MATARAM — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional bertema “Isu Pendidikan Global”, Selasa (22/9/2026), di Aula FKIP UMMAT.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Salman Alfarisi, M.Sn., dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya FKIP UMMAT dalam memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus membangun jejaring akademik dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Kuliah pakar internasional tersebut dihadiri Dekan FKIP UMMAT, Dr. Nizaar, M.Pd.Si., jajaran Wakil Dekan, Ketua Prodi PBSI, dosen di lingkungan PBSI, serta ratusan mahasiswa yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMMAT, Dr. Nizaar, M.Pd.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber dari UPSI Malaysia. Menurutnya, kegiatan internasional seperti ini memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan mutu akademik sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FKIP UMMAT dan UPSI.

“Kami berharap UMMAT, khususnya FKIP, dapat segera menjalin kerja sama yang lebih spesifik dan erat dengan UPSI Malaysia dalam bidang pendidikan. Ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen kami dalam melakukan akselerasi dan peningkatan mutu pendidikan FKIP di masa depan agar mampu berdaya saing di kancah global,” ungkapnya.

Memasuki sesi utama, Dr. Salman Alfarisi, M.Sn. menyampaikan materi bertajuk “Bahasa, Sastra, dan Pendidikan dalam Perspektif Global: Membentuk Generasi Berdaya Saing, Kritis, Kreatif, dan Berakar.”

Dalam paparannya, Dr. Salman mengulas berbagai perubahan besar yang tengah terjadi dalam dunia pendidikan, mulai dari globalisasi, transformasi digital, perkembangan Artificial Intelligence (AI), hingga perubahan cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan memaknai pengetahuan.

BACA JUGA: Perkuat Kolaborasi Internasional dan Inovasi Pendidikan Berbasis AI, FKIP UMMAT Gelar Seminar Internasional 2nd ICGIESTEC 2026

Menurutnya, pendidikan masa kini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti kebutuhan industri. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi yang memiliki daya kritis, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menentukan arah perubahan.

“Berdaya saing bukan berarti sekadar mampu mengikuti perubahan, melainkan memiliki kemampuan untuk memahami perubahan tersebut, meresponsnya secara kritis, dan ikut menentukan arahnya,” ujar Dr. Salman.

Ia juga menekankan pentingnya bahasa dan sastra dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan kesadaran manusia. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, bahasa dan sastra memiliki posisi penting sebagai ruang untuk mempertahankan nilai kemanusiaan, membangun kreativitas, membaca perubahan sosial, sekaligus menjaga identitas dan akar budaya.

Mahasiswa PBSI, menurutnya, tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi. Mereka harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, secara kritis dan produktif untuk mendukung pembelajaran, penelitian, pengembangan bahasa, serta penciptaan karya sastra.

Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. M. Aris Akbar, M.Pd. Para mahasiswa dan dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendiskusikan berbagai persoalan terkait pendidikan, bahasa, sastra, perkembangan AI, hingga tantangan pembelajaran di tengah perubahan global.

Foto bersama narasumber, pimpinan FKIP UMMAT, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Kuliah Pakar Internasional Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMMAT bersama Dr. Salman Alfarisi, M.Sn., dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, Selasa (22/9/2026), di Aula FKIP UMMAT.

Diskusi juga memperlihatkan besarnya perhatian mahasiswa terhadap posisi calon pendidik dan akademisi bahasa dalam menghadapi perkembangan teknologi. Mahasiswa didorong untuk tetap terbuka terhadap inovasi, tetapi tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter, serta akar budaya yang menjadi identitas mereka.

BACA JUGA: UMMAT BERANGKATKAN MAHASISWA KKN KEMITRAAN INTERNASIONAL DAN PENGABDIAN DOSEN DI SIKL MALAYSIA

Melalui pelaksanaan Kuliah Pakar Internasional ini, Prodi PBSI FKIP UMMAT menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan global tanpa meninggalkan nilai dan identitas lokal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu langkah strategis FKIP UMMAT dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan atmosfer akademik, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri.

Ke depan, kolaborasi dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, diharapkan dapat berkembang dalam berbagai program akademik yang lebih konkret, seperti kuliah tamu, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, hingga bentuk kerja sama pendidikan lainnya.

Dengan penguatan jejaring internasional tersebut, FKIP UMMAT terus berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berdaya saing global, kritis, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap berakar pada nilai budaya serta kemanusiaan.

(HUMAS UMMAT)