Mataram, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). M. Zikrin Hakim, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI), berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 3 kategori short video dalam ajang Kompetisi Video Kreatif #3 Tingkat Nasional Tahun 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, bekerja sama dengan Give Creative, dan dilaksanakan secara daring sejak tanggal 3 hingga 17 Juli 2025.
Sebanyak 89 peserta dari 14 perguruan tinggi di seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam ajang ini, yang menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan pesan edukatif dan inspiratif melalui media video. Para peserta berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyusun konsep, menyutradarai, hingga menyunting video secara kreatif dan bermakna.
Dalam kompetisi tersebut, Zikrin mengangkat tema yang sarat pesan dakwah sosial, menggambarkan realitas kehidupan masyarakat dengan pendekatan naratif yang menggugah. Melalui visualisasi yang kuat dan pesan yang dalam, karyanya berhasil mencuri perhatian dewan juri dan meraih posisi ketiga terbaik secara nasional.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan dan pencapaian ini. Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah keterbatasan alat untuk produksi video, tapi saya percaya bahwa kreativitas tidak terbatas oleh fasilitas. Dengan semangat dan tekad yang kuat, semua tantangan bisa diatasi,” ungkap Zikrin saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Zikrin juga berharap agar mahasiswa UMMAT lainnya tidak ragu untuk terlibat dalam berbagai ajang kompetisi yang tersedia. “Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa untuk tidak takut mencoba dan ikut serta dalam berbagai lomba, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Kita tidak pernah tahu kemampuan kita jika tidak mencoba. Jangan pernah takut untuk memulai,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar UMMAT terus memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya yang memiliki semangat dan potensi di berbagai bidang. “Semoga kampus kita selalu mendukung, baik dalam bentuk materi, doa, maupun bimbingan. Dukungan itu sangat berarti bagi kami untuk terus berkembang dan berprestasi,” tambahnya.
Prestasi yang diraih Zikrin turut mendapat apresiasi tinggi dari Kaprodi KPI UMMAT, Endang Rahmawati, M.Kom.I. “Sebagai Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, saya merasa bangga dan terharu atas pencapaian saudara M. Zikrin Hakim yang berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Video Kreatif tingkat Nasional di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik program studi kita di kancah nasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Zikrin merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa KPI UMMAT mampu bersaing di level nasional dengan kualitas yang mumpuni.
“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Zikrin untuk terus berkarya dan mengasah kreativitasnya, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya agar senantiasa berani berkarya, berinovasi, dan berkompetisi secara sehat. Teruslah berkarya untuk dakwah yang kreatif dan penuh makna,” tutup Endang.
Keberhasilan ini sejalan dengan visi UMMAT untuk mencetak generasi muda yang unggul, inovatif, dan kompetitif, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam melalui media yang kekinian dan relevan dengan kebutuhan zaman. UMMAT terus berkomitmen untuk mendukung berbagai bentuk pengembangan diri mahasiswa, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), menunjukkan komitmen dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman, khususnya di era globalisasi dan persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Mahasiswa UMMAT Expo #2, yang menjadi ajang pamer karya, unjuk inovasi, sekaligus ruang belajar berwirausaha bagi mahasiswa lintas fakultas.
Puncak acara expo yang digelar di halaman Kampus UMMAT pada Kamis (19/6/2025) sore kemarin terasa istimewa dengan hadirnya Rian Fahardhi, influencer muda yang kini dikenal luas sebagai “Presiden Gen Z”. Sosok Rian menjadi magnet tersendiri, menarik ratusan mahasiswa UMMAT untuk hadir langsung dalam Interactive Talkshow bertema “Peran Gen Z Menghadapi Tantangan Global”.
Dalam talkshow interaktifnya, Rian Fahardhi membagikan pengalaman pribadi, kisah jatuh bangun membangun komunitas Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air, hingga tips praktis untuk tetap relevan di era digital. Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk berani tampil, menjadi kreator, dan menjadi pembeda.
“Kita ini generasi yang paling banyak jumlahnya. Tapi apa kita punya dampak? Generasi muda harus jadi sumber solusi. Suara kalian punya nilai. Jangan hanya diam, jadilah penggerak perubahan di mana pun kalian berada”, tegas Rian diiringi tepuk tangan meriah para mahasiswa.
Lebih dari sekadar motivasi, Rian juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengasah kreativitas melalui berbagai platform. “Gunakan media sosial bukan hanya untuk konsumsi hiburan. Kalian bisa belajar, berkarya, membangun portofolio, bahkan membangun usaha dari situ. Temukan panggungmu sendiri!”tambahnya memacu semangat peserta.
Keseruan puncak expo pun makin terasa dengan berbagai agenda pendukung, di antaranya pembagian doorprize untuk peserta yang beruntung, serta pengumuman stan terbaik hasil penilaian panitia selama tiga hari.
Adapun hasil pengumuman juara stan terbaik Mahasiswa Ummat Expo #2 adalah sebagai berikut: Juara 1 diraih oleh S1 Prodi Tambang, dengan inovasi teknologi penambangan ramah lingkungan. Juara 2 diraih oleh Podcash KPI, stan kreatif dari mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan konsep podcast live. Juara 3 diraih oleh Fakultas Pertanian yang menampilkan beragam produk pertanian organik hasil riset mahasiswa. Juara Favorit diraih oleh Detoks Drink Fakultas Ilmu Kesehatan, minuman herbal modern hasil kreasi mahasiswa FIK yang laris manis dipesan pengunjung.
Ketua Panitia, Drs. Amil, MM., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya expo kedua ini. “Antusiasme mahasiswa luar biasa, melebihi ekspektasi kami. Expo ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi laboratorium mini bagi mahasiswa untuk belajar berjualan, negosiasi, membangun jejaring bisnis, serta menumbuhkan mental wirausaha sejak di bangku kuliah. Harapan kami, semangat berwirausaha ini terus terjaga meski expo sudah selesai”, ujarnya.
Amil juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, terutama Bank Indonesia yang berperan sebagai platinum sponsor dengan kontribusi sebesar Rp25 juta. Tidak ketinggalan sponsor lain seperti Bank NTB Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, BTN Syariah, PELINDO, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan QRIS, yang turut membantu suksesnya gelaran Mahasiswa Ummat Expo #2.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, MP., yang hadir mewakili Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., mengungkapkan rasa bangga dan harapannya kepada para mahasiswa.
“Alhamdulillah, Mahasiswa Ummat Expo #2 berjalan lancar dan penuh makna. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki semangat dan potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Apalagi ditambah dengan motivasi langsung dari ‘Presiden Gen Z’ kita hari ini, semoga semakin membakar semangat berprestasi dan berwirausaha”, ungkapnya.
Di akhir sambutan, Asmawati turut menegaskan kembali kutipan pesan Rian Fahardhi: “Pintar saja tidak cukup. Harus mampu menyampaikan gagasan, bersosialisasi, dan menjalin relasi. Jangan pernah takut mencoba, jangan mudah putus asa, dan terus belajar di mana pun kalian berada”.
Dengan berakhirnya Mahasiswa Ummat Expo #2, Universitas Muhammadiyah Mataram berharap momentum ini menjadi tonggak baru lahirnya entrepreneur muda yang berdaya saing, inovatif, dan siap menaklukkan tantangan global. (HUMAS UMMAT)
Mataram, 17 Juni 2025 — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi entrepreneur muda yang kreatif, mandiri, dan inovatif. Melalui Mahasiswa UMMAT Expo #2, yang resmi dibuka pada Selasa, 17 Juni 2025 di halaman utama Kampus UMMAT, semangat kolaborasi dan inovasi terpancar jelas di setiap sudut pameran.
Mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Ekosistem Entrepreneurship Mahasiswa yang Kreatif, Mandiri, Berdampak, dan Berkelanjutan”, expo ini dirancang sebagai wadah nyata bagi mahasiswa untuk memamerkan karya, menjalin jejaring bisnis, hingga mengasah mental wirausaha sejak di bangku kuliah.
Ketua Panitia, Drs. Amil, MM., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 62 stand pameran, mulai dari organisasi mahasiswa tingkat program studi, fakultas, universitas, hingga organisasi otonom Muhammadiyah. Expo ini juga turut diramaikan oleh para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal, sehingga suasana semakin meriah dan semarak.
“Antusiasme mahasiswa luar biasa. Expo ini menjadi wadah untuk menampilkan produk, kreativitas, maupun inovasi yang dikembangkan selama kuliah. Harapan kami, expo ini tidak hanya berhenti di ajang pameran, tetapi dapat memotivasi mahasiswa berani berwirausaha mandiri di masa depan”, ujar Amil dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para sponsor yang mendukung suksesnya acara ini, di antaranya Bank Indonesia sebagai platinum sponsor dengan kontribusi Rp 25.000.000, serta Bank NTB Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, BTN Syariah, PELINDO, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan QRIS.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat menjumpai beragam produk menarik: mulai dari makanan olahan kreatif, karya teknologi terapan mahasiswa Fakultas Teknik (Fatek), inovasi pertanian dari Fakultas Pertanian (Faperta), produk kesehatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), hingga media pembelajaran kreatif dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menegaskan apresiasi penuh atas suksesnya expo yang kini memasuki tahun kedua. Ia menilai antusiasme mahasiswa dan dukungan sponsor meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu stand hanya 20, sekarang lebih dari 62 stand. Ini perkembangan luar biasa. Saya sangat mengapresiasi Wakil Rektor III dan tim panitia,” ungkap Rektor.
Lebih jauh, Rektor berpesan agar mahasiswa UMMAT terus mengasah kreativitas dan mental wirausaha. Ia menekankan pentingnya membuka lapangan pekerjaan sendiri dan tidak sekadar bergantung pada status ASN.
“Mahasiswa UMMAT harus menjadi alumni yang mampu membuka lapangan kerja, keluar dari pola pikir sempit bahwa pekerjaan hanya sebagai PNS”, tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor juga memaparkan perkembangan positif internasionalisasi kampus. Dari 22 calon mahasiswa asing yang mendaftar, 14 orang telah diterima, berasal dari Sudan, Yaman, Nigeria, dan Ghana.
“UMMAT sudah go internasional. Tahun lalu kita bicara ASEAN, sekarang kita bicara dunia. Ini bukti nyata UMMAT sudah menembus mancanegara,” tambahnya.
Tak ketinggalan, perkembangan Fakultas Kedokteran yang baru dibuka juga menjadi sorotan. Saat ini sudah terdapat 27 mahasiswa baru dari kuota 50 orang, dan seleksi masih terus berjalan dalam tiga gelombang berikutnya. Hal ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas fakultas di UMMAT.
Rektor juga mengungkapkan bahwa UMMAT tengah mempersiapkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja, sekaligus berkomitmen meningkatkan penguasaan bahasa Inggris di lingkungan kampus.
Di sela-sela expo, UMMAT turut memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, seperti Wawan Adi Putra (Juara 1 Syiar Ramadhan 2025, Lomba Desain Poster Nasional), Safrin Gunawan (Juara Harapan II Musikalisasi Puisi Nasional), dan Minwar Hadi (Juara Harapan I Nasional Musabaqah Hifzil Quran Internasional kategori Tahfidz Quran 10 Juz).
Perwakilan Bank Indonesia, sebagai sponsor utama, menegaskan komitmen BI untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif dan wirausaha muda. “Kami berharap expo ini sukses dan terus berlanjut setiap tahun. Sinergi seperti ini penting untuk mendukung lahirnya generasi muda NTB yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di era ekonomi digital,” katanya.
Melalui Mahasiswa UMMAT Expo #2, diharapkan semangat berkarya, berinovasi, dan berwirausaha terus tumbuh di kalangan mahasiswa, menjadikan mereka pionir pembangunan daerah dan bangsa ke depan. (HUMAS UMMAT)
Mataram – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Sabrina Tria Yunita, mahasiswi semester 6 dari Program Studi S1 Kebidanan, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Lomba Essay Nasional yang mengangkat tema “Peran Gen Z dalam Mendukung Kebangkitan Nasional”, Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak dan berlangsung selama 20 hari, sejak 4 hingga 24 Mei 2025.
Kompetisi ini diikuti oleh berbagai universitas di seluruh Indonesia, yang masing-masing menyuarakan pandangannya mengenai bagaimana generasi muda saat ini dapat mengambil peran dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan perubahan positif di tengah kemajuan zaman yang semakin kompleks. Dalam kompetisi tersebut, Sabrina tampil menonjol dengan esainya yang berjudul: “Dari TikTok Menuju Teknokrasi: Gen Z Sebagai Katalisator Kebangkitan Nasional Modern”.
Melalui esai ini, Sabrina mengulas bagaimana platform media sosial yang kerap dianggap hanya sebagai hiburan, seperti TikTok, justru bisa menjadi sarana edukasi, penyebaran informasi konstruktif, hingga penggerak perubahan sosial-politik di tengah masyarakat. Dengan mengaitkan dinamika perilaku Gen Z yang sangat dekat dengan teknologi dan informasi, Sabrina mendorong narasi bahwa generasi ini memiliki potensi besar dalam memengaruhi arah kemajuan bangsa.
Namun, di balik pencapaian gemilang ini, terdapat perjuangan dan tantangan yang tak sedikit. Sabrina mengaku bahwa menulis bukanlah hal yang mudah baginya. “Mengikuti lomba esai ini bukanlah hal yang mudah bagi saya. Sejujurnya, saya tidak terlalu pandai menulis. Menyusun gagasan dalam bentuk tulisan yang runtut, menarik, dan argumentatif seringkali membuat saya merasa kewalahan,” tuturnya jujur.
Ia juga menyampaikan bahwa topik yang diangkat terasa sangat luas dan kompleks, terlebih karena membahas tentang generasi Z, yang notabene adalah generasinya sendiri. Keraguan sempat menghantui proses kreatifnya. Namun dengan tekad yang kuat, ia memilih untuk tetap menulis.
“Saya sempat bertanya-tanya, apakah ide saya cukup relevan? Apakah sudut pandang saya cukup unik? Tapi saya belajar bahwa keberanian untuk mencoba lebih penting daripada kesempurnaan. Karena bagi saya, menulis bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi tentang siapa yang berani menyuarakan pikirannya,” ujarnya dengan penuh makna.
Prestasi yang diraih oleh Sabrina menjadi bukti bahwa mahasiswa kesehatan, yang selama ini lebih dikenal dalam ranah praktik klinis, juga memiliki daya analisis dan pemikiran strategis yang kuat dalam isu-isu nasional.
Sebagai mahasiswi UMMAT yang berhasil mengharumkan nama kampus di tingkat nasional, Sabrina menyampaikan harapan besar agar pencapaiannya bisa memotivasi teman-teman mahasiswa lainnya untuk tidak ragu berkarya dan berkompetisi.
“Saya berharap pencapaian ini bisa menjadi penyemangat bagi teman-teman mahasiswa UMMAT agar terus menggali potensi diri. Jangan ragu untuk mencoba hal baru, meskipun merasa belum cukup ahli. Kadang keberanian mengambil langkah pertama adalah kunci dari sebuah kesuksesan,” pesannya.
Ia juga tak lupa memberikan apresiasi mendalam kepada kampus yang telah memberikan ruang dan lingkungan yang mendukung mahasiswanya untuk berkembang. “UMMAT telah menjadi rumah intelektual yang mendorong saya untuk terus belajar, berani, dan tumbuh. Semoga kampus tercinta ini terus menjadi wadah bagi mahasiswa-mahasiswanya untuk berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membangun karakter dan daya saing global”, ucapnya.
Prestasi Sabrina sejalan dengan visi UMMAT dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi bagi masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, pimpinan kampus terus menekankan pentingnya membangun budaya kompetitif dan produktif di kalangan mahasiswa.
Keberhasilan Sabrina menjadi inspirasi bahwa dengan keberanian, kegigihan, dan dukungan kampus yang memadai, mahasiswa dapat menembus batas keterbatasan dan menjawab tantangan zaman melalui karya yang bermakna. (HUMAS UMMAT)
Lombok Tengah , Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). M. Syauqi Mahfuzh, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam (FAI), berhasil meraihJuara 2 dalam ajang English-Arabic Speaking Competition For Tourism yang digelar pada tanggal 8 Mei 2025 di Politeknik Pariwisata Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kompetisi bergengsi ini mempertemukan mahasiswa serta pelajar dari berbagai institusi yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dan Inggris. Dengan tema besar pariwisata, para peserta ditantang untuk menyampaikan informasi tentang destinasi wisata secara bilingual (Arab-Inggris) seolah-olah sedang menjadi pemandu wisata bagi turis asing.
Ajang ini menjadi wadah aktualisasi keterampilan berbahasa asing dalam konteks nyata dunia pariwisata yang tengah berkembang pesat di NTB, khususnya di wilayah Lombok dan Sumbawa. Melalui pendekatan praktis, para peserta dinilai tidak hanya dari kefasihan dan struktur bahasa, tetapi juga dari kemampuan komunikasi, penguasaan materi, dan kepercayaan diri saat tampil.
Dalam kompetisi tersebut, Syauqi tampil memukau, memadukan penguasaan materi dengan bahasa asing yang fasih dan penyampaian yang atraktif. Ia menunjukkan performa panggung yang natural, komunikatif, dan mencerminkan pemahaman mendalam terhadap dunia kepariwisataan.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih Juara 2 dalam kompetisi ini. Kegiatan ini sangat menyenangkan karena bisa langsung melatih kemampuan bahasa dalam konteks nyata. Saya tidak merasa terbebani, karena ini bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan menantang,” ujar Syauqi, mahasiswa asal Mataram yang kini duduk di semester 8.
Syauqi juga menyampaikan harapannya agar UMMAT terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik, khususnya bahasa dan seni.
“Saya berharap UMMAT terus menjadi pendukung utama mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Kegiatan seperti ini bisa memperluas jaringan, menambah pengalaman, dan meningkatkan kepercayaan diri. Semoga kampus selalu memberi ruang bagi kami untuk berproses dan menunjukkan kemampuan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Syauqi juga menyampaikan pesan inspiratif kepada rekan-rekan mahasiswa agar mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sekaligus terus semangat mempelajari bahasa asing untuk membuka peluang lebih luas di kancah global.
“Bahasa adalah jendela dunia. Mempelajari bahasa asing membuka peluang karier yang lebih luas dan memperkaya perspektif budaya. Tapi jangan lupa, cintai juga bahasa Indonesia karena itu adalah identitas dan kekuatan bangsa,” tegasnya.
Capaian ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap bersaing secara global. Kampus terus mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan inovatif, terutama dalam menghadapi tantangan di sektor strategis seperti pariwisata, pendidikan, dan budaya.
English-Arabic Speaking Competition For Tourism diharapkan menjadi contoh kegiatan edukatif integratif yang mampu menggabungkan pendidikan, pariwisata, dan pengembangan SDM berdaya saing internasional. Terlebih, NTB sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia sangat membutuhkan generasi muda yang terampil dalam bahasa asing untuk memperkenalkan kekayaan lokal ke dunia.
Dengan keberhasilannya, M. Syauqi Mahfuzh tidak hanya mengharumkan nama Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan FAI UMMAT, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa UMMAT siap menjadi duta kebahasaan yang profesional dan visioner dalam menghadapi tantangan masa depan. (HUMAS UMMAT)
Mataram – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah nasional. Kali ini, tiga mahasiswa terbaik UMMAT berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Nasional Qur’ani Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Bandung pada tanggal 12 Maret 2025.
Festival yang mempertemukan ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia ini menjadi ajang bergengsi dalam bidang syiar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
UMMAT mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan berhasil membawa pulang tiga gelar juara harapan. Sabrina Al Malika, Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAT meraih Juara Harapan II MTQ Putri. Arjuna, Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) UMMAT meraih Juara Harapan I MTQ Putra dan Wahyu Fahmi Arsyad, Mahasiswa S1 PBA FAI UMMAT, meraih Juara Harapan II MTQ Putra.
Kehadiran ketiga mahasiswa tersebut di panggung nasional tidak hanya membawa nama baik pribadi, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan UMMAT dalam membina generasi Qur’ani yang tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah. Proses persiapan panjang dilakukan, mulai dari seleksi internal kampus, pembinaan oleh dosen pendamping, hingga pelatihan intensif tilawah selama berminggu-minggu.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an ditanamkan dalam diri mahasiswa. Mereka telah menunjukkan bahwa UMMAT bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” ungkap Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I, Wakil Rektor IV UMMAT bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Beliau juga menambahkan bahwa kompetisi semacam ini merupakan wujud nyata kontribusi kampus Muhammadiyah dalam memperkuat syiar Islam melalui generasi muda. “Ini adalah bagian dari jihad intelektual dan spiritual yang harus terus kita rawat,” tegasnya.
Wakil Rektor IV juga menambahkan bahwa keikutsertaan mahasiswa tidak hanya bertujuan untuk memenangkan kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada syiar Islam melalui tilawah Al-Qur’an. “Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mencintai dan mempelajari Al-Qur’an. Kampus Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Wahyu Fahmi Arsyad, mengaku bersyukur dapat mewakili UMMAT di ajang nasional dan membawa pulang juara. “Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari lomba ini. Proses latihan yang panjang, bimbingan dari dosen, serta doa dari keluarga dan civitas akademika UMMAT menjadi kunci keberhasilan saya. InsyaAllah, ini baru awal,” ucapnya dengan penuh semangat (HUMAS UMMAT).