Jakarta Pusat, Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Alifiyah Erika Safira, mahasiswi semester lima Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), berhasil meraih prestasi luar biasa dengan masuk dalam Top 10 Duta Kesehatan Indonesia 2024. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, selama dua hari dengan melibatkan 46 peserta terbaik dari seluruh Indonesia (09/12).
Anugerah Duta Kesehatan Indonesia 2024 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan mendorong gaya hidup sehat. Para peserta ditantang untuk menjalankan program kerja yang berkolaborasi dengan pemerintah atau instansi kesehatan. Erika membuktikan dedikasi dan kepemimpinannya dengan menginisiasi program berbasis pemberdayaan masyarakat.
Melalui program-programnya, Erika berkontribusi pada pencegahan stunting, peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Inovasi ini tidak hanya berdampak pada komunitas lokal tetapi juga menunjukkan potensi besar untuk diterapkan di tingkat nasional.
Dalam kompetisi ini, Erika dianugerahi penghargaan di Divisi Kesehatan dan Berkah Berbagi. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan inovasi yang ia hadirkan, sekaligus menunjukkan kepedulian mendalam terhadap isu-isu kesehatan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Erika menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras dan dukungan dari semua pihak yang telah membantu saya selama proses kompetisi. Sebagai duta kesehatan, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus mengedukasi dan memberikan solusi nyata atas permasalahan kesehatan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap prestasinya ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari kampus untuk terus mendorong mahasiswa berkompetisi di ajang-ajang serupa. “Semoga ke depan, UMMAT dapat mendukung lebih banyak finalis Duta Kesehatan Indonesia yang mewakili kampus hingga ke tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Kompetisi ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga merupakan platform bagi generasi muda untuk menjadi pelopor perubahan. Para Duta Kesehatan memiliki misi mulia, yaitu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Erika, bersama peserta lainnya, telah menunjukkan kepemimpinan dan komitmen untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.
Melalui program-programnya, Erika menginspirasi banyak pihak dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif kesehatan yang berdampak luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Erika menegaskan bahwa gelar Top 10 Duta Kesehatan Indonesia bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah untuk terus memberikan kontribusi nyata. “Saya ingin terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi, dan mendukung upaya pencegahan stunting di daerah-daerah yang membutuhkan,” tambahnya.
Prestasi Erika adalah bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat. “Ini bukan hanya tentang hasil usaha pribadi, tetapi juga cerminan dari visi kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih sehat dan kuat,” tutup Erika.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan aktif dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selamat kepada Alifiyah Erika Safira atas pencapaiannya yang membanggakan. Semoga perjalanan ini menjadi langkah awal menuju kontribusi yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia (HUMAS UMMAT).
Mataram, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) XXX sebagai bagian dari program tahunan organisasi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang melalui seleksi ketat, dan 25 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti seluruh tahapan pelatihan. Mengusung tema “Menanamkan Jiwa Solidaritas, Mentalitas, dan Intelegensi Tinggi untuk Mencapai Tujuan MAPALA UMMAT,” kegiatan ini bertujuan membentuk anggota baru yang tangguh dan berkomitmen pada nilai-nilai luhur organisasi (06/12).
Diklatsar XXX ini dirancang tidak hanya untuk mengasah kemampuan fisik dan mental peserta, tetapi juga menanamkan nilai-nilai solidaritas sebagai dasar kebersamaan dalam organisasi. Ketua Panitia, Yuliana, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan berbagai sesi pendidikan, praktik di lapangan, serta pendalaman materi tentang nilai-nilai keorganisasian dan pecinta alam.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta tidak hanya siap secara fisik tetapi juga memiliki jiwa solidaritas yang kuat untuk mendukung perjalanan mereka di MAPALA UMMAT,” ungkapnya.
Ketua Dewan Pengurus MAPALA UMMAT, Rizki Fauzi, menegaskan bahwa diklatsar adalah program wajib yang menjadi pijakan awal anggota baru dalam memahami visi, misi, dan tujuan organisasi.
“Organisasi adalah wadah pembelajaran. Ambil setiap pelajaran dari proses ini, bentuk mentalitas tinggi, dan kuatkan solidaritas agar kita bisa mewujudkan tujuan MAPALA UMMAT bersama-sama,” pesannya kepada para peserta.
Bahtiar, S.T., pendiri MAPALA UMMAT, turut hadir memberikan motivasi kepada para peserta dan pengurus. Ia menyampaikan rasa bangga karena organisasi yang didirikannya masih aktif dan terus berkembang hingga saat ini.
“MAPALA UMMAT telah melalui berbagai dinamika, tetapi yang membuat saya bangga adalah semangat pengurus untuk terus menjaga keberlanjutan organisasi. Saya juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan para senior,” ujarnya.
Bahtiar juga berpesan agar diklatsar ini dijadikan momentum untuk membangun program-program yang berkelanjutan.“Jangan sampai setelah diklat ini selesai, semuanya hilang karena tidak ada program yang dijalankan. Wharm yang sudah teman-teman bangun harus dimanfaatkan secara maksimal, bukan hanya menjadi pajangan,” tambahnya.
Muslimin, M.Pd., selaku pembina MAPALA UMMAT, menekankan pentingnya membangun mentalitas, solidaritas, dan intelegensi sebagai tiga pilar utama dalam pengembangan generasi organisasi.
“Zaman sekarang, banyak mahasiswa yang mengalami keropos mental. Diklatsar ini adalah upaya untuk membentuk generasi MAPALA yang memiliki mental kuat, berani, dan mampu berpikir kritis. Ketiga hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi gejolak masa depan,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan ini tidak hanya menciptakan anggota yang kompeten di lapangan, tetapi juga melahirkan individu yang memiliki karakter pemimpin dan mampu menjaga eksistensi organisasi di masa depan.
“Solidaritas adalah fondasi organisasi, tetapi itu saja tidak cukup. Dibutuhkan intelegensi dan kemampuan berpikir agar organisasi ini terus hidup dan berkembang,” tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan Diklatsar XXX ini, MAPALA UMMAT berharap dapat mencetak generasi baru yang siap menghadapi tantangan, baik di dalam maupun di luar organisasi. Peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai yang ditanamkan selama diklatsar, sehingga dapat menjadi anggota yang berkontribusi aktif bagi keberlangsungan organisasi (HUMAS UMMAT).
Mataram, Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga mengumumkan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Berangkat dari motto “UMMAT Ramah Disabilitas, Rumah bagi Semua”, unit ini hadir untuk memastikan layanan setara bagi penyandang disabilitas, baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum (22/11).
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa pembentukan ULD menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan berkeadilan. “Pembentukan unit ini sangat diharapkan dapat memberikan pelayanan yang setara untuk penyandang disabilitas, sehingga UMMAT bisa menjadi rumah bagi semua,” ungkapnya.
Proses pembentukan ULD dimulai dengan digelarnya Workshop Pembentukan Unit Layanan Disabilitas pada 27 Juli 2024, yang melibatkan berbagai unit di tingkat fakultas dan universitas. Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi dalam menciptakan layanan inklusif di lingkungan UMMAT.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber utama yakni, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, yang memberikan wawasan tentang urgensi pembentukan ULD dalam mendukung pendidikan ramah disabilitas dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT, yang menjelaskan peran strategis ULD dalam mewujudkan kampus inklusif yang mampu mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas.
Hasil dari workshop ini dituangkan dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 190/II.3.AU/KEP/B/IX/2024, yang secara resmi menunjuk pengurus ULD UMMAT. Langkah ini menjadi pondasi kuat bagi UMMAT untuk melangkah lebih jauh dalam membangun pendidikan inklusif.
Sebagai upaya memperkuat kapasitas ULD, pada 7 November 2024 diselenggarakan Workshop Penyusunan Kebijakan Ramah Disabilitas. Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Ahmad Jaka, tokoh penyandang disabilitas yang dikenal luas sebagai inspirator inklusi, serta Nurliyah Nikmatul Hikmah, M. Kom., Ketua ULD UMMAT.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan pentingnya kebijakan yang mendukung pelayanan inklusif. “Workshop ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ULD agar mampu memberikan layanan terbaik bagi sivitas akademika UMMAT dan masyarakat umum,” katanya.
Keberadaan ULD telah diperkenalkan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Sosialisasi ini bertujuan membangun pemahaman tentang pentingnya lingkungan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas, sehingga tercipta budaya akademik yang mendukung kesetaraan.
Sebagai pengakuan atas komitmen dan kompetensinya, ULD UMMAT telah dipercaya sebagai mitra Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam melakukan assessment kebutuhan penyandang disabilitas. Pada 31 Agustus 2024, Staff Khusus Menteri Sosial RI, Dr. Faozan Amar, S.Ag., MM., bersama Kepala Balai Sentra Paramita di Mataram, Raden Latifah Ningrum, menyerahkan bantuan kepada masyarakat sesuai hasil assessment yang telah dilakukan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Filantropi Islam dalam Meningkatkan Kemapanan Ummat,” yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk sivitas akademika UMMAT.
Ketua Pembentukan ULD, Hamdi, S.H.I., LL.M., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proses pembentukan unit ini. “Alhamdulillah, rangkaian kegiatan pembentukan ULD berjalan sesuai harapan. Dengan adanya unit ini, kami berharap UMMAT dapat memberikan layanan ramah disabilitas yang bermanfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Ketua ULD UMMAT, Nurliyah Nikmatul Hikmah, M. Kom., menjelaskan pentingnya keberadaan ULD di lingkungan kampus. “Langkah pertama kami adalah melakukan assessment kebutuhan penyandang disabilitas dan memberikan rekomendasi kepada pimpinan universitas terkait pengadaan sarana prasarana pendukung. Kami juga akan terlibat dalam setiap pembangunan gedung baru untuk memastikan aksesibilitas yang layak,” jelasnya.
Rangkaian pembentukan ULD ini didukung oleh hibah dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKBUD RISTEK). Dengan hadirnya ULD, UMMAT berharap dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pelopor pendidikan inklusif di Nusa Tenggara Barat (HUMAS UMMAT).
Mataram, UMMAT kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Utari Ardita, berhasil menorehkan pengalaman berharga dalam Abdidaya Ormawa 2024, yang diadakan di Universitas Udayana, Bali, pada 7-9 November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta dan difokuskan pada pengabdian masyarakat, terutama dalam membantu dan memberdayakan komunitas di desa-desa sekitar (12/11).
Utari, yang merupakan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT, jurusan Sistem Teknologi Informasi, memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah menjaga semangat dan motivasi tim agar tetap solid serta produktif dalam menjalankan tugas. “Merangkul anggota tim untuk terus bersemangat bukanlah hal yang mudah, tetapi kebersamaan dan semangat kolaboratif menjadi kunci sukses kami,” tutur Utari.
Dengan berbagai rintangan yang dihadapi, Utari dan timnya berhasil menyelesaikan program pengabdian dengan baik. Pengabdian ini menghasilkan solusi praktis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, terutama bagi kelompok sasaran yang menjadi fokus utama program ini. Program pengabdian yang dilaksanakan melibatkan pelatihan keterampilan, pengenalan teknologi informasi sederhana, serta upaya pengembangan ekonomi mikro yang berkelanjutan.
Utari menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung, khususnya Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT dan para pembina yang senantiasa memberikan arahan serta bimbingan. “Dukungan dari Beasiswa Cendekia BAZNAS sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas bimbingan dan arahan dari pembina BCB UMMAT. Harapannya, Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT terus maju, unggul, dan menjadi lebih berprestasi di masa depan,” ujarnya penuh semangat.
Utari juga berharap pencapaiannya ini dapat memotivasi mahasiswa lain di UMMAT untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan memberikan kontribusi nyata. Menurutnya, partisipasi aktif dalam kegiatan semacam ini dapat memperkaya pengalaman mahasiswa dan membangun jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab sosial.
Kegiatan Abdinya Ormawa 2024 sendiri diselenggarakan dalam suasana penuh antusiasme dan semangat gotong-royong. Seluruh peserta mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari praktik-praktik terbaik pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjalin jaringan dengan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Udayana sebagai tuan rumah menyambut hangat seluruh peserta dan memberikan fasilitas terbaik untuk kelancaran acara.
Dengan pengalaman berharga ini, Utari berharap bisa terus menginspirasi mahasiswa lain di UMMAT untuk memanfaatkan peluang serupa. “Mari kita terus bergerak bersama, membawa perubahan dan inovasi untuk masyarakat luas, sembari membawa nama baik kampus dan menjadikannya kebanggaan,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam mengabdikan ilmu dan keterampilannya untuk kemajuan masyarakat, sekaligus mempererat solidaritas antar mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih penghargaan sebagai Terbaik 3 dalam Kategori Poster Terunik pada ajang Penganugerahan Abdi Daya Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Kegiatan bergengsi ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi Dikti (Kemenristek Dikti) di Universitas Udayana, Bali, dari tanggal 7 hingga 9 November 2024.
Ajang Penganugerahan Abdi Daya PPK Ormawa tahun ini diikuti oleh 160 kelompok mahasiswa terbaik yang sebelumnya terpilih melalui seleksi ketat dari total 650 kelompok penerima hibah PPK Ormawa. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, menunjukkan keberagaman dan semangat kompetisi yang tinggi dalam menyusun serta menjalankan program-program inovatif.
HIMASTIM (Himpunan Mahasiswa Sistem Teknologi dan Informasi) dari Fakultas Teknik UMMAT menjadi satu-satunya kelompok dari kampus UMMAT yang lolos ke tahap Abdi Daya. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kreativitas mahasiswa dalam merancang program pengabdian masyarakat yang bermanfaat.
PPK Ormawa adalah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi agar terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Program ini dirancang untuk selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
HIMASTIM UMMAT dalam kompetisi ini mengusung program kreatif dan solutif yang mencerminkan semangat gotong royong serta pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat. Karya yang mengantarkan mereka meraih penghargaan kategori poster terbaik menampilkan konsep yang unik, artistik, dan informatif.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun masyarakat melalui program-program inovatif. “Prestasi ini tidak hanya milik HIMASTIM, tetapi milik seluruh civitas akademika UMMAT. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk lebih berani berinovasi dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pesannya. Ia juga menunjukkan rasa kebanggannya “Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi mahasiswa UMMAT dalam melaksanakan program PPK Ormawa telah diakui di tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua PPK Ormawa penyelenggara HIMASTIM, Utari Ardita, menyampaikan pengalaman berharga yang mereka dapat selama mengikuti program ini. “Kami belajar banyak tentang bagaimana mengimplementasikan ide kreatif dalam bentuk kegiatan nyata di masyarakat, dan pengakuan ini memacu kami untuk terus berkarya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga berharap Semoga tahun depan seluruh bendera organisasi mahasiswa yang ada di UMMAT bisa berkibar di podium abdidaya ormawa yang di selenggarakan oleh belmawa kemdikbud, “Semoga kampus tercinta bisa melahirkan gen-gen unggul yang akan berdiaspora melakukan pengabdian dan membangun desa sehingga indonesia emas 2045 bisa benar-benar terwujud”, harapnya.
Dengan penghargaan ini, UMMAT semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu universitas terkemuka yang aktif mendorong dan mendukung kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa UMMAT siap bersaing dan berkontribusi di level nasional, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing tinggi dan berwawasan sosial.
Keberhasilan HIMASTIM UMMAT dalam ajang PPK Ormawa di Universitas Udayana, Bali, menjadi tonggak pencapaian yang menginspirasi untuk terus bergerak maju. Pencapaian ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan serupa di masa mendatang dan menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari kehidupan akademik di kampus (HUMAS UMMAT).
Mataram, Tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar program pengabdian kepada masyarakat di Desa Beleka, Kabupaten Lombok Tengah, dengan memperkenalkan teknologi mesin peras santan otomatis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas minyak kelapa yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan komoditas lokal yang bernilai ekonomi tinggi (06/11).
Desa Beleka dikenal sebagai salah satu sentra produksi minyak kelapa di Lombok. Namun, metode pengolahan tradisional yang masih digunakan sebagian besar pelaku usaha kerap kali memerlukan waktu lama dan hasilnya belum maksimal. Untuk mengatasi tantangan ini, tim dosen yang terdiri dari Syirril Ihromi, Dr. Nurhayati, dan Dr. Ibrahim bersama mahasiswa UMMAT menginisiasi pelatihan penggunaan mesin peras santan otomatis. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses pemerasan santan, yang merupakan tahapan penting dalam pembuatan minyak kelapa.
Syirril Ihromi, salah satu dosen penggagas program ini, mengungkapkan bahwa penggunaan mesin peras otomatis dapat meningkatkan efisiensi produksi hingga dua kali lipat. “Dengan mesin peras ini, proses ekstraksi santan menjadi lebih cepat dan hasil yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan cara tradisional. Ini berarti, masyarakat dapat meningkatkan volume produksi dan potensi pendapatan,” jelas Syirril.
Dr. Nurhayati menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas. “Dengan mesin peras santan otomatis, santan yang dihasilkan lebih bersih dan tidak bersentuhan langsung dengan tangan, sehingga higienis dan lebih aman dikonsumsi. Kualitas santan yang lebih baik ini berpengaruh langsung terhadap kualitas minyak kelapa, yang diharapkan dapat memenuhi standar pasar yang lebih tinggi,” terangnya.
Dr. Ibrahim, M.Sc., menekankan pentingnya perawatan mesin untuk menjaga keberlanjutan program ini. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan penggunaan, tetapi juga pelatihan perawatan mesin agar teknologi ini dapat digunakan dalam jangka panjang,” kata Dr. Ibrahim.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Beleka, terutama para pengolah minyak kelapa yang selama ini mengandalkan cara manual. Salah satu peserta, Bapak Azhari, berbagi pengalamannya, “Dengan adanya mesin ini, kami bisa memproduksi minyak kelapa lebih banyak dan lebih cepat. Selain itu, kualitas minyak yang dihasilkan lebih baik dan stabil, yang penting untuk menjaga kepuasan konsumen,” ujarnya.
Para ibu rumah tangga yang turut berpartisipasi juga menyampaikan bahwa dengan adanya teknologi ini, mereka dapat mengurangi beban kerja, menghemat waktu, dan berfokus pada kegiatan lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Program ini terlaksana berkat dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui pendanaan Hibah Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2024. Tim PKM UMMAT juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Rektor UMMAT dan LPPM atas dukungan penuh yang memungkinkan terlaksananya program ini.
“Kami berharap program ini menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengadopsi teknologi tepat guna untuk mengembangkan potensi lokal mereka,” ujar Dr. Nurhayati. Di masa depan, tim dosen dan mahasiswa UMMAT berencana untuk memperluas program ini ke desa-desa lain di wilayah NTB, menciptakan ekosistem produksi yang lebih modern dan efisien.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, UMMAT semakin memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang terintegrasi (HUMAS UMMAT).