Suasana Kuliah Pakar Riset Kelas Riset FKIP UMMAT Angkatan VI yang digelar secara daring pada Kamis (27/8/2026).

MATARAM — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat budaya akademik dan kapasitas riset mahasiswa melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Riset Kelas Riset FKIP UMMAT Angkatan VI, Kamis (27/8/2026), pukul 15.30 WITA secara daring.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Kelas Riset Angkatan VI dari seluruh program studi di lingkungan FKIP UMMAT. Kuliah pakar menjadi bagian dari upaya sistematis fakultas dalam membangun ekosistem riset yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada luaran ilmiah berkualitas.

Menghadirkan Dr. Octavina Rizky Utami Putri, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai narasumber utama, kegiatan tersebut mengangkat pembahasan mengenai inovasi gamifikasi AR-Numerasi berorientasi deep learning sebagai salah satu peluang pengembangan penelitian pendidikan berbasis teknologi.

Dalam paparannya, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan gamifikasi dan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran numerasi, tetapi juga mendapatkan penguatan tentang tahapan membangun penelitian yang sistematis, menemukan kebaruan (novelty), melakukan pengujian empiris, serta mengembangkan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

Kuliah pakar ini juga memberikan perhatian khusus pada strategi publikasi ilmiah, termasuk bagaimana mahasiswa memetakan jurnal tujuan, meningkatkan kualitas substansi artikel, memperkuat argumentasi akademik, serta mempersiapkan manuskrip agar memiliki peluang lebih besar untuk diterima pada jurnal nasional terakreditasi, khususnya jurnal SINTA 2.

Pembina Kelas Riset FKIP UMMAT, Dr. Syaharudin, M.Pd., menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas kompetensi dan luaran ilmiah mahasiswa.

“Tujuan kami menghadirkan kuliah pakar ini adalah memupuk nalar kritis sekaligus memberikan panduan praktis agar mahasiswa memiliki peta jalan penelitian yang jelas. Kami ingin memastikan setiap anggota Kelas Riset Angkatan VI tidak hanya cakap menemukan kebaruan atau novelty dari sebuah ide, tetapi juga terampil mengembangkannya menjadi penelitian berkualitas hingga mampu menembus jurnal bereputasi nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan melakukan penelitian tidak cukup hanya dengan memahami metodologi. Mahasiswa juga perlu memiliki sensitivitas terhadap persoalan pendidikan, kemampuan mengidentifikasi kesenjangan penelitian, serta kecakapan mengomunikasikan temuan secara ilmiah.

Baca Juga: FKIP UMMAT Buka Kelas Riset Angkatan VI, Dorong Mahasiswa Tembus Publikasi Jurnal SINTA 2

Sementara itu, Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., mengapresiasi penyelenggaraan kuliah pakar tersebut. Ia menilai penguatan kapasitas riset mahasiswa merupakan bagian penting dalam menciptakan kultur akademik yang unggul dan berkelanjutan di lingkungan FKIP UMMAT.

“Kami berharap kuliah pakar ini menjadi pemantik yang kuat bagi mahasiswa untuk semakin aktif menghasilkan penelitian pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berbasis teknologi. FKIP UMMAT berkomitmen mendukung mahasiswa agar riset yang mereka hasilkan tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik atau tugas akhir, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan serta terpublikasi pada jurnal-jurnal ilmiah strategis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Muhammad Nizaar menekankan bahwa perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan menuntut calon pendidik untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melakukan kajian kritis, menciptakan inovasi pembelajaran, dan menguji efektivitas inovasi tersebut melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Baca Juga: Mahasiswa Pendidikan Matematika UMMAT, Rizki Azis, Wakili Kampus dalam International Summer School 2026 di Universitas Gadjah Mada

Melalui Kelas Riset Angkatan VI, FKIP UMMAT berupaya menyediakan ruang pembinaan yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari akademisi dan peneliti lintas perguruan tinggi. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai proses transformasi sebuah persoalan pendidikan menjadi gagasan penelitian, inovasi, pengujian empiris, hingga publikasi ilmiah.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi akademik antara narasumber dengan peserta. Sejumlah isu terkait pengembangan penelitian pendidikan berbasis teknologi, strategi menemukan kebaruan penelitian, hingga tantangan publikasi artikel ilmiah menjadi bagian dari pembahasan selama kegiatan.

Penyelenggaraan Kuliah Pakar Riset ini diharapkan semakin memperkuat keberadaan Kelas Riset FKIP UMMAT sebagai ruang pembinaan calon peneliti muda. Melalui penguatan kompetensi secara berkelanjutan, FKIP UMMAT menargetkan lahirnya mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi riset yang kuat, produktif menghasilkan karya ilmiah, serta siap menjawab tantangan transformasi dan digitalisasi pendidikan. (HUMAS UMMAT)