Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2024 Angkatan ke-XXXVIII yang bertajuk “Membangun Inovasi Desa Menuju Masyarakat Mandiri”. Acara ini berlangsung selama dua hari, terhitung dari Rabu s/d kamis dihadiri oleh 956 peserta KKN yang akan disebar ke pulau Sumbawa dan Lombok dalam 64 kelompok (17/07/2024).
Ketua panitia, Dr. Ibrahim Ali, M.Sc, menyampaikan bahwa tujuan utama dari pembekalan ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam program KKN dengan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat desa. “Pembekalan ini melibatkan narasumber yang kompeten di bidangnya, termasuk akademisi dan praktisi, guna memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa. Kami berharap melalui pembekalan ini, mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa inovasi dan mandiri,” ujarnya.
para peserta menerima berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan, seperti strategi pengembangan desa, pengelolaan potensi lokal, dan penerapan teknologi strategi pengembangan desa, inovasi menuju desa unggul, penerapan teknologi tepat guna dan teknik fasilitasi dalam pemberdayaan masyarakat desa. Tidak lupa pula peserta dikuatkan dengan materi strategi pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah. Selama pembekalan mereka juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber, sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan praktis.
Wakil Rektor IV, Dr. Zaenuddin, M.Pd.I., yang merupakan salah satu narasumber dalam pembekalan ini, memberikan materi mengenai strategi pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah. “Pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah adalah bagian penting dari penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput. Kami ingin mahasiswa memahami pentingnya organisasi ini dalam mendukung kegiatan sosial dan pendidikan di masyarakat”, jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan cabang dan ranting harus dimulai dengan memahami kebutuhan lokal dan membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat setempat. “Kami mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan cabang dan ranting Muhammadiyah selama KKN, karena ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar bagaimana mengelola organisasi dan memimpin kegiatan sosial,” tambahnya.
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam kegiatan cabang dan ranting. “Inovasi tidak hanya dalam bentuk teknologi, tetapi juga dalam pendekatan dan strategi untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa harus kreatif dan berpikir out of the box untuk membawa perubahan positif,” tegasnya.
Nurhayati, S.TP., MP, narasumber lain yang ahli dalam penerapan teknologi tepat guna pada masyarakat, memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan teknologi di desa. Ia menjelaskan bahwa meskipun teknologi sederhana dapat sangat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa, penerapannya sering kali menghadapi beberapa kendala. “Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam menggunakan teknologi tersebut. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan yang intensif sangat diperlukan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. “Teknologi yang diterapkan haruslah mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat setempat. Selain itu, harus ada penghentian dalam penggunaannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya. Ia memberikan contoh beton penerapan teknologi yang tepat guna seperti pengolahan limbah organik menjadi kompos, penggunaan energi terbarukan seperti panel surya, dan pengelolaan air bersih melalui teknologi penyaringan sederhana.
Salah satu peserta, Mustofa Al Hadid, mahasiswa Fakultas Agama Islam, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti KKN tahun ini. “Saya sangat bersemangat untuk bisa terjun langsung ke masyarakat dan menerapkan ilmu yang telah saya dapatkan di kampus. Dengan pembekalan ini, saya merasa lebih siap berkontribusi dalam mengembangkan desa menjadi lebih inovatif dan mandiri,” katanya.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan harapannya agar seluruh peserta KKN dapat menjunjung tinggi nilai-nilai akademis dan sosial yang telah diajarkan di kampus. “Selamat menjalankan KKN bagi semua mahasiswa UMMAT. Jadilah agen perubahan yang membawa inovasi dan kemajuan bagi desa-desa yang kalian tempati. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk masa depan kalian”, harapnya.
Dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa UMMAT dapat menjalankan program KKN dengan baik, membawa perubahan positif, dan berkontribusi dalam pembangunan desa menuju masyarakat yang lebih inovatif dan mandiri (HUMAS UMMAT).
Mataram, Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam & Kemuhamadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga menyelenggarakan acara Bedah Buku “Terampil Asah 2 Wajh Hafsh’an ‘Ashim Thariq Syatibiyah” dan Tasmi’ bersanad Matan As-Samanhudiyah, bersama Syekh Muhammad Ihsan Ufiq, LC., MA. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat di Auditorium H.Anwar Ikraman, dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pondok pesantren se-Kota Mataram dan se-Lombok Barat (13/07/2024).
Ketua panitia, Muhammad Sahril, M. Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini mengundang 22 pondok pesantren, masing-masing mengirimkan lima perwakilan yang terdiri dari pengajar Alquran dan santri tahfiz. “Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkaya wawasan dan keterampilan dalam membaca, mengajarkan dan menghafal Alquran dengan riwayat yang mutawatir dan bersanad”, ungkapnya.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, TG. Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyatakan, Acara ini merupakan bagian dari komitmen UMMAT untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan meningkatkan kualitas pengajaran Alquran di Indonesia. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh ilmu dan inspirasi yang bermanfaat untuk diaplikasikan di lingkungan masing-masing”.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. “Saya sangat antusias menyambut kegiatan bedah buku yang langsung mendatangkan penulisnya yang luar biasa. Ini adalah sesuatu yang tidak biasa, dan semoga ini menjadi tradisi.
“Kedepan, orang-orang di universitaslah yang paling berperan untuk mengadakan perubahan-perubahan karena kampus adalah bagian dari agen perubahan, agen pengembangan, dan agen intelektual. Universitas itu memang tempatnya orang berpikir, tempatnya orang menuangkan kritik atas apa yang dipikirkan, dan seterusnya”, ujarnya.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata UMMAT dalam mendukung pengembangan kapasitas pengajar Alquran dan santri tahfiz. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat yang besar bagi kita semua”, tambahnya.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala LP3IK UMMAT, Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., dengan penuh antusiasme dan profesionalisme. Sebagai moderator, Ia berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan menarik, sehingga para peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Kepala LP3IK UMMAT juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi jembatan ilmiah antar kampus dan pondok pesantren.
Syekh Muhammad Ihsan Ufiq, LC., MA., dalam sesi bedah buku dan tasmi’ bersanad, memberikan pemaparan mendalam mengenai ilmu qiraat, yang merupakan ilmu yang mempelajari berbagai cara membaca Alquran. Ia memaparkan pentingnya memahami variasi qiraat untuk memperkaya bacaan dan meningkatkan kefasihan dalam membaca Alquran.
Ia menjelaskan bahwa dalam ilmu qiraat atau ilmu tajwid, sering kali satu kata dalam Alquran dapat dibaca dengan lebih dari satu cara atau “wajah”. “Yang ingin saya sorotkan dari buku ini adalah tentang ilmu qiraat. Dalam ilmu qiraat atau ilmu tajwid, ada kalanya satu kata bisa dibaca lebih dari dua wajah. Pemahaman terhadap variasi ini sangat penting untuk memperkaya bacaan kita dan untuk memahami makna di balik bacaan-bacaan tersebut,” jelas Syekh Muhammad Ihsan.
Ia juga menekankan bahwa mempelajari ilmu qiraat tidak hanya memperkaya bacaan Alquran tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana setiap variasi bacaan memiliki konteks dan signifikansi tersendiri. Dalam sesi ini, Syekh Muhammad Ihsan juga memberikan contoh-contoh praktis dari berbagai qiraat dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam bacaan sehari-hari.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif, di mana para peserta dapat langsung bertanya dan berdiskusi dengan Syekh Muhammad Ihsan Ufiq mengenai berbagai aspek terkait hafalan dan pengajaran Alquran. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan positif yang diberikan.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kualitas pengajaran Alquran di pondok pesantren. UMMAT akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa yang mendukung pengembangan keilmuan dan keagamaan (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2024. Dua mahasiswa UMMAT, Nurul Aulia dan Arif Rahman, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Menyanyi Dangdut Putri dan kategori Penulisan Lakon, serta akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) 2024.
Nurul Aulia, mahasiswa semester IV Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), lahir di Mpolo pada 25 Juli 2003, berasal dari Dusun Mpolo, Desa Mubuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Menyanyi Dangdut Putri. Sejak kecil, menyanyi sudah menjadi bagian dari hidup Ia karena ayahnya juga seorang pemusik. “Menyanyi merupakan hobi saya sejak kecil karena Bapak juga seorang pemusik. Saya merasa sangat bangga sekaligus bahagia terpilih mewakili NTB dalam ajang ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
Selama mengikuti PEKSIMIDA, Nurul menghadapi berbagai tantangan, termasuk saingan dari berbagai kampus lain dan rasa takut gagal. Namun, semua tantangan tersebut mampu diatasinya dengan latihan vokal setiap hari dan meningkatkan rasa percaya diri. “Tantangan terbesar saya adalah menghadapi pesaing-pesaing dari berbagai universitas yang memiliki kemampuan luar biasa. Rasa takut gagal selalu menghantui, tetapi saya memutuskan untuk tidak menyerah. Setiap hari saya melatih vokal saya, baik bersama pembina maupun sendiri, dan berusaha meningkatkan rasa percaya diri. Saya percaya bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan kampus dalam mencapai prestasinya. “Dukungan kampus sangat berarti dalam proses ini. WR III selalu memberikan motivasi dan saran yang berharga. Kampus juga menyediakan fasilitas untuk latihan sehingga saya bisa memaksimalkan potensi saya. Harapan saya di PEKSIMINAS nanti adalah mendapatkan lebih banyak pengalaman, teman baru dari berbagai kampus, dan membawa nama baik UMMAT,” ungkapnya penuh optimis.
Sementara itu, Arif Rahman, mahasiswa semester VI Sistem Teknologi Informasi Fakultas Teknik (FATEK), kelahiran Apitaik, 26 April 2003, berasal dari Apitaik-Pringgabaya, Lombok Timur, meraih Juara 1 dalam Lomba Penulisan Lakon. Sejak SMP hingga SMA, ia telah menulis puisi dan cerita fiksi, namun mendalami penulisan lakon dimulai ketika ia masuk UMMAT dan bergabung dengan UKM Teater Sasentra.
Ia juga aktif menulis di luar kegiatan akademis, telah menciptakan sejumlah naskah lakon yang dipentaskan di berbagai kesempatan di UMMAT. “Bergabung dengan UKM Teater Sasentra membuka mata saya lebih luas terhadap dunia teater dan seni pertunjukan. Saya belajar bagaimana menyusun dialog yang kuat, menggambarkan karakter yang kompleks, dan menyampaikan pesan-pesan yang mendalam melalui seni lakon,” jelasnya.
Pengalaman PEKSIMIDA tahun ini sangat luar biasa dan menantang, terutama karena ia pernah gagal pada PEKSIMIDA tahun sebelumnya. Inspirasi untuk menciptakan cerita yang menarik dalam waktu singkat menjadi tantangan terbesarnya. Dukungan dari kampus, meskipun tidak sepenuhnya, sangat membantu Ia melewati semua itu. “Harapan saya adalah tidak hanya menjadi juara di PEKSIMINAS, tetapi juga menginspirasi banyak orang dengan karya-karya seni saya, serta mengharumkan nama NTB dan UMMAT,” harapnya dengan semangat yang membara.
Untuk persiapan di PEKSIMINAS, Ia sering membaca karya-karya dari Anton Chekhov, N Riantiarno, Putu Wijaya, Arifin Noer, dan tokoh lainnya sebagai referensi dalam pembuatan naskah lakon. “Bacaan ini membantu saya memperluas wawasan tentang struktur cerita, karakter, dan nilai-nilai yang ingin saya sampaikan melalui seni lakon,” tambahnya.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan kebanggaan dan harapan besar untuk kedua mahasiswa tersebut. “In sha Allah, UMMAT senantiasa mendukung talenta mahasiswa untuk tampil dalam ajang kompetisi. Hal ini sejalan dengan semangat Milad UMMAT ke-44 ‘Sinergi Menuju Unggul dan Berdaya Saing’. Kami berharap kedua mahasiswa yang mewakili NTB dalam ajang PEKSIMINAS 2024 dapat meraih prestasi di tingkat nasional dan kelak menjadi kebanggaan bagi NTB dan UMMAT,” harapnya.
Ia juga berharap mahasiswa dan calon mahasiswa UMMAT mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi secara bertahap pada ajang talenta yang diselenggarakan di tingkat PT, daerah, dan nasional. “Pada PEKSIMINAS berikutnya, UMMAT akan lebih memaksimalkan persiapan sehingga dapat lebih banyak lagi memenangkan tangkai lomba pada ajang PEKSIMIDA untuk mewakili NTB pada ajang PEKSIMINAS,” tambahnya.
Dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Nurul Aulia dan Arif Rahman siap membawa nama baik NTB dan UMMAT di kancah nasional dalam PEKSIMINAS 2024. Semoga prestasi gemilang ini terus berlanjut dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi (HUMAS UMMAT).
Mataram, Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola mutu internal melalui kegiatan In House Training (IHT). Acara ini akan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 4 hingga 5 Juli 2024, dengan mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia UMMAT dalam Pengembangan Tata Kelola Mutu Internal”, Aula Pertemuan UMMAT, (04/07/2024).
Ketua LPMI UMMAT, Dr. Junaidin, M. Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif bagi seluruh staf, dosen serta pimpinan di lingkungan UMMAT. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kemampuan dan pemahaman staf, dosen, serta pimpinan mengenai tata kelola mutu internal dapat semakin meningkat. Sehingga, UMMAT dapat terus berinovasi dan mempertahankan standar mutu yang tinggi dalam setiap aspek akademik dan non-akademik,” ujarnya.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung visi dan misi universitas. “In House Training ini merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memperkuat tata kelola mutu internal kita. Saya berharap, seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di UMMAT,” tegasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan akreditasi program studi dan kampus secara keseluruhan. “Akreditasi merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kualitas suatu institusi pendidikan. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola mutu internal, kita dapat memastikan bahwa setiap program studi di UMMAT memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan akreditasi. Ini bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan yang kita berikan kepada mahasiswa,” jelasnya.
Kegiatan IHT ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yang akan membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait pengembangan tata kelola mutu internal. Para peserta akan mendapatkan berbagai materi yang relevan, termasuk strategi dan best practices dalam pengelolaan mutu di institusi pendidikan tinggi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan terlibat dalam berbagai sesi interaktif, diskusi kelompok, serta studi kasus yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan praktis mengenai implementasi tata kelola mutu internal. Diharapkan, setelah mengikuti IHT ini, para peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja di lingkungan UMMAT.
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antarunit kerja di UMMAT, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih efektif dan efisien. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini, UMMAT bertekad untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Dengan berakhirnya IHT ini, diharapkan UMMAT semakin siap menghadapi tantangan dan dinamika dalam dunia pendidikan yang terus berkembang. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan diri menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan dan kemajuan bersama (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (HIMASTI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMSIPIL), mengadakan kegiatan sosialisasi program kerja di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Jumat, 14 Juni 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Katon, Ketua Program Studi STI, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta kelompok sasaran mencakup : nelayan, pemuda, dan kelompok perempuan. Ketua PPK Ormawa, Husnin Mubaraqah memimpin presentasi pemaparan program kerja (Proker). yang mencakup empat inisiatif utama, yakni:
1. Pembentukan kelompok sadar wisata dalam pemberdayaan kelompok pemuda.
2. Pengelolaan produk dari bahan dasar ikan tongkol oleh kelompok perempuan.
3. Pengembangan budidaya terumbu karang.
4. Pemasaran digital hasil olahan melalui website, Instagram, Facebook, dan TikTok.
Husnin Mubaraqah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya desa maritim berbasis digital. “Dalam kehidupan masyarakat nelayan, perlu adanya pemberdayaan untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil penangkapan ikan. Dengan perkembangan teknologi digital, masyarakat nelayan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk mengelola hasil tangkapan mereka. Salah satu langkahnya adalah dengan membuat produk berbahan dasar ikan dan memasarkan secara digital. Selain itu, pemanfaatan potensi maritim seperti wisata bahari dan pengelolaan kelompok ibu-ibu menjadi faktor pendukung agar masyarakat dapat mandiri,” ujarnya.
Ia juga berharap program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Segara Katon, khususnya keluarga nelayan, melalui pengolahan hasil penangkapan ikan yang siap dipasarkan secara luas.
Dosen Pembimbing Lapangan, Muhamad Imam Dinata, S.T., M.Kom., memberikan dukungannya terhadap program ini. “Semoga dengan program-program PPK Ormawa ini, pengetahuan masyarakat dalam mengelola hasil tangkapan dapat meningkat, serta pendapatan kelompok nelayan dapat bertambah,” katanya.
Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Nani Sulistaningsih, S.Kom., M.Eng., yang mewakili pihak universitas, menyampaikan apresiasinya. “Dengan adanya kegiatan PPK Ormawa dari HIMASTI yang berkolaborasi dengan HMSIPIL, diharapkan mampu membangun taraf SDM masyarakat di Desa Segara Katon. Kami juga pernah melakukan kegiatan serupa di Desa Sama Guna,” ujarnya.
Sekretaris Desa Segara Katon, Ihsan Albayani, menyampaikan bahwa Desa Segara Katon memiliki luas wilayah 704,40 hektar, terdiri dari 8 dusun, dengan jumlah penduduk 6.667 jiwa. Dan ia sangat menyambut baik program ini. “Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini sering dilaksanakan di Desa Segara Katon. Kami selalu terbuka dan menerima segala bentuk kegiatan pengabdian seperti KKN, penelitian, dan lain-lain,” ungkapnya (HUMAS UMMAT).
Mataram, dalam rangka memperingati Milad ke-44, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar acara Jalan Sehat yang melibatkan seluruh sivitas akademika UMMAT. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan pada Kamis, 27 Juni 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, dengan simbolis pelepasan burung merpati sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Jalan sehat ini diikuti dengan antusias oleh berbagai elemen universitas. Mulai dari tim Rektorat, tim Fakultas Teknik, tim Fakultas Pertanian, tim Fakultas Ilmu Kesehatan, tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, tim Fakultas Agama Islam, tim Fakultas Hukum, tim Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, hingga tim pascasarjana. Semua peserta menunjukkan semangat tinggi dan kekompakan yang luar biasa sepanjang rute yang telah ditentukan.
Kemeriahan acara tidak berhenti pada jalan sehat saja. Berbagai perlombaan menarik turut memeriahkan suasana, seperti lomba memasak yang diikuti oleh para dosen dan staf, serta lomba tarik tambang yang melibatkan para dosen, staf, dan mahasiswa dari berbagai fakultas. Para dosen dan staf menunjukkan kebolehan mereka dalam mengolah berbagai hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga inovatif. Lomba memasak ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan antar sesama tenaga pendidik dan karyawan universitas.
Lomba tarik tambang menjadi salah satu highlight acara dengan partisipasi dari berbagai fakultas. Sorak-sorai penonton menambah semangat para peserta yang berjuang keras untuk memenangkan lomba. Persaingan yang ketat dan penuh semangat ini menciptakan suasana kebersamaan yang kental, menunjukkan bahwa di balik persaingan, ada semangat solidaritas yang tinggi di antara seluruh elemen kampus.
Selain itu, terdapat ratusan hadiah menarik dalam doorprize yang telah disiapkan untuk para peserta yang beruntung. Hadiah-hadiah ini terdiri dari berbagai barang elektronik, peralatan rumah tangga, hingga voucher belanja. Namun, hadiah utama berupa sepeda listrik menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Setiap peserta yang hadir memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah ini, yang semakin menambah antusiasme dan keceriaan acara.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMMAT untuk terus membangun kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antar sivitas akademika. “Semoga dengan semangat kebersamaan ini, UMMAT semakin maju dan berprestasi di masa mendtang,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh mitra kampus, panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam acara ini. “Kehadiran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen mitra universitas sangat penting dalam memperkuat ikatan kekeluargaan di UMMAT. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” tambahnya.
Acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah doorprize. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan tampak jelas di wajah setiap peserta. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan UMMAT dapat terus menjadi wadah yang mendukung tumbuh kembangnya semangat kebersamaan dan prestasi di lingkungan akademik.
Selamat Milad ke-44 UMMAT! Semoga semakin jaya dan terus berkarya untuk bangsa dan negara (HUMAS UMMAT).