Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Sikur, Ahad, 17 Mei 2026. Peresmian ini turut disaksikan Gubernur NTB, Ketua PWM NTB, Rektor UMMAT, serta tokoh Muhammadiyah Lotim.
Lombok Timur — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat resmi menghadirkan Gedung Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur sebagai ikhtiar besar memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Peresmian berlangsung pada Ahad, 17 Mei 2026, di Sikur, Lombok Timur.
Gedung rumah sakit tersebut diresmikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga merupakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Sc., Bupati Lombok Timur, Ketua PWM NTB Dr. H. Falahudin, M.Ag., jajaran PWM NTB, Rektor UMMAT, tokoh Muhammadiyah, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah se-NTB.
Kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi harapan baru bagi masyarakat Lombok Timur dan kawasan sekitarnya. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat, berkualitas, ramah, dan mudah diakses.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, peresmian gedung rumah sakit ini menjadi simbol penguatan peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan. Melalui RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur, UMMAT dan Muhammadiyah NTB menegaskan komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan kesehatan.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit harus berjalan seiring dengan penguatan budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks, terutama pada generasi muda yang mulai menghadapi berbagai persoalan akibat pola hidup kurang sehat.
Ia menyoroti meningkatnya risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, gangguan penglihatan, hingga berbagai gangguan kesehatan lain yang dipengaruhi oleh minimnya aktivitas fisik dan penggunaan gawai secara berlebihan.
“Membangun masyarakat yang berbudaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar membangun rumah sakit. Karena itu, edukasi hidup sehat harus terus diperkuat,” ujarnya.
Prof. Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kata dia, terus mendorong berbagai program pembiasaan di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui gerakan Senam Anak Indonesia Hebat.
Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. menyampaikan sambutan dalam Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Sikur, Ahad, 17 Mei 2026.
Selain itu, Prof. Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah NTB dan UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan amal usaha untuk kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kualitas rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh sikap tenaga kesehatan dalam melayani pasien.
“Kunci layanan kesehatan adalah keramahan dan ketulusan dalam melayani masyarakat. Layani masyarakat dengan senyuman dan empati,” pesannya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal., menyampaikan optimisme besar terhadap kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal sosial yang kuat berupa kepercayaan masyarakat, tradisi pengabdian, serta tata kelola organisasi yang konsisten.
Gubernur menilai rumah sakit Muhammadiyah selama ini memiliki karakter pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, kehadiran RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur diyakini akan memperkuat ekosistem layanan kesehatan di NTB, khususnya di Lombok Timur.
“Di mana pun rumah sakit Muhammadiyah hadir, selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kepercayaan itu harus terus dijaga dengan pelayanan yang baik, profesional, dan penuh empati,” tegasnya.
Ketua PWM NTB, Dr. H. Falahudin, M.Ag., menyampaikan bahwa peresmian RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah dalam bidang kesehatan. Menurutnya, rumah sakit ini lahir dari semangat kolektif persyarikatan untuk menghadirkan layanan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Rumah sakit ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk melayani umat dan bangsa. Kehadirannya bukan hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi media dakwah kemanusiaan yang menghadirkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan profesionalitas,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah NTB akan terus mendorong penguatan amal usaha di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dr. H. Falahudin berharap RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur dapat dikelola dengan amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat luas.
“Kami berharap rumah sakit ini menjadi amal usaha yang maju, dipercaya masyarakat, dan memberikan pelayanan terbaik. Semangatnya harus tetap sama, yaitu menolong, mencerahkan, dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kehadiran perwakilan Bupati Lombok Timur dalam peresmian ini menjadi penanda penting bahwa pembangunan layanan kesehatan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi sosial keagamaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Foto bersama Sekretaris PP Muhammadiyah, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, PWM NTB, UMMAT, dan tamu undangan usai Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur.
Pemerintah daerah diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan UMMAT dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, terutama bagi masyarakat di wilayah Lombok Timur dan daerah penyangga sekitarnya.
Peresmian Gedung RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah NTB dalam memperluas amal usaha di bidang kesehatan. Rumah sakit ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan modern yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur diharapkan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi pusat edukasi kesehatan, pembiasaan hidup sehat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Lombok Timur, NTB, dan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Suasana pembukaan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Gedung BGTK NTB, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus BEM, DPM Fakultas, dan UKM sebagai upaya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembentukan kader Ormawa sebagai penggerak dakwah kampus UMMAT.
MATARAM – Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.
Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT, meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah, serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.
“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.
“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.
Dr. Anugrah juga menekankan bahwa para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena dianggap belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka diberikan ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.
“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.
“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.
Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa UMMAT telah dibekali dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ditingkatkan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.
“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.
Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.
“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.
Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.
“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (HUMAS UMMAT)
Suasana pembukaan FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, 9 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia sebagai ajang adu gagasan, inovasi, dan penguatan budaya ilmiah mahasiswa.
MATARAM– Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menghadirkan ruang akademik berskala nasional melalui penyelenggaraan FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6. Kegiatan ini berlangsung pada 9–11 Mei 2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT dan diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia.
Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat budaya ilmiah, serta membangun jejaring akademik lintas kampus. Melalui kegiatan ini, FAPERTA UMMAT mendorong lahirnya ide-ide kreatif dan inovatif yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian, lingkungan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram bekerja sama dengan Sentosa Foundation serta Riset Inovasi, Sains dan Karya Ilmiah (RISKI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem akademik yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, M.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6 yang dinilai mampu menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, terutama dalam bidang penelitian, inovasi, dan penulisan ilmiah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir ide-ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa Indonesia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di bidang pertanian, lingkungan, dan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P., menyampaikan bahwa FAPERTA FAIR dan Lombok Essay Competition bukan sekadar kompetisi, melainkan forum akademik yang mempertemukan gagasan, kreativitas, dan semangat inovasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar FAPERTA UMMAT dalam membangun budaya akademik yang unggul, kolaboratif, dan kompetitif. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga dilatih untuk mampu menyampaikan pemikiran secara ilmiah, terstruktur, dan solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“FAPERTA FAIR dan Lombok Essay Competition menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat literasi ilmiah, serta membangun jejaring akademik lintas kampus. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang mampu melahirkan generasi muda inovatif,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian agenda, mulai dari presentasi karya esai, seminar ilmiah, diskusi akademik, hingga penganugerahan peserta terbaik. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide dan karya terbaiknya di hadapan dewan juri, sehingga kegiatan ini menjadi ruang adu gagasan yang sehat, produktif, dan inspiratif.
Antusiasme peserta dari berbagai kampus di Indonesia semakin memperkuat posisi FAPERTA FAIR 9 dan Lombok Essay Competition 6 sebagai salah satu ajang ilmiah mahasiswa berskala nasional yang bergengsi. Tidak hanya menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan jejaring antar mahasiswa.
Melalui suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram berharap FAPERTA FAIR dan Lombok Essay Competition dapat terus menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa Indonesia dalam melahirkan gagasan inovatif, memperkuat budaya riset, serta meningkatkan semangat literasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
FAPERTA UMMAT juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang mampu mendukung pengembangan kreativitas, penelitian, dan inovasi mahasiswa sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berdampak bagi bangsa. (HUMAS UMMAT)
Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melepas kontingen Tapak Suci yang akan berlaga pada The 1st Muhammadiyah Games 2026. Pelepasan dilaksanakan di Ruang Temu Rektor UMMAT, Selasa, 12 Mei 2026, dan dihadiri Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, official, serta empat atlet Tapak Suci UMMAT dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Para atlet siap bertanding pada cabang olahraga Pencak Silat dengan menjunjung sportivitas dan membawa nama baik UMMAT di tingkat nasional.
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) secara resmi melepas delegasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk mengikuti The 1st Muhammadiyah Games 2026, ajang olahraga nasional perdana yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pelepasan tersebut dilaksanakan di Ruang Temu Rektor UMMAT pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT, Wakil Rektor IV UMMAT, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, official, serta para peserta yang akan mewakili UMMAT pada ajang nasional tersebut.
The 1st Muhammadiyah Games 2026 berlangsung pada 12–23 Mei 2026 di tiga kota, yakni Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Ajang ini menjadi wadah pembinaan bakat atlet pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia melalui enam cabang olahraga, yaitu Pencak Silat, Panahan, Atletik, Bulu Tangkis, Tenis Meja, dan Bola Voli Indoor.
Pada ajang nasional tersebut, UMMAT mengirimkan empat mahasiswa atlet Tapak Suci dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) untuk mengikuti cabang olahraga Pencak Silat. Keempat mahasiswa tersebut adalah Jihadil Haq, Fajriansyah, Syahrul, dan Aidir Saputra. Mereka didampingi oleh official, Muhammad Fahmi Robbani, S.Kom., M.Sos.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa UMMAT dalam ajang nasional ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa, khususnya di bidang olahraga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Kompetisi memang bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi jangan sampai melakukan sesuatu secara berlebihan atau dipaksakan. Semua harus diukur sesuai kemampuan dan kesiapan diri,” ungkapnya.
Dr. Erwin juga berpesan agar para atlet menjaga kondisi fisik sebelum bertanding. Menurutnya, kesiapan mental harus diimbangi dengan kesehatan tubuh, pola makan yang baik, serta istirahat yang cukup.
“Sebelum tampil, pastikan kondisi fisik dalam keadaan fit dan sehat. Jaga pola makan, jaga stamina, dan tetap fokus. Kami menitipkan nama besar Universitas Muhammadiyah Mataram. Semoga kalian dapat memberikan yang terbaik untuk UMMAT,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa UMMAT akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa yang memiliki semangat berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
“Semoga pengalaman ini dapat ditularkan kepada generasi selanjutnya. Kami selalu mendukung mahasiswa untuk terus berprestasi. Semoga eksistensi Tapak Suci Muhammadiyah semakin maju dan memberi manfaat bagi persyarikatan, kampus, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi olahraga tidak hanya dimaknai sebagai ajang meraih prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah.
“Kegiatan ini dapat menjadi bagian dari ibadah ghairu mahdhah. Karena itu, luruskan niat bahwa kompetisi ini bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk membawa nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat dakwah Muhammadiyah,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada para atlet agar bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri, menjaga akhlak, serta membawa nama baik UMMAT selama berada di arena kompetisi.
Melalui keikutsertaan delegasi Tapak Suci dalam The 1st Muhammadiyah Games 2026, UMMAT berharap para mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat tradisi prestasi mahasiswa di tingkat nasional. (HUMAS UMMAT)
Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram, Pratiwi Wulandari, tampil anggun dalam ajang Putri Pendidikan NTB 2026. Pratiwi berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026, sekaligus membawa nama baik UMMAT di tingkat daerah.
MATARAM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Pratiwi Wulandari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMMAT semester 2, yang berhasil meraih gelar First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026.
Kegiatan Putri Pendidikan NTB 2026 berlangsung selama hampir satu bulan, sejak 15 April hingga 10 Mei 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi proses pendaftaran, seleksi, karantina, pembekalan, hingga grand final. Dalam proses tersebut, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari wawasan, kepribadian, kemampuan komunikasi, kepedulian terhadap pendidikan, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Pratiwi Wulandari menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pengembangan dirinya. Menurutnya, ajang Putri Pendidikan NTB 2026 memberikan banyak pelajaran tentang keberanian, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta pentingnya peran generasi muda dalam mendukung dunia pendidikan.
“Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang, berani mencoba hal baru, dan percaya pada potensi diri masing-masing. Saya juga berharap dapat membawa nama baik kampus serta memberikan dampak positif melalui pendidikan, prestasi, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” ungkap Pratiwi.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kaprodi PGSD FKIP UMMAT, Sukron Fujiaturrahman, M.Pd. Ia menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian yang diraih oleh mahasiswa PGSD FKIP UMMAT tersebut. Menurutnya, keberhasilan Pratiwi menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri, kecerdasan, kepribadian, dan kepedulian sosial.
“Dengan penuh rasa bangga dan syukur, kami mengucapkan selamat kepada saudari Pratiwi Wulandari, mahasiswa PGSD FKIP UMMAT, atas prestasi luar biasa sebagai First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri, kecerdasan, kepribadian, dan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukron menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Program Studi PGSD, FKIP, dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri, berani berkarya, serta aktif mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan positif.
“Sebagai Kaprodi PGSD, saya merasa sangat terharu dan bangga melihat semangat, kerja keras, dan dedikasi yang ditunjukkan. Keberhasilan ini membawa nama baik PGSD FKIP UMMAT sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkarya, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar Pratiwi menjadikan pencapaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, rendah hati, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, seorang mahasiswa calon pendidik perlu memiliki karakter yang kuat, mampu menjadi teladan, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai pendidikan.
“Jadikan pencapaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, rendah hati, dan mengembangkan potensi diri. Tetaplah menjadi pribadi yang menginspirasi, menjaga nilai-nilai pendidikan, serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda. Semoga prestasi ini membuka jalan menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan,” tutupnya.
Melalui prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berprestasi, berkarakter, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)