oleh admin ummat | Jan 24, 2020 | Berita
MATARAM–Resimen Mahasiswa (MENWA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan lomba formasi pengibaran bendera tingkat SMA, SMK, MA se-pulau Lombok di lapangan UMMAT. Kegiatan tersebut diikuti siswa SMA, SMK, MA se-pulau Lombok berjumlah sepuluh tim dari delapan sekolah. Masing-masing tim beranggotakan 20 orang sehingga jumlah peserta kegiatan sebanyak 200 peserta. (Minggu, 19/01)
Dalam kegitan tersebut, panitia mengusung tema “Pemuda
Kreatif Menuju Generasi Berjiwa Bela Negara”. Sesuai dengan tema, panitia
berharap kegiatan tersebut mampu membentuk rasa dan jiwa bela Negara yang
dimiliki siswa dan mampu meningkatkan kedisiplinan siswa. Selain itu, lomba
tersebut dilaksanakan di lapangan kampus UMMAT dengan tujuan untuk mengenalkan
lingkungan kampus dan mengenalkan MENWA sebagaimana yang dilaporkan oleh
komandan satuan tugas MENWA, Lalu Septia Fahmi.
“Lomba formasi pengibaran bendera tingkat SMA, SMK,
MA se-pulau Lombok pada prinsipnya bertujuan untuk menumbuhkan jiwa bela Negara
pada siswa dan meningkatkan kedisiplinan siswa. Selain itu, kami dari tim
satuan tugas berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan sebagai upaya
untuk mempromosikan kampus sehingga para siswa mengenal UMMAT pada umumnya dan
mengenal MENWA khususnya”, jelas fahmi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMMAT turut hadir
untuk memberikan sambutan hangat kepada para peserta dan hadirin yang hadir.
Dalam sambutannya, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd. mengapresiasi semangat
peserta dalam mempersiapkan diri sehingga mampu tampil maksimal. Esensi yang
beliau sampaikan yaitu menumbuhkan jiwa bela Negara siswa dengan nilai
kedisiplinan.
“Hanya orang-orang dengan tingkat kedisiplinan
tinggi yang mampu menampilkan formasi pengibaran bendera. Mereka disiplin berlatih, disiplin
menghargai waktu, disiplin dalam baris berbaris, sehingga kuatlah nilai disiplin dalam jiwanya
untuk membela Negara”, tegas H. Arsyad.
Usai menutup kegiatan, rektor yang didampingi wakil
rektor III UMMAT dan dewan alumni MENWA menyerahkan piala kepada tim pemenang
lomba. Juara 1 diraih oleh tim No urut 09 utusan dari MAN 1 Mataram, juara II diraih
oleh tim No urut 08 utusan dari SMAN 2 Mataram, dan juara III diraih oleh tim
No urut 05 utusan dari SMKN 3 Mataram. (HR)
oleh admin ummat | Jan 24, 2020 | Berita
MATARAM-Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melepas 193 peserta Magang III terintegrasi KKN-DIK (Magang Pengajaran terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Pendidikan) di 19 sekolah yang ada di wilayah Lombok Barat, Sabtu (19/01).
Peserta berasal dari tujuh program studi yang ada di
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMAT, yaitu 102 peserta dari Prodi
PGSD, 25 peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, 23 peserta dari Prodi
Bahasa Inggris, 5 peserta dari Prodi Sejarah, 4 peserta dari Prodi Matematika,
4 peserta peserta dari Prodi Fisika, 20 peserta dari prodi PPKn, dan 10 peserta
dari Prodi Geografi. Peserta KKN-DIK ditempatkan di 19 sekolah yang ada di
wilayah kabupaten Lombok Barat-NTB, di antaranya 10 SD, 3 SMP, dan 5 SMA/MA.
Dalam kesempatan tersebut, dekan FKIP UMMAT Dr. Hj.
Maemunah, S.Pd., M.H. memberikan amanat kepada peserta agar menjaga almamter
tercinta dengan menunjukkan jati diri sebagai seorang guru yang professional,
memiliki kecakapan komunikasi, dan mamnpu menjadi teladan bagi siswa.
“Hanya mahasiswa dari FKIP yang memiliki kompetensi
pedagogik sehingga ia terampil dalam mengajar, santun dalam bersikap, dan
berjiwa Islami. Selain itu, calon guru tentu dibekali dengan kecakapan sosial
dan spiritual sehingga tidak hanya memberikan pembinaan dan pengajaran sesuai
bidang ilmu tetapi juga nasihat keagamaan”, ungkap Hj. Maemunah.
Selain itu, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd. selaku
rektor menegaskan pentingnya nilai kedisiplinan sebagai dasar kepribadian yang
tangguh dalam menjalankan aktivitas sebagai calon guru profesional.
“Menurut hasil penelitian, kesuksesan seseorang tidak
hanya ditentukan dengan tingginya IPK yang diraih, tetapi yang tidak kalah
penting adalah kedisiplinan. Kedisiplinan merupakan dasar untuk memperkokoh
kepribadian sebagai calon guru professional. Guru yang berkarakter dan berjiwa Islami
sesungguhnya didasari dari pengamalan dari surat al-Ashr, yaitu demi waktu, mereka menghargai waktu dan menjalankan ativitasnya
sesuai waktunya sehingga tuntas dalam ibadah dan berprestasi tinggi”, tegasnya.
Usai pelepasan, mahasiswa magang secara serentak
menuju lokasi masing-masing yang didampingi oleh dosen pembimbing lapangan. (HR)
oleh admin ummat | Jan 24, 2020 | Berita
MATARAM-Dalam rangka mewujudkan salah satu program pemerintah yaitu gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram (FIK UMMAT) melaksanakan kuliah umum bersama Wakil Rektor II Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Ibu Yuli Isnaeni, S. Kp., M. Kep., Sp. Kom, (Sabtu, 18/01).
Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Rektor II UMMAT (Ibu Siti Lamusiah, MSi), Wakil Rektor III UMMAT (Ibu Hafsah, MPd), Dekan FIK UMMAT (Ibu Nurul Qiyaam, M. Farm., Klin., Apt),Wadek II FIK UMMAT, (Ibu Ana Pujianti Harahap, M. Keb), para dosen prodi Farmasi dan Kebidanan, serta seluruh mahasiswa FIK UMMAT tersebut bertema “Perilaku Hidup Sehat Mahasiswa dalam Mendukung Program Kampus Sehat”.
Kuliah umum merupakan upaya menyosialisasikan
pentingnya perilaku hidup sehat untuk mendukung program kampus sehat baik kepada
mahasiswa, dosen, maupun pegawai.
Salah satu objek program GERMAS ini adalah
masyarakat kampus. Hal tersebut dikarenakan bonus demografi dan usia produktif
yang terbanyak yaitu berada di perguruan tinggi (masyarakat kampus).
Fokus kuliah umum tersebut yaitu membahas terkait kesehatan
jiwa dan penerapan zero tolerance (kawasan
tanpa asap rokok dan tanpa narkotika). Kegiatan yang antusias diikuti oleh civitas
akademika FIK dan para pimpinan UMMAT tersebut juga membahas pentingnya
memahami cara mendeteksi, upaya pencegahan, dan pengendalian penyakit menular
seperti HIV/AIDS, Hepatitis, TB, dan lain-lain.
Selain itu, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi,
diabetes mellitus, penyakit komplikasi, stroke, gagal jantung dan kanker juga
dibahas cara mendeteksi dan pencegahannya. Hal tersebut dikarenakan pada tahun
2015 terdapat peningkatan jumlah prevalensi dan insidensi penyakit tidak
menular.
Nurul Qiyaam menjelaskan, baik penyakit menular
maupun penyakit tidak menular secara umum disebabkan pola hidup yang tidak
sehat terutama di usia produktif. Maka dari itu, menciptakan lingkungan yang
sehat, aman, nyaman, dan lestari merupakan tugas bersama.
“Pengelolaan lingkungan sehat, aman, nyaman dan
lestari dapat mulai diwujudkan di lingkungan kampus. Hal tersebut merupakan
tugas seluruh civitas akademika sebagai agent
of change”, jelas Dekan FIK tersebut.
Lebih lanjut ia berharap seluruh masyarakat kampus
agar lebih aware terhadap lingkungan
kampus. “Kami seluruh civitas akademika FIK siap menjadi pelopor untuk
mewujudkan UMMAT sebagai kampus sehat”, tutupnya. (Dhie)
oleh admin ummat | Jan 3, 2020 | Berita
MATARAM-Setelah menorehkan prestasi di beberapa turnamen yang diikuti baik tingkat regional/provinsi bahkan sampai ke tingkat nasional, baru-baru ini tapak suci Universitas MuhammAdiyah Mataram (UMMAT) kembali mencetak sejarah kemenangan.
Kali ini pada Open Turnamen Pencak Silat Se-NTB yang di adakan oleh Perguruan Pencak Silat Pusaka Jaya Mataram pada tanggal 24-26 Desember 2019 yang di adakan di Gelanggang Pemuda Kota Mataram, team pencak silat Tapak Suci UMMAT berhasil menjadi juara umum.
Sebanyak
16 (enam belas) atlet yang telah dipersiapkan sebelumnya turut bertanding untuk
mengharumkan nama Universitas. Mereka yakni terdiri dari 3 atlet putri dan 13
atlet putra. Pada babak final 5 atlet UMMAT lolos memperebutkan medali emas di
antaranya: Adrian Hidayat Mahasiswa FKIP semester 1, Jumratun mahasiswa FISIPOL
semester 5, M. Satriawan mahasiswa FISIPOL semester 7, Jumadi Jayansyah mahasiswa
FAI semester 7, Nur Hamdi Said pelajar SMA Muhammadiyah yang di ambil untuk
memperkuat team UMMAT.
Hasil
dari babak final team pencak silat Tapak Suci UMMAT mendapatkan 4 medali emas
dan 1 medali perak. Pencapaian tersebut diperoleh setelah atlet Adrian kalah di
babak final sedangkan 4 atlet lainya memenangkan babak final.
“Dengan
perolehan 4 medali emas dan 1 medali perak mengantarkan team pencak silat UMMAT
menjadi Juara Umum Pertama di open turnamen Pencak Silat Se-NTB tersebut”, ujar
ketua pencak silat UMMAT, M. Satriawan.
Rektor UMMAT mengapresiasi pencapaian mahasiswa
UMMAT tersebut. Beliau berharap agar para pemenang menjadi Kader Muhammadiyah
yang tangguh dalam rangka mengembangkan persyarikatan.
“Saya berharap para pemenang akan menjadi
kader yang tangguh secara fisik sebab memiliki badan yang sehat dan kuat itu
penting,” harapnya.
Selain itu, beliau juga menjelaskan, bagi
Muhammadiyah, kegiatan semacam ini juga merupakan momentum yang tepat untuk
mencari bibit unggul Kader Muhammadiyah.
“Hal ini menjadi salah satu sarana untuk mencari
bibit-bibit unggul untuk melestarikan Muhammadiyah melalui tapak suci. Amal
usaha wajib untuk mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini”, imbuhnya.(Dhie)
oleh admin ummat | Jan 2, 2020 | Berita
MATARAM-Sebanyak 13 orang mahasiswa program studi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhamamdiyah Mataram (UMMAT) melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Sembung Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Penerimaan kegiatan PKL dihadiri oleh Kepala Desa Sembung, Bidan Koordinator Puskesmas Narmada, Bidan Desa Sembung, Kepala Dusun Sembung Lauq Daya, Ibu Kader, Babinsa Desa Sembung, Dekan FIK UMMAT yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wadek II FIK UMMAT, para dosen, dan juga mahasiswa.
Ditempat berbeda, dekan FIK UMMAT menyampaikan bahwa kegiatan PKL tersebut akan dilaksanakan selama 3 minggu (30 Desember 2019-18 Januari 2020) dengan tujuan agar mahasiswa mampu menerapkan asuhan kebidanan komunitas secara profesional dengan melibatkan peran serta masyarakat.
“Dengan begitu, mahasiswa dapat memiliki pengalaman belajar dengan penerapan langsung (nyata) di masyarakat dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan”, ujar Nurul Qiyaam M.Farm.Klin.,Apt.
Asuhan Kebidanan Komunitas adalah salah satu bidang studi dalam kurikulum D III Kebidanan dengan tujuan melaksanakan praktek kebidanan secara komprehensip dengan memperhatikan budaya setempat dalam tatanan dikomunitas dengan pendekatan manajemen kebidanan dan didasari oleh konsep, keterampilan dan sikap professional bidan dalam asuhan di komunitas yang meliputi strategi pelayanan kebidanan, manajerial, pengelolaan program KIA/KB diwilayah kerja, penggerakan dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera.
Nurul Qiyaam menambahkan sikap dan kemampuan profesional seorang ahli madya kebidanan khususnya di bidang pelayanan komunitas yaitu dituntut untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, dibina sepanjang proses pendidikan melalui berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat.
Pembinaan pendidikan di masyarakat dapat diperoleh melalui adanya kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk berlatih bekerja di tengah-tengah masyarakat. ”Untuk mewujudkan tenaga kebidanan yang profesional, diperlukan pengalaman belajar bagi mahasiswa dalam penerapan langsung (nyata) dimasyarakat. Melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa dapat mengerti dan memahami dengan baik tentang pelayanan asuhan kebidanan sesuai kebutuhan dalam bentuk Praktik Kebidanan Komunitas”, tambahnya. (Dhie)
oleh admin ummat | Des 30, 2019 | Berita
MATARAM-Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan
kualitas kesehatan masyarakat yaitu gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Demi
mensukseskan program tersebut, pemerintah terus berkolaborasi dengan pihak-pihak
terkait seperti institusi pendidikan untuk memaksimalkan sosialisasi dan ajakan
agar semakin banyak masyarakat yang aware
dengan hidup sehat. Salah satu yang dilakukan yaitu gerakan kampus sehat.
Kampus sehat merupakan upaya dari
Kementerian Kesehatan dalam perwujudan GERMAS pada kelompok manusia usia
produktif yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan civitas akademika di
kampus. Program kampus sehat adalah upaya sistematis dan menyeluruh untuk mengintegrasikan
kesehatan dalam budaya perguruan tinggi. Hal tersebut tercermin melalui kegiatan
operasional sehari-hari seperti administrasi pengelolaan dan mandat akademis.
Baru-baru
ini Kementerian Kesehatan RI berkolaborasi dengan Majelis DiktiLitbang Pimpinan Pusat
Muhammadiyah mengundang Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan
Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA) se-Indonesia untuk mengikuti kegiatan Orientasi
Kampus Sehat di Hotel Melia Purosani-Yogyakarta
(19-21/12/2019).
Wakil Rektor II (Siti Lamusiah M.Si) dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Nurul Qiyaam M.Farm.Klin.,Apt) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menghadiri kegiatan tersebut bersama dengan 44 perwakilan PTM/PTA Se-Indonesia.
Nurul Qiyaam menyatakan perlu adanya pengintegrasian Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat kampus. Salah satu yang dapat dilakukan yakni modifikasi lingkungan dengan konsep ‘Zero Tolerance Area’.
“Konsep ‘Zero Tolerance Area’ menerapkan perilaku masyarakat kampus menjadi
masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga sehat dan mau
melakukan deteksi dini penyakit secara berkala. Selain itu, juga siap melakukan
pelayanan kesehatan yang mencakup pencegahan penyakit tidak menular, pemberian
konseling, pelayanan rujukan, dan pengobatan sesuai indikasi”, imbuh Dekan FIK
UMMAT tersebut.
Wakil Rektor II UMMAT menginginkan perguruan
tinggi dapat menerapkan kampus sehat melalui promosi kesehatan, lingkungan
sehat dengan konsep zero waste, kantin/pola makan sehat, budaya atau aktivitas
fisik yang dilakukan tiap minggu, deteksi dini penyakit, tatalaksana kasus, dan
lain-lain.
“Ekspektasi dari kegiatan ini adalah
para pimpinan PTM atau PTA siap berkomitmen dalam memberikan kebijakan atau regulasi
agar hidup sehat dapat diwujudkan dalam kampus melalui penataan berbagai
fasilitas baik yang sudah ada maupun yang sedang direncanakan”, jelasnya. (Dhie)