MATARAM – Berdasarkan Laporan Auditor Independen tertanggal 24 Februari 2025, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meraih capaian Wajar dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Ardin Silitonga. Capaian wajar menunjukkan bahwa laporan keuangan UMMAT telah memenuhi katagori opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen UMMAT dalam menjaga tata kelola keuangan yang berintegritas dan profesional.
Opini WTP mencerminkan bahwa laporan keuangan UMMAT disajikan secara wajar sesuai standar yang berlaku, serta didukung oleh sistem pengendalian dan pencatatan yang tertib. Lebih dari sekadar prestasi administratif, pencapaian ini juga merupakan wujud dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu, berintegritas tinggi, disiplin, dan perbaikan berkelanjutan.
UMMAT akan terus menjadikan hasil audit ini sebagai pijakan untuk memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kepercayaan publik demi menghadirkan kampus yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan.
đź“„ Untuk info selengkapnya, silakan lihat pada file di bawah ini.
Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62 Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman (28/02/2026). Ia didampingi oleh Kedua Orang tua tercinta, Rektor UMMAT, Wakil Rektor III UMMAT, Ketua PWM NTB, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDikti Wilayah VIII.
Mataram – Perjalanan penuh ketekunan dan doa mengantarkan Reza Yudi Candra, wisudawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), meraih predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda Periode Februari 2026. Dengan IPK 3,76 dan masa studi 3,5 tahun melalui jalur kelas riset tanpa skripsi, Reza membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Lahir di Narmada, 6 Januari 2003, Reza merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan Ratimah dan Semah yang berprofesi sebagai petani di Lombok Barat. Di tengah kesederhanaan keluarga, ia tumbuh dengan nilai kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Ia menjadi satu-satunya anak dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana, sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna perjuangan.
“Menjadi inspiratif bukan berarti menjadi sempurna,” ungkap Reza. “Bagi saya, inspiratif adalah tentang bertahan, terus bertumbuh, dan tidak berhenti berusaha meski keadaan tidak selalu mudah.”
Selama perkuliahan, Reza tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Korwil Jawa Timur–Bali–NTB, memperluas jejaring profesional sekaligus memperkaya wawasan keilmuan. Ia juga terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Sesait bersama dosen sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat.
Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62 Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman, didampingi kedua orang tuanya tercinta.
Sejak semester lima hingga lulus, Reza menjadi penerima Beasiswa BAZNAS yang turut memperkuat kapasitas dan semangatnya dalam menempuh pendidikan. Dukungan tersebut ia maknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberi manfaat yang lebih luas.
Di luar kampus, Reza dipercaya terlibat dalam berbagai proyek konsultan di bidang tata ruang, mulai dari survei dan digitasi pemetaan, feasibility study pengadaan tanah, hingga penyusunan dokumen perencanaan teknis. Pengalaman tersebut membentuk kesiapan profesionalnya bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Konsistensi dan integritasnya pun membuka peluang kerja sebagai Konsultan Individu di PUPR Kota pada bidang Sumber Daya Air pada tahun kelulusannya.
Bagi Reza, setiap pencapaian bukanlah garis akhir, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen memperkuat pengalaman profesional di bidang perencanaan berbasis lingkungan, dengan keyakinan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kemiskinan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ia bermaksud melanjutkan studi magister di bidang Urban Design guna memperdalam kompetensi dalam merancang kawasan dan ruang publik yang berkelanjutan, responsif terhadap konteks lokal, serta mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis dalam pembangunan kota.
Dengan penuh rasa syukur, Reza menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua tercinta, keluarga, para dosen, serta seluruh civitas akademika Fakultas Teknik dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kisah Reza Yudi Candra menjadi bukti bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Dengan doa, kerja keras, dan komitmen untuk terus bertumbuh, setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk melampaui batas dan memberi makna bagi lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Rektor dan jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berfoto bersama para wisudawan dan wisudawati pada prosesi Wisuda Angkatan ke-62 yang digelar di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 431 lulusan resmi dikukuhkan dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan.
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan akademiknya dengan menggelar Wisuda Angkatan ke-62 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 431 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat, penuh haru, dan kebanggaan.
Prosesi wisuda dihadiri oleh perwakilan Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, S.Sos., MA., Ph.D., Ketua PWM NTB, Kepala LLDikti Wilayah VIII, Ketua Kopertais Wilayah XIV Bali-Nusra, serta Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT. Kehadiran para pimpinan persyarikatan dan pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol kuat dukungan terhadap kemajuan UMMAT sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang terus berkembang di kawasan timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa wisuda kali ini menambah jumlah alumni UMMAT menjadi 28.014 orang yang telah berkiprah di berbagai sektor strategis, baik pemerintahan, dunia industri, kewirausahaan, maupun pengabdian masyarakat.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi wujud tanggung jawab UMMAT dalam menyiapkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan era industri 5.0. Lulusan UMMAT harus memiliki keunggulan intelektual, kematangan spiritual, serta integritas moral berlandaskan nilai-nilai Islam,” tegas Rektor.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para orang tua dan wali atas doa, pengorbanan, serta dukungan yang menjadi fondasi keberhasilan para lulusan.
Di usia ke-45 tahun, UMMAT terus menunjukkan akselerasi prestasi yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, mahasiswa UMMAT meraih berbagai penghargaan pada ajang nasional dan internasional, di antaranya International Art Competition, Ahmad Dahlan International Youth Camp, PIMTANAS PTMA, MTQMN XVIII di Banjarmasin, hingga kompetisi inovasi produk dan pengabdian masyarakat. Capaian tersebut memperkuat reputasi UMMAT sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif mendorong kreativitas, kepemimpinan, dan kontribusi sosial mahasiswa.
Secara institusional, UMMAT juga mencatat kemajuan signifikan. Dari 38 program studi, 7 program studi telah meraih akreditasi Unggul. Selain itu, pada tahun akademik 2025/2026 UMMAT membuka Fakultas Kedokteran dan Program Studi S1 Farmasi (Apoteker), serta menerima 14 mahasiswa asing dari Sudan, Nigeria, Yaman, dan Ghana. Langkah ini menegaskan komitmen UMMAT dalam mewujudkan visi sebagai kampus Islami, mandiri, unggul, dan berdaya saing di kawasan ASEAN tahun 2028.
Dari total 431 lulusan, sebanyak 104 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Pada momentum istimewa ini, UMMAT memberikan penghargaan kepada tiga wisudawan terbaik dan satu mahasiswa inspiratif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian luar biasa mereka.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Moh. Mudzakkir, S.Sos., MA., Ph.D., serta Kepala LLDikti Wilayah VIII berfoto bersama wisudawan terbaik pada Wisuda Angkatan ke-62 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Sabtu (28/2/2026).
Terbaik I – Chinta Shaqila, S.Pd. (IPK 3,91), Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini menorehkan berbagai prestasi nasional dan internasional, di antaranya Juara 1 Musikalisasi Puisi dan Best Leader pada Ahmad Dahlan International Youth Camp 2024, Juara 1 Membaca Puisi dan Best Critical Thinker pada Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025, serta mengikuti berbagai kelas internasional Bahasa Korea. Ia juga menjadi Local Volunteer pada program INSPIRE yang diselenggarakan oleh Islamic Relief Canada tahun 2024. Chinta lulus tanpa skripsi melalui Research Class FKIP Angkatan 4 dengan artikel yang diterima pada Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha terakreditasi Sinta 2.
Terbaik II – Intan Tamara Madhini, S.Sos. (IPK 3,84), Lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam ini meraih Juara 2 Film Internasional Sports and Arts Festival 2024, Juara 2 Lomba Social Media Campaign PTMA tingkat nasional 2025, serta lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2023. Ia juga menjadi translator pada kegiatan INSPIRE – Islamic Relief Canada 2024 dan moderator pada Islamic International Conference on Education, Communication and Economics di UMMAT tahun 2025. Intan lulus tanpa skripsi melalui Research Class FAI dengan artikel diterima pada Jurnal WACANA Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo terakreditasi Sinta 3.
Terbaik III – Muhammad Juni Aldi Irawan, S.T.P. (IPK 3,71), Mahasiswa Teknik Pertanian ini aktif dalam berbagai program nasional dan pengabdian masyarakat, di antaranya lolos pendanaan Hibah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan 2024, inisiator program pengabdian Faperta Back to Village, serta aktif dalam program Bina Desa di berbagai wilayah Lombok Timur dan Bali. Ia juga terlibat dalam Program Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan BAZNAS tahun 2025.
Sementara itu, kategori Mahasiswa Inspiratif dianugerahkan kepada Reza Yudi Candra (IPK 3,76) dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Lulus dalam 3,5 tahun sebagai lulusan terbaik Fakultas Teknik, ia merupakan anak bungsu dari keluarga sederhana yang berjuang membiayai pendidikan melalui usaha peternakan ayam petelur dan budidaya madu trigona. Reza adalah penerima Beasiswa BAZNAS dan telah memperoleh peluang kerja sebagai Konsultan Individu di bidang Sumber Daya Air sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
Sebagai bentuk apresiasi, UMMAT memberikan uang pembinaan sebesar Rp3.000.000 untuk Terbaik I, Rp2.500.000 untuk Terbaik II, Rp2.000.000 untuk Terbaik III, dan Rp2.500.000 untuk Mahasiswa Inspiratif.
Pada kesempatan yang sama, Moh. Mudzakkir, S.Sos., MA., Ph.D., selaku perwakilan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas perkembangan signifikan UMMAT. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah menaruh perhatian besar terhadap penguatan mutu perguruan tinggi dalam melahirkan generasi Islam yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global.
“Hadirnya Fakultas Kedokteran dan mahasiswa asing menunjukkan bahwa UMMAT terus bergerak maju. Perguruan tinggi Muhammadiyah harus menjadi pusat keunggulan yang mampu memberi solusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan pesan kepada para lulusan agar menjadikan gelar akademik sebagai amanah untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Dengan semangat transformasi dan inovasi berkelanjutan, UMMAT terus memperkuat langkah menuju kampus unggul berdaya saing global demi mewujudkan visi besar tahun 2028. (HUMAS UMMAT)
Dekan Fatek Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama narasumber dan mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Foto bersama usai pelaksanaan Kuliah Pakar di Aula Lantai III UMMAT, Rabu (25/02/2025).
MATARAM – Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (Fatek UMMAT), Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaidillah, S.T., M.Sc., mendorong mahasiswa Program Studi S1 Teknik Geologi untuk aktif memetakan potensi mineral, khususnya gas dan minyak bumi di Pulau Lombok.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Kuliah Pakar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Fatek UMMAT di Aula Lantai III UMMAT, Rabu (25/02/2025).
Dalam arahannya, Dekan Fatek UMMAT menegaskan pentingnya menjadikan forum akademik sebagai ruang diskusi ilmiah yang produktif.
“Harapannya mahasiswa Geologi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang diskusi untuk mampu memetakan potensi mineral, khususnya gas dan minyak bumi di Pulau Lombok,” ujarnya.
Kuliah Pakar tersebut mengangkat tema “Paleontologi dan Stratigrafi Sedimen Lombok dalam Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi” dengan menghadirkan narasumber Budi Arif, S.T., dari PT. Indotan Lombok Barat Bangkit (Ancora Indonesia Resources Group SPV Environment).
Dalam pemaparannya, Budi Arif menjelaskan bahwa secara geologis, susunan batuan di Lombok dan wilayah Nusa Tenggara tergolong berumur muda.
Dekan Fatek Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama narasumber Budi Arif, ST, saat membuka dan menyampaikan materi pada kegiatan Kuliah Pakar bertema “Paleontologi dan Stratigrafi Sedimen Lombok dalam Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi”
“Secara geologi, kebanyakan pulau-pulau penyusun Nusa Tenggara berumur relatif muda, yakni sekitar 1 hingga 15 juta tahun,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap paleontologi dan stratigrafi sedimen menjadi kunci dalam eksplorasi minyak dan gas bumi. Kajian paleontologi di Lombok, menurutnya, berperan penting dalam memahami evolusi lingkungan dan sejarah geologi pulau tersebut.
“Paleontologi dan stratigrafi sedimen Lombok menunjukkan sejarah geologi yang kompleks. Ini perlu dipelajari dan dipahami dengan baik agar mahasiswa memiliki modal yang mumpuni untuk menghadapi dunia kerja ke depan,” jelasnya.
Kegiatan Kuliah Pakar ini diharapkan dapat terus digalakkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa Teknik Geologi Fatek UMMAT, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pemetaan potensi sumber daya alam di Pulau Lombok. (HUMAS UMMAT)
Mataram — Program Studi S1 Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berhasil meraih peringkat Akreditasi “Unggul”. Capaian ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 011/AK.03.05/2026, dengan masa berlaku 6 Mei 2025 hingga 6 Mei 2030.
Akreditasi Unggul merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mencakup tata kelola program studi, kualitas kurikulum, kompetensi dosen, layanan kemahasiswaan, luaran tridarma, hingga jejaring kemitraan dan dampak kontribusi ke masyarakat.
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen kampus. “Akreditasi Unggul ini adalah amanah sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat budaya mutu, dan memastikan lulusan Administrasi Publik UMMAT memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat,” ujar Rektor.
Senada dengan itu, Dekan FISIPOL UMMAT,Dr. Iwan Tanjung, S.IP.,MPA., menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berhenti pada status akreditasi, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat inovasi pembelajaran dan pengembangan program studi. “Kami berkomitmen untuk menjaga konsistensi kualitas, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan pengalaman belajar yang adaptif, aplikatif, dan berdampak,” ungkap perwakilan pimpinan fakultas.
Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik, Rahmad Hidayat, S.AP., M.AP., juga menambahkan bahwa proses akreditasi menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan sistem. “Rangkaian evaluasi mendorong kami untuk menata kembali standar layanan, memperkuat sistem penjaminan mutu internal, dan memastikan setiap program berjalan terukur serta berorientasi pada hasil,” jelasnya.
Dengan diraihnya peringkat Unggul, Prodi S1 Administrasi Publik FISIPOL UMMAT diharapkan semakin meningkatkan kontribusi dalam pengembangan keilmuan administrasi publik, penguatan kapasitas tata kelola pemerintahan, serta pelayanan publik yang efektif dan berkeadilan. Capaian ini juga menjadi sinyal positif bagi calon mahasiswa, mitra, dan masyarakat bahwa UMMAT terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan.
UMMAT menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra pengguna, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses peningkatan mutu hingga raihan Akreditasi Unggul ini. Ke depan, kampus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas kemitraan, dan menguatkan luaran tridarma yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
ORMAWA FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Kepala Sekolah SMPN 2 Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (3/2/2026).
Lombok Utara — Organisasi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini yang merupakan bagian dari program ORMAWA FKIP Berdampak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di SMPN 2 Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada peserta didik mengenai dampak pernikahan dini, khususnya dari aspek kesehatan, psikologis, dan sosial. Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, membangun pergaulan yang sehat, serta merencanakan masa depan secara matang.
Ketua Komisariat IMM FKIP UMMAT, Ariansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di kalangan remaja.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa SMPN 2 Gangga mengenai faktor kesehatan dan sosial yang perlu diperhatikan sejak dini. Kurangnya pemahaman terhadap aspek tersebut dapat berdampak tidak baik bagi masa depan mereka, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Kami berharap melalui edukasi ini, siswa memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menjaga kesehatan, membangun pergaulan yang sehat, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKIP, meliputi HMPS se-FKIP, BEM FKIP, DPM FKIP, serta IMM FKIP. Sinergi tersebut memperkuat semangat pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan edukasi yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sosialisasi semakin bermakna dengan kehadiran pemateri dari Klinik Muhammadiyah KLU yang menyampaikan materi dari sudut pandang kesehatan. Pemateri, Sandrina Ayu Gangga Komala, Amd.Kep., menjelaskan bahwa pernikahan dini memiliki risiko kesehatan yang cukup serius, khususnya bagi remaja perempuan.
“Pernikahan dini dari sudut pandang kesehatan memiliki banyak risiko, terutama bagi remaja perempuan yang organ reproduksinya belum siap secara fisik. Kehamilan di usia terlalu muda dapat meningkatkan risiko anemia, komplikasi persalinan, hingga gangguan kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, kesiapan mental yang belum matang juga berdampak pada kesehatan psikologis,” jelasnya.
Pemaparan Materi Pernikahan dini dari sudut pandang kesehatan oleh Sandrina Ayu Gangga Komala, Amd.Kep., (Klinik Muhammadiyah KLU)
Selain itu, pemateri kedua yang juga Ketua DPM FKIP UMMAT, Izul Islam, menyampaikan perspektif sosial terkait pernikahan dini. Ia menekankan bahwa persoalan pernikahan dini tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga kesiapan sosial.
“Pernikahan dini bukan hanya persoalan usia, tetapi persoalan kesiapan sosial. Anak yang menikah terlalu muda sering kehilangan hak-hak sosialnya, seperti hak untuk belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi diri. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa secara sosial pernikahan dini kerap melahirkan rantai persoalan baru, mulai dari putus sekolah, ketergantungan ekonomi, hingga konflik rumah tangga. Oleh karena itu, pencegahan pernikahan dini menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kepala SMPN 2 Gangga turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa FKIP UMMAT menjadi penguat bagi upaya sekolah dalam mencegah pernikahan dini di lingkungan pendidikan.
“Sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. Namun pada kenyataannya masih saja ada satu dua siswa yang menikah di usia muda. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa FKIP yang hadir untuk kembali mengingatkan serta memberikan inspirasi kepada siswa-siswi di sini. Kami berharap anak-anak tidak menyia-nyiakan kegiatan ini, melainkan menjadikannya sebagai bahan refleksi agar lebih fokus pada pendidikan dan masa depan,” ungkapnya.
Melalui program ORMAWA FKIP Berdampak, mahasiswa FKIP UMMAT berharap dapat terus berperan aktif sebagai agen perubahan dengan menghadirkan edukasi yang menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pendidikan, kesehatan, serta perencanaan masa depan yang berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)