MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Program Studi S1 Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian (FAPERTA) UMMAT, resmi meraih peringkat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik), Badan Tetap Akreditasi Program Keteknikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Predikat tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan LAM Teknik Nomor 0319/SK/LAM Teknik/AS/VIII/2026. Sertifikat akreditasi berlaku mulai 21 Agustus 2026 hingga 20 Agustus 2029.

Capaian ini menjadi pengakuan terhadap komitmen Program Studi Teknik Pertanian UMMAT dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, mulai dari proses pembelajaran, kualitas sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tata kelola program studi, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa.

Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan Program Studi S1 Teknik Pertanian meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi merupakan refleksi dari kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh sivitas akademika FAPERTA UMMAT dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, Akreditasi Unggul ini merupakan hasil dari kerja bersama seluruh sivitas akademika Fakultas Pertanian UMMAT. Capaian ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan pertanian yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing,” ujar Syirril Ihromi.

Ia menegaskan bahwa predikat Unggul bukanlah akhir dari proses peningkatan mutu. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi tanggung jawab sekaligus motivasi baru bagi fakultas untuk terus menjaga konsistensi kualitas dan menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Kami tidak ingin menjadikan Akreditasi Unggul sebagai titik akhir. Justru capaian ini menjadi energi baru bagi FAPERTA UMMAT untuk terus berbenah dan berinovasi, memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Teknik Pertanian UMMAT, Dr. Erni Romansyah, S.TP., M.Sc., menyambut capaian tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia menilai predikat Unggul merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra kerja sama, serta berbagai pihak yang turut berkontribusi terhadap perkembangan Program Studi Teknik Pertanian.

Menurutnya, transformasi sektor pertanian saat ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta kecakapan menciptakan solusi atas berbagai persoalan di sektor pertanian.

“Predikat Unggul ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas Program Studi Teknik Pertanian. Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan berpikir inovatif, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menghasilkan solusi keteknikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ungkap Dr. Erni Romansyah.

Ia menjelaskan bahwa Program Studi Teknik Pertanian akan terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik, penelitian terapan, inovasi, serta kerja sama dengan berbagai mitra. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus memperkuat keterhubungan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Akreditasi Unggul merupakan amanah sekaligus tantangan bagi kami. Ke depan, kami akan terus memperkuat pembelajaran berbasis teknologi, penelitian terapan, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar lulusan Teknik Pertanian FAPERTA UMMAT benar-benar siap menghadapi transformasi pertanian dan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Capaian Akreditasi Unggul tersebut sekaligus memperkuat komitmen FAPERTA UMMAT dalam mendukung transformasi sektor pertanian, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Perkembangan pertanian modern membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan ilmu pertanian dengan teknologi, rekayasa, mekanisasi, otomatisasi, energi, pengolahan hasil, serta berbagai inovasi yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan.

Dalam konteks tersebut, Program Studi S1 Teknik Pertanian memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pertanian masa depan. Melalui penguatan kompetensi di bidang keteknikan pertanian, program studi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat menjadi inovator, wirausahawan, peneliti, maupun profesional yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian daerah dan nasional.

Keberhasilan meraih predikat Unggul juga menjadi momentum bagi FAPERTA UMMAT untuk semakin memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga penelitian, serta berbagai mitra strategis lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan diraihnya Akreditasi Unggul dari LAM Teknik, Program Studi S1 Teknik Pertanian FAPERTA UMMAT semakin optimistis menatap masa depan. Predikat tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi fakultas dan universitas, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas dan menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan, inovatif, adaptif, dan berdampak.

Akreditasi Unggul menjadi momentum bagi Program Studi S1 Teknik Pertanian UMMAT untuk melangkah lebih jauh dalam memperkuat mutu pendidikan, memperluas inovasi dan kolaborasi, serta mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional, nasional, maupun global. (HUMAS UMMAT)