Peduli Sesama! ORMAWA UMMAT Salurkan Bantuan dan Semangat bagi Korban Banjir Wera, Bima

Peduli Sesama! ORMAWA UMMAT Salurkan Bantuan dan Semangat bagi Korban Banjir Wera, Bima

Mataram, 03 Maret 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Wera, Bima. Sejumlah organisasi mahasiswa (Ormawa) diterjunkan dalam aksi kemanusiaan ini guna menyalurkan 20 paket bantuan bagi warga terdampak.

Pelepasan tim bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi saudara-saudara kita di Bima,” ujarnya saat acara pelepasan pada Rabu (26/2/2025).

Bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, serta perlengkapan kebersihan. Selain memberikan bantuan materi, tim mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengarkan kondisi mereka pascabanjir.

Presiden Mahasiswa (Presma UMMAT), Supriadin, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. “Kami tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat dan dukungan moral bagi warga. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” tuturnya.

Supriadin juga mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya. “Melihat langsung kondisi warga dan bisa membantu mereka memberi kesan mendalam. Kami berharap lebih banyak mahasiswa yang tergerak untuk turut berkontribusi dalam aksi-aksi sosial seperti ini,” katanya.

Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen UMMAT dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, universitas ini berencana untuk terus menggalang solidaritas sosial dan memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan (HUMAS UMMAT).

Sinergi Mahasiswa dan Legislatif: BEM UMMAT Bahas Peran DPD RI dalam Pembangunan Daerah

Sinergi Mahasiswa dan Legislatif: BEM UMMAT Bahas Peran DPD RI dalam Pembangunan Daerah

Mataram, 24 Februari 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (BEM UMMAT) sukses menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Peran Legislatif DPD RI dalam Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis DPD RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah serta mengawal kebijakan pembangunan yang inklusif.

Ketua BEM UMMAT, Supriadin, dalam paparannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, mahasiswa merupakan agen perubahan yang harus memiliki wawasan luas, kritis, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Forum seminar ini dapat menjadi wadah diskusi yang produktif dan inspiratif bagi kita semua. Kehadiran Ibu Mirah Midadan Fahmid sebagai anggota DPD RI Periode 2024-2029 memberikan wawasan yang luas terkait peran strategis DPD dalam penguatan kebijakan daerah,” ujarnya.

Supriadin berharap melalui seminar ini, mahasiswa semakin mampu berpikir progresif terhadap tantangan kebijakan dan kondisi masyarakat. “Peran mahasiswa dalam mendorong perubahan itu sangat penting. Kami harus mampu membaca situasi, berpikir lebih maju, serta mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di daerah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dr. Erwin, M.Pd. selaku Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa seminar kebangsaan ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika sosial. “Seminar kebangsaan ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta mampu merumuskan gagasan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” terang Dr. Erwin.

Sementara itu, anggota DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, dalam paparannya menyoroti peran penting pemuda dalam pembangunan daerah. Menurutnya, dengan 61,18% pemuda NTB yang aktif bekerja, menunjukkan bahwa generasi muda memiliki keterlibatan tinggi dalam dunia kerja, mencerminkan optimisme dan semangat produktivitas.

“Namun, tingkat pemuda yang bersekolah di NTB masih berada di angka 15,18%, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk bagi mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa otonomi daerah telah membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi NTB, dengan peningkatan signifikan dalam PDRB per kapita pasca otonomi. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mulai menerapkan keahliannya dalam program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal.

“Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan kebijakan tata ruang,” pungkasnya.

Seminar kebangsaan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang aktif berdiskusi dan bertukar gagasan terkait peran legislatif dalam pembangunan daerah. Diharapkan, kegiatan semacam ini terus berlanjut agar mahasiswa semakin terlibat dalam proses pembangunan dan kebijakan daerah demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik (HUMAS UMMAT).

FAI UMMAT Sambut Delegasi USIM dalam Global Islamic Outreach (GISO) 2025

FAI UMMAT Sambut Delegasi USIM dalam Global Islamic Outreach (GISO) 2025

Mataram, 20 Februari 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan penuh semangat menyambut Delegasi University Sains Islam Malaysia (USIM) dalam rangka Global Islamic Outreach (GISO) 2025. Acara ini mengusung tema Implementation of Agreement Between USIM and Faculty of Islamic Studies UMMAT dan bertujuan untuk mempererat kerja sama akademik antara kedua institusi.

Dekan FAI UMMAT, H. Muhirdan, M. Si., menyampaikan rasa gembira atas kehadiran delegasi USIM. Beliau menjelaskan bahwa Malaysia dan Indonesia memiliki akar budaya yang sama, yakni rumpun Melayu, sehingga kerja sama yang terjalin harus terus diperkuat. “Bagaimana tradisi-tradisi akademik yang dibangun oleh USIM dan UMMAT, khususnya di FAI, harus saling mengenal. Dalam Al-Qur’an dijelaskan pentingnya kolaborasi, dan kita akan memperkuat MoU agar civitas akademika FAI UMMAT juga bisa berkunjung ke USIM,” ujarnya.

Sementara itu, Academic Supervisor USIM, Dr. Amiruddin Mohd Sobali, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan. “Kami dari USIM, khususnya Fakultas Pengajian Al-Qur’an dan Sunnah, sangat mengapresiasi atas sambutan hangat UMMAT. Kegiatan ini tidak akan berhenti di sini, tetapi akan terus berlanjut di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Mujadalah:11, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan. InsyaAllah, USIM dan UMMAT dapat saling bertukar ilmu untuk kemajuan universitas kita,”ungkapnya.

Dr. Amiruddin juga menambahkan bahwa ia terinspirasi oleh film Sang Pencerah, yang menceritakan perjuangan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan. Menurutnya, film tersebut sangat relevan dalam membangun kesadaran mahasiswa untuk membawa perubahan dan inovasi di dunia akademik.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Studi Tour yang membawa delegasi USIM berkeliling kampus UMMAT, memperkenalkan fasilitas akademik dan lingkungan belajar di universitas ini. Para delegasi mengunjungi berbagai ruang kuliah, perpustakaan, serta pusat kajian Islam yang ada di FAI UMMAT. Selain itu, delegasi juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para mahasiswa dan dosen UMMAT guna bertukar pandangan tentang berbagai aspek pendidikan Islam.

Dengan adanya GISO 2025 ini, diharapkan sinergi antara USIM dan UMMAT dapat semakin erat dalam bidang pendidikan Islam, riset, dan pengembangan akademik. Kedua institusi berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi melalui pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, serta program akademik yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih produktif dan bermanfaat bagi umat Islam secara global (HUMAS UMMAT).

A Colourful Journey: Prof. Joni Safaat Adiansyah, Dari Tantangan Hidup Hingga Puncak Guru Besar di UMMAT

A Colourful Journey: Prof. Joni Safaat Adiansyah, Dari Tantangan Hidup Hingga Puncak Guru Besar di UMMAT

Mataram, 18 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga mengumumkan bahwa Prof. Joni Safaat Adiansyah, ST., M.Sc., Ph.D., telah meraih posisi sebagai Guru Besar di Program Magister Ilmu Lingkungan. Perjalanan luar biasa Prof. Joni menuju pencapaian ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, dipenuhi dengan dedikasi, tantangan, dan semangat yang tak pernah pudar.

Dalam pidatonya yang bertajuk A Colourful Journey (Perjalanan Penuh Warna), Prof. Joni berbagi pengalaman pribadi yang membentuk perjalanan hidup dan karirnya, serta memberikan pesan semangat kepada seluruh hadirin untuk tetap menjalani hidup dengan prinsip manjadda wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil). Prof. Joni mengungkapkan betapa pentingnya ketahanan dalam menghadapi kesulitan, mengingat masa kecilnya yang penuh tantangan setelah kehilangan ayahnya saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ibu yang luar biasa tangguh membesarkan dirinya dan saudara-saudaranya seorang diri. “Saya teringat dulu gimana waktu dimalang pulang mampir dipasar untuk membeli makanan untuk dijual oleh ibu saya, dan saat itu saya melihatnya tidak hanya sebagai ibu saya, tetapi juga sebagai superhero saya yang memberikan kekuatan dan membantu saya menjadi seperti sekarang ini,” kenang Prof. Joni, menggambarkan betapa besar pengaruh ibu dalam hidupnya.

Perjalanan karir Prof. Joni juga sangat berwarna dan penuh dengan beragam pengalaman. Prof. Joni memulai karir akademiknya di UMMAT pada tahun 1997 sebagai dosen luar biasa di Fakultas Teknik, sekaligus terlibat di industri tambang. Ia juga sempat menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS), namun akhirnya memilih untuk mengundurkan diri guna fokus pada karirnya di sektor tambang, sebuah keputusan yang sangat dipengaruhi oleh doa ibunya. “Sejak bergabung dengan UMMAT, saya merasa sangat diberkahi karena dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang UMMAT, yang hingga kini tetap menjadi bagian penting dari hidup saya,” ujar Prof. Joni.

Perjalanan akademik Prof. Joni pun tak kalah menarik. Pada tahun 2009, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S2 di bidang Ilmu Lingkungan dengan beasiswa dari Stuned ke Belanda di Han University. Kemudian kesempatan beasiswa S3 di Curtin University yang didanai oleh program BPPL Dikti dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terbaru, Prof. Joni mendapatkan kesempatan program kunjungan (visiting scholar) ke Amerika Serikat dengan beasiswa penuh selama 4 bulan. “Jadi sangat berwarna apa yang saya jalani dan yang saya tempuh, apakah saya pernah gagal? Tentu, gagal itu pernah. Tapi, saya berpesan kepada teman-teman untuk selalu yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk hambahNya dan terus berprasangka baik kepada Allah SWT belum tentu yang kita anggap gagal itu dianggap gagal oleh Allah selalu ada sisi positifnya,” ungkapnya.

Prof. Joni juga berbagi tiga prinsip utama yang membimbingnya sepanjang perjalanan hidupnya. Pertama, ia menekankan pentingnya ikhtiar, usaha yang tidak pernah berhenti dan keinginan untuk terus memberikan yang terbaik. “Tidak peduli seberapa besar tantangan yang dihadapi, teruslah berusaha, karena keberhasilan akan datang kepada mereka yang tidak pernah menyerah,” kata Prof. Joni. Kedua, ia berbicara tentang kekuatan doa (berdoa), dan mengingatkan momen berat selama enam bulan pertama studi S3 di Australia, saat ia merasa teruji. Di masa itu, ia menulis di buku catatannya ayat dari Al-Baqarah (2:286): “Allah tidak akan membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Ayat ini menjadi pegangan yang memberinya ketenangan dan kekuatan untuk terus maju.

Terakhir, Prof. Joni berbicara tentang pentingnya semangat manjadda wa jadda, semakin besar usaha yang kita lakukan, semakin besar pula hasil yang kita peroleh. Ia meyakini bahwa melalui usaha yang konsisten dan tekad yang kuat, setiap individu dapat meraih kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia sekitar.

Perjalanan Prof. Joni menuju Guru Besar ini merupakan bukti nyata dari ketekunan, keyakinan, dan kerja keras. Pencapaiannya ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa dan civitas akademika UMMAT, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang tengah menghadapi tantangan dalam perjalanan hidupnya. Kesuksesan Prof. Joni mengingatkan kita bahwa dengan tekad, usaha yang tak kenal lelah, dan dukungan orang-orang terdekat, segala tujuan dapat tercapai.

UMMAT sangat bangga memiliki Prof. Joni Safaat Adiansyah sebagai bagian dari keluarga akademik dan berharap kontribusinya dapat semakin memperkaya warisan akademik UMMAT serta menginspirasi generasi ilmuwan dan ahli lingkungan di masa mendatang (HUMAS UMMAT).

Mahasiswa FH UMMAT, Siap Ukir Jejak di ASEAN melalui GNYS 2025

Mahasiswa FH UMMAT, Siap Ukir Jejak di ASEAN melalui GNYS 2025

Mataram, 17 Februari 2025 – Baiq Jannati Luklu’il Maknun, mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), terpilih sebagai salah satu dari 35 peserta yang mengikuti Garuda Nusa Youth Summit (GNYS) Batch 3 . Kegiatan bergengsi ini diadakan di tiga negara ASEAN: Singapura, Malaysia, dan Thailand yang akan berlangsung mulai hari ini 17 Februari hingga 22 Februari 2025 mendatang.

Kegiatan tersebut mengusung tema “From Local to Global: Shaping Future Leaders of Indonesia and ASEAN”, GNYS Batch 3 yang bertujuan untuk memperkenalkan para pemuda Indonesia pada perspektif global serta mempertemukan mereka dengan para pemimpin inspiratif, penggerak perubahan, dan praktisi dari berbagai bidang. Program ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring internasional, dan meningkatkan pemahaman mengenai kepemimpinan serta kerja sama internasional.

Baiq Jannati mengungkapkan bahwa perjalanan GNYS Batch 3 bukanlah hal yang mudah. Tantangan utama yang ia hadapi adalah mempersiapkan berbagai hal mulai dari materi untuk konferensi pers , perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan, hingga membagi waktu dengan penyusunan skripsinya.

“Ini adalah penerbangan internasional pertama saya, dan saya harus berangkat sendiri tanpa siapapun. Jadi, cukup menantang karena saya harus mempersiapkan semuanya sendiri, mulai dari materi, mental, hingga kesiapan fisik,” ujar Baiq Jannati.

Dalam GNYS Batch 3, peserta akan mengikuti delapan kegiatan utama yang dirancang untuk memperkaya wawasan mereka dalam bidang kepemimpinan, critical thinking, dan kerja sama internasional. Program ini menitikberatkan pada pengalaman langsung dan interaksi dengan para ahli serta pemimpin di ASEAN, sehingga membuka peluang lebih besar bagi peserta untuk memahami dinamika global.

Jejak Langkah di ASEAN Selama satu minggu, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk diskusi panel bersama tokoh inspiratif, kunjungan institusi strategis, serta workshop intensif tentang kepemimpinan dan inovasi. Mereka juga akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan soft skills, seperti komunikasi lintas budaya dan negosiasi internasional.

Di Singapura, peserta akan mengikuti studi kebijakan dan kepemimpinan global, mempelajari bagaimana negara kecil ini berhasil menjadi pusat ekonomi dunia. Di Malaysia, mereka akan mengunjungi lembaga akademik dan bisnis untuk memahami strategi pengembangan industri kreatif dan teknologi. Sementara di Thailand, mereka akan menggali lebih dalam konsep sustainability dan ekonomi hijau dalam konteks ASEAN.

Sebagai mahasiswa UMMAT yang berkesempatan untuk mewakili Indonesia di forum internasional ini, Baiq Jannati berharap agar pengalamannya nanti dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang di kancah global.

“Saya harap dengan mengikuti kegiatan ini, saya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMMAT untuk mulai berani mengepalkan sayap di tingkat global. Jangan takut sendiri, jangan takut gagal. Setidaknya, setiap kegagalan dan rasa takut yang kita hadapi itu sudah menunjukkan bahwa kita telah melangkah lebih jauh dari sebelumnya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap agar partisipasinya dalam GNYS Batch 3 dapat menjadi momentum bagi kampus untuk semakin mendukung prestasi mahasiswa dan memperluas kolaborasi di tingkat ASEAN.

“Saya berharap ini akan menjadi peluang besar bagi kampus dalam terus mendukung keinginan, langkah, dan pencapaian mahasiswa. Selain itu, semoga dapat mendorong peningkatan kerja sama mahasiswa UMMAT dengan jejaring internasional di ASEAN,” tambahnya (HUMAS UMMAT).

MBS UMMAT Wujudkan Generasi Juara : Sinergi Pendidikan, Parenting, dan Akhlak

MBS UMMAT Wujudkan Generasi Juara : Sinergi Pendidikan, Parenting, dan Akhlak

Mataram, 8 Februari 2025 – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menggelar Pengajian dan Parenting Wali Murid MBS UMMAT. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak serta menjadi ajang silaturahmi antara wali murid dan pihak sekolah. 

Direktur MBS UMMAT, Supratman, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari orang tua. “Di balik kesuksesan MBS UMMAT, ada dukungan dan kolaborasi dari ayah dan bunda. Pendidikan terbaik bukan hanya tentang guru yang mengajar di kelas, tetapi juga bagaimana orang tua ikut serta dalam proses pendidikan anaknya,” ujarnya. 

MBS UMMAT memiliki tagline Sekolah Para Juara, yang bukan sekadar slogan, tetapi menjadi visi besar dalam membangun institusi pendidikan yang unggul. “Prestasi siswa bukan hanya milik kepala sekolah atau guru, tetapi juga milik siswa itu sendiri dan orang tua yang berkolaborasi bersama sekolah. Bahkan, prestasi yang diraih anak-anak MBS UMMAT telah mencapai tingkat internasional,” tambahnya.  Selain itu, Supratman juga menegaskan bahwa momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini menjadi kesempatan bagi MBS untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan pelayanan terbaik bagi siswa dan orang tua. 

Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, MP., menegaskan bahwa UMMAT akan terus mendukung MBS dalam berbagai aspek, termasuk fasilitas dan pengelolaan sekolah. “MBS merupakan bagian dari UMMAT, sehingga kami memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberlangsungan dan kemajuan sekolah ini. Kami berharap sinergi ini terus terjalin dan dapat dikembangkan melalui berbagai kerja sama strategis ke depan,” ungkapnya.  Asmawati juga menyampaikan harapannya agar MBS terus berinovasi dalam program-program pendidikannya serta menjalin kerja sama lebih luas, termasuk kemungkinan penandatanganan MoU dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan akademik dan non-akademik MBS. 

Kegiatan ini juga menghadirkan Dr. H. Falahuddin, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, sebagai narasumber dalam sesi pengajian. Beliau menyampaikan pentingnya pendidikan anak dalam perspektif Islam, dengan mengutip Surah Al-Ankabut ayat 41 yang dikorelasikan dengan konsep membangun keluarga yang kuat. “Jaga dirimu dan keluargamu. Anak merupakan investasi masa depan yang akan terus mengalirkan kebaikan kepada orang tuanya. Salah satu bentuk investasi terbaik adalah memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak kita,” paparnya. 

Ia juga menegaskan bahwa anak adalah amanah dari Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taghabun, sehingga orang tua memiliki kewajiban untuk menjaga dan mendidik mereka dengan baik. “Anak adalah perhiasan dunia, dan pendidikan anak harus dimulai dari keluarga,” tambahnya. 

Narasumber kedua, Laelen Hartati, S.Psi., M.Psi., seorang praktisi psikologi dan pendidikan, membahas pentingnya pola asuh dan sinergi antara orang tua dan sekolah dalam pendidikan anak.  “Mengapa sinergi orang tua dan sekolah itu sangat penting, karena komunikasi yang baik antara orang tua dan guru akan membantu anak berkembang lebih optimal. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat anak bersosialisasi dan bermain. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting dalam memberikan dukungan kepada anak,” jelasnya.  Ia menyoroti beberapa bentuk keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, seperti: Berpartisipasi dalam rapat orang tua, seminar, dan acara sekolah; Mengawasi dan membantu anak dalam menyelesaikan tugas sekolah; dan Menjalin komunikasi yang terbuka dengan guru dan pihak sekolah. 

Lebih lanjut, Miss Laelen juga menyampaikan bahwa sinergi antara orang tua dan sekolah adalah kunci utama dalam meningkatkan capaian belajar anak. Komunikasi, kolaborasi, dan dukungan emosional sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak,” pungkasnya (HUMAS UMMAT).