
MATARAM — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Workshop Anti-Bullying dan Bahaya Merokok di Aula SMP Muhammadiyah Mataram, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan serta perilaku merokok.
Mengusung tema “Bersama Ciptakan Sekolah Aman, Sehat dari Bullying dan Rokok”, kegiatan ini merupakan implementasi mata kuliah Profesionalisme Guru Berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPG UMMAT Kelompok II berupaya mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, keteladanan, dan tanggung jawab dalam penguatan karakter peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PPG UMMAT, Ahmad Miftah, S.Pd., dan Nurul Wahidah, S.Pd., menyampaikan materi mengenai pencegahan perundungan (stop bullying) dan bahaya merokok. Siswa diajak mengenali bentuk serta dampak perundungan terhadap kondisi psikologis dan hubungan sosial, sekaligus memahami risiko merokok bagi kesehatan dan pentingnya menolak pengaruh negatif dalam pergaulan.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, dan kampanye edukatif. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan serta pesan positif tentang pentingnya saling menghargai, membangun pertemanan yang sehat, dan menjauhi perilaku merokok. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan empati, keberanian mengambil keputusan, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Muhammadiyah Mataram, Anas Munandar, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa PPG UMMAT yang dinilai sejalan dengan program pembinaan karakter di sekolah.
“Saya atas nama Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Mataram mengapresiasi program yang dilakukan oleh mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UMMAT. Apalagi judul yang diangkat tentang Workshop Anti-Bullying dan Bahaya Merokok, hal ini sejalan dengan wacana dan program sekolah kami,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perundungan merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan dalam lingkungan pendidikan. Demikian pula dengan perilaku merokok yang bertentangan dengan upaya membangun budaya hidup sehat dan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik kami. Semoga kegiatan seperti ini bisa berjalan ke depannya demi menciptakan generasi unggul dan emas di tahun 2045,” harapnya.
Sementara itu, kegiatan yang dilaksanakan melalui mata kuliah Profesionalisme Guru Berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yang diampu oleh Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., dan H. Syamsudin, S.Ag., juga menjadi sarana penguatan kompetensi profesional mahasiswa PPG UMMAT. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai pembelajaran, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan pembentukan karakter peserta didik.
Melalui workshop ini, mahasiswa PPG UMMAT berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata implementasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter.
(HUMAS UMMAT)