Dari Keluarga Petani di Narmada, Reza Yudi Candra Raih Predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda UMMAT ke-62

Dari Keluarga Petani di Narmada, Reza Yudi Candra Raih Predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda UMMAT ke-62

Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62
Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman (28/02/2026). Ia didampingi oleh Kedua Orang tua tercinta, Rektor UMMAT, Wakil Rektor III UMMAT, Ketua PWM NTB
, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDikti Wilayah VIII.

Mataram – Perjalanan penuh ketekunan dan doa mengantarkan Reza Yudi Candra, wisudawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), meraih predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda Periode Februari 2026. Dengan IPK 3,76 dan masa studi 3,5 tahun melalui jalur kelas riset tanpa skripsi, Reza membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Lahir di Narmada, 6 Januari 2003, Reza merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan Ratimah dan Semah yang berprofesi sebagai petani di Lombok Barat. Di tengah kesederhanaan keluarga, ia tumbuh dengan nilai kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Ia menjadi satu-satunya anak dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana, sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna perjuangan.

“Menjadi inspiratif bukan berarti menjadi sempurna,” ungkap Reza. “Bagi saya, inspiratif adalah tentang bertahan, terus bertumbuh, dan tidak berhenti berusaha meski keadaan tidak selalu mudah.”

Baca juga https://ummat.ac.id/ummat-kukuhkan-431-lulusan-pada-wisuda-ke-62-teguhkan-komitmen-menuju-kampus-unggul-berdaya-saing-global/

Selama perkuliahan, Reza tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Korwil Jawa Timur–Bali–NTB, memperluas jejaring profesional sekaligus memperkaya wawasan keilmuan. Ia juga terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Sesait bersama dosen sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat.

Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62
Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman, didampingi kedua orang tuanya tercinta.

Sejak semester lima hingga lulus, Reza menjadi penerima Beasiswa BAZNAS yang turut memperkuat kapasitas dan semangatnya dalam menempuh pendidikan. Dukungan tersebut ia maknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberi manfaat yang lebih luas.

Di luar kampus, Reza dipercaya terlibat dalam berbagai proyek konsultan di bidang tata ruang, mulai dari survei dan digitasi pemetaan, feasibility study pengadaan tanah, hingga penyusunan dokumen perencanaan teknis. Pengalaman tersebut membentuk kesiapan profesionalnya bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Konsistensi dan integritasnya pun membuka peluang kerja sebagai Konsultan Individu di PUPR Kota pada bidang Sumber Daya Air pada tahun kelulusannya.

Bagi Reza, setiap pencapaian bukanlah garis akhir, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen memperkuat pengalaman profesional di bidang perencanaan berbasis lingkungan, dengan keyakinan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kemiskinan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ia bermaksud melanjutkan studi magister di bidang Urban Design guna memperdalam kompetensi dalam merancang kawasan dan ruang publik yang berkelanjutan, responsif terhadap konteks lokal, serta mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis dalam pembangunan kota.

Dengan penuh rasa syukur, Reza menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua tercinta, keluarga, para dosen, serta seluruh civitas akademika Fakultas Teknik dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kisah Reza Yudi Candra menjadi bukti bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Dengan doa, kerja keras, dan komitmen untuk terus bertumbuh, setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk melampaui batas dan memberi makna bagi lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)

Smart Research and Publishing: LPPM UMMAT Bekali Dosen Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Berbasis AI

Smart Research and Publishing: LPPM UMMAT Bekali Dosen Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Berbasis AI

Foto bersama narasumber dan peserta Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional Bereputasi di Ruang Pertemuan Lt. 3 Rektorat UMMAT pada Selasa, 20 Jnuari 2026.

Mataram Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional Bereputasi dengan tema Smart Research and Publishing: Optimalisasi Artificial Intelligence dalam Penulisan Artikel Ilmiah Internasional, pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan diikuti oleh dosen serta peneliti dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis LPPM UMMAT dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen, khususnya pada jurnal internasional bereputasi. Seiring dengan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia riset dan publikasi ilmiah dituntut untuk beradaptasi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab agar tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen dalam menulis artikel ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar metodologis dan substansi keilmuan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
“Kami berharap melalui pelatihan ini dapat lahir artikel-artikel ilmiah yang bereputasi internasional. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan reputasi akademik UMMAT sekaligus kontribusi nyata civitas akademika dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Sri Rejeki menegaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence dalam riset dan penulisan ilmiah perlu dipahami secara komprehensif, baik dari sisi peluang maupun tantangannya. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman konseptual sekaligus praktis kepada peserta dalam memanfaatkan AI secara optimal tanpa melanggar etika akademik.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd., Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), dengan dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP. Kehadiran narasumber dari lembaga riset nasional tersebut memberikan perspektif yang komprehensif terkait praktik riset dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

Pemaparan materi oleh Narasumber, Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Dr. Syahrul Ramadhan menyampaikan materi bertajuk Utilization of Artificial Intelligence in Research and Publication. Ia menjelaskan bahwa Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan sebagai supporting tools dalam berbagai tahapan penelitian dan penulisan artikel ilmiah, mulai dari penelusuran literatur, pengelolaan referensi, penyusunan kerangka artikel, hingga peningkatan kualitas bahasa akademik.

Namun demikian, Dr. Syahrul menekankan bahwa penggunaan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran intelektual peneliti. “AI membantu mempercepat dan mengefisienkan proses, tetapi peneliti tetap menjadi subjek utama yang bertanggung jawab atas substansi, analisis, dan keaslian karya ilmiah,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Syahrul juga mengulas berbagai isu strategis terkait tren terkini Artificial Intelligence, ethical use of AI, AI for research, serta AI for publication. Ia menyoroti pentingnya pemahaman etika penggunaan AI agar tidak menimbulkan pelanggaran akademik, seperti plagiarisme, manipulasi data, maupun ketidaksesuaian dengan kebijakan jurnal internasional bereputasi.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan penulisan artikel ilmiah, khususnya dalam proses submit ke jurnal internasional. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan pendampingan dan penguatan kapasitas dosen dalam menghadapi dinamika publikasi ilmiah global. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).

Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karir dosen.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.

Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara

Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.

Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).

Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.

Ketua LPPM UMMAT, Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karier dosen.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.

Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara

Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.

Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Arah Pendidikan Tinggi, UMMAT Gelar Workshop OBE Berbasis Kampus Berdampak

Perkuat Arah Pendidikan Tinggi, UMMAT Gelar Workshop OBE Berbasis Kampus Berdampak

Dokumentasi Acara Pembukaan Workhshop Kurikulum OBE

Mataram — Biro Perencanaan Administrasi dan Akademik (BPAA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada tanggal 23–24 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT ini menjadi langkah strategi universitas dalam memperkuat sistem penjaminan mutu akademik melalui pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Hijril Ismail, M.Pd., BI., sekaligus Kabiro BPAA menjelaskan bahwa lokakarya ini diarahkan untuk menghasilkan Pedoman Kurikulum Outcome Based Education UMMAT yang akan menjadi rujukan seluruh program studi di lingkungan universitas. Penyusunan pedoman tersebut mengacu pada peraturan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi , serta selaras dengan kebijakan transformasi pendidikan tinggi dan konsep Kampus Berdampak .

Lebih lanjut, Prof. Hijril menegaskan bahwa pedoman kurikulum ini diharapkan mampu mengantarkan UMMAT menjadi universitas yang inklusif, adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata ( impactful ) bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

Workshop ini menghadirkan narasumber nasional Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., yang dikenal sebagai penyusun kebijakan dan pedoman kurikulum pendidikan tinggi rujukan nasional, termasuk IKPT 2020 dan KPT 2024, serta pengembang template Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan secara luas oleh perguruan tinggi di Indonesia. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan pemahaman mendalam mengenai regulasi terkini dan structure for curriculum design sebagai kerangka strategis dalam perancangan kurikulum OBE.

Menurut Prof. Hijril, kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan insight dan perspektif baru yang mendorong perubahan pola pikir sivitas akademika menuju growth mindset, sehingga mampu mengakselerasi pencapaian UMMAT sebagai universitas unggul.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Partisipasi para pemangku kepentingan eksternal tersebut diharapkan dapat memperkaya dokumen kurikulum agar semakin link and match dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus mendorong lulusan tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Sekretaris Rektor I, Dr. Syafril, M.Pd., menegaskan bahwa kurikulum OBE bukan sekadar penyusunan perangkat pembelajaran, melainkan strategi membaca peluang kerja dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya saing, mampu mengisi posisi strategis di dunia kerja, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan.

Sambutan SR I UMMAT, Dr. Syafril, M.Pd., mewakili Rektor UMMAT

Ia menambahkan bahwa workshop yang diselenggarakan BPAA ini merupakan bagian dari ikhtiar UMMAT dalam menjemput perubahan. Sejalan dengan ungkapan filsuf Heraclitus, “nothing endures but change”, perguruan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan maju.

Workshop dimoderatori oleh Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. Dalam sesi utama, Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., Guru Besar rumpun keilmuan Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sekaligus Ketua Tim Ahli Kurikulum Dikti Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, memaparkan materi tentang pengembangan kurikulum pendidikan tinggi sesuai KKNI dan SN Dikti dengan pendekatan OBE.

Kajian yang dibahas meliputi paradigma pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, konsep dan implementasi OBE, tahapan penyusunan dokumen kurikulum, pembentukan mata kuliah dan penentuan bobot SKS, penyusunan struktur dan peta kurikulum, hingga penguatan tugas akhir dan mata kuliah Capstone Design.

Melalui lokakarya ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang responsif terhadap perubahan, fokus pada pencapaian pembelajaran lulusan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja. (HUMAS UMMAT)

Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan

Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan

Mahasiswa Internasional UMMAT kunjungan ke Institusi Pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima

Bima — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan penguatan wawasan global generasi muda. Pada Senin, 12 Januari 2026, UMMAT melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) memimpin rangkaian kunjungan mahasiswa internasional ke sejumlah institusi pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya UMMAT yang menyasar SMA Negeri 1 Kota Bima, SMA KAE Woha, ASI Bima, serta Kampus STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima. Rangkaian kunjungan tersebut menjadi ruang strategis bagi terbangunnya interaksi lintas budaya antara mahasiswa internasional, mahasiswa lokal, dan pelajar sekolah menengah.

Melalui dialog, diskusi ringan, dan perjumpaan langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara, para peserta diajak untuk memperluas cara pandang, membangun global mindset, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk bermimpi serta berkiprah di tingkat global. Kegiatan ini juga memperkenalkan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional.

Kolaborasi antara UMMAT dan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menjadi wujud konkret peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan. Mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal tidak hanya berbagi pengalaman akademik dan kebudayaan, tetapi juga membangun jejaring peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan saling menghargai.

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi strategis UMMAT dalam memperluas jejaring global dan kontribusi sosial melalui pendidikan. “Kegiatan ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan yang kami bangun secara berkelanjutan. UMMAT berupaya menjembatani peradaban, memperkuat persahabatan global, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa kepada generasi muda, khususnya di daerah,” ujar Asbah.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional di Bima diharapkan mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa setempat untuk berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional, sekaligus menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas global.

Rangkaian kunjungan ini dijadwalkan akan ditutup dengan silaturahmi di kediaman Wali Kota Bima, sebagai simbol penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. (HUMAS UMMAT)

https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://sportnfl.org/
https://www.camaraemplea.com/
slot 4d
toto4d