
MATARAM – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram (FAI UMMAT) menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (FAI Unismuh Makassar), Dr. Elli Oschar, M.Pd.I., sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung di Aula FAI UMMAT, Jumat (30/10/2026), ini menjadi ruang penguatan wawasan akademik sekaligus pertukaran pengalaman mengenai kepemimpinan, tata kelola, dan pengembangan mutu perguruan tinggi Islam.
Mengangkat tema “Kepemimpinan Transformatif dan Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam: Strategi Membangun Budaya Mutu, Keunggulan Institusi, dan Kepercayaan Publik”, kuliah tamu tersebut dimoderatori oleh Wakil Dekan II FAI UMMAT, Mardiyah Hayati, M.Pd.I. Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, berbagi pengalaman kepemimpinan, serta diskusi mengenai strategi pengembangan kelembagaan dan kemahasiswaan.
Dalam pemaparannya, Dr. Elli Oschar menegaskan bahwa keunggulan sebuah fakultas tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, budaya mutu, serta kemampuan membangun kolaborasi di lingkungan sivitas akademika.
Menurutnya, pemimpin perguruan tinggi harus mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan inovasi dan membangun sistem kelembagaan berkelanjutan, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.
“Fakultas yang unggul membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, keberanian melakukan inovasi, kemampuan menggerakkan sumber daya manusia, serta komitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Kepercayaan publik tidak dibangun melalui slogan, tetapi melalui kualitas dan prestasi yang dapat dibuktikan,” ungkap Elli.
Pada kesempatan tersebut, Elli turut membagikan perjalanan kepemimpinannya sejak aktif dalam organisasi kemahasiswaan hingga mengemban amanah sebagai Komandan Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).
BACA JUGA: Hadirkan Praktisi Global, UMMAT Perkuat Kompetensi AI Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja
Pengalaman berorganisasi tersebut, menurutnya, memberikan pembelajaran penting dalam membangun kapasitas kepemimpinan, mengelola sumber daya manusia, memperkuat komunikasi, serta mengambil keputusan secara tepat.
Pengalaman itu kemudian menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai Wakil Dekan III FAI Unismuh Makassar, khususnya dalam pengembangan kemahasiswaan, pembinaan prestasi, penguatan organisasi mahasiswa, dan peningkatan reputasi fakultas.
Sebagai Ketua Tim Promosi Fakultas, Elli juga menekankan pentingnya keterpaduan antara kualitas layanan akademik, prestasi mahasiswa, citra kelembagaan, dan strategi penerimaan mahasiswa baru.
Ia menyampaikan bahwa selama menjalankan amanah di bidang kemahasiswaan, FAI Unismuh Makassar secara konsisten mencatat jumlah penerimaan mahasiswa baru terbanyak di lingkungan fakultas. Selain itu, pada tahun 2026, FAI Unismuh Makassar berhasil meraih Juara I Kemahasiswaan Award Universitas Muhammadiyah Makassar.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang didukung pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan, penguatan organisasi kemahasiswaan, serta pengembangan budaya kompetisi dan prestasi.
Elli menilai bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan intelektual, dan pelatihan kepemimpinan. Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan penyelesaian masalah yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Dekan II FAI UMMAT, Mardiyah Hayati, M.Pd.I., menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan wadah penting untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kapasitas intelektual mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki energi dan kemampuan besar yang perlu diarahkan melalui kegiatan organisasi yang produktif, konstruktif, serta memberikan manfaat bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.
“Organisasi kemahasiswaan adalah wadah yang mampu menampung energi dahsyat yang ada pada diri mahasiswa. Oleh karena itu, manfaatkan organisasi untuk pengembangan intelektual diri dan sebagai wadah membangun kerja sama yang baik. Pada saatnya nanti, ketika sudah berada di tengah masyarakat, ilmunya dapat mendatangkan manfaat,” ungkap Mardiyah.
Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kesempatan berorganisasi untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas jejaring, serta membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Elli menguraikan sejumlah strategi dalam membangun perguruan tinggi Islam yang unggul, di antaranya penguatan kepemimpinan visioner, tata kelola yang transparan dan akuntabel, sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan prestasi mahasiswa, serta perluasan jejaring kerja sama antarlembaga.
Ia menekankan bahwa kegiatan akademik lintas perguruan tinggi, seperti kuliah tamu, seminar, dan pertukaran narasumber, tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi perlu dikembangkan menjadi kerja sama berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kualitas institusi.
Menurutnya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) memiliki potensi besar untuk saling memperkuat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman pengelolaan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Jangan membangun fakultas hanya dengan orientasi menyelesaikan program kerja. Bangunlah sistem, budaya mutu, dan tradisi prestasi. Sebab, fakultas yang kuat bukan hanya fakultas yang berhasil hari ini, tetapi fakultas yang mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan prestasinya di masa depan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, FAI UMMAT berupaya memperluas wawasan sivitas akademika mengenai praktik kepemimpinan transformatif sekaligus memperkuat hubungan akademik dengan FAI Unismuh Makassar.
Kuliah tamu tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan, pembinaan kemahasiswaan, penguatan tata kelola, serta pengembangan kelembagaan di lingkungan PTMA.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian program, tetapi juga mampu membangun sistem, mengembangkan potensi sivitas akademika, meningkatkan kepercayaan publik, dan menjaga keberlanjutan prestasi institusi.
(HUMAS UMMAT)