Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram, Pratiwi Wulandari, tampil anggun dalam ajang Putri Pendidikan NTB 2026. Pratiwi berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026, sekaligus membawa nama baik UMMAT di tingkat daerah.
MATARAM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Pratiwi Wulandari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMMAT semester 2, yang berhasil meraih gelar First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026.
Kegiatan Putri Pendidikan NTB 2026 berlangsung selama hampir satu bulan, sejak 15 April hingga 10 Mei 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi proses pendaftaran, seleksi, karantina, pembekalan, hingga grand final. Dalam proses tersebut, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari wawasan, kepribadian, kemampuan komunikasi, kepedulian terhadap pendidikan, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Pratiwi Wulandari menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pengembangan dirinya. Menurutnya, ajang Putri Pendidikan NTB 2026 memberikan banyak pelajaran tentang keberanian, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta pentingnya peran generasi muda dalam mendukung dunia pendidikan.
“Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang, berani mencoba hal baru, dan percaya pada potensi diri masing-masing. Saya juga berharap dapat membawa nama baik kampus serta memberikan dampak positif melalui pendidikan, prestasi, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” ungkap Pratiwi.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kaprodi PGSD FKIP UMMAT, Sukron Fujiaturrahman, M.Pd. Ia menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian yang diraih oleh mahasiswa PGSD FKIP UMMAT tersebut. Menurutnya, keberhasilan Pratiwi menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri, kecerdasan, kepribadian, dan kepedulian sosial.
“Dengan penuh rasa bangga dan syukur, kami mengucapkan selamat kepada saudari Pratiwi Wulandari, mahasiswa PGSD FKIP UMMAT, atas prestasi luar biasa sebagai First Runner Up Putri Pendidikan NTB 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri, kecerdasan, kepribadian, dan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukron menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Program Studi PGSD, FKIP, dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri, berani berkarya, serta aktif mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan positif.
“Sebagai Kaprodi PGSD, saya merasa sangat terharu dan bangga melihat semangat, kerja keras, dan dedikasi yang ditunjukkan. Keberhasilan ini membawa nama baik PGSD FKIP UMMAT sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkarya, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar Pratiwi menjadikan pencapaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, rendah hati, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, seorang mahasiswa calon pendidik perlu memiliki karakter yang kuat, mampu menjadi teladan, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai pendidikan.
“Jadikan pencapaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, rendah hati, dan mengembangkan potensi diri. Tetaplah menjadi pribadi yang menginspirasi, menjaga nilai-nilai pendidikan, serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda. Semoga prestasi ini membuka jalan menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan,” tutupnya.
Melalui prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berprestasi, berkarakter, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, meraih Bronze Medal pada Nusantara Writing Festival 5 dan National Essay Competition 2 di Universitas Negeri Malang, 18–19 April 2026.
Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 18–19 April 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT, khususnya dari Fakultas Hukum, memiliki kualitas akademik, kemampuan literasi, dan daya saing yang kuat dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. Keberhasilan ini juga menegaskan komitmen UMMAT dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa agar mampu tampil unggul, kreatif, dan kompetitif di berbagai forum akademik.
Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II merupakan kegiatan yang berorientasi pada penguatan budaya literasi, kepenulisan ilmiah, serta pengembangan pemikiran kritis mahasiswa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan, analisis, dan solusi inovatif terhadap berbagai isu strategis nasional melalui karya esai yang sistematis, berkualitas, dan bernilai aplikatif.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong kreativitas generasi muda dalam merumuskan solusi yang konstruktif, membangun jejaring akademik antar peserta dari berbagai daerah, serta memperkuat kontribusi nyata pemuda dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia melalui ide-ide yang progresif dan solutif. Tingginya partisipasi peserta yang mencapai lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai PTN dan PTS di seluruh Indonesia menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap dunia literasi dan kepenulisan ilmiah.
Atas capaian tersebut, Wakil Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Anies Prima Dewi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT dalam ajang nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Nusantara Writing Festival dan National Essay Competition merupakan agenda yang sangat positif dan strategis dalam membangun tradisi akademik di kalangan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kompetisi semacam ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur kemampuan kepenulisan, tetapi juga menjadi wahana pembinaan kapasitas intelektual mahasiswa dalam melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, kritis, dan solutif terhadap persoalan hukum serta kebangsaan.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang ini menunjukkan bahwa budaya literasi dan semangat akademik terus tumbuh di lingkungan Fakultas Hukum UMMAT. Kami tentu sangat bangga atas capaian Rizky Arianto yang berhasil meraih Bronze Medal di tengah persaingan yang sangat kompetitif. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu tampil dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Anies Prima Dewi menyampaikan bahwa prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi akademik dan ilmiah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan Rizky Arianto tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra UMMAT sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, berintegritas, dan berdaya saing dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui capaian ini, Fakultas Hukum UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi, membina, dan mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi intelektual serta kemampuan akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (HUMAS UMMAT)
MATARAM – Semangat inovasi dan kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali terlihat melalui karya kreatif di bidang pangan. Salah satunya datang dari Mizwar Saniyadi, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian (FAPERTA) UMMAT, yang menghadirkan “La Pista”, minuman berbahan dasar pistachio yang bernutrisi, unik, dan kekinian di Kota Mataram.
Mizwar merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang saat ini menempuh semester 6. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, kreatif, dan memiliki minat besar pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Dari proses belajar di bangku kuliah, Mizwar melihat peluang untuk mengembangkan produk pangan yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki manfaat gizi.
Ide menghadirkan La Pista bermula dari keinginannya untuk menciptakan minuman yang berbeda dari produk yang sudah banyak beredar di Mataram. Di tengah tren minuman kekinian yang terus berkembang, Mizwar melihat bahwa produk berbahan dasar pistachio masih sangat jarang ditemukan. Dari situlah ia mulai melakukan percobaan, riset sederhana, dan pengembangan formula hingga lahirlah produk yang siap dipasarkan.
La Pista tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa nilai lebih dari sisi nutrisi. Pistachio dikenal sebagai bahan pangan yang mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin, dan lemak sehat. Kandungan tersebut menjadikan La Pista sebagai alternatif minuman yang lezat sekaligus lebih bernilai gizi bagi masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang mulai peduli pada pilihan konsumsi yang lebih sehat.
Dalam proses merintis usaha, Mizwar menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan modal, proses trial and error untuk mendapatkan rasa yang tepat, hingga upaya membangun pasar menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Namun, dengan semangat belajar dan tekad yang kuat, ia mampu mengembangkan La Pista secara bertahap.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Mizwar juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi ini membantu La Pista dikenal lebih luas, terutama di kalangan anak muda yang tertarik mencoba minuman baru dengan konsep unik dan modern.
Saat ini, La Pista berlokasi di Jalan Majapahit, kawasan Taman Budaya, Kota Mataram. Lokasi tersebut dinilai strategis karena ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Usaha ini beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WITA, menyesuaikan dengan waktu aktivitas masyarakat yang cenderung meningkat pada jam-jam tersebut.
Selain menjaga kualitas rasa, Mizwar juga memberi perhatian pada pelayanan dan pengalaman pelanggan. Ia ingin setiap konsumen yang datang tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga merasakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif.
Keberhasilan awal Mizwar tidak terlepas dari dukungan lingkungan kampus yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal penting dalam mengembangkan produk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan higienis.
Kisah Mizwar Saniyadi menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang. Melalui keberanian untuk memulai, kreativitas dalam berinovasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha, ia berhasil menghadirkan produk minuman pistachio yang memiliki potensi besar di Kota Mataram.
Ke depan, Mizwar berharap La Pista dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Mataram, tetapi juga di daerah lain. Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, baik melalui pengembangan varian rasa maupun konsep usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar usaha minuman, La Pista menjadi simbol semangat generasi muda yang berani menciptakan peluang dari ilmu dan kreativitas yang dimiliki. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk terus mencoba, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62 Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman (28/02/2026). Ia didampingi oleh Kedua Orang tua tercinta, Rektor UMMAT, Wakil Rektor III UMMAT, Ketua PWM NTB, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDikti Wilayah VIII.
Mataram – Perjalanan penuh ketekunan dan doa mengantarkan Reza Yudi Candra, wisudawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), meraih predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda Periode Februari 2026. Dengan IPK 3,76 dan masa studi 3,5 tahun melalui jalur kelas riset tanpa skripsi, Reza membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Lahir di Narmada, 6 Januari 2003, Reza merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan Ratimah dan Semah yang berprofesi sebagai petani di Lombok Barat. Di tengah kesederhanaan keluarga, ia tumbuh dengan nilai kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Ia menjadi satu-satunya anak dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana, sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna perjuangan.
“Menjadi inspiratif bukan berarti menjadi sempurna,” ungkap Reza. “Bagi saya, inspiratif adalah tentang bertahan, terus bertumbuh, dan tidak berhenti berusaha meski keadaan tidak selalu mudah.”
Selama perkuliahan, Reza tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Korwil Jawa Timur–Bali–NTB, memperluas jejaring profesional sekaligus memperkaya wawasan keilmuan. Ia juga terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Sesait bersama dosen sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat.
Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62 Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman, didampingi kedua orang tuanya tercinta.
Sejak semester lima hingga lulus, Reza menjadi penerima Beasiswa BAZNAS yang turut memperkuat kapasitas dan semangatnya dalam menempuh pendidikan. Dukungan tersebut ia maknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberi manfaat yang lebih luas.
Di luar kampus, Reza dipercaya terlibat dalam berbagai proyek konsultan di bidang tata ruang, mulai dari survei dan digitasi pemetaan, feasibility study pengadaan tanah, hingga penyusunan dokumen perencanaan teknis. Pengalaman tersebut membentuk kesiapan profesionalnya bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Konsistensi dan integritasnya pun membuka peluang kerja sebagai Konsultan Individu di PUPR Kota pada bidang Sumber Daya Air pada tahun kelulusannya.
Bagi Reza, setiap pencapaian bukanlah garis akhir, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen memperkuat pengalaman profesional di bidang perencanaan berbasis lingkungan, dengan keyakinan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kemiskinan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ia bermaksud melanjutkan studi magister di bidang Urban Design guna memperdalam kompetensi dalam merancang kawasan dan ruang publik yang berkelanjutan, responsif terhadap konteks lokal, serta mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis dalam pembangunan kota.
Dengan penuh rasa syukur, Reza menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua tercinta, keluarga, para dosen, serta seluruh civitas akademika Fakultas Teknik dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kisah Reza Yudi Candra menjadi bukti bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Dengan doa, kerja keras, dan komitmen untuk terus bertumbuh, setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk melampaui batas dan memberi makna bagi lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) secara resmi melepas tiga mahasiswa terpilih untuk mengikuti ajang internasional Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025 dengan tema “Empowering Global Youth Leadership for Sustainable Futures.” Acara pelepasan berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di Ruang Wakil Rektor III UMMAT.
Adapun ketiga mahasiswa yang akan mewakili UMMAT dalam kegiatan bergengsi tersebut ialah Chinta Shaqila dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Wafik Aziza dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Naila Lutfia dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Mereka akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ADIYC 2025 yang diselenggarakan pada 28–30 Oktober 2025 di Lembah Khayangan, Kulon Progo – Yogyakarta.
Ahmad Dahlan International Youth Camp merupakan program kepemudaan internasional yang digagas oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai tuan rumah, bekerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Kegiatan ini mengangkat beragam isu strategis global yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dan negara, di antaranya: Global Health and Well-Being, Social, Language & Cultural, Economics, Business & Management, Future Education, Enhancing Digital Participation & Engagement, Advances in Science & Technology, serta Arts, Innovation & Creativity.
Selain forum diskusi dan seminar internasional, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti camping & outbound training, competitions, dan international collaboration. Seluruh agenda dirancang untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, memperkuat jejaring global, serta menumbuhkan semangat inovasi dan kreativitas generasi muda.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan mahasiswa UMMAT untuk berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional tersebut. Menurutnya, ADIYC merupakan wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan global dan memperkuat karakter kepemimpinan.
Dokumentasi Arahan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.
“Bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga dibutuhkan semangat, ketahanan, dan kekuatan mental dalam memahami dinamika kompetisi. Kami berpesan agar selalu menjaga kesehatan dan etika selama kegiatan berlangsung, karena kegiatan ini bersifat camping di musim hujan,” ujar Dr. Erwin.
Lebih lanjut, Dr. Erwin menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa UMMAT dalam kegiatan internasional seperti ADIYC merupakan bagian dari langkah strategis menuju UMMAT Go International. Ia berharap para delegasi dapat membawa nama baik kampus dan kembali dengan pengalaman serta prestasi yang membanggakan.
“Momen pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk dukungan universitas dalam menumbuhkan keyakinan dan semangat berprestasi mahasiswa. Mereka adalah agen-agen perubahan yang akan membawa nama baik UMMAT di kancah global,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKA UMMAT, Drs. Amil, M.M., menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan tanggung jawab selama kegiatan berlangsung. Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa hadir tepat waktu dan menunjukkan etos kerja tinggi dalam setiap agenda kegiatan.
“Disiplin adalah kunci keberhasilan. Jadikan setiap kegiatan sebagai sarana belajar dan membangun karakter tangguh,” pesannya.
Menariknya, salah satu delegasi, Chinta Shaqila, merupakan mahasiswa yang pernah mengikuti ADIYC pada tahun sebelumnya dan kini kembali dipercaya mewakili UMMAT. Baginya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus berkembang dan memperluas jejaring internasional.
“Tahun lalu saya belajar banyak tentang kerja sama lintas budaya dan pentingnya memahami perspektif global. ADIYC mengajarkan saya untuk lebih berani berpendapat, terbuka terhadap perbedaan, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Chinta. “Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan kedua untuk membawa semangat UMMAT dan berbagi pengalaman dengan peserta dari berbagai negara,” tambahnya dengan penuh semangat.
Kalau kamu mau ikut jejak meraka jadi mahasiwa berprestasi. Segera hubungi Biro Kemahasiswaan dan Alumni di nomor 081999884461 (Kepala Bidang Pengembangan Kreativitas dan Prestasi Mahasiswa). (HUMAS UMMAT)
Mataram, Semangat Qur’ani kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) di tingkat nasional. Mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Minwar Hadi, berhasil meraih Juara Harapan I pada cabang Hifzil Quran 10 Juz Putra dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 5–10 Oktober 2025.
Minwar Hadi mengaku bahwa perjuangannya tidak mudah. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa hukum, ia tetap berusaha menjaga hafalan Al-Qur’annya dengan disiplin dan istiqamah. “Saya bersyukur bisa membawa nama baik UMMAT di ajang nasional ini. Persaingan sangat ketat, tetapi saya berusaha untuk fokus dan menjadikan setiap hafalan sebagai bentuk ibadah, bukan hanya kompetisi. Semoga ini menjadi motivasi bagi saya dan teman-teman untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Minwar dengan penuh haru.
Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian gemilang tersebut. Ia menilai bahwa keberhasilan Minwar Hadi merupakan bukti nyata dari pembinaan karakter Islami dan semangat dakwah di lingkungan kampus UMMAT.
“Kami sangat bangga atas capaian Ananda Minwar Hadi yang telah membawa nama baik UMMAT di tingkat nasional. Prestasi ini bukan hanya menunjukkan kemampuan intelektual, tetapi juga spiritualitas yang kuat. Semoga Ananda dapat terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar tidak tersesat dan senantiasa memperoleh syafaat di dunia dan akhirat,” ujar Dr. Zaenuddin.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam & Kemuhamadiyahan (LP3IK) UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., turut memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi mahasiswa dalam mempertahankan hafalan di tengah kesibukan akademik. Ia menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata dari integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Al-Qur’an yang terus dikembangkan di lingkungan UMMAT.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang telah berjuang, bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMMAT mampu melahirkan generasi Qurani yang berintegritas. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi inspirasi bagi tumbuhnya lebih banyak mahasiswa yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an di lingkungan kampus,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Anugrah menambahkan bahwa LP3IK memiliki harapan besar agar budaya Qur’ani terus tumbuh di kalangan mahasiswa UMMAT melalui berbagai kegiatan seperti tahsin, tahfidz, dan musabaqah Al-Qur’an di tingkat fakultas maupun universitas.
“Kami ingin nilai-nilai Qurani yang diperjuangkan dalam bentuk pembacaan, pelafalan, dan pentadaburan Al-Qur’an bisa menjiwai kehidupan kampus. Mahasiswa seperti Minwar Hadi adalah contoh nyata mahasiswa Qur’ani yang menjadi kebanggaan kami. Ke depan, kami berharap akan semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an,” tambahnya.
Prestasi yang diraih Minwar Hadi menjadi bukti nyata bahwa UMMAT terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berkarakter Islami. Semangat yang ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun bidang keagamaan.
UMMAT sebagai kampus Islami bertekad untuk terus membangun ekosistem pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional. Melalui pembinaan yang dilakukan oleh LP3IK dan berbagai lembaga kemahasiswaan, universitas ini berkomitmen mencetak mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan religiusitas yang tinggi. (HUMAS UMMAT)