Pimpinan UMMAT, Pimpinan Fakultas, dan Pimpinan PATMI NTB beserta Peserta Seminar Foto Bersama Usai Acara Pembukaan

MATARAM — Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) bekerja sama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (PATPI NTB) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional FAPERTA UMMAT 2026 pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Mataram.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut mengusung tema “Transformasi Pertanian Berkelanjutan melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi Agroindustri untuk Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim.” Seminar ini menjadi ruang ilmiah strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, organisasi profesi, praktisi, mahasiswa, serta pelaku industri untuk membahas tantangan dan peluang pembangunan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim.

Kolaborasi antara FAPERTA UMMAT dan PATPI NTB menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi. Melalui forum ini, berbagai gagasan, hasil penelitian, dan inovasi di bidang pertanian diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi aplikatif yang mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Seminar nasional ini mengangkat lima subtema utama, yaitu Energi dan Inovasi Teknologi, Pertanian Berkelanjutan, Teknologi Pascapanen, Hilirisasi Agroindustri, serta Agribisnis dan Ketahanan Pangan. Kelima subtema tersebut menjadi fokus pembahasan dalam merumuskan strategi pengembangan sektor pertanian yang adaptif, produktif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era perubahan iklim.

Dekan Fakultas Pertanian UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P., menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari upaya FAPERTA UMMAT bersama PATPI NTB dalam membangun budaya akademik yang produktif melalui kolaborasi penelitian, pengembangan inovasi, serta diseminasi hasil-hasil penelitian kepada masyarakat.

Menurutnya, transformasi sektor pertanian tidak lagi cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah melalui inovasi teknologi, efisiensi energi, penguatan hilirisasi agroindustri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Milad ke-46: UMMAT Dorong Inovasi Akademik Generasi Muda melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pertanian yang tangguh, modern, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Mataram, Ir. Asmawati, M.P., yang hadir mewakili Rektor UMMAT., memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional hasil kolaborasi FAPERTA UMMAT dan PATPI NTB. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama antarberbagai pemangku kepentingan di bidang pertanian, pangan, teknologi, dan agroindustri.

Ia berharap seminar nasional ini mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan sektor pertanian, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, anggota PATPI NTB, instansi pemerintah, peneliti, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Sesi seminar dipandu oleh Adi Saputrayadi, S.P., M.Si. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang teknologi pertanian, kebijakan ketahanan pangan, serta hilirisasi agroindustri.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc., dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan inovasi teknologi dan efisiensi energi sebagai fondasi transformasi pertanian modern.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital, Internet of Things (IoT), otomatisasi sistem produksi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta energi terbarukan secara terukur dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Narasumber kedua, Lalu Mirza Amir Hamzah B., S.P., M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, hadir secara langsung. Dalam materinya, ia memaparkan berbagai strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan, modernisasi alat dan mesin pertanian, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, hilirisasi menjadi salah satu langkah penting agar produk pertanian tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi mampu memiliki nilai tambah, daya saing, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Baca Juga: Milad ke-46, UMMAT Apresiasi 24 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Erni Romansyah, S.TP., M.Si., dosen Fakultas Pertanian UMMAT, menyampaikan materi tentang pengembangan teknologi pascapanen dan hilirisasi agroindustri sebagai strategi meningkatkan mutu serta nilai ekonomi hasil pertanian.

Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi pascapanen yang tepat dapat mengurangi kehilangan hasil, meningkatkan kualitas produk, memperpanjang umur simpan, serta memperluas akses pasar bagi produk pertanian lokal. Hal ini dinilai penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha agroindustri, khususnya di daerah.

Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan terkait kebijakan inovasi teknologi, pengembangan energi terbarukan di sektor pertanian, strategi hilirisasi produk pertanian, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dan dunia industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional FAPERTA UMMAT 2026 bersama PATPI NTB, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang aplikatif serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Seminar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pertanian yang modern, berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan perubahan iklim demi tercapainya ketahanan pangan nasional. (HUMAS UMMAT)