Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus, LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa

Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus, LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa

Suasana pembukaan Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Gedung BGTK NTB, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus BEM, DPM Fakultas, dan UKM sebagai upaya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembentukan kader Ormawa sebagai penggerak dakwah kampus UMMAT.

MATARAM Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.

Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT, meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah, serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.

“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.

“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga menekankan bahwa para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena dianggap belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka diberikan ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.

“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.

“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.

Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa UMMAT telah dibekali dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ditingkatkan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.

“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.

Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.

“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.

Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.

“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (HUMAS UMMAT)

Mahasiswa UMMAT Berprestasi: Pratiwi Wulandari Raih First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026

Mahasiswa UMMAT Berprestasi: Pratiwi Wulandari Raih First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026

Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram, Pratiwi Wulandari, tampil anggun dalam ajang Putri Pendidikan NTB 2026. Pratiwi berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026, sekaligus membawa nama baik UMMAT di tingkat daerah.

MATARAM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Pratiwi Wulandari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMMAT semester 2, yang berhasil meraih gelar First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026.

Kegiatan Putri Pendidikan NTB 2026 berlangsung selama hampir satu bulan, sejak 15 April hingga 10 Mei 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi proses pendaftaran, seleksi, karantina, pembekalan, hingga grand final. Dalam proses tersebut, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari wawasan, kepribadian, kemampuan komunikasi, kepedulian terhadap pendidikan, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Pratiwi Wulandari menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pengembangan dirinya. Menurutnya, ajang Putri Pendidikan NTB 2026 memberikan banyak pelajaran tentang keberanian, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta pentingnya peran generasi muda dalam mendukung dunia pendidikan.

“Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang, berani mencoba hal baru, dan percaya pada potensi diri masing-masing. Saya juga berharap dapat membawa nama baik kampus serta memberikan dampak positif melalui pendidikan, prestasi, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” ungkap Pratiwi.

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kaprodi PGSD FKIP UMMAT, Sukron Fujiaturrahman, M.Pd. Ia menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian yang diraih oleh mahasiswa PGSD FKIP UMMAT tersebut. Menurutnya, keberhasilan Pratiwi menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri, kecerdasan, kepribadian, dan kepedulian sosial.

“Dengan penuh rasa bangga dan syukur, kami mengucapkan selamat kepada saudari Pratiwi Wulandari, mahasiswa PGSD FKIP UMMAT, atas prestasi luar biasa sebagai First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri, kecerdasan, kepribadian, dan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sukron menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Program Studi PGSD, FKIP, dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri, berani berkarya, serta aktif mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan positif.

“Sebagai Kaprodi PGSD, saya merasa sangat terharu dan bangga melihat semangat, kerja keras, dan dedikasi yang ditunjukkan. Keberhasilan ini membawa nama baik PGSD FKIP UMMAT sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkarya, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar Pratiwi menjadikan pencapaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, rendah hati, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, seorang mahasiswa calon pendidik perlu memiliki karakter yang kuat, mampu menjadi teladan, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai pendidikan.

“Jadikan pencapaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, rendah hati, dan mengembangkan potensi diri. Tetaplah menjadi pribadi yang menginspirasi, menjaga nilai-nilai pendidikan, serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda. Semoga prestasi ini membuka jalan menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan,” tutupnya.

Melalui prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berprestasi, berkarakter, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Luncurkan Program Inkubasi Bisnis 2026 Bersama Baznas NTB, Fokus Z Coffee & Bisnis Mahasiswa

UMMAT Luncurkan Program Inkubasi Bisnis 2026 Bersama Baznas NTB, Fokus Z Coffee & Bisnis Mahasiswa

Prosesi pemotongan pita sebagai tanda peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT oleh Wakil Rektor III UMMAT bersama Baznas NTB di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).

MATARAM — Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Baznas NTB resmi meluncurkan Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT . Kegiatan ini berlangsung di Lapangan FISIPOL UMMAT, pada Senin, 27 April 2026.

Program ini menjadi langkah strategis UMMAT dalam memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Melalui Z Coffee dan kelompok bisnis mahasiswa, UMMAT berupaya menghadirkan ruang praktik bisnis yang nyata, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola usaha.

Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kampus dalam memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki mental dan orientasi sebagai entrepreneur muda. Menurutnya, penanaman jiwa kewirausahaan bukan hal yang mudah, tetapi menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Agenda ini bertujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk memiliki mental sebagai pebisnis. Penanaman jiwa entrepreneur memang tidak mudah, tetapi sangat penting untuk terus dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini para lulusan perguruan tinggi senantiasa dihadapkan pada tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Karena itu, perguruan tinggi perlu menghadirkan program yang mampu mendorong mahasiswa untuk menciptakan peluang, bukan hanya menunggu kesempatan kerja.

“Hari ini kita mengalami problem serius. Para alumni dan lulusan selalu dihadapkan dengan tantangan dunia kerja. Ide inilah yang menjadi stimulus agar mahasiswa mulai membangun keberanian, kreativitas, dan kemandirian dalam berwirausaha,” tambahnya.

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal, bersama jajaran pimpinan UMMAT meninjau gerai Z Coffee usai peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).

Wakil Rektor III UMMAT juga menegaskan bahwa pengembangan bisnis mahasiswa di lingkungan UMMAT telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Beberapa kelompok bisnis mahasiswa bahkan telah berhasil memperoleh penghargaan dari kementerian, sehingga menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

“Di antara bisnis mahasiswa ini, ada juga yang telah mendapat penghargaan dari kementerian. Ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa UMMAT sangat besar dan perlu terus difasilitasi melalui program inkubasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, hadirnya Z Coffee merupakan program yang strategis dan potensial. Ia berharap Baznas NTB dapat terus menjadi mitra UMMAT dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis kampus.

“Z Coffee ini cukup bombastis dan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kami berharap Baznas NTB dapat menjadi mitra dalam mendukung entrepreneur di lingkungan UMMAT. Ke depan, program ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan program pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas untuk meluluskan mahasiswa secara akademik, tetapi juga menyiapkan mereka agar memiliki wawasan kewirausahaan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Sesungguhnya tugas kita bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga memberikan wawasan terkait kewirausahaan dan dunia kerja. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa UMMAT memiliki jiwa entrepreneur,” ungkapnya.

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal Murad, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran Z Coffee atau Zakat Coffee merupakan bagian dari upaya Baznas NTB untuk mendorong literasi dan syiar pengelolaan dana infak, zakat, dan sedekah secara lebih sistematis dan produktif.

Menurutnya, salah satu program penting Baznas NTB adalah pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi mahasiswa di lingkungan kampus. Z Coffee menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana dana sosial keagamaan dapat dikelola untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.

“Melalui peluncuran Z Coffee ini, kami ingin mendorong sekaligus mensyiarkan pengelolaan dana infak dan zakat secara sistematis. Salah satu program Baznas NTB adalah pemberdayaan, dan Z Coffee ini menjadi bagian dari pemberdayaan mustahik di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa penerima manfaat program ini dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik. Dengan demikian, ke depan mereka tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan bahkan mampu menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.

“Mahasiswa yang menerima program ini diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan. Ke depan, mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi menjadi pemberi. Kita juga berharap melalui Z Coffee, literasi zakat semakin dekat dan masuk kepada generasi Z,” tuturnya.

Peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, serta berdaya saing. (HUMAS UMMAT)

BKA UMMAT Apresiasi Prestasi Mahasiswa: Penyerahan Hadiah Kompetisi Ilmiah dan Reward Prestasi Tahun 2025-2026

BKA UMMAT Apresiasi Prestasi Mahasiswa: Penyerahan Hadiah Kompetisi Ilmiah dan Reward Prestasi Tahun 2025-2026

Foto Bersama Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), Wakil Dekan (Wadek II) UMMAT, serta Mahasiswa Berprestasi di Ruang Pertemuan Lt.3 Rektorat UMMAT pada 29 Januari 2026.

Mataram – Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar acara Penyerahan Hadiah Pemenang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa dan Penyerahan Reward Prestasi Tahun 2025-2026 Termin 1 di Ruang Pertemuan Lt.3 Rektorat UMMAT pada 29 Januari 2026. Acara ini dihadiri oleh Rektor UMMAT, Wakil Dekan 2 dari berbagai Fakultas, Dosen Pembimbing, serta mahasiswa penerima penghargaan.

Kepala BKA UMMAT, Drs. Amil, M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yang telah meraih prestasi, baik dalam kompetisi ilmiah maupun di bidang lainnya. Beliau menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan dedikasi tinggi yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan dan semangat juang mahasiswa kita. Kami berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika UMMAT untuk terus berprestasi, berinovasi, dan membawa UMMAT menuju universitas yang lebih unggul, berprestasi, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Drs. Amil, M.M.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para Wakil Dekan 2 dari berbagai fakultas yang telah memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dalam meraih prestasi luar biasa ini. “Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran serta para Wakil Dekan, dosen pembimbing, dan pihak fakultas yang senantiasa memberikan bimbingan dan dorongan. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus terjalin, agar lebih banyak mahasiswa yang dapat meraih prestasi gemilang dan membawa nama baik UMMAT ke tingkat yang lebih tinggi,” tambah Drs. Amil, M.M.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., juga turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang meraih penghargaan. Beliau menegaskan bahwa prestasi yang diraih oleh mahasiswa UMMAT adalah bukti komitmen dalam meraih keunggulan di berbagai bidang, baik akademik, ilmiah, maupun non-akademik. Rektor berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., memberikan penghargaan kepada para juara Kompetisi Karya Ilmiah Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, para pemenang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa dan Pengabdian diumumkan. Dwi Suryo Putro meraih Juara 1 dengan karya Pengaruh Animasi Canva Berbasis Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menyelesaikan Operasi Bilangan Bulat, Muhammad Daffa Pratama meraih Juara 2 dengan karya Determinan Kegagalan Kebijakan (Policy Failure) pada Operasional Bus Mataram Metro dan Implikasinya Terhadap Keberlanjutan Bus Trans Mataram, dan Wafik Aziza meraih Juara 3 dengan karya MBG di ruang publik: kajian komunikasi tentang narasi, kritik, dan dukungan warga di NTB.

Pada bidang Pengabdian, Supardi meraih Juara 1 dengan program Pelatihan Pemanfaatan Canva untuk Meningkatkan Kompetensi Digital UMKM dalam Pemasaran Produk, Hanifah Difa Fitriani meraih Juara 2 dengan program From Root to Remedy: Workshop Pengenalan Jamu Kunir Asam untuk Mendukung Kesehatan dan Adaptasi Mahasiswa Internasional, dan Rosmini meraih Juara 3 dengan program Pelatihan Pembuatan Batako Bagi Remaja Sebagai Upaya Pengembangan Mata Pencaharian Berbasis Potensi Lokal di Desa Cendimanik.

Selain itu, beberapa mahasiswa juga berhasil meraih prestasi internasional dan nasional. Chinta Shaqila (PBI 2022) meraih Juara I pada kategori Poetry Reading dan Juara II pada Category Essay dalam International Arts Competition 2025, serta penghargaan Best Critical Thinker pada FGD Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025. Naila Lutfia (PBI 2022) meraih Juara I dalam Category Presenter pada Ahmad Dahlan International Seminar 3 Tahun 2025 serta Juara I pada Sport Category International Art Competition 2025. Wafiq Aziza (KPI) meraih Juara III dalam Category Essay pada Future Education E International Event Ahmad Dahlan International Seminar 29 Oktober 2025. Sabrina Tria Yunita meraih Juara II dalam Lomba Social Media Campaign PTMA Tahun 2025 tingkat Nasional PTMA Se-Indonesia, dan Muh. Mizrikin Hakim serta tim meraih Juara I dalam Lomba Social Media Campaign PTMA Tahun 2025 tingkat Nasional PTMA Se-Indonesia. Naura Syahira meraih Juara I dalam Tombak Voli Tingkat Provinsi pada Event REKTOE CUP 1 UNIBIM tingkat Regional.

Acara ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dosen pembimbing dan pihak fakultas, sekaligus memberikan dorongan lebih lanjut untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar. Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan mahasiswa UMMAT semakin termotivasi untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi tantangan masa depan. (HUMAS UMMAT)

Teknik Geologi UMMAT Perkuat Literasi Kebumian dan Mitigasi Bencana di Geopark Rinjani Melalui International Expert Lecture Bersama NUS dan UGGp

Teknik Geologi UMMAT Perkuat Literasi Kebumian dan Mitigasi Bencana di Geopark Rinjani Melalui International Expert Lecture Bersama NUS dan UGGp

Mataram, Program Studi S1 Teknik Geologi Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan keilmuan kebumian yang relevan dengan isu-isu global melalui penyelenggaraan International Expert Lecture bertajuk “Development of Educational, Conservation, Geo Heritage, and Geological Hazard Mitigation-Based Geo in The Rinjani Geopark Area to Enhance Mountaineering Safety.” Kegiatan yang berlangsung pada 8 oktober 2025, di Aula Fakultas Kedokteran UMMAT ini menghadirkan dua narasumber ahli dari tingkat nasional dan internasional, serta diikuti oleh mahasiswa S1 Teknik Geologi, D3 Teknik Pertambangan, dan peserta umum dari berbagai latar belakang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik UMMAT dalam memperkuat pendidikan geosains yang berorientasi pada konservasi, mitigasi bencana, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Ketua Program Studi S1 Teknik Geologi, Andi Faesal, M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memperluas wawasan ilmiah mahasiswa terhadap karakteristik bencana geologi di Gunung Rinjani serta memahami langkah-langkah mitigasi yang efektif.

“Gunung Rinjani merupakan kawasan yang memiliki keindahan sekaligus kompleksitas geologi yang tinggi. Mahasiswa perlu memahami bahwa di balik keindahan tersebut, terdapat potensi bahaya yang harus dikelola dengan pengetahuan ilmiah. Kegiatan ini kami rancang agar mereka mampu melihat hubungan antara konservasi, mitigasi, dan keselamatan pendakian secara ilmiah dan praktis,” ungkap Andi Faesal.

Dr. Aji Syailendra Ubaidillah, Dekan Fakultas Teknik UMMAT, menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, praktisi, dan lembaga konservasi dalam mewujudkan keselamatan dan keberlanjutan di kawasan Geopark Rinjani. “Kesempatan ini sangat berharga karena menghadirkan narasumber internasional dari kampus berperingkat delapan dunia. Mahasiswa harus memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan dan menjalin jejaring global. Ada kesempatan, ada waktu, dan ada keinginan yang bisa digunakan jangan sampai disia-siakan,” tutur Dr. Aji penuh semangat.

Sesi pertama diisi oleh Yoonhee Jung, Ph.D., seorang Senior Research Fellow dari Faculty of Arts and Social Sciences, National University of Singapore (NUS). Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema konservasi di negara berkembang dan menyoroti bagaimana konsep Geopark dapat menjadi “wacana yang kuat” dan “kekuatan ekonomi” melalui pengembangan geowisata yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan geopark tidak hanya bergantung pada keindahan alam semata, tetapi juga pada peran masyarakat lokal dan institusi pendidikan dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.

Pemateri kedua, Meliawati Ang, ST, selaku Manager of Research, Development & Inter-Institutional Cooperation di Rinjani–Lombok UNESCO Global Geopark (UGGp) , membahas Gunung Rinjani sebagai warisan dunia yang memiliki nilai geologis dan ekosistem luar biasa. Ia menyoroti pentingnya edukasi keselamatan bagi para pendaki dan pengelola kawasan.

Menutup kegiatan, Melinda Dwi Erintina, M.Sc., Ketua Program Studi D3 Teknik Pertambangan, menyampaikan refleksi penting tentang tantangan penelitian di bidang kebumian, khususnya di kawasan Rinjani. “Belum banyak publikasi ilmiah yang membahas daerah rawan bencana di Rinjani. Ini menjadi tantangan besar bagi praktisi dan praktisi di Indonesia. Jangan sampai geopark dan warisan yang kita miliki justru lebih banyak dikaji oleh peneliti asing. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap muncul semangat baru untuk memperdalam penelitian dan publikasi ilmiah terkait potensi bahaya geologi di kawasan Rinjani,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Lepas Lima Mahasiswa sebagai Relawan “Clean Water for Sambori” yang Diselenggarakan oleh AiKite dan LAZISMU

UMMAT Lepas Lima Mahasiswa sebagai Relawan “Clean Water for Sambori” yang Diselenggarakan oleh AiKite dan LAZISMU

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali meneguhkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan sosial kemasyarakatan melalui pelepasan mahasiswa peserta program relawan bertajuk Clean Water For Sambori. Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Ruang Temu Rektor UMMAT , dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor III, serta para mahasiswa peserta.

Program Clean Water For Sambori merupakan hasil kolaborasi strategis antara AiKite dan LAZISMU , yang mengusung semangat pengabdian, inovasi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa terdorong untuk terlibat langsung dalam upaya peningkatan akses air bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan adat Sambori, Kabupaten Bima. Fokus kegiatan utama ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6 dan 13, yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Semua serta Penanganan Perubahan Iklim .

Program ini juga menjadi bentuk nyata evolusi dari visi UMMAT sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan , dengan menumbuhkan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan dan lingkungan, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan alam.

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai 10 hingga 18 Oktober 2025 di Desa Sambori, Kabupaten Bima, lima mahasiswa terpilih dari UMMAT resmi dilepas oleh pimpinan universitas. Mereka adalah Irma Neni Wahidah (Program Studi PGMI), Nina Muji Apriani (Teknik Sipil), Putri Hafidzah (PBSI), Rio Eza Nur Muhammad (Ilmu Pemerintahan), dan Ade Indra Zulfa (Farmasi). Kelimanya berhasil lolos seleksi nasional dan akan bergabung bersama para relawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di kawasan adat Sambori, yang dikenal luas dengan sebutan Negeri di Atas Awan .

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., berpesan pentingnya menjaga etika dan nilai-nilai moral selama menjalankan tugas kemanusiaan di masyarakat. Beliau menekankan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi mahasiswa.

“Jagalah etika, sopan santun, dan tetaplah ramah terhadap masyarakat. Hargai nilai-nilai adat istiadat yang berlaku di Sambori, karena keberhasilan seorang relawan bukan hanya dilihat dari seberapa besar kontribusi fisik yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menghormati dan memahami budaya masyarakat tempat ia mengabdi. Semoga pengalaman ini menjadi ladang ilmu dan pengayaan diri yang akan berguna bagi masa depan,” ujar Rektor.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyampaikan pesan penuh makna kepada para mahasiswa yang akan berangkat. Beliau menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, empati, dan ketulusan hati dalam menjalankan program pengabdian.

“Prinsipnya, jaga diri dan berbaurlah dengan masyarakat setempat sesuai budaya mereka. Jangan membawa budaya kita, tetapi belajarlah bagaimana mereka hidup, bekerja, dan menjaga alam. Kegiatan ini adalah kesempatan untuk belajar menjadi bagian dari solusi. Kami berharap kalian dapat kembali dengan selamat, membawa cerita, inspirasi, dan semangat baru yang bisa menular kepada mahasiswa lain,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Irma Neni Wahidah dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan ini. “Saya merasa sangat bersyukur bisa terpilih mewakili UMMAT. Ini adalah kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat adat Sambori tentang bagaimana mereka menjaga alam dan mengelola air. Semoga kami dapat memberikan kontribusi kecil yang bermanfaat sekaligus membawa nilai-nilai Islami dan kemanusiaan yang diajarkan di kampus,” tuturnya penuh semangat. (HUMAS UMMAT)