
Surakarta – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan benchmarking akademik dan kelembagaan ke Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, 07 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan institusi dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan hukum yang adaptif, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Kegiatan benchmarking tersebut dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak, meliputi unsur dekanat, pimpinan program studi, serta tim penjaminan mutu fakultas. Agenda kegiatan mencakup sesi pemaparan profil dan kebijakan fakultas, diskusi akademik terkait tata kelola dan pengembangan kurikulum, serta pertukaran pengalaman dalam penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Secara substantif, benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, khususnya dalam aspek pengelolaan fakultas yang akuntabel dan berkelanjutan, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta strategi peningkatan akreditasi dan reputasi institusi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperdalam integrasi nilai-nilai AIK dalam pembelajaran hukum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam forum diskusi, FH UMMAT secara khusus menggali pengalaman FH dan Ilmu Politik UMS dalam mengelola kurikulum OBE yang selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi, kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders), serta dinamika perkembangan ilmu hukum dan ilmu politik di tingkat nasional maupun global. Diskusi juga menyoroti peran sistem penjaminan mutu sebagai instrumen strategis dalam menjaga konsistensi kualitas akademik dan mendorong budaya mutu di lingkungan fakultas.

Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah yang positif dan strategis dalam memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam konteks peningkatan mutu pendidikan hukum.
“Kegiatan benchmarking ini merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam rangka memperkuat kualitas dan mutu pendidikan hukum di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS menyambut baik kunjungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik, baik dalam pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis OBE, sistem penjaminan mutu, maupun penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof. Kelik Wardiono.
Lebih lanjut, Prof. Kelik menekankan bahwa sinergi antar fakultas hukum di lingkungan Muhammadiyah perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi dan diskusi akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat timbal balik serta meningkatkan daya saing institusi secara kolektif,” tambahnya.
Kegiatan benchmarking ini juga menjadi momentum penting bagi FH UMMAT untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan fakultas ke depan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyempurnaan kurikulum, penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, serta optimalisasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)