
Pemaparan materi oleh Dr. Syaharuddin, S.Pd., M, Pd., M.Si., Pembina SPEKTRA sekaligus Koordinator Rumah Jurnal FKIP UMMAT
MATARAM— Sebanyak 21 dosen Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengikuti pelatihan “Smart Analysis Data untuk Penelitian Kuantitatif Menggunakan JASP, DeepSeek, dan ChatGPT” yang digelar di Ruang Micro Teaching FKIP UMMAT, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi dosen dalam melakukan analisis data penelitian kuantitatif sekaligus mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di lingkungan UMMAT. Peserta berasal dari sejumlah fakultas, antara lain Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Agama Islam (FAI), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Pelatihan menghadirkan Dr. Syaharuddin, Pembina SPEKTRA sekaligus Koordinator Rumah Jurnal FKIP UMMAT, sebagai narasumber. Materi yang diberikan mencakup visualisasi data menggunakan Microsoft Excel, analisis korelasi dan regresi linier menggunakan JASP, hingga teknik interpretasi hasil penelitian dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui DeepSeek dan ChatGPT.
Dalam pemaparannya, Dr. Syaharuddin mengajak para dosen menjadikan capaian UMMAT sebagai motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Ia menekankan bahwa prestasi institusi perlu diikuti dengan konsistensi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan publikasi.
“Prestasi tidak cukup hanya dirayakan melalui like, comment, dan share di media sosial. Sebagai warga UMMAT, kita harus terus bergerak menjaga ritme pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama penelitian dan publikasi ilmiah,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi tersebut penting untuk menjaga peningkatan skor SINTA sekaligus memperkuat posisi UMMAT dalam berbagai basis data pemeringkatan perguruan tinggi tingkat internasional.
Baca Juga: Kreativitas Berbuah Prestasi, Mahasiswa PBSI FKIP UMMAT Sabet Juara II Film Pendek Tingkat Nasional
Lebih lanjut, Dr. Syaharuddin menjelaskan bahwa penguatan kapasitas dosen diperlukan untuk menyamakan persepsi dalam analisis data kuantitatif, terutama analisis korelasi dan regresi linier berganda yang banyak digunakan mahasiswa program sarjana dalam penelitian mereka.

“Dengan persepsi yang sama, para dosen diharapkan memiliki standar yang seragam ketika membimbing mahasiswa dalam menyusun skripsi, sehingga kualitas penelitian mahasiswa juga semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP UMMAT, Dr. Intan Dwi Hastuti, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, budaya riset dan publikasi ilmiah membutuhkan proses yang berkelanjutan dan harus dimulai dari kemauan dosen untuk terus belajar serta membangun kolaborasi.
“Fakultas mendukung penuh kegiatan-kegiatan akademik seperti ini. Kami akan terus memberikan ruang, dukungan, dan fasilitas agar dosen dapat meningkatkan kompetensi penelitian serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian peserta, khususnya praktik visualisasi data menggunakan Microsoft Excel, analisis data menggunakan JASP, serta interpretasi output statistik dengan bantuan DeepSeek dan ChatGPT.
Baca Juga: UMMAT Jadi Mitra Kemendiktisaintek, 74 Dosen Ikuti Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Nasional 2026
Peserta juga aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung proses penelitian dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip etika akademik.
Sebagai bagian dari evaluasi, panitia turut menyebarkan angket kepada seluruh peserta untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan untuk pelatihan berikutnya yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2026 dengan tema “Analisis Data Multivariat Menggunakan SPSS.”
Melalui kegiatan ini, UMMAT berharap budaya belajar, kolaborasi riset, dan peningkatan kompetensi dosen dapat terus tumbuh secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing UMMAT di tingkat nasional maupun internasional. (HUMAS UMMAT)