai dari ketidakadilan sosial, perjuangan perempuan, hingga konflik batin manusia. Setiap pertunjukan menjadi ruang bagi para pelajar untuk menyuarakan isi hati mereka.

Penampilan dalam kategori monolog dan drama tak hanya dinilai dari segi akting, tetapi juga kedalaman pesan, penghayatan naskah, tata artistik, serta kekuatan olah vokal dan tubuh.

Dalam kategori Monolog, SMAN 1 Sumbawa keluar sebagai juara pertama lewat penampilan memukau berjudul “Si Jalang yang Bersumrah Serapah dalam 3 Babar”. Disusul oleh SMAN 1 Narmada dengan “Marsinah Menggugat”, dan SMAN 2 Mataram melalui “Asomatognosis”. Tiga penghargaan juara harapan diraih oleh MA Mu’allimat NWDI Pancor dengan “Perempuan Obrak-Abrik”, SMAN Islam Al Muslimun dengan “Topeng”, serta SMAN 1 Gangga lewat “Dawang Dawang”.

Sementara itu, dalam kategori Drama, SMAN 1 Gangga berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh SMAN 1 Woja sebagai juara kedua, dan SMKN 3 Mataram sebagai juara ketiga. Juara harapan diraih oleh SMAN 1 Narmada dan SMAN 2 Mataram yang juga tampil dengan kualitas pertunjukan yang memikat.

Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III UMMAT,  Dr. Erwin, M.Pd., yang secara langsung hadir dan menyampaikan sambutannya saat acara. “Saya merasa bangga dan terharu melihat semangat para pelajar yang tampil luar biasa di panggung ini. UKM Sasentra telah memberi kontribusi besar dalam membangun karakter generasi muda NTB lewat panggung teater,” ucap Dr. Erwin.

Ia juga menekankan pentingnya ruang seni dalam dunia pendidikan tinggi. “Seni adalah jantung perubahan. Lewat teater, para pelajar belajar empati, keberanian, berpikir kritis, dan bekerja kolektif. Kampus akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini karena ia menyatukan semangat intelektual dan budaya,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Zulhan Maulana menyampaikan pesan yang menyentuh hati kepada para peserta dan mahasiswa. “Tetaplah percaya pada dirimu sendiri. Jangan biarkan argumen liar dari orang lain menjatuhkanmu. Jadikan teater sebagai wadah untuk terus bersuara. Dan untuk kampus, harapan kami semoga kami selalu diberi ruang dan dukungan untuk kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini. Karena dari panggung ini, mimpi besar bisa lahir dan tumbuh”, pesannya.

Pekan Teater Pelajar Se-NTB ke-4 telah usai, namun gema semangatnya masih terasa. Raut bangga para peserta, tawa para penonton, dan kerja keras panitia menjadi bukti bahwa panggung teater bukan hanya milik seniman, tetapi milik semua yang ingin berbicara, berubah, dan bermetamorfosa. (HUMAS UMMAT)