oleh admin ummat | Sep 7, 2019 | Kegiatan, Berita, Laman Opini
MATARAM-Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, menegaskan bahwa terdapat lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan keterampilan di Abad 21 sekarang, yaitu kepala sekolah wajib menguasai keterampilan cara berfikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS).
Dalam
rangka menumbuhkembangkan keterampilan
dan kompetensi kepala sekolah, perlu dilakukan
penguatan kompetensi melalui program Pendidikan dan Pelatihan
(Diklat) Penguatan Kepala Sekolah. PP Nomor 19 Tahun 2017 Pasal 15
ayat 1 butir b Pasal 54 ayat 1 bahwa beban kerja kepala satuan pendidikan
sepenuhnya untuk pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan
supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.
Rektor UMMAT menjelaskan landasan diadakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah ini yaitu berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Sehubungan dengan telah di tetapkannya Peraturan tersebut, maka pemerintah melalui satuan kerja dan LPD menyelenggarakan diklat penguatan kepala sekolah yang dibiayai dengan dana Bantuan Pemerintah (Banpem).
“Peningkatan kompetensi kepala sekolah melalui program diklat penguatan kepala sekolah merupakan
program yang tidak dapat dihindari, karena itu untuk mengimbangi antara pelaksanaan
tugas pokok dan tugas fungsi kepala sekolah”, jelas Dr. H. Arsyad.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 5497/B.B1.3/HK/2019 tanggal 29 Juli 2019, tentang Penetapan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan yang Bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Tahap 4, dan Surat Keputusan PPK LPPKS yang disahkan oleh KPA No. 3782/B.9.2/PR/1019 tanggal 20 Agustus 2019, tentang penetapan LPD, Universitas Muhammadiyah Mataram merupakan penerima Banpem penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di Nusa Tenggara Barat.
“Alhamdulillah UMMAT ditunjuk sebagai penerima dana bantuan pemerintah
untuk menjadi lembaga penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di NTB”,
tambahnya.
Dr. Maemunah sebagai Ketua LPD UMMAT
menerangkan bahwa penyelenggaraan kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah akan diselenggarakan di lima (5) tempat yaitu
Kabupaten Sumbawa, KSB, Kota Bima, Kota Mataram, dan Provinsi Nusa Tenggara
Barat.
“Masing-masing kabupaten/kota maupun
provinsi memiliki jumlah sasaran kepala sekolah yang berbeda. Yaitu Kabupaten
Sumbawa dengan 364 sasaran kepala sekolah, Kabupaten Sumbawa Barat dengan 37
sasaran kepala sekolah, Kota Bima dengan 73 sasaran kepala sekolah, Kota Mataram
dengan 211 sasaran kepala sekolah, dan Provinsi Nusa Tenggara Baran dengan 236
sasaran kepala sekolah”, terangnya.
Lebih lanjut, Ketua LPD sekaligus Dekan FKIP UMMAT tersebut menyebutkan sasaran kepala sekolah antara kabupaten/kota maupun provinsi didasarkan pada tingkat sekolah. “Untuk setiap kabupaten/kota sasarannya adalah kepala sekolah TK, SD dan SMP. Sedangkan Provinsi sasarannya adalah kepala sekolah SMA,SMK, dan SLB”, imbuhnya.
Kegiatan yang bertujuan untuk
memperdalam kemampuan Kepala Sekolah dalam memimpin dan mengelola satuan
pendidikannya, serta memiliki performa sebagai Kepala Sekolah bagi seluruh
warga sekolah tersebut akan dilaksanakan
mulai September hingga November 2019.
Harapan terbesar penyelenggara
kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah tersebut adalah para kepala sekolah
baik yang ada di kabupaten, kota, maupun provinsi memiliki kompetensi dalam
menjalankan tugas pokok dan tugas fungsinya. “Pada akhir kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah dengan sasaran lima (5) kabupaten/kota, dan Propinsi, saya
berharap seluruh peserta lulus dengan nilai minimal Cukup Memuaskan”,
harapnya. (Dhie)
oleh admin ummat | Agu 24, 2019 | Kegiatan, Berita
MATARAM–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melatih para trainers untuk sosialisasi cara pengelolaan keuangan. Kegiatan yang dihadiri sekitar lima belas perguruan tinggi (PT) yang ada di pulau Lombok dan pulau Sumbawa itu akan berlangsung selama tiga hari yakni 20 hingga 22 Agustus 2019. Masing-masing perguruan tinggi diminta mengirim sepuluh orang dosen/pengajar untuk menjadi peserta. Kegiatan tersebut merupakan training of trainers (ToT) bersertifikasi bagi para dosen dan akademisi perguruan tinggi.
“Kegiatan ToT yang melibatkan dosen/pengajar sebagai peserta dan calon trainers ini adalah langkah yang tepat sebab mereka dapat mengedukasi mahasiswa terkait masalah keuangan. Selanjutnya mahasiswalah yang akan menyebarluaskan informasi penting tersebut kepada masyarakat umum”, jelas Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd selaku Rektor UMMAT (20/8).
Harapannya,
pemahaman tentang pengelolaan keuangan ini bisa tersebar luas kepada masyarakat
melalui berbagai kegiatan yang diadakan di kampus. “Kegiatan ToT ini cukup
penting untuk diadakan karena melalui kegiatan seperti ini, peserta dalam hal
ini dosen akan dilatih untuk menjadi instruktur masalah keuangan”, katanya.
Lebih
lanjut ia menambahkan bahwa informasi keuangan perlu diketahui dan dipahami khalayak.
Sudah saatnya masyarakat diberi pengetahuan masalah mengelola keuangan. “Ini
akan menjadi amanah kita bersama, bapak ibu yang hadir pada hari ini untuk
menyampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat terkait tata cara pengelolaan
keuangan. Dengan demikian, masyarakat kita menjadi masyarakat yang tangguh dan
dewasa dalam masalah keuangan”, tambahnya.
Kepala
Otoritas Jasa keuangan (OJK) NTB mengatakan bahwa secara umum OJK memiliki
tugas untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan sektor jasa
keuangan di Indonesia. Dengan begitu tugas dan amanat OJK NTB yaitu untuk
menjaga stabilitas sistem keuangan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Kami berkomitmen untuk
mewujudkan sektor jasa keuangan yang kokoh, stabil, tumbuh dengan sehat dan
berperan optimal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB”, tandas kepala OJK NTB, Farid Faletehan.
Dia
peryaca bahwa dengan adanya pelatihan instruktur atau training of trainers tersebut, memudahkan OJK untuk mewujudkan
cita-citanya yaitu masyarakat dapat mengelola keuangan dengan baik. Adapun
langkah yang ditempuh yakni merubah mindset
masyarakat. Saat keuangan membaik atau stabil, masyarakat harus berpikir
untuk saving bila perlu untuk investing sehingga ketika keuangan
berada pada titik yang lemah masyarakat tidak kesusahan, paling tidak dalam
memenuhi kebutuhan primernya.
“Kami
berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi pengelolaan keuangan agar tumbuh
keuangan yang berkelanjutan dan stabil bagi masyarakat NTB khususnya dan
Indonesia pada umumnya”, tegasnya. (Dhie)
oleh admin ummat | Agu 22, 2019 | Kegiatan, Berita
MATARAM-Kegiatan pembekalan KKN Angkatan XXXIII Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) telah dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada hari/tanggal rabu-jum’at, 14-16 Agustus 2019. Dua hari pertama akan digunakan untuk pemaparan materi dan satu hari terakhir untuk evaluasi yang akan dilakukan oleh tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) UMMAT.
Kegiatan pembekalan tersebut diikuti oleh 547 peserta KKN yang dibagi menjadi 4 kelas. Dalam pembekalan KKN periode pertama tahun 2019 ini, LPPM sebagai lembaga penyelenggara menghadirkan beberapa pemateri dari luar kampus yaitu seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah NTB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, BKKBN Provinsi, dan Dinas Sosial NTB. Selain itu, panitia turut mengundang PWM NTB untuk menyampaikan materi “Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah”. Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram berbicara tentang “Peran PTM dalam Pengembangan Potensi Generasi Muda di Perdesaan”.
“Semua materi akan disampaikan
dalam waktu dua hari sementara hari ketiga akan diisi oleh tim LPPM untuk membahas
mekanisme pelaksanaan, teknik pelaporan, dan evaluasi KKN”, jelas ketua
panitia, Suwandi, S.Ag., M.Pd.I.
Dari 547 mahasiswa yang
mengikuti KKN periode pertama tahun 2019 ini, mereka dibagi menjadi 35 kelompok
yang nantinya akan tersebar diseluruh pelosok NTB yaitu pulau Lombok, Kabupaten
Sumbawa dan KSB, Kabupaten Dompu, dan juga Kabupaten Bima.
“Tahun 2019 ini mahasiswa KKN
akan tersebar di seluruh pelosok, termasuk ujung timur NTB yaitu Kabupaten
Bima. Masing-masing Kabupaten di NTB selain pulau Lombok, akan kita tempatkan 2
kelompok di desa yang sudah ditentukan oleh tim LPPM”, ujarnya. (Dhie)
oleh admin ummat | Jul 18, 2019 | Kegiatan, Berita
MATARAM-Kegiatan pentas kolaborasi mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), dilaksanakan sejak tanggal 8 hingga 12 Juli 2019. Kegiatan yang bertempat di aula rektorat lantai 1 tersebut begitu antusias dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan juga pimpinan.
Kegiatan
tersebut merupakan bentuk aplikasi dari mata kuliah teater di prodi PBSI dan
mata kuliah pendidikan seni tari dan drama di prodi PGSD untuk mahasiswa
semester VI.
Selain
untuk praktek pengambilan nilai akhir, pentas kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan
ruang kepada mahasiswa agar bisa berekspresi dalam lakon. Pentas kolaborasi ini
juga termasuk proses pendewasaan mahasiswa melalui persiapan pementasan yang
telah dilakukan kurang lebih tiga bulan.
“Mahasiswa
bisa belajar dan berlatih secara mandiri bersama teman-teman sekelas. Mereka
belajar untuk meninggalkan ego, menyatukan persepsi, menghasilkan kesepakatan,
hingga menampilkan karya seni yang terbaik”, ujar Roby, dosen pengampu matu
kuliah Teater.
Dalam
kesempatan lain, ketua program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia
menjelaskan bahwa pentas kolaborasi ini akan memberikan efek positif bagi
mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi calon pendidik. Mahasiswa akan memiliki
kecakapan sehingga sebagai calon guru mereka dapat memberikan pendidikan
terbaik bagi generasi muda.
“Dengan
pementasan kolaborasi tersebut mahasiswa akan terbentuk karakter, emosi, dan
sikap sosial sebagai bekal melatih diri dalam memaknai perilaku, tanggung
jawab, kejujuran, disiplin, percaya diri, kerja sama, mengontrol ego, serta
mengasah empati dan kepekaan jiwa”, jelas Habiburrahman, M.Pd.
Kegiatan
yang diadakan satu kali setahun ini, diharapkan dapat menjadi rutinitas di
FKIP. Sehingga dapat terus menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap kesenian,
terutama kesenian-kesenian yang ada di daerah NTB, yang kemudian akan
dituangkan melalui naskah pementasan.
Proses
pementasan tersebut, diawali dengan pembentukan kelompok dan dilanjutkan dengan
pemilihan naskah. Naskah pementasan kemudian diserahkan sepenuhnya kepada
kelompok untuk dapat diimprovisasi sesuai kesepakatan kelompok.
Dalam
setiap kelompok, mahasiswa diberikan kewenangan untuk memilih para aktor dan
aktris, kemudian memilih sutradara, astrada, penata musik, penata lampu, make
up dan juga bagian konsumsi.
Pada
pentas kolaborasi tahun ini, panitianya diketuai oleh Al Munawar, mahasiswa program
studi PGSD. Sementara sekretarisnya adalah Reni Melati Sari, mahasiswa program
studi PBSI. Selanjutnya susunan kepanitiaan yang lain merupakan gabungan dari
kedua program studi tersebut. (Dhie)
oleh admin ummat | Jul 8, 2019 | Kegiatan, Berita
MATARAM-Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengadakan acara “International Guest Lecture” dengan tema “Education in Uganda and Climate Change”. Prof. Dr. Nabalegwa Muhamud, M. Sci, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Kyambogo-Uganda-Africa Timur merupakan pembicara utama dalam acara tersebut.
Acara guest lecture bertujuan untuk memahamkan
dan memberi pengetahuan kepada mahasiswa agar nantinya mampu bermanfaat baik
diranah lokal, nasional, maupun internasional. Untuk berkontribusi di kancah
internasional, mahasiswa perlu dan penting untuk mengetahui sejarah dan iklim
kehidupan suatu Negara.
Acara tersebut dibuka oleh Rektor Universitas
Muhammadiyah Mataram dan dihadiri oleh dosen dari kedua fakultas pelaksana.
Selain itu, mahasiswa juga cukup antusias untuk mengikuti acara tersebut.
Terbukti sekitar 300 mahasiswa memadati Aula Rektorat lantai III UMMAT. Mahasiswa
mengajukan berbagai pertanyaan dan menceritakan keadaan pendidikan di
Indonesia. Bagi mahasiswa, acara tersebut merupakan kesempatan untuk bertukar
pikiran demi pendidikan yang lebih baik.
“Kami sangat mengapresiasi acara-acara positif
seperti ini karena kita bisa belajar. Selama itu baik, dari siapun dan
dimanapun harus kita terima. Sikap dan pikiran yang terbuka akan menuntun kita
pada keberhasilan yang lebih baik lagi”, ucap salah satu peserta.
Dalam sambutannya, Drs. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd
selaku rektor menyatakan bahwa acara tersebut merupakan bukti hasil kerjasama
dan komunikasi internasional yang selama ini dilakukan. “Titik tekan kita bukan
pada banyaknya MoU yang ditanda tangani akan tetapi realisasi dari MoU itulah
yang jauh lebih penting”, paparnya.
Acara guest lecture tersebut merupakan kerjasama
UMMAT dengan Universitas Kyambogo-Uganda. “Setelah kita mengetahui bagaimana
keadaan dan kualitas pendidikan di Uganda, maka kita bisa menawarkan kegiatan-kegiatan
yang cocok atau kita bisa mengadopsi proses pendidikan mereka, harap Rektor
UMMAT.
Lebih lanjut H.Arsyad Abd. Gani menyampaikan bahwa
nantinya dosen dapat melakukan pertukaran mengajar atau melanjutkan program
doctoral. Selain itu, mahasiswa dan karyawan juga memiliki kesempatan yang sama
untuk melakukan study exchange ke negara-negara yang telah melakukan
hubungan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Mataram.
Sebelum menutup sambutan, Rektor berpesan kepada
semua mahasiswa, dosen, dan seluruh hadirin untuk mendengarkan dengan seksama
penyampaian materi sehingga hasil dari acara tersebut bisa maksimal.
“Saya meminta kepada saudara semua untuk serius
mengikuti acara ini hingga selesai, karena tidak setiap saat kita mengadakan
acara seperti ini. Semoga setelah guest lecture ini, kita bisa menginisiasi program-program
yang berkualitas demi terwujudnya UMMAT yang unggul”, tutupnya. (Dhie)
oleh admin ummat | Mei 21, 2019 | Kegiatan, Berita
SUMBAWA–Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB menggelar pengajian Ramadhan di Hotel Suci Sumbawa, kemarin (17/5). Pengajian yang dihadiri unsur pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah serta ortom dan amal usaha ini digelar hingga 19 Mei mendatang. “Pada tahun ini, pengajian Ramadhan mengusung tema Manhaj Dakwah Muhammadiyah untuk NTB berkemajuan,” jelas Ketua PWM NTB H. Falahuddin kemarin.
Ia
menegaskan khittah perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah. Muhammadiyah
dinilai bakal tetap mengedepankan nilai ideologi dakwah sebagai bagian dari
khairu ummah yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dalam gerakannya
Muhammadiyah juga mengembangkan amal usaha, terutama di bidang pendidikan, kesehatan,
dan kesejahteraan social sebagai bagian dalam gerakan dakwah.
Melalui
pengembangan amal usaha ini, Muhammadiyah ingin memberi kontribusi terbaik untuk
pembangunan bangsa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. “Yang jelas
gerakan Muhammadiyah murni sebagai gerakan dakwah dan tidak akan terlibat dalam
dunia politik,” tegasnya.
Ketua
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumbawa H. Faisal Salim mendukung
penuh kegiatan ini. Ia menegaskan Muhammadiyah harus menjadikan dakwah sebagai
gerakan utama. Suatu hal yang mendasari gerakan Muhammadiyah yaitu membebaskan
manusia dari ketertindasan, kebodohan, dan penyakit, serta kemiskinan.
Dengan
melihat sejarah pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah, didalammya terdapat
ciri-ciri khusus yang menjadi identitas dari hakikat atau jati diri
Muhammadiyah. Yakni Muhammadiyah adalah gerakan Islam, gerakan Dakwah amar
ma’ruf nahi munkar, dan gerakan Tajdid (pembaharuan). “Gerakan seperti ini yang
harus didakwahkan oleh semua kader Muhammadiyah baik pimpinan maupun anggota,”
tegasnya.
Pengajian
Ramadhan ini juga dihadiri Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril. Ia mengaku bangga
dan merasa terhormat diundang dalam kegiatan pengajian pimpinan Muhammadiyah
se-NTB tersebut. Dihadapan sekitar 70 peserta pengajian, bupati mengaku
memiliki ikatan khusus dengan Muhammadiyah. “Banyak guru saya, termasuk guru
politik saya adalah tokoh Muhammadiyah,” ujarnya.
Bupati
mengaku, kontribusi Muhammadiyah, termasuk di Sumbawa sangat besar.
Muhammadiyah tidak hanya banyak membantu kemajuan daerah di segala bidang. Tapi
juga banyak melahirkan kader pimpinan dan kader ummat, yang membawa bangsa dan
daerah ini menjadi lebih baik.
“Kami
berharap pengajian ini membawa berkah bagi masyarakat, terutama di Kabupaten
Sumbawa,” harap Bupati Sumbawa tersebut.