by admin ummat | Apr 22, 2017 | Berita
Prodi (Program Studi) PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) merupakan prodi termuda dari ke-delapan program studi di FKIP UM Mataram. Prodi PGSD mendapatkan ijin dan akreditasi BAN PT pada tahun 2016 lalu. Prodi baru ini mendapat respon yang luar biasa positif dari masyarakat. Respon ini terlihat dari jumlah calon mahasiswa yang mendaftar diangkatan pertama sangat signifikan. Sehingga angkatan pertama di prodi PGSD memiliki 120 orang mahasiswa yang tersebar dalam 3 kelas. Sebagai prodi baru, Kaprodi (Ketua Program Studi) dan jajarannya di tuntut untuk selalu memiliki inovasi dalam meningkatkan kreatifitas dan aktifitas mahasiswanya. Aktifitas tersebut tidak hanya dalam peningkatan kemampuan akademis dan intelektual atau soft skill tetapi juga kemampuan dalam pemanfaatan hal-hal sekitar hingga kemampuan untuk melihat peluang kerja dan bisnis (hard skill).

Karya-karya mahasiswa PGSD yang dilombakan dan dilelang
Bentuk peningkatan hard skill tersebut dapat diejawantahkan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah pengolahan barang bekas tidak terpakai menjadi sebuah benda yang bernilai ekonomis dan memiliki nilai seni yang indah. Maka, sebagai langkah awal untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan alam, PGSD menggelar pameran dan acara lelang hasil karya mahasiswa yang diolah dari barang bekas dan sampah-sampah daur ulang yang bisa dimanfaatkan baik dari sampah domestik maupun barang bekas dari pabrik. Acara tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa semester 2 prodi PGSD pada Hari Sabtu, tanggal 22 April 2017 bertempat dilapangan serba guna FKIP UM Mataram. Kaprodi PGSD, Muhammad Nizaar, M.Si menuturkan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk motivasi positif untuk mahasiswa PGSD sebagai langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai kecintaan dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Apalagi melihat kondisi lingkungan saat ini dan masalah sampah yang masih menjadi problem social yang cukup serius, sehingga kesadaran dan kepedulian serta usaha kreatif dalam mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas itu perlu ditanamkan sejak dini.

Salah satu karya mahasiswa berupa miniatur sepeda yang terbuat dari koran bekas dan bungkus rokok
Beliau juga menambahkan bahwa pameran dan lelang karya mahasiswa dari barang bekas ini juga sekaligus dalam rangka memperingati hari Bumi sedunia, sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat Bumi semakin massif. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi program rutin tahunan untuk prodi PGSD. Dalam sambutan pembukaan, Dekan FKIP UM Mataram, Bapak Syafril, M.Pd juga menegaskan bahwa manusia telah dikarunia potensi akal dan kemampuan-kemampuan kecerdasan yang tidak dimiliki makhluk lainnya, sehingga menjadi tanggungjawab utama manusia untuk memaksimalkan potensi akal dan kecerdasan tersebut dalam rangka memaksimalkan pengelolaan alam yang tidak hanya bermanfaat buat manusia sebagai pengelola, tetapi juga bermanfaat dalam kaitannya dengan keberlangsungan kehidupan alam semesta. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang mahasiswa PGSD dengan masing-masing 1 karya perorang dilombakan.

Ketiga karya mahasiswa yang keluar sebagai pemenang, 1. Keranjang dari gelas plastik, 2. Kaleng bekas yang dibuat menjadi kompor mini, 3. Jerigen bekas yang diubah menjadi dispenser.
Ketua Dewan Juri, Nursina Sari, M.Pd menjelaskan bahwa karya-karya mahasiswa tersebut rata-rata telah memiliki nilai ekonomis dan seni yang luar biasa. Sehingga juripun mengalami kesulitan dalam menentukan pemenang. Namun karena ini ajang kompetisi, maka harus tetap ada yang keluar sebagai pemenang, sedangkan yang belum beruntung akan dilelang dalam pamera tersebut. Harga karya mahasiswa tersebut sangat terjangkau, dari Rp 25.000 hingga Rp.170.000. Nursina Sari, M.Pd menjabarkan ada 4 kriteria penting dalam menilai karya tersebut, yang pertama adalah ide produk, pemahaman produk, penampilan produk, dan penampilan poster.

Foto bersama para pemenang lomba dengan Wakil Dekan 1 FKIP UMM, Kaprodi PGSD dan Dewan Juri.
Hasil lomba tersebut dimenangkan oleh tiga karya terbaik dan dianggap paling memiliki kemanfaatan dalam kehidupan manusia. Pemenang lomba tersebut adalah hasil karya berupa keranjang belanja yang dianyam dari gelas teh sisri sabagai juara 1, juara 2 diraih oleh karya mahasiswa yang terbuat dari kaleng bekas yang dibuat menjadi kompor mini yang bisa dimanfaatkan untuk memasak, dan juara ke-3 adalah karya mahasiswa berupa dirigen bekas yang dirubah menjadi dispenser lengkap dengan penghangat air. Mahasiswa menyambut antusias program ini, mereka berharap kegiatan-kegiatan ini akan terus berkesinambungan dengan tema-tema lain yang lebih bermanfaat dan lebih menantang.
by admin ummat | Apr 18, 2017 | Berita

PENGUMUMAN
DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
PERPANJANGAN PENGISIAN KRS (KARTU RENCANA STUDI) SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017, SAMPAI DENGAN KAMIS, 20 APRIL 2017
DENGAN KETENTUAN:
- MENUJUKKAN SURAT KETERANGAN DARI PEMBAYARAN SPP
- SURAT REKOMENDASI DARI KETUA PROGRAM STUDI
- JIKA DATA DIINPUT, DAN TIDAK MASUK KE DATA PD DIKTI, MENJADI TANGGUNG JAWAB MAHASISWA
DEMIKIAN ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMANYA DISAMPAIKAN TERIMA KASIH
by admin ummat | Apr 11, 2017 | Berita

Pelantikan Pejabat Dekan FAI, FAPERTA,dan FISIPOL UM Mataram oleh Rektor UM Mataram
Selasa, 11 April 2017 adalah momen yang cukup bermakna bagi ketiga Dekan baru yang telah dilantik, yaitu Dekan FAI, FAPERTA, DAN FISIPOL. Hari ini mereka mulai mengemban amanah baru dalam menahkodai Fakultas masing-masing. Meskipun pelantikan ini adalah periode kedua bagi Dekan FAI, bapak Drs. H. Abdul Wahab, M.A dan Dekan FAPERTA, ibu Ir. Asmawati, M.P. Hanya Dekan FISIPOL,bapak Drs. M Junaidin, M.M yang merupakan pejabat baru. Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, bapak Drs. H. Mustamin H. Idris, M.S memberikan beberapa catatan kepada para Dekan yang dilantik, antara lain penekanan pada kontroling pimpinan di level Fakuktas terhadap kualitas, baik kualitas SDM maupun sarana-prasarana. Beliau mengingatkan juga bahwa prodi-prodi dibeberapa Fakultas memiliki peluang besar dalam re-akreditasi prodi dari yang B ke A dan dari C ke B. Karena beberapa prodi telah memiliki kualifikasi yang memenuhi standar akreditasi A. Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPH Ummat, Bapak Drs. Kiyai H. Abdul Muhit El-Lefaky, M.S juga tidak lupa mengingatkan kepada ketiga pejabat yang dilantik untuk melaksanakan amanah persyarikatan dengan penuh tanggungjawab, jujur, berkomitmen tinggi dan berintegritas. Di sambutan terakhir, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Bapak Akhsanul Khalik, S.Sos yang merupakan Kepala Dinas Sosial NTB memberikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi, dengan harapan bahwa pejabat yang baru saja dilantik akan menjadi perpanjangan tangan dari dakwah amar makruf dan nahi munkar persyarikatan Muhammadiyah.

Foto bersama ketiga pejabat Dekan setelah acara pelantikan beserta pendamping
by admin ummat | Apr 8, 2017 | Berita
Kondisi alam yang semakin hari semakin memprihatinkan belakangan ini menjadi perhatian penting dari semua kalangan yang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga dan memelihara eksistensi lingkungan, yang juga berkorelasi erat dengan keberlanjutan kehidupan komunitas global, terutama manusia sebagai central pengelola alam dan sekitarnya. Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggungjawab besar dalam upaya pemeliharaan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kepentingan kemanusiaan. Pemeliharaan dan pengelolaan alam ini diimplementasikan dalam berbagai konsep penelitian dan pengembangan berbasis pemanfaatan SDA.

Menindaklanjuti hal itu, maka UM-Mataram mengambil peran dalam kerjasama terkait project penelitian Geologi dan pengembangan kawasan Tambora menuju Geopark Nasional dan kawasan Rinjani menuju Geopark Dunia yang di selenggarakan oleh Gubernur NTB. Kerjasama ini ditandatangani oleh Gubernur NTB, TGH. Dr. Zainul Mazdi, MA bersama Rektor UM Mataram, Drs. H. Mustamin, H.Idris dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) dalam pertemuan di hotel Lombok Raya, tanggal 07 April 2017 kemarin. Pertemuan ini membahas penanggulangan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan dengan memantapkan infrastruktur dan memacu investasi yang berkelanjutan. Pertemuan dihadiri oleh elemen berbagai kalangan; baik akademis maupun birokrat di NTB.
by admin ummat | Apr 7, 2017 | Berita, FHUKUM

Pemberian Cindera Mata dari KAPOLDA NTB Brigjen Pol Drs Firli MSi, diterima Dekan Fakultas Hukum Prof Dr Hj Rodliyah M, SH., MH, Didampingi Ketua BPH UMMAT dan Wakil Rektor I, Rena Aminwa, SH., M.Si
Mataram – Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli, SH., M.Si menggelar kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), Kamis (6/4). Kuliah umum yang bertajuk “Peran Polri dalam Penegakan Hukum di Indonesia” dihadiri ratusan mahasiswa.
Brigjen Firli sebagai pemateri memaparkan peranan Polri dalam penegakan hukum di Indonesia. Disebutkan berbagai tantangan maupun permasalahan hukum yang kerap dihadapi Polri dalam proses penegakan hukum di tanah air. Pemaparan Kapolda NTB menarik perhatian mahasiswa. Bahkan usai dijabarkan materi, mahasiswa dapat berinteraksi langsung bersama Kapolda NTB melalui sesi tanya jawab.
Antusiasme mahasiswa terlihat saat menyoroti seputar permasalahan hukum di NTB dan juga mekanisme pelaporan suatu kasus yang urgen dihadapi masyarakat. Semua pertanyaan dijawab dengan jelas, lugas dan komprehensif oleh Kapolda NTB. Saat ditemui wartawan usai menggelar kuliah umum, Kapolda NTB menjelaskan bahwa tujuan digelarnya kuliah umum, sebagai bentuk kemitraan Polda NTB dengan lembaga pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. “Ini adalah tugas kita dalam rangka mewujudkan kehidupan harmonis antar anak bangsa, dan salah satu peran Polri dalam mengemban tugas mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Penandatanganan MOU
POLDA NTB dengan Fakultas Hukum UMMAT
Pendidikan merupakan aspek penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Suatu proses dalam mewujudkan generasi emas Indonesia untuk berkompetisi secara global. Sehingga Polda NTB juga berkomitmen ambil bagian sebagai penggerak imperium Indonesia melalui pendidikan.
“Kita menyadari banyak aspek penting, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Tetapi tidak kalah penting bidang pendidikan dan kesehatan. Beberapa waktu lalu saya konsen di bidang kesehatan, hari ini di bidang pendidikan,” pungkasnya.
Sementara Dekan Fakultas Hukum UMM, Prof Dr. Hj Rodliah mengatakan acara tersebut merupakan bentuk kerjasama UMM dan Polda NTB dalam bentuk MoU. “Awalnya saya diundang oleh Kapolda, kemudian kami punya gagasan diadakan MoU yang tentunya tidak keluar dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi. Salah satu isinya yakni aspek pendidikan, seperti kuliah umum,” ungkapnya.

“Kedua tentang penelitian hukum. Kami ingin bekerjasama untuk melihat tren peningkatan atau penurunan kejahatan. Dan terakhir adalah pengabdian terhadap masyarakat. Itu merupakan kerjasama kami dengan Polda NTB,” sambungnya.(zr)
sumber: https://kicknews.today/2017/04/06/mahasiswa-antusias-sambut-kuliah-umum-kapolda-ntb/
by admin ummat | Apr 6, 2017 | Berita
Berkenaan dengan tugas penyusunan naskah akademik dan RUU badan keahlian DPR RI, Fakultas Hukum UM Mataram mendapatkan kunjungan kehormatan dari TIM Ahli DPR RI dalam kaitannya dengan pembahasan rencana perubahan UU No. 2 tentang kepolisian RI. Kunjungan ini dijadwalkan selama 5 hari hingga tanggal 7 April 2017. FH UM Mataram menjadi universitas kedua yang dikunjungi tim setelah Unram. Wakil Dekan 2 FH UM Mataram Sahrul, S.H,M.H mengungkapkan bahwa TIM tersebut akan berkeliling ke ke-34 propinsi dan hanya memilih beberapa universitas sebagai partner untuk jajak pendapat dalam rangka uji kelayakan perubahan UU No. 2 tersebut . Di NTB sendiri, TIM DPR RI hanya menunjuk FH Unram dan FH UM Mataram sebagai rekan berdiskusi dalam upaya pengumpulan naskah yang dibutuhkan. Sebanyak 5 orang TIM yang diketuai oleh Yudarana Sukarno Putra, S.H. LLM disambut hangat oleh Dekan FH UM Mataram, Prof. Dr. Rodliyah, M.H diruang rapat senat FH UMM kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang membahas 21 item pertanyaan dari TIM tentang eksistensi Polri dan rekam jejaknya. Dalam kesempatan ini, Wadek 2 FH Sahrul, M.H selaku kordinator TIM UM Mataram memberikan beberapa masukan terkait keberadaan Polri. Diantaranya: polri harus independen, tidak dibawah intervensi presiden, dan kalau memungkinkan, ada baiknya polri ditempatkan dibawah koordinasi menkopolhukam. Selain itu, sanksi terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan aparat kepolisian seperti salah tangkap dan salah tembak, selama ini kasus-kasus serupa sudah sering terjadi, dan selalu sasarannya adalah warga sipil. Aturan-aturan terkait pelanggaran seperti ini belum sepenuhnya ditegakkan. Masih seputar eksistensi Polri di Indonesia, hari Kamis, Tanggal 06 April 2017, FH UM Mataram mengadakan kuliah umum terkait maraknya kasus yang merusak citra Polri. Kuliah umum ini mengangat tema “Peran Polri dalam Penegakkan Hukum di Indonesia”. Tujuan utamanya adalah memberikan gambaran dan penegasan serta klarifikasi terkait pentingnya peran Polri dalam penegakkan hukum di Indonesia.