Mahasiswa KKN UMMAT bersama pemerintah desa dan pengurus Lembaga Desa Saro Lestari saat melakukan observasi potensi Mata Air Oi Saro di kawasan Hutan Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

BIMA– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Mataram (KKN UMMAT) Angkatan 40 Kelompok 7 melaksanakan observasi dan eksplorasi potensi Mata Air Oi Saro yang berada di kawasan Hutan Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengidentifikasi potensi desa yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pengembangan wisata edukasi berbasis alam.

Kepala Desa Oi Saro, Ridwan A., M.A., menyampaikan bahwa Mata Air Oi Saro merupakan salah satu potensi utama yang dimiliki desa. Selama ini, mata air tersebut telah dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih dan pengairan sawah, sehingga keberadaannya menjadi bagian penting dari kehidupan warga Desa Oi Saro.

Ridwan menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan Hutan Desa Oi Saro telah memiliki dasar hukum melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 13541 Tahun 2024 tentang pemberian persetujuan pengelolaan Hutan Desa kepada Lembaga Desa Saro Lestari. Kawasan tersebut memiliki luas kurang lebih 288 hektare dan berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Menurutnya, Hutan Desa Oi Saro memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi karena kondisi hutannya masih asri, alami, dan tetap terjaga oleh masyarakat. Keberadaan mata air menjadi daya tarik utama yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih besar apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Ridwan berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta instansi terkait dapat memberikan dukungan melalui program-program unggulan untuk pengembangan hutan desa beserta seluruh potensi yang dimilikinya.

“Yang paling penting, kami berharap Hutan Desa Oi Saro bisa terus dikembangkan. Oksigen yang dihasilkan hutan ini memiliki nilai yang sangat penting, terutama di tengah pemanasan global. Karena itu, kami berharap keberadaan hutan ini terus dijaga dan mendapat dukungan untuk dikembangkan,” ujar Ridwan.

Sementara itu, salah satu pengurus Lembaga Desa Saro Lestari, Rian, mengatakan bahwa kawasan Hutan Desa Oi Saro memiliki tiga mata air utama, yakni Dembe Po’on, Mata Air Muhammad, dan Mata Medu. Ketiga mata air tersebut menjadi sumber air bagi masyarakat sekaligus memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi.

Selain potensi mata air, kawasan Hutan Desa Oi Saro juga memiliki potensi madu hutan yang telah dikelola oleh kelompok tani setempat. Rian menjelaskan bahwa proses pengambilan madu dilakukan oleh warga yang memiliki keahlian khusus dengan menggunakan tali dan perlengkapan keselamatan, karena lokasi sarang lebah berada di tebing dan pepohonan yang tinggi.

Ia berharap Mata Air Oi Saro dapat dikenal lebih luas melalui dukungan pemerintah dan berbagai pihak, baik dalam pembangunan fasilitas, promosi, maupun pengembangan kawasan. Dengan demikian, potensi alam yang dimiliki Desa Oi Saro dapat memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan lingkungan bagi masyarakat.

Baca Juga: Expo KKN UMMAT 2025: Mahasiswa Wujudkan Teknologi Tepat Guna, Desa Tangguh Bencana, dan Kesehatan Masyarakat

Ketua KKN UMMAT Angkatan 40 Kelompok 7, Irfan, mengatakan hasil observasi menunjukkan bahwa Mata Air Oi Saro memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai wisata lokal maupun nasional. Menurutnya, kondisi hutan yang masih alami, melimpahnya sumber mata air, serta kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan menjadi keunggulan utama Desa Oi Saro.

“Kami melihat Mata Air Oi Saro bukan hanya sebagai sumber air bagi masyarakat, tetapi juga sebagai potensi wisata edukasi yang dapat memperkenalkan pentingnya menjaga hutan, mata air, dan lingkungan. Harapannya, kawasan ini dapat terus dikembangkan tanpa menghilangkan nilai kelestarian alamnya,” ungkap Irfan.

Irfan juga berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi Mata Air Oi Saro serta program penghijauan hutan. Menurutnya, kawasan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa KKN UMMAT Angkatan 40 Kelompok 7 berharap hasil eksplorasi potensi Mata Air Oi Saro dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah desa dan pihak terkait dalam merancang pengembangan wisata edukasi berbasis alam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan potensi lokal Desa Oi Saro. (HUMAS UMMAT)