Mataram, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir di Kantor Lurah Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram pada 18 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Kelurahan Bertais dengan melibatkan seluruh dosen Prodi Teknik Sipil UMMAT.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya mitigasi bencana banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat banjir dapat diminimalisir.
Lurah Bertais menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan penyuluhan mitigasi banjir ini. Harapan kami, kolaborasi semacam ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya terkait mitigasi kebencanaan, tetapi juga perencanaan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan di wilayah kami,”ujarnya.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil UMMAT, Ir. Adryan Fitrayudha, S.T., M.T., IPM., menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.
Ir. Adryan Fitrayudha juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga langkah awal dari kerja sama yang berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat Kota Mataram, khususnya di Kelurahan Bertais, dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana banjir yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai awal kolaborasi berkelanjutan antara Prodi Teknik Sipil UMMAT dengan masyarakat dalam berbagai program pengabdian,” ungkapnya.
Sesi penyampaian materi menghadirkan dua narasumber utama. Pertama, Bapak Adiman Fariyadin, S.T., M.T., dosen Teknik Sipil UMMAT, yang memaparkan materi tentang Mitigasi Bencana dengan menekankan pentingnya perencanaan tata ruang dan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko banjir. Narasumber kedua adalah Bapak Musyawir, S.Pd., perwakilan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yang menyampaikan materi mengenai Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi bencana banjir melalui langkah-langkah praktis dan berbasis komunitas.
“Secara umum, kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kesinambungan program penyuluhan dan memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat terus diaplikasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari”, tutup Kaprodi Teknik Sipil UMMAT. (HUMAS UMMAT)
Mataram,Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (FH UMMAT) menyelenggarakan Rapat Penyusunan Program Kerja Tahun 2025–2026 pada Jumat (19/9/2025) di Gedung Fakultas Hukum UMMAT Lantai 1. Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi kedua organisasi mahasiswa dalam merumuskan arah dan langkah kerja yang lebih terstruktur, visioner, serta bermanfaat bagi seluruh civitas akademika Fakultas Hukum.
Rapat penyusunan program kerja ini bertujuan untuk merancang kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan internal mahasiswa, tetapi juga mengakomodasi pengembangan akademik, minat dan bakat, serta kepedulian sosial. Dengan demikian, program kerja yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab tantangan aktual mahasiswa hukum sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi fakultas yang berlandaskan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
Selain sebagai forum perencanaan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi BEM dan DPM untuk membangun koordinasi yang solid, memperkuat sinergi, dan meneguhkan komitmen dalam mengemban amanah organisasi kemahasiswaan. Kolaborasi kedua lembaga ini dianggap penting agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat nyata, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Wakil Dekan II Fakultas Hukum UMMAT, Anies Prima Dewi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif BEM dan DPM yang berupaya menyusun program kerja secara terarah. “Saya menyambut baik pelaksanaan Rapat Penyusunan Program Kerja BEM dan DPM Fakultas Hukum UMMAT Tahun 2025–2026. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir gagasan-gagasan kreatif dan program yang bermanfaat bagi mahasiswa, fakultas, maupun masyarakat. Saya juga menekankan pentingnya sinergi, komitmen, dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan roda organisasi, sehingga BEM dan DPM mampu menjadi wadah aspirasi, pengembangan diri, serta teladan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah dan visi Fakultas Hukum UMMAT,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BEM FH UMMAT, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan program-program yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang disusun bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas mahasiswa hukum UMMAT. Fokus kami adalah pengembangan akademik, peningkatan soft skill, serta kegiatan sosial yang memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan dukungan fakultas dan sinergi bersama DPM, kami optimis program-program ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Ketua DPM FH UMMAT menambahkan bahwa peran DPM sebagai lembaga legislatif mahasiswa adalah memastikan setiap program kerja memiliki arah yang jelas dan sesuai dengan aspirasi mahasiswa. “DPM memiliki tugas mengawal, mengawasi, sekaligus memastikan bahwa program kerja yang dirancang BEM sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Rapat ini merupakan bentuk komitmen kita bersama agar aspirasi mahasiswa hukum benar-benar terakomodasi. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjaga sehingga BEM dan DPM bisa menjadi mitra strategis dalam pembangunan fakultas dan peningkatan kualitas mahasiswa,” jelasnya.
Rapat penyusunan program kerja yang berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan ini menghasilkan beberapa gagasan awal yang diarahkan pada penguatan kegiatan akademik, pengembangan minat dan bakat mahasiswa, serta program sosial kemasyarakatan. Beberapa program prioritas yang tengah dibahas meliputi seminar hukum nasional, pelatihan kepemimpinan mahasiswa, pengabdian masyarakat berbasis hukum, hingga kegiatan seni dan olahraga sebagai wadah bakat mahasiswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa organisasi mahasiswa di FH UMMAT senantiasa berupaya menghadirkan kontribusi positif, tidak hanya di ranah internal fakultas tetapi juga dalam konteks yang lebih luas. Dengan adanya program kerja yang terencana dengan baik, BEM dan DPM diharapkan mampu menjadi motor penggerak mahasiswa hukum UMMAT dalam menciptakan generasi yang kritis, berintegritas, serta berkarakter Islami sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah. (HUMAS UMMAT)
Mataram,Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Bagian Pengembangan Karir, Inkubasi Bisnis, dan Tracer Study Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan unggul dengan menggelar kegiatan Pembekalan Soft Skill bagi calon wisudawan periode September 2025. Acara berlangsung meriah di Auditorium H. Anwar Ikraman pada 22 September 2025, dihadiri oleh 884 peserta yang tercatat berdasarkan daftar hadir.
Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis UMMAT dalam membekali mahasiswa menjelang kelulusan, dengan tujuan agar mereka tidak hanya berbekal kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan non-akademik yang dibutuhkan di dunia kerja maupun studi lanjut. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.
Kepala Bagian Pengembangan Karir, Inkubasi Bisnis, dan Tracer Study sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Hamdi, S.H., LL.M., menegaskan bahwa pembekalan ini merupakan bentuk keseriusan UMMAT dalam mendampingi mahasiswa hingga mereka benar-benar siap memasuki dunia profesional.
“Inti dari kegiatan ini adalah menyiapkan lulusan UMMAT agar mampu bersaing di dunia kerja, industri, maupun dunia usaha. Selain itu, kami juga ingin memastikan para lulusan memiliki kesiapan untuk meraih beasiswa studi lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. Komitmen UMMAT adalah mendampingi mahasiswa sampai mereka menemukan dunia kerja atau melanjutkan studi, sehingga mereka tidak berjalan sendiri setelah wisuda,” jelas Hamdi.
Hamdi juga menambahkan bahwa pembekalan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata UMMAT dalam mendukung visi universitas sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Imamul Wathoni, M.Ag., dari MataGaruda, memberikan pemaparan tentang peluang Beasiswa LPDP. Sementara itu, narasumber kedua, M. Anang Yusron, S.Psi., dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, membawakan materi bertajuk Persiapan Memasuki Dunia Kerja dan Layanan Informasi Pasar Kerja.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., turut memberikan arahannya dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa pembekalan soft skill merupakan bagian integral dari rangkaian prosesi wisuda, sekaligus wujud kepedulian universitas terhadap masa depan lulusannya.
“In syaa Allah, wisuda akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 24 dan 25 September 2025. Saya berharap pembekalan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh calon wisudawan, karena ilmu yang didapat hari ini akan menjadi bekal penting untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik dalam karier, studi lanjut, maupun dunia usaha,” ungkap Rektor.
Beliau juga menegaskan bahwa UMMAT tidak hanya melepas mahasiswa sebagai alumni, tetapi terus memberikan pendampingan melalui berbagai program pengembangan karir, inkubasi bisnis, hingga jejaring alumni yang kuat.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, panitia mengimbau seluruh peserta untuk tetap bergabung dalam grup komunikasi yang telah dibuat. Grup ini akan menjadi wadah informasi penting terkait pendampingan siap kerja, informasi beasiswa, lowongan kerja, job fair, hingga kegiatan temu alumni. Dengan demikian, UMMAT memastikan lulusannya tidak berjalan sendiri, melainkan tetap dalam lingkaran ekosistem yang mendukung pengembangan karir mereka.
Kegiatan pembekalan ini semakin memperkuat citra UMMAT sebagai kampus islami yang tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga memberikan perhatian serius pada pengembangan karir mahasiswa. Dengan bekal akademik dan soft skill yang seimbang, lulusan UMMAT diharapkan mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. (HUMAS UMMAT)
Mataram,Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Peran Konsep Dasar Matematika di Beberapa Aplikasi.” Acara ini terlaksana atas kerjasama dengan Departemen Matematika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Program Studi Matematika FMIPA Universitas Mataram (Unram).
Kegiatan yang digelar di Aula Utama FKIP UMMAT pada Sabtu (20/9/2025) ini diikuti oleh para guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika SMA Kota Mataram. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarperguruan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kompetensi guru dalam memahami serta mengajarkan konsep dasar matematika secara lebih aplikatif.
Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si. menegaskan pentingnya kemitraan antarperguruan tinggi untuk kemajuan pendidikan di NTB. “FKIP khususnya Program Studi Pendidikan Matematika berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama dengan kampus-kampus ternama seperti UGM dan Unram. Kegiatan pelatihan dan seminar seperti ini menjadi langkah strategis untuk memajukan pendidikan, sekaligus memberikan ruang bagi guru-guru di Kota Mataram dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka,” ungkapnya.
Sebagai bentuk implementasi dari kerjasama tersebut, kegiatan PkM menghadirkan enam narasumber utama yang memiliki kompetensi di bidangnya, yaitu: Dr. Indarsih, M.Si. (UGM), Prof. Dr. Fajar Adi K., M.Si. (UGM), Prof. Dr. rer. nat. Indah Emilia W., M.Si. (UGM), Dr. Dwi Ertianingsih, M.Si. (UGM), Dr. I Gede Aditya Wisnu W. (Unram), dan Dr. Yunita Septiana Anwar, M.Sc. (UMMAT).
Para pemateri menyajikan topik yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif, mulai dari penerapan konsep dasar matematika dalam riset sains, teknologi, hingga kehidupan sehari-hari. Sesi presentasi berlangsung interaktif, diwarnai dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi langsung dengan para narasumber.
Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Abdillah, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan berlanjut dalam berbagai bentuk kerjasama yang lebih luas. “Kami berharap melalui kegiatan ini terjalin kolaborasi yang lebih kuat antar institusi pendidikan matematika di Indonesia. Seminar ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan peserta tentang implementasi matematika dalam berbagai bidang serta memperkuat peran matematika sebagai ilmu dasar yang aplikatif dalam mendukung kemajuan masyarakat dan dunia pendidikan,” ujarnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram,Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bekerja sama dengan DAIICHI Group menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Teknis Persiapan Peserta Magang Kerja dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang pada Rabu (13/9/2025), bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh alumni dan calon lulusan dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Teknik, yaitu Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), Sistem & Teknologi Informasi (STI), serta S1 dan D3 Teknik Pertambangan.
Acara ini menjadi salah satu upaya nyata Fakultas Teknik UMMAT dalam memperluas akses lapangan kerja internasional bagi para alumninya. Dalam sambutannya, Dekan FATEK UMMAT, Dr. Ir. Aji Syailendra Ubaidillah, S.T., M.Sc, menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab fakultas dalam memastikan lulusan memiliki peluang kerja yang lebih luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan alumni dengan peluang kerja yang lebih luas, khususnya di Jepang. Fakultas Teknik UMMAT tidak hanya berorientasi pada proses belajar di kelas, tetapi juga berupaya menghadirkan akses kerja yang relevan dengan keahlian lulusan. Kerja sama ini kami pandang sebagai langkah awal hilirisasi pendidikan, sehingga alumni dapat langsung merasakan manfaat nyata setelah menempuh studi di UMMAT,” ungkap Dekan FATEK.
Berbeda dengan seminar pada umumnya, sosialisasi ini dikemas dalam bentuk diskusi interaktif. Alumni yang hadir berperan aktif sebagai penanya, sementara pihak DAIICHI Group memberikan jawaban dan penjelasan secara detail terkait tahapan persiapan yang harus ditempuh sebelum berangkat ke Jepang. Metode ini dipilih agar informasi yang disampaikan lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan nyata peserta.
Dalam kesempatan tersebut, terdapat dua pemateri utama yang menyampaikan materi teknis terkait Pertama, Persiapan Awal dipaparkan oleh Bapak Jalal (Perwakilan DAIICHI Group). Beliau menekankan bahwa keberhasilan bekerja di Jepang sangat ditentukan oleh (1) kesiapan dasar yang meliputi: Bahasa Jepang: Penguasaan bahasa Jepang menjadi syarat utama baik dalam proses rekrutmen maupun saat adaptasi kerja, Skill Teknis: Alumni lulusan sarjana teknik dianggap telah memiliki keterampilan teknis yang memadai, sehingga yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan komunikasi dan kedisiplinan kerja, serta Tes Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan sebelum keberangkatan sebagai bagian dari persyaratan administrasi yang tidak bisa ditawar.
Kedua, Jaminan Pembiayaan disampaikan oleh Bapak Sukri, yang menjelaskan mengenai aspek pendukung bagi calon pekerja. DAIICHI Group telah menjalin kerja sama dengan Bank NTB Syariah untuk memfasilitasi kebutuhan pembiayaan. Dengan skema pembiayaan berbasis syariah, alumni yang berangkat ke Jepang akan mendapatkan jaminan keamanan dan kepastian dalam proses pendanaan.
“Kami ingin memastikan bahwa kendala pembiayaan tidak menjadi penghalang bagi alumni UMMAT yang ingin bekerja di Jepang. Melalui kolaborasi dengan Bank NTB Syariah, proses pendanaan dapat dilakukan dengan sistem syariah yang lebih aman, transparan, dan sesuai dengan prinsip keuangan Islam,” jelas Sukri.
Wakil Dekan III FATEK UMMAT, Agus Kurniawan, S.Ip., M.Eng., menambahkan bahwa Kerja sama ini kami harapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan hilirisasi pendidikan. Tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga membuka pintu bagi alumni untuk berkiprah lebih luas di dunia kerja, khususnya di Jepang. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen UMMAT dalam menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan sejarah baru dengan menggelar Yudisium Periode September 2025. Bertempat di Hotel Aston Inn Mataram , kegiatan ini menjadi momen sakral bagi para lulusan yang secara resmi dikukuhkan sebagai sarjana dan ahli madya baru. Total 147 lulusan dari lima program studi berhasil menyelesaikan masa studinya dan siap melangkah menuju fase baru dalam kehidupan profesional maupun sosial kemasyarakatan.
Acara yudisium yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, mulai dari pimpinan Fakultas Teknik UMMAT, Ketua Program Studi, serta para dosen. Hadir pula jajaran pimpinan universitas, antara lain Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Sekretaris Rektor I dan II, serta sejumlah dekan dan direktur fakultas. Kehadiran para tamu undangan tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap perjalanan panjang Fakultas Teknik UMMAT dalam mencetak generasi unggul.
Dari total 147 lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 76 orang berasal dari Program Studi S1 Teknik Sipil, 26 orang dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), 15 orang dari Program Studi S1 Sistem & Teknologi Informasi (STI), 22 orang dari Program Studi S1 Teknik Pertambangan, serta 8 orang dari Program Studi D3 Teknik Pertambangan.
Mewakili para lulusan, Arselinus Aset, S.PWK., dari Program PWK, menyampaikan sambutan penuh makna. Dalam pidatonya, ia menekankan perjuangan panjang yang harus dilalui hingga akhirnya meraih gelar akademik. “Hari ini merupakan hari kemenangan hasil dan perjuangan panjang yang telah kita lalui, perjuangan tanpa kenal menyerah sehingga mengantarkan kita berdiri dengan bangga sebagai calon sarjana dan ahli madya Fakultas Teknik UMMAT,” ungkapnya penuh haru.
Lebih jauh, Arselinus juga berbagi pengalaman pribadinya yang sarat makna tentang keberagaman di lingkungan kampus Muhammadiyah. “Sebagai seorang penganut agama Kristen yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah, sejak awal saya merasakan hangatnya penerimaan dan keberagaman. Inilah bukti nyata bahwa UMMAT menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebersamaan,” tambahnya dengan suara bergetar.
Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. Aji Syailendra Ubaidillah, S.T., M.Sc., memberikan wejangan penting kepada para lulusan. Ia menekankan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan. “Selamat atas apa yang sudah dicapai. Ini bukan hanya pencapaian anda sendiri, melainkan juga hasil perjuangan bersama para dosen yang membimbing serta orang tua yang mendukung. Perlu diingat, ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari sesuatu yang baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya memiliki tekad dan semangat yang lebih kuat setelah masa studi.“Jika menurut anda 4–5 tahun sebelumnya sudah cukup rajin, maka mulai hari ini harus lebih rajin lagi. Peganglah motto enough is not enough. Hidup ini harus punya tujuan. Jangan terserah, jangan menyerah, tapi berserahlah setelah doa dan ikhtiar. Itulah makna tawakal,” pesan beliau dengan penuh penekanan.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMMAT, Drs. Abdurrahman, M.M., yang hadir mewakili Rektor, turut memberikan pesan yang penuh motivasi kepada para lulusan dengan mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka melalui usaha dan keimanan. Ayat ini adalah wujud dari semangat untuk membangun spirit menuju dunia yang baru,” jelasnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa kesuksesan tidak datang dengan sendirinya.
Dengan berakhirnya prosesi yudisium, 147 lulusan Fakultas Teknik UMMAT resmi menyandang gelar baru dan siap mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah ke tengah masyarakat. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara. (HUMAS UMMAT)