FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Berdaya Saing

FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Berdaya Saing

Penandatangan MoU Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., bersama Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I.

MATARAM – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram (FAI UMMAT) resmi menjalin kerja sama dengan Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., bersama Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I. Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif, di antaranya pelaksanaan joint research, penguatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perluasan program pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi FAI UMMAT menuju program studi yang unggul dan berdaya saing.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam akselerasi menuju program studi unggul, sekaligus menjadi ruang penyamaan visi dan misi antarperguruan tinggi Islam dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi Islam sangat dibutuhkan untuk memperkuat mutu akademik, memperluas jejaring kelembagaan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi Islam tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, riset, dan program pengabdian yang berdampak luas.

Kerja sama antara FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten ini direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan. Dalam rentang waktu tersebut, kedua institusi diharapkan dapat merealisasikan berbagai program akademik yang produktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan Islam kontemporer.

Dengan terjalinnya MoU ini, FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten diharapkan mampu memperkuat sinergi kelembagaan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Suasana pembukaan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 yang digelar oleh UKM Teater Sasentra UMMAT di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-NTB dalam mengembangkan bakat seni teater, karakter, dan budaya kolaborasi.

MATARAM — UKM Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang ekspresi dan kreativitas pelajar melalui penyelenggaraan Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini menjadi wadah pertemuan antara dunia pendidikan, seni budaya, pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta para pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat se-NTB. Melalui Pekan Teater Pelajar, para pelajar diberi ruang untuk menampilkan karya, mengasah keberanian, membangun kerja sama, serta mengekspresikan gagasan melalui seni pertunjukan.

Pembukaan PTP V Tahun 2026 turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT Dr. Erwin, M.Pd., Kepala Museum NTB Dr. Nur Alam, M.H. yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, perwakilan Kepala Taman Budaya NTB, Biro Kemahasiswaan UMMAT, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, ketua Ormawa, guru pembina, serta para pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, teater bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang mampu melatih keberanian, kepekaan sosial, empati, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.

“Teater mengajarkan banyak hal tentang kehidupan; tentang keberanian berbicara, kemampuan membaca realitas sosial, membangun empati, hingga belajar menghargai proses dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Dr. Erwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Dikpora NTB, dan Taman Budaya NTB yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan seni budaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kreativitas generasi muda di daerah.

Sambutan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.

Secara khusus, Dr. Erwin memberikan penghargaan kepada UKM Teater Sasentra UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi pelajar di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pelajar.

“Teater Sasentra telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya menyelenggarakan lomba, tetapi sedang membangun ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang ekspresi bagi generasi muda NTB,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan talenta muda membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri semakin diperkuat. Pengembangan talenta muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/mahasiswa-ummat-berprestasi-pratiwi-wulandari-raih-first-runner-up-putri-pendidikan-ntb-2026-2/

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Dr. Nur Alam, M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, menyampaikan bahwa kegiatan seni pelajar seperti Pekan Teater Pelajar memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan di daerah. Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan, media literasi budaya, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara UMMAT, komunitas seni, dan pemerintah daerah yang terus menghadirkan ruang kreatif bagi pelajar NTB. Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan ide, membaca realitas sosial, serta mengenal nilai-nilai budaya melalui karya seni.

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan teater, mengikuti apresiasi seni, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Sasentra UMMAT berharap Pekan Teater Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, penguatan kreativitas, serta pembentukan generasi muda NTB yang berani, kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap seni budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 mengikuti rangkaian kegiatan di Sembalun, 15–16 Mei 2026. Kegiatan yang digelar LP3IK UMMAT ini dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun

SEMBALUN— Udara sejuk Sembalun menjadi saksi semangat kader muda Muhammadiyah dalam mengikuti Kemah Dakwah Organisasi Otonom (ORTOM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-5. Kegiatan yang digelar pada 15–16 Mei 2026 ini menjadi ruang pembinaan kader yang tidak hanya menekankan penguatan ideologi, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan dakwah yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Transformasi Paham Teologis Menuju Gerakan Dakwah Berkemajuan yang Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan UMMAT, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menyampaikan bahwa Kemah Dakwah ORTOM tahun ini memiliki warna yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan kelima ini dirancang sebagai wadah pembinaan bagi kader baru ORTOM agar memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, serta kepedulian sosial yang kuat.

“Kemah Dakwah yang kelima ini berbeda dari sebelumnya. Peserta yang hadir merupakan kader baru dari HW, Tapak Suci, dan IMM. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak untuk memahami bahwa dakwah harus bergerak, menyentuh masyarakat, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa paham ketuhanan dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada ruang ibadah semata. Menurutnya, kekuatan hubungan manusia dengan Allah SWT harus tampak dalam kebaikan hubungan manusia dengan sesama.

Baca Juga https://ummat.ac.id/teguhkan-ideologi-kader-sebagai-penggerak-dakwah-kampus-lp3ik-ummat-gelar-baitul-arqam-ormawa/

Ia menjelaskan bahwa hablum minallah yang kokoh akan melahirkan hablum minannas yang kuat. Iman tidak cukup hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi harus tercermin dalam kepedulian, empati, dan aksi sosial yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Kalau kita senang mendapatkan sesuatu yang baik, maka kita juga harus memiliki semangat untuk memberikan kebaikan yang sama kepada orang lain,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga mengaitkan pesan tersebut dengan spirit Teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah sejak awal tidak hanya berbicara tentang penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga tentang pembelaan terhadap kaum lemah, kepedulian kepada masyarakat, serta keberanian menghadirkan solusi sosial.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, Kemah Dakwah ini menjadi ruang latihan bagi kader ORTOM untuk memahami bahwa dakwah harus turun ke masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari dakwah yang berdampak, kegiatan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46.

Baca Juga https://ummat.ac.id/sekretaris-pp-muhammadiyah-sekaligus-mendikdasmen-ri-resmikan-gedung-rs-ummat-pku-muhammadiyah-lombok-timur/

Rektor UMMAT, yang diwakili Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Kemah Dakwah ORTOM menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kader muda Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Menurutnya, ORTOM memiliki posisi strategis sebagai penggerak dakwah kampus. Melalui kegiatan seperti ini, kader mahasiswa diharapkan mampu memperkuat komitmen keislaman, memperluas wawasan kemuhammadiyahan, serta membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Kader ORTOM harus mampu menjadi teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain pembinaan ideologi dan aksi sosial, Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 juga menghadirkan lomba video kreatif sebagai ruang ekspresi dakwah digital mahasiswa. Melalui lomba ini, peserta didorong untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif, relevan, dan dekat dengan generasi muda.

Adapun pemenang lomba video kreatif yaitu Video Terbaik 1 diraih IMM Komisariat Ibnu Khaldun FISIPOL, Video Terbaik 2 diraih IMM Komisariat FKIP, dan Video Terbaik 3 diraih IMM Komisariat PUTM.

Melalui Kemah Dakwah ORTOM ke-5 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam membina kader yang berideologi kuat, berkarakter Islami, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah alam Sembalun, para kader tidak hanya belajar tentang dakwah, tetapi juga merasakan langsung makna dakwah sebagai gerakan yang menggembirakan, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)

Sekretaris PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen RI Resmikan Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur

Sekretaris PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen RI Resmikan Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur

Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Sikur, Ahad, 17 Mei 2026. Peresmian ini turut disaksikan Gubernur NTB, Ketua PWM NTB, Rektor UMMAT, serta tokoh Muhammadiyah Lotim.

Lombok Timur — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat resmi menghadirkan Gedung Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur sebagai ikhtiar besar memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Peresmian berlangsung pada Ahad, 17 Mei 2026, di Sikur, Lombok Timur.

Gedung rumah sakit tersebut diresmikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga merupakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Sc., Bupati Lombok Timur, Ketua PWM NTB Dr. H. Falahudin, M.Ag., jajaran PWM NTB, Rektor UMMAT, tokoh Muhammadiyah, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah se-NTB.

Kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi harapan baru bagi masyarakat Lombok Timur dan kawasan sekitarnya. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat, berkualitas, ramah, dan mudah diakses.

Lebih dari sekadar bangunan fisik, peresmian gedung rumah sakit ini menjadi simbol penguatan peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan. Melalui RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur, UMMAT dan Muhammadiyah NTB menegaskan komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan kesehatan.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit harus berjalan seiring dengan penguatan budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks, terutama pada generasi muda yang mulai menghadapi berbagai persoalan akibat pola hidup kurang sehat.

Ia menyoroti meningkatnya risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, gangguan penglihatan, hingga berbagai gangguan kesehatan lain yang dipengaruhi oleh minimnya aktivitas fisik dan penggunaan gawai secara berlebihan.

“Membangun masyarakat yang berbudaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar membangun rumah sakit. Karena itu, edukasi hidup sehat harus terus diperkuat,” ujarnya.

Prof. Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kata dia, terus mendorong berbagai program pembiasaan di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui gerakan Senam Anak Indonesia Hebat.

Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. menyampaikan sambutan dalam Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Sikur, Ahad, 17 Mei 2026.

Selain itu, Prof. Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah NTB dan UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan amal usaha untuk kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kualitas rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh sikap tenaga kesehatan dalam melayani pasien.

“Kunci layanan kesehatan adalah keramahan dan ketulusan dalam melayani masyarakat. Layani masyarakat dengan senyuman dan empati,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal., menyampaikan optimisme besar terhadap kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal sosial yang kuat berupa kepercayaan masyarakat, tradisi pengabdian, serta tata kelola organisasi yang konsisten.

Baca Juga https://ummat.ac.id/mahasiswa-ummat-berprestasi-pratiwi-wulandari-raih-first-runner-up-putri-pendidikan-ntb-2026-2/

Gubernur menilai rumah sakit Muhammadiyah selama ini memiliki karakter pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur diyakini akan memperkuat ekosistem layanan kesehatan di NTB, khususnya di Lombok Timur.

“Di mana pun rumah sakit Muhammadiyah hadir, selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kepercayaan itu harus terus dijaga dengan pelayanan yang baik, profesional, dan penuh empati,” tegasnya.

Ketua PWM NTB, Dr. H. Falahudin, M.Ag., menyampaikan bahwa peresmian RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah dalam bidang kesehatan. Menurutnya, rumah sakit ini lahir dari semangat kolektif persyarikatan untuk menghadirkan layanan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Rumah sakit ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk melayani umat dan bangsa. Kehadirannya bukan hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi media dakwah kemanusiaan yang menghadirkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan profesionalitas,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah NTB akan terus mendorong penguatan amal usaha di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dr. H. Falahudin berharap RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur dapat dikelola dengan amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat luas.

“Kami berharap rumah sakit ini menjadi amal usaha yang maju, dipercaya masyarakat, dan memberikan pelayanan terbaik. Semangatnya harus tetap sama, yaitu menolong, mencerahkan, dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kehadiran perwakilan Bupati Lombok Timur dalam peresmian ini menjadi penanda penting bahwa pembangunan layanan kesehatan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi sosial keagamaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Foto bersama Sekretaris PP Muhammadiyah, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, PWM NTB, UMMAT, dan tamu undangan usai Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan UMMAT dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, terutama bagi masyarakat di wilayah Lombok Timur dan daerah penyangga sekitarnya.

Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah NTB dalam memperluas amal usaha di bidang kesehatan. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan modern yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur diharapkan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi pusat edukasi kesehatan, pembiasaan hidup sehat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Lombok Timur, NTB, dan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)

Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus, LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa

Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus, LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa

Suasana pembukaan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Gedung BGTK NTB, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus BEM, DPM Fakultas, dan UKM sebagai upaya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembentukan kader Ormawa sebagai penggerak dakwah kampus UMMAT.

MATARAM Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.

Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT, meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah, serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.

“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.

“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga menekankan bahwa para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena dianggap belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka diberikan ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.

“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.

“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.

Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa UMMAT telah dibekali dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ditingkatkan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.

“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.

Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.

“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.

Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.

“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (HUMAS UMMAT)