
Tim PKM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Peserta usai Sosialisasi Modul 'Ngaji Alam' dan Workhshop Pengelolahan Sampah Berbasis Mitigasi Bencana di TPQ Hidayatul Quran, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.
LOMBOK TIMUR — Tim Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memperkenalkan Modul “Ngaji Alam” melalui kegiatan sosialisasi dan workshop pengelolaan sampah berbasis mitigasi bencana di TPQ Hidayatul Qur’an, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun 2026 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mengangkat tema “Pemberdayaan Komunitas Guru Ngaji: Model Eko-Pesantren melalui Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Berbasis Integrasi Eko-Teologi dan Mitigasi Bencana di Pulau Lombok.”
Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas guru TPQ Hidayatul Qur’an, ibu-ibu PKK Kecamatan Sikur, serta orang tua dan wali santri mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sikur H. Sayuti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur Dr. H. Pathurrahman, M.Si., serta Pembina Yayasan Hidayatul Qur’an Sikur sekaligus Ketua PKK Kabupaten Lombok Timur, Hajjah Ro’yal Ain.
Kepala Desa Sikur, H. Sayuti, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan, pengelolaan sampah, dan mitigasi bencana sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat relevan dengan kondisi masyarakat. Persoalan sampah dan potensi bencana merupakan tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama. Saya berharap ilmu yang dibagikan dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat Desa Sikur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman, M.Si., menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ. Kami mengapresiasi inisiatif akademisi Universitas Muhammadiyah Mataram yang menggandeng komunitas guru ngaji melalui program yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput,” katanya.
Pembina Yayasan Hidayatul Qur’an Sikur, Hajjah Ro’yal Ain, juga menyatakan dukungannya terhadap penerapan Modul “Ngaji Alam”. Menurutnya, modul tersebut sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang selama ini ditanamkan kepada para santri.
“Yayasan sangat terbuka dan mendukung penuh program seperti ini. Modul ‘Ngaji Alam’ mengajarkan bahwa menjaga dan merawat alam merupakan bagian dari ibadah. Semoga pengetahuan yang diperoleh dapat terus diwariskan dan dipraktikkan di lingkungan pesantren, TPQ, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai hubungan Islam dan pelestarian lingkungan, mitigasi bencana banjir, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Peserta juga diajak memahami peran strategis guru ngaji dalam menanamkan karakter religius dan kepedulian ekologis kepada santri sejak usia dini.

Tim PKM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Peserta usai Sosialisasi Modul 'Ngaji Alam' dan Workhshop Pengelolahan Sampah Berbasis Mitigasi Bencana di TPQ Hidayatul Quran, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.
Selain menerima materi secara teoretis, peserta mengikuti sejumlah kegiatan praktik, seperti pembuatan lubang biopori, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, serta penggunaan teknologi tepat guna berupa drum stove untuk mengolah sampah rumah tangga yang tidak dapat didaur ulang.
Ketua Tim PKM UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan pelatihan. Tim PKM UMMAT akan melaksanakan pendampingan secara berkelanjutan kepada komunitas guru ngaji dan Yayasan Hidayatul Qur’an Sikur.
“Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan untuk membangun model eko-pesantren melalui pemberdayaan komunitas guru ngaji dalam pengelolaan sampah. Pemanfaatan teknologi tepat guna akan diintegrasikan dengan nilai-nilai eko-teologi dan mitigasi bencana melalui pendidikan Al-Qur’an yang tertuang dalam Modul ‘Ngaji Alam’,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat melahirkan santri dan komunitas guru ngaji yang memiliki karakter religius sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Tujuan akhirnya adalah terbentuknya karakter religius-ekologis pada santri dan komunitas guru ngaji di Lombok Timur, khususnya di Yayasan Hidayatul Qur’an Sikur. Guru ngaji diharapkan tidak hanya menjadi pengajar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi agen perubahan dan teladan dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM UMMAT menyerahkan tiga unit drum stove dan lima unit ember pengolahan sampah organik kepada Yayasan Hidayatul Qur’an Sikur. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan yayasan.
Melalui program “Ngaji Alam”, UMMAT terus memperkuat komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi upaya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pendidikan Al-Qur’an, pelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah masyarakat. (HUMAS UMMAT)