Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu kehormatan Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin berfoto bersama usai kegiatan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kamis (2/4/2026).

MATARAM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, dekan, direktur, dosen, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperluas jejaring internasional, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri farmasi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin. Ia juga memaparkan sejarah singkat UMMAT serta arah pengembangan universitas yang berorientasi pada kolaborasi global.

“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin di kampus UMMAT. Kehadiran beliau merupakan kehormatan besar bagi kami, sekaligus menjadi energi baru untuk memperkuat jejaring internasional UMMAT, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan farmasi,” ujar Dr. Abdul Wahab.

Ia menegaskan bahwa UMMAT terus membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama strategis lintas negara yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi.

“UMMAT tidak hanya ingin tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga berperan aktif dalam percakapan dan kolaborasi global. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan, memperluas kemitraan, dan menghadirkan peluang nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Datuk Zuraida sebagai momentum penting dalam membuka jalan kerja sama strategis antara UMMAT, jejaring Muhammadiyah, dan mitra industri internasional.

Sesi pemaparan materi oleh Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dalam kegiatan International Guest Lecture UMMAT

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan kehormatan besar karena Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin hadir di tengah-tengah kita. Beliau bukan hanya tokoh penting di Malaysia, tetapi juga figur yang memiliki jejaring luas dan pengalaman besar dalam pemerintahan, parlemen, serta pembangunan masyarakat. Ini adalah peluang strategis yang harus kita sambut dengan kesungguhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi yang sangat potensial, khususnya dalam menjajaki kerja sama dengan para pengusaha dan pelaku industri di India dalam bidang farmasi.

“Kami melihat ada peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret, termasuk dalam pengembangan industri obat-obatan di Indonesia. Kehadiran beliau dapat menjadi jembatan penting dalam mempertemukan UMMAT dengan jejaring industri dan investor yang relevan. Insyaallah, komunikasi ini akan terus kami tindak lanjuti secara intensif agar cita-cita besar tersebut dapat diwujudkan bersama,” tegasnya.

Baca juga https://ummat.ac.id/ummat-gelar-kaji-mu-ramadhan-salurkan-300-paket-sembako-dan-berikan-apresiasi-kepada-juara-festival-mahasiswa/

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional merupakan kebutuhan strategis di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun inovasi dan daya saing tanpa dukungan kemitraan yang kuat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Melalui kemitraan semacam ini, kita dapat mendorong inovasi, memperkuat kapasitas riset, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap tantangan global,” jelas Asbah.

Ia menambahkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi institusi maupun masyarakat.

“Kerja sama ini pada akhirnya tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui KUIK UMMAT,” lanjutnya.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa India merupakan salah satu negara yang memiliki posisi sangat kuat dalam industri sintesis farmasi dunia, sehingga sangat relevan dijadikan mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi keilmuan maupun industri.

“India dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri sintesis farmasi. Karena itu, tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dan visioner, sebab membuka cakrawala baru bagi dunia akademik untuk terkoneksi dengan ekosistem industri farmasi global,” ujarnya.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi langsung dari Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin, memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Malaysia. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia periode 2021–2022, serta sebelumnya juga mengemban amanah sebagai Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai mantan anggota Dewan Rakyat untuk daerah Ampang. Dalam kiprah politiknya, beliau pernah tergabung dalam beberapa partai besar di Malaysia, di antaranya Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), dan Partai Bangsa Malaysia.

Dengan pengalaman, kapasitas, dan jejaring internasional yang dimiliki, kehadiran Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dinilai menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UMMAT untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat langkah universitas menuju kolaborasi global yang lebih konkret.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi internasional dan menghadirkan ruang akademik yang produktif, inspiratif, serta berdampak bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, dan industri di masa depan. (HUMAS UMMAT)