RAIH PRESTASI DENGAN REKOR DUA TAHUN BERTURUT-TURUT, UTARI ARDITA BAGI TIPS LOLOS PENDANAAN PPK ORMAWA

RAIH PRESTASI DENGAN REKOR DUA TAHUN BERTURUT-TURUT, UTARI ARDITA BAGI TIPS LOLOS PENDANAAN PPK ORMAWA

Mataram, Meraih pendanaan PPK ORMAWA bukanlah tugas yang mudah, terlebih untuk melakukannya dua tahun berturut-turut. Namun, Utari Ardita, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), berhasil membuktikan dirinya sebagai sosok inspiratif dengan pencapaian gemilang ini. Dalam sesi berbagi pengalaman, Utari membagikan tujuh langkah strategis yang dapat membantu mahasiswa lain untuk mengikuti jejaknya (02/01).

1. Cermati Panduan PPK ORMAWA yang Berlaku Setiap Tahun

Langkah pertama adalah memahami panduan resmi PPK ORMAWA yang diterbitkan setiap tahunnya. Menurut Utari, panduan tersebut adalah “peta jalan” yang akan membawa mahasiswa memahami kriteria seleksi, prioritas program, dan teknis penyusunan proposal.
“Saya selalu membaca panduan berkali-kali. Jangan sampai ada detail kecil yang terlewat, karena itu bisa memengaruhi kelolosan proposal kita,” ujar Utari.

2. Lakukan Survei dan Wawancara untuk Identifikasi Masalah

Keberhasilan program PPK ORMAWA sangat bergantung pada relevansi masalah yang diangkat. Oleh karena itu, survei dan wawancara langsung menjadi tahapan wajib yang harus dilakukan.
“Tahun lalu, tim saya mengidentifikasi masalah di Kabupaten Lombok Utara yang termasuk daerah 3T. Kami melakukan survei kepada warga dan wawancara dengan kepala desa serta kelompok masyarakat. Dari situ, kami menemukan bahwa minimnya edukasi menjadi akar permasalahan yang harus diselesaikan,” tuturnya.

3. Bentuk Tim yang Solid

Tim yang solid adalah fondasi utama keberhasilan program. Utari merekomendasikan memilih anggota dengan keahlian yang saling melengkapi. “Pastikan setiap anggota memiliki peran yang jelas, seperti bidang administrasi, teknis, dan komunikasi. Selain itu, komitmen dan tanggung jawab adalah hal utama yang saya cari saat membentuk tim,” jelasnya.

4. Buat Proposal yang Menarik dan Berdaya Tarik

Proposal adalah wajah dari program yang diusulkan. Utari menekankan pentingnya membuat proposal yang tidak hanya informatif tetapi juga kreatif. “Gunakan bahasa yang mudah dipahami, sertakan data pendukung, dan tambahkan visualisasi seperti infografik. Misalnya, tim saya tahun lalu menyajikan data hasil survei dalam bentuk diagram untuk memperkuat argumen,” ujarnya.

5. Rencanakan Kegiatan Secara Detail

Perencanaan kegiatan yang rinci menunjukkan kesiapan tim dalam melaksanakan program. Hal ini termasuk menyusun timeline, target, dan rincian anggaran. “Kami membuat jadwal harian untuk setiap aktivitas yang akan dilakukan, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas masing-masing tugas. Ini membantu menunjukkan kepada reviewer bahwa program kami sangat terencana,” ungkapnya.

6. Libatkan Stakeholder Lokal

Kolaborasi dengan stakeholder lokal menjadi nilai tambah dalam program. Utari menjelaskan bahwa melibatkan pemerintah desa, organisasi lokal, dan tokoh masyarakat dapat memberikan legitimasi dan dukungan yang besar. “Kami selalu berdiskusi dengan tokoh masyarakat untuk mendapatkan masukan. Bahkan, pada program tahun lalu, pemerintah desa memberikan dana pendamping untuk mendukung implementasi program,” katanya.

7. Presentasi dengan Percaya Diri

Tahap presentasi akhirnya menjadi penentu akhir dalam seleksi pembiayaan. Utari pentingnya latihan sebelum presentasi agar dapat menyampaikan ide dengan jelas dan percaya diri.
“Selain konten, cara menyampaikan juga sangat penting. Pastikan bahasa tubuh positif, nada bicara jelas, dan menunjukkan antusiasme. Tahun lalu, saya juga menggunakan slide presentasi yang sederhana namun menarik untuk memperkuat penyampaian,” ungkapnya.

Utari juga menyarankan mahasiswa untuk selalu aktif memantau informasi terkini dari kampus.
“PPK ORMAWA adalah salah satu dari sekian banyak program pendanaan yang ditawarkan. Mahasiswa perlu memanfaatkan kanal informasi resmi seperti website universitas, media sosial UMMAT, dan grup komunikasi fakultas untuk mengetahui peluang-peluang terbaru,” tambahnya.

UMMAT sendiri aktif memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang berminat mengikuti program pendanaan seperti PPK ORMAWA. Program ini didukung penuh oleh Direktorat Kemahasiswaan yang secara rutin mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis. Mahasiswa juga dapat mengikuti workshop penyusunan proposal yang diadakan oleh kampus setiap tahun.

“Keberhasilan saya adalah hasil dari bimbingan dan dukungan kampus. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing atau menghadiri acara-acara pelatihan yang diselenggarakan oleh kampus,” tutupnya (HUMAS UMMAT).

UMMAT MENJADI TUAN RUMAH KONGRES KE-3 ASOSIASI PERGURUAN TINGGI SWASTA ILMU PERTANIAN INDONESIA DAN SEMINAR NASIONAL TAHUN 2021

UMMAT MENJADI TUAN RUMAH KONGRES KE-3 ASOSIASI PERGURUAN TINGGI SWASTA ILMU PERTANIAN INDONESIA DAN SEMINAR NASIONAL TAHUN 2021

Mataram – Universitas Muhammadiyah Mataram dipercaya sebagai tuan rumah Kongres ke-3 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (APTSI-IPI) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional, pada Senin 6 Desember 2021 yang dilaksanakan di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur NTB yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Ketua APTSI-IPI, Rektor UMMAT, Dekan Fakultas Pertanian perguruan tinggi swasta se-Indonesia serta para peserta kongres dan seminar nasional yang berjumlah 114 orang yang berasal dari perguruan tinggi swasta dan negeri.

Adapun tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah Peran Perguruan Tinggi Swasta Pertanian dalam Menyediakan Sumber Daya Manusia, Unggul dan Kompetitif melalui Pengembangan Food Estate dan Agrowisata menuju Ketahanan Pangan. Dari tema tersebut bisa disimpulkan ini merupakan gawe besar secara nasional yang diadakan oleh APTSI-IPI.

“Kegiatan Food Estate telah dicanangkan dibeberapa provinsi oleh pemerintah pusat. Kemudian untuk agrowisatanya, hampir seluruh desa-desa yang ada di Indonesia telah dikembangkan menuju konsep lestari agrowisata. Sehingga ini yang melatar belakangi kami untuk mengambil tema tersebut pada kegiatan kongres ke-3 dan seminar nasional APTSI-IPI,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian UMMAT Budy Wiryono, SP., M.Si., selaku ketua panitia kegiatan tersebut.

Ia melanjutkan, kegiatan Kongres ke-3 APTSI-IPI sebelumnya telah dimulai sejak tanggal 1 Desember 2021 yaitu acara Pra-Kongres yang dilaksanakan secara zoom meeting atau daring. Dimana pada saat Pra-Kongres telah ditentukan beberapa calon ketua umum yang merupakan rekomendasi dari wilayah-wilayah yang terbagi dalam APTSI-IPI. Sedangkan untuk acara Kongres ke-3 dan Seminar Nasional akan dilaksanakan 2 hari pada tanggal 6 dan 7 Desember 2021.

“Dan hari ini saat acara kongres berlangsung juga akan diadakan pemilihan ketua umum APTSI-IPI yang baru untuk periode 2021-2023 dengan beberapa kandidat yang telah diusulkan pada saat Pra-Kongkres kemarin. Semoga dapat terpilih ketua APTSI-IPI yang visioner, yang bisa membawa APTSI-IPI berbicara didunia luar secara global,” ujarnya.

Terakhir Ia berharap semoga melalui Kongres dan Seminar ini bersama bisa memperoleh pengetahuan, wawasan untuk pengembangan diri dan institusi, sehingga dapat berkontribusi secara langsung bagi pembangunan pertanian secara global.

Selanjutnya hadir juga memberikan sambutan Rektor UMMAT Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., mengatakan tentang peran fakultas pertanian baik negeri maupun swasta, yang mana perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri.

“Kita banyak membaca jurnal dan tulisan tentang peran fakultas pertanian baik negeri maupun swasta, tetapi swasta banyak yang unggul dan melahirkan produk-produk dalam rangka pengembangan ilmu pertanian di Indonesia, sehingga patut diberikan support dan dukungan yang kuat agar Ilmu Pertanian tidak hanya didominasi oleh IPB yang terkenal menghasilkan ahli-ahli pertanian,” imbuhnya.

Ditambahkannya bahwa Perguruan Tinggi Swasta sekarang ini telah banyak menghasilkan produk-produk yang ahli dalam Ilmu Pertanian di Indonesia.

“Sehingga kita patut memberikan applause kepada Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (APTSI-IPI). Semoga melalui kegiatan ini bisa menghasilkan sesuatu yang bisa memberikan sumbangsih besar untuk pengembangan pertanian yang ada di NTB” harapnya.

Sambutan selanjutnya juga disampaikan oleh Ketua Umum APTS-IPI, Dr. Ir. David Hermawan, MP. IPM., Ia mengatakan  pertanian, peternakan dan perikanan adalah masa depan kita.

“Buat generasi muda milenial, pertanian, peternakan, dan perikanan adalah masa depan kita. Semoga apa yang dikaji dan diputuskan hari ini dalam kongres dan seminar bisa memberikan arahan kebiajakan dalam pembangunan pertanian nasional khususnya ketersediaan pangan nasional,” pungkasnya.

Mewakili Gubernur NTB dalam memberikan sambutan dan sebagai keynote speech yaitu Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan, H. Wirawan SS., M.Sc., dengan tema Kebijakan Penyediaan Sumber Daya Manusia Unggul dan Kompetitif melalui Pengembangan Food Estate dan Agrowisata menuju Ketahanan Pangan di NTB, sekaligus membuka pelaksanaan kongres dan seminar secara resmi. Seperti yang kita ketahui bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat strategis dalam menopang pertanian baik nasional maupun regional provinsi NTB.

“Secara langsung sektor pertanian memberikan kontribusi nomer dua terbesar dibawah industri pengolahan, yaitu 14,30% dari total PDRB. Sedangkan di Provinsi NTB sektor pertanian menduduki peringkat pertama yakni 23,39%, artinya pertanian di NTB memiliki peranan yang sangat strategis dalam menopang PDRB,” ujarnya.

Oleh karena itu berbagai strategi senantiasa dilakukan pemerintah dalam rangka memantapkan eksistensi sektor pertanian salah satunya adalah Food Estate lanjutnya.

Disisi lain pada saat seminar utama, Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasanul Qolbi berkesempatan memberikan materi yang berjudul Peluang dan Tantangan Pengembangan Food Estate dan Agrowisata di Indonesia menuju Ketahanan Pangan via Zoom Meeting yang diikuti oleh para peserta yang berasal dari perguruan tinggi swasta dan negeri yang ada di Indonesia.

Di akhir kegiatan dilakukan pemilihan Ketua Umum APTSI-IPI periode 2021 – 2023 sekaligus pengukuhan Pengurus APTSI-IPI Periode 2021- 2023.  (HUMAS UMMAT).

  • Angkatoto Angkatoto MMTOTO Angkatoto MMTOTO MMTOTO Starslot4D slot online bandar slot slot88 slot 4d bandar slot angkatoto airtoto4d airtoto4d slot 4d slot 4d mmtoto mmtoto