oleh admin ummat | Mei 28, 2017 | Berita
Kerjasama yang dirintis oleh KUI (kantor Urusan International) Universitas Muhammadiyah Mataram dengan Kemenag (Kementerian Agama) Kota Bima ditindaklanjuti melalui pembimbingan siswa pemenang KSM (Kompetisi Science Madrasah) se-Kota Bima oleh beberapa orang dosen Ummat, dalam rangka mengikuti lomba KSM tingkat propinsi. Sekolah yang dinobatkan menjadi Juara se-kota Bima sekaligus mewakili Kota Bima adalah MAN 2 Bima yang terdiri dari tiga orang siswa. Ketiga siswa tersebut masing-masing akan berkompetisi pada mata lomba Biologi, Kimia, dan Fisika. Sebagai bentuk tindak lanjut kerjasama tersebut, Kemenag Kota Bima menunjuk Ummat sebagai Pembina siswa-siswa tersebut guna mematangkan pemahaman mereka terkait materi yang akan dilombakan. Materi bimbingan meliputi pelajaran Biologi, Fisika dan Kimia SMA dan pengembangannya, beserta materi praktikum dari setiap mata pelajaran.
Adapun dosen-dosen yang ditunjuk sebagai pembimbing adalah dosen di Program Studi Fisika, FKIP-Ummat yaitu Islahuddin, M. Pfis, Nanang Rahman, M.Pd, Muhammad Nizaar, M.Pdsi, dan Zulkarnain, M.Si. proses pembimbingan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 21-22 Mei 2017. Sementara lomba Kompetisi Science MA se-Propinsi NTB digelar pada tanggal 24-25 Mei 2017 di Depag Propinsi NTB. Hasil belajar dan kerjakeras dari siswa serta bimbingan yang serius dari beberapa dosen tersebut tidak mengecewakan, Lina (siswa kelas 2 MAN 2 Bima) sebagai peserta pada Kompetisi Science di mata pelajaran Biologi berhasil membawa pulang gelar juara 1, Ulfah di Kompetisi mata pelajaran Kimia serta Rara di mata pelajaran Fisika masing-masing diperingkat ke-3. Dr. Lukman, M.Pd, selaku Kepala KUI Ummat berharap agar kerjasama dengan sekolah-sekolah harus tetap terjalin harmonis, karena perguruan tinggi dan sekolah merupakan dua unsure yang harus tetap terintegrasi satu sama lain, keduanya saling membutuhkan dalam rangka mengembangkan pendidikan yang lebih progresif dan dinamis.
oleh admin ummat | Mei 24, 2017 | Berita

Pembukaan Seminar dengan Tarian Ucapan Selamat Datang
Dalam rangka merayakan milad yang ke-35 tahun, program studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Mataram menyelenggarakan seminar Pariwisata The Essence of Paradise West Nusa Tenggara. Seminar ini mengusung tema “Utilization of technology, digital tourism, and tourism distribution channels in creating new business opportunities, creative industries and strengthening tourism economy”, Rabu, tanggal 24 Mei 2017 di aula Rektorat UMMAT. Seminar ini mengangkat isu-isu penting terkait kesadaran pariwisata berbasis digital, dengan keynote speakers; Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTB, Bapak Lalu Muhammad Faozan, M.Si, Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, Bapak Lalu Hasanuddin, S.Pd, dan Praktisi Bisnis Travel Agent Pengusaha Travelia, Bapak Ahmad Rizqon Sani.

Peserta Seminar Pariwisata
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTB, Bapak Lalu Muhammad Faozan, M.Si menekankan pentingnya membangun kesadaran pariwisata bagi segenap komponen masyarakat, terutama masyarakat kampus sebagai corong akademis yang akan menjadi agent of change untuk perubahan peradaban masyarakat. Masih menurut beliau, pengembangan pariwisata berbasis digital ini akan memberikan konstribusi dalam hal regulasi ekonomi sehingga perpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya masyarakat Lombok NTB yang sudah mulai mengembangan sayap dalam meraih perhatian dunia untuk menjadi destinasi pariwisata. Hal ini menjadi sangat mungkin mengingat Lombok memiliki kekayaan alam dan potensi SDA yang sangat indah dan menakjubkan.

Salah satu spot foto selfie
Seminar dihadiri oleh berbagai kalangan kampus, terutama seluruh mahasiswa FISIPOL, komponen BEM Universitas UMMAT dan Fakultas, UKM dan HMPS di lingkungan UMMAT. Panitia yang diwakili oleh koordinator sie acara, Candra berharap seminar ini akan meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mendukung program-program pemerintah terkait pengembangan pariwisata, khususnya seluruh civitas akademika UMMAT, agar menjadi bagian penting dalam berpartisipasi mengembangkan sisi positif Lombok sebagai tourism destination place, terutama mahasiswa sebagai generasi muda secara aktif diharapkan berperan dalam turut menjaga pelestarian dan kondusifitas alam sehingga pengunjung local maupun international merasa aman untuk datang ke Lombok. Untuk menarik perhatian mahasiswa, panitia seminar menyediakan beragam spot foto yang menarik untuk selfie.
oleh admin ummat | Mei 24, 2017 | Berita
Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) merupakan salah satu prodi termuda di Universitas Muhammadiyah Mataram. Sebagai fakultas agama islam yang memiliki visi membumikan AL-qur’an dan menyebar luaskan ajaran islam sebagai pedoman dan pegangan hidup ummat muslim, khususnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda islam sehingga karakter islami dapat terintegrasi dalam setiap kehidupan mereka, maka Pgmi FAI UMM menggelar acara pekan Al-Quran tingkat MI se-kota Mataram pada tanggal 19 Mei lalu, betemakan “Dengan Mencetak Generasi yang berjiwa Qur’ani kita warnai dunia”. Kegiatan ini secara khusus memiliki tujuan untuk mengenalkan Al-Qur’an kepada anak sejak dini. Kegiatan ini bertempat di Audotorium UM-Mataram dan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Bapak Drs. H. Mustamin, H. Idris, M.S. Dalam sambutannya, Rektor menekankan kepada pentingnya memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sejak dini sebagai starting poin bagi setiap manusia yang ingin mencapai kehidupan yang selalu dirakhmati dan diberkahi oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.
Lomba diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri dan Swasta yang ada di kota Mataram. Ada tiga mata lomba yang dipertandingkan, yaitu pidato Bahasa Indonesia, lomba Fahmul Al-Qur’an (cerdas-cermat), lomba tartil (Tilawah Al-Qur’an). Pemenang masing-masing mata lomba adalah Lomba Pidato di raih oleh MI Al-Amin Mataram, untuk mata lomba Fahmul Qur’an, dimenangkan oleh MI Badrussalam, dan untuk lomba Tartil Putra dan putri kedua-duanya berhasil dijuarai oleh perwakilan dari MIN 2 Mataram. Lomba ini direncanakan akan menjadi kegiatan rutin PGMI setiap tahun dalam rangka menjaga konsistensi terkait pengenalan Al-Qur’an secara intensif kepada anak sejak dini.
oleh admin ummat | Mei 16, 2017 | Berita

Mahasiswa UMmat ketika menerima penghargaan dari Rektor UNJ
Dalam rangka membangun kerjasama yang kontinu dan terus meningkatkan kegiatan-kegiatan positif mahasiswa yang berkaitan dengan apresiasi seni, sastra dan budaya, serta mencari bibit-bibit unggul dalam bidang olahraga, PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) se-Indonesia berkomitmen menggelar acara Pekan Seni dan Budaya yang rutin dilakukan setiap 2 tahun sekali. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung selama 3 hari dari Tanggal 9-11 Mei 2017 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UNJ). Kegiatan ini meliputi tiga rangkaian mata lomba, yaitu lomba MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an), lomba puisisasi, dan lomba menyanyi pop Islami. Ummat (Universitas Muhammadiyah Mataram) juga tidak ketinggalan untuk turut berpartisipasi dan mengambil peran diajang bergengsi ini. Sebagai bentuk keseriusan lembaga, Ummat tidak tanggung-tanggung mengirim perwakilan mahasiswa sebanyak 6 orang yang lolos seleksi dari berbagai fakultas dan program studi, masing-masing 2 orang perwakilan mahasiswa disetiap mata lomba. Mahasiswa langsung didampingi oleh WR (Wakil Rektor) III Ummat yaitu Bapak Drs. Amil, M.M.

Salah satu peserta lomba puisisasi putra Ummat yang meraih juara 2
Ditemui seusai lomba, Drs. Amil, M.M mengungkapkan kebanggaanya terhadap prestasi yang dicapai mahasiswa. Performa mahasiswa Ummat dinilai tidak mengecewakan. 2 orang kontestan dari Ummat menyabet penghargaan sebagai juara 2 di mata lomba MTQ tingkat putri dan juara 2 di mata lomba puisisasi tingkat putra. Beliau berharap, untuk 2 tahun ke depan, Ummat benar-benar mempersiapkan diri dan memacu semangat mahasiswa untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang serupa guna peningkatan kualitas dan kapasitas mahasiswa itu sendiri. Sebelumnya, kegiatan yang sama telah diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Cirebon 2 tahun. Rencananya, Acara Pekan Seni Budaya dan Olahraga 2 tahun ke depan akan dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai tuan rumah perhelatan.
oleh admin ummat | Mei 3, 2017 | Berita
UM Mataram patut berbangga karena 2 orang mahasiswinya berhasil membawa pulang 2 penghargaan sekaligus, yaitu sebagai pemenang juara 1 dan 2 dalam lomba pidato Kesehatan Reproduksi Remaja yang diselenggarakan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) kota Mataram dan Bapak H. Ahyar Abduh selaku Walikota Mataram sebagai penanggungjawab kegiatan. Lomba pidato kependudukan merupakan lomba tahunan yang rutin digelar oleh BKKBN untuk terus memberikan sosialisasi terkait Keluarga Berencana serta menanamkan pemahaman sejak dini kepada para remaja di NTB dalam hal posisi dan kapasitas keluarga sebagai basis pengembangan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas dan berdaya saing. Lomba dengan tema “Melalui Pendidikan Kependudukan Kita Wujudkan Remaja yang Berkarakter dalam Membangun Bangsa” ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh universitas yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Kedua mahasiswi tersebut adalah Rezki Amalia yang meraih Juara 1 dan Ni Wayan Ayu Kalista sebagai Juara II. Keduanya merupakan mahasiswa semester VI Program Studi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Mataram. Kedua mahasiswi ini juga aktif sebagai anggota UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) PIK M (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa) UM Mataram. Pidato Rezki bertema “Kesehatan & Reproduksi Remaja” rupanya telah berhasil menarik perhatian juri sehingga dia berhak menyandang gelar juara 1 pada ajang yang cukup membanggakan ini. Konten yang digarisbawahi pada pidato Rezki antara lain adalah penguatan kapasitas dan kapabilitas remaja untuk turut berpartisipasi dalam perang melawan drugs, free sex, dan HIV AIDS yang belakangan memang semakin marak menjangkiti gaya hidup dan aktivitas remaja saat ini. Dalam pidatonya, Rezki juga menekankan pada remaja dan anak muda untuk intens membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negative lingkungan. Karena secara kuantitas, latar belakang remaja yang terlibat drugs, free sex dll lebih banyak didominasi oleh lingkungan dan pergaulan mereka sehari-hari. Tak jauh berbeda dengan tema yang diangkat oleh Ni Wayan sebagai peraih juara II, konsep keluarga berencana dalam pidatonya merupakan tema besar lomba sehingga relevansi topic dan tema yang dilombakan sangat pas.

Foto bersama Wakil Rektor III UMM, Bapak Drs. Amil, M.M dengan 2 mahasiswa pemenang lomba pidato kependudukan BKKBN Kota Mataram dan juga Kaprodi Kebidanan
Prestasi kedua mahasiswa ini tentu saja disambut gembira oleh para pimpinan Universitas. Wakil Rektor III, bapak Drs. Amil, M.M yang membawahi bidang kemahasiswaan, secara khusus mengundang kedua mahasiswa tersebut dan memberikan ucapan selamat atas penghargaan yang mereka raih. Beliau berharap, mahasiswa UM Mataram terus berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan kualitas SDM mereka. Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa UM Mataram memiliki kompetensi dan kualitas yang sama untuk bisa bersaing dengan kampus-kampus lain, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor III menjanjikan untuk memberikan bonus kepada kedua mahasiswa yang berprestasi ini sebagai bentuk penghargaan lembaga atas usaha dan kerja keras mereka berdua.
oleh admin ummat | Apr 30, 2017 | Berita
Universitas Muhammadiyah Mataram, 29 April 2017.
Menindaklanjuti instruksi presiden terkait pemanfaatan teknologi dalam segala bidang terutama system administrasi pemerintahan dan kepolisian, maka polda NTB dan Polres Mataram menggelar kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) yang dihadiri oleh mahasiswa dan civitas akademika. Kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi pembaharuan mekanisme penanganan tilang melalui system online dan elektronik. e-tilang juga merupakan program Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavan yang diharapkan dapat menjadi solusi dari kegelisahan masyarakat terkait pungli (pungutan liar), payung hukum pemberlakuan e-tilang ini adalah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang telah mulai disosialisasikan dimasyarakat secara intensif sejak 2016 lalu. Kuliah umum ini merupakan bentuk kerjasama Polda NTB dan UMM yang menjadi bagian dari Program Kerja Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan. Dalam sambutan pembukaan, ibu Rena Aminwara, M.Si mewakili Rektor selaku Wakil Rektor III UMM menyampaikan apresiasi terhadap pihak kepolisian yang dinilai semakin progresif dalam menyikapi kemajuan teknologi. Beliau berharap dengan semakin terintegrasi dan tertatanya system administrasi berbasis online tersebut, maka tindak kejahatan baik berupa pungli dijalan raya dan pembuatan SIM, STNK dll yang tidak melalui prosedur hukum dapat diminimalisir. Beliau juga tidak lupa mengingatkan segenap civitas UMM terutama mahasiswa untuk bisa bekerjasama dalam merespon dan bersama-sama pihak kepolisian untuk mensukseskan program tersebut demi kebaikan bersama. Adapun materi utama kuliah umum tersebut disampaikan oleh Kapolda NTB yaitu Bapak Pol Budi Setyawan, M.M dan ibu Iga Putri Komalasari dari Kapolres Mataram sebagai pembicara kedua. Dalam materinya, Pol Budi Setyawan, M.M menggarisbawahi beberapa hal diantaranya adalah; polisi akan terus bersinergi dengan masyarakat dalam upaya meminimalisir pungutan liar yang dilakukan oleh beberapa oknum polisi dan kerap terjadi dalam pelanggaran lalu lintas dan percaloan dalam pengurusan SIM dan STNK.

Sesi foto bersama seusai kuliah umum berlangsung
Dengan adanya program e-tilang ini masyarakat diharapkan semakin aman dalam berlalu lintas. Beliau juga menambahkan, proses e-tilang akan semakin mempermudah masyarakat terkait transparansi pembayaran denda ketika melakukan pelanggaran. Polisi memberikan nomor rekening Negara disertai jumlah yang harus dibayar, masyarakat bisa langsung mentransfer biaya denda tanpa perantara. Karena pembayaran denda tersebut akan langsung masuk ke kas Negara, sehingga masyarakat terhindar dari penipuan oknum-oknum nakal yang sering megambil keuntungan dari proses tilang. Sementara itu, pembicara kedua menegaskan tentang jumlah pembayaran yang akan dikenakan pada setiap jenis pelanggaran. Dalam hal ini, polisi akan berkoordinasi dengan CSJ (Criminal Justice System), kemudian Pengadilan (MA) dan Kejaksaan yang akan menentukan jumlah sanksi sesuai dengan standar UMR masing-masing daerah. Setiap daerah memiliki besaran yang berbeda.