13 Dosen FKIP UMMAT Bersertifikat MCE: Langkah Menuju Transformasi Digital Pendidikan

13 Dosen FKIP UMMAT Bersertifikat MCE: Langkah Menuju Transformasi Digital Pendidikan

Mataram, 19 Maret 2025 – Sebanyak 13 dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berhasil lulus sertifikasi internasional Microsoft Certified Educator (MCE) dalam program sertifikasi dari Microsoft Learning Partner di Surabaya. Microsoft Learning Partner merupakan mitra resmi Microsoft yang menyediakan layanan pelatihan, konsultasi, dan pengembangan profesional guna membantu pendidik, mahasiswa, serta pemimpin pendidikan dalam bertransformasi secara digital.

Program sertifikasi internasional ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi dalam praktik pengajaran agar sesuai dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Materi MCE mencakup enam konsep pembelajaran berbasis 21st Century Learning Design (21st CLD), yaitu: Student Collaboration, Skilled Communication, Knowledge Construction, Self-Regulation, Real-World Problem Solving and Innovation, serta Student Use of Information and Communication Tools (ICT).

Dosen FKIP UMMAT yang berhasil memperoleh sertifikasi MCE dan berhak menyandang gelar nonakademik tersebut antara lain Nurmiwati, M.Pd., Abdillah, M.Pd., Linda Sekar Utami, M.Pfis., Arif, M.Pd., Isnaini, M.Pd., Ilmiawan Mubin, M.Pd., Rima Rahmania, M.Pd., Dr. Intan Dwi Astuti, M.Pd., Sukron Fujiaturrahman, M.Pd., Haifaturrahmah, M.Pd., Dr. Candra, M.Pd., Sri Maryani, M.Pd., dan Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si.

Pelatihan ini berlangsung secara daring selama tiga hari, yang kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi melalui pembelajaran mandiri pada Learning Management System (LMS) dari Microsoft. Sertifikasi ini dilakukan melalui ujian selama satu jam dengan 40 butir soal berbentuk case study. Selama pelatihan, peserta dibimbing untuk memahami berbagai konsep yang berkaitan dengan desain pembelajaran abad ke-21, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta strategi mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum yang efektif.

Perolehan sertifikasi internasional ini memiliki peran strategis dalam mendukung visi UMMAT sebagai kampus yang kompetitif di tingkat global. Selain memberikan tambahan gelar nonakademik kepada para dosen, sertifikasi MCE juga berkontribusi terhadap capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya pada IKU 2. Dengan adanya sertifikasi ini, dosen FKIP UMMAT semakin percaya diri untuk menjadi tenaga pengajar yang profesional dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini dalam dunia pendidikan.

Dengan semakin banyaknya dosen yang memiliki sertifikasi internasional, FKIP UMMAT terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Peningkatan kompetensi ini diharapkan dapat mendukung transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang. Keberhasilan para dosen FKIP UMMAT dalam memperoleh sertifikasi ini juga menjadi motivasi bagi tenaga pendidik lainnya untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi (HUMAS UMMAT).

Lahirkan Generasi Unggul, UMMAT Berikan Penghargaan kepada 6 Lulusan Berprestasi dalam Wisuda ke-60

Lahirkan Generasi Unggul, UMMAT Berikan Penghargaan kepada 6 Lulusan Berprestasi dalam Wisuda ke-60

Mataram – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dengan menggelar prosesi Wisuda ke-60. Acara yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman, pada Sabtu, 9 Maret 2024 ini turut memberikan penghargaan kepada enam lulusan berprestasi yang telah menunjukkan pencapaian gemilang di bidang masing-masing.

Salah satunya adalah Maulidia Dwi Meundasari dari Program Studi PGSD dengan IPK 3.92 yang meraih penghargaan dalam bidang Riset dan Karya Ilmiah. Ia lulus tanpa skripsi melalui kelas penelitian serta aktif menjadi presenter di berbagai konferensi internasional dan seminar nasional.

Berlian Wahyu Rizaldi dari Program Studi Ilmu Hukum dengan IPK 3.90 menerima penghargaan dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Ia memiliki rekam jejak dalam kepemimpinan dan kegiatan sosial, termasuk menjadi Pimpinan Kontingen Kemah Bela Negara Tingkat Nasional dan The Most Adaptive Delegate dalam International Youth Action and Conference. Indriwati Wahyuni ​​​​dari Program Studi PPKN dengan IPK 3.88 memperoleh penghargaan dalam bidang Inovasi dan Literasi atas keterlibatannya dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk sebagai peserta KKN Internasional dan pemakalah dalam seminar nasional dan internasional.

Fatri Saleh dari Program Studi PPKN dengan IPK 3.88 menerima penghargaan dalam bidang Leadership dan Organisasi berkat pencapaiannya dalam berbagai kompetisi ilmiah dan jurnalistik. Siti Ainun Fadilah dari Program Studi Ilmu Hukum dengan IPK 3.90 mendapatkan penghargaan dalam bidang Student International Mobility setelah mengikuti berbagai program pertukaran mahasiswa dan konferensi internasional. Mukmin dari Program Studi Ekonomi Syariah dengan IPK 3.78 memperoleh penghargaan dalam bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan karena prestasinya dalam Tilawah, termasuk juara di tingkat kabupaten.

Selain itu, penghargaan Wisudawan Terinspiratif UMMAT diberikan kepada Firmansyah dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya selama masa studi. Dalam kesempatan ini, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Bapak Dwi Andi Wibowo, SE., M.Si., Ph.D., memberikan pesan kepada para wisudawan agar menjadi lulusan yang siap menghadapi perubahan zaman dengan kecakapan teknologi dan wawasan global. Kepala LLDikti Wilayah VIII juga menyampaikan selamat dan mendorong para lulusan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja dengan optimisme.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA.,berharap para lulusan tidak hanya sukses secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan berakhirnya proses wisuda ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional (HUMAS UMMAT).

Gelar Akademik Saja Tak Cukup! WR III UMMAT Dorong Lulusan Kuasai Soft Skill dan Peluang Kerja

Gelar Akademik Saja Tak Cukup! WR III UMMAT Dorong Lulusan Kuasai Soft Skill dan Peluang Kerja

Mataram, 26 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar acara Pembekalan Soft Skills Siap Kerja bagi calon wisudawan/wisudawati Periode Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan non-teknis yang dibutuhkan di dunia kerja, serta membuka wawasan mereka terkait peluang karier di berbagai sektor industri.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) NTB, IGd Putu Aryadi, S.Sos. M.H., serta Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan, Dinas Perindustrian NTB, Dr. Aryanti Dwiyani, S.Pt. M.Pd., juga turut hadir Business Manager Bank NTB Syariah yang mewakili lembaga keuangan, M. Nur Rahmat.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mempersiapkan lulusannya agar lebih kompetitif di dunia kerja. Beliau juga menekankan pentingnya soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja tim, dan etika profesional yang menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang di dunia kerja. “Selain penguasaan ilmu akademik, calon lulusan juga perlu memiliki keterampilan interpersonal dan profesionalisme yang kuat agar mampu beradaptasi dengan cepat di dunia kerja,” ujarnya.

“Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Tercatat sebanyak 262 calon wisudawan menghadiri acara ini, menunjukkan minat besar dalam meningkatkan kesiapan mereka sebelum memasuki dunia kerja.,” tambah Dr. Erwin.

Kegiatan ini direncanakan akan menjadi agenda rutin menjelang wisuda. Selain itu, UMMAT juga berencana untuk menyelenggarakan job fair dengan menggandeng instansi terkait, dunia usaha, dan industri guna memberikan peluang lebih luas bagi para alumni.

Dalam pemaparan materi, Kepala Disnaker NTB, IGd Putu Aryadi, menekankan pentingnya kesiapan mental dan keterampilan adaptasi di era globalisasi. Ia juga menyampaikan berbagai peluang kerja yang tersedia di NTB serta strategi bagi lulusan baru untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan, Dinas Perindustrian NTB, Dr. Aryanti, menjelaskan perkembangan sektor industri di NTB serta peluang yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan UMMAT. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan teknis dan non-teknis guna menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dari sisi perbankan, M. Nur Rahmat, Business Manager Bank NTB Syariah menjelaskan peran lembaga keuangan dalam mendukung pengembangan karier dan kewirausahaan bagi lulusan baru. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memahami literasi keuangan agar dapat mengelola keuangan pribadi maupun bisnis dengan baik di masa depan.

Kegiatan pembekalan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para mahasiswa berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para pemateri. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan calon wisudawan UMMAT dapat lebih siap menghadapi dunia kerja dengan keterampilan dan wawasan yang telah mereka peroleh (HUMAS UMMAT).

Taklukkan 1.200 Atlet, Nurhamdi Raih Emas dan Harumkan Nama UMMAT di Ajang Bergengsi Nasional

Taklukkan 1.200 Atlet, Nurhamdi Raih Emas dan Harumkan Nama UMMAT di Ajang Bergengsi Nasional

Mataram, 25 Februari 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Nurhamdi Said, mahasiswa Fakultas Hukum, berhasil meraih medali emas dalam ajang IPSI Lombok Timur Championship 2 yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 21 Februari 2025 di Sport Hall Selong, Lombok Timur. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 1.200 atlet dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu ajang paling kompetitif di tingkat nasional.

Nurhamdi yang berasal dari Banyu Urip, Gerung, Lombok Barat, mengaku bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah. Setelah mengalami kegagalan di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara , ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk bangkit dan berjuang lebih maksimal.

Tangan di kejuaraan ini sangat luar biasa. Kegagalan di PON sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Saya ingin menambah jam terbang agar lebih siap menghadapi ajang-ajang bergengsi di masa depan, terutama target saya untuk meraih medali emas di POMNAS 2025 dan PORPROV 2026,” ujar Nurhamdi.

Dalam kejuaraan ini, ia menunjukkan performa luar biasa dengan teknik dan strategi yang matang. Nurhamdi berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh yang juga berambisi merebut gelar juara. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik UMMAT di kancah olahraga nasional.

Selain prestasi individu, ajang ini juga menjadi pengalaman berharga bagi Nurhamdi untuk mengasah mental bertanding dan memahami pola permainan lawan. “Setiap pertandingan memberikan pelajaran baru. Saya terus belajar dari setiap lawan yang saya hadapi, memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan strategi agar lebih siap di kompetisi berikutnya,” tambahnya.

Nurhamdi juga berharap agar kampus terus memberikan perhatian dan pembinaan terhadap prestasi mahasiswanya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Untuk teman-teman pelajar, saya berpesan agar tetap konsisten dalam menjalankan hal-hal positif dan selalu semangat dalam mencapai impian,” pesannya.

Dukungan dari kampus, pelatih, serta rekan-rekan atlet menjadi faktor penting dalam perjalanan Nurhamdi menuju kemenangan. Ia mengapresiasi segala bentuk dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk fasilitas latihan, motivasi, maupun kesempatan untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

Keberhasilan Nurhamdi menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat kompetisi yang lebih luas. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama universitas. Dengan semangat perjuangan yang tinggi, tidak menutup kemungkinan bahwa UMMAT akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang (HUMAS UMMAT).

Sinergi Mahasiswa dan Legislatif: BEM UMMAT Bahas Peran DPD RI dalam Pembangunan Daerah

Sinergi Mahasiswa dan Legislatif: BEM UMMAT Bahas Peran DPD RI dalam Pembangunan Daerah

Mataram, 24 Februari 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (BEM UMMAT) sukses menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Peran Legislatif DPD RI dalam Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis DPD RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah serta mengawal kebijakan pembangunan yang inklusif.

Ketua BEM UMMAT, Supriadin, dalam paparannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, mahasiswa merupakan agen perubahan yang harus memiliki wawasan luas, kritis, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Forum seminar ini dapat menjadi wadah diskusi yang produktif dan inspiratif bagi kita semua. Kehadiran Ibu Mirah Midadan Fahmid sebagai anggota DPD RI Periode 2024-2029 memberikan wawasan yang luas terkait peran strategis DPD dalam penguatan kebijakan daerah,” ujarnya.

Supriadin berharap melalui seminar ini, mahasiswa semakin mampu berpikir progresif terhadap tantangan kebijakan dan kondisi masyarakat. “Peran mahasiswa dalam mendorong perubahan itu sangat penting. Kami harus mampu membaca situasi, berpikir lebih maju, serta mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di daerah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dr. Erwin, M.Pd. selaku Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa seminar kebangsaan ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika sosial. “Seminar kebangsaan ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta mampu merumuskan gagasan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” terang Dr. Erwin.

Sementara itu, anggota DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, dalam paparannya menyoroti peran penting pemuda dalam pembangunan daerah. Menurutnya, dengan 61,18% pemuda NTB yang aktif bekerja, menunjukkan bahwa generasi muda memiliki keterlibatan tinggi dalam dunia kerja, mencerminkan optimisme dan semangat produktivitas.

“Namun, tingkat pemuda yang bersekolah di NTB masih berada di angka 15,18%, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk bagi mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa otonomi daerah telah membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi NTB, dengan peningkatan signifikan dalam PDRB per kapita pasca otonomi. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mulai menerapkan keahliannya dalam program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal.

“Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan kebijakan tata ruang,” pungkasnya.

Seminar kebangsaan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang aktif berdiskusi dan bertukar gagasan terkait peran legislatif dalam pembangunan daerah. Diharapkan, kegiatan semacam ini terus berlanjut agar mahasiswa semakin terlibat dalam proses pembangunan dan kebijakan daerah demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik (HUMAS UMMAT).

UMMAT Lahirkan Guru Besar Pertama Non-Muslim, Bukti Toleransi Otentik

UMMAT Lahirkan Guru Besar Pertama Non-Muslim, Bukti Toleransi Otentik

Mataram, 21 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi mengukuhkan guru besar pertama non-Muslim dalam institusinya. Prof. I Made Suyasa, M.Hum., yang meraih gelar Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sastra dan Tradisi, telah mengabdikan dirinya di UMMAT sejak tahun 1986 hingga kini.

Prof. Made mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan oleh UMMAT dalam perjalanan akademiknya. “UMMAT telah memberikan anugerah terbaik dalam hidup saya, dan saya sangat mencintai institusi ini. Saya mencapai gelar tertinggi sebagai guru besar berkat UMMAT, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pejabat yang berada di UMMAT. Saya akan berikhtiar dengan sisa tenaga dan pemikiran yang saya miliki untuk terus berkontribusi bagi UMMAT,” ujar Prof. Made.

Pengukuhan Prof. Made sebagai guru besar menjadi bukti nyata bahwa UMMAT menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan inklusivitas dalam dunia pendidikan. Sebagai institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, UMMAT tetap memberikan ruang yang luas bagi seluruh akademisi dan tenaga pengajar dari berbagai latar belakang agama untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan.

Dalam pesannya kepada para dosen dan mahasiswa, Prof. Made menekankan pentingnya menghormati empat guru dalam kehidupan. “Ada empat guru yang harus kita hormati dalam hidup ini. Yang pertama adalah guru yang maha guru, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan kita dan dunia ini. Guru yang kedua adalah orang tua kita yang telah membesarkan kita dengan kasih sayang. Guru yang ketiga adalah pendidik yang menjadikan kita cerdas dan berpengetahuan. Sedangkan guru yang keempat adalah pemerintah yang menjaga keamanan dan ketertiban bagi kehidupan kita,” jelasnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian Prof. Made. “Beliau telah menjadi bagian dari keluarga besar UMMAT selama puluhan tahun dan terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia akademik. Ini adalah bukti nyata bahwa UMMAT menghargai kompetensi dan kontribusi tanpa membedakan latar belakang keagamaan,” ungkapnya.

Pengukuhan ini menandai komitmen UMMAT dalam memberikan kesempatan yang sama bagi semua akademisi untuk berkembang dan berkontribusi, tanpa memandang latar belakang agama. Dengan semangat toleransi yang kuat, UMMAT terus menjadi ruang inklusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia di Indonesia (HUMAS UMMAT).